Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Februari 2018

Posisi Hadits dalam Hukum Islam

Hadits dalam hukum Islam dianggap sebagai mashdarun tsanin (sumber kedua) setelah Al-Quran. Ia berfungsi sebagai penjelas dan penyempurna ajaran-ajaran Islam yang disebutkan secara global dalam Al-Quran. Bisa dikatakan bahwa kebutuhan Al-Quran terhadap hadits sebenarnya jauh lebih besar ketimbang kebutuhan hadits terhadap Al-Quran.

Kendati demikian, seorang Muslim tidak dibenarkan untuk mengambil salah satu dan membuang yang lainnya karena keduanya ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.

Posisi Hadits dalam Hukum Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Posisi Hadits dalam Hukum Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Posisi Hadits dalam Hukum Islam

Untuk mengeluarkan hukum Islam, pertama kali para ulama harus menelitinya di dalam Al-Quran. Kemudian setelah itu, baru mencari bandingan dan penjelasannya di dalam hadits-hadits Nabi karena pada dasarnya tidak satupun ayat yang ada dalam Al-Quran kecuali dijelaskan oleh hadits-hadits Nabi.

Dengan sinergi beberapa ayat dan hadits tersebut, seorang ulama bisa memutuskan hukum-hukum agama sesuai dengan persoalan yang dihadapi, tentunya dengan dukungan ilmu dan perangkat pengetahuan yang mumpuni terhadap kedua sumber tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Abdul Wahab Khallaf, seorang ahli hukum Islam berkebangsaan Mesir, hadits mempunyai paling tidak tiga fungsi utama dalam kaitannya dengan Al-Quran :

Pertama, hadits berfungsi sebagai penegas dan penguat segala hukum yang ada dalam Al-Quran seperti perintah shalat, puasa, zakat dan haji. Abdul Wahab Khallaf mengatakan,

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adakalanya hadits berfungsi sebagai penegas dan penguat terhadap hukum yang ada dalam Al-Quran.”

Kedua, hadits juga berfungsi sebagai penjelas dan penafsir segala hukum yang bersifat global dalam Al-Quran, seperti menjelaskan tatacara shalat, puasa, zakat dan haji.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adakalanya hadits berfungsi sebagai penjelas dan penafsir terhadap hukum global/umum yang disebutkan dalam Al-Quran.”

Ketiga, hadits juga berfungsi sebagai pembuat serta memproduksi hukum yang belum dijelaskan oleh Al-Quran seperti hukum mempoligami seorang perempuan sekaligus dengan bibinya, hukum memakan hewan yang bertaring, burung yang berkuku tajam dan lain sebagainya. Khallaf kembali mengatakan sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Adakalanya hadits berfungsi sebagai penetap dan pencipta hukum baru yang belum disebutkan oleh Al-Quran.”

Dengan demikian, karena begitu pentingnya posisi hadits dalam konsepsi hukum Islam, maka seseorang yang akan berkecimpung di dalamnya diharuskan untuk mengenal istilah dasar dalam ilmu hadits, menguasai kaidah-kaidah takhrij dan kajian sanadnya, serta mengetahui seluk beluk dan tatacara memahami redaksinya.

Pembacaan yang tidak paripurna serta serampangan terhadap hadits akan membuat seseorang keliru dan bahkan juga membuat keliru orang lain. Wallahu a’lam. (Yunal Isra)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 19 Februari 2018

Ini Cara Belajar Bahasa Arab via Media Sosial

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengajaran Bahasa Arab bagi sebagian guru menjadi tantangan tersendiri. Namun, sejak munculnya Media Sosial atau akrab disebut Medsos, kesulitan tersebut tak perlu lagi dirisaukan.

Ini Cara Belajar Bahasa Arab via Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Cara Belajar Bahasa Arab via Media Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Cara Belajar Bahasa Arab via Media Sosial

Hal tersebut dikatakan Mochammad Syarif Hidayatullah saat menjadi narasumber pada lokakarya "Pengajaran Bahasa Arab Kontekstual” yang dihelat di ruang sidang Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (3/6).

Dosen FAH ini mempresentasikan tema ‘Memanfaatkan Media Sosial untuk Pengajaran Bahasa Arab’ yang dimoderatori Ibnu Harish. “Kegiatan ini dalam rangka menggagas pengajaran Bahasa Arab kontekstual? agar dalam proses ?belajarnya lebih menyenangkan?,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Syarif, media sosial banyak sekali ragamnya. Tidak hanya Facebook, Twitter, WhatsApp, Line, dan Instagram. Ia menilai, masyarakat justru kerap membatasi Medsos hanya dua, yakni Facebook dan Twitter.

“Seringkali kita mereduksi makna media sosial itu pada Facebook dan Twitter. Padahal ada banyak kata kunci yang didapat. Networking, application, misalnya. Jadi, medsos itu maknanya tidak tunggal. Dari semua media yang ada, mari kita manfaatkan untuk pengajaran bahasa Arab,” ajak Syarif.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

B3D di Medsos

Menurut dosen Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jakarta ini, inti Medsos adalah B3D (Baca, Buat, Bagi, dan Diskusi). Bagi dia, membaca apa saja menjadi hal utama yang musti dilakukan.

“Kita baca dulu semua informasi yang ada. Dari orang lain juga. Lalu apa respon kita atas informasi itu, kita buat status. Setelah itu kita berbagi atau share pendapat kita itu. Nah, jangan lupa diskusi dengan teman-teman,” urainya.

Menurut Dosen Pascasarjana Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Jakarta ini, para guru musti bisa memanfaatkan tulisan-tulisan berisi petuah dalam rangka merangsang pelajar untuk cinta kepada bahasa Arab. Guru tidak boleh lagi terpaku kepada model pengajaran masa lalu.

“Tentu para guru harus inovatif. Misalnya, mengajak anak-anak menonton film berbahasa Arab. Jadi, material culture tersebut bisa menjelma sesuatu yang menarik mereka. Hal-hal baru yang lebih inovatif juga layak diberikan kepada siswa. Yang kayak gini-gini mestinya bisa dilakukan. Apalagi anak-anak sekarang sudah melek internet. Mereka pun sadar medsos,” tandasnya.

Buktinya, lanjut Syarif, ada siswa yang mengaku berteman dengan para penulis, aktivis, dan intelektual asal Timur Tengah. “Biarkan saja. Itu malah bagus. Dari situ, anak-anak bisa berlatih bahasa Arab melalui chatting dengan kawannya itu,” kata pria kelahiran Pasuruan ini.? ?

Syarif menyarankan, ketika siswa sedang ber-fesbuk ria, para guru bisa meminta mereka mengganti setelan berbahasa Arab untuk FB mereka. “Bisa juga dengan nge-share artikel dari situs-situs bahasa Arab, semisal, Al-Ahram, Al-Jazeera, dan lain-lain,” ujarnya.

Selain Dr Moch Syarif Hidayatullah, puluhan guru dan mahasiswa S2 peserta lokakarya juga mendapat materi dari dua narasumber berkompeten lainnya, yakni Dosen FITK UIN Jakarta Dr Muhbib Abdul Wahab, dan Saifullah Kamalie, PhD. (Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 03 Februari 2018

KH Sanusi Baco Lepas Kontingen Peserta Kongres Muslimat NU Sulsel

Makassar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Selatan Anregurutta KH M Sanusi Baco resmi melepas kontingen Muslimat NU sebanyak 244 orang untuk mengikuti Kongres Ke-17 Muslimat NU di Auditorium KH Muhyiddin Zain UIM, Selasa (22/11). Peserta akan mengikuti rangkaian kongres yang akan dilaksanakan Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, 24-27 November 2016.

Ketua Muslimat NU Sulawesi Selatan Majdah Agus Arifin Numang meminta restu kepada Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel yang akan berangkat kongres Muslimat NU di Jakarta. Majdah Agus Arifin meminta doa kepada keduanya agar rombongan pulang dengan selamat.

KH Sanusi Baco Lepas Kontingen Peserta Kongres Muslimat NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Sanusi Baco Lepas Kontingen Peserta Kongres Muslimat NU Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Sanusi Baco Lepas Kontingen Peserta Kongres Muslimat NU Sulsel

"Untuk utusan resmi PW Muslimat NU Sulsel sebanyak 66 orang, karena melihat kondisi kongres yang akan kedatangan tokoh-tokoh nasional dan tentunya akan menjadi daya tarik serta peserta akan mendapatkan banyak pengalaman dan wawasan, sehingga banyak cabang yang mengutus lebih dari jumlah peserta yang resmi, yakni 3 orang."

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Keberadaan Muslimat NU Sulsel sangat diperhitungkan dikancah nasional, sehingga beberapa rumusan atau gagasan akan kami bawa ke kongres, tentunya untuk kemajuan Muslimat di masa yang akan datang, ujarnya.

Ketua PWNU Sulsel Iskandar Idy menyatakan kagum atas eksistensi Muslimat NU di Sulsel. Program laskar antinarkoba begitu intens dikumandangkan di setiap pelantikan, tentunya sebagai bentuk pertanggungjawaban Muslimat kepada masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Iskandar Idy berkelakar bahwasanya, keberadaan Muslimat NU Sulsel mengalahkan eksistensi bapak-bapak yang ada di NU.

Anregurutta KH M Sanusi Baco berterima kasih atas kontribusi Muslimat NU dalam pengembangan NU di Sulawesi Selatan. Kehadiran Muslimat tentunya mampu mewarnai corak beragama di Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, AlaNu, Jadwal Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri ikut berduka dan menyampaikan belasungkawa yang dalam khususnya kepada keluarga korban Tsunami di Mentawai dan korban meletusnya Gunung Merapi. “Diiringi doa semoga korban-korban yang meninggal arwahnya diterima Allah dan ditempatkan di tempat yang layak,” ujar Gus Mus melalui pesan singkatnya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi (27/10).

Ia juga mengajak warga NU untuk mendoakan korban-korban yang terluka semoga segera sembuh. “Semoga keluarga korban diberi kesabaran dan menerima cobaan ini dengan tabah dan ikhlas,” tambahnya.

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Semenjak tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, akhir-akhir ini musibah bencana alam terus menerus terjadi Indonesia. Dan pada hari yang bersamaan (26/10) terjadi musibah tsunami dan letusan gunung berapi. Gus Mus mengingatkan bahwa musibah-musibah itu adalah takdir Allah SWT. “Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Mentawai dan lereng Gunung Merapi seperti musibah-musibah lain di tempat-tempat lain di tanah air, adalah musibah kita semua yang sudah ditakdir Allah,” tegasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus Mus juga mengajak masyarakat untuk bersama membantu para korban bencana alam di Mentawai dan Merapi sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing. “Karena itu, kita –khususnya warga NU- perlu melakukan sesuatu seukur dengan kemampuan kita. Minimal dengan berdoa. Mari kita jadikan musibah-musibah ini pengingat bagi solidaritas kita antar sesama hamba Allah. Akhirnya, mari terus mendekatkan diri kepada Allah,” pungkas Gus Mus. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Budaya, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Putri bungsu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wulandari menghadiri acara festival? teater Pelajar 2015 di Gor Bulutangkis Djarum Kaliputu Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (21/11). Dalam acara itu, Inayah didaulat menjadi? juri final festival yang diselenggarakan Teater Djarum selama dua hari Sabtu-Ahad (21-22/11).

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama

Saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Inayah mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan teater di lingkungan pelajar. Menurutnya, teater adalah kegiatan bagus yang mengajarkan toleransi, empati, memberikan penghormatan, dan penghargaan kepada orang lain.

?

"Teater sebagai media bagus sekali untuk mengampanyekan toleransi, kita tidak main hakim sendiri dan akan bisa menghargai sesama," ujarnya.

?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dikatakan, Indonesia sangat membutuhkan generasi masa depan yang memahami akan toleransi. Dengan bermain teater, meraka akan memainkan peran tokoh-tokoh? di luar komunitasnya? yang ketika sampai pada titik puncaknya akan memahami toleransi dengan baik.

?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Dalam konteks kekinian toleransi menjadi urgen dan harus dikenalkan sejak dini kepada anak-anak. Salah satu media bagus ya teater. Karena kalau sudah main teater, kita tidak akan mempertanyakan latar belakang,? semua akan kerja sama," tandas putri Gus Dur yang biasa disapa Inayah Wahid ini.

?

Ia menuturkan dirinya sangat merasakan manfaatnya aktif di dunia teater pada waktu masih sekolah Menengah Atas (SMA). Ditegaskan, teater mampu menjadi sarana penyaluran ekspresi dan kreasi bagi pelajar.

?

"Melalui teater, anak-anak punya penyaluran yang positif. Mereka pulang sekolah tidak berbuat aneh-aneh, langsung bermain teater," imbuhnya.

Selain menjadi juri, Inayah Wahid juga menjadi pemateri Workshop teater yang menjadi rangkaian acara Fesetival tersebut. Siang harinya, Inayah dijadwalkan bertemu dengan kader-kader NU dalam acara silaturahim di aula Kantor NU Jalan Pramuka Nomor 20 Kudus.

?

Sementara itu,? final festival teater Pelajar ini, menampilkan 3 kelompok teater tingkat SMP diantaranya, Teater satu atap SMP 3 Kudus, Teater Temperatur SMP 1 Mejobo dan Teater PR Mts NU Nahdlatul Athfal. Sedangkan tingkat SMA, 7 kelompok teater yang lolos di final adalah Teater Stif MANU Ibtidaul Falah Dawe, Teater X-Miffa SMKNU Miftahul Falah Dawe, Teater Patas SMA I Bae, Teater Kahanan SMA 1 Mejobo, Studi One SMA ! Kudus, Teater Ganesha SMA 2 Kudus dan teater Apotek SMK Duta Karya Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, Ulama, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 12 Januari 2018

Ansor-Polsek Bersama Layani Masyarakat

Semarang. Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Spanduk bertuliskan “Mari Kita Cegah Bersama; Narkoba, Miras, Perjudian dan Curanmor” terpasang memanjang di plataran tembok pintu masuk Terminal Terboyo Semarang. Spanduk imbauan ini dipasang oleh Gerakan Pemuda Ansor Genuk bersama Polsek Genuk, Rabu (5/6).

Kapolsek Genuk Kompol Hendry Yulianto mengatakan, kerja sama tersebut dimaksudkan untuk menjalin kebersamaan dan kepedulian untuk bersama-sama bergandeng tangan turut serta mencegah tindak kriminial pencurian montor dan memberantas penyakit masyarakat seperi narkoba, miras dan perjudian.

Ansor-Polsek Bersama Layani Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor-Polsek Bersama Layani Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor-Polsek Bersama Layani Masyarakat

Spanduk tersebut beragam macam tulisan. Selain yang tersebut di atas,  ada lagi tulisan “Miras: Menghancurkan Generasi Muda”, “Curanmor: Mari Kita Cegah Bersama”. Dana spanduk diperoleh dari iuran anggota Ansor dan Banser serta Polsek Genuk.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sepatutnya Kepolisian memberikan apresiasi kepada Ansor atas kepedulian terhadap masyarakat. Sebagaimana Kepolisian juga memiliki tugas pokok, hal ini sesuai dengan Undang-Undang RI No 2 Tahun 2013 dalam pasal 13 yakni; Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, Meneggakan Hukum dan Memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Hendry

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kegiatan kerja sama ini dipasang spanduk di 18 titik di wilayah Genuk yang dihadiri langsung oleh Ketua GP Ansor Genuk Muhammad Sodri dan jajaran pengurus Ansor dan Banser, sedangkan dari Polsek Genuk Kapolsek Genuk Kompol Hendry Yulianto dan beberapa rombongan seperti Kanit Reskrim AKP Suyono dan Kanit Lantas Polsek Genuk AKP Suyadi.

Menurut Muhammad Sodri, kerja sama Ansor dan Polsek Genuk sudah berlangsung lama dan dalam kegiatan ini sebagai bentuk wujud kepedulian terhadap fenomena perilaku menyimpang masyarakat seperti minuman keras, narkoba maupun perjudian yang sepatutnya kita berantas bersama. 

Bagi masyarakat yang mengetahui dan mendapati perilaku tersebut bisa menghubungi Polsek Genuk ke nomor telpon (024) 6581470 dan Ansor Genuk (024) 70284579.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Budaya, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 01 Januari 2018

Al-Barokah, Mushola Swadaya Habiskan 220 Juta

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Warga RW 08 Kelurahan Limbangan Wetan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, membangun mushola mengandalkan kocek mereka sendiri. Sampai kini, pembangunan telah menelan dana Rp 220 juta.

Al-Barokah, Mushola Swadaya Habiskan 220 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)
Al-Barokah, Mushola Swadaya Habiskan 220 Juta (Sumber Gambar : Nu Online)

Al-Barokah, Mushola Swadaya Habiskan 220 Juta

“Seluruh dana berasal dari swadaya masyarakat dan sumbangan lain yang sah dan tidak mengikat. “Insya Allah dalam waktu dekat, bisa selesai 100 persen karena tinggal finishing,” ujar bendahara pembangunan mushola, Asif Faozan.

Mushola tersebut dibangun di atas tanah wakaf PT Eka Muda seluas 144 meter persegi. Atas usulan warga RW 08, sejak Juli 2013, pembangunan telah dilaksanakan, dan kini telah mencapai 90 persen.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Meskipun belum selesai, kata Asif, mushola sudah digunakan untuk shalat Tarawih, shalat Ied.

Lebih jauh Asif berharap, momentum hijriyah ini, mudah-mudahan bisa menambah gairah (semangat) beruat kebaikan dengan penambahan amal ibadah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam pantauan NU Onlinr pada Selasa (4/11) warga bahu membahu melakukan pengecoran. Sementara ibu-ibunya menyiapkan jajanan dan makanan penghilang lelah. “Tahun baru, juga harus guyub membangun kebaikan,” imbuh sekretaris panitia Mas Toto.

Ketua Panitia pembangunan mushola, Djuhaeri menjelaskan, ini bukti masyarakat bisa diajak gotong royong, swadaya, untuk memenuhi kebutuhan rumah ibadah mereka sendiri. (Wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 14 Desember 2017

Akan Blokir Al-Jazeera, Israel Dinilai Musuh Kebebasan Pers

Jerusalem, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Israel berencana melarang saluran informasi Qatar, Al-Jazeera beroperasi di negara tersebut atas tuduhan sebagai pemicu kekerasan. Dengan demikian, Israel mengikuti jejak sejumlah negara Arab yang telah menutup penyiar media itu di tengah perselisihan politik mereka dengan Qatar.

Seperti dilansir AP, Menteri Komunikasi Israel Ayoob Kara mengatakan bahwa dia berencana untuk mencabut izin pers wartawan Al-Jazeera, yang secara efektif mencegah mereka untuk bekerja di Israel. Kara mengatakan, dia telah meminta jaringan kabel dan satelit untuk memblokir transmisi Al Jazeera dan meminta undang-undang untuk melarang mereka sama sekali.

Akan Blokir Al-Jazeera, Israel Dinilai Musuh Kebebasan Pers (Sumber Gambar : Nu Online)
Akan Blokir Al-Jazeera, Israel Dinilai Musuh Kebebasan Pers (Sumber Gambar : Nu Online)

Akan Blokir Al-Jazeera, Israel Dinilai Musuh Kebebasan Pers

Al-Jazeera yang bermarkas di Doha dalam situsnya berbahasa Inggris mengutuk tindakan tersebut sebagai tindakan yang "tidak demokratis" dan menyatakan akan mengambil langkah hukum. Al-Jazeera akan terus beroperasi di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Kepala biro penyiar di Yerusalem Walid al-Omari mengatakan, kantornya belum diberitahu oleh pejabat Israel tentang tindakan yang mungkin dilakukan pemerintah Israel.

Al-Jazeera, sebuah jaringan satelit pan-Arab yang didanai oleh pemerintah Qatar, sudah menjadi sasaran negara-negara Arab yang sekarang mengisolasi Qatar sebagai bagian dari sengketa politik selama berbulan-bulan. Qatar dituduh mendukung kelompok ekstremis. Yordania dan Arab Saudi baru-baru ini menutup kantor-kantor lokal Al-Jazeera, sementara saluran dan situs afiliasinya telah diblokir di Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Mesir dan Bahrain.

Pejabat Israel telah lama menuduh Al-Jazeera bersikap bias terhadap negara Yahudi tersebut. Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman telah menyamakan liputannya dengan propaganda "Nazi Jerman".

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

The Foreign Press Association (Asosiasi Pers Asing), mewakili wartawan yang meliput wilayah Israel dan Palestina untuk organisasi berita internasional, tengah mencermati masalah ini dan sedang mempelajari tentang langkah-langkah yang bakal diambil.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

The Committee to Protect Journalists (Komite untuk Perlindungan Wartawan), sebuah kelompok advokasi yang berbasis di New York, mengkritik usulan Israel tersebut.?

"Menyensor Al-Jazeera atau menutup kantornya tidak akan membawa stabilitas ke kawasan itu. Justru tindakan tersebut akan menempatkan Israel secara jelas dalam deretan para musuh kebebasan pers yang paling parah di kawasan ini," kata Sherif Mansour, koordinator program Timur Tengah dan Afrika Utara komite itu.

Menurutnya, Israel harus meninggalkan rencana-rencana yang tidak demokratis ini dan mengizinkan Al-Jazeera beserta semua wartawan untuk melakukan kerja-kerja jurnalistik secara bebas di berbagai negara dan wilayah. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya,Attijani Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 13 Desember 2017

Madrasah Jurnalistik, Cara NU Kota Malang Lahirkan Pewarta Muda

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Soal tokoh yang memiliki kapasitas dan kapabilitas mumpuni, Nahdlatul Ulama di kota ini tidak kekurangan Sejumlah kampus terkenal dan disegani tersedia. Para akademisi dan praktisi juga tidak terhitung jumlahnya.

Madrasah Jurnalistik, Cara NU Kota Malang Lahirkan Pewarta Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Jurnalistik, Cara NU Kota Malang Lahirkan Pewarta Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Jurnalistik, Cara NU Kota Malang Lahirkan Pewarta Muda

"Kalau dilihat dari potensi sumber daya manusia, NU di sini sangat berlimpah," kata Mahmudi, Ahad (27/3). Pria yang setiap hari menjadi Sekretaris Pengurus Cabang Lembaga Talif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (PC LTN NU ) Kota Malang ini menyadari akan potensi yang ada. "Tinggal bagaimana mengoptimalkan ketersediaan yang ada untuk khidmat kepada NU," lanjutnya.

Bahkan secara berkelakar, Bapak Mahmudi mengemukakan bahwa semua potensi dimiliki NU. "Yang tidak dimiliki ormas keagamaan lain yakni para dukun, ternyata NU punya," katanya disambut tawa hadirin.

Yang menjadi problem cukup mendesak agar ditemukan solusinya adalah melahirkan para jurnalis muda. "Karena kalau pandangan para tokoh yang ada tidak dioptimalkan, maka keberadaan mereka juga akan percuma," katanya di hadapan utusan PW dan PC LTN NU se-Jatim.

Karena itu PC LTN NU Kota Malang mengadakan madrasah jurnalistik yang dilangsungkan satu minggu sekali. "Kami selenggarakan secara gratis dengan instruktur para praktisi media dari NU," katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Madrasah Jurnalistik sendiri diselenggarakan setiap hari Ahad dari mulai jam 1 siang hingga 3 sore. "Pesertanya masyarakat umum khususnya aktifis muda NU baik di IPNU maupun IPPNU serta Fatayat yang mamiliki ketertarikan di dunia tulis menulis, khususunya pers," terangnya.

Kepada para peserta Madrasah Jurnalistik tersebut selalu diingatkan bahwa tidak ada kewajiban bagi mereka untuk akhirnya memilih profesi sebagai pegiat media atau menjadi jurnalis. "Minimal mereka bisa mengisi web yang ada di PCNU Kota Malang," kata dia kata dia sembari mengenalkan laman http://nu-kotamalang.org/ sebagai situs resmi NU setempat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dan secara khusus, kepada PW dan PC LTN NU se-Jatim yang hadir, Bapak Mahmudi juga berharap ada saling komunikasi dan sinergi antara para pegiat media di berbagai tempat. "Masih banyak yang dapat kita sisipkan di masing-masing website, disamping berita kegiatan dan pangangan para tokoh NU" katanya. Salah satunya adalah  radio streaming, mp3 serta video pengajian maupun taushiyah singkat yang dapat diunggah secara bersama, lanjutnya.

Dengan dibantu rekan pewarta lain, Bapak Mahmudi juga telah berhasil menulis setidaknya 30 ulama Malang. "Ini kerja kolektif dan alhmadulillah baru bisa menulis profil 30 ulama di sini," katanya merendah.

Tidak terasa, PCNU Kota Malang akan segera paripurna. "Sebentar lagi akan ada konferensi cabang yang bisa jadi para pengurusnya akan berganti," kata dia. Namun demikian, paling tidak keberadaan website dan para jurnalis muda NU dapat dioptimalkan dalam mengunggah kelebihan Kota Malang di dunia maya. "Apa yang sudah kami dermabhaktikan semoga bisa diteruskan generasi penerus NU di masa mendatang," harapnya. (Ibnu Nawawi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 11 Desember 2017

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Hajar Sidoarjo mengadakan acara jalan bertema Go Green, Ahad (12/2). Para peserta yang mengikuti jalan sehat ini mengenakan pakaian yang dibalut dengan berbagai hiasan barang bekas. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemanfaatan bekas sampah menjadi barang-barang yang berguna dan menjadi hiasan agar menarik dipandang.

Ketua panitia acara jalan sehat bertema Go Green dr Sari Prabandari mengatakan, para peserta yang mengikuti jalan sehat tersebut sekitar 1500 karyawan dan keluarga karyawan RSI Siti Hajar. Mereka harus memakai pakaian dari bahan daur ulang, tapi bukan dari sampah medis (botol infus, sarung tangan, spuit suntikan) karena itu tidak boleh dipakai.

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Jalan Sehat Go Green Meriahkan Harlah RSI Siti Hajar Sidoarjo

Dokter umum di Rumah Sakit NU itu menjelaskan bahwa, ramah lingkungan harus dimulai dari diri sendiri. Dengan ramah lingkungan akan menjadi bersih.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara jalan sehat tematik Go Green itu diharapkan memberikan perubahan di RSI Siti Hajar Sidoarjo untuk menjadi rumah sakit lebih ramah dengan memanfaatkan bekas kertas, bungkus, bahan-bahan rumah tangga yang bukan dari bahan medis.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Melalui kegiatan tersebut diharapkan bisa menyadarkan kita semua untuk lebih meminimalisasi sampah-sampah yang ternyata masih bermanfaat. Selain itu, kami juga ingin memberikan contoh ke masyarakat luas agar bisa memanfaatkan barang bekas," jelasnya.

Acara jalan sehat ini termasuk rangkaian acara Harlah Ke-54 RSI Siti Hajar Sidoarjo. Para peserta yang mengikutinya harus melalui rute yang telah dibuat oleh panitia yakni dari RSI Siti Hajar melewati Gajah Mada, Nasir busana Muslim kemudian melewati Masjid Jasem dan berakhir di RSI. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, Tokoh, Habib Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 08 Desember 2017

KH Achmad Chalwani Berdakwah hingga Mancanegara

Hari masih pagi saat pengasuh Pondok Pesantren An Nawawi Berjan, Gebang, Purworejo, Jawa Tengah, KH Achmad Chalwani menerima lima santri anggota jamaah tarekat di rumah. Kelima tamu itu berasal dari Lampung yang hendak mengundang tuan rumah mengisi pengajian di sana. Sebuah buku besar berisi jadwal pengajian yang sudah penuh, dibolak-balik sang kiai dan dicocokkan dengan buku besar asisten pribadinya.

Ya, begitulah kesibukan kiai yang pada 19 Desember 2016 nanti berusia 62 tahun. Selepas purnatugas sebagai anggota DPD-MPR 2004-2009, waktu putra ketiga dari pasangan KH Muhammad Nawawi Shidiq-Nyai Hj Saodah ini dihabiskan untuk berdakwah di berbagai tempat. "DPD cukup satu periode. Bidang saya memang dakwah dan sudah saya jalani sejak 1980-an.”

KH Achmad Chalwani Berdakwah hingga Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Achmad Chalwani Berdakwah hingga Mancanegara (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Achmad Chalwani Berdakwah hingga Mancanegara

“Mulai 1982, setiap orang yang mengundang, pasti saya beri surat kesanggupan. Nah, berdasar surat kesanggupan itu, saya sudah mendatangi pengajian di 11.708 tempat. Itu belum termasuk pengajian rutin di pondok dan selapanan di beberapa tempat," paparnya. Di kalangan mubalig, Achmad Chalwani bukan tokoh asing.

Dia adalah Mursyid Thariqah Qadiriyah wa Naqsyabandiyah yang memiliki ratusan ribu anggota. Santri tarekat yang dibimbingnya bukan hanya dari Purworejo, melainkan juga berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DIY, Bangka Belitung, Lampung, Palembang, Kalimantan, Riau, Dumai, Batam, dan berbagai kota di Sumatera. Ikhwan thariqah Achmad Chalwani juga tersebar hingga Johor Bahru Malaysia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dia juga berdakwah sampai mancanegara, seperti Singapura, Malaysia, Macau, Hong Kong, dan Guangzhou. "Prinsip saya, siapa pun dan di mana pun, kalau mengundang saya berdakwah untuk syiar Islam, asal badan sehat, pasti saya datangi. Saya tak pernah membeda-bedakan antara pejabat, konglomerat, dan rakyat," paparnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menjadi khadam thariqah adalah jalan mendekatkan diri kepada Allah, juga sebagai usaha menjaga warisan ayahanda Muhammad Nawawi Shidiq yang menjadi pemrakarsa sekaligus pendiri Jamiyyah Ahli Thariqah Al-Mutabarah bersama KH Mandhur Temanggung, KH Muslih Mranggen, KH Masruhan Mranggen, dan mantan Bupati Grobogan Andi Patopoi pada Kongres Thariqah pertama di Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo Magelang, 10 Oktober 1957 silam.

"Sebagai anak, saya berkewajiban menjaga dan meneruskan warisan yang baik dari orang tua," ujar Chalwani yang ketika muda telah malang melintang nyantri di berbagai pondok pesantren. Sebagai pewaris, dia menyadari harus terus menjaga marwah dan tujuan luhur pondok pesantren, sesuai keinginan para pendahulu.

Selain itu, juga mengembangkan pondok sehingga selaras dengan kebutuhan zaman dengan tidak meninggalkan ciri khas pesantren salafiyah. Kalangan salafiyah memiliki keyakinan bahwa ilmu tidak akan masuk tanpa melalui riyadhah. "Kalau dalam Al-Qur’an bahasanya tazkiyah.

Berzikir, mujahadah, puasa, ngrowot, dan berkhidmah kepada kiai, merupakan bentuk tazkiyah supaya ilmu dapat masuk dalam diri santri," tuturnya. Chalwani menambahkan, pengembangan diperlukan agar pondok pesantren mampu memberi kontribusi yang lebih besar bagi peningkatan martabat hidup masyarakat.

Sejumlah langkah dan strategi dilakukan untuk mengembangkan pondok pesantren, seperti mengirim dai-dai muda ke berbagai daerah terbelakang, melaksanakan berbagai kegiatan, dan selapanan. Salah satu peristiwa penting pada periode ini, perubahan nama pondok pesantren dari Roudlotut Thullab menjadi An-Nawawi, tanggal 6 Januari 1996 silam.

Setelah itu, Pondok Pesantren An Nawawi berkembang pesat. Terutama, setelah Chalwani mengintegrasikan pendidikan salafiyah dengan pendidikan formal dengan mendirikan madrasah. Diawali dengan madrasah tsanawiyah (MTs) kemudian diikuti dengan madrasah aliyah (MA), serta Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) An Nawawi. Kini ada tidak kurang 2.000 santri.

"Pendirian pendidikan formal itu dalam upaya menyesuaikan dan menjawab tantangan zaman. Khusus untuk STAI An Nawawi, saya dirikan untuk melaksanakan wasiat ayah yang dulu menghendaki ada fakultas syariah di Berjan. Sebagai generasi penerus, saya menganggap itu sebagai wasiat yang harus dilaksanakan," ujar suami Siti Sa- adah ini.

Sementara itu, terkait dengan isu-isu keagamaan yang muncul saat ini, Kiai Chalwani mengungkapkan keprihatinannya terkait dengan kecenderungan Islam yang dicitrakan dengan kekerasan. "Kekerasan bukan misi Islam. Sejak awal kedatangaanya, Nabi mendakwahkan Islam dengan cara-cara perdamaian. Artinya kalau yang mengajarkan kekerasan itu jelas bukan Islam," jelasnya. Dakwah dengan misi Islam rahmatan lil alamin yang menurut dia harus terus dikembangkan. Termasuk, lewat media yang memiliki peran strategis menjadi instrumen pendukung dakwah damai Islam.



Nur Kholiq, Wartawan Suara Merdeka; Ketua Lakpesdam NU Purworejo, Jawa Tengah.



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 02 Desember 2017

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan

Waykanan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi . GP Ansor pada 24 April tepat berusia 81 tahun, adapun Kabupaten Waykanan di Provinsi Lampung pada Senin 27 April ini tepat berusia 16 tahun. Bupati Bustami Zainudin di Blambangan Umpu, Senin (27/4) menyatakan jika pemuda Ansor di daerah yang dipimpinnya nyata karyanya.

"Ansor di Waykanan nyata karyanya. Banyak hal sudah dilakukan Ansor," ujar Bupati Bustami dalam sambutan Harlah ke-81 Ansor dan peranannya di Bumi Waykanan Ramik Ragom melalui rilis berita yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Senin (27/4).

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: GP Ansor Nyata Karyanya di Bumi Waykanan

Bustami menegaskan, Ansor bukan organisasi baru, namun organisasi yang terlibat aktif dalam mengganyang penjajahan di Indonesia. "Secara yuridis hari ini terbebas dari penajajahan. Tapi hakikat penjajahan bukan secara fisik semata, tapi juga kemsikinan dan kebodohan bagian dari penjajahan, demikian juga dengan penindasan dan keterbelakangan. Tugas kita semua untuk memerangi semua itu," kata dia lagi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebagai kader pemuda bangsa, imbuh Bupati Bustami, Ansor merupakan bagian yang bertanggung jawab terhadap pembangunan di Indonesia. Karena itu, Bupati Bustami berharap Ansor senantiasa menunjukkan eksistensinya terhadap negara dengan berpartispasi dalam pembangunan, demi tetap tegaknya, Pancasila, UUD 45, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika.

Terkait pembangunan di bidang pendidikan, GP Ansor Waykanan bekerjasama dengan Mata Air Foundation menggelar bimbingan pasca ujian nasional (BPUN) guna membantu pelajar berprestasi namun kurang mampu untuk masuk perguruan tinggi negeri di Indonesia melalui Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) pada 1 Mei hingga 7 Juni 2015.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bupati kemudian mengutip kata-kata mendiang Presiden Amerika John Fitzgerald Kennedy, yaitu ‘jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu, tetapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu’.

"Itulah kalimat nyata karyanya. Itulah subtansi pokok karya nyata itu. Partispasi pembangunan secara fisik, pikiran, tenaga atau ilmu pengetahuan, semua itu bagian karya nyata kita untuk membangun negeri. Kepada Ansor Waykanan, terima kasih atas partisipasinya dalam pembangunan bangsa dan negara, serta upayanya membina generasi pemuda ke arah yang lebih baik," pungkasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam, Budaya, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan

Tangerang,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Tangerang Khoirun Huda mengatkaan, GP Anosr akan selalu pasang badan demi kukuhnya kebinekaan di Indonesia. Ia menyampaikan hal itu pada pembukaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) yang? berlangsung di Pondok Pesantren Tarbiyatul Mubtadiin, Ds Pasir Nangka Tigaraksa.

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tangerang Pasang Badan Demi Kebinekaan

Menurut Huda GP Ansor dan Banser adalah garda terdepan Nahdlatul Ulama (NU)? yang telah? memberikan andil besar dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia .

"Kita tidak rela ketika ada pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa karena buat kami NKRI Harga mati," ucapnya melalui siaran pers yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi Rabu malam (14/12).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Huda juga menjelasakan bahwa ia melihat dinamika sosial politik akhir-akhir ini cukup panas, ada yang? mencoba memudarkan semangat kebinekaan bangsa. Menurutnya kehinekaan adalah? sunatullah, jadi tidak boleh ada upaya pemaksaan dan apalagi penyeragaman kultur, sosial, budaya atau agama.

Huda menambahkan bahwa dalam Islam dengan sangat jelas disampaikan bahwa Tuhan menciptakan umta manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa adalah untuk saling kenal-mengenal bukan untuk saling mendholimi atau bahkan meniadakan yang lain.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Ketika ada yang mengancam kebhinekaan kita, maka? Ansor dan Banser wajib? tampil di depan demi terjaganya kebhinekaan."

Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut diikuti oleh setidaknya 208 peserta dari berbagai daerah di tangerang. Materi pembelajaran yang disampaikan diantaranya Aswaja dan Keindonesiaan, Deteksi Dini dan Antisipasi gerakan Radikalisme, Gerak Olah Bathin dan materi Proxy War dan Ketahanan Nasional. (Red: Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Budaya, Ubudiyah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 23 November 2017

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif

Pati, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Program Studi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal (PGRA) Institut Pesantren Mathali’ul Falah (IPMAFA) Pati, Jawa Tengah mengadakan kegiatan workshop nasional program pendidikan karakter positif. Kegiatan yang bekerjasama dengan Mata Hati Care Centre ini dihadiri 230 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pengelola PAUD, maupun guru PAUD yang ada di wilayah Margoyoso dan sekitarnya, Kamis (12/11).

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif (Sumber Gambar : Nu Online)
PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif (Sumber Gambar : Nu Online)

PGRA IPMAFA Gelar Workshop Program Pendidikan Karakter Positif

Dalam sambutannya, A Dimyathi, MAg menuturkan, program-program semacam ini akan semakin menambah pengetahuan dan pengalaman mahasiswa dari luar kegiatan perkuliahan di kelas. Artinya mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu dan pengetahuan dari apa yang disampaikan dosen di dalam kelas, tapi mereka juga dapat menimba ilmu dari kegiatan-kegiatan seperti ini.?

“Terlebih narasumber yang hadir dalam kegiatan hari ini merupakan praktisi yang sudah lama terjun di bidang ke-PAUD-an yang tentu sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya,” tutur Wakil Rektor I IPMAFA ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Muhammad Syamsun dari Mata Hati Care Centre selaku narasumber kegiatan hari ini menjelaskan dalam paparannya, bahwa tema yang diambil pada kegiatan hari ini merupakan kegiatan yang sangat tepat terutama bagi para pendidik di lembaga-lembaga Anak Usia Dini.?

“Ibarat komputer, otak anak itu diinstal pada usia 0 sampai 7 tahun, maka di usia-usia seperti itu anak-anak perlu ditanamakan sifat dan karakter positif supaya nanti di usia berikutnya anak-anak tidak mudah stres karena sudah mempunyai bekal baik secara psikis maupun psikologis,” jelas sosok yang akrab disapa Kak Acun ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Para peserta pun terlihat sangat antusias. Mereka satu persatu melahap materi-materi yang dipresentasikan oleh narasumber. Baik itu dalam hal permainan anak, bernyanyi, menari dan lain-lain. Bahkan salah seorang peserta dari Karimunjawa sangat tertarik dan mengapresiasi kegiatan ini.?

“Konsep acaranya bagus, materinya bervariasi, narasumbernya juga asyik. Hal ini membuat kami sebagai peserta tidak pernah merasa bosan dan jenuh mengikuti kegiatan ini. Kami berharap prodi PGRA IPMAFA sering mengadakan kegiatan seperti ini guna memberikan tambahan bekal keilmuan umumnya bagi para guru dan pengelola lembaga PAUD serta khususnya bagi mahasiswa PGRA IPMAFA,” ungkap Bambang Musthofa, mahasiswa PGRA semester pertama. (Siswanto/Fathoni)





Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Budaya, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 15 November 2017

Sembilan Fakta Penting Tentang Indonesia

Pepatah klasik mengatakan, “Tak kenal maka tak sayang”. Dalam konteks Indonesia dahulu dan sekarang atau dalam istilah era milenial, “zaman old” dan “zaman now”, memahami secara luas tentang keindonesiaan memberikan energi positif terkait tumbuhnya rasa cinta dan sayang.

Ketika warga bangsa tidak memahami betapa kayanya Indonesia dari segala sisi, maka ia akan terjebal dengan primordialisme sempit. Dalam arti sikap tertutup (eksklusif) yang akan berdampak pada sikap apriori terhadap keberagaman bangsa Indonesia tersebut.

Abdul Ghopur dan Rizky Afriono, dua anak muda Nahdlatul Ulama (NU) yang kini aktif sebagai Dirketur dan Sekretaris di Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) ingin menghadirkan kembali jiwa nasionalisme dan cinta di dada para pemuda dengan menulis buku Indonesia Rumah Kita: 9 Fakta yang Perlu Anda Ketahui.

Sembilan Fakta Penting Tentang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembilan Fakta Penting Tentang Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembilan Fakta Penting Tentang Indonesia

Buku ini bukan hanya mengemukakan prinsip-prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara, tetapi berupaya mengungkap sembilan fakta tentang Indonesia yang perlu dipahami masyarakat secara luas. Tidak lain dan tidak bukan, fakta tentang khazanah bangsa Indonesia yang digubah dalam buku ini ingin memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa Indonesia adalah bangsa besar dan bangsa kaya yang perlu dijaga.

Dengan mengungkapkan sembilan fakta tentang Indonesia guna menumbuhkan rasa mempunyai dan rasa cinta tanah air dalam diri warga bangsa, Ghopur dan Rizky sekaligus berusaha berusaha “menggugat” kembali makna dan semangat nasionalisme bangsa Indonesia yang kian hari kian menipis, meluntur, dan perlahan sirna. Sirna yang entah karena tergerus oleh eforia dan hempasan globalisasi atau memang sirna karena bangsa ini menghendakinya? 

Buku ini juga hendak menggugah kesadaran kita bersama dan mengajaknya ke dalam serangkaian pengembaraan batin dan pemikiran pada “kekayaan” yang dimiliki Indonesia meliputi; sumber daya alam (SDA), keragaman etnis, suku, ras, bahasa dan budaya, adat istiadat, agama dan nilai-nilai kearifan yang terkandung di dalamnya. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Anugerah kekayaan alam yang luar biasa melimpah dan beraneka ragam jenisnya, selayaknya wajib disyukuri, dijaga dan tentunya dipelihara secara terus-menerus dari “tangan-tangan jahil” dan tidak bertanggung jawab, yang hanya mau mengeruk-kuras tanpa mempertimbangkan kelestarian dan keselarasan lingkungan. Sebab, manusia tidak dapat hidup tanpa adanya harmoni dan keselarasan terhadap alam dan lingkungannya.

Menyitir perkataan Bung Karno, “Barang siapa ingin mutiara, harus berani terjun di lautan yang dalam.” Ini prinsip kerja keras yang ada pada diri masyarakat Indonesia sejak dulu hingga sekarang. Selayaknya, prinsip agung para pendiri bangsa ini diwariskan kepada generasi muda agar tertanam jiwa kerja keras untuk menjaga dan merawat Indonesia yang kaya ini.

Adapun sembilan poin yang diungkap dalam buku ringan setebal 110 ini ialah, pertama, Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Kedua, Indonesia adalah negara maritim terbesar di dunia. Ketiga, Indonesia adalah negara dengan jumlah suku bangsa terbesar di dunia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Keempat, Indonesia adalah negara berpenduduk Muslim terbanyak saat ini. Kelima, Indonesia adalah negara dengan jumlah bahasa terbanyak kedua di dunia. Keenam, Indonesia adalah negara dengan sumber daya alam terlengkap.

Ketujuh, Indonesia dengan negara keragaman Fauna terbanyak di dunia. Kedelapan, Indonesia adalah negara dengan keragaman hayati laut terbanyak di dunia. Kesembilan, Indonesia adalah negara pertama yang merdeka setelah perang dunia kedua.

Kesembilan fakta menakjubkan tentang Indonesia tersebut bukan hanya diterangkan secara retoris oleh Ghopur dan Rizky, tetapi juga diungkapkan dengan bukti dan data-data konkret. Bahkan, mereka berdua mengemas deskripsi dari sembilan fakta tersebut secara historis. Sehingga membawa pembaca juga memahami sejarah Indonesia dan perkembangannya saat ini. 

Menariknya, buku yang diterbitkan oleh Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) pada Oktober 2017 ini menyisipkan lagu-lagu nasional di setiap akhir sembilan artikel fakta tersebut. Dua penulis buku lagi-lagi berupaya menginternalisasi nilai-nilai kebangsaan Indonesia lewat lagu-lagu tersebut. Sederhana, tetapi memberi pesan dan kesan mendalam di tengah krisis identitas seperti sekarang ini. 

Data buku

Judul: Indonesia Rumah Kita: 9 Fakta yang Perlu Anda Ketahui

Penulis: Abdul Ghopur dan Rizky Afriono

Penerbit: Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB)

Cetakan: I, Oktober 2017

Tebal: xiv + 110 halaman

Peresensi: Fathoni Ahmad

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU, Amalan, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Buka Kelas Jauh, MTs Al-Ikhlas Losari Prakarsai Pendirian Madrasah

Mengambangkan pendidikan ke arah yang lebih baik merupakan tujuan sebuah lembaga pendidikan, baik madrasah maupun sekolah. Program pengembangan pun bisa dalam berbagai bentuk, tak terkecuali dengan membuka kelas jauh. Hal inilah yang dilakukan oleh Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Ikhlas Losari.

MTs yang terletak di Jl Raya Limbangan, Desa Limbangan, Kecamatan Losari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah ini melakukan program pengembangan madrasah dengan membuka kelas jauh di dua desa, yaitu Desa Karangjunti dan Desa Kalibuntu, Losari yang semuanya dibawah naungan Yayasan Al-Ikhlas.

Buka Kelas Jauh, MTs Al-Ikhlas Losari Prakarsai Pendirian Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka Kelas Jauh, MTs Al-Ikhlas Losari Prakarsai Pendirian Madrasah (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka Kelas Jauh, MTs Al-Ikhlas Losari Prakarsai Pendirian Madrasah

Di Desa Karangjunti, MTs Al-Ikhlas yang merupakan madrasah di bawah pengelolaan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) ini membuka kelas jauh pada tahun 1992. Hal ini dilakukan agar lembaga pendidikan Islam di Kecamatan Losari bisa diakses masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Karena MTs Al-Ikhlas merupakan madrasah pertama yang berdiri di Kecamatan Losari sehingga untuk mengambangkan pendidikan madrasah, saat itu kami membutuhkan pengambangan pendidikan Islam di desa-desa lain,” ujar Ahmad Faozi, SPdI, salah satu pengelola MTs Al-Ikhlas kepada penulis.

Setelah berjalan beberapa tahun, Madrasah kelas jauh di Desa Karangjunti akhirnya direlakan oleh MTs Al-Ikhlas untuk membuat yayasan secara mandiri. Hal ini dilakukan karena sarana dan prasarana kelas jauh di desa ini dinilai sudah memadai sehingga akhirnya mendirikan MTs tersendiri dengan nama MTs An-Nur Karangjunti, Kecamatan Losari, Brebes.

Melihat kebutuhan masyarakat dan dunia kerja yang semakin maju, Yayasan An-Nur memandang, bahwa pihaknya sangat perlu mendirikan sekolah kejuruan. Akhirnya diputuskan mendirikan SMK dengan nama SMK An-Nur Losari.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Demikian juga dengan kelas jauh di Desa Kalibuntu, MTs Al-Ikhlas berhasil menarik antusiasme warga desa untuk menyekolahkan anaknya di kelas jauh ini. Murid bertambah banyak, sarana dan prasarana pun berkembang sangat baik sehingga MTs Al-Ikhlas pun harus sudah membuat kelas jauh di Desa Kalibuntu ini untuk dijadikan yayasan secara mandiri. Sebab itulah, kelas jauh ini akhirnya resmi mendirikan MTs dengan nama MTs Nurul Huda Kalibuntu.

Satu visi dengan MTs An-Nur Karangjunti, MTs Nurul Huda juga mengembangkan pendidikannya dengan membuka SMK bernama SMK Nurul Huda Losari. Senada dengan MTs An-Nur, warga Desa Kalibuntu membutuhkan lembaga pendidikan dimana anak-anaknya mendapat keterampilan untuk menatap dunia kerja dan dunia usaha.

“Jujur, secara kuantitas, justru murid di MTs An-Nur dan MTs Nurul Huda jumlahnya lebih banyak dibanding MTs Al-Ikhlas sebagai pemrakarsa. Begitu juga dengan pendirian SMK, Yayasan Al-Ikhlas malah lebih belakangan dibanding mereka. Namun demikian, antusiasme warga di sini cukup tinggi,” ungkap Faozi.

Sejarah singkat MTs Al-Ikhlas Losari

Desa Limbangan merupakan salah satu daerah di pesisir pantai utara, selain Desa Prapag Kidul, Prapag Lor, Karang Dempel, dan Pengabean. MTs Al-Ikhlas merupakan madrasah pertama yang didirikan di Kecamatan Losari atas swadaya masyarakat pada tahun 1984 sehingga warga dari empat desa tersebut mempunyai tempat untuk menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan Islam. Bahkan hingga sekarang, MTs Al-Ikhlas masih menjadi pilihan utama warga setempat.

Karena lahir dari swadaya masyarakat, madrasah ini juga terus berusaha membantu masyarakat agar anak-anaknya tidak terbebani dengan biaya madrasah. Selain itu, madrasah ini juga tidak terlepas dengan tradisi dan budaya lokal. Pendidikan agama pun terarah agar peserta didik mampu menyesuaikan diri dengan amaliyah-amaliyah keagamaan yang telah mengakar di masyarakat. Sampai saat ini, MTs Al-Ikhlas telah mencetak 27 angkatan.?

Madrasah berprestasi

Sejak berdiri 31 tahun lalu, MTs Al-Ikhlas terus berusaha mencetak generasi-generasi berkualitas secara pengetahuan dan akhlak. Menurut penuturan Ahmad Faozi, tahun 2015, MTs Al-Ikhlas berhasil meraih juara pertama dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat pelajar Kabupaten Brebes.

Selain itu, Gerakan Pramuka MTs Al-Ikhlas Losari juga dipercaya oleh Pengurus Cabang LP Ma’arif NU untuk mewakili Kabupaten Brebes dalam Perkemahan Gabungan Ma’arif Nasional (Pergamanas) tahun 2014 di Pondok Pesantren Kempek Palimanan Cirebon.

Untuk terus meningkatkan prestasi dan menggali potensi peserta didik, MTs Al-Ikhlas membuka ekstrakurikuler, seperti Pencak Silat, organisasi pelajar Nahdlatul Ulama, Pramuka, Paskibra, PMR, Qiro’atul Qur’an, Kelompok Ilmiah Remaja (KIR), dan berbagai keterampilan lain untuk melestarikan budaya lokal, seperti Tari Topeng Losari. (Fathoni)? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, Meme Islam, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 12 November 2017

Menag Bagikan 20.056 KIP Santri pada Malam Puncak Hari Santri

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Malam puncak peringatan Hari Santri yang akan diselenggarakan Kementerian Agama pada 22 Oktober 2017 di Lapangan Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, akan dimeriahkan pembacaan shalawat bertajuk “Malam Shalawat Kebangsaan Hari Santri 2017”.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin bersama ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah dan sekitarnya bakal memadati lokasi tersebut. 

Menag Bagikan 20.056 KIP Santri pada Malam Puncak Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Bagikan 20.056 KIP Santri pada Malam Puncak Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Bagikan 20.056 KIP Santri pada Malam Puncak Hari Santri

“Habib Lutfi bin Yahya, Habib Umar Muthahhar, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, serta para kiai dan pondok pesantren juga akan hadir pada Malam Shalawat Kebangsaan Hari Santri,” terang Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Ahmad Zayadi di Jakarta, Jumat (19/10) dalam sebuah rilis.

Selain bershalawat bersama, lanjut Zayadi, Menag juga akan menyerahkan 20.056 Kartu Indonesia Pintar (KIP) santri. Secara simbolis, KIP ini akan diserahkan kepada lima perwakilan santri,” sambungnya.

“Menteri Agama juga akan memberikan penghargaan kepada Muhammad Abdul Faqih,  santri Pondok Pesantren al-Munawwir yang berhasil meraih juara III ajang Musabaqah Hifdzil Quran tingkat Internasional di Arab Saudi,” tutur Zayadi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menag Lukman bersama Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin juga akan meresmikan dimulainya hitungan mundur (countdown) pelaksanaan Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) tahun 2017. 

“MQK ke-VI ini akan diselenggarakan pada 29 November hingga 7 Desember di Pondok Pesantren Roudlatul Mubtadiin Balekambang, Jepara,” paparnya.

Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015 yang menetapkan Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri. Sejak saat itu, tanggal 22 Oktober diperingati sebagai Hari Santri. Tema peringatan tahun ini adalah “Wajah Pesantren Wajah Indonesia”. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain shalawat dan pembagian KIP santri, sebelumnya acara tahunan ini dimeriahkan dengan pencatatan rekor pada Museum Rekor Indonesia (MURI) tentang pembuatan Komik Terpanjang. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 24 Oktober 2017

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj dalam pengajian mingguan tasawuf di Kantor PBNU, Senin (4/2) malam, menyatakan, batin manusia memiliki tujuh keadaan. Di hadapan sedikitnya 30 hadirin, ia menjelaskan tujuh keadaan batin dengan saksama.

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said Jelaskan Tujuh Keadaan Batin

Pertama, bashiroh. Ia merupakan lapisan terluar batin manusia. Bashiroh adalah mata hati anak manusia dalam memandang sebuah persoalan. Dengan itu, manusia dapat menilai baik-buruk sebuah kenyataan yang tengah dihadapi, kata Kang Said, panggilan akrab KH Said Aqil Siroj.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sementara kedua, dlomir. Ia  adalah kehendak moral seseorang yang terbentuk di bawah kendali hati. Mereka yang memiliki dlomir, akan berbuat baik melalui tuntunan dan bimbingan hati,” tambah Kang Said yang sesekali menjelaskan di papan tulis tersedia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kang Said lalu menyebutkan yang ketiga; fu’ad. Fu’ad adalah sebuah pertimbangan hati yang menjatuhkan vonis bagi tindakan manusia. Menurut Kang Said, vonis hati itu tidak pernah berdusta. Hati akan berkata, “Kamu salah. Atau, kamu benar.”

Keempat, zauq. Zauq merupakan sebuah intuisi perasaan manusia. Ketajaman perasaan tersebut sangat bergantung pada sejauh mana ketajaman fu’ad, imbuh Kang Said.

Kelima, Asror. Menurut Kang Said, dengan asror manusia memiliki ketepatan-ketepatan sebuah prediksi gaib. Kang Said kerap mengambil peristiwa pengarahan Umar bin Khattab RA. saat berkhutbah terhadap pasukan muslim di lain lokasi. Meski begitu, pasukan tersebut mendengar pengarahan Umar RA.

Untuk itu, manusia perlu menempa dan menggembleng batinnya untuk tetap fokus pada Allah. Inilah riyadlah, unsur keenam bagi keadaan batin seseorang. Itulah pentingnya sebuah tarekat, menurut Kang Said. Kehadiran sebuah tarekat ialah membimbing batin manusia agar tidak jatuh pada karomah yang mengelabui.

Sementara ketujuh, lathifah. Lathifah adalah kelembutan sebuah hati dalam memandang kenyataan apa pun. Mereka yang berhati lathif, memiliki rasa cinta yang tinggi. Dari cinta itu, mereka memandang dengan cinta dan belas kasih segalanya, baik maupun buruk, tutup Kang Said.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 11 Oktober 2017

Muslimat NU Kudus Sekolahkan Anak Asuh Hingga Perguruan Tinggi

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Panti Asuhan Darul Hadlonah yang dikelola PC Muslimat NU Kudus, Jawa Tengah, berusaha mengentaskan anak yatim dari kebodohan dan keterbelakangan. Di samping sebagai anak asuh, para yatim juga disekolahkan mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi.

Ketua PC Muslimat NU Kudus Hj Chumaidah menjelaskan, pihak panti asuhan selalu berusaha memberi perhatian dengan cara mengasuh dan mendidik anak yatim supaya menjadi pribadi muslim atau muslimah yang berakhlakul karimah dan memiliki kemandirian.

Muslimat NU Kudus Sekolahkan Anak Asuh Hingga Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kudus Sekolahkan Anak Asuh Hingga Perguruan Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kudus Sekolahkan Anak Asuh Hingga Perguruan Tinggi

"Mereka kita sekolahkan mulai tingkat dasar sampai kuliah di perguruan Tinggi. Bahkan kemarin ada yang sudah lulus dan diwisuda pada PT di Kudus. Upaya ini mencetak mereka sebagai generasi anak yang berkualitas cerdas, pintar dan mandiri,” katanya usai menerima kunjungan PT Pos Indonesia di Panti Asuhan Darul Hadhonah, Jl Pramuka Kudus, Ahad (12/1)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada tahun ini, jelas Hj Chumaidah, panti asuhan mengasuh 42 anak dari berbagai daerah di Jawa tengah dan Jawa Timur. Selain bersekolah, para anak asuh diberi bekal berbagai ketrampilan, seperti menyablon, membuat usaha roti, dan Bordir.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kita juga membimbing amalan-amalan Aswaja seperti shalat jamaah, tahlilan, baca al-Barzanji, mengaji dan amalan ubudiyah lainnya pada malam hari,” terang Chumaidah yang didampingi pengasuh panti asuhan, H Syafi’i.

Panti Asuhan yang berdiri pada tahun 1981 ini mengalami kemajuan yang pesat. Gedung panti asuhan dibangun cukup megah dengan dua lantai dan masing-masing untuk ruangan kantor dan asrama.

“Kita berjuang keras untuk kemajuan panti asuhan, tidak hanya bangunan fisiknya melainkan juga mengasuh anak yatim dengan cara yang baik,” ujarnya.

Untuk menciptakan suasana nyaman bagi anak, pihaknya mendorong kepada para pengasuh bisa berperan menjadi orang tua yakni memperhatikan, mengasuh dan mendidik.

“Kita juga membangun pikiran anak-anak supaya mempunyai cita-cita masa depan,” imbuh Chumaidah yang juga seorang daiah ini.

Hingga saat ini, Panti Asuhan Darul Hadlonah sudah banyak melahirkan alumni-alumni yang sukses berkecimpung sesuai kompetensi dan kemampuannya. “Meskipun sudah mentas dari panti, para alumni didampingi dan diarahkan terkait masalah pekerjaan,” tandas Chumaidah.

Di akhir perbincangannya, Chumaidah merasa bangga dan bersyukur atas perjuangan Muslimat membesarkan anak-anak Yatim. Termasuk juga kepercayaan masyarakat yang telah memberi perhatian dan membantu keberlangsungan panti asuhan ini.

Saat menerima kunjungan PT Pos Indonesia ahad (12/1) kemarin, Panti Asuhan darul Hadhonah menerima santunan uang tunai sebesar Rp 10 juta. Penyerahan dilakukan oleh kepala PT Pos Perwakilan Kudus kepada Hj Chumaidah yang didampingi sejumlah anak yatim dan pengasuh Panti Asuhan Darul Hadhonah (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Budaya, Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 29 Agustus 2017

Sekjen PBNU Ajak Syechermania Baca 1 Miliar Shalawat Nariyah

Surakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) H A Helmy Faishal Zaini mengajak ribuan Syechermania, sebutan untuk pencinta Habib Syech, berpartisipasi dalam agenda pembacaan satu miliar Shalawat Nariyah guna memperingati Hari Santri Nasional. Shalawat Nariyah akan dibaca serentak pada Sabtu malam, 21 Oktober 2017.

Sekjen PBNU Ajak Syechermania Baca 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBNU Ajak Syechermania Baca 1 Miliar Shalawat Nariyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBNU Ajak Syechermania Baca 1 Miliar Shalawat Nariyah

"Bulan ini (Oktober) bulan keramat karena 22 oktober kita akan memperingati hari santri. PBNU membuat rangkaian acara salah satunya pembacaan satu miliar shalawat nariyah," ujarnya saat hadir dalam acara shalawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir dalam rangka memperingati hari santri di Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (14/10) malam.

Satu miliar, lanjutnya ini sudah dibagi habis ke seluruh jajaran pengurus NU dari Sabang sampai Merauke. Ia menambahkan, PBNU membuat sistem per paket di mana satu paket 4444 kali baca.

"Bapak/ibu bisa ikut di masjid-masjid, majelis shalawat, struktur NU mulai ranting, cabang dan wilayah. Bisa juga baca di rumah masing-masing Sabtu (21/10) bada isya, target kita satu miliar," imbuh Helmy.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara Habib Syech mengatakan, tahun lalu di Banjarmasin ia memimpin pembacaan Shalawat Nariyah saat acara shalawatan. "Saya pimpin sendiri masing-masing jamaah 10 kali baca Shalawat Nariyah waktu itu karena ribuan yang hadir," tutur Pemimpin Majelis Ahbabul Mushtofa ini.

Ribuan jamaah membanjiri lokasi Solo Bershalawat di depan Balai Kota Surakarta. Lantunan syiir dan shalawat bergema, mulai dari “Kisah Sang Rasul”, “Demi Waktu”, hingga “Padang Bulan” disenandungkan, tidak ketinggalan “Ya Lal Wathon” dan “Syiir Nahdlatul Ulama”. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi