Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PonPes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Waktu Indonesia NU

Suatu kali Prof Machasin yang saat itu jadi Rais Syuriyah mendapat undangan rapat PBNU. Sesuai jadwal, dosen yang birokrat ini datang tepat waktu: 14.00 waktu Indonesia Barat (WIB).

Begitu masuk ruang rapat, ia celingukan. Toleh sana, toleh sini. Setengah kaget, karena hampir seluruh kursi masih kosong. Prof Machasin pun menunggu cukup lama.

Waktu Indonesia NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Waktu Indonesia NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Waktu Indonesia NU

"Ini bagaimana. Katanya jam dua. Ini kan sudah jam tiga!?" tanyanya kepada peserta rapat yang sudah hadir.

Sahabatnya itu tertawa, "Hahaha..."

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kok ketawa?" Prof Machasin heran.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Sampean orang NU baru ya? Haha..."

Prof Machasin cuma nyengir, sambil membetulkan kopiahnya yang makin miring.

Pejabat Kemenag yang rajin ini rupanya belum paham betul bahwa di NU—entah sejak kapan—ada kaidah tak tertulis: waktu Indonesia terbagi menjadi empat (bukan tiga), yakni WIT, WITA, WIB, dan WI-NU. Selisih masing-masing minimal satu jam!

(Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, PonPes, Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 21 Februari 2018

10 Butir Deklarasi Islamabad tentang Peran Ulama dan Ekstremisme

Islamabad, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Para tokoh Muslim yang menjadi pembicara dalam acara seminar internasional dengan tema "The Role of Religious Leadership in Fight against Terrorism and Rejection of Sectarianismdi International Islamic University (IIU) Islamabad, Pakistan, beberpa waktu lalu sepakat bahwa para pemuka agama memainkan peran yang sangat penting dalam menangkal aksi terorisme dan ekstremisme. Mereka juga menekankan perlunya suatu formula pendekatan yang komprehensif dan jelas dalam menghadapi aksi kekerasan yang berpotensi menghilangkan perdamaian dan stabilitas dunia.

Seminar yang diselenggarakan di Auditorium kampus IIUI Faisal Masjid itu dibuka oleh Sekretaris Jenderal Muslim World League/Rabithah al-‘Alam al-Islami (MWL) Prof. Dr. Abdullah Bin Abdul Mohsin At-Turki. Seminar ini juga menghadirkan tokoh politik Raja Zafar ul haq, Kepala Dewan Senator Pakistan Maulana Sami ul Haq, Ketua Majelis al-Fikr al-Islami Abu Saad Muhammad bin Saad Al-Doussri, Direktur Maktabatu Da’wah Dr. Muhamad Abduh Atean, Dirjen Rabita al-‘Aalam al-Islami Pakistan, Ketua Utusan Universitas al-Azhar Mesir, cendikiawan dari Turki, para diplomat asing, kalangan media dan jajaran staf pengajar serta mahasiswa IIUI.

10 Butir Deklarasi Islamabad tentang Peran Ulama dan Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Butir Deklarasi Islamabad tentang Peran Ulama dan Ekstremisme (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Butir Deklarasi Islamabad tentang Peran Ulama dan Ekstremisme

Dalam pemaparannya, Raja Zafar ul Haq mengatakan bahwa umat Islam saat ini masih mengalami ketidakadilan global dan ia menyerukan pentingnya upaya sinergis dalam melakukan perlindungan terhadap sesuatu yang menjadi kepentingan dan identitas umat Islam. Selanjutnya ia juga menyampaikan tentang masih banyaknya kalangan yang belum mengerti hakikat Islam sehingga selalu mengasosiasikannya dengan segala aksi kekerasan yang terjadi.

Selanjutnya Sekjend MLW, Prof. Dr. Abdul Muhsin at-Turki menekankan pentingnya peran yang dimainkan oleh lembaga pendidian seperti IIUI dalam mengangkat tema seminar seperti ini guna memberikan potret wajah Islam yang sebenarnya. “MWL mendukung upaya IIUI atas apa yang menjadi tujuan seminar, karena misi MWL adalah juga untuk menyebarkan paham Islam yang wasathiyah, tawazun, i’tidal, kepada dunia dan menolak segala bentuk kekerasan, ektremisme dan terorisme,” sambut at-Turki. ?

Sementara itu lebih khusus Prof. Dr. Ahmad Yousif Al-Draiweesh selaku Presiden IIUI mengajak seluruh elemen umat Islam untuk melakukan usaha bersama dalam menyusun strategi yang komprehensif guna membangun citra positif negara-negara Islam di tengah maraknya berbagai propaganda negatif terhadap Islam. “Dunia perlu diperkenalkan tentang ajaran Islam yang sesungguhnya,” pungkas Al-Draiweesh.

Lebih lanjut ia menyampaikan "Umat Islam, agama dan nilai budayanya mengalami tunduhan yang tidak adil, sementara tindakan konkret untuk mengubah persepsi negatif tersebut tidak pernah serius dilakukan, ajakan bekerjasama di level internasional guna membangun perdamaian dan stabilitas global juga kerap diabaikan."

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk maksud inilah menurut Al-Draiweesh seminar ini digelar yaitu dalam rangka mewujudkan urgensi penguatan interaksi antar sesama cendekiawan muslim dan masyarakat luas dalam membangun saluran komunikasi dan dialog untuk membahas topik terkait terorisme dan ekstremisme. Selain itu hal penting lainnya yang dibahas adalah perlunya pembaharuan metodologi pengajaran yang disesuaikan dengan view of point Islam dan mencari cara yang tepat untuk memberdayakan lembaga-lembaga pendidikan yang berkembang dalam masyarakat Islam.

Seminar ini mengeluarkan “Deklarasi Islamabad” yang isinya dibacakan langsung oleh Presiden IIUI Prof Dr. Ahmed Yousif A. Al-Draiweesh, yaitu sebagai berikut:

?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

“Deklarasi Islamabad”

Dikeluarkan dalam acara seminar "Peran Pemuka Agama dalam Menangkal Terorisme dan Sektarianisme."

Dilaksanakan di kampus International Islamic University (IIU) - Islamabad, tanggal 24 November 2015.

Dunia Islam saat ini tengah mengalami gelombang aksi terorisme dalam segala bentuk dan manifestasinya serta dengan berbagai dalih pembenarannya.

Sebagai rasa tanggung jawab Universitas Islam Internasional untuk menjadi garda terdepan dalam menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi oleh Islam dan penyimpangan paham yang dianut oleh umatnya baik yang berada di Timur maupun Barat dari aksi terorisme, International Islamic University (IIU) - Islamabad menggelar seminar Internasional bertemakan (Peran Pemuka Agama dalam Menangkal Terorisme dan Sektarianisme), kerjasama antara lembaga Muslim League Word/Rabithah al-‘Alam al-Islami (MLW) selaku lembaga yang memiliki perhatian terkait problematika umat Islam yang dipimpin oleh Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Mohsin Al Turki, dan IIUI di bawah kepemimpinan Presiden Prof. Dr. Ahmed Yousuf A. Al-Draiweesh dan Rektor Prof. Dr. Masoon Yasinzai, bertempat di kampus lama IIUI Faisal Masjid - Islamabad.

Seminar ini dihadiri oleh sejumlah tokoh agama terkemuka dunia, para ilmuan, stakeholders, decision makers, pemikir dan kalangan media.

Seminar ini telah membahas berbagai topik penelitian dan mengeluarkan beberapa poin pernyataan sebagai berikut:

Pertama, para peserta seminar mengapresiasi upaya IIUI yang diprakarsai oleh Lembaga Dialog Muhammad Iqbal (underbow IIUI), dalam pelaksanaan seminar ini karena urgensinya dalam menghadapi situasi sulit yang dialami oleh umat Islam saat ini, dan upayanya dalam menghadirkan para ilmuwan, pemikir terkemuka serta memberikan kesempatan kepada mereka untuk berdiskusi secara terbuka.

Kedua, seminar menyambut hangat kehadiran Prof. Dr. Abdullah bin Abdul Mohsin At-Turki, Sekjen MLW dan partisipasi aktifnya dalam memberikan arahan seminar sehingga membantu keberhasilan seminar dalam pencapaian tujuannya, sebagaimana seminar juga memberikan penghargaan kepada Presiden Republik Islam Pakistan, Mr. Mamnoon Hussain yang juga selaku pemimpin tertinggi IIUI atas dukungan, supervisi dan perhatiannya terhadap seminar ini.

Ketiga, seminar menekankan bahwa aksi terorisme adalah suatu fenomena yang tidak terkait dengan Islam baik sedikit ataupun banyak. Karena ia bertentangan dengan ajaran Islam yang benar yang menyerukan kepada kasih sayang, penuh kebijaksanaan, petuah yang baik, ajakan bertoleransi, berdialog, hidup berdampingan secara damai, sikap santun dan ahlak mulia.

Keempat, seminar telah mengkaji beberapa faktor penyebab terjadinya aksi terorisme di tingkat global, di antaranya yaitu: ketidakadilan dan standar ganda dalam penanganan isu-isu yang terkait dunia Islam, ketidakadilan dan ketidakmampuan dalam melindungi kalangan yang tertindas, ketidakpedulian terhadap pemberlakukan politik tirani, embargo, pemiskinan, pembunuhan tanpa adanya proses pengadilan yang seharusnya, panatisme paham/mazhab tanpa mengindahkan ajaran Islam yang memandang manusia secara sama; dimana tidak terdapat keutamaan bangsa arab atas bangsa lainnya kecuali karena faktor ketakwaan, dimana hal tersebut juga bertentangan dengan konsep ukhuwah islamiyyah yang merupakan landasan dalam menyebarkan ajaran Islam ke seluruh alam semesta hingga menjamah Selatan Perancis selama 200 tahun, dan selama kurun waktu tersebut tidak pernah terdengar dalam catatan sejarah adanya tindakan permusuhan, terorisme dan penumpahan darah, justru yang tampak adalah suatu role of model dari tumbuhnya sikap kasih sayang dan toleransi antara para pemeluk agama dan sesama anak manusia.

Kelima, seminar menyimpulkan bahwa di antara efek negatif dari aksi terorisme adalah merebaknya tragedi pembantaian, konflik bersenjata dan tindakan kekerasan bahkan antar kelompok umat Islam sehingga melemahkan kekuatan umat Islam sendiri dan membuka pintu para musuh Islam untuk menodai Islam, termasuk munculnya fenomena Islamophobia yang melanda dunia Barat adalah sebagai akibat dari aksi terorisme yang memberikan image negatif bagi muslim minoritas yang berada di negara barat.

Keenam, seminar memberikan peringatan bahwa musuh-musuh Islam baik di Timur dan di Barat tengah berupaya memanfaatkan tindakan ekstrem yang dilakukan oleh individu lalu dituduhkan kepada sekelompok golongan umat Islam secara tidak benar untuk melancarkan makar dan merusak umat Islam serta menebarkan sikap saling benci di dalamnya sehingga kesatuan umat Islam menjadi tercerai berai.

Sehubungan dengan hal tersebut, untuk menghindari bahaya negatif dari terorisme, seminar memberikan suatu rekomendasi sebagai berikut:

Bahwa para pemuka/pemimpin agama yang memiliki kekuatan dalam menggerakkan massa atau memiliki pengaruh, kiranya harus melakukan beberapa peran berikut:

Menolak segala aksi terorisme baik dari sisi pemahaman, wasilah dan tujuan, serta menganggapnya sebagai suatu tindakan yang di luar ajaran Islam. Menolak setiap seruan untuk bersikap fanatik dan sektarian yang dapat menyulut terjadinya konflik pemikiran dan muaranya berakibat kepada munculnya konflik senjata, saling bunuh, saling benci dan bukan saling pemahaman, toleransi dan kooperatif. Mengadopsi metode dakwah yang baru dan didasarkan pada manhaj Islam ? ? ? ? } ? ? ? ? ? ? ?}.artinya: “Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (QS. An Nahl : 125) Memfokuskan pada tujuan utama Islam yaitu terwujudnya persatuan dan solidaritas antar umat Islam, sesuai firman-Nya: {? ? ? ? ? ?} “dan perpegang teguhlah kalian pada tali Allah dan janganlah kalian bercerai berai,” (Q.S Ali-Imran: 103),” dan meyakini bahwa kebesaran Islam hakikatnya adalah karena kemampuannya dalam menghilangkan rasa benci dan permusuhan di antara pihak-pihak yang tengah bertikai dan menggantikannya dengan bersemainya sikap toleransi, lemah lembut, saling menolong, cinta dan persaudaraan serta nilai inilah yang sesunguhnya menjadi kekuatan dan keagungan Islam serta magnet bagi orang-orang untuk memeluk Islam secara berbondong-bondong. Para pemuka agama kiranya dapat memulai dari dirinya untuk meninggalkan sikap kebencian, fanatik, segala hal yang dapat menyulut atau memprovokasi aksi terorisme, dan menyerukan kepada kesatuan kata/kalimatun sawa, berpartisipasi aktif dalam pertemuan secara berkala dan terorganisir untuk menyebarkan pemahaman Islam yang benar, serta membentengi kaum pemuda muslim dari penyimpangan pemikiran dan perang kebudayaan. Terkait dengan hal ini, IIUI sebagaimana biasa selalu menyambut baik setiap usaha mulia pihak manapun yang ditujukan untuk melayani kepentingan Islam dan umatnya. Seminar menyerukan kepada para penguasa/pemimpin negara Islam untuk sesegera mungkin mengambil inisiatif menyatukan kembali umat dan menghilangkan perbedaan politik yang telah melemahkan kekuatan internal umat dan berkonsentrasi untuk mengatasi problema keterbelakangan, kemiskinan, kebodohan, penyakit dan upaya memajukan bangsa. Seminar memberikan apresiasi atas peran Kerajaan Arab Saudi melalui Raja Salman bin Abdul Aziz yang telah mendirikan Institut Internasional untuk Kontra-Terorisme dibawah pengawasan PBB. Dan IIUI menekankankan komitmennya untuk bekerjasama dengan Institut tersebut dengan menyediakan para ahli untuk kesuksesan misinya. Seminar juga menekankan pentingnya distribusi dan akselerasi hasil seminar kepada para pemimpin media di seluruh dunia muslim untuk kiranya dapat menggunakan metode penyebaran kebencian, provokasi, dan konflik sektarian sehingga media tidak menjadi instrumen penyulut aksi terorisme. Seminar menekankan pentingnya kerja sama antara universitas, civitas akademi, lembaga keagamaan, dan organisasi massa lainnya untuk memerangi terorisme, ekstremisme, takfir dan pengrusakan dengan cara melakukan pertemuan, seminar dan berbagai acara ilmiah lainnya. Seminar merekomendasikan untuk dibentuknya sebuah komite khusus untuk menindaklanjuti implementasi dari deklarasi ini, lalu mensosialisasikannya secara luas serta menerjemahkannya ke dalam berbagai bahasa dunia. ?

Diterjemahkan oleh:

Muladi Mughni, Aktifis PCI-NU Pakistan dan Mahasiswa program S3 IIUI). ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian, PonPes, Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

NU Malang Targetkan Sertifikasi Masjid Selesai pada 2013

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang NU Kab. Malang saat ini telah melakukan proses sertifikasi masjid dan diharapkan seluruh masjid berkultur NU yang berjumlah sekitar 1960 dapat disertifikasi atas nama NU seluruhnya pada 2013.

“Tahun depannya kita harapkan mulai melakukan sertifikasi langgar dan musholla yang berjumlah 11 ribu,” kata Bibit Suprapto, ketua PCNU kab Malang dalam acara Rapimda LTMNU se-Malang Raya, Sabtu (23/3/2013).

NU Malang Targetkan Sertifikasi Masjid Selesai pada 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Malang Targetkan Sertifikasi Masjid Selesai pada 2013 (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Malang Targetkan Sertifikasi Masjid Selesai pada 2013

Acara Rapimda yang diselenggarakan se-Malang Raya ini meliputi Kota Malang, Kab. Malang dan Kota Baru dan merupakan yang ke-28 dari 50 yang ditargetkan oleh LTMNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bibit menjelaskan ghirah masyarakat untuk ber-NU sangat tinggi. Salah satunya dengan sikap antusias dalam pendaftaran Kartanu. Dari 20 kecamatan yang sudah melakukan pemotretan dan pendaftaran Kartanu, diperoleh 135 ribu pendaftar. Beberapa kecamatan melampaui target seperti kec Wajak yang pendaftarnya mencapai 11 ribu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kami membuat sesi khusus bagi pelajar dan santri agar bisa ikut pemotretan,” ujarnya. 

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 15 Februari 2018

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan

Rembang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menjelang pemilihan legislatif 2014, warga NU diimbau untuk tetap menjaga kerukunan. Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Rembang H Abdul Hafidz dalam peringatan haul Syaikh Rozzak Saifullah dan Syaikh Absdul Rahman bin Ali Imron di Desa Mojorembun, Kecamatan Kaliori, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Jumat (14/2) sore.

Menurut dia, jelang Pileg, pertikaian antarwarga rentan terjadi karena berbeda pilihan politik. Abdul Hafidz juga mengajak, masyarakat tetap menentukan pilihan meski tidak menerima uang saku saat hendak mencoblos.

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Pileg, Warga NU Diimbau Jaga Kerukunan

Hafidz juga mengajak masyarakat untuk menghindari politik uang, untuk menentukan pemimpin agar lebih netral. Jika tidak bisa, Hafidz menganjurkan mereka bisa saja merima uang tetapi pilihan tetap sesuai hati nurani. Pasalnya, memberikan amanah kepada pemimpin yang tidak amanah, kata pengurus Nahdlatul Ulama itu, merupakan perbuatan dosa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Alangkah lebih mulianya masyarakat jika tidak mau menerima money politic, yang sering menggoyangkan pilihan di saat pemilihan legeslatif,” kata Hafidz.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di sela pengajian yang dihadiri ribuan warga Mojorembun dan sekitarnya itu, wakil bupati rembang juga mengaku prihatin atas rusaknya jalan sepanjang Kaliori hingga menuju arah Kecamatan Sumber, Rembang.

Hafidz ikut merasakan kerusakan jalan yang sudah terjadi sejak tahun 2013 lalu itu, hingga kini belum ada penanganan lagi. Tetapi, hafidz dihadapan para hadirin berjanji akan membangun jalan yang rusak, akhir bulan Juli, jalan yang rusak di Kaliori sudah terselesaikan. Pihaknya telah menyiapkan anggaran tujuh miliar untuk mengatasi hal ini. (Ahmad Asmu’i/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Berita, Tegal Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 07 Februari 2018

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan

Surabaya,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Walikota Surabaya mengukuhkan Majelis Pembimbing dan Kepengurusan Satuan Komunitas Pramuka Maarif (Sakoma) Nahdlatul Ulama di gedung Museum NU Jalan Gayungsari Timur No 35 Surabaya, Sabtu (10/9). Kepengurusan Sakoma Surabaya masa khidmah 2016-2021 tersebut diketuai M Masad.

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Komunitas Pramuka Maarif NU Surabaya Dikukuhkan

Tampak hadir dalam pengukuhan kepengurusan Sakoma yakni Ketua PCNU Surabaya Muhibin Zuhri. Selain itu pengukuhan kepengurusan Sakoma itu juga dihadiri ratusan anggota yang tergabung dalam Pramuka Sakoma seluruh Surabaya.

Dalam kesempatan tersebut Ketua PCNU Surabaya Achmad Muhibbin Zuhri juga berharap Ssakoma menjadi kekuatan penopang utama misi penanaman karakter relegius dan nilai-nilai kebangsaan pada calon pemimpin bangsa di masa mendatang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Generasi Aswaja menebar kemanfaatan, toleran dan merahmati seperti harumnya bunga mawar, tetapi juga tegas dan siap dalam mengahadapi semua ancaman yang merongrong ideologi dan kedaulatan bangsa," tegasnya.

Majelis Pembimbing Sakoma,? HM Jalaluddin mengatakan, dibentuknya Sakoma ini tujuannya adalah pembinaan generasi muda di lingkungan pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama. Lebih jauh adalah pembinaan generasi muda terutama di Surabaya agar perilakunya tidak meinyimpang dari sendi agama, nasionalis dan kebangsaan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Selain membangkitkan Pramuka kembali terhadap para pelajar, kami juga akan membentengi dengan patron Aswaja. Selain itu juga para Pramuka akan kami gerakkan dan bekali dengan menolak paham radikalisme yang saat ini sudah masuk ke sekolah dan kampus," ujar Jalaluddin.

Saat ini ada sekitar 250 sekolah dibawah Yayasan Maarif di Surabaya. Pembentukan Sakoma di Surabaya menurut Jalaluddin adalah ketiga setelah di Kabupaten Ponorogo dan Ngawi. Rencananya Sakoma akan terus dikembangkan di lingkungan sekolah-sekolah dibawah Yayasan Maarif Nahdlatul Ulama ini.

Sementara itu, Wakil Walikota Surabaya, Wisnu Sakti Buana menyambut baik adanya Sakoma, menurutnya, dengan Sakoma ini para generasi muda mendapat pendidikan di luar pendidikan formal yang positif. "Semoga dengan adanya Sakoma menambah nilai positif untuk para pelajar dan generasi muda di Surabaya," ujarnya. (Win/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah, PonPes Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 05 Februari 2018

Muslimat Garap Program Pendampingan TKW

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kasus perdagangan manusia akhir-akhir ini semakin menggila, penipuan tenaga kerja pun kian merajalela. Muslimat NU akan membuat jaringan untuk pendampingan terhadap tenaga kerja wanita (TKW) yang bekerja di luar negeri. Selain itu, juga akan dilakukan pembinaan bagi TKW agar kasus perdagangan manusia (trafficking) bisa dieliminasi.

Ketua umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa menyatakan, trafficking merupakan kejahatan transnasional yang sulit dihilangkan. ”Kami akan berusaha untuk mengeliminasi dengan menyiapkan sumber daya manusia (SDM) dan jaringan untuk melakukan pendampingan,” ujar Khofifah dalam seminar tentang ”Training of Trainer (TOT) Advokasi Trafficking dan Sosialisasi UU 21/2007 tentang Trafficking” di Hotel Garden Palace Surabaya, Sabtu (28/7).

Muslimat Garap Program Pendampingan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat Garap Program Pendampingan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat Garap Program Pendampingan TKW

Menurutnya, pendampingan ini bisa dilakukan hingga kasus trafficking masuk ke pengadilan. ”Kalau perlu kami akan membangun shelter (tempat penampungan) bekerja sama dengan organisasi perempuan lainnya dan instansi pemerintah. Sebab, Indonesia merupakan pemasok TKW terbesar di kawasan Asia,” tandasnya.

Pengiriman TKW, menurut Khofifah, sering kali disalahgunakan untuk dijadikan pelacur. Inilah salah satu alasan kuat Muslimat NU harus terlibat dalam upaya penanganan dan pencegahan yang dapat mengeliminasi kasus trafficking. Menurutnya, kasus yang dialami TKW sangat beragam.

Dia mencontohkan, masalah yang sering dialami TKW di Hong Kong umumnya adalah overstay (melampaui masa tinggal). Sedangkan di Timur Tengah, kasus yang sering dialami adalah TKW tidak dibayar. Kasus lain terjadi di Malaysia dan Singapura adalah TKW tidak dibayar dan proses masuknya ilegal.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

”Kalau overstay, maka KBRI setempat dan Imigrasi harus mempermudah urusan perpanjangan masa tinggal. Sedangkan majikan di Timur Tengah yang tak mau menggaji umumnya kalangan guru dan polisi. Karena itu, TKW yang dikirim ke Timur Tengah harus dicarikan yang bukan guru dan polisi,” sarannya.

Direktur Komunikasi Depkominfo Subagio dalam kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya menyambut baik upaya Muslimat NU melakukan TOT dan membangun shelter. Sebab, menurutnya memang banyak TKW yang perlu uluran tangan akibat mengalami traficking. (sindo-gpa/man)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 07 Januari 2018

Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu

Pukul 02.00 WIB Dholi menunaikan shalat sebanyak 5 rekaat. Tiba-tiba terdengar suara salam. “Kiai” berusia 40 tahunan itu pun sontak menjawab salam tamu yang hadir malam-malam.

Percakapan pun berlanjut antara ia dengan sosok yang mengaku “Awwoh”.

Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketoprak Remaja, Ajak Santri Amalkan Ilmu

“Dhol kamu shalat apa?” tanya sesosok berpakaian putih, bersuara besar dan bertutupkan sorban di kepalanya. Kemudian ia menerangkan dirinya shalat Dhuha 5 rekaat. Saat sosok itu menyebut ia “Awwoh” sontak dirinya menciumi tangan lelaki yang tidak kelihatan mukanya itu. 

“Dhol ibadah kamu sekarang tambah rajin. Aku akan menambah kamu nikmat,” ucap si tamu seraya meminta kopi hangat dan ketela. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dholi kian percaya dengan tamu yang datang ke kediamannya malam-malam adalah “Awwoh” sebab menurutnya tidak semua orang akan ditemui. Singkat kisah, sosok itu menjanjikan akan mengangkat derajat dengan memberikan bidadari-bidadari nan cantik dan masih banyak lagi. 

Tetapi lelaki tua itu memberikan beberapa persyaratan. Pada pagi hari pak tua meminta Dholi berjalan ke selatan menuju pasar Welahan—salah satu pasar di Jepara. Di sana ia diminta untuk memakai hem, celana yang panjang dan pendek. Sandal yang dipakai juga demikian yang tidak sama. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Yang terpenting juga diminta mengenakan celana dalam di luar. Meski persyaratan yang terakhir sempat dimentahkan Dholi tetapi lambat laun bisa menerimanya. Sosok itu pun kemudian pindah ke rumah Hadi. 

Di rumah Hadi sosok yang sama mengaku “Awwoh”. Sontak M Hadi membanting sosok yang mengaku “Awwoh” tersebut. Setelah terjatuh sosok tua itu membeberikan ia adalah guru ngajinya yang mengetes kedua santrinya. “Aku gurumu Had,” jelasnya seraya membuka sorban yang menutupi kepalanya. 

“Sebenarnya aku ingin mengetes santri-santriku dengan mengaku “Awwoh”. “Awwoh” artinya gresulo. Kalo Allah itu pengeran, dzat yang menciptakan makhluk dan mengatur segalanya,” imbuh kiai sembari menerangkan beliau juga datang ke rumah Dholi. 

Ya, begitulah sepenggal kisah Ketoprak Remaja: “Awwoh” Mangan Telo lan Ngombe Kopi yang diperankan para santri majelis pendidikan Islam “Roudlotul Muhibbin” desa Gidangelo kecamatan Welahan, Jum’at (8/3). Kegiatan juga bersamaan dengan harlah majelis pendidikan juga Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jilani dan Haul Massal. 

Pertunjukan yang ditonton ratusan orang menceritakan 2 tokoh Dholi Amali (sesat amalnya) dan M Hadi (sang pemberi petunjuk). Keduanya sama-sama pernah mengenyam pendidikan yang sama. Meski Dholi terbilang anak seorang “kiai” tetapi ia sering ngaku-ngaku—anak kiai padahal secara kualitas keilmuwan masih sangat minim; baca Al-Qur’an sering keliru, tidak paham rekaat shalat, mensahalati mayit memakai qamat, rukuk dan sujud maupun banyak keganjilan-keganjilan lain. 

Usut punya usut ternyata Dholi saat mondok tidak pernah mendengarkan, saat mutholaah kitab sering joged sendiri dan maniak sekali dengan PS. Alhasil, boyong dari pondok Dholi jadi “kiai” yang dikiai-kiaikan; baunya selalu harum, berjenggot dan berserban. Sedangkan Hadi adalah guru madrasah yang apa adanya. 

Melalui ketoprak remaja tersebut menurut narator, Nailis ingin mengajak santri selain patuh dan taat kepada guru; sebagai santri juga harus mengamalkan ilmunya ke tengah-tengah masyarakat tanpa didasari dengan kesombongan dan sifat-sifat tercela yang lain. (Syaiful Mustaqim/red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU, Quote, PonPes Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 26 Desember 2017

Dari Buntet Pesantren, Berjuang untuk NKRI

Buntet, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menag Lukman Hakim Saifuddin memandang kontribusi Pondok Buntet Pesantren bagi kemajuan Negera Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat besar. Hal ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan pada Haul Almarhumin Sesepuh dan Warga Pondok Buntet Pesantren, Cirebon, Sabtu (09/04) malam.

Dari Buntet Pesantren, Berjuang untuk NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Buntet Pesantren, Berjuang untuk NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Buntet Pesantren, Berjuang untuk NKRI

Menurutnya, Pondok Buntet Pesantren dirintis oleh Kiai Muqoyyim bin Abdul Hadi, yang lebih dikenal dengan Mbah Muqayyim, pada tahun 1750 M. Karena kepeduliannya yang sangat tinggi terhadap masyarakat dan pondok pesantren, beliau rela meninggalkan jabatannya sebagai “mufti” di Kesultanan Kanoman Cirebon. ?

“Meninggalkan jabatan terhormat demi merintis pondok pesantren merupakan keputusan yang tidak semua orang mampu melakukannya. Subhanallah,” puji Menag seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Dari pesantren Buntet ini juga, lahir sosok Kiai Muta’ad, Kiai Anwaruddin Kriyani yang lebih dikenal Ki Buyut Kriyan, Kiai Jamil, dan Kiai Abbas. Nama terakhir dikenal sebagai ? ulama yang berpandangan luas. Bersama Kiai Anas dan Kiai Akyas, Kiai Abbas mengembangkan Tarekat Tijaniyah dan mengantarkan ? Pesantren Buntet sebagai “kekuatan politis-tradisional” yang berkontribusi konkret dalam pembangunan bangsa.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kontribusi pendidikan Kiai Abbas bahkan tidak hanya di Tanah Air, tapi juga di Tanah Suci. Sembari nyantri, Kiai Abbas juga ikut mengajar di Makkah. Bahkan, dalam pandangan Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ary, Kiai Abbas memiliki banyak kelebihan.?

Sebagai pejuang bangsa, Kiai Abbas juga berkontribusi besar dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya. Ia adalah pimpinan rombongan pejuang Cirebon yang berangkat menuju Surabaya. Ketika Bung Tomo datang berkonsultasi kepada Hadratus Syaikh untuk meminta persetujuan dimulainya perlawanan rakyat terhadap Inggris, pendiri PBNU itu menyarankan agar perlawanan rakyat jangan dimulai sebelum Kiai Abbas datang ke Surabaya.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kisah ini menunjukkan betapa Kiai Abbas dan santri-ulama Cirebon lainnya dipandang memiliki kekuatan yang luar biasa dalam pertempuran 10 Nopember 1945,” tutur Menag.

Dikatakan Menag, rekam jejak kiai pesantren Buntet ini memunculkan keyakinan ? bahwa NKRI dapat meraih kemerdekaannya berkat perjuangan ulama dan kiai pesantren. Mereka telah ? memperjuangkan jiwa dan raganya untuk ? keislaman dan keindonesiaan sekaligus. Mereka telah memperjuangkan keislamannya, tanpa mengorbankan keindonesiaan. Demikian juga sebaliknya, memperjuangkan keindonesiaan tanpa melupakan keislaman.?

“Islam-Indonesia adalah Islam kita. Islam yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur keindonesiaan dan menegakkan jati diri bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” pekik Menag.

Menurutnya, pelajaran dari kiai Buntet ini harus dilanjutkan, terutama dalam konteks menghadapi pemahaman dan gerakan keagamaan radikal yang mendegradasi karakteristik keagamaan khas Indonesia dan mengancam eksistensi NKRI.

Sebelumnya Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Buntet KH Nahduddin Royandi Abbas menyampaikan bahwa acara haul semacam ini sudah dilakukan sejak 600 tahun lalu. Keberadaan Pondok Buntet Pesantren yang berbaur dengan masyarakat, menjadikan masyarakat dengan pesantren menyatu. Masyarakat dan pesantren rukun dan saling bergaul, membaur layaknya keluarga besar yang membangun peradaban Islam di Buntet. Red. Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Katib Syuriyah NU Jember: Generasi Qurani Aset Terbesar Orangtua

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Katib Syuriyah NU Jember, Harisudin menyatakan pentingnya generasi Qur’ani di tengah-tengah masyarakat. Menurut dosen Pascasarjana IAIN Jember tersebut, umat Islam perlu menyiapkan generasi Qur’ani, yaitu generasi anak-anak yang mencintai Al-Qur’an.?

“Kita ini diperintahkan untuk mendidik anak-anak kita dengan membaca Al-Qur’an (tilawatul qur’an). Membaca Al-Qur’an ini akan lebih cepat dilakukan jika anak-anak sudah mencintai Al-Qur’an. Karena kita dukung syiar Islam dalam bentuk apapun agar anak-anak kita menjadi senang dan cinta pada kitab suci Al-Qur’an ini,” kata Harisudin di hadapan peserta Haflatul Imtihan, TPQ al-Hamid Tanggul Wetan Jember, Sabtu, (28/5).

Katib Syuriyah NU Jember: Generasi Qurani Aset Terbesar Orangtua (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Syuriyah NU Jember: Generasi Qurani Aset Terbesar Orangtua (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Syuriyah NU Jember: Generasi Qurani Aset Terbesar Orangtua

Harisudin menekankan anak-anak yang bisa membaca Al-Qur’an ? akan menjadi aset orang tua. “Anak-anak ini adalah aset kita. Nanti kelak di hari kiamat, anak-anak ini akan menyelamatkan orangtuanya jika orangtuanya berada di neraka. Maka, kita sebagai orangtua, jangan pernah berhitung dengan pengeluaran untuk mendidik agama anak-anak tersebut. Jangan sampai modal untuk sekolah umum lebih mahal daripada modal untuk pendidikan agama anak,” tukas Harisudin yang juga Wakil Ketua PW LTN NU Jawa Timur tersebut.?

Harisudin juga mengingatkan kepada wali murid untuk terus mengarahkan anak-anaknya dalam proses belajar.

"Anak-anak kita harus dididik lebih tinggi. Jangan kalau sudah selesai belajar Al-Qur’an terus berhenti, tapi harus ditindaklanjuti dengan belajar agama Islam yang lain. Membaca Al-Qur’an harus diteruskan belajar ilmu tafsir, ilmu asbabun nuzul, ilmu balaghah, ilmu bayan, dan sebagainya. Karena itu, anak-anak kita ini harus terus belajar. Syukur-syukur diteruskan ke pondok pesantren, ” kata pengasuh Ponpes Darul Hikam Mangli Jember ini mengakhiri ceramahnya. (Anwari/Zunus)?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Warta, PonPes Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Komitmen Berantas HIV/AIDS, NU Boyolali Raih Penghargaan

Boyolali, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Boyolali bersama empat PCNU lainnya, meraih penghargaan dari PWNU Jawa Tengah, atas komitmen dan keaktifan mereka dalam upaya penanggulangan HIV/AIDS.

Penyerahan penghargaan diberikan pada sebuah sesi dalam kegiatan pertemuan yang diselenggarakan LKNU Jateng di Semarang selama dua hari (22-23/6).

Komitmen Berantas HIV/AIDS, NU Boyolali Raih Penghargaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Berantas HIV/AIDS, NU Boyolali Raih Penghargaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Berantas HIV/AIDS, NU Boyolali Raih Penghargaan

Andy Setyo Wibowo, Aktivis Forum Nadhliyin Peduli HIV/AIDS (FNPHA) Institute, ? yang hadir dan menerima penghargaan tersebut menjelaskan, selama ini NU Boyolali telah menyelenggarakan berbagai kegiatan dan program terkait pencegahan dan pemberantasan HIV/AIDS.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ini wujud komitmen kami untuk melakukan advokasi pelayanan publik, khususnya kepada ODHA,” terangnya kepada Ie, Rabu (24/6).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk melaksanakan program-program yang ada, FNPHA bekerjasama dengan berbagai pihak antara lain dari pemerintah, KPA, para pelajar hingga para kiai di kampung.

“Kita lakukan sosialiasi hasil bahtsul masail NU terkait HIV/AIDS dengan melibatkan para kiai di kampung,” ujar Andy yang juga aktif di PC IPNU Boyolali.

Atas penghargaan ini, pihaknya berharap dapat lebih memperkuat semangat dan peran NU Boyolali dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan HIV/AIDS.

Dijelaskan Andy, angka persebaran HIV/AIDS di Boyolali cukup mengkhawatirkan. “Dari data terakhir yang kami peroleh, sebanyak 154 orang telah terinfeksi, dan 59 orang meninggal dunia akibat penyakit ini,” ungkap dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Tegal Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 16 Desember 2017

Luar Biasa, Mahar Menantu Ketum JQH NU Ini 30 Juz Hafalan Al-Qur’an

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bukan emas atau rupiah, mahar atau maskawin calon menantu KH Muhaimin Zen, Ketua Umum Jamiyyatul Qurra wal Huffazh Nahdatul Ulama? (JQH NU) ini berupa hafalan Al-Qur’an 30 Juz. Tes hafalan Al-Qur’an akan dilakukan bersama-sama oleh calon mertua dan seluruh anggota keluarga selama tiga hari berturut-turut.

Luar Biasa, Mahar Menantu Ketum JQH NU Ini 30 Juz Hafalan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Luar Biasa, Mahar Menantu Ketum JQH NU Ini 30 Juz Hafalan Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Luar Biasa, Mahar Menantu Ketum JQH NU Ini 30 Juz Hafalan Al-Qur’an

Calon pengantin pria yang akan dites hafalan Al-Qur’an 30 juz ini bernama M. Hurril Muhajjalin. Ia akan menikahi putri ketiga dari pasangan KH Muhaimin Zen dan Ny Khodijatus Sholihah yang bernama Huliyatul Jannah.

Tes hafalan Al-Qur’an dimulai Senin (16/5) hari ini dan dilanjutkan Selasa dan Rabu. Selama sehari calon mempelai putra akan menghafalkan Al-Qur’an sebanyak 10 juz dengan pelan dan tartil.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tes kemampuan hafalan Al-Qur’an ini tidak hanya dilakukan oleh KH Muhaimin Zen. Pihak kelurga mempelai putri juga mengandang keluarga besar mereka, para guru dan dosen hafizh, para mahasiswa hafizh dan calon hafidz dari PTIQ dan IIQ Jakarta, serta STKQ Al Hikam Depok.

“Umumnya mahar sekarang berupa emas, uang, atau yang paling umum seperangkat alat shalat. Mahar berupa menghafa Al-Qur’an ini sudah jangan langka saat ini,” kata Sekretaris Umum JQH NU Zahid Lukman kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi di Jakarta, Senin (16/5).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, KH Muhamin Zen sangat ingin mempunyai menantu yang hafal Al-Qur’an 30 juz. Dari 3 orang putrinya, Huliyatul Jannah adalah putri bungsu yang saat ini masih menempuh kuliah S1 dan juga sedang menyelesaikan hafalan Al-Qur’an.

Tes hafalan al-Qur’an untuk calon mempelai putra dilakukan secara formal dan terbuka yang diawali dengan pembacaan Al-Qur’an oleh qari’ internasional Hasanuddin Sinaga dan qariah IIQ Mimi Jamilah. Sementara akad nikah baru diadakan pada Ahad (22/5) di kediaman keluarga mempelai putri di kawan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail, PonPes, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

Apakah Boleh Berdzikir Tanpa Menghitungnya?

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Berdzikir merupakan salah satu amalan yang diperintahkan dalam agama. Di Indonesia sendiri banyak bermunculan majelis-majelis dzikir sebagai ruang penguat spiritual dan ukhuwah? (persaudaraan) secara berjamaah.

Apakah Boleh Berdzikir Tanpa Menghitungnya? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Boleh Berdzikir Tanpa Menghitungnya? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Boleh Berdzikir Tanpa Menghitungnya?

Kalimat dzikir secara kuantitatif sering ditetapkan jumlahhnya. Lalu, apakah boleh seseorang berdzikir tanpa menghitungnya?

Pertanyaan itu terlontar ketika seorang bernama Doni Irawan bertanya kepada Pengasuh Pondok Pesantren Raudlatut Thalibin Leteh, Rembang KH Ahmad Mustof Bisri (Gus Mus) dalam sebuah interaksi di media sosial twitter pada Sabtu (29/7) lalu.

“Mohon bimbingan pak kiai..apakah berzdikir harus dihitung dan hitungan ganjil..apa boleh kita berdzikir tanpa menghitungnya,” tanya Doni Irawan (@doni9548) kepada Gus Mus.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu menerangkan bahwa pada prinsipnya, dzikir ialah mengingat dan atau menyebut nama Allah sebanyak-banyaknya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Berdzikir ialah mengingat dan atau menyebut. Yang dituntut adalah berdzikir sebanyak-banyaknya (dzikran katsiirã); tidak harus dihitung,” ujar Gus Mus.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelumnya, Gus Mus memberikan taushiyah singkat bertajuk #TweetJumat yang rutin ditulisnya. Gus Mus mengatakan bahwa banyak berdzikir sangat dipujikan dalam agama dan tidak terlalu sulit melakukannya.

“Banyak berdzikir sangat dipujikan dalam agama dan tidak terlalu sulit melakukannya. Nah, sebagai orang beragama, seberapa banyakkah kita sempat berdzikir?” tulis Gus Mus dalam pada Jumat (28/7) lalu. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pemurnian Aqidah, PonPes, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 06 Desember 2017

IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Orientasi Pengurus Baru

Bojonegoro, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bojonegoro menggelar orientasi pengurus baru masa bakti 2014-2016 di Aula PC LP Maarif Kabupaten Bojonegoro, Ahad (14/9).

Kegiatan tersebut sebagaimana disampaikan siaran pers yang dikirim Senin (15/9) difasilitatori tim kaderisasi Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Jawa Timur, yaitu W. Eka Wahyudi . Hadir pula ketua PW IPNU Jatim Imam Fadlli.

IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Orientasi Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Orientasi Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Orientasi Pengurus Baru

Pada kesempatan itu Imam Fadli mengatakan berorganisasi butuh yang namanya strategi planing dan perumusan visi juga misi agar ke depannya bisa berjalan terarah dan bisa terukur.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kegiatan orientasi ini terdapat 5 materi yang disampaikan sebagai bekal pengurus ke depan yaitu tinjauan historis IPNU-IPPNU, Landasan perjuangan, Strategic Planing, Analisa SWOT dan perumusan visi dan misi PC. IPNU-IPPNU Bojonegoro masa bakti 2014-2016.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam perumusan visi didapat visi PC IPNU-IPPNU Bojonegoro masa bakti 2014-2016 adalah terwujudnya pelajar dan santri Bojonegoro yang berkarakter dan kompetitif.

?

Ketua PC IPPNU BojonegoroMuqoddimatus Sholichah berharap dengan kegiatan ini bisa menjadi awal yang baik bagi organisasi dan bisa tercipta sinergitas antar-pengurus dalam menjalankan organisasi IPNU-IPPNU 2 tahun ke depan. (Red: Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 26 November 2017

Aktivis IPNU-IPPNU Unnes Beri Motivasi Peserta BPUN Kudus

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Aktivis IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang (Unnes) berbagi wawasan perguruan tinggi dengan peserta Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) Kabupaten Kudus, Sabtu (14/5). Mereka membesarkan hati calon mahasiswa agar dapat lolos keperguruan tinggi.

Ketua PKPT IPNU Universitas Negeri Semarang Farid Luthfi Assidiqi mengatakan, pemahaman atas perguruan tinggi sangat penting dimiliki agar dapat membantu mengantarkan peserta lolos PTN.

Aktivis IPNU-IPPNU Unnes Beri Motivasi Peserta BPUN Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis IPNU-IPPNU Unnes Beri Motivasi Peserta BPUN Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis IPNU-IPPNU Unnes Beri Motivasi Peserta BPUN Kudus

“Sebelum mengikuti seleksi tentu kita harus mendaftar dan menentukan jurusan, di sinilah pentingnya wawasan akan perguruan tinggi,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada pertemuan ini rombongan pelajar NU Unnes memaparkan seluk-beluk perguruan tinggi, tips dan trik lolos SBMPTN hingga kiat mencari beasiswa.

“Pada umumnya kita terangkan mengenai Unnes secara menyeluruh, baik jurusan, fakultas, jalur masuk hingga beasiswa apa saja yang tersedia di Unnes,” terangnya.

Selain memberikan sosialisasi perguruan tinggi, kedatangan sejumlah aktivis pelajar NU Unnes juga untuk memberikan motivasi agar kader-kader NU dapat lolos ke perguruan tinggi favorit.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Semoga ke depan semakin banyak kader NU yang masuk di perguruan tinggi favorit sehingga kontribusi kader terhadap kemajuan negara semakin meningkat,” pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, PonPes Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 20 November 2017

Tata Laksana Shalat Id Menurut Rasulullah

Tulisan ini akan menjabarkan tatacaa Rasulullah saw dalam mempersiapkan diri menuju shalat id. Karena hari idul fitri adalah hari istimewa, maka tatacaranyapun berbeda. sebagaimana perbedaan shalat idul fitri dengan shalat lainnya.

Hal pertama yang diterangkan oleh para ulama tentang uswah hasanah Rasulullah saw yang berhubungan dengan idul fitri adalah bahwa beliau menyempatkan diri makan terlebih dahulu sebelum shalat id.  Sebagaimana sabdanya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

Hal ini menurut Ibnul Musayyab untuk membedakan antara pagi hari sebelumnya yang masih berpuasa dan hari idul fitri yang telah berbuka. Juga sebagai pembeda dengan idul adha, karena shalat idul adha sebaiknya tidak didahului makan terlebih dahulu. Begitu teksnya

Tata Laksana Shalat Id Menurut Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Laksana Shalat Id Menurut Rasulullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Laksana Shalat Id Menurut Rasulullah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Demikian pula Rasulullah saw berangkat menuju masjid dengan berjalan kaki. Artinya tidak naik kendaraan sebagaimana yang beliau lakukan ketika mengantar jenazah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Imam Syafi’I menerangkan juga bahwa beliau selalu mengambil jalan pulang yang berbeda sekembali dari shalat id. Dan hendaklah sunnah Rasulullah saw yang seperti ini diikuti oeh semua orang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Telah sampai kepada kita suatu berita bahwa Rasulullah saw kalau pagi-pagi berangkat shalat id melewati suatu jalan, dan apabila pulang melewati jalan yang lain. Dan saya senang yang seperti itu, begitu pula bagi pemimpin maupun orang umum.

Dan satu hal lagi yang terpenting, bahwa selama perjalanan dai rumah hingga tempat shalat Rasulullah saw tidak-hnti-hentinya, membaca bertakbir.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?  

Bahwasannya Nabi saw membaca takbir ketika keluar di hari raya idul fitri dari rumahnya hingga tempat shalat

(red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan, PonPes, Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 05 November 2017

Gagas Managemen Pendidikan Berbasis Alam

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Bagi anak-anak usia sekolah yang hidup di pedesaan, suasana alam yang akrab dengan tetumbuhan, udara segar, dan hewan-hewan yang lucu-lucu dan bersuara merdu mungkin tidak terlalu asing. Namun bagi anak perkotaan suasana alam seperti itu, apalagi jika telah disulap menjadi lingkungan belajar dan bermain sehari-hari, sangatlah istimewa yang membutuhkan biaya mahal.

”Dunia pendidikan yang ideal harus diintegrasikan dengan suasana alam seperti itu. Belajar tidak mungkin optimal kalau diadakan di kotak-kotak, di kelas-kelas, atau di gedung yang dibatasi oleh beton,” kata Anis Gunarso, Ketua Yayasan Sekolah Citra Alam Ciganjur, Jakarta Selatan, ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di sela-sela acara acara Open House, Sabtu (10/2).

Rabu, 18 Oktober 2017

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta

Senin (20/1/2014) pukul 16.25 WIB, KH Amirullah Ilyas telah pulang ke Rahmatullah. Dalam perjalanan hidupnya, beliau sangat gigih dan penuh semangat dalam memperjuangkan nilai-nilai Aswaja NU di tengah masyarakat. Bersama KH Zaini Sulaiman, KH Amirullah mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Az Zainiyah dan masjid Al-Husniyah.

“Semasa hidupnya almarhum dikenal gigih memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Saya menjadi ketua sementara almarhum jadi sekretaris. Lalu beliau menjadi wakil dan bahkan Ketua di banyak organisasi di Tubuh NU. Sejak tingkat Ranting sampai Wilayah Provinsi DKI Jakarta Raya. Almarhum adalah orang baik, orang baik, orang baik,” ucap KH. Hasbullah Amin saat memberikan kesaksian serta melepas kepergian almarhum.

Selain sosok yang gigih dan ulet dalam memperjuangkan Islam Aswaja, KH Amirullah Ilyas juga seorang aktivis organisasi yang ulet. Berbagai organisasi sosial kemasyarakatan di bawah naungan NU pernah ia ikuti. Bahkan seringkali ia menjadi penentu dari putaran roda organisasi tersebut. Beliau pernah menjadi ketua IPNU Cabang Pulo Gadung (1962-1965), Ketua Ranting merangkap Ketua Bidang Pendidikan GP.Ansor Cab.Pulogadung (1965-1969), Ketua GP Ansor Cab.Pulogadung sekaligus Sekretaris Partai NU Cab. Pulogadung (1975-1984), Ketua GP Ansor Cab. Cakung (1977-1979), Sekretaris PCNU Cakung (1979-1984), Ketua PCNU Jakarta Timur sekaligus dilantik di Graha Purna Yudha dalam jajaran Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta

Hingga saat ini, semua SK Organisasi di bawah bendera NU yang pernah beliau masuki sejak tahun 1959 masih tersimpan dengan rapi. Hal itu menjadi salah satu bukti betapa cintanya KH Amirullah pada NU. Saking cintanya pada NU dan organisasi yang dia pimpin, KH Amirullah Ilyas pernah mengundurkan diri dari jabatan PNS di lingkungan Pengadilan Agama Istimewa Jakarta Raya. Hal itu beliau lakukan agar beliau bisa lebih konsentrasi mengurusi Organisasi dan NU. Nyata sekali bahwa KH Amirullah lebih memprioritaskan perjuangan yang tak jarang menuntut pengorbanan dibanding kenyamanan finansial yang seringkali melenakan.

Di mata keluarga, KH Amirullah Ilyas adalah sosok yang sangat penyayang namun tetap tegas dan disiplin. Terlebih dalam mendidik serta menanamkan nilai-nilai agama Islam kepada putra-putrinya. Mungkin ini adalah buah dari kedekatan beliau dengan para ulama dan Habaib. Putra-putrinya dimasukkan dimasukkan sekolah umum, namun wajib masuk Madrasah Diniyah.

“Sejak pertama kali ada televisi, kami diperbolehkan menonton. Tapi jika sudah mau masuk waktu maghrib, TV wajib dimatikan. Kami juga diharuskan shalat berjamaah. Setelah solat kami harus mengaji Al-Qur’an. Baru setelah itu mempelajari pelajaran di sekolah atau madrasah. Aturan ini berlaku hingga akhir hayat beliau.” Kata salah satu putra Kiai Amirullah Ilyas.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Amirul mukminin Umar ibn al-Khattab pernah berkata, bahwa seorang lelaki yang berani meremehkan solatnya maka dalam urusan lainnya ia akan lebih berani meremehkannya. Mafhum mukhalafah atau pemahaman terbaliknya, seorang lelaki yang bisa menjaga solatnya dengan baik maka dalam urusan lain ia akan lebih bisa menjaga dengan baik. Dalam masalah ini kita bisa meneladani sikap KH Amirullah.

Seperti dikatakan istrinya, KH Amirullah Ilyas sangat menjaga urusan sholat. Baik saat berada di rumah maupun saat berada di dalam perjalanan. Beliau juga secara istiqomah menjalankan sunnah Nabi SAW, bangun malam sebelum fajar untuk menjalankan solat malam. Juga berdzikir serta meminta ampunan pada Allah. Salah satu amalan sunnah yang pelakunya akan dikaruniai Allah? Swt. derajat mulia dan posisi terpuji.

Di detik-detik akhir hidupnya, Kiai Amirullah? memanggil istri dan semua putra-putrinya. Ia lalu meminta maaf kepada semuanya atas segala kekhilafan yang pernah dia lakukan. Kiai Amirullah lalu meminta dihadapkan ke arah kiblat. Terdengar lirih lisannya mengucapkan kalimah syahadat. Dan seutas senyum tersungging di bibirnya saat ia berangkat menemui pencipta dan pemiliknya. (Ahmad Rofiq/Anam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Nasional, Tokoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 22 September 2017

Lewat Online, NU Care Lazisnu Indramayu Permudah Layanan Zakat

Indramayu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Untuk mempermudah dan memfasilitasi masyarakat dalam pembayaran zakat infak dan sedekah (ZIS) terus dilakukan NU Care Lazisnu Indramayu. Mereka menyediakan fasilitas online Go ZIS, tenaga lapangan 24 jam akan datang menjemut ZIS ke tempat muzaki, munfiq, atau mushoddik.

Ketua NU Care Lazisnu Indramayu Imron Rosidi mengatakan, petugas Go ZIS berkoordinasi dengan seluruh MWCNU setempat, baik dalam penggalian ZIS maupun penyalurannya.

Lewat Online, NU Care Lazisnu Indramayu Permudah Layanan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Online, NU Care Lazisnu Indramayu Permudah Layanan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Online, NU Care Lazisnu Indramayu Permudah Layanan Zakat

Layanan Go ZIS juga memudahkan bagi petugas. “Mereka lebih mudah mencari alamat donatur, meskipun tahap awal masih manual melalui telepon maupun sms,” kata Imron.

Selain dimudahkan dalam pendonasian, donatur yang databasenya telah tersimpan di sistem Go ZIS dapat dengan mudah mengetahui penggunaan ZIS-nya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Besaran donasi melalui Go ZIS tidak dibatasi. Artinya, pendonasian menyesuaikan niat dan kemampuan donatur dalam berzakat, infak, dan sedekah.

Imron menyebutkan, dengan layanan Go ZIS yang sudah diterapkan sejak tiga tahun ini, ada sejumlah donatur yang rutin setiap bulan menyalurkan ZIS ke NU Care Lazisnu Indramayu. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah, PonPes, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 13 Agustus 2017

Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Sunan Giri (Unsuri) Waru Sidoarjo memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Mereka mengadakan khotmil Al-Quran, istighosah, dan doa bersama di masjid Agung Unsuri, Ahad (20/12).

Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran

"Dengan acara khotmil Al-Quran, istighosah dan doa bersama ini semoga seluruh kader PMII Unsuri serta masyarakat tidak beranggapan bahwa seorang aktivis hanya memegang megaphone atau demo di lapangan. Namun, PMII juga ditanamkan nilai-nilai ke-Islaman," kata Ketua PK PMII Unsuri Muhtadi.

Menurut Muhtadi, kader PMII harus mengimplementasikan nilai-nilai ke-Islaman, salah satunya dengan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sehingga pemahaman dan persepsi yang ada dalam jiwa, sosok organistoris bisa berubah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua panitia peringatan Maulid Dita Laraswati berharap melalui moment Maulid Nabi itu semua kader PMII Unsuri dapat mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Saya mewakili panitia berharap agar semua anggota, kader, pengurus mulai dari rayon hingga komisariat PMII Universitas Sunan Giri khususnya serta semua mahasiswa Unsuri bisa memahami tentang ajaran yang dibawa Rasulullah SAW sehingga dapat meneladani perilakunya. Hal ini sesuai dengan manhaj PMII yaitu Ahlusunnah wal jamaah (Aswaja)," pungkas Dita.

Acara yang diikuti sedikitnya 20 anggota dan pengurus PMII rayon dan komisariat itu berjalan lancar dan penuh khidmat. Nampak antusias dan semangat mereka dalam memuliakan Maulid Nabi Muhammad SAW ini. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Quote, Pondok Pesantren,Attijani Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 23 Juli 2017

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan upaya untuk memindahkan makam suci Nabi Muhammad harus ditentang keras oleh umat Islam.

“Allah yang akan menjaga Utusan-Nya, semoga yang akan membongkar makam beliau dilaknat Allah,” tegasnya, Rabu.?

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Kutuk Rencana Pemindahan Makam Nabi

Kiai Said yang menyelesaikan pendidikan doktornya di Universitas Ummul Qura Makkah ini menjelaskan, memang, ada kebencian mendalam orang-orang Wahabi terhadap jamaah yang menziarahi makam Rasulullah karena hal itu dianggap syirik.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Banyak orang Arab Saudi yang sudah bepergian ke pojok-pojok dunia, tetapi belum pernah ke Madinah,” jelasnya.

Ia menggambarkan hal ini, seperti orang Indonesia yang sudah pergi ke mana-mana, tetapi belum pernah mengunjungi Candi Prambanan atau Borobudur.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelumnya, harian The Independent melaporkan adanya proposal yang sudah disebarkan di lingkungan pengelola dua masjid suci, masjidil haram dan masjid nabawi, salah satunya berisi rencana tentang pemindahan makam nabi dari Masjid Nabawi ke pemakaman al Baqi, dan menjadikan makam nabi anonim sebagaimana makam-makam keluarga nabi yang sebelumnya sudah dipindah ke tempat tersebut. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Amalan, PonPes Pondok Pesantren An-Nur Slawi