Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2018

Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Maroko KH. Tosari Wijaya melakukan kunjungan silaturahim dengan pelajar NU di Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Sabtu (17/1) di RM Ayam Bawangan Desa Tamansari Kecamatan Dringu Kabupaten Probolinggo.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Pengasuh Pesantren Zahrotul Islam Desa Tegalrejo Kecamatan Dringu Kiai Muslim Abdul Qodir, Pembina PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Sofia, Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Lika Kurniawati didampingi Sekretaris Luluk Ma’rifah dan Bendahara Ika Vita Nur Jannah sert Ketua PC IPNU Kota Kraksaan Masrur Ghazali.

Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Dubes Maroko Motivasi Pelajar NU Probolinggo

Dalam kesempatan tersebut, mantan Ketua Pimpinan Pusat (PP) IPNU ini banyak bercerita tentang pengalaman hidupnya hingga dipercaya menjadi Dubes Indonesia untuk Maroko. Kiai Tosari Wijaya juga banyak memberikan motivasi kepada para pelajar NU agar terus berjuang dengan ikhlas dan tidak mudah menyerah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“IPNU-IPPNU itu adalah calon penerus berlangsungnya kepengurusan NU dan calon pemimpin bangsa di masa depan. Oleh karena itu, IPNU-IPPNU harus bisa merangkul para santri di dunia pesantren,” ungkapnya.

Mantan Sekretaris PC IPNU Kota Kraksaan ini juga meminta supaya para kader IPNU-IPPNU bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Para kader juga harus menguasai tiga bahasa internasional. Yakni, bahasa Arab, Inggris dan Perancis. Sebab ketiga bahasa tersebut sudah dipakai oleh lebih dari 50 negara di dunia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Mudah-mudahan dari pertemuan ini para kader IPNU-IPPNU bisa lebih bersemangat dalam menjalankan roda organisasi dan berjuang untuk kemajuan NU. Jangan pernah minder. Buktikan, meskipun orang desa kita mampu meraih kesuksesan bersama NU,” tegasnya.

Sementara Pembina PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Sofia mengatakan bahwa rencana pertemuan dengan mantan Ketua PC IPNU Malang pada saat kuliah dulu ini bermula para saat dirinya menjabat Ketua PC IPNU Kabupaten Probolinggo periode 2012-2014. Namun hal tersebut baru terealisasi pada waktu kepengurusan periode 2014-2016 dibawah nahkoda Lika Kurniawati.

“Saya hanya sebagai penyambung komunikasi saja. Sebab rencana pertemuan ini sudah terjalin pada waktu kami masih memimpin PC IPPNU Kabupaten Probolinggo. Selain silaturahim, pertemuan ini bertujuan untuk mendapatkan motivasi dari beliau yang awalnya hanya berasal dari desa, tetapi mampu sukses karena berjuang dengan ikhlas di NU,” pungkasnya.

Setelah purna dari Ketua PP IPNU jelas Sofia, Kiai Tosari mulai aktif di dunia politik hingga akhirnya dipercaya menjadi Dubes Indonesia di Maroko. Kebetulan waktu pulang ke Probolinggo bisa melakukan silaturahim dengan para kader IPNU-IPPNU.

“Semoga pertemuan ini mampu memberikan motivasi kepada para kader IPNU-IPPNU agar lebih ikhlas berjuang membesarkan organisasi untuk kemaslahatan Nahdliyin, terutama pelajar NU di Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib) ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 09 Februari 2018

Dari Sejarah Wayang, Gus Mus Jelaskan Hakikat Dakwah

Rembang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Mengenai prinsip dan etika dakwah yang ramah dan beradab, KH Ahmad Mustofa Bisri mengutip simbolisasi yang ada di dunia pewayangan. Jamak diketahui, wayang adalah di antara seni budaya lokal yang digunakan Walisongo untuk media dakwah.

Meski ceritanya dari Mahabharata, wayang mampu dielaborasi oleh para Wali dengan memasukan banyak nilai-nilai kebijaksanaan Islam.

Dari Sejarah Wayang, Gus Mus Jelaskan Hakikat Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dari Sejarah Wayang, Gus Mus Jelaskan Hakikat Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dari Sejarah Wayang, Gus Mus Jelaskan Hakikat Dakwah

Di antaranya, kisah konflik antara Pandawa dan Kurawa. Jika dipahami dengan jernih, sebenarnya Pandawa dan Kurawa bukan simbol untuk menggambarkan secara berlawanan antara golongan yang baik dan buruk.

"Dari sudut pandang kemanusiaan, Pandawa adalah simbol dari golongan yang telah mencapai kebenaran, atau dalam istilah tasawuf, mereka sudah wushul ila al-Khaqq. Sedangkan Kurawa menyimbolkan golongan yang masih berproses atau mencari, bergerak dan menuju kebenaran," terang Gus Mus, sapaan akrab KH Ahmad Mustofa Bisri di hadapan rombongan Ekspedisi Islam Nusantara, Jumat (8/4).

Oleh karena itu, lanjut Gus Mus, seburuk-buruknya tindakan dan sikap orang lain yang tampak di mata kita, ia tidak bisa serta-merta dianggap musuh yang harus diperangi. Tetapi sebenarnya ia masih berpotensi untuk menjadi baik. Ia masih berproses dan bergerak mendekati kebaikan.

Gus Mus menguatkan pandangan ini dengan mendasarkannya pada sejarah Islam periode awal. Menurut pengasuh Pesantren Raudlatuh Tholibin Rembang ini, Khalid bin al-Walid semula adalah musuh Islam yang menentukan kemenangan pasukan musyrikin di perang Uhud. Juga Ikrimah bin Abi Jahal, Abi Sufyan, Hindun istri Abi Sufyan, dan Umar bin al-Khatthab. Mereka semula adalah orang-orang "kurawa" yang kemudian berubah menjadi pembela Islam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menjadi tidak mengherankan jika dalam berdakwah dibutuhkan kebesaran jiwa, kesabaran, dan penghargaan yang tinggi terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Rombongan Ekspedisi Islam Nusantara berangkat dari Jakarta untuk keliling Jawa dalam rangka menelusuri jejak-jejak sejarah yang terkait dengan tradisi Islam Nusantara.

Sebelumnya, mereka sempat mengadakan sarasehan bertajuk Dialog Lintas Iman kemudian disambung dengan Deradikalisasi dan Anti Narkoba di pendopo rumah dinas Bupati di jalan Dr. Soetomo Rembang. Hadir saat itu, PCNU Rembang dan tokoh masyarakat dari berbagai kalangan. (Zunus)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah, Kajian, Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 02 Februari 2018

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akan mengadakan Rapat Pleno di Pondok Pesantren Mahasiswa Universitas Sains Al-Quran (UNSIQ) Wonosobo, Jawa Tengah, 6-8 September 2013. Rapat Pleno dihadiri pengurus PBNU lengkap dari jajaran Syuriyah, A’wan dan Tanfidziyah, serta para ketua lembaga, lajnah dan badan otonom.

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal September, PBNU Gelar Rapat Pleno di Wonosobo

Dalam AD/ART NU disebutkan, Rapat Pleno diadakan sekurang-kurangnya 6 (enam) bulan sekali. Rapat Pleno membicarakan pelaksanaan program kerja.

Sekretaris Panitia Rapat Pleno PBNU, H Sulthon Fathoni kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi Rabu (14/8) mengatakan, Rapat Pleno kali ini akan membahas beberapa hal penting, antara lain penataan organisasi, inventarisasi dan pengembangan aset NU, tata laksana kelembagaan, kaderisasi, dan evaluasi program sebagaimana amanat Muktamar NU di Makassar 2010.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rapat juga rencananya akan mematangkan konsep Ahlul Halli wal Aqdi, atau model pemilihan baru Rais Aam dan Ketua Umum PBNU untuk disahkan dalam Muktamar mendatang. Atas berbagai pertimbangan, pada Muktamar 2015 nanti direncanakan pemilihan pucuk pimpinan NU tidak akan dilakukan dengan model pemilihan langsung.

Penulis: A. Khoirul Anam

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah, Pahlawan, Sholawat Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 24 Januari 2018

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU?

Boyolali, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Untuk melengkapi referensi bacaan tentang ke-NUan bagi warga NU, Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Boyolali menerbitkan beberapa buku. Di antara buku yang sudah diterbitkan berjudul Mengapa Harus NU?.

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU? (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU? (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Terbitkan Buku Mengapa Harus NU?

Saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di sela acara bedah buku "Mengapa Harus NU?", Jumat (21/3) lalu di Teras, Ketua LTNNU Boyolali Darsim Ermaya Imam Fajarudin menerangkan, buku ini berisi banyak hal mendasar tentang ke-NUan.

“Dimulai dari apa itu NU? Bagaimana sejarah berdirinya? Apa saja kontribusi NU terhadap agama, bangsa, dan negara?” kata pria yang akrab disapa Imam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Imam, dengan mengetahui hal-hal tersebut warga NU diharapkan semakin memahami bahwa NU itu luar biasa. “Dari sini mereka akan menyadari Mengapa Harus NU?, bukan yang lain,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Buku Mengapa Harus NU ini disusun tim penulis dari NU Boyolali. Mereka adalah Katib Syuriyah PCNU Boyolali Kiai Joko Parwoto, Ketua LTNNU Boyolali Imam Fajarudin, Makmun Nuryanto, dan seorang pengurus cabang NU Boyolali KH Ahmad Charir.

Imam menambahkan, buku setebal 300 halaman ini dapat dipesan langsung ke pengurus LTNNU Boyolali. Hasil dari penjualan buku ini akan dimasukkan ke kas PCNU Boyolali. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Anti Hoax, Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para tokoh, baik dari lingkungan NU maupun non-NU, silih berganti mengunjungi rumah duka keluarga H Slamet Effendy Yusuf di perumahan Citra Grand Cibubur, Kamis (3/12).

Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Tokoh Berikan Penghormatan Terakhir Kepada Slamet Effendy

Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin dan Mantan Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi tiba dalam waktu yang hampir bersamaan untuk memberi penghormatan kepada mendiang Slamet Effendy. Mereka bersalaman dan menyapa satu sama lain.

Kiai Said dan jajaran pengurus PBNU lainnya juga memberikan penghormatan dan menyampaikan  pesan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan menuju Pesantren Tahfidzul Qur’an di Purwakarta Purwakarta, pesantren yang diasuhnya. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejumlah menteri juga hadir seperti Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, Menteri Agraria dan Tata Ruang Fery Mursidan Baldan, dan Kapolda Metro Jaya Tito Karnavian. 

Hadir pula Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, Mantan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad, Fuad Bawazier, dan lainnya. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam pesan di watsapp, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka pukul 12 siang, tetapi dimajukan menjadi sekitar 11.30 mengingat permintaan keluarga di Purwokerta agar pemberangkatan jenazah dipercepat sebagaimana dikatakan oleh Isfah Abidah Aziz, wakil sekjen PBNU yang merupakan mantan staffnya di DPR RI. Akibatnya, beberapa pelayat tidak sempat bertemu dengan jenazah, apalagi jalan Alternatif Cibubur yang padat merayap.

Sebelum pulang, Hidayat Nur Wahid sempat menanyakan soal pelaksanaan tahlil. Ketika dijelaskan bahwa tahlil akan diselenggarakan selama tujuh hari di masjid An Nahdlah PBNU, ia berjanji untuk menyempatkan diri untuk hadir.(Mukafi Niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga

Way Kanan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Nahdlatul Ulama (NU) akan berusia 90 tahun pada 31 Januari 2016. Warga NU Kabupaten Way Kanan, Provinsi Lampung, bersiap merayakan di 14 kecamatan yang ada.

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah NU, Ansor Way Kanan Bekam Gratis 90 Warga

Majelis Wakil Cabang NU (MWCNU) melalui intruksi Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Way Kanan KH Nur Huda akan menggelar serangkaian acara serentak berkaitan dengan amaliah-amaliah Aswaja.

"Sementara masih diinventarisir setiap MWC akan menggelar apa. Adapun Gerakan Pemuda Ansor, sebagai rencana tindak lanjut berlatih bekam, akan menggratiskan warga sejumlah 90 orang untuk hijamah atau mengeluarkan darah kotor secara gratis pada harlah NU," ujar Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Jumat (8/1).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Organisasi pemuda NU di daerah yang dipimpin Pj Bupati Albar Hasan Tanjung ini dalam beberapa kesempatan mengajarkan pengobatan bekam kepada kader. Antara lain di PAC Pakuan Ratu yang juga diikuti kader dari PAC Negeri Agung dan selanjutnya akan diikuti kader PAC Kasui, Rebang Tangkas dan Banjit.

"Rasullullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Hendaklah kalian semua melakukan pengobatan bekam ditengah tengkuk, karena sesungguhnya hal itu merupakan obat dari 72 macam penyakit’. Bekam bagi 90 warga secara gratis tersebut akan digelar PAC Pakuan Ratu yang dipimpin sahabat Bakti Ghozali," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu lagi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

PCNU Way Kanan pada Ahad (10/1) akan menggelar rapat akbar dengan seluruh badan otonom dan lembaga NU setempat di kantor NU, Kampung Tiuh Balak I, Kecamatan Baradatu untuk membahas perayaan Harlah NU. (Disisi Saidi Fatah/Mahbib)

Foto: Kader Gerakan Pemuda Ansor Pakuan Ratu dan Negeri Agung belajar bekam di Klinik Bulan Medical Center Pimpinan dr Yusuf J Mustofa Dok GP Ansor Way Kanan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah, Jadwal Kajian, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 09 Januari 2018

Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PP PSNU) Pagar Nusa akan mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada 27-29 Maret 2015 di Pesantren Az-Zuhri Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.

Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa

Kegiatan yang bakal diikuti Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa se-Indonesia ini mengambil tema “Pencak Silat NU Benteng Utama NKRI dari Ancaman Radikalisme dan Terorisme”.

Demikian informasi yang disampaikan Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa usai rapat koordinasi pelatih Pagar Nusa di kantor NU Kudus, Ahad (15/3) malam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pengurus bidang pencak silat Pagar Nusa Kudus Sunardi menjelaskan, dalam Rapimnas telah diagendakan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain halaqah bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Selain sidang-sidang Rapimnas, acara juga dirangkai Temu Pasukan Inti (Pasti), pelatihan pasti angkatan II Pagar Nusa Jawa Tengah dan Apel Akbar Kesetian terhadap NKRI pendekar Pagarnusa," terangnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Terkait hal itu, kata Sunardi, Pagar Nusa Kudus siap berpartisipasi mengirimkan pasukan inti dan peserta apel akbar pada hari terakhir (29/3) di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.  "Kami akan mengirim ratusan peserta apel dan puluhan pasukan inti sesuai undangan dari PP Pagar Nusa," ujarnya.

Ia menyambut bangga kegiatan seperti ini dilaksanakan di Jawa Tengah. Menurutnya, Rapimnas dan rangkaian kegiatannya sangat bermanfaat untuk kemajuan Pagar Nusa daerah, mempererat tali persaudaraan, dan menambah syiar pencak silat NU.

"Terlebih lagi, temanya mempertegas kembali pencak silat NU sebagai benteng NKRI dari berbagai ancaman. Maka pendekar pagar Nusa Kudus selalu siap menjaga ulama, bangsa dan NKRI dari radikalisme,"tegas Sunardi yang juga pelatih Pagar Nusa ini. (Qomarul Adib/Mahbib)   

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 20 Desember 2017

Selama Ramadhan, Masjid Ini Sajikan Bubur 40 Kg Per Hari

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ada yang kurang apabila melewatkan Ramadhan di Kota Solo tanpa sempat menikmati sajian khas bubur samin di Masjid Baitussalam. Di masjid yang terletak di Kampung Jayengan Serengan Solo ini setiap sore menyediakannya untuk buka puasa.

Selama Ramadhan, Masjid Ini Sajikan Bubur 40 Kg Per Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Selama Ramadhan, Masjid Ini Sajikan Bubur 40 Kg Per Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Selama Ramadhan, Masjid Ini Sajikan Bubur 40 Kg Per Hari

Penikmatnya tidak hanya para jamaah masjid maupun warga sekitar. Bahkan, beberapa pengunjung yang kami temui berasal dari luar daerah. Banyaknya orang yang berminat, membuat mereka terkadang mesti antre terlebih dahulu untuk mendapatkannya.

Udin salah satunya, pria dari Boyolali itu mengaku sengaja datang ke Solo untuk mendapatkan bubur khas Banjar di masjid ini. “Aroma dan rasanya khas, jadi kurang lengkap kalau belum mencicipi bubur samin,” ujarnya, Kamis (17/7)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk memenuhi tingginya permintaan tersebut, pihak pengurus Masjid Darussalam setiap harinya memasak bubur samin sekitar 40 kg per hari. “Namun semakin hari, biasanya jumlahnya semakin turun, seiring permintaan yang juga semakin berkurang,” terang Munawar, salah satu juru masak bubur samin.

Jumlah takaran 40 kg tersebut, nantinya diperuntukkan untuk warga, yang biasanya sudah mengantri sejak waktu ashar. Sisanya, kemudian dibagikan sebagai sajian ta’jil atau makanan berbuka puasa. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 12 Desember 2017

Puisi: Untuk Kiaiku

Untuk Kiaiku

"Kelawan Allah Kang Moho Suci

Kudu rangkulan rino lan wengi"

Syiir yang begitu indah

Puisi: Untuk Kiaiku (Sumber Gambar : Nu Online)
Puisi: Untuk Kiaiku (Sumber Gambar : Nu Online)

Puisi: Untuk Kiaiku

Dari toa masjid reyot

Di belakang gubug kecilku

Kala malam itu

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Diam merenung sunyi

Dalam sepertiga malam

Terbayang lelaki senja

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Yang sangat mencintaiku?

Seperti darah dagingnya sendiri

Oh kiaiku...

Dosakah aku

Ketika dalam sujudku

Tak kucantumkan namamu

Dalam doaku?

Oh kiaiku...

Dosakah aku

Tak pernah sekalipun aku berdoa

Disamping pusaramu

Peristirahatan terakhirmu

Oh kiaiku...

Semoga

Barakah ilmu

Sampai anak cucuku

Barakah akhlaq

Sampai anak cucuku

Al-Fatihah...

Yogyakarta, 19 Februari 2017

Faragus Adam, Kader PMII Ashram Bangsa.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan, Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 16 November 2017

Madrasah Diniyah Kawah Candradimuka Pembentukan Karakter Bangsa

Tegal, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Pengurus Cabang NahdlatulUlama (PCNU) Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, H Akhmad Wasyari mengungkapkan, Madrasah Diniyah (Madin) adalah Kawah Candradimuka dalam pembentukan karakter bangsa.?

Madrasah Diniyah Kawah Candradimuka Pembentukan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Diniyah Kawah Candradimuka Pembentukan Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Diniyah Kawah Candradimuka Pembentukan Karakter Bangsa

"Jika ruang gerak madrasah dipersempit karena pemberlakukan lima hari sekolah, maka Negara tidak berpihak kepada Pembentukan Karakter Bangsa," tegas H Wasyari saat menyampaikan pernyataan sikapnya pada Aksi Tolak Full Day School di depan Taman Rakyat Slawi, Jumat (25/8)

Ia juga mendesak agar pemerintah pusat segera membatalkan kebijakan tersebut. Dia mengungkapkan, warga Kabupaten Tegal juga merupakan bagian dari Bangsa Indonesia. Untuk itu, dia meminta agar Mendikbud mendengarkan aspirasinya dan ditindaklanjuti.

"Muhammadiyah adalah kawan kita, tapi kita juga punya prinsip, rawe-rawe rantas malang-malang putung (artinya, segala sesuatu yang merintangi maksud dan tujuan harus disingkirkan)," kata Wasari.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di sela aksi, H Wasyari yang juga menjabat Sekretaris Dinas Dikbud itu menyampaikan surat pernyataan sikap PCNU Kabupaten Tegal kepada Bupati Tegal Enthus Susmono dalam bentuk besar/ekslusif yang isinya menolak kebijakan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang pemberlakuan lima hari sekolah.

Senada Rois Syuriyah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman juga meminta agar FDS segera dibatalkan. Sebab, kebijakan tersebut dapat mengurangi jam belajar siswa di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) yang dilaksanakan setiap sore.

Padahal, menurut KH Chambali, madrasah Diniyah merupakan pendidikan dasar agama yang penting untuk membekali generasi muda dengan Akhlakul Karimah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Tanpa lestari dan eksisnya madrasah, maka fondasi generasi muda tidak bisa terlaksana. Mari pertahankan MDA. Permendikbud (Nomor 23 Tahun 2017) harus dihapus," tegasnya.?

Aksi tolak Full Day School diikuti 32000 massa yang berasal dari pengurus dan anggota banom dan lembaga NU, muslimat, Fatayat, GP Ansor, PMII, IPNU, IPPNU, LP Maarif, RMI, FKDT dan puluhan ribu warga NU Kabupaten Tegal. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 27 September 2017

Harlah NU di Tahun 1966

Peringatan hari ulang tahun organisasi menjadi marak baik sebagai bentuk konsolidasi maupun unjuk kekuatan dan sebagainya. Menariknya kemudian masing-masing membakukan istilah sendiri-sendiri NU misalnya menggunakan istilah peringatan Hari Lahir disingkat Harlah.

Istilah Harlah ini menjadi trade mark dan identitas ? NU serta segenap organisasi turunannya, Muslimat, Ansor, IPNU, PMII Fatayat dan sebagainya.

Harlah NU di Tahun 1966 (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah NU di Tahun 1966 (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah NU di Tahun 1966

Kemudian PNI menggunakan Istilah Ultah, istilah ini digunakan oleh organisasi onderbow serta tokohnya seperti Ultah Bung Karno, Ultah PDI dan sebagainya. PKI menggunakan istilah HUT. Sementara Masyumi, organisasi Islam modernis serta organisasi organisasi turunannya atau berorientasi sama seperti GPI, HMI termasuk Muhammadiyah dengan segala variannya ? menggunakan istilah Milad.

Harlah NU yang sangat fenomenal adalah Harlah ke-40 yang diselenggarakan pada 31 Januari 1966 di Gelora Bung Karno yang dihadiri oleh ratusan ribu warga nahdliyin dari seluruh Indonesia. Walaupun stadion tidak muat sehingga hadirin tumpah-ruah di jalanan, tetapi ? suasana tetap tertib.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Padahal saat setelah peristiwa G30S-PKI, tidak ada lagi kekuatan besar yang mampu mengomando rakyat, tetapi NU bisa. Saat itu NU menjadi stabilisator keamanan negara paling utama, bersama tentara, karena PKI sudah tidak berdaya, PNI sudah tercerai berai, sementara Masyumi sudah lama mati.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Harlah ini diketuai oleh seniman besar H Djamaluddin Malik dan H. Usmar Ismail, sehingga suasana dramatis dan teatrikal tercipta, sehingga melahirkan asa baru di tengah keputusasaan sosial politik akibat tragedi yang dipicu PKI. Saat itulah NU mengusulkan pembubaran PKI sebagai dalang bencana.?

Hanya NU yang masih mampu mengkomando rakyat dan menjaga ketertiban. Sebagai presiden yang lagi goyah, Bung Karno sangat terkesan oleh kekuatan NU dalam menjaga keamanan Negara. Arena ucapan terima kasih disampaikan kepada Rois Aam NU KH Wahab Chasbullah.

Sebagai rasa terimakasihnya itu ketika KH Saifuddin Zuhri minta tanah, maka Bung Karno memberikan tanah seluas delapan hektar di Tomang Slipi yang hendak digunakan sebagai Islamic Centre-nya NU. Dengan kekuatannya itu pula ketika terjadi pergantian rezim, NU tetap terlibat dalam mengelola negara.

Pelaksanaan Harlah NU dengan menggunakan kalender masihiyah dengan tonggak 31 Januari 1926 sekaligus dikukuhkan dalam istilah "Khittah NU 1926" itu telah diijma’i oleh para muassis NU yang masih hidup saat itu, antara lain KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Sansoeri, KH Asnawi Kudus, KH Maksum Lasem dan lain sebagainya.

Karena bagi mereka menjadi NU adalah menjadi Indonesia, maka tidak masalah menggunakan penanggalan yang sudah mentradisi dalam masyarakat Indonesia, dengan tanpa menghilangkan rasa ? hormat pada ? kalender Hijriyah. Terbukti seluruh peringatan hari besar Islam tetap menggunakan kalender Hijriyah dan kalangan NU lah yang paling aktif dalam menyemarakkan hari-hari besar Islam tersebut. (Abdul Mun’im DZ)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 02 April 2017

Hadapi MEA, PMII Ashram Bangsa Cetak Pemimpin Perempuan

Sleman, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Komunitas Perempuan Syariah dan Hukum (Kapash) Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan.

Hadapi MEA, PMII Ashram Bangsa Cetak Pemimpin Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi MEA, PMII Ashram Bangsa Cetak Pemimpin Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi MEA, PMII Ashram Bangsa Cetak Pemimpin Perempuan

Pelatihan tersebut mengangkat tema "Meningkatkan Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)". Bekerja sama dengan Lingkar Nusantara dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), acara tersebut diikuti oleh puluhan kader perempuan Kapash dan beberapa delegasi dari sejumlah Rayon PMII di UIN Sunan Kalijaga. Acara berlangsung selama dua hari dan bertempat di Wisma Kaliurang KM. 23, Sleman, DI Yogyakarta.

"Memang sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin. Tapi menurut kami, perempuan yang menjadi pemimpin kurang banyak dibanding laki-laki. Seperti halnya dalam anggota DPR, perempuan hanya dikasih kursi 30 persen, tetapi itu tidak digunakan dengan maksimal. Tetap saja hanya laki-laki yang banyak,"  terang Ketua Komunitas Perempuan Syariah dan Hukum, Hanim Yusnia dalam sambutannya, Sabtu (19/12).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ke depan, kata Hanim, perempuan Kapash setidaknya berani berbicara di forum-forum. Ini sebagai langkah awal untuk selanjutnya perempuan benar-benar siap menjadi pemimpin. Jadi, lanjutnya, tidak laki-laki saja yang aktif di forum, perempuan juga.

Lebih jauh, Wiwin memaparkan bahwa peran perempuan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sangat menenentukan dalam hal kemandirian ekonomi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Di dalam konsep Masyarakat Ekonomi ASEAN, ada konsep pemberdayaan ekonomi perempuan untuk meningkatkan lima perempuan di bidang ekonomi, karena dengan begitu maka tingkat kemiskinan akan berkurang, kemudian kemandirian perempuan akan tercipta," papar Wiwin yang pernah menjabat Ketua Rayon PMII Ashram Bangsa masa khidmah 1996-1997.

Oleh karenanya, jelas Wiwin, perempuan harus mempersiapkan dan mengasah segala potensi yang dimiliki. Sehingga keterlibatan perempuan di MEA mampu membawa perubahan ekonomi bangsa yang lebih baik.

Selain Wiwin, hadir juga sebagai pemateri Abdur Rohim dan Gina Lestari dari Rifka Anisa Yogyakrta, dan Listya Endang Artiani, Asisten Ahli Bidang Ekonomi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Acara yang juga melibatkan kader laki-laki Rayon PMII Ashram Bangsa dalam kepesertaannya itu ditutup dengan game-game menarik untuk menambah keakraban satu sama lain. (Acep Muhammad Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah, Berita, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 09 Juni 2015

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para pecinta Gus Dur ramai-ramai menggelar haul tokoh yang sangat dikaguminya ini. Tak hanya di Jakarta, peringatan haul ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga digelar di daerah bahkan di luar negeri. 

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul

Kemarin, Senin (30/12), ratusan pecinta Gus Dur di Karawang, Jawa Barat, menggelar peringatan serupa di gedung Charles Bussines Center, Karawang. 

Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 tersebut dihadiri beberapa tokoh lintas agama seperti Kristen, Konghucu, dan Islam Abangan. Hadir juga perwakilan pesantren, ormas, dan OKP NU setempat. Diawali  tahlil dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama para tokoh lintas agama. Mereka menyampaikan tesmimoni masing-masing tentang jasa-jasa dan perjuangan Gus Dur, terutama bagi kelompok-kelompok minoritas seperti mereka. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara ditutup dengan pemberian cinderamata buku “Bukti-bukti Gus Dur itu Wali” terbitan ReneBook bekerjasama dengan Pondok Pesantren An-Nur Slawi kepada para panelis diskusi. Juga dibagikan doorprise buku tersebut untuk peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari panitia. 

PCINU Turki juga memperingati haul Gus Dur sekaligus seb-i arus Maulana Jalaludin Rumi, yaitu malam dimana Rumi didaulat menjadi pengantin dengan sang kekasih sejatinya Allah anggal 17 Desember 1273 Maulana Jalaludin Rumi meninggal dunia. Dia meminta untuk tidak menangisi kematiannya setelah dia meninggal nanti. Karena Rumi berpikir mati adalah malam pengantin, malam yang penuh kebahagiaan.

Dalam acara yang digelar Ahad (29/12) tersebut dilakukan kajian yang menghadirkan 2 narasumber, Ahmad Faiz Irsyad (rais syuriyah PCINU Turki) dan yang kedua Syafiq Hasyim (rais syuriyah PCINU Jerman).

Dalam kajian ini narasumber menyampaikan berbagai hal tentang kearifan dua tokoh, Rumi dan Gusdur. Dalam semua aspeknya baik humanitas, cinta, toleransi, kosmopolitan. 

Kajian yang disiarkan langsung oleh radio PCINU Turki ini berlangsung menarik terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari pendengar di Indonesia, Turki dan Jerman.

Sementara itu di Malang haul Gus Dur dilaksanakan tidak hanya oleh warga Nahdliyin saja, tapi juga dari berbagai agama, yang diselenggarakan pada Senin (30/12) Hall Kelenteng Eng An Kiong.

Acara dilaksanakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Malang bekerja sama dengan berbagai organisasi yang bergiat di bidang perdamaian seperti Majlis Ahlut Thariqah Al-Mutabarah Annahdliyah (Matan), Committe for Interfaith Tolerance Indonesia (Cinta Indonesia), Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB), dan Gusdurian Muda Kota Malang.

Acara diawali dengan doa, sambutan panitia, apresiasi seni lintas agama, sambutan perwakilan Walikota Malang, barongsai, karawitan, dan teatrikal musik. Tak lama setelah itu, acara utama dilanjutkan yaitu Testimoni tentang Gus Dur dan Perdamaian dari berbagai pemuka agama yang disampaikan oleh Bunsu Anton Priyono dari agama Kong Hu Cu, pemuka agama Hindu, Ida Bagus Bajre, Romo Yudho Asmoro dari Penghayat Kepercayaan, Romo Eko Putranto (Katolik), Pdt. Yohannes Hariono (Kristen), H. M. Syafiq (Islam), Haryono (Buddha), dan Romo Yudho Asmoro (Penghayat Kepercayaan). 

Putri keempat Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, memungkasi acara dengan menyampaikan beberapa semangat perjuangan Gus Dur agar bisa dilanjutkan oleh pemuda dan mahasiswa yang berteguh pikiran dan tindakan untuk menguatkan NKRI.

Ribuan warga Nahdliyin Kota Solo juga memperingati Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ke-4 di kompleks halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Solo, Sabtu (28/12) malam. Acara ini bersamaan dengan diadakannya kegiatan pengajian Rijalul Ansor.

“Acara pengajian Rijalul Ansor, biasanya kita adakan pada pekan ke 3. Kali ini kita barengkan dengan peringatan Haul Gus Dur,” terang Ketua GP Ansor Solo, Muhammad Anwar. (aji najmuddin/diana manzila/agus/hari pebrian/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen, Berita, Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 16 September 2014

Bermula di Zaman Belanda, Mendidik Semua Usia

Awalnya sebuah langgar. Lalu pesantren. Dan tumbuh dalam puluhan lembaga pendidikan formal. Bak kupu-kupu. Begitulah metomorfosis Pondok Pesantren al-Ihya Ulumaddin yang terletak di Desa Kesugihan Kidul, Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin lahir dari semangat sang pendiri, KH Badawi Hanafi, untuk mengembangkan ilmu di tengah situasi pendidikan yang terpuruk akibat penjajahan Belanda. Bermodal langgar duwur (mushala panggung) warisan ayahandanya, Kiai Badawi membangun pesantren sederhana yang terdiri dari beberapa kamar saja, termasuk kamar Kiai Badawi.

Pesantren baru disahkan pemerintah yang berpusat di Banyumas pada 24 November 1925, atau sekitar dua bulan sebelum organisasi Nahdlatul Ulama lahir. Mula-mula, masyarakat mengenalnya sebagai ”Pesantren Kesugihan” hingga berubah nama menjadi ”Pendidikan dan Pengajaran Agama Islam” (PPAI) pada 1961.

Nama ”Pondok Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin” diberikan pengasuh berikutnya, KH Mustolih Badawi, putra Kiai Badawi, pada 1983. Kini, Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin melahirkan Yayasan Badan Amal Kesejahteraan Ittihadul Islamiyah (Yabakii) yang menaungi tak kurang dari 47 lembaga pendidikan formal dari jenjang kanak-kanak sampai perguruan tinggi.

Bermula di Zaman Belanda, Mendidik Semua Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
Bermula di Zaman Belanda, Mendidik Semua Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

Bermula di Zaman Belanda, Mendidik Semua Usia

”Yayasan tetap berada di bawah pesantren. Karena yang melahirkan memang pesantren,” kata KH Chasbulloh Badawi, pemimpin pesantren sekarang.

Seperti pesantren pada umumnya, Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin mendidik para santrinya dengan berbagai disiplin keislaman, seperti gramatika Arab, fiqih, ushul fiqih, tafsir, hadits, akidah, tasawuf, tarekat, dan lain-lain. Dari sekitar 600 santri yang diasramakan (santri mukim), beberapa santri di antaranya secara khusus juga mengikuti program halafalan al-Qur’an (tahfidzul qur’an).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hampir setiap santri mukim merupakan peserta didik madrasah atau sekolah di bawah pengelolaan Yabakii. Namun tidak semua dari mereka menjadi santri mukim. Yabakii merupakan wadah bagi jaringan lembaga pendidikan Pensantren al-Ihya’ Ulumaddin yang meliputi beragam jenis, antara lain, 6 Taman Kanak-kanak, 16 Madrasah Ibtidaiyah, 5 SMP, 6 MTs, 2 SMA, 4 MA, 1 SMK, 4 cabang perguruan tinggi bernama ”Institut Agama Islam Imam Ghozali” (IAIIG).

Menurut Kiai Chasbullah, meski pesantrennya telah merambah ke pendidikan formal, unsur nilai pesantren tak boleh terlewatkan. Komitmen ini berlaku pula untuk IAIIG yang tengah dirintis akan menjadi Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Imam Ghozali.

”Bagaimanapun Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin dan perguruan tinggi adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan. Selain mahir di berbagai bidang pengetahuan, mahasiswa juga mengenal pendidikan dan nilai pesantren,” terangnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pesantren terbesar di Cilacap ini juga mengembangkan dua ajaran tarekat, yakni syadzilyah dan naqsabandiyah. Jamaah tarekat dari bermacam latar belakang menggelar kegiatan rutin setiap malam Jumat Kliwon di lingkungan pesantren. Selain itu, pemimpin pesantren aktif mengasuh pengajian Kliwonan setiap Kliwon menurut perhitungan kalender Jawa. Peserta kegiatan rutin sejak berdirinya pesantren ini berasal dari masyarakat umum, khususnya yang tinggal di Cilacap.

 

Penulis: Mahbib Khoiron

 

Foto: pintu gerbang Pesantren al-Ihya’ Ulumaddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 08 Juni 2014

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kencong, membagikan bunga kepada warga dan pengguna jalan di depan Sekretariat PC IPPNU dan depan Masjid Jami Kencong, Jember, Jawa Timur, Kamis (21/9). 

"Kegiatan ini untuk mengigatkan pengendara dan warga bahwa hari ini adalah tahun baru bagi umat Islam," ungkap Ketua IPPNU Cabang Kencong, Nihayatul Khoiroh.

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Kencong Bagi-bagi Bunga dan Doa Asura

Di samping itu, kegiatan tersebut juga sebagai  sarana bagi para pelajar NU untuk berdakwah.

"Menjadi salah satu cara bagi kami untuk melakukan syiar agama, terutama bagi warga Nahdliyin yang berada di wilayah cabang Nahdlatul Ulama (NU)  dan sekitarnya. Karena di dalam bunga yang kami sertakan tulisan doa-doa Asura," tambah Khoiriyah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, para pengendara yang menerima bunga mengaku senang. Apalagi, bunga itu juga bisa menggambarkan ekspresi kasih sayang antar sesama umat. 

"Karena bunga yang dibagikan  adalah rangkaian kami sendiri. Jadi ini sekaligus melatih kreativitas," jelasnya.

Kegiatan tersebut melibatkan kader IPPNU Kencong dari kepengurusan Pimpinan Ranting, Pimpinan Komisariat, Pimpinan Anak Cabang (PAC)  hingga pengurus Pimpinan Cabang (PC), 

Tahun baru Hijriah merupakan hari bersejarah bagi umat Islam yang menandai peristiwa penting ketika Nabi Muhammad SAW melakukan hijrah dari kota Mekkah ke Madinah. (Khoerus/Kendi Setiawan)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah, Doa, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 21 Desember 2013

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa

Gus, maaf saya lancang menulis surat untuk Anda, saya tahu anda pasti geli membaca surat saya ini, tapi biarlah. Gus, saya tulis surat ini karena sudah gerah dengan hiruk pikuk orang-orang saat ini. Gus, hari-hari ini rakyatmu sedang gundah gulana. Saking galaunya, semua hampir bicara tetang topik yang sama, dan entah kenapa kok saya sudah merasa fokus bahasannya semakin melebar.?

Gus, sebenarnya semua berawal dari dialog seorang, saya enggan membahas apakah ada yang sesuai atau tidak sesuai dengan ucapan beliau, tapi yang pasti, sebagian umat merasa tersinggung, dan mulailah cerita ini berkembang.?

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Dear Gus Dur: Pesan Kerinduan untuk Anak Bangsa

Gus, kalau saja anda masih hidup, tolong ajarkan kami secara langsung bagaimana cara hidup rukun berdampingan, ajarkan kami bagaimana minoritas menghargai mayoritas, dan bagaimana pula mayoritas menghargai minortas. Gus, Anda memang bukan tanpa kekurangan, tapi gaya nyeleneh anda yang kadang membuat suasana lebih cair.?

Saya yakin anda pasti bilang, “Kalau ada yang menistakan agama, hukumlah dia, berilah sanksi yang setimpal dan menjadi pelajaran agar bisa lebih baik, tapi yang bikin kita tergeleng-geleng, mereka yang melakukan korupsi, mereka yang mengambil uang rakyat, menebar bom, menyakiti sesama, dan yang memakan bukan hak-nya adalah yang benar-benar menistakan agama”.?

Saya setuju Gus, kemarin sore saya melihat orang-orang marginal, duduk diantaranya seorang ibu dan anaknya yang sedang berbagi sepotong roti. Lalu apa kabar dengan para koruptor itu Gus, mereka yang membuat kemiskinan di negeri ini semakin mengakar, mereka yang mungkin taat sembahyang, berangkat ke gereja, mendekatkan dahi ke tanah, bersujud di mesjid, dan berangkat ke tempat ibadah, tapi mereka membiarkan korupsi merajalela, dan berbuat seolah tak ada apa-apa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus, semua orang menurut saya sekarang terlalu berani menghujat penguasa, saya tahu kritik itu perlu, tapi bukan kemudian menghina, menjelek-jelekan, atau pun menghujat. Ke mana mereka pada saat zaman Orba. Hanya Anda dan segelintir orang yang berani berhadapan dengan penguasa.?

Saya dengar cerita pedih Anda saat di depak oleh Pasukan Penguasa dan harus duduk di kursi belakang, padahal itu jelas-jelas acara anda dan NU. Tapi itulah anda Gus, ditakuti penguasa saat banyak orang takut dengan penguasa dan memilih tidak berhadapan dengan penguasa.

Gus, coba ceritakan bagaimana situasi saat anda dilengserkan. Apa jadinya jika anda juga melawan orang yang melengserkan anda. Saat itu anda dipaksa turun tahta, tapi anda tidak kemudian membalasnya dengan parlemen jalanan, atau bahkan pasukan berani mati anda yang sudah siap untuk berangkat ke Jakarta. Bukankah itu yang kita sebut Negarawan, lebih merendah untuk kemenangan bangsa dan negara. Tanpa ingin membuat semuanya menjadi gaduh dan berkembang pada hal-hal negatif yang justru berpotensi memecah belah bangsa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus, saya dengar sekarang hampir tiap hari, ratusan bahkan ribuan orang datang ke tempat peristirahatan Anda, untuk sekedar ziarah dan memanjatkan doa. Tapi saya yakin di hati kecil anda bukan itu saja yang anda ingin. Anda ingin mereka semua bisa hidup damai, mereka semua bisa saling menghargai, saling menghormati, saling membantu selayaknya anak bangsa yang telah ditakdirkan menjadi Seorang Indonesia.?

Mereka tetap berpegang teguh pada akidah dan tuntunan agama, tapi juga menjaga adab, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Karena pada dasarnya kita semua telah sepakat dengan dasar negara Pancasila dan tata aturan kebangsaan yang lain.

Gus, Anda mungkin tak akan membalas surat ini, tapi izinkan saya agar seluruh Rakyat Indonesia bisa membaca surat ini. Surat yang dibuat tanpa ada tendensi pada pihak manapun. Surat yang ditulis sebagai bentuk perhatian dan kecintaan dari warga negara terhadap bangsanya. Surat yang ingin menggugah bahwa, berjalan berdampingan, tepo seliro, tenggang rasa adalah bukan sekadar retorika, tapi sungguh sebuah falsafah hidup dan identitas bahwa kita adalah INDONESIA.

(Andi Pamungkas Rahayu)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Warta, Sunnah, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 15 Januari 2012

Lesbumi Tak Sepakat Film Seri “Abad Kejayaan” Dihentikan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia tidak sepakat dengan tuntutan penghentian film seri “Abad Kejayaan” yang ditayangkan di salah satu stasiun televise swasta nasional di Indonesia.

Lesbumi Tak Sepakat Film Seri “Abad Kejayaan” Dihentikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi Tak Sepakat Film Seri “Abad Kejayaan” Dihentikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi Tak Sepakat Film Seri “Abad Kejayaan” Dihentikan

“Kita bisa memahami sikap dan protes pihak tertentu yang merasa keberatan atas beberapa adegan film itu. Namun kalau dihentikan itu berarti menghentikan proses kreatif dan momentum dialog mengenai sejarah dan tokoh-tokoh Islam,” kata Ketua Lesbumi Al-Zastrouw Ngatawi, di kantor PBNU Jakarta, Jum’at (23/1).

Dalam diskusi soal kontroversi film “Abad Kejayaan: Antara Fiksi, Agama, dan Sejarah”, Zastrouw mengatakan, penayangan film “Abad Kejayaan” dapat membangkitkan ghiroh dan spirit keislaman.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk menghindari kesalahpahaman masyarakat, ia mengingatkan pihak stasiun TV yang menyiarkan film besutan Turki itu untuk memberikan penjeasan yang memadai bahwa itu adalah film fiksi yang berlatarbelakang sejarah, bukan film dokumenter yang menjadi rujukan sejarah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Farid Mas’udi dalam diskusi itu mengatakan, film-film berlatarbelakang agama memang sering memicu kontroversi. Namun ia mengingatkan bahwa menyikapi film berbeda dengan membaca teks suci.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Danang Sangga Buana mengatakan, pihaknya telah menerima banyak pengaduan dari masyarakat dan telah memberikan teguran pertama kepada stasiun TV swarta yang menyiarkan film itu.

Seperti diwartakan, film “Abad Kejayaan” itu memicu kontroversi terkait beberapa adegan yang mengeksploitasi wanita dan kehidupan privasi sultan. Setelah mendapatkan kritik dan teguran, film itu yang sebelumnya berjudul “King Suleiman” itu telah berubah judul dengan beberapa perbaikan dan ditayangkan lebih malam. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi