Dua kesebelasan lolos ke final setelah menjalani pertandingan estafet sejak seminggu lalu. Bahkan Nur Iman sempat bermain dua kali dalam sehari. Laga yang sangat menguras stamina tentunya.
| Final Liga Santri, Mencari Siapa Lebih Sabar dan Disiplin? (Sumber Gambar : Nu Online) |
Final Liga Santri, Mencari Siapa Lebih Sabar dan Disiplin?
Sementara Walisongo kemarin di stadion Sultan Agung, Bantul telah menjalani pertandingan berat melawan finalis tahun kemarin Al-Asy’ariyah dengan skor 1-0.?Dua tim sama-sama kelelahan.?
Sementara dari materi pemain, kedua tim relatif seimbang. Di lini belakang sama-sama kuat, tengah, dan depan juga memiliki kualitas hampir sama. Cuma bagian belakang Nur Iman pintar menjebak off side penyerang lawan.?
Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Eko Setiawan, pelatih dari Nur Iman menyebut resepnya bertanding di final adalah tidak menghamburkan tenaga yang tidak perlu. Senada dengan Walisongo, manjernya, Mustawa, mengaku strategi permainannya tidak akan berubah dengan permainan sebelumnya. Timnya fokus mengembalikan stamina.?Siapa yang bersabar menunggu atau menciptakan peluang dan memanfaatkan sebaik-baiknya, dialah yang akan jadi juara. Juga disiplin dan fokus ke permainan.?
Kunci kemenangan Walisongo dari Al-Asya’riyah kemarin adalah mereka disiplin dan sabar. Sementara Nur Iman tampil tergesa. (Abdullah Alawi) ? ?
Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Dari Nu Online: nu.or.idPondok Pesantren An-Nur Slawi Quote, Fragmen, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar