Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Februari 2018

Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Pengasuh Pondok Pesantren Sabilur Rosyad Malang, KH Marzuki Mustamar menyampaikan, calon bayi yang dikandung oleh ibu dari sang ayah tentu akan berbeda kualitasnya dengan orang tuanya. Karena itu jangan sampai para orang tua mengurangi kualitas calon bayi tersebut.

“Agar kualitasnya tidak berkurang, marilah kita menjaga makanan kita dari hal-hal yang syubhat apalagi haram. Bibit yang bagus dengan perawatan yang baik insyaallah akan menjadi baik,” demikian disampaikan KH Marzuki Mustamar dalam satu acara resepsi pernikahan Agus Habibullah dan Ning Aminah di Malang, Ahad (28/2) kemarin.

Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Begini Cara Menjaga “Kualitas” Calon Bayi Kita

Wakil Rais Syuriyah PWNU Jawa Timur itu melanjutkan taushiyahnya. Setelah menjaga diri dari hal-hal yang syubhat, para calon orang tua juga harus memilih “bibit” yang baik atau pasangan yang baik agar kebaikan itu bisa menjadi penuh seutuhnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Lalu setelah anak terlahir ke dunia, para orang tua harus menyiapkan lingkungan yang baik untuk menjadi tempat berkembangnya akhlak.

Salah satu cara menyiapkan lingkungan yang baik yang disarankan oleh KH Marzuki adalah memondokkan atau memasukkan anak ke pondok pesantren. Di pondok pesantren, anak-anak akan berada di lingkungan yang paling baik.

“Di sana seorang anak akan dididik dengan guru-guru yang ikhlas dan tanpa pamrih. Semuanya juga muslim dan shalih,” demikian KH Marzuki Musytamar. (Abu Husam/Anam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen, Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 15 Januari 2018

Ingin Tahu Kealiman Kiai Sahal, Baca “Thariqatul Hushul”

Jakarata, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh dikenal sebagai ulama yang memiliki dedikasi tinggi di bidang keilmuan. Kealiman Kiai Sahal di antaranya tercermin dari karya-karya ilmiah yang dihasilkan.

Ingin Tahu Kealiman Kiai Sahal, Baca “Thariqatul Hushul” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Tahu Kealiman Kiai Sahal, Baca “Thariqatul Hushul” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Tahu Kealiman Kiai Sahal, Baca “Thariqatul Hushul”

“Kita kehilangan tokoh, kiai yang alim. Kalau kita ingin tahu kealimannya, kita baca Thariqatul Hushul, syarah (penjelasan) Ghayatul Wushul karangan Abu Zakariyya al-Anshari, sehingga kita lebih mudah memahaminya,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Jumat (24/1).

Ghayatul Wushul yang merupakan kitab ushul fiqih karya ulama Syafiiyyah abad ke-9 H itu sebenarnya adalah syarah atas kitab Lubbul Ushul. Sehingga Thariqatul Hushul yang ditulis Kiai Sahal lebih tepat disebut hasyiyah (ulasan terhadap syarah) atas kitab Ghayatul Wushul.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam pengantar karyanya ini, Kiai Sahal bercerita bahwa sekitar tahun 1380 H (1961 M), ia diminta rekan-rekannya sesama santri untuk mengajarkan kitab Ghoyatul Wushul. Waktu itu Kiai Sahal sedang belajar di Pesantren Sarang, Jawa Tengah.

Saat meminta izin kepada gurunya, Kiai Zubair bin Dahlan (ayah KH Maimun Zubair), ia tak hanya diberikan izin melainkan juga ijazah (sambungan sanad keilmuan). Kiai Sahal yang ketika itu berusia sekitar 24 tahun menuliskan banyak catatan penjelasan tentang isi kitab Ghayatul Wushul hingga akhirnya menjadi sebuah kitab setebal lebih dari 600 halaman seperti saat ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, mengakui kepakaran Rais Aam PBNU itu. Menurut dia, Kiai Sahal adalah ulama berbobot yang teguh dalam berprinsip.

“Beliau adalah orang yang lurus, bersih, yang laa yakhafu law mata laim, tidak gentar dikritik, tidak gentar dicaci, dan tidak sombong ketika dipuji. Dan beliau selalu (menerapkan pernyataan) qulil haqqa wa law kana murran, katakanlah kebenaran walaupun itu pahit,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, Cerita, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 14 Januari 2018

Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam

Pembaca yang budiman, mahar merupakan salah satu faktor penting dalam akad nikah. Mahar ini biasa juga disebut dengan shadaq atau mas kawin dalam bahasa Indonesia. Untuk mengetahui pengertian dari mahar, kita bisa melihatnya  pada pemaparan Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000), juz IV, halalaman 75:

Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Mas Kawin: Hukum dan Ketentuannya dalam Islam

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya: “Mas kawin ialah harta yang wajib diserahkan oleh suami kepada istri dengan sebab akad nikah.”

Hukum mahar ini ialah wajib, sebagaimana keterangan lanjutan kitab al-Fiqh al-Manjhaji:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya: “Mas kawin hukumnya wajib bagi suami dengan sebab telah sempurnanya akad nikah, dengan kadar harta yang telah ditentukan, seperti 1000 lira Syiria, atau tidak disebutkan, bahkan jika kedua belah pihak sepakat untuk meniadakannya, atau tidak menyebutkannya, maka kesepakatan tersebut batal, dan mas kawin tetap wajib”.

Dalil pensyariatan mahar, bisa kita simak dalam Al-Qur’an Surat An-Nisa ayat 4:

? ? ? ?

Artinya: “Berikanlah maskawin (mahar) kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan.”

Tujuan utama dari kewajiban pemberian mahar ini ialah untuk menunjukkan kesungguhan (shidq) niat suami untuk menikahi istri dan menempatkannya pada derajat yang mulia. Dengan mewajibkan mahar ini, Islam menunjukkan bahwa wanita merupakan makhluk yang patut dihargai dan punya hak untuk memiliki harta.

(Baca: Bolehkah Seorang Wali Menentukan Besaran Mahar?)Selanjutnya, apakah mahar ini perlu disebutkan dalam akad nikah, atau tidak, bisa kita temukan jawabannya dalam Syekh Muhammad bin Qasim dalam Fathul Qarib (Surabaya: Kharisma, 2000), hal. 234:

 [? ? ? ?] ? [?] … [? ? ?] ? ? ? ? [? ?]

Artinya: “Disunnahkan menyebutkan mahar dalam akad nikah… meskipun jika tidak disebutkan dalam akad, nikah tetap sah.”

Lebih lanjut dalam kitab Fathul Qarib dijelaskan bahwa tidak ada nilai minimal dan maksimal dalam mahar. Ketentuan dalam mahar ini ialah segala apa pun yang sah dijadikan sebagai alat tukar. Entah berupa barang ataupun jasa, sah dijadikan mas kawin. Tapi mahar disunnah tidak kurang dari 10 dirham dan tidak lebih dari 500 dirham. Satu dirham setara dengan 2,975 gram emas.

Dengan demikian bisa kita pahami bahwa tidak ada ketentuan minimum tentang mahar, bahkan dalam sebuah hadits Rasulullah pernah menyatakan bahwa sebentuk cincin terbuat dari besi pun bisa menjadi mahar. Dalam keterangan yang lain Rasulullah juga menyinggung bahwa sebaik-baik perempuan adalah yang paling murah maharnya. Hal ini menunjukkan bahwa mahar bukanlah tujuan utama sebuah pernikahan, dan standarisasi nominalnya disesuaikan dengan kondisi masing-masing pihak.

(Baca: Berapa Batas Minimal Mahar?)

(Baca: Mahar Perkawinan Terjangkau, Angka Jomblo Berkurang)Meski demikian, dalam redaksi Fathul Qarib di atas disebutkan bahwa sebaiknya mahar tidak kurang dari 10 dirham, karena harga di bawah itu dianggap terlalu murah bagi seorang perempuan, dan tidak lebih dari 500 dirham, karena jika lebih dari itu akan menunjukkan kearoganan masing-masing pihak.

Dari redaksi di atas juga bisa kita pahami bahwa mahar tidak melulu berupa benda yang berharga seperti emas, uang, atau lainnya. Mahar bisa juga berbentuk jasa, seperti jasa mengajari bacaan Al-Qur’an, dan jasa lainnya.

Demikian, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bish shawab.

(Muhammad Ibnu Sahroji)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 12 Januari 2018

Ansor-Polsek Bersama Layani Masyarakat

Semarang. Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Spanduk bertuliskan “Mari Kita Cegah Bersama; Narkoba, Miras, Perjudian dan Curanmor” terpasang memanjang di plataran tembok pintu masuk Terminal Terboyo Semarang. Spanduk imbauan ini dipasang oleh Gerakan Pemuda Ansor Genuk bersama Polsek Genuk, Rabu (5/6).

Kapolsek Genuk Kompol Hendry Yulianto mengatakan, kerja sama tersebut dimaksudkan untuk menjalin kebersamaan dan kepedulian untuk bersama-sama bergandeng tangan turut serta mencegah tindak kriminial pencurian montor dan memberantas penyakit masyarakat seperi narkoba, miras dan perjudian.

Ansor-Polsek Bersama Layani Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor-Polsek Bersama Layani Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor-Polsek Bersama Layani Masyarakat

Spanduk tersebut beragam macam tulisan. Selain yang tersebut di atas,  ada lagi tulisan “Miras: Menghancurkan Generasi Muda”, “Curanmor: Mari Kita Cegah Bersama”. Dana spanduk diperoleh dari iuran anggota Ansor dan Banser serta Polsek Genuk.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sepatutnya Kepolisian memberikan apresiasi kepada Ansor atas kepedulian terhadap masyarakat. Sebagaimana Kepolisian juga memiliki tugas pokok, hal ini sesuai dengan Undang-Undang RI No 2 Tahun 2013 dalam pasal 13 yakni; Memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, Meneggakan Hukum dan Memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat,” tutur Hendry

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kegiatan kerja sama ini dipasang spanduk di 18 titik di wilayah Genuk yang dihadiri langsung oleh Ketua GP Ansor Genuk Muhammad Sodri dan jajaran pengurus Ansor dan Banser, sedangkan dari Polsek Genuk Kapolsek Genuk Kompol Hendry Yulianto dan beberapa rombongan seperti Kanit Reskrim AKP Suyono dan Kanit Lantas Polsek Genuk AKP Suyadi.

Menurut Muhammad Sodri, kerja sama Ansor dan Polsek Genuk sudah berlangsung lama dan dalam kegiatan ini sebagai bentuk wujud kepedulian terhadap fenomena perilaku menyimpang masyarakat seperti minuman keras, narkoba maupun perjudian yang sepatutnya kita berantas bersama. 

Bagi masyarakat yang mengetahui dan mendapati perilaku tersebut bisa menghubungi Polsek Genuk ke nomor telpon (024) 6581470 dan Ansor Genuk (024) 70284579.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Lukni Maulana

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Budaya, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 05 Desember 2017

Konjen RI di Macau Sambut Baik Hadirnya Para Dai

Sore hari (4/6) pukul 17:30 selepas mengisi kajian di acara Pondok Ramadhan (Ponram) di Masjid Macau, saya bersama Ustad Syarif, ditemani Bu Indah dan Bu Tri melanjutkan ke gedung Caritas Mong Ha Activity Center lantai 3 untuk acara buka puasa bersama Indonesia Migrant Workers Union (IMWU), Jaringan Buruh Migran Indonesia (JBMI), Laskar BMI, Macau.

?

Buka puasa ini dihadiri langsung oleh Bapak Tri Tharyat selaku Konsulat Jenderal RI yang baru saja sampai dari Hong kong menggunakan kapal ferry.

Konjen RI di Macau Sambut Baik Hadirnya Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)
Konjen RI di Macau Sambut Baik Hadirnya Para Dai (Sumber Gambar : Nu Online)

Konjen RI di Macau Sambut Baik Hadirnya Para Dai

Beliau amat senang dengan kehadiran para dai yang mengisi Ramadhan di sini. Beliau berpesan agar bisa mengembalikan kepercayaan diri warga Indonesia di sini serta membawa kesejukan dan kedamaian. Sebab iklim perpolitikan yang agak memanas dan menimbulkan perbedaan pendapat di Indonesia beberapa waktu lalu, diakui sedikit banyak berdampak pula ke sini.

?

“Tolong ustadz ajak masyarakat kita di sini bersatu, rukun, dan damai kembali," ujar beliau.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Konjen yang juga pernah bertugas di KBRI Kenya dan Perancis serta Utusan Tetap RI untuk PBB di New York ini, berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang lebih baik, ramah dan memuaskan. Jumlah BMI Hong Kong yang mencapai

150 ribuan memiliki masalah yang lebih kompleks ketimbang BMI dan tenaga terampil Macau yang hanya pada kisaran 4700 orang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di hadapan puluhan BMI Macau sebelum buka puasa pada pukul 19:10, Konjen menyamapaikan, walaupun ada tantangan tersendiri berpuasa di negeri orang dan jauh dari keluarga, asal punya niat yang tulus dan baik insyaAllah bisa beribadah dengan optimal di bulan Ramadhan ini.

Beliau juga menyampaikan telah membentuk panitia Ramadhan yang dikepalai oleh Pak Erwin menangani urusan pengiriman ustadz ataupun ustadzah. Ada pula kunjungan ustadzah ke penjara Thailand dan penjara Thogu. Menurutnya saudara kita yang kurang beruntung butuh pula mendapatkan siraman rohani.

?

Tak hanya itu demi membuat suasana ke-Indonesia-an yang lebih baik telah dibentuk pula kepanitiaan Agustusan oleh Pak Andi. Rencananya akan diadakan perlombaan dan pesta rakyat tanggal 30 Juli dan panggung gembira yang akan dilaksanakan pada 13 Agustus.

Usai buka puasa bersama, kami shalat maghrib berjamaah dan bertatap muka serta berdiskusi dengan para aktivis di Makau. Konen langsung pamit menuju Hong Kong bersama Ibu dan rombongan. Di sela pamit beliau berkata, "Titip masyarakat di sini, Ustadz."

Saepuloh, pendakwah, anggota Tim Inti Dakwah dan Media (TIDIM) LDNU yang ditugaskan ke Macau.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 29 November 2017

Santri-santri Raih Cum Laude di PTN Favorit

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hasil evaluasi setahun dan nilai matrikulasi lulusan Ponpes yang mendapatkan beasiswa di sejumlah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) ternyata "mencengangkan" karena banyak di antaranya yang mendapat IPK 4 atau di atas rata-rata mahasiswa hasil SPMB.

"Sebelumnya, kami mengkhawatirkan mereka yang asal pesantren di desa-desa ini akan terseok-seok mensejajari mahasiswa lainnya yang kuliah di PTN, tapi ternyata justru hasil evaluasi dan tes matrikulasi mereka mengejutkan," kata Dirjen Pendidikan Islam Depag, Yahya Umar.

Santri-santri Raih Cum Laude di PTN Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri-santri Raih Cum Laude di PTN Favorit (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri-santri Raih Cum Laude di PTN Favorit

Depag sejak 2005 telah menyalurkan beasiswa bagi siswa lulusan Ponpes ke PTN-PTN, yakni 28 orang ke UIN Jakarta dan 50 orang ke IPB, serta mulai pertengahan tahun 2006 menyeleksi lagi lulusan Ponpes untuk studi di ITS 30 orang, UGM 60 orang dan IAIN Surabaya 40 orang. Mereka diseleksi dan dibiayai APBN Depag sejak awal masuk kuliah hingga lulus.

Kemampuan di atas rata-rata yang ditunjukkan para mahasiswa lulusan pesantren itu, kata Yahya Umar, menandakan lulusan Ponpes pun jika diberi kesempatan akan menjadi anak-anak yang cerdas meskipun hanya orang yang berasal dari pelosok desa, anak tukang becak, petani, buruh atau pekerja "kecil" lainnya.

Ia memberi contoh, Sakibnah Gina dari Ponpes "Darul Arqom", Garut di Fakultas Kedokteran UIN Jakarta yang berada di bawah kontrol UI dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) 4,0, dan lain-lain yang IPK-nya di atas rata-rata. Mereka bahkan tidak saja berprestasi di bidang ilmu dasar tetapi juga di bidang agama.

Di IPB, katanya, para santri itu juga mengalami hal yang sama seperti kasus Yahman Faozi dari Ponpes "Raodjatul Ulum", Pati yang IPK-nya 4,0 dan mengalahkan mahasiswa IPB lainnya yang jumlahnya sekitar 30 ribu orang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sedangkan hasil matrikulasi dari 30 santri di ITS Surabaya selama dua bulan, 12 di antaranya bahkan dimasukkan dalam program yang mempercepat kuliah satu tahun.

"Begitu pula di UGM Yogyakarta yang dari hasil matrikulasinya diketahui mereka memiliki kecerdasan di atas rata-rata, tidak kalah dengan mahasiswa yang berasal dari sekolah umum bahkan yang favorit, meski di pesantrennya pelajaran eksaknya hanya diajarkan oleh guru-guru yang tidak pada bidangnya," katanya.

Ketua Tim Beasiswa Utusan Daerah yang juga Direktur Kerjasama IPB, Dr Ir Hardinsyah, MS menjelaskan bahwa lima peserta pra-universitas yang memiliki nilai baik selama kegiatan berlangsung.

Kelima peserta terbaik itu adalah Saidatul Husnah (Ponpes Darul Ulum, Jombang, Jawa Timur), Hamka Surya Nugraha (Ponpes Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat), Eko Zulkaryanto (Ponpes Nurul Huda, Lampung), Khoirun Ibnu Farid dan Anna Amania Kusnayaini (Ponpes Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jawa Tengah).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Percepat Adaptasi

Rektor IPB Achmad Ansori Matjjik mengatakan mempercepat proses adaptasi di lingkungan perguruan tinggi umum --dari semula suasana belajar khas di Ponpes-- maka dilakukan program pra-universiti bagi mahasiswa baru BUD, termasuk yang berasal dari Ponpes.

"Setelah kita buat pra-universiti hasilnya (ternyata) bagus, mahasiswanya ada yang mampu mendapat nilai 4 untuk semua mata kuliah dasar di Tingkat Persiapan Bersama (TPB), dan itu berarti nilainya A semua. Jadi, mereka memiliki kemampuan, dan itu berarti pendidikan (di Ponpes) tidak jelek, sehingga kenapa harus dipermasalahkan?," katanya.

"Pondok pesantren adalah basis pendidikan di Indonesia sebelum? pendidikan yang katanya modern itu masuk, dan di daerah sudah mendarah daging dan tetap eksis hingga kini, yang justru perlu di-’recognized’," katanya.

Selain itu, kata dia, sistem pendidikan yang ada di Ponpes, sejauh pengalamannya mendatangi kebeberapa pesantren tidak jelek, bahkan ada yang sangat bagus.

Ia memberi contoh saat dirinya ke Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) ternyata di sana sana Ponpes Gontor V, ternyata dalam sehari-hari percakapan yang dipakai selama proses belajar mengajar, selain bahasa Indonesia juga menggunakan bahasa Inggris dan Arab yang bagus. "Setelah melihat itu, mungkin bahasa Inggris saya kalah dengan santri di sana," katanya.

Kondisi yang sama juga ditemuinya pada sejumlah Ponpes di Kabupaten Garut, Jawa Barat. "Apalagi umumnya basis di Ponpes memang suasananya? identik dengan pertanian sehingga harapan kita, para mahasiswa dari Ponpes ini, setelah menyelesaikan studinya di IPB kembali ke daerah dan membangun pertanian dengan sentuhan keilmuan yang telah mereka pelajari," katanya. (ant/mad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 28 November 2017

Harry Pantja Usulkan NU Miliki Stasiun Televisi

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Mantan Host TV sebuah acara Dunia Lain Harry Pantja mengusulkan Nahdlatul Ulama (NU) memiliki stasiun televisi khusus atau NUTv untuk kepentingan penyebaran informasi dan dakwah.

Harry Pantja Usulkan NU Miliki Stasiun Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)
Harry Pantja Usulkan NU Miliki Stasiun Televisi (Sumber Gambar : Nu Online)

Harry Pantja Usulkan NU Miliki Stasiun Televisi

“Ide NUTv ini sebagai masukan kepada Nahdlatul Ulama. NU bisa mengawalinya dengan  membuat internet TV maupun TV lokal terlebih dahulu,” katanya dalam acara Workshop TV Production yang diselenggarakan PT Ummat Power sebagai  rangkaian kegiatan Pasar Rakyat PBNU ,Sabtu (4/7) di Kantor NU Jl Pramuka 20 Kudus.

Untuk mewujudkan hal ini, menurut Pantja, harus mendapat dukungan semua kalangan termasuk lembaga perguruan tinggi NU untuk mencetak sumber daya manusia yang mampu menguasai ilmu komunikasi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Dari sini, NU perlu memiliki perguruan tinggi Fakultas  komunikasi guna mencetak SDM dalam bidang ini,” tambahnya seraya menyebut Universitas Nahdlatul Ulama di Cirebon telah merintis fakultas komunikasi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada masa mendatang, ujar Pantja, dunia televisi di Indonesia tidak akan lagi didominasi televisi nasional melainkan dibutuhkan kehadiran televisi lokal di setiap daerah. “Televisi lokal akan memiliki peran yang sangat penting dan NU bisa mengambil peran meminta jatah waktu siaran, terangnya.

Dalam acara workshop yang diikuti puluhan remaja dan kader NU ini, Harry Pantja memberikan bekal ilmu pengelolaan production House (PH). Dikatakan, peluang membuat PH sangat terbuka lantaran televisi tidak sekadar menjadi media penyampai informasi semata.

"Ada sisi bisnis dan entertainment yang tidak bisa dipisahkan dari sini. Dari sisi inilah peluang yang bisa diambil PH, katanya. 

Sebelum Harry Pantja, peserta workshop diberi kiat-kiat menjadi wirausahawan sukses oleh tim Ummat Power. Acara berlangsung mulai pagi hingga jelang buka puasa. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 22 November 2017

Rahasia Keistimewaan Shalawat di Antara Perintah Allah yang Lain

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Pengasuh Majelis Ta’lim Al-Hikam Cinta Indonesia,Manado, Sulawesi Utara Habib Muhsin Bilfaqih mengatakan, Shalawat Nariyah adalah salah satu shalawat terbesar yang tidak luput diamalkan para auliya dan ulama sedunia.?

“Jangan heran jika Shalawat Nariyah menjadi bagian amaliyah yang tak terpisahkan bagi hampir seluruh pesantrn dan majelis-majelis talim, khuss di Indonesia, Brunei dan Malaysia,” kata habib yang memiliki cabang majelis ta’lim di Indonesia, Brunei, Malaysia, dan Singapura ini beberapa waktu lalu.?

Rahasia Keistimewaan Shalawat di Antara Perintah Allah yang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Keistimewaan Shalawat di Antara Perintah Allah yang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Keistimewaan Shalawat di Antara Perintah Allah yang Lain

Lebih lanjut ia mengatakan, kandungan dasar dari seluruh ibadah maupun muamalah semua bersumber dari shalawat. Hal itu jika berangkat dari pengertian bahwa shalawat sebagai sumpah dan baiat hamba kepada Khaliq untuk mempraktikkan kesetiannya kepada perintah dan larangan Allah melalui Nabi Muhammad SAW.

“Artinya ketika kita menyatakan shalawat dengan kalimat ‘Allahumma shalli alaa sayyidina Muhammad wa alaa ali sayyidana Muhammad,’ ini membawa pengertian untuk mentaati ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad,” jelas Mustasyar PCNU Manado ini.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Nah, lanjutnya, taat pada ajaran Nabi Muhammad dapat diterjemahkan bahwa seluruh ibadah, baik wajib maupun sunat, sepanjang itu ajaran Allah via Nabi Muhammad, maka kita wajib laksanakan.

“Itulah sebabnya, shalawat adalah tolok ukur utama serta faktor pertama yang merupakan dasar dan fondasi dalam rangka menunjukkan sikap bakti kita kepada Rasulullah saw,” pungkasnya.?

Kemuliaan shalawat juga ia tunjukkan dengan menjelaskan, tidak ada ayat satu pun dalam Al-Quran yang menyuruh umat Islam shalat dengan asumsi karena Allah juga shalat. Tidak ada satu ayat pun dalam Al-Quran yang memerintah kita untuk berzakat dengan alasan karena Allah juga berzakat.

Bahkan, semua kewajiban dalam hal-hal yang sifatnya fardhu, tidak ada satu ayat pun yang mengatakan bahwa Allah sudah mempraktekkan, tetapi hanya ada satu-satunya ayat, ketika Allah menyuruh melaksanakannya, Allah telah duluan melakukannya. itu adalah shalawat.

"Innallaha wa malaikatahu yushalluna alan-nabi,....ya ayyuhalladzina amanuu shallu alaihi wa sallimu taslima....” (Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Cerita, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 05 November 2017

Pangdam VII Wirabuan Minta NU Sulsel Perangi Radikalisme

Makassar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersilaturahim bersama Pangdam VII Wirabuana Mayjen TNI Agus Surya Bakti, Selasa (15/12) di Ruang Tamu Pangdam, Makassar, Sulawesi Selatan.

Pangdam VII Wirabuan Minta NU Sulsel Perangi Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Pangdam VII Wirabuan Minta NU Sulsel Perangi Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Pangdam VII Wirabuan Minta NU Sulsel Perangi Radikalisme

Tampak hadir mendampingi Ketua PWNU Sulsel Prof Iskandar Idy, Katib Syuriyah Dr KH Ruslan, Sekretaris Prof Arfin Hamid, Rektor UIM/Ketua LPTNU Dr Majdah M Zain, Wakil Ketua Dr Abd Rahim Mas P Sanjata, Wakil Katib Syuriyah, Dr KH Muammar Bakry, dan Ketua PW IPNU Sulsel Andy.

Ketua PWNU Sulsel, Iskandar Idy dihadapan Mayjen TNI Agus Surya Bakti memaparkan sejarah dan paham keagamaan Nahdlatul Ulama khususnya di Sulawesi Selatan. "Nahdlatul Ulama yang dikenal sebagai organisasi keagamaan moderat memiliki tugas membumikan nilai-nilai Islam yang Ahlusunnah wal Jamaah.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam beragama, tambah Iskandar, NU memahami, umat Islam Indonesia adalah orang Indonesia yang beragama Islam, bukan orang Islam yang tinggal di Indonesia, sehingga corak pemahaman agamanya menghargai budaya dan tradisi masyarakat Indonesia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kemudian Mayjen TNI Agus Surya Bakti dalam sambutannya merasa bersyukur kedatangan PWNU Sulawesi Selatan. “Semoga sinergitas antar-ormas keagamaan, khususnya NU dan Kodam VII Wirabuana mampu melahirkan ide dan gagasan untuk masyarakat Sulawesi Selatan,” ujarnya.

"Saat ini Indonesia tidak lagi menghadapi peran fisik, melainkan peran sosial, peran ekonomi, dan peran non fisik. Terkait peran non fisik ini, Sulawesi Selatan digempur dengan pemahaman radikalisme, sehingga NU sebagai salah satu pendiri Bangsa Indonesia, saya harap untuk bersama membangun Sulawesi Selatan bebas dari radikalisme, terutama para generasi muda kita,” tambahnya. (Andy Muhammad Idris/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Sholawat, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menag: Beda Pendapat, Gus Dur Tetap Jaga Silaturahmi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Menteri Agama RI H Lukman Hakim Saifuddin mengimbau masyarakat untuk meneladani Gus Dur dalam menyikapi perbedaan pendapat. Menurut Lukman, Gus Dur merupakan salah seorang sosok bijaksana di zaman ini yang patut diteladani.

Demikian disampaikan Lukman Hakim di hadapan ribuan jamaah yang menghadiri peringatan Haul Gus Dur Ke-7 di Kompleks Pesantren Ciganjur, Jakarta Selatan, Jumat (23/12) malam.

Menag: Beda Pendapat, Gus Dur Tetap Jaga Silaturahmi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Beda Pendapat, Gus Dur Tetap Jaga Silaturahmi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Beda Pendapat, Gus Dur Tetap Jaga Silaturahmi

Gus Dur dikenal sering berseberangan dengan siapapun. Dalam hidupnya, Gus Dur pernah berseberangan pendapat dengan para politisi. Tidak hanya itu, Gus Dur bahkan pernah berseberangan pendapat dengan tajam dengan para kiai NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Gus Dur dalam keseharian senang silaturahmi. Meski berbeda pendapat, Gus Dur tetap menjaga akhlak terhadap siapapun orangnya termasuk mereka yang berbeda pendapat dengannya. Ini kebesaran hati Gus Dur,” kata Lukman Hakim.

Perilaku bijaksana ini semakin relevan dengan kondisi kekinian umat Islam. Menurut Lukman, umat Islam perlu meneladani Gus Dur dalam menyikapi perbedaan pendapat bahkan pandangan keagamaan yang belakangan ini menyita banyak perhatian publik dan juga umat Islam. (Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 29 Oktober 2017

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kementerian Agama RI melalui Direktorat Pendidikan Agama Islam (PAI) menggelar Pentas Keterampilan dan Seni PAI pada 9-14 Oktober 2017. Penyelenggaraan Pentas PAI yang ke-8 ini mengambil tempat di Provinsi Aceh dengan mengangkat tema Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan. 

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin menyatakan, tema yang diangkat kali dalam Pentas PAI menunjukkan bahwa identitas keberagaman bangsa Indonesia harus terus dijaga dengan memupuk paham keagamaan yang menghargai terhadap sesama.

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Pentas PAI, Kemenag Rawat Keberagaman dan Mantapkan Keberagamaan

“Karena dengan beragama yang kuat, manusia bisa merawat keberagaman,” ujar Kamaruddin dalam jumpa pers, Jumat (6/10) di Kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng, Jakarta Pusat.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar ini mengharapkan, sejumlah cabang keterampilan dan seni yang dilombakan dalam Pentas PAI mampu memperkuat sisi spiritual sekaligus sisi sosial anak didik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Direktur Pendidikan Agama Islam Imam Safei menerangkan, merawat keberagaman dan memantapkan keberagamaan anak didik adalah tanggung jawab bersama. Hal ini berangkat dari kesadaran menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

“Semakin mantap dan tinggi kualitas keagamaan, maka akan terwujud kehidupan harmonis dalam masyarakat yang majemuk,” jelas Imam Safei dalam kesempatan yang sama.

Pentas PAI ini akan diikuti oleh sekitar 1.200 siswa yang berasal dari SD, SMP, SMA, dan SMK dari 34 provinsi yang akan berkompetisi merebutkan prestasi tertinggi di bidang Pendidikan Agama Islam.

Kegiatan yang akan dibuka langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin ini melombakan sejumlah bidang yaitu Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Lomba Pidato PAI, Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ), Lomba Cerdas Cermat PAI, Lomba Kaligrafi Islam, Lomba Nasyid, Lomba Debat PAI, dan Lomba Kreasi Busana. (Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Ubudiyah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 09 Oktober 2017

Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Wilayah Muslimat NU Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan Konferensi Wilayah di Asrama Haji, Jl. Ringroad Utara. Konferwil bertema “Optimalisasi Produktivitas dan Kinerja Muslimat NU Membangun Bangsa yang Mandiri dan Berprestasi” tersebut berlangsung Sabtu-Ahad (22-23/8).

Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Fokus Bangkitkan Peran Perempuan

Ketua VI Pengurus Pusat Muslimat NU Wardani membuka kegiatan tersebut. Dalam sambutannya mengatakan, capaian Muslimat NU selama ini dan ke depan, paling tidak, tiga fokus utama yang harus dibidik.

“Yang menjadi fokus Muslimat NU dalam membangkitkan peran perempuan itu ada tiga. Yakni dalam bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi,” tutur ketua yang membidangi Litbang PP Muslimat NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Wardani menambahkan, itu sesuai dengan rencana strategis (renstra) yang dibahas dalam rakernas tahun 2014. Capaian tiap lima tahun dalam renstra itu adalah sejak tahun 2006-2011, Muslimat NU berencana mewujudkan perempuan Indonesia sehat dan religius. Tahun 2011-2016 berkualitas dan religius. Tahun 2016-2021, sejahtera dan religius. Sementara 2021-2026 mandiri dan religius.

Ketua Tanfidziyah PW NU DIY Prof Rohmat Wahab mengatak, Muslimat secara gerak bisa melebihi PWNU. “Muslimat ini sebagi ibu yang memberikan pendidikan generasi bangsa,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tidak sedikit kegiatan-kegiatan Muslimat memberikan pencerahan dan membantu membangun bangsa. “Orang yang tidak pragmatis, sangat idealis dan sangat visioner datanglah ke muslimat nu DIY,” ungkapnya.

Konferwil Muslimat DIY juga dihadiri Perwakilan dari kemenag, H Zainal Abidin, Gubernur DIY diwakili Iswantoro, KH Malik Madani, KH Asyhari Abta, Perwakilan PW Fatayat, Perwakilan PW IPPNU, pengurus Badan Kerja Organisasi Wanita (BKOW) DIY dan pengurus Muslimat baik tingkat Wilayah, Cabang maupun Ranting. (suhendra/abdullah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Nahdlatul Ulama, Tokoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 27 September 2017

Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menyambut datangnya bulan Maulud Nabi di tahun 1435 H ini, Pengurus Takmir Masjid Agung Surakarta memeriahkannya dengan menggelar berbagai kegiatan. Menurut Pengurus Masjid Agung Solo, Saiful Hadi, kegiatan sudah dimulai sejak awal pekan lalu (6/1) dan puncaknya akan digelar saat diadakan Grebeg Maulud, Senin (13/1) mendatang.

“Pada malam hari ini, diadakan Pengajian Jamuro (Jamaah Muji Rosul) Surakarta, mengawali kegiatan yang akan berlangsung selama 1 minggu ke depan,” terang Saiful saat memberikan sambutan acara pada pengajian Jamuro, beberapa waktu lalu (6/1).

Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Maulid Nabi di Masjid Agung Solo

Setelah itu, menurutnya akan diadakan berbagai rangkaian kegiatan, yang dalam hal ini juga melibatkan Keraton Surakarta.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Juga ada acara Festival hadrah, lomba dakwah, muazin, tilawah, hafalan, dan kaligrafi yang diikuti oleh anak-anak usia 10-20 tahun.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tak hanya itu, di Masjid kebanggaan warga Kota Solo ini, selama bulan Maulud ini, juga diadakan pengajian dan pembacaan kitab maulid Al-Barzanji, yang dilaksakan setiap bakda Isya.(ajie najmuddin/mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan, Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 22 Juli 2017

Kenalkan NU Sejak Dini dengan Lomba Mewarnai

Bondowoso, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam rangka menyemarakkan datangnya bulan Muharram 1439 Hijriah, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Jambesari Darus Sholah menggelar lomba mewarnai lambang NU untuk siswa taman kanak-kanak atau raudlatul athfal (TK/RA) sekecamatan setempat.

Perlombaan tersebut berlangsung di Aula Balai Desa Jambe Anom, Kecamatan Jambesari Darus Sholah, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Rabu (27/9).

Kenalkan NU Sejak Dini dengan Lomba Mewarnai (Sumber Gambar : Nu Online)
Kenalkan NU Sejak Dini dengan Lomba Mewarnai (Sumber Gambar : Nu Online)

Kenalkan NU Sejak Dini dengan Lomba Mewarnai

Ketua MWCNU Kecamatan Jambesari Darus Sholah Abdul Mufid menjelaskan, kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya mendidik generasi Islam sejak dini agar mengenal tahun baru Islam yang biasa dikenal dengan kalender hijriah.

"Kegiatan ini juga untuk mengenalkan sejak dini kepada anak-anak kepada NU," tambahnya.

Melalui peringatan hari besar ini, anak-anak diharapkan bisa mengenang peristiwa-peristiwa penting yang terjadi beberapa ratus tahun silam sejak Nabi Adam sampai dengan Nabi Muhammad, yang terjadi pada 10 Muharram.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain lomba, MWCNU Jambersari Darus Sholah juga menggelar agenda tahunan santunan anak yatim. Satunan kepada kaum duafa ini dilaksanakan MWCNU setempat tiap 10 Muharram tiba.

"Malam Sabtu nantinya akan di gelar istighotsah dan santunan anak yatim sebanyak 100 anak yatim serta pelantikan pengurus ranting MWCNU dan insyaallah Bapak Bupati Bondowoso hadir," ucapnya. (Ade Nurwahyudi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 21 Februari 2017

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Lampung harus bertekad kuat untuk senantiasa menumbuhkan pengusaha baru dari para santri dan mahasiswa NU yang ada di Lampung, sehingga jika itu bisa dilakukan, maka para santri dan mahasiswa dapat berkontribusi untuk kesejahteraan.

Demikian disampaikan oleh Ketua PWNU Lampung KH RM Soleh Bajuri dalam Tabligh Akbar Ahad, (1/3) lalu di Bandar Lampung bersama KH Maman Imanulhaq Pengasuh Ponpes Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat.

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri

Sementara itu, KH Maman Imanulhaq memberi motivasi kepada para santri dan mahasiswa untuk menjadi wirausaha yang tangguh karena pendiri-pendiri NU terdahulu KH Hasyim Ashari, KH Abdul Wahab Chasbullah dan lainnya adalah pengusaha dan berwirausaha.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Maka dari itu santri dan mahasiswa saat ini harus mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru yang kreatif dan inovatif,” ujar Kang Maman, sapaan akrabnya.

Hadir dalam acara ini Aryanto Munawar Sekertaris PWNU Lampung, Sekjend PP PG Ansor Dr Muhammad Aqil Irham, Habib Umar Bin Mukhdor Al Hadad, dan Herman HN, Wali Kota Bandar Lampung.

H Karim, Ketua HIPSI Lampung mengatakan, lahirnya HIPSI Lampung dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan santri, mahasiswa dan mengokohkan ekonomi ditubuh NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saya berharap dengan adanya HIPSI yang telah ada di Lampung dapat melahirkan pengusaha besar di Keluarga Besar NU Lampung,” harapnya. (Rudi Santoso/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Cerita,Attijani Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 09 Februari 2017

Dan Amin Rais pun Melantik Megawati

Menjelang detik-detik akhir dilengserkan dari kursi presiden, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tetap tenang menghadapi guncangan politik yang dilakukan Ketua MPR RI Amin Rais cs. Bahkan guru bangsa ini dengan santai ingin melihat prosesi pelantikan Megawati menjadi presiden menggantikannya.

Menurut cerita mantan asisten pribadi Gus Dur, H Aris Junaidi, pada waktu itu tidak ada seorangpun yang berani mendekati Gus Dur, termasuk keluarganya sendiri.

“Ris, hidupkan televisi aku mau lihat mbak Mega dilantik jadi presiden oleh Mas Amin,” kata Gus Dur kepada Aris secara tiba-tiba.

Tentu saja permintaan Gus Dur ini menimbulkan kebingungan dan ketegangan Aris dan pengawal presiden. Keduanya bingung antara menuruti kemauan maupun mengabaikan permintaan, karena khawatir Gus Dur bisa jatuh sakit atau shock setelah melihat pelantikan Megawati.

Dan Amin Rais pun Melantik Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)
Dan Amin Rais pun Melantik Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)

Dan Amin Rais pun Melantik Megawati

“Maaf Gus, televisinya rusak,” jawab Aris memberi alasan supaya Gus Dur tak jadi nonton.

“Kamu itu..! ? Aku ini kau anggap bodoh apa? Setelah dengar pelantikan terus kejet-kejet (stroke) terus mati begitu?” sahut Gus Dur. ? “Sedangkal itu kamu memahami kekuasaan. Aku itu lebih getun (menyesal)...! lanjut Gus Dur.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Getun apa Pak Dur?” tanya Aris menyela.

“Aku itu lebih getun compact disc (CD) berisi Beethoven Simponi? 1-9 koleksiku hilang diambil Munir (pembantu Istana). Tadi aku cek hilang tiga biji,” kata Gus Dur. (Qomarul Adib/Anam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, AlaSantri, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 20 Desember 2016

PAC Ansor Sindangkerta Adakan PKD Angkatan Pertama

Bandung Barat, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus PAC GP Ansor Sindangkerta melibatkan sebanyak sebelas ranting GP Ansor di kecamatan Sindangkerta dalam Pelatihan Kader Dasar (PKD), Sabtu (29/11). Kegiatan yang berlangsung hingga Ahad (30/11) malam ini merupakan bagian dari gerakan utama PCNU Bandung Barat dalam memasukkan jamaah ke dalam struktur NU.

PAC Ansor Sindangkerta Adakan PKD Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC Ansor Sindangkerta Adakan PKD Angkatan Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC Ansor Sindangkerta Adakan PKD Angkatan Pertama

Ketua GP Ansor Sindangkerta Dida A Maulana mengapresiasi animo masyarakat dari setiap ranting desa untuk mengikuti kegiatan PKD ini. Di mana jumlah peserta yang hadir dalam kegiatan itu melebihi jumlah yang ditargetkan.

"Saya kaget dengan banyaknya peserta yang hadir. Namun ini menjadi kebanggaan karena menandakan betapa besarnya animo masyarakat untuk bergabung di Ansor," ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia pun menegaskan pentingnya para pemuda dan santri untuk bergabung di Ansor. Selain sebagai organisasi pemuda Islam yang sudah lama berdiri, GP Ansor merupakan wadah pengawalan yang mendukung kedaulatan NKRI.

“Ansor memiliki sejarah panjang dalam membela kedaulatan tanah air dari masa ke masa.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, pengurus NU Bandung Barat KH Hilman Farid mengamanahkan semua peserta yang hadir agar tetap istiqomah setelah bergabung di Ansor. Karena pemimpin NU kelak akan sulit dimunculkan apabila tidak dikader melalui banom-banomnya.

"Inilah salah satu pijakan untuk membesarkan NU," ujarnya di hadapan para peserta. (Rifqi Iyall/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Santri, RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 29 April 2016

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Bandung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung berupaya mencegah kontaminasi ideologi kalangan remaja Ahlussunah wal-Jamaah yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi.

Upaya itu dibungkus dengan pesantren kila (Sanlat) dan bimbingan belajar (bimbel) pasca-Ujian Nasional (BPUN) 2013 di Gedung PCNU Kota bandung Jl. Yuda no.03, Kebon Kalapa, Kota Bandung, Ahad (5/5) dimulai pukul 13.00 WIB.

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Ketua pelaksana, Ujang Miftahudin, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya membantu generasi muda dalam melanjutkan ke jenjang perkuliahan dan juga sebagai upaya untuk menjegah kontaminasi ideologi yang dewasa ini terjadi di kalangan remaja, “Seperti dalam temanya, “Subbanul yaum rijalul ghod”, pemuda hari ini adalah generasi penerus masa yang akan datang,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak, menegaskan, Dengan ideologi Ahlussunnah wal-Jama’ah diharapkan dapat membackup generasi muda sebagai penerus bangsa untuk meminimalisir gerakan-gerakan konfrontatif yang mencoreng agama Islam.

Dengan Kegiatan ini, GP Ansor Kota Bandung berupaya untuk merealisasikan slogan, Almuhaafadhoh ‘alal qodiim ash-shaalih wal ahdu bil jadiidil ashlah, (menjaga nilai-nilai lama yang baik dan membuat inovasi yang lebih baik) dengan gerakan realistis dan relevan sehingga dapat diterima hal layak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kegiatan yang berjalan sebulan dan gratis tersebut disambut baik peserta yang datang dari berbagai sekolah menengah atas, “Agenda ini sangat baik dan sangat membantu bagi saya untuk belajar dalam menuju jenjang perkuliahan, selain mendapatkan pengetahuan umum, saya mendapatkan pengetahuan agama. Alangkah lebih baik untuk tetap dipertahankan” ujar Ahmad Rusmana, salah seorang peserta BPUN.

Kegiatan tersebut dihadiri Ustadz Wahyu Afif Al-Ghofiqi, perwakilan dari PCNU Kota Bandung yang juga Dewan Penasihat PC GP Ansor Kota Bandung. Dari PW GP Ansor Jawa Barat diwakili Johan Jauhari Anwar, sekaligus Manager Provinsi BPUN 2013. Kemudian dari Manager Pusat diwakili Muhammad Sofyan Fauzi, yang juga Supervisor dari Yayasan Mata Air.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pertandingan, Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 05 Februari 2016

Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Di Indonesia terdapat enam agama yang diakui oleh negara, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Masing-masing agama tentu memiliki istilah keagamaan yang sifatnya spesifik. Untuk menghindari kesalahan pemaknaan terhadap istilah-istilah keagamaan tersebut Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan LKK) membuat sebuah Kamus Istilah Keagamaan (KIK).

KIK pada dasarnya merupakan sebuah buku besar yang memuat entri pilihan yang disusun secara alfabetik menyangkut aspek keyakinan, hukum, etika, moral, dan sosial kemasyarakatan yang dipraktekkan dalam agama di Indonesia, khususnya Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.?

Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama

Dalam laporan yang disusun Puslitbang LKK (2015), penyusunan KIK bertujuan melindungi keyakinan umat beragama dari kekeliruan dalam memahami ajaran agama dan lebih mendorong terwujudnya kerukunan antar umat beragama di Indonesia.?

Puslitbang LKK berharap kehadiran KIK diharapkan dapat, pertama menghindarkan kesalahpahaman atau salah pengertian masyarakat terhadap istilah keagamaan setiap agama. Kedua, memperkuat jalinan persaudaraan dan perekat kerukunan antara umat beragama. Ketiga, mendidik masyarakat untuk menghargai adanya perbedaan dalam hal keyakinan beragama, dan keempat sebagai bahan rujukan dalam penulisan buku, baik buku pelajaran pada lembaga-lembaga pendidikan maupun buku bacaan umum.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Proses penyusunan KIK yang berlangsung selama empat tahun ini, berhasil menyelesaikan sebuah produk yang memuat 9.134 entri meliputi peristilahan dalam agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu dengan berketebalan 623 halaman, yang bisa dimanfaatkan sebagai rujukan akedemik dan umum pemeluk agama di Indonesia. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, AlaNu, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 07 Agustus 2014

Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Ketua PP GP Ansor, H Syaikhul Islam menyatakan, Kongres GP Ansor XV yang akan diadakan di pondok pesantren Pandanaran, Yogyakarta pada 25-27 November 2015 mendatang, dapat melahirkan sosok pemimpin yang bisa mengayomi seluruh kader Ansor di mana pun berada.

"Ketua GP Ansor harus paham seluk beluk Ansor. Karena periode sekarang merupakan periode emas. Jadi, ketua GP Ansor nanti harus melanjutkan pondasi yang sudah ditanamkan oleh Nusron Wahid dan jangan sampai putus di tengah jalan," tegas Gus Syaikhul sapaan akrab H Syaikhul Islam saat dikonfirmasi via ponselnya, Ahad (8/11).

Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Syaikhul: Ketua Baru Harus Jadi Pengayom

Putra pemangkau pondok pesantren Bumi Sholawat Sidoarjo ini menegaskan, sosok Ketua GP Ansor merupakan sosok pengayom yang bisa diterima semua pihak. Karena Ansor ini majemuk. Dirinya juga meminta kepada ketua terpilih, agar tidak terpengaruh oleh kepentingan tertentu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Saya berpesan untuk Kongres nanti, tunjukkan bahwa Ansor ini organisasi kader. Sehingga tidak bisa dibeli dan ditunggangi kepentingan tertentu," ucap Gus Syaikhul yang juga anggota DPR RI Komisi VII membidangi energi, sumber daya mineral, ristek dan dikti. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Cerita, Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi