Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nahdlatul Ulama. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Februari 2018

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

Jepara,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Untuk meningkatkan mutu dan kualitas dosen, Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Jawa Tengah, mengundang Prof. Dr. Supriyadi Rustad. Pertemuan berlangsung di Gedung Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Sabtu (8/3).

Menurut Direktur Pendidik dan Tenaga Kependidikan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pihaknya siap membantu membesarkan Unisnu.

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikti Siap Bantu Tingkatkan Kualitas Unisnu

“Unisnu layak menjadi besar layaknya perguruan-perguruan tinggi besar lainnya di Indonesia,” katanya dalam Orientasi Akademik; Pembinaan dan Peningkatan Kualitas Dosen Unisnu Jepara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia memaparkan, pondasi pendidikan di Indonesia harus didukung dengan elemen-elemen yang saling bersinergi. Diantaranya Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dibingkai dengan standar dan peraturan perundang-undangan serta pelaksanaannya tidak lepas dari kuliaas Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dosen.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Karena itu, pihaknya bersedia membantu mengirimkan dosen-dosen Unisnu untuk dikuliahkan Dikti ke luar negeri. Dikti lanjutnya juga menyediakan beasiswa S2 dan S3 untuk dosen Unisnu baik ke PT dalam maupun luar negeri.

Rektor Unisnu Jepara, Prof. Dr. H. Muhtarom, mengungkapkan kampus yang digawanginya perlu banyak berbenah dan butuh banyak bimbingan dari Dikti serta Kopertis. DYP Sugiarto, Ketua Kopertis Wilayah VI yang turut hadir mengamini komitmen Dikti yang hendak memajukan kampus NU tersebut. “Semoga harapan dari Dikti segera terwujud,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Pemurnian Aqidah, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 18 Februari 2018

Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Niam Sholeh menegaskan, pandangan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin tentang bolehnya penggunaan dana setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk hal-hal yang produktif sudah sesuai dengan Fatwa MUI.?

Menurut Niam, MUI telah membahas permasalahan investasi dana haji itu di dalam Forum Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia IV yang diselenggarakan di Cipasung Jawa Barat tahun 2012. Ia mengaku memimpin sidang pleno penetapan Fatwa tersebut bersama dengan KH Ma’ruf Amin.

“Forum Ijtima’ Ulama menyepakati bolehnya memproduktifkan dana haji yang disetorkan jama’ah untuk investasi sepanjang dilakukan sesuai syariah dan ada kemaslahatan,” kata Niam kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi di Tangerang Selatan, Sabtu (29/7) malam.

Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Investasi Dana Haji, MUI: Pandangan Menag Sejalan Fatwa MUI

Dalam salah satu poin Keputusan Forum Ijtima’ Ulama tersebut disebutkan bahwa dana setoran jama’ah haji yang berada dalam daftar tunggu boleh digunakan atau di-tasharruf-kan untuk hal-hal yang poduktif atau memberikan keuntungan.

Namun demikian, Dosen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menambahkan, pemanfaatan setoran dana haji tersebut harus mengedepankan kepentingan dan kemaslahatan umat. “Akan tetapi harus dipastikan dilakukan sesuai ketentuan syariah dan manfaatnya kembali kepada jama’ah,” jelasnya.

Sebelumnya, Menag menyampaikan bahwa dana setoran haji boleh digunakan untuk investasi infrastruktur selama investasi tersebut sesuai dengan prinsip-prinsip syariah, sesuai dengan Undang-Undang yang ada, serta memberikan kemaslahatan kepada jama’ah haji dan juga masyarakat umum. Terkait pandangan Menag ini, ada yang mendukung dan juga ada yang mempertanyakan keabsahannya baik secara Undang-Undang maupun hukum Islam. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 17 Desember 2017

Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Hidup seorang santri harus mempertimbangkan dua hal, yakni kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Keseimbangan hidup untuk tetap berdaya guna di kehidupan dunia ini menjadi penting adanya, namun tetap pada jalur tidak melupakan bekal untuk kehidupan di akhirat.

Demikian salah satu pesan KH Fathur Rahman, pimpinan Ma’had Qudsiyyah Kudus Jawa Tengah dalam penutupan ngaji posonan Ma’had Qudsiyyah, pada Sabtu (25/6) malam .

Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Harus Mampu Seimbangkan Urusan Dunia dan Akhirat

Kiai Fathur menjelaskan, untuk sukses di kehidupan dunia, santri harus profesional dan kreatif. “Tantangan kita semakin berat, perkembangan teknologi kian cepat. Santri harus mampu menguasai, jangan sampai ketinggalan,” katanya.

Ia berpesan santri jangan hanya fokus pada mapel kitab dan salafiyah saja, tetapi mengabaikan ilmu-ilmu yang bersifat duniawi. “Ora dadi pitakon kubur, kudu diilangi, ora oleh dadi alasan (slogan “tidak jadi pertanyaan di alam kubur” harus dihilangkan, tidak boleh jadi alasan meninggalkan pelajaran-pelajaran umum),” pesan beliau.

Di hadapan sekitar 150 santri yang ikut ngaji posonan di Ma’had Qudsiyyah, kiai dari Padurenan Gebog Kudus ini berpesan, semua ilmu harus dipelajari dan didalami. Tidak boleh membeda-bedakan ilmu dunia dan ilmu akhirat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk mampu menjadi profesional dan berhasil di dunia, kiai Fathur berpesan agar selalu serius dalam mencari ilmu dan tidak membeda-bedakan ilmu. Bekal untuk kehidupan di dunia harus dipersiapkan dengan ilmu dan keahlian. ?

Di sisi lain, Kiai Fathur juga berpesan jangan sampai melupakan kewajiban untuk kehidupan di akhirat. Tugas dan bekal untuk akhirat jangan sampai dilupakan. “Jangan sampai terbuai di dunia, sehingga melupkan kewajiban-kewajiban untuk bekal di akhirat,” ? katanya.

Ia menjelaskan, untuk bekal di akhirat, santri harus mulai sregep dan fokus pada shalat fardlu dan shalat-shalat yang disunnahkan. “Jangan sampai hanya melaksanakan shalat wajib saja, juga harus dimulai dengan rutin melaksanakan shalat sunnah seperti rawatib, witir, dan Dhuha,” jelasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dengan menjalankan dan memperhatikan shalat wajib dan shalat sunnah, maka akan semakin mudah untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah sebagai bekal untuk kehidupan di akhirat nanti. (Muhammad Kharis/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan, Humor Islam, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 13 Desember 2017

Wakaf Dapat Digunakan untuk Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Bandung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakaf dapat digunakan untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Misalnya untuk mengurangi kemiskinan, menyediakan fasilitas kesehatan dan pendidikan, menyediakan air bersih dan sanitasi layak, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan ekonomi, dan mengurangi kesenjangan ekonomi.

 

Wakaf Dapat Digunakan untuk Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakaf Dapat Digunakan untuk Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakaf Dapat Digunakan untuk Capai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Demikian salah satu poin yang disampaikan Anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI), Fahruroji, pada lokakarya dan diskusi grup terfokus dengan tema Waqf for Sustainable Development Goals, Kamis (7/12) di Unpad Training Center, Bandung, Jawa Barat.

 

Untuk mewujudkan hal itu, kata Fahruroji, wakaf harus dikelola secara produktif.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Sehingga harta wakaf berdayaguna dan bermanfaat," ujar Fahruroji.

 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, beberapa nazhir wakaf yang sudah terdaftar di BWI sudah melaksanakan pola pengelolaan wakaf secara produktif dan sebagian keuntungannya disalurkan kepada masyarakat sesuai dengan salah satu dari 17 tujuan yang ingin dicapai program SDGs.

 

Sementara itu, Wakil Direktur UNDP Francine Pickup dalam sambutannya menyatakan bahwa UNDP sangat serius untuk mengurangi kemiskinan melalui program SDGs. Kesuksesan pogram itu bisa didorong melalui sektor keuangan sosial Islam, yaitu zakat dan wakaf.

 

"Tanah wakaf di Indonesia besarnya tiga kali luas negara Singapura. Ada pula dana wakaf yang terus meningkat. Ini bisa kita gunakan untuk pembiayaan yang memberi dampak sosial SDGs," kata Pickup.

 

Untuk zakat, kata Francine Pickup, UNDP sudah mempunyai program bersama dengan Baznas di Provinsi Jambi. Maka melalui kegiatan ini diharapkan akan ada kerja sama yang kongkrit dengan BWI dalam mensukseskan program SDGs di Indonesia. Untuk mensukseskan program wakaf yang selaras dengan SDGs, UNDP akan berkoordinasi lebih intens dengan instansi terkait, seperti BWI, BI, OJK, Bappenas, dan KNKS. 

 

Pickup pun mengapresiasi Indonesia sebagai pelopor keterlibatan keuangan Islam wakaf dan zakat dalam mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan SDGs.

"Bukan hanya sebagai sumber pendanaan, tapi juga filosofi mendasar dan kemitraan," tambahnya. (Red: Kendi Setiawan)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 10 Desember 2017

Tuntut Gaji, Guru PAI SD Se-Bojonegoro Luruk Kemenag

Bojonegoro, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI) se-Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (8/1/2014), meluruk kantor Kementrian Agama (Kemenag) Bojonegoro. Ratusan guru tersebut menuntut tunggakan gaji selama setahun yang belum dibayarkan.

"Selain menuntut gaji setahun, juga meminta Kemenag untuk mempermudah pencairan jangan dipersulit dengan dicairkan setahun sekali. Harapannya seperti dana yang lain, dicairkan tiga bulan sekali," ujar Fadhori, ketua koordinator GPAI SD se-Kabupaten Bojonegoro, kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Tuntut Gaji, Guru PAI SD Se-Bojonegoro Luruk Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)
Tuntut Gaji, Guru PAI SD Se-Bojonegoro Luruk Kemenag (Sumber Gambar : Nu Online)

Tuntut Gaji, Guru PAI SD Se-Bojonegoro Luruk Kemenag

Guru SD Kadipaten II Bojonegoro itu mengatakan, total anggaran hampir dua miliar rupiah diperuntukkan bagi mereka untuk menerima gaji setiap bulannya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kalau Kemenag tidak bisa mengurusinya, diserahkan ke Dinas pendidikan saja. Karena sesuai aturannya, guru agama gajinya ditangani Kemenag," pungkasnya. Keterlambatan pencairan hanya terjadi pada GPAI SD, sementara gaji untuk GPAI SMP dan SMA telah cair.

Tampak para pendemo bapak dan ibu guru itu membawa poster bertuliskan, antara lain, “Cairkan Dana Sertifikasi/TPP GPAI SD 2013”, “Kalau Kemenag Tidak Mampu Menangani TPP Serahkan Kami ke Dinas Pendidikan, dan Jangan Persulit Sistem Pencairan Dana.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kedua belah pihak, yakni antara perwakilan GPAI dan Kemenag, akhirnya melakukan pertemuan tertutup. "Hasilnya pertemuan, kita akan sampaikan ke Kanwil Jawa Timur, karena didaerah tidak mempunyai kewenangan apa-apa," ujar Kepala Kemenag Bojonegoro, Abdul Wahib usai pertemuan. (M Yazid/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Perjuangan Gus Dur Diteladani Semua Kalangan

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pada masa hidupnya, sikap kontroversial guru bangsa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memang mengundang rasa sinis beberapa kalangan. Namun sekarang, semuanya mengakui dan meneladani perjuangan Gus Dur.?

Demikian yang dirasakan seniman lawak asal Kota Kudus Hidayat Marhaban dalam mengenang sosok presiden keempat Gus Dur.

Perjuangan Gus Dur Diteladani Semua Kalangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Gus Dur Diteladani Semua Kalangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Gus Dur Diteladani Semua Kalangan

Ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai acara Haul Gus Dur di Kudus, Ahad (13/12) lalu, Marhaban sangat mengagumi sosok presiden keempat ini. Menurutnya, meski memiliki sikap Kontroversial tetapi Gus Dur sangat dihormati dan disegani.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kita sangat mengakui Gus Dur adalah tokoh yang tidak ada bandingannya. Banyak yang merasa gelo? (menyesal) tidak sejalan dengan perjuangannya,” kata Marhaban.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia mengakui ? dirinya selalu meneladani perjuangan Gus Dur terutama pluralisme. Dalam setiap kesempatan melawak, lanjut Marhaban, selalu mengedepankan nilai-nilai pluralism yang dikembangkan Gus Dur.

“Ajaran pluralism beliau tidak main-main,karena sangat berarti bagi bangsa ini. Saya sering meniru dengan manggung melawak di kegiatan-kegiatan agama non Islam,” tandas Marhaban.

Pelawak yang kondang lewat kelompok “Kretek Group” ini membenarkan pernyataan Gus Dur tentang islam tidak perlu dibela tetapi dihayati dan diamalkan. Menurut Marhaban, Islam sudah menjadi agama yang benar jadi tidak perlu dibela.

“Kalau dibela berarti Islam itu seakan memiliki kesalahan.Padahal telah menjadi agama yang benar dan rohmatal lil alamin," tambahnya.

Saat ditanya kapan mengenal cucu KH Hasyim Asy’ari ini, Marhaban ? mengaku pada waktu Gus Dur menjadi ketua dewan kesenian Jakarta. (DKJ).

“Ketika saya di Jakarta , Saya pernah manggung satu paket dengan Gus dur yang masih sebagai ketua DKJ,” tuturnya.

Terkait pandangan Gus Dur terhadap kesenian, Marhaban menegaskan Gus dur memiliki prinsip kesenian adalah kedamaian. Barang siapa ? yang melakukan aktifitas kesenian harus membawa kedamaian.

“Semangat kesenian dan kebudayaan belaiau sangat tinggi. Pokoknya tidak ada duanya tokoh sehebat Gus Dur,” kata Marhaban berapi-api.

Di akhir perbincangan, Marhaban berpesan generasi yang memiliki kebenaran ? harus merapatkan barisan untuk merubah kesalahan yang terjadi dinegeri ini.?

“Pandangan dan perjuangan Gus Dur harus ditularkan pada generasi sekarang. Karena kita sangat krisis kepemimpinan seperti sosok Gus Dur,” pungkas Marhaban.

Redaktur ? ? : A.Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Pendidikan, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 28 November 2017

Ribuan Warga Hadiri Manaqib Kubro

Pekalongan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Keprihatinan para kiai dan ulama terhadap berbagai musibah dan bencana dan menimpa bangsa Indonesia akhir-akhir ini diwujudkan dalam bentuk menggelar pertemuan bersama seluruh ulama dan jamiyyah Thariqah Al Mu’tabarah An Nahdliyyah se Jawa Tengah di Pondok Pesantren Al Utsmani Gejlik Kajen Kabupaten Pekalongan selama dua hari 17-18 Maret 2007.

Di samping pertemuan ini merupakan kegiatan agenda rutin enam bulanan, juga dimanfaatkan untuk do’a bersama dalam acara istighotsah dan manaqib kubro yang diikuti tidak kurang dari lima ribu jama’ah dari Pekalongan dan sekitarnya.

Ribuan Warga Hadiri Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Warga Hadiri Manaqib Kubro (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Warga Hadiri Manaqib Kubro

Di bawah terik matahari yang cukup menyengat, ribuan jama’ah tak kuasa menahan tangis ketika melafalkan kalimat-kalimat toyyibah yang dipandu oleh KHR. Syarifuddin asal Wonopringgo Kabupaten Pekalongan dengan khusu’ dan khidmat. Bahkan tidak jarang diantara ribuan jama’ah yang didominasi ibu-ibu menitikkan air mata sebagai tanda kepasrahan diri atas berbagai bencana dan musibah yang melanda negeri ini merupakan peringatan dan teguran keras dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Ketua Panitia Pelaksana Istighotsah dan Manaqib Kubro, KH. Mirza Hasbullah kepada wartawan mengatakan, kegiatan ini merupakan acara penutup dari pertemuan para kiai thariqah NU se Jawa Tengah di Pondok Pesantren Al Utsmani. Dimana sebelumnya juga telah digelar halaqah dan bahtsul masail membahas persoalan-persoalan keagamaan. 

Lebih lanjut dikatakan, untuk mendukung seluruh kegiatan selama dua hari, pihaknya mengaku mendapat dukungan dari PR Djarum, sehingga beban panitia untuk menggelar acara halaqah, bahtsul masail dan manaqib kubro menjadi lebih ringan. Apalagi, komitmen Djarum dalam mendukung kegiatan keagamaan tidak diragukan lagi.  

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Bupati Pekalongan dalam sambutan di acara manaqib kubro mengatakan, posisi pemerintah dan para tokoh sekarang ini sejajar. Oleh karena itu sudah seharusnya untuk saling mengisi dan memberi masukan yang konstuktif demi terwujudnya masyarakat yang demoktaris. Lebih lanjut dikatakan, kegiatan-kegiatan keagamaan hendaknya diperbanyak, agar masyarakat mendapat pencerahan hati di bawah bimbingan para ulama dan kiai.

Untuk mendukung suksesnya acara, pihak pesantren mengerahkan santrinya tidak kurang dari  200 personil plus alumni dari Ploso Kediri Jawa Timur dan keamanan internal yang terdiri dari Banser, Pagar Nusa dan CPB IPNU serta Polres Pekalongan sebanyak 300 personil.

Meski peserta direncanakan hanya 700 utusan, ternyata tidak kurang dari 1500 utusan dari berbagai kota dan kabupaten se Jawa Tengah di tempatkan di ruang-ruang kelas sebagai tempat istirahat para kiai tak menjadi masalah bagi panitia, karena hal ini telah diantisipasi sebelumnya. (muiz)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 23 November 2017

Pergunu Aceh Santuni Puluhan Yatim Korban Gempa Pidie Jaya

Pidie Jaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama Aceh (Pergunu aceh) menggelar aksi peduli gempa Pidie Jaya, Jumat (30/12). Mereka menyerahkan bantuan berupa santunan kepada 70 anak yatim yang terdiri atas anggota Yayasan Darul Aitam dan Umul Ainal di Kkecamatan Merdu Kabupaten Pidie Jaya.

Pergunu Aceh juga memberikan bantuan berupa pakaian dari sumbangan masyarakat Gampong Tanjong Selamat Darusalam. Donasi berupa pakaian ini diserahkan kepada posko PCNU Pidie Jaya. Bantuan ini juga disalurkan kepada IAI Al-Aziziah Samalanga.

Pergunu Aceh Santuni Puluhan Yatim Korban Gempa Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Aceh Santuni Puluhan Yatim Korban Gempa Pidie Jaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Aceh Santuni Puluhan Yatim Korban Gempa Pidie Jaya

Dewan Pakar Pergunu Aceh Jalaluddin yang memimpin rombongan ini mengatakan, aksi ini merupakan salah suatu partisipasi kita kepada saudara-saudara kita yang mengalami musibah gempa bumi yang melanda Kabupaten Pidie Jaya dan Bireuen.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua Pergunu Aceh Tgk Furqan menyatakan sangat antusias dengan aksi ini. Ia berharap Pergunu Aceh dapat terus dekat dengan masyarakat di mana Pergunu ini sendiri adalah wadah perkumpulan guru-guru dan dosen-dosen yang sangat peduli akan masyarakat.

“Apalagi IAI Al-Aziziyah adalah institusi yang merupakan kampus dari Yayasan Dayah Mudi Mesra yang sudah sangat berpengalaman dalam melahirkan generasi Islam di Aceh,” kata Tgk Furqan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menerangkan, bantuan yang disalurkan ini adalah donasi dari Pengurus Pusat Pergunu yang dikumpulkan oleh mahasiswa Aceh yang sedang studi di Pesantren Amanatul Ummah Pancet, Mojokerto. Tujuan sumbangan ini adalah untuk membantu saudara-saudara dalam musibah gempa yang melanda Pidie Jaya dan Bireuen.

Rombongan sksi peduli ini didampingi oleh seluruh pengurus Pergunu Aceh serta perwakilan mahasiswa STISNU Aceh, Aceh Besar. Mereka disambut oleh pengurus harian PCNU Pidie Jaya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 21 November 2017

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Setelah melalui babak penyisihan grup seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2016 yang bertanding selama dua hari sejak tanggal 24 - 25 Oktober, sebanyak 16 tim dipastikan lolos ke babak 16 besar LSN 2016.

Dari 16 tim tersebut pondok pesantren asal Jawa Timur paling mendominasi dengan meloloskan 4 tim, disusul Jawa Barat dan Sumatera dengan 3 tim dan Jawa Tengah dengan 2 tim.

Sisanya adalah wakil tuan rumah Yogyakarta, Banten, Sulawesi dan Nusa Tenggara Barat dengan masing-masing 1 tim. Dari hasil itu, sebanyak 4 tim juga berhasil meraih poin sempurna di fase grup.

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Jatim Mendominasi di Babak 16 Besar LSN

Ada dua stadion yang akan dipakai untuk penyelenggaraan babak 16 besar Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016. Dua tempat itu adalah Stadion Sultan Agung Bantul dan Stadion Akademi Angkatan Udara (AAU). Delapan pertandingan diselenggarakan pada pagi dan sore hari.

Di babak 16 besar ini sudah memakai sistem gugur. Artinya tim yang menang lolos ke perempat final, sedangkan yang kalah tersingkir. Jika terjadi skor seri dalam waktu 2x35 menit, akan berlanjut dengan perpanjangan waktu 2x10 menit. Seandainya masih seri dilanjutkan dengan adu penalti.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jadwal Pertandingan 16 Besar Seri Nasional LSN 2016 (Berdasarkan Pondok Pesantren)

Kamis 27 Oktober 2016

07.30-08.50 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Salafiyah Al-Falah (Salafi United) Bandung vs PP Al-Balagh Cirebon

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

07.30-08.50 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Al-Muhajirin Mojokerto vs PP Assalam Modung Bangkalan

09.00-10.20 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Darul Huda Mayak vs PP Thoriqun Najah Aceh Selatan

09.00-10.20 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Nur Iman Mlangi Sleman vs PP Darul Ulum Tanggamus Lampung

14.00-15.20 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Darussalam Blok Agung vs PP Assulami Lingsar Lombok Barat

14.00-15.20 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Al-Asyariyah Tangerang vs PP Kauman Lasem Rembang

15.30-16.50 WIB, Stadion Sultan Agung

PP Nurul Fauzi vs PP Al Falah Abu Lam Ue Aceh Besar

15.30-16.50 WIB, Stadion AAU Tribun

PP Walisongo Sragen vs PP DDI Kabalang Pinrang

===?

Jadwal Pertandingan 16 Besar Seri Nasional LSN 2016 (Berdasarkan Region)

Kamis 27 Oktober 2016

07.30-08.50 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Barat II vs Jawa Barat I

07.30-08.50 WIB, Stadion AAU Tribun

Jawa Timur III vs Jawa Timur IV

09.00-10.20 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Timur I vs Sumatera II

09.00-10.20 WIB, Stadion AAU Tribun

Yogyakarta vs Sumatra V

14.00-15.20 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Timur V vs Nusa Tenggara I

14.00-15.20 WIB, Stadion AAU Tribun

Banten vs Jawa Tengah II

15.30-16.50 WIB, Stadion Sultan Agung

Jawa Barat III vs Sumatera I

15.30-16.50 WIB, Stadion AAU Tribun

Jawa Tengah III vs Sulawesi I

(Red- Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pahlawan, Kajian, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 13 November 2017

Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KHA Hasyim Muzadi menilai terpilihnya Kevin Rudd sebagai Perdana Menteri baru Australia akan dapat memperbaiki pandangan Australia kepada Islam di Indonesia.

"Sekalipun tidak besar tetap ada pengaruhnya, karena Partai Buruh yang merupakan asal Rudd merupakan partai yang pernah menolak Australia mengirim pasukan ke Irak," katanya di Jakarta, Senin (26/11).

Ia mengemukakan hal itu menanggapi hubungan Australia dengan umat Islam di Indonesia setelah John Howard (Partai Liberal) yang sempat menuduh Indonesia sebagai "sarang teroris" itu kalah dari Kevin Rudd (ALP / Partai Buruh Australia).

Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Muzadi: Rudd Perbaiki Pandangan Australia pada Islam

Howard yang merupakan politisi senior (68) dan menjadi perdana menteri ke-25 Australia selama lebih dari 11 tahun itu kalah dalam Pemilu Federal yang diikuti 13,6 juta pemilih pada 24 November 2007.

Menurut Hasyim Muzadi yang beberapa kali mengunjungi Australia itu, Partai Liberal di Australia memang konservatif terhadap Islam, sedangkan Partai Buruh lebih fleksibel.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Jadi, Rudd akan lebih fleksibel dalam memandang Islam di Indonesia, tapi kita harus mampu mengelola pandangan yang ada dengan menjalin kerjasama lebih baik dan jangan sampai melakukan kesalahan," katanya.

Tentang tuduhan "sarang teroris" kepada Indonesia, pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Hikam, Malang itu mengatakan hal itu tidak dapat dihilangkan secara cepat. "Tapi, hal itu dapat dihilangkan secara perlahan-lahan," kata mantan Cawapres dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2004.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Presiden Konferensi Dunia Agama-agama untuk Perdamaian (WCRP) itu mengatakan kekerasan bukan identik dengan agama dan agama sama sekali tidak memerintahkan kekerasan.

"Tapi, penyalahgunaan orang yang beragama terhadap agama itulah yang menyebabkan malapetaka, karena itu saya tidak percaya ada konflik agama, kecuali konflik kepentingan politik yang menggunakan agama dan umat beragama," katanya. (mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Quote Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 10 November 2017

Peran Bu Nyai Akan Digali Kirab Resolusi Jihad NU

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kirab Resolusi Jihad NU 2016 akan memberangkatkan 100 peserta dengan mengendarai 5 bus. Salah satu bus khusus untuk peserta perempuan yang memiliki tugas khusus, yaitu menggali peran Bu Nyai di pesantren-pesantren. ?

Peran Bu Nyai Akan Digali Kirab Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Bu Nyai Akan Digali Kirab Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Bu Nyai Akan Digali Kirab Resolusi Jihad NU

“Peran-peran Bu Nyai itu harus diungkap,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ishfah Abidal Aziz di gedung PBNU, Jakarta, Senin (20/9). ?

Menurut di, peran Bu Nyai itu luar biasa. Ia mencontohkan, ketika Hadrotusyekh KH Hasyim Asy’ari ditangkap Jepang, Bu Nyai itu mengungsikan putra-putrinya. “Dan biasanya riyadoh-riyadoh Bu Nyai itu luar biasa. Mereka memiliki peran besar,” tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ishfah menjelaskan, penggalian data, cerita tersebut tidak hanya fokus Bu Nyai yang masih hidup, tetapi juga yang sudah wafat. “Ini yang tidak ada di Kirab Resolusi Jihad NU di tahun lalu.”

Rencananya, lanjut dia, peserta pennggali peran Bu Nyai adalah anggota Fatayat, Kopri PMII, dan IPPNU. “Peserta harus siap lahir dan batin dan siap mengikuti perjalanan ini,” lanjutnya ketika ditanya syarat peserta.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kirab Resolusi Jihad NU 2016 tersebut dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober. Kirab dimulai dari Banyuwangi (Jawa Timur) sampai Cilegon, Banten, dan kembali ke Jakarta. Perjalanan tersebut dimulai pada 13 Oktober sampai 21 Oktober.

Kirab Resolusi Jihad NU 2016 juga akan menziarahi wali, kiai, tokoh nasional, bersilaturahim dengan kiai-kiai pesantren, dan pengurus-pengurus NU. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 12 Oktober 2017

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Forum bahtsul masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengeluarkan fatwa wajib bagi masyarakat untuk melakukan gerakan amar ma’ruf dan nahi munkar atas aktivitas eksploitasi sumber daya alam Indonesia. Para kiai mengajak masyarakat berjihad menolak perusakan alam akibat eksploitasi baik oleh perusahaan negara maupun korporasi swasta.

Fatwa ini diputuskan para kiai dalam sidang bahtsul masail PBNU di pesantren Al-Manar Azhari, Limo, Depok, Sabtu-Ahad (9-10/5).

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatwa NU Wajibkan Masyarakat Tolak Eksploitasi Alam Indonesia

Fatwa NU ini mencoba menjawab pertanyaan bagaimana seharusnya sikap masyarakat yang melihat perusakan alam akibat penambangan. Para kiai setelah membahas dari pelbagai sisi menegaskan bahwa masyarakat tidak boleh bersikap diam. Warga diharuskan secara syar’i melakukan gerakan advokasi atas hak kelestarian alam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sikap yang dilakukan oleh masyarakat adalah wajib amar ma’ruf nahi munkar sesuai kemampuannya,” kata Rais Syuriyah PBNU KH A Ishomuddin membacakan putusan sidang komisi bahtsul masail diniyah waqi’iyah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut para kiai, eksploitasi oleh BUMN maupun korporasi lebih mempertimbangkan aspek profit tanpa melihat kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Mereka prihatin melihat banyak kubangan raksasa di bekas penambangan yang diterlantarkan begitu saja akibat aktivitas eksploitasi yang mengejar keuntungan.

Belum lagi kasus lumpur yang mengusir secara paksa warga sejumlah kecamatan di Sidoarjo untuk keluar dari tempat kelahiran dan kediaman mereka. Sementara manusia sendiri tidak bisa memperbaiki alam yang sudah rusak.

Pelaku eksploitasi tidak lagi memikirkan kerusakan alam, rusaknya tatanan musim, pancaroba berkepanjangan, pencemaran air dan udara, musnahnya segala biota, flora, dan fauna yang hidup nyaman di alam Indonesia.

Para kiai tidak bisa menerima cara berpikir pelaku eksploitasi yang menganggap kerusakan alam itu sebagai konsekuensi yang wajar-wajar saja dari sebuah pertumbuhan ekonomi.

Legal ataupun tidak legal, masyarakat wajib melakukan amar ma’ruf dan nahi munkar. Pasalnya, aktivitas legal yang dijalankan oleh BUMN ataupun korporasi bukan berarti tidak memiliki dampak kerusakan alam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 09 Oktober 2017

Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Wilayah Muslimat NU Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Konferensi Wilayah di Asrama Haji, Jl. Ringroad Utara. Konferwil bertema “Optimalisasi Produktivitas dan Kinerja Muslimat NU Membangun Bangsa yang Mandiri dan Berprestasi” tersebut berlangsung Sabtu-Ahad (22-23/8).

Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan

Ketua VI Pengurus Pusat Muslimat NU Wardani membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya mengatakan, capaian Muslimat NU selama ini dan ke depan, paling tidak, tiga fokus utama yang harus dibidik.

“Yang menjadi fokus Muslimat NU dalam membangkitkan peran perempuan itu ada tiga. Yakni dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” tutur ketua yang membidangi Litbang PP Muslimat NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Wardani menambahkan, itu sesuai dengan rencana strategis (renstra) yang dibahas dalam rakernas tahun 2014. Capaian tiap lima tahun dalam renstra itu adalah sejak tahun 2006-2011, Muslimat NU berencana mewujudkan perempuan Indonesia sehat dan religius. Tahun 2011-2016 berkualitas dan religius. Tahun 2016-2021, sejahtera dan religius. Sementara 2021-2026 mandiri dan religius.

Ketua Tanfidziyah PW NU DIY Prof Rohmat Wahab mengatak, Muslimat secara gerak bisa melebihi PWNU. “Muslimat ini sebagi ibu yang memberikan pendidikan generasi bangsa,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tidak sedikit kegiatan-kegiatan Muslimat memberikan pencerahan dan membantu membangun bangsa. “Orang yang tidak pragmatis, sangat idealis dan sangat visioner datanglah ke muslimat nu DIY,” ungkapnya.

Konferwil Muslimat DIY juga dihadiri Perwakilan dari kemenag, H Zainal Abidin, Gubernur DIY diwakili Iswantoro, KH Malik Madani, KH Asyhari Abta, Perwakilan PW Fatayat, Perwakilan PW IPPNU, pengurus Badan Kerja Organisasi Wanita (BKOW) DIY dan pengurus Muslimat baik tingkat Wilayah, Cabang maupun Ranting. (suhendra/abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Nahdlatul Ulama, Tokoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 05 September 2017

Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putri Buntet Pesantren, Cirebon, menggelar bazar pakaian murah di halaman sekolah tersebut. Para siswi menyerahkan pakaian masih layak guna kepada Ketua Murid masing-masing kelas. Lalu dikumpulkan di pengurus OSIS. Kemudian OSIS menjualnya ke khalayak dengan harga berkisar seribu sampai lima ribu rupiah.

Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim

Pembina OSIS MANU Putri Buntet Pesantren Titim Mutimmatunnur mengatakan, bazar yang berlangsung , pada Kamis (13/10) tersebut dalam rangka memperingati 10 Muharam.

“Tidak hanya baju, ada juga tas, sepatu dan lain-lain,” katanya ketika dihubungi Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rencananya, kata Titim, hasil penjualan bazar akan disumbangkan kepada anak yatim untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan pekan pada depan, Kamis (20/10).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kalau dana yang terkumpul melebihi target, akan kita belanjakan untukk barang-barang yang mereka butuhkan ditambah dengan uang jajan,” tulis guru bahasa Inggris itu.

Menurut KH Faris El Haq, tiap 10 Muharam diperingati sebagai hari raya anak yatim berdasarkan hadis Nabi, "Barangsiapa yang mengusap rambut anak yatim di hari Asyuro (10 Muharam) maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat." Ia menambahkan, 10 Muharam sebagai hari raya anak yatim dikutip dalam kitab Tanbihul Ghofilin

Lebih lanjut ia menjelaskan, setidaknya ada 12 Nabi yang mendapat kemenangan di hari yang mulia itu, yakni Nabi Adam As., Nabi Idris As., Nabi Musa As., Nabi Ibrahim AS., Nabi Nuh As., Nabi Yusuf As., Nabi Yakub As., Nabi Yunus As., Nabi Sulaiman As., Nabi Daud As., Nabi Isa As. dan Nabi Muhammad Saw. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 02 September 2017

Sambut Harlah, Pelajar NU Klaten Kaji Kitab "Irsyadus Sari"

Klaten, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menjelang peringatan Harlah (Hari Lahir) IPNU ke-61, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Klaten kembali menggelar kajian kitab "Irsyadus Sari" karya KH Hasyim Asy’ari di Gedung PCNU Klaten, Ahad (22/2) lalu.

Kajian yang dibimbing oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Drs Muhammad Nawawi Syafi’i ini kembali membahas perihal tata krama bagi seorang penuntut ilmu.

Sambut Harlah, Pelajar NU Klaten Kaji Kitab Irsyadus Sari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, Pelajar NU Klaten Kaji Kitab Irsyadus Sari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, Pelajar NU Klaten Kaji Kitab "Irsyadus Sari"

Diterangkan oleh Kiai Nawawi, bahwa seorang penuntut ilmu harus membersihkan hati dari penyakit hati, meluruskan niat mencari ilmu, menyegerakan waktu belajar, bersikap qana’ah, dan membagi waktu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Penuntut ilmu dan pembelajar hendaknya mengurangi makan dan minum, bersikap wira’i dan hati-hati terhadap hal-hal yang haram dan syubhat, mengurangi makan makanan yang menyebabkan lupa,” tutur Pengasuh Pesantren Roudhotus Sholihin Ceper Klaten tersebut.

Selain itu, tambahnya, pencari ilmu semestinya menyedikitkan tidur, dan meninggalkan pergaulan bebas dan pergaulan yang sedikit berpikir.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, ditemui seusai acara, Ketua PC IPNU Kabupaten Klaten, Ahmad Saifuddin juga mengungkapkan harapannya untuk IPNU di momen harlah ini.

“Semoga IPNU bisa lebih bersinergi dengan LP Maarif dan RMI, karena kantong kader tidak hanya di kecamatan, tapi juga di sekolah dan pesantren,” kata dia.

Ke depan, ia ingin IPNU tidak terkontaminasi politik praktis sehingga menyalahgunakan organisasi sebagai alat kampanye.?

Diharapkan pula olehnya, bahwa IPNU juga harus konsisten membantu permasalahan remaja dan pelajar, seperti narkoba, pergaulan bebas, miras, kemiskinan, dan putus sekolah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 07 Agustus 2017

Merumuskan Gus Dur Muda

Gagasan dan pemikiran Ketua Umum PBNU 1984-1999 KH Abdurrahman Wahid yang dituangkan dalam bentuk tulisan sejak tahun 1970-an tak habis digali. Pemikirannya masih tetap relevan hingga sekarang. Tak heran, beraragam buku dengan berbagai pendekatan telah terbit. Beragam diskusi dan seminar tak habis-habis digulirkan.

Sebagai salah satu upaya untuk memperkenalkan dan melanjutkan gagasan kiai yang biasa disapa Gus Dur, salah seorang santrinya di Pondok Pesantren Ciganjur Jakarta, Syaiful Arif, merumuskan kegiatan bertajuk “Kursus Pemikiran Gus Dur”. Kursus tersebut menggali detail-detail gagasan Gus Dur.  

Merumuskan Gus Dur Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Merumuskan Gus Dur Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Merumuskan Gus Dur Muda

Dalam kursus tersebut, lebih menekankan gagasan Gus Dur saat muda. Syaiful Arif menyebutnya Gus Dur Muda, yaitu antara 1970 hingga 1999 (ketika Gus Dur jadi Presiden RI keempat). Dalam istilah lain disebut Gus Dur teoritis.  

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk mengetahui lebih jauh tentang kursus pemikiran Gus Dur Abdullah Alawi dari Pondok Pesantren An-Nur Slawi mewawancarai anaka muda kelahiran Kudus, Jawa tengah, 1981. Syaiful Arif termasuk anak muda NU yang cukup produktif dalam menulis buku. Berikut petikan wawancaranya. 

Asal mula muncul ide kursus pemikiran Gus Dur?

Gus Dur kan sudah wafat, kalau tidak diterusin pemikirannya kan sayang. Selama ini kan gerakan-gerakan Gus Durian itu hanya menenmpatkan Gus Dur sebagai pribadi, bukan sebagai pemikiran.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kenapa bisa berkesimpulan seperti itu?

Karena di dalam gerakan gerakan Gus Durian selama ini, penggalian pemikiran itu kayaknya kurang belum maksimal. Menempatkan Gus Dur sebagai pribadi, ya bagus, karena memang Gus Dur pribadi. Artinya, yang kita diskusikan, kita ingat, yang ingin kita teruskan itu kan perjuangannya sebagai pribadi. Tapi kan di dalam pribadi Gus Dur itu, ada Gus Dur praktis, ada Gus Dur teoritis.

Gus Dur praktis itu, Gus Dur di dalam praktik politik dan praktik perjuangannya, baik di PKB, di negara, maupun di NU. Nah, tetapi praktik Gus Dur, praktik perjuangannya dilandasi oleh Gus Dur yang teoritis. Artinya dilandasi oleh pemikiran. Nah, saya lihat selama ini, -ya ini mungkin pembagian wilayah kerja aja ya, teman-teman yang memang masuk di dalam praktik Gus Dur, saya memilih di ruang-ruang teoritisnya. Itu yang pertama. 

Yang kedua, jelas sekali selama ini kan Gus Dur itu pemikir. Kalau tidak kita tidak dijaga pemikirannya melalui diskusi-diskusi yang intens, ya warisan itu akan jadi warisan “berdebu” di dalam buku-bukunya yang mungkin hanya sekilas sekali ditengok dan dibaca. Padahal kan kalau pemikiran terhenti pada teks, dia hanya terhenti pada teks. Bukan menjadi pemikiran. Menjadi pemikiran itu kan ketika diperbincangkan. Dari perbincangan itu bisa kemudian ditindaklanjuti, bisa dikritisi, bisa menjadi inspirasi. Jadi, aku kebetulan pernah nyantri dengan beliau, ya merasa beban moral. Makanya kemudian yang kupilih kan kursus. Kursus ini kan artinya satu langkah menuju, kita bedakan antara diskusi dengan kursus ya. Diskusi kan tidak ada silabus, hanya sekadar berbagi informasi. Tapi kalau kursus itu ada silabus, dan metodenya juga metode klasikal. Artinya di situ tidak hanya ada pembicara, tetapi ada tutor, pengajar. 

Nah, kalau seseorang sudah memastikan diri sudah siap untuk menjadi pengajar atau tutor di dalam kursus itu kan dia punya konsekuensi kan, ya dia harus menguasai betul, detail dari pemikiran Gus Dur karena kan sebelum kursus ini aku menawarkan sama teman-teman Gus Durian ya.

Metode kursus kan mengkelaskan Gus Dur karena selama ini kan pemikiran Gus Dur hanya terserak-serak, bercerai-berai di opini di koran. Kemudian aku memiliah Gus Dur muda dan Gus Dur tua. 

Bagiamana penjelasannya?

Gus Dur muda itu Gus Dur dari tahun 1970 sampai pertengahan 90. Gus Dur tua itu Gus Dur sejak menjadi presiden sampai wafat. Nah, Gus Dur muda, yaitu Gus Dur yang pemikirannya layak menjadi diskursus intelektual karena tulisan-tulisannya tidak hanya dalam bentuk opini di koran, tapi di makalah-makalah panjang. Baik dalam jurnal seperti Prisma, jurnal Pesantren, maupun makalah-makalah seminar, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Nah, dengan tulisan-tulisan panjang itu kan kita bisa merumuskan pemikiran Gus Dur sebagai wacana intelektual dan materi-materi akademis. Nah, kursus pemikiran Gus Dur itu masuk di ruang itu. Jadi, menempatkan Gus Dur dalam wacana intelektual dan khususnya materi-materi akademis. 

Kenapa disebut kursus?

Karena kan ya memang sampai saat ini belum ada kurikulum pemikiran Gus Dur. Karena itu aku kemudian merumuskan materi, silabus pemikiran Gus Dur yang aku harapkan sistematis dan menjadi satu langkah menuju yang akademis, atau akademisasi Gus Dur. 

Sementara Gus Dur tua itu kan sejak menjadi presiden sampai lengser, itu kan Gus Dur yang tulisan-tulisannya hanya dipercikkan di koran. Gus Dur yang sudah sepuh itu, ya Gus Dur yang sudah  praktis. Tulisan-tulisan di koran adalah refleksi dari peristiwa-peristiwa aktual atau penggalian kembali memori pemikiran yang masih ada dalam endapan di pemikiran beliau. Selama ini banyak orang menempatkan Gus Dur hanya di dalam Gus Dur di era tua. Mereka tidak masuk di dalam pemikiran Gus Dur di era muda. 

Gus Dur muda? 

Itu terkait materi. Gus Dur muda itu Gus Dur yang terinspirasi dari teologi pembabasan Amerika Latin. Dari situ Gus Dur kemudian mengolah tradisi Islam, khusunya tradisi Islam pesantren dan NU, untuk menghadapi developmentalisme Orde Baru . Gus Dur muda itu kan Gus Dur era Orde Baru. Dalam era Orde Baru itu, Gus Dur yang masih muda, merumuskan tradisi; mengolah tradisi intelektual Islam tradisional pesantren dan NU dalam wacana-wacana teologi pembebasan untuk menghadapi developmentalisme dan modernisasi. Jadi, kalau developmentalisme itu kan wacana ekonomi politik, kalau modernisasi kan wacana kebudayaan. Nah, Gus Dur mencoba mengolah tradisi-tradisi Islam pesantren dan NU untuk menanggapi modenisasi dan developmentalisme.

Nah, salah satu hasil prodak pemikirannya seperti Islam sebagai etika sosial. Islam sebagai etika sosial itu kan jarang dilihat banyak orang karena selama ini orang melihat pemikiran Islam Gus Dur itu kan hanya dua, pribumisasi Islam dan pluralisme agama. Padahal ketika aku telusuri di dalam teks-teks Gus Dur muda itu ada dua pemikiran lain yang selama ini belum dibaca orang. Yang pertama, Islam sebagai etika sosial dan kedua, negara kesejahteraan Islam.

Bagaimana penjelasannya kedua-duanya? 

Nah, itu kemudian aku jadikan materi ya. Islam sebagai etika sosial. Di kursus itu kan, pemikiran Islam Gus Dur; kalau kita pinjam istilah Marx, ya itu kan basis struktur, ada struktur ada suprastruktur. Ada lantai, ada tiang, ada dinding ada langit-langit, ada atap. Nah, pribumisasi Islam itu, lantai dari pemikiran Gus Dur karena ia mempertemukan Islam dan budaya. Nah, budaya itu kemudian menjadi landasan dari masyarakat dan landasan dari negara. Nah, prbumisasi Islam sebagai basis struktur dari pemikiran Islam Gus Dur itu kemudian menopang struktur pemikiran Islam Gus Dur, yakni Islam sebagai etika sosial. Kenapa? Karena Islam sebagai etika sosial adalah pemikiran Islam Gus Dur yang menempatkan Islam sebagai etika masyarakat; akhlak sosial. Jadi Gus Dur itu selalu memaknai akhlak sebagai etika sosial. Beliau tidak pernah menafsiri di luar konteks itu, umpamanya akhlak adalah pribadi. Itu nggak pernah, beliau. Jadi, akhlak itu pasti dalam kurung etika sosial.

Etika sosial itu bagaiamana?

Etika sosial itu sederhana, Gus Dur mencoba menggali kemudian merumuskkan prinsip-prinsip etis kehiidupan sosial. Prinsip-prinsip etis kehidupan sosial itu sebenarnya letakanya di dalam kewajiban masyarakat untuk menciptakan sturktur masyarakat yang berkeadilan. Struktur masyarakat yang berkeadilan itu merupakan wujud wujud etis masyarakat yang didukung oleh prinsip-prinsip keislaman. Gus Dur menarik dalam hal ini. Beliau punya gagasan tentang rukun sosial. Di Islam itu kan ada rukan Islam ada rukun iman. Rukun iman itu teologis, rukun Islam itu, katakanlah amal ya dari iman. Kata Gus Dur di dalam rukun Islam itu ada dimensi sosial ada zakat, ada haji ada shalat (ketika berjamaah). 

Artinya, amal-amal ritual itu sebenarnya bersifat sosial. Artinya memiliki keberpihakan terhadap pensejahteraan masyarakat. Namun sayangnya, banyak sekali umat Islam yang hanya memahaminya dalam kerangka ritual individual. Akhirnya, rukun sosial itu tidak ada dampak sosialnya. Nah, Gus Dur menggagas kita perlu sebuah rukun sosial, atau rukun tetangga, kata Gus Dur. Rukun sosial itu menjembatani antara rukun Islam dengan rukun iman. Artinya, kita harus menjadikan kepedulian sosial itu sebagai bagian dari rukun Islam dan rukun iman, menjadi bagian dari teologi. 

Jadi, Gus Dur menggagas teologi sosial. Nah, ini Islam sebagai etika sosial. Ini struktur. Struktur sosial dari basis yang ditopang pribumisasi Islam. Kenapa? Karena, tanpa pribumisasi Islam, Islam tidak akan menjadi etika sosial. Kenapa? Karena pribumisasi Islam-lah yang kemudian meleraikan ketegangan antara Islam dan budaya. Nah, ketidakmampuan meleraikan Islam dan budaya akan menyebabakan islamisasi budaya atau purifikasi budaya lokal yang kemudian menjadi trade mark dari gerakan-gerakan Arabis. Nah, gerakan-gerakan Arabis itu, kata Gus Dur, terjebak di dalam perjuangan Islam yang simbolik. Kenapa? Karena tujuan mereka hanya menerapkan simbol-simbol Islam di dalam budaya lokal. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tegal, Aswaja, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 14 Juli 2017

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dorongan untuk berbelanja menjelang hari raya Idul Fithri semakin menguat. Pengendalian diri di saat seperti ini kian penting. Karenanya, pembelanjaan mesti direncanakan secara cermat. Kebutuhan yang bersifat prioritas mesti menjadi perhatian utama.

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran

Demikian dikatakan Ketua Muslimat NU Brebes Hj Nurhalimah kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi di Kantor Muslimat NU Brebes jalan Kiai Kholid Barat, Pasarbatang Brebes, Rabu (16/7).

Nurhalimah berpesan agar warga tidak perlu memaksakan diri untuk berbelanja secara berlebihan. Warga perlu menunda keinginan belanja barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan pokok. Perencanaan belanja yang tidak cermat mengakibatkan besaran pengeluaran membengkak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Berusahalah untuk hemat belanja. Jangan keburu nafsu,” saran Nurhalimah.

Tanpa kendali, pembelanjaan bisa mengesankan foya-foya. Penyajian hidangan oleh kalangan ibu rumah tangga tidak harus dengan makanan mahal tetapi cukup yang bergizi. Demikian juga dengan penyediaan pakaian. Cukup dinilai dari kelayakan, bukan bandrolnya, kata Nurhalimah. Ia menempatkan ibu rumah tangga dalam hal ini memegang peran kunci.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Hadapilah Ramadhan dan Idul Fithri dengan hemat sesuai dengan kondisi kemampuan keluarga,” sarannya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 12 Juli 2017

Materi Ketarunaan dan Bela Negara Masuk Kurikulum Pesantren As-Shidiqiyah

Karawang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Menyongsong tahun pelajaran baru 2016/2017, Pesantren Asshiddiqiyah Karawang membuat kurikulum yang berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan kenegaraan. Kurikulum ini diberi nama Ketarunaan dan Bela Negara.

"Kurikulum ini diadakan supaya santri tidak hanya pintar ngaji dan pelajaran sekolah. Tapi juga memiliki jiwa nasionalisme atau cinta akan tanah airnya," kata Pengasuh Pesantren Ashidiqiyah KH Hasan Nuri Hidayatullah dalam sambutannya pada pembukaan kurikulum baru ini di Pesantren Ashidiqiyah Karawang, Sabtu (30/7).

Materi Ketarunaan dan Bela Negara Masuk Kurikulum Pesantren As-Shidiqiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Materi Ketarunaan dan Bela Negara Masuk Kurikulum Pesantren As-Shidiqiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Materi Ketarunaan dan Bela Negara Masuk Kurikulum Pesantren As-Shidiqiyah

Rais Syuriyah PCNU Karawang ini menambahkan bahwa dalam pelaksanaan pendidikan kurikulum baru ini pihak pesantren akan bekerja sama dengan Polsek Cilamaya, Koramil Cilamaya, dan Satkorcab Banser Karawang. Hal ini dilakukan agar santri dapat lebih mendalami lagi tentang kedisiplinan, nasionalisme, dan peran ulama-santri dalam memperjuangkan NKRI.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Semoga kegiatan ini dapat membentuk sinergi antara pesantren, TNI dan Kepolisian dalam mempertahankan NKRI dari ancaman-ancaman kelompok yang ingin memecah belah NKRI," ujar kiai yang sering disapa Gus Hasan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia sendiri sudah berkoordinasi dengan Koramil dan Polsek Cilamaya. Kedua institusi negara ini bersyukur dan mengapresiasi serta siap mendukung kurikulum baru di Pesantren Asshiddiqiyah Karawang.

"Pak Danramil dan Pak Kapolsek bersyukur karena di tengah kondisi bangsa dan generasi yang mulai jauh dari nilai-nilai kebangsaan, ada pesantren yang peduli untuk membentengi hal itu," ungkapnya.

Hadir dalam kegiatan ini Kapolsek Cilamaya, utusan Danramil Cilamaya, Komandan Satkorcab Banser Karawang, Aparat Desa Sukatani serta civitas akademik Pesantren Asshidiqiyah Karawang. (Aiz Luthfi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Nahdlatul Ulama, News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 27 April 2017

Ke PBNU, Mendagri Dukung Hari Santri Nasional

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo mendatangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di jalan kramat raya no 164 Jakarta Pusat Rabu (7/10). Kedatangannya disambut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini serta pengurus lainnya.

?

Dalam pertemuan yang berlangsung di lantai 3 Gedung PBNU, Kiai Said? menceritakan bahwa NU dan 12 organisasi kemasyarakatan (Ormas) lain sudah mengkaji dan menyepakati bahwa hari santri lebih tepat pada tanggal 22 Oktober. ?

Ke PBNU, Mendagri Dukung Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke PBNU, Mendagri Dukung Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke PBNU, Mendagri Dukung Hari Santri Nasional

“Tanggal 22 Oktober ini jadi hal yang paling menonjolkan peran santri dalam perjuangan kemerdekaan. Pada tanggal tersebut keluar fatwa Resolusi Jihad Hadratussyaikh Hasyim Asyari dimana membela tanah air hukumnya fardlu ain dan yang membantu Belanda jadi kafir," jelas kiai yang akrab disapa Kang Said di depan Mendagri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Pada kesempatan itu, Kang Said meminta Mendagri ikut mengingatkan Presiden RI Joko Widodo mengenai penetapan Hari Santri Nasional.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tjahyo dalam kesempatan itu mengaku senang bisa berkunjung ke PBNU dan bertemu dengan para kiai. Ia mendukung penetapan hari santri nasional dan berjanji membantu menyampaikannya ke Presiden RI Joko Widodo.

?

"Saya pertama kali berkunjung ke PBNU sebagai agenda kegiatan silaturahim kepada Organisasi Kemasyarakatan. Saya akan menyampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo," ungkap mantan Sekjen DPP PDIP ini.? ? ?

?

Sebelum mengakhiri pertemuan, jajaran pengurus PBNU memberikan hasil-hasil Muktamar NU ke 33 di Jombang kepada Tjahyo. Sementara Tjahyo menyerahkan bantuan lima unit komputer yang secara simbolis komputer diterima Sekjen PBNU Helmy Faishal. (Syamsud Dhuh/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, Kyai, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 22 Maret 2017

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Hari ini adalah terakhir penyelengaraan Perwimanas. Sebelum pulang ke daerah masing-masing, peserta berpamitan dengan menggelar karnaval.

“Ini adalah diantara bentuk rasa terimakasih kami kepada masyarakat sekitar yang telah turut membantu mensukseskan acara kemah pertama tingkat nasional di lingkungan NU ini,” kata Ali Mustofa kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi (29/6).

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sebelum Pulang, Peserta Karnaval Keliling Kampung

Ketua Panitia tingkat wilayah Jawa Timur ini menandaskan bahwa ada sekitar 40 kontingan yang turut dalam kegiatan ini. “Mereka berjalan mengelilingi kampung Kalibening sejauh empat kilo meter,” kata dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejak jam 14.00 WIB, seluruh peserta karnaval berangkat dari bumi perkemahan PP Babussalam dengan pakaian dan penampilan khas mereka.?

“Ini sekaligus acara pamitan kami kepada masyarakat,” kata Ali Mustofa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ali Mustofa menandaskan bahwa peran masyarakat dusun Kalibening sangat fital dalam kegiatan ini. “Banyak peserta yang harus memanfaatkan rumah penduduk untuk sejumlah kebutuhan,” katanya.

Demikian juga tidak jarang, peserta juga meminta bantuan penduduk seperti kebutuhan lauk pauk dan sejenisnya. “Yang jelas kami sangat terbantu dengan penduduk di sini,” sergahnya.

Belum lagi kondusifnya keamanan selama Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) berlangsung yakni dari tanggal 24-29/6. Terbukti tidak adanya kejadian kehilangan, kekerasan atau tindakan kriminalitas lainnya.

Ia juga mengatakan bahwa kegiatan karnaval sebagai bentuk rasa terimakasih kepada sejumlah penduduk Kalibening yang dengan sangat terbuka turut mensukseskan kegiatan Perwimanas.?

"Tanpa peran penduduk, mustahil acara akan berjalan lancar," pungkasnya.?

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaSantri, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi