Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi . Meramaikan HUT Aliansi Jurnalis Independen (AJI) ke 21, Gusdurian Lampung menggelar "Riungan Kebangsaan" di lantai tiga gedung B aula pascasarjana, kampus Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya, Lampung, pada Kamis 20 Agustus 2015 mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai. 

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Mau Tahu Potensimu? Hadiri Forum Kebangsaan AJI-Gusdurian Lampung

Berkaitan dengan forum yang akan membahas terkait pandangan agama-agama terhadap masalah lingkungan hidup tersebut, sejumlah surprise disiapkan panitia penyelenggara.

"Tidak hanya ada bingkisan bagi 70 hadirin yang hadir diawal, ada juga dua door prize bagi hadirin yang beruntung untuk mengetahui potensinya," ujar Penjabat Sementara Sekretaris  AJI Bandar Lampung Yoso Wandi Barboy Silaban di Bandar Lampung, Rabu (19/8).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Door prize pertama untuk hadirin yang beruntung, dan yang kedua untuk jurnalis media cetak atau online yang meliput kegiatan "Riungan Kebangsaan" dan tulisannya dinilai panitia paling baik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk diketahui, "Riungan Kebangsaan" ialah kegiatan yang merangkul sejumlah pihak.  Motivator Observer Service Totally (De Most) yang bergerak di jasa analisa sidik jari juga ikut berpartisipasi. Di kota-kota besar seperti Jakarta dan Palembang, analisis finansial dibutuhkan untuk mengetahui bakat dan potensi melalui analisa sidik jari kisaran Rp650 ribu hingga Rp1 juta.

Sejumlah guru di Waykanan termasuk Kepala Sekolah SMAN 1 Baradatu Waykanan Winingsih mengakui jika De Most membuka cakrawala berpikir. Bagi pengajar, motivasi De Most diperlukan. Adapun bagi pelajar, juga demikian.

"Setiap orang punya potensi dan kecerdasan berbeda namun perlu diketahui dengan detail untuk bisa digunakan. Masa depan bukan suatu tempat, namun suatu hal yang direncanakan sejak dini," ujar Direktur Eksekutif De Most Eko Chrismiyanto menjelaskan.

Menurut pakar dermatoglipics itu, pengetahuan masyarakat dan pelajar agar tidak salah menggunakan potensinya sangat diperlukan mengingat salah satu manfaatnya ialah supaya tidak salah memilih kuliah.

"Riungan Kebangsaan" kali ini merupakan energi dan sinergi cinta Gusdurian Lampung, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bandar Lampung, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) atau Masyarakat Jurnalis Lingkungan Hidup, GP Ansor, Justice Peace Integrity of Creation Fransiskanes Santo Georgius Martir (JPIC-FSGM), De Most (Motivasi Sidik Jari), Yayasan Shuffah B lambangan Umpu, Majelis Semaan Al-Quran wa Dzikrul Ghofilin Jantiko Mantab, IBI Darmajaya dan Alumni Sanlat Bimbingan Belajar Pasca Ujian Nasional (BPUN) Waykanan 2015.

"Riungan Kebangsaan merupakan salah satu cara kami menyatakan cinta kepada bangsa dan sesama. Karena itu, selain diskusi, kegiatan donor darah juga diadakan," ujar penggiat Gusdurian Lampung Gatot Arifianto menambahkan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Islam, Pondok Pesantren, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 17 Februari 2018

Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam rangka menyambut hari ulang tahun ke-56, PC Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Daerah Istimewa Yogyakarta mengadakan istighotsah. Acara ini mengangkat tema “Memperkokoh Tradisi Spiritual Gerakan” yang ? akan diselenggerakan di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Ahad (17/4).?

Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, PMII Yogyakarta Angkat Tradisi Spiritual Gerakan

“Acara yang ? diadakan untuk menyambut harlah PMII ke-56 ini bertujuan agar kader PMII tidak melupakan dari mana dia berasal, yakni tradisi para ulama. Sehingga mereka mempunyai tanggung jawab untuk merawat tradisi ulama,” tutur Ketua PC PMII DIY Faizi saat ditemui di Sekretariat, Jumat (15/4).

Dalam acara tersebut akan diisi dengan istighotsah dan sarasehan gerakan. Menurut ketua panitia Aziz Akhari, acara ini diadakan untuk mengimbangi gerakan PMII yang semakin mengindahkan nilai-nilai spiritual.?

“Kami sadar, PMII semakin ke sini gerakannya semakin kehilangan ruh spiritual. Maka dari itu, PMII Yogya berharap dengan diadakannya acara ini dapat mengimbangi gerakan PMII yang kian sekuler,” tandasnya.

Dalam acara istighotsah akan dipimpin oleh Umaruddin Masdar sebagaimana dikonfirmasi pihak panitia. “Istighasah akan diimami oleh Kang Umaruddin Masdar,” ungkap kordinator seksi acara, Ahmad Riadi. “Sedangkan KH Malik Madani akan hadir sebagai penutup acara dan doa,” lanjutnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Setelah istighotsah, acara akan dilanjutkan dengan sarasehan gerakan. Beberapa hal yang akan dibicarakan adalah terkait Nilai Dasar Pergerakan (NDP) dan Paradigma PMII. Akan hadir Otong Abdurrahman (team perumus NDP), Nasta’in (penulis buku Paradigma Menggiring Arus Masyarakat Pinggiran) dan Mustafied ( tim perumus Paradigma Kritis Transformatif). (A. Riyadi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Pondok Pesantren, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

Pesantren Garda Depan Penjaga Keutuhan Bangsa

Makassar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sekretaris Gerakan Pemuda Ansor Kota Makassar, Sulawesi Selatan Ahmad Ahsanul Fadhil menegaskan Pesantren adalah instrumen startegis mencegah radikalisme di Indonesia. Karena Lembaga pendidikan Islam klasik dan tertua di Indonesia tersebut senantiasa mengajarkan Islam ramah.

Pesantren Garda Depan Penjaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Garda Depan Penjaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Garda Depan Penjaga Keutuhan Bangsa

"Pesantren adalah Lembaga yang sangat strategis untuk menebar ajaran Islam rahmatan lil alamin, mencegah munculnya paham radikal yang merongrong kedaulatan NKRI dan menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa," ujar Ahsanul dalam Dialog Kebangsaan yang diselenggarakan oleh PMII STIE Tri Dharma Nusantara bekerjasama dengan IKA-MDIA Bontoala Makassar.

Senada dengan Ahsan, Sekretaris KNPI Kota Makassar, Irwan Ade Saputra mengamini apa disampaikan Ahsan dalam Forum Dialog tersebut. Dia menerangkan, posisi Santri sebagai bagian dari pemuda sangat strategis untuk melakukan gerakan mengawal keutuhan NKRI, dengan pemahaman keagamaan yang ramah.

“Paham Islam tersebut diharapkan mampu memberikan pencerahan terhadap pemuda yang tidak mengenyam pendidikan di Pesantren hingga paham bahwa Agama dan NKRI bukan hal yang harus dipertentangkan,” ungkap Ade dalam diskusi di ruang redaksi Tribun Timur, Ahad (30/10).

Pendiri Sekolah Kebangsaan, Arqam Azikin yang juga hadir sebagai Panelis meminta Pemuda dan Pesantren berbagi peran namun tetap saling mensupport dalam menjaga NKRI.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurutnya, sejarah Pemuda dan Pesantren adalah sejarah yang tak terpisahkan dari Sejarah Bangsa. Keduanya memiliki peran penting dalam memerdekakan Indonesia.

"Saya berani mengatakan andai bukan KH Hasyim Asyari bersama kalangan pesantren lain dan bangsa Indonesia secara umum, maka tidak akan lahir gerakan yang mampu memerdekakan Indonesia,” tegas Arqam. (Rahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Ahlussunnah, Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 18 Januari 2018

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Putri bungsu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Inayah Wulandari menghadiri acara festival? teater Pelajar 2015 di Gor Bulutangkis Djarum Kaliputu Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (21/11). Dalam acara itu, Inayah didaulat menjadi? juri final festival yang diselenggarakan Teater Djarum selama dua hari Sabtu-Ahad (21-22/11).

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Inayah Wahid: Teater Ajarkan Toleransi dengan Sesama

Saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Inayah mengatakan dirinya sangat mengapresiasi kegiatan teater di lingkungan pelajar. Menurutnya, teater adalah kegiatan bagus yang mengajarkan toleransi, empati, memberikan penghormatan, dan penghargaan kepada orang lain.

?

"Teater sebagai media bagus sekali untuk mengampanyekan toleransi, kita tidak main hakim sendiri dan akan bisa menghargai sesama," ujarnya.

?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dikatakan, Indonesia sangat membutuhkan generasi masa depan yang memahami akan toleransi. Dengan bermain teater, meraka akan memainkan peran tokoh-tokoh? di luar komunitasnya? yang ketika sampai pada titik puncaknya akan memahami toleransi dengan baik.

?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Dalam konteks kekinian toleransi menjadi urgen dan harus dikenalkan sejak dini kepada anak-anak. Salah satu media bagus ya teater. Karena kalau sudah main teater, kita tidak akan mempertanyakan latar belakang,? semua akan kerja sama," tandas putri Gus Dur yang biasa disapa Inayah Wahid ini.

?

Ia menuturkan dirinya sangat merasakan manfaatnya aktif di dunia teater pada waktu masih sekolah Menengah Atas (SMA). Ditegaskan, teater mampu menjadi sarana penyaluran ekspresi dan kreasi bagi pelajar.

?

"Melalui teater, anak-anak punya penyaluran yang positif. Mereka pulang sekolah tidak berbuat aneh-aneh, langsung bermain teater," imbuhnya.

Selain menjadi juri, Inayah Wahid juga menjadi pemateri Workshop teater yang menjadi rangkaian acara Fesetival tersebut. Siang harinya, Inayah dijadwalkan bertemu dengan kader-kader NU dalam acara silaturahim di aula Kantor NU Jalan Pramuka Nomor 20 Kudus.

?

Sementara itu,? final festival teater Pelajar ini, menampilkan 3 kelompok teater tingkat SMP diantaranya, Teater satu atap SMP 3 Kudus, Teater Temperatur SMP 1 Mejobo dan Teater PR Mts NU Nahdlatul Athfal. Sedangkan tingkat SMA, 7 kelompok teater yang lolos di final adalah Teater Stif MANU Ibtidaul Falah Dawe, Teater X-Miffa SMKNU Miftahul Falah Dawe, Teater Patas SMA I Bae, Teater Kahanan SMA 1 Mejobo, Studi One SMA ! Kudus, Teater Ganesha SMA 2 Kudus dan teater Apotek SMK Duta Karya Kudus. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, Ulama, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 15 Januari 2018

Khofifah Ditetapkan Pimpin Muslimat NU 2016-2021

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Khofifah Indar Parawansa kembali terpilih menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat Nahdlatul Ulama periide 2016-2021. Ia memimpin salah satu badan otonom NU tersebut untuk keempat kalinya dengan cara aklamasi di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, pada Jumat (25/11).

Menteri Sosial RI tersebut langsung ditetapkan Pimpinan Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pimpinan Pusat Muslimat NU 2011-2016 Hj Mahfudloh Ali Ubayd. Pada pukul 01.53, Mahfudloh mengetuk palu sidang tiga kali sebagai penanda sahnya Khofifah menjadi Ketua Umum.

Khofifah Ditetapkan Pimpin Muslimat NU 2016-2021 (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Ditetapkan Pimpin Muslimat NU 2016-2021 (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Ditetapkan Pimpin Muslimat NU 2016-2021

Sebelumnya, seluruh Pimpinan Wilayah menerima tanpa syarat LPJ tersebut. Para Ketua PW juga menyatakan bahwa Pimpinan Cabang di wilayahnya menerima LPJ tersebut sekaligus meminta Khofifah memimpin kembali.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bukti penerimaan dan dukungan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Wilayah dengan menyerahkan berkas tertulis kepada Pimpinan Sidang. Penerimaan dan permintaan tersebut termasuk dari Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia, Sudan, dan Arab Saudi. (Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 04 Januari 2018

IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ikatan Pelajar Putri ? NU mendukung putusan MK terkait Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan Sekolah Berstandar Internasional (SBI) yang diputuskan Selasa (8/1) kemarin.

IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Bersyukur Penghapusan Sistem RSBI

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah pada Pondok Pesantren An-Nur Slawi per telepon, Rabu (9/1) pagi. Pelajar Putri NU menyatakan kesepakatan yang sama dengan dengan Mahkamah Konstitusi dalam penghapusan RSBI dan SBI yang diatur dalam UU nomor 20 tahun 2003, pasal 50 ayat 3.

“Pencabutan pasal 50 ayat 3 terkait sistem pendidikan nasional dalam menyelenggarakan RSBI dan SBI, sudah benar. Karena, penyelenggaraan tersebut sangat tidak tepat dengan kondisi dunia pendidikan hari ini,” kata Farida.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Farida menilai bahwa RSBI dan SBI tidak memberikan dampak yang signifikan dalam memperbaiki kualitas pelajar Indonesia. Karenanya, Hasil keputusan yang dilakukan terhadap uji materi UU nomor 20 tahun 2003, menjadi sangat bijak dalam konteks kekinian masalah pendidikan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ikatan Pelajar Putri NU menilai bahwa UU tersebut tidak sejalan dengan semangat UUD 1945 yang menjamin seluruh anak Indonesia untuk mendapatkan layanan pendidikan tanpa pembedaan dan diskriminasi. Sementara UU yang mengatur RSBI dan SBI membuat jarak bagi penyelenggaraan pendidikan di tengah masyarakat.

Farida menambahkan bahwa pengesahan UU yang mengatur RSBI dan SBI juga merupakan bukti kepicikan anggota dewan perwakilan rakyat dalam merumuskan UU. Dengan kata lain, kinerja dewan perwakilan rakyat menimbang kasus UU yang mengatur RSBI dan SBI, belum berpihak kepada rakyat banyak dan UUD 1945.

Kita juga berharap ke depan agar anggota dewan lebih cermat dalam merumuskan dan mengesahkan UU karena putusan mereka terkait dengan kepentingan banyak orang, tandas Farida.?

?

Redaktur : Hamzah Sahal

Penulis ? ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK): Makhluk Apakah Itu?

Oleh Faried Wijdan

Menteri Agama Republik Indonesia, melaui Direktorat Pendidikan Madrasah belum lama ini meluncurkan agenda pembagian madrasah menjadi empat kelompok. Yaitu madrasah dengan spesialisasi kegamaan (MA-PK), madrasah spesialisasi keilmuan sains dipegang oleh Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia, madrasah spesialisasi vokasi (mirip SMK), dan madrasah reguler yaitu madrasah negeri dan swasta pada umumnya. 

Di tulisan ini, saya ingin menggarisbawahi soal madrasah dengan spesialisasi keagamaan. Barangkali madrasah dengan spesialisasi adalah metamorfosa dari Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK), sebagaimana diprakarsai oleh Menteri Agama, Munawir Sadzali (1988-1983). Madrasah Aliyah Program Khusus digagas pada tahun 1987, sebagai sebuah proyek prestisius Departeman Agama untuk mengantisipasi akutnya persoalan madrasah, terutama menyangkut pengkaderan ulama (program tafaqquh fiddin). MAPK dibentuk berdasarkan keputusan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 1987 adalah sebuah pilot project membentuk generasi baru untuk dipersiapkan menjadi pegawai kementerian agama yang lebih profesional dan berwawasan luas serta moderat agar mampu memahami perbedaan pemikiran keagamaan di tengah-tengah masyarakat sehingga bisa mewarnai berbagai wacana perkembangan bangsa dan negara. Meminjam Istilah yang sinis dari Karen Steenbrik, sebagai white collar job.

Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK): Makhluk Apakah Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK): Makhluk Apakah Itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK): Makhluk Apakah Itu?

Di sekolah ini diterapkan kurikulum yang padat agama dan bahasa (Arab dan Inggris) serta pembelajaran yang intensif dengan sistem asrama seperti pesantren. Mula-mula dibuka di lima tempat: Padang Panjang, Ciamis, Yogyakarta, Jember dan Ujung Pandang. Pada tahun 1990 dibuka lagi di Lampung, Surakarta, Mataram dan Martapura. Dengan seleksi ketat dan pendanaan memadai (didukung proyek), MAPK dinilai telah berhasil menyiapkan lulusan kader ulama dengan wawasan keislaman, keindonesiaan dan kemodernan yang menawan.

Program yang diusung MAPK adalah program tafaqquh fiddin (pendalaman ilmu agama). MAPK adalah lembaga pendidikan formal non-pesantren yang berperan sebagai penyambung (setidaknya sebahagian dari) ‘tradisi pesantren’ yang tujuannya adalah untuk ber-tafaqquh fiddin, dengan trade mark dan unsur utamanya adalah mengkaji kitab kuning. Secara substantif, hubungan MAPK dan tafaqquh fiddin bagaikan wadah dan isi, MAPK merupakan wadah sedangkan isinya adalah tafaqquh fiddin. MAPK adalah bagian dari madrasah (MA) yang ada pada saat ini dengan struktur program kurikulum yang porsi pelajaran agamanya 70 %. Setiap siswa MAPK juga dituntut untuk menguasai Tujuh Kecakapan untuk Bertahan Hidup (The Seven Survival Skills) ala Tony Wagner (2008) dalam buku The Global Achievement Gap, meliputi: 1) berpikir kritis dan mampu memecahkan masalah, 2) bekerja sama dalam jaringan dan memimpin dengan pengaruh, 3) ketangkasan dan mampu beradaptasi. 4) berinisiatif dan kewirausahaan, 5) komunikasi efektif baik lisan maupun tulis, 6) mengakses dan menganalisa informasi), 7) rasa ingin tahu dan daya imajinasi. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejak didirikan sampai saat ini, MAPK telah meluluskan ribuan alumni. Alumni MAPK umumnya memiliki kualitas lebih baik dibandingkan yang lain terutama dalam penguasaan materi agama dan bahasa Arab dan Inggris. MAPK berhasil menelurkan intelektual yang agamawan handal dan dan saat ini alumninya menempuh studi ke seantero perguruan-perguruan tinggi elit di Eropa, Amerika Serikat, Australia dan Timur Tengah. Banyaknya alumni yang melanjutkan pendidikan di luar negeri itu memberikan gambaran bahwa MAPK benar-benar telah mampu meluluskan alumni yang memiliki kualitas yang memadai. ‘Pesantren Negeri’ ini sudah melahirkan pribadi dan nama-nama besar, sebut saja: Dr. Asrorun Niam Saleh, Ketua Komite Syariah WAFC ((World Halal Food Council), Habiburrahman El Shirazy, sastrawan Asia Tenggara, Burhanuddin Muhtadi, pengamat politik sohor di republik ini, Teuku Kemal Pasha (antropolog) dan masih banyak nama lainnya yang berkiprah bagi negeri ini. Alumni MAPK telah terbukti mampu berkiprah di semua matra kehidupan: politik, ekonomi, sosial budaya, media dan militer. 

MAPK: Sebuah ‘Proyek Sisipan’ Departemen Agama

Pasca Menteri Munawir Sadzali dan Tarmizi Taher, MAPK bak ‘anak yatim’ yang ‘kurang terawat’ dan ‘diperhatikan’, eksistensinya nyaris tak terdengar, tidak speaks out. MAPK hanya semacam ‘program sisipan’ dan ‘bayangan’. Berbeda misal dengan SMA Taruna Nusantara, sekolah yang digagas oleh Menteri Pertahanan dan Keamanan saat itu, Jenderal LB Moerdani, yang kemudian diresmikan oleh Pangab saat itu, Jenderal Try Sutrisno pada tahun 1990. Padahal usia MAPK 2 tahun lebih tua daripada SMA Taruna Nusantara. 

Ganti menteri, kebijakan pun berubah. MAPK kurang diperhatikan oleh menteri-menteri agama yang menjabat selanjutnya. Program MAPK mengalami restrukturisasi. Puncaknya adalah dengan keluarnya Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 371 Tahun 1993, restrukturisasi madrasah dilakukan dengan perubahan MAPK menjadi Madrasah Aliyah Keagamaan (MAK). Memang secara substansial, antara MAPK dengan MAK tidak ada perbedaan yang berarti, kecuali beban kurikuler MAPK agak lebih berat ketimbang MAK. Dari segi operasional, MAPK didukung proyek, sedangkan MAK tidak. Ditambah dengan KMA 371 Tahun 1993 ini Kanwil Depag diberi wewenang membuka MAK sesuai kebutuhan dan bagi MA yang mau melaksanakan, bukan saja di MAN tetapi juga di MAS. Maka jumlah MAK menjadi semakin banyak dan massif. Cilakanya, pertambahan jumlah yang sangat besar ini tidak dibarengi dengan dukungan dana, sarana, prasarana dan tenaga yang memadai. Meskipun penyelenggaraan program MAPK memperoleh anggaran tersendiri dari pemerintah, namun anggaran yang digulirkan tidak memadai bahkan jauh dari mencukupi. Bahkan di beberapa tahun terakhir, anggaran yang digulirkan oleh pemerinah semakin mengecil dan jauh dari mencukupi kebutuhan. Pemerintah mulai melepaskan tanggung jawab dari penyelenggaraan program MAPK justru ketika program ini telah berhasil. Kondisi MAPK saat ini benar-benar hidup segan mati pun tak mau. Padahal biaya operasional penyelenggaraan program ini cukup besar, mengingat padatnya mata pelajaran yang diajarkan dan menuntut hasil yang lebih baik dari MA regular. Terlebih guru-guru yang mengajar di MAPK sebagian besar merupakan guru honorer yang tentu saja harus diberikan honor yang pantas setiap bulan. Karena memang pemerintah belum pernah mengangkat guru PNS bagi program MAPK. Akibatnya, kualitas MAK mengalami degradasi yang semakin lama semakin buruk. Pada gilirannya, animo masyarakat untuk mendaftar ke sekolah ini menurun drastis. Bahkan sejumlah MA akhirnya harus rela undur diri dari penyelenggaraan program ‘tafaqquh fiddin negeri’ karena tidak lagi mendapat murid. Banyak MAK yang bubar jalan! 

Tidak hanya sampai di sini, dikeluarkannya UU No 20/2003 tentang Sisdiknas (UUSPN 2003) nyata-nyata memunculkan persoalan baru bagi eksistensi MAPK/MAK. Beberapa klausul (UUSPN 2003) yang mengatur tentang jenis pendidikan, penyelenggaraan dan penjurusan (Pasal 15, 18, 30 ) tidak memberikan indikasi yang jelas tentang apa, bagaimana dan di mana status hukum dan legalitas MAK. Artinya, bukan saja masalah degradasi kualitas dan animo masyarakat terhadap MAK, status kelembagaan MAK pun menjadi sangat problematis. Pada tanggal 1 Agustus 2006 Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Dep. Agama RI membuat kebijakan yang mengagetkan, khususnya bagi mereka para penyelenggara MAK (Madrasah Aliyah Keagamaan)[2] melalui surat edaran Nomor: DJ.II.1/PP.00/ED/681/2006 tentang Pelaksanaan Standar Isi, di sana terdapat klausul mulai tahun 2007 MAK tidak lagi diizinkan menerima siswa baru. Artinya, sejak tahun itu MAK mulai berhenti beroperasi dengan kata lain dibubarkan.

MAPK: Pilar Penting Program Revolusi Mental

Sebagai lembaga pendidikan pesantren negeri, keberadaan MAPK/MAK merupakan salah satu pilar penting untuk mendukung revolusi mental sebagaimana digelorakan oleh Presiden Joko Widodo. Sudah saatnya pemerintah memberikan porsi perhatian lebih terhadap MAPK/MAK dalam dunia pendidikan, sehingga revolusi mental dapat berjalan dan membuahkan hasil yang baik. MAPK/MAK mengajarkan budi pekerti, akhlakul karimah, sikap dan nilai-nilai luhur manusia. Tidak cukup di sini, MAPK/MAK selain menyemaikan ajaran tentang agama dan budi pekerti, MAPK/MAK juga menjadi basis penyemaian ajaran semangat kebangsaan, kebhinekaan, moderatisme, dan nilai-nilai Islam Nusantara. Siswa MAPK berasal dari berbagai provinsi, lintas mazhab dan ragam pemikiran. MAPK adalah miniatur Islam Indonesia. Meminjam istilah Burhanudin Muhtadi: MAPK adalah pasar raya ide yang dipenuhi oleh kios-kios yang menjajakan tafsir Islam yang warna-warni. Lulusan MAPK/MAK bisa dikaryakan di berbagai lembaga seperti KPK, Densus 88, BNPT, BNN, dan MUI untuk menjadi garda terdepan memerangi korupsi, kolusi, nepotisme, penyalahgunaan Napza, radikalisme dan ekstremisme. 

Semoga Kementerian Agama benar-benar serius “memodernisasi” MAPK/MAK. Persoalan yang dihadapi MAPK/MAK, seperti gonjang-ganjing tentang kualitas, animo masyarakat, administrasi dan manajemen, status hukum mendesak untuk diperhatikan. MAPK idealnya dibentuk sebagai program mandiri, dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) sendiri, dikelola dengan sarana dan prasarana pendukung yang memadai, memiliki standarisasi yang baku serta dilengkapi dengan petunjuk pelaksanaan yang jelas. Penyelenggaraan MAPK melalui SK Menteri Agama jangan lagi hanya bersifat susulan dan pelaksanaannya dititipkan dan menginduk ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Sudah saatnya struktur dan tata kelola organisasi MAPK berdiri sendiri, terpisah dari lembaga lainnya termasuk dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN). Selanjutnya, perihal ketidakjelasan status program MAPK menyebabkan administrasi dan manajemen penyelenggaraan program juga tidak jelas, tidak terarah dan tidak mandiri. Hal ini menimpa hampir seluruh MAPK di Indonesia, terutama yang berstatus negeri. Intinya: di samping faktor finansial, tata organisasi dan penyelenggaraan yang tidak mapan, MAPK juga dihadapkan dengan problematika legalitas dan undang-undang. Restrukturisasi MAPK/MAK merupakan sebuah keniscayaan. Semoga ada political will dari sang penentu kebijakan dan MAPK tidak hanya menjadi ‘program sisipan’. Semoga MAPK tidak menuju sanjakala sehingga berefek pada terganggunya kaderisasi ulama plus (ulama intelek dan intelek yang ulama). Saya tidak lebay!

* Penulis adalah alumnus MAPK Surakarta

 

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 03 Januari 2018

Ini Pasal Tatib Muktamar Paling Alot Dibahas

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sidang Pleno Pembacaan Tata Tertib Muktamar ke-33 NU di Jombang berlangsung sangat lama. Beberapa kali terjadi ketegangan. Beberapa kali dibacakan shalawat badar. Beberapa kali sidang diskorsing.

Sidang dimulai Ahad (3/8) pagi, dan hingga tengah malam baru menyelesaikan 18 pasal dari 23 pasal yang dibahas. Sidang dihentikan pada saat pembahasan pasal 19. Pasal ini terkait sistem Ahlul Halli wal Aqdi untuk pemilihan Rais Aam PBNU.?

Ini Pasal Tatib Muktamar Paling Alot Dibahas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Pasal Tatib Muktamar Paling Alot Dibahas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Pasal Tatib Muktamar Paling Alot Dibahas

Pasal 19 yang berbunyi. "Pemilihan Rais Aam dilakukan secara musyawarah mufakat melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi." “Ini pasal yang kita tunggu-tunggu,” kata Ketua Sidang Pleno H Slamet Effendy Yusuf saat memulai pembahasan pasal 19.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pantauan dari ruang sidang, para pimpinan sidang nampak harus memimpin muktamirin dengan ekstra sabar dan adil karena begitu pasal tersebut dibacakan ratusan interupsi dari para muktamirin bermunculan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Slamet Efendi akhirnya harus mendata terlebih dahulu para peserta yang akan menyampaikan aspirasinya. Sekitar 131 peserta terdata mulai diberikan kesempatan satu persatu untuk bertanya ataupun memberikan usulan.

Namun belum genap 10 peserta menyampaikan keinginan, keadaan sudah tidak kondusif lagi. Hal ini dikarenakan beberapa isi yang disampaikan cenderung menyudutkan pihak pihak tertentu dan mengakibatkan respon emosional. Ditambah lagi dengan beberapa peserta yang menyampaikannya dengan nada tinggi. Hal inilah yang membuat suasana menghangat sehingga sidang harus diskors beberapa kali.?

Terakhir, sidang diskors tengah malam tanpa ada pemberitahuan kapan akan dilanjutkan lagi. Informasi yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, sidang baru akan dimulai pukul 13.00 siang ini.

Menanggapi kondisi ini Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Ridwan Syueb mengajak kepada muktamirin yang akan menyampaikan pendapat untuk mengedepankan akhlak mulia yang diwujudkan dengan perkataan yang lembut.

"Berkatalah dengan santun, lembut dan jangan bernada tinggi dalam menyampaikan pendapat," ajaknya. "Sebenarnya apa yang disampaikan memiliki muatan yang bagus, namun cara penyampaiannya yang perlu diperbaiki," tambahnya.?

Sementara Katib Syuriyah PCNU Tanggamus Lampung H. Syamsul Hadi mengatakan bahwa perbedaan pendapat adalah hal yang biasa. Hal ini menunjukkan bahwa Pengurus NU memiliki pola pikir yang kritis dalam menyikapi sesuatu.?

"Inilah ciri khas NU. Dan jangan heran, dinamika seperti ini akan selesai dengan baik karena para kyailah yang akan memberikan kesejukan dalam penyelesaiannya," jelas Samsul yang juga menjadi Wakil Bupati Tanggamus. (Muhammad Faizin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, AlaNu, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 21 Desember 2017

Substansi Kelahiran NU Diperingati

Probolinggo,? Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Rais PCNU Kota Kraksaan KH Munir Kholili menyampaikan bahwa kelahiran NU diperingati karena adanya perjuangan NU demi kemerdekaan bangsa Indonesia selain menjaga akidah Ahlussunnah wal Jamaah, menanamkan cinta tanah air, dan mengabdi kepada umat.

Substansi Kelahiran NU Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)
Substansi Kelahiran NU Diperingati (Sumber Gambar : Nu Online)

Substansi Kelahiran NU Diperingati

Hal tersebut disampaikan oleh KH Munir Kholili dalam pengajian umum dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-94 NU sekaligus pelantikan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Maron, Sabtu (29/4) siang.

“Artinya, NU itu turut serta dalam perjuangan meraih kemerdekaan Republik Indonesia. Dengan nikmat dan rahmat dari Allah SWT, NU sampai sekarang telah berkembang dengan baik dan membawa manfaat bagi seluruh umat Islam,” katanya.

Kegiatan yang digelar di halaman kantor Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Maron ini dihadiri oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H Hasan Aminuddin didampingi Ketua MWCNU Kecamatan Maron Yuliagus serta pengurus MWCNU Kecamatan Maron dan Ranting NU se-Kecamatan Maron mulai dari lembaga dan badan otonom (banom).

Dalam sambutannya H Hasan Aminuddin banyak membahas masalah yang berhubungan dengan peningkatan amal ibadah yang dilakukan dengan baik dan tepat waktu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Untuk meraih kemenangan haruslah meningkatkan ibadahnya dan tentunya 3 (tiga) panggilan yang harus diingat. Yakni, panggilan sholat (adzan), panggilan untuk mati (takdir) dan panggilan menunaikan ibadah haji,” ungkapnya.

Menurut Hasan, Harlah NU yang telah diperingati itu mempunyai arti sebuah aqidah yang didirikan oleh alim ulama dari seorang tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang merupakan organisasi massa Islam terbesar di Indonesia KH. Hasyim Asy’ari.?

“Beliau dikalangan Nahdiyin dan ulama pesantren dikenal sebagai Hadratus Syeikh yang berarti maha guru,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Hasan Aminuddin didampingi Ketua MWCNU Kecamatan Maron Yuliagus menyerahkan santunan kepada para anak yatim dan janda tua yang ada di Kecamatan Maron.? (Syamsul Akbar/Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 15 Desember 2017

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Nganjuk, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Salah satu sumbangsih kader muda NU Nganjuk terhadap aksi-aksi dan gerakan-gerakan massif akhir-akhir ini yang mencoba merongrong kedaulatan NKRI baik dari dalam maupun dari luar adalah melakukan penanaman nilai-nilai nasionalisme sejak dini kepada para pelajar.?

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU Nganjuk Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan

Agenda ini dikemas secara menarik dengan sistem Olimpiade 4 Pilar Kebangsaan Tingkat SMA, MA dan SMA se-Karisidenan Kediri serta Seminar Wawasan Kebangsaan pada Ahad, 26 November 2016 di Aula STAI Miftahul Ula Kertosono atas prakarsa kader-kader muda NU dari DPC Gemasaba Nganjuk, DKC CBP IPNU Nganjuk dan BEM STAIM Kertosono Nganjuk.?

Hadir sebagai narasumber Hj. Aisyah Lilia Agustini, DPRD Provinsi Jawa Timur dan H. Ulum Basthomi, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk selaku narasumber.

Antusiasme ratusan peserta dari berbagai SMA, MA dan SMK cukup tinggi.?

Wahyu Irvana selaku Komandan CBP IPNU pada sambutannya menghimbau kepada seluruh peserta acara untuk tetap menjunjung tinggi nasionalisme dan cinta tanah air, karena sebagai santri NU, mencintai tanah air adalah sebagian dari iman.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Melalui agenda semacam ini, panitia berharap kaum muda tidak mudah terprovokasi oleh kelompok-kelompok anti-NKRI dan radikal. Acara ditutup dengan pembagian tropi dan hadiah kepada pemenang olimpiade. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 10 Desember 2017

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Jakarta,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) menggelar peringatan hari lahir (Harlah) ke-60 di aula Perpusatakaan Nasional, Jakarta pada Senin malam (24/2). Kegiatan yang digelar pimpinan pusat pelajar NU tersebut bertema “60 Tahun Berkhidmah untuk Indonesia”.

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Peringati Harlah ke-60 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Peringati Harlah ke-60

Kegiatan yang diikuti Pimpinan Wilayah IPNU itu diisi pidato Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam, stadium general Wakil Menteri Pertahanan Republik Indonesia Letjeend Sjafrie Sjamsoeddin dan taushiyah Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Sebagai bentuk penghargaaan kepada para pengabdi organisasi, PP IPNU memberikan plakat kepada mantan-mantan Ketua Umum IPNU dari periode awal sampa periode terakhir.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Bagaimanapun juga, 60 persen hidupnya (mantan-mantan Ketua Umum IPNU) dihabiskan di organisasi. Harus kita apresiasi atas pengabdiaannya,” kata Ketua Umum PP IPNU Khaerul Anam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rangkain Harlah

Menurut Anam, beberapa rangkaian kegiatan peringatan harlah telah dilakukan mulai dari pra-Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan mengadakan capacity building pemuda dan pelajar Indonesia di Salatiga dan Bogor.

Kemudian pra-Rakernas kedua dialaksanakan di Permata Hotel, Bogor, pada 13-15 Desember 2013.  pra-Rakernas Corp Brigde Pembangunan (CBP) PP IPNU di Grobogan, Jawa Tengah, pada 27-29 Desember 2013.

Kemudian laga futsal bertema Rembuk Persaudaraan Pelajar Indonesia yaitu PP IPNU, PP Pelajar Islam Indonesia (PII), dan PP Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), di Jakarta, 23 Januari 2014. Selanjutnya turnamen bulutangkis pelajar se-Jabodetabek kerjasama PP IPNU dengan Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) di Istora Senayan, Jakarta, 21-23 2014.

Kemudian puncak peringatan hari lahir IPNU ke-60 digelar di aula Perpusnas, Jakarta, 24 Februari 2014. Setelah itu dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang akan berlangsung di Jakarta mulai tanggal 24 sampai 27 Februari. (Abdullah Alawi)  

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hikmah, IMNU, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 06 Desember 2017

IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Orientasi Pengurus Baru

Bojonegoro, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Bojonegoro menggelar orientasi pengurus baru masa bakti 2014-2016 di Aula PC LP Maarif Kabupaten Bojonegoro, Ahad (14/9).

Kegiatan tersebut sebagaimana disampaikan siaran pers yang dikirim Senin (15/9) difasilitatori tim kaderisasi Pimpinan Wilayah IPNU-IPPNU Jawa Timur, yaitu W. Eka Wahyudi . Hadir pula ketua PW IPNU Jatim Imam Fadlli.

IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Orientasi Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Orientasi Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Bojonegoro Gelar Orientasi Pengurus Baru

Pada kesempatan itu Imam Fadli mengatakan berorganisasi butuh yang namanya strategi planing dan perumusan visi juga misi agar ke depannya bisa berjalan terarah dan bisa terukur.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kegiatan orientasi ini terdapat 5 materi yang disampaikan sebagai bekal pengurus ke depan yaitu tinjauan historis IPNU-IPPNU, Landasan perjuangan, Strategic Planing, Analisa SWOT dan perumusan visi dan misi PC. IPNU-IPPNU Bojonegoro masa bakti 2014-2016.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam perumusan visi didapat visi PC IPNU-IPPNU Bojonegoro masa bakti 2014-2016 adalah terwujudnya pelajar dan santri Bojonegoro yang berkarakter dan kompetitif.

?

Ketua PC IPPNU BojonegoroMuqoddimatus Sholichah berharap dengan kegiatan ini bisa menjadi awal yang baik bagi organisasi dan bisa tercipta sinergitas antar-pengurus dalam menjalankan organisasi IPNU-IPPNU 2 tahun ke depan. (Red: Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 26 November 2017

Aktivis IPNU-IPPNU Unnes Beri Motivasi Peserta BPUN Kudus

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Aktivis IPNU-IPPNU Universitas Negeri Semarang (Unnes) berbagi wawasan perguruan tinggi dengan peserta Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN) Kabupaten Kudus, Sabtu (14/5). Mereka membesarkan hati calon mahasiswa agar dapat lolos keperguruan tinggi.

Ketua PKPT IPNU Universitas Negeri Semarang Farid Luthfi Assidiqi mengatakan, pemahaman atas perguruan tinggi sangat penting dimiliki agar dapat membantu mengantarkan peserta lolos PTN.

Aktivis IPNU-IPPNU Unnes Beri Motivasi Peserta BPUN Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis IPNU-IPPNU Unnes Beri Motivasi Peserta BPUN Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis IPNU-IPPNU Unnes Beri Motivasi Peserta BPUN Kudus

“Sebelum mengikuti seleksi tentu kita harus mendaftar dan menentukan jurusan, di sinilah pentingnya wawasan akan perguruan tinggi,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada pertemuan ini rombongan pelajar NU Unnes memaparkan seluk-beluk perguruan tinggi, tips dan trik lolos SBMPTN hingga kiat mencari beasiswa.

“Pada umumnya kita terangkan mengenai Unnes secara menyeluruh, baik jurusan, fakultas, jalur masuk hingga beasiswa apa saja yang tersedia di Unnes,” terangnya.

Selain memberikan sosialisasi perguruan tinggi, kedatangan sejumlah aktivis pelajar NU Unnes juga untuk memberikan motivasi agar kader-kader NU dapat lolos ke perguruan tinggi favorit.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Semoga ke depan semakin banyak kader NU yang masuk di perguruan tinggi favorit sehingga kontribusi kader terhadap kemajuan negara semakin meningkat,” pungkasnya. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, PonPes Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 22 November 2017

Ansor Halmahera Tengah Dikukuhkan, Siap Jaga Keutuhan Bangsa

Halmahera Tengah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Organisasi kepemudaan harus berani tampil sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa, karena di zaman keterbukaan informasi seperti saat ini, media sosial menjadi alat utama propaganda dalam memecah belah persatuan.

Hal ini disampaikan Koordinator Wilayah PP GP Ansor, Saleh Ramli, di lokasi pelantikan PC GP Ansor Halmahera Tengah di Pendopo Falcino Kota Weda, Selasa (19/9).

Ansor Halmahera Tengah Dikukuhkan, Siap Jaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Halmahera Tengah Dikukuhkan, Siap Jaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Halmahera Tengah Dikukuhkan, Siap Jaga Keutuhan Bangsa

“Penguatan kapasitas pengetahuan di tingkat pemuda khususnya GP Ansor harus menjadi pilar utama dalam memperkuat organisasi agar setiap kader Ansor memiliki wawasan yang luas dan berkarakter tangguh dalam menjaga keutuhan NKRI,” tegas  Ramli.

Ketua PW GP Ansor Maluku Utara, Salim Taib, mengungkapkan Maluku Utara adalah provinsi baru yang dimekarkan karena terdampak konflik horizontal antarumat beragama.

“Sejarah ini menjadi pengalaman berharga bagi kerukunan umat beragama di Maluku Utara. Kehadiran PC GP Ansor di Halmahera Tengah harus menjadi pelopor dalam pembangunan kesadaran persatuan dan kebangsaan di tingkat masyarakat,” lanjutnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain itu, kehadiran GP Ansor juga diharapkan turut membendung arus gerakan terorisme yang menciptakan perpecahan umat beragama, siap berperan menjadi partner pemerintah dalam mendorong progam-program yang bermaslahat untuk bangsa, berkhidmat tanpa henti dalam pembentukan kader dalam mengawal NKRI.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Berorganisasi menurut Ibnu Khaldun adalah kewajiban dan perintah ilahi, karena karakter dasar manusia bersifat sunnatullah (hidup berkelompok),” tandasnya.

Sementara itu, Ketua PC GP Ansor Halmahera Tengah Muhammad Rizky mengatakan kepengurusan Ansor Halmahera Tengah akan tampil beda dari organisasi kepemudaan lainnya. 

“GP Ansor menjadi motor konsolidasi penggerak kepemudaan dalam merespons isu-isu keagamaan, kebangsaan serta siap menjadi benteng para ulama dalam mengawal NKRI,” ujar Rizky.

Pelantikan PC GP Ansor Halmahera Tengah dirangkai dengan Diklatsar Banser berlangsung 18-21 September 2017. Kegiatan yang kali pertama diadakan Ansor Halmahera Tengah ini diikuti 49 peserta dari seluruh PAC Ansor di Kota Weda. (Aizh Doank/Kendi Setiwan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 04 November 2017

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas

Lombok, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ansor NTB sosialisasi hasil Rapat Koordinasi Nasional di Kantor Aula PWNU NTB usai sholat Magrib Berjamaah kepada cabang-cabang se-Lombok, Jumat malam (03/07)

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor NTB Sosialisasikan Hasil Rakornas

"Sampai saat ini Ansor NTB masih dapat klaster 1," kata Suaeb Query, ketua PW Ansor NTB dihadapan cabang cabang se-Lombok yang hadir.

Suaeb juga menyampaikan agenda Ansor saat ini adalah mengawal muktamar ke-33 NU berdasarkan hasil rakornas di Jakarta 13-14 Juni lalu.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Disamping itu mantan PB PMII ini menambahkan bahwa sesungguhnya Ansor yang dinilai dan diberikan klaster 1 atau 2 dan seterusnya adalah cabang cabang dengan syarat memiliki pengurus Anak Cabang (PAC) tingkat kecamatan dan atau pernah melaksanakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) dan Diklatsar Banser.?

Pantaun Pondok Pesantren An-Nur Slawi pada pertemuan ini, cabang-cabang yang hadir diberikan waktu oleh M. Akri, sekretaris Ansor NTB selaku pemandu jalannya acara pertemuan ini untuk menyampaikan tanggapan dan pikiran-pikarannya dalam pertemuan ini. (Hadi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 27 Oktober 2017

Ahli Manajemen Ini Tergoda Masuk Islam Karena NU

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?



Namanya Cornelius Ariyanto Wibisono. Mungkin ada yang bertanya kenapa nama tersebut menghiasi susunan penyelenggara Liga Santri Nusantara 2017. Tak tanggung-tanggung, nama itu menempati posisi Direktur Pengembangan Bisnis liga yang digelar Kemenpora bekerja sama dengan asosiasi pesantren Nahdlatul Ulama (RMINU).?

Cornelius Ariyanto Wibisono adalah seorang mualaf. Sosok yang akrab disapa Ary itu dua tahun sudah beralih dari keyakinan lamanya ke iman Islam. Ia tergoda memeluk Islam setelah bersinggungan dengan orang-orang NU!?

Ahli Manajemen Ini Tergoda Masuk Islam Karena NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahli Manajemen Ini Tergoda Masuk Islam Karena NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahli Manajemen Ini Tergoda Masuk Islam Karena NU

Ary meraih gelar MBA dalam bidang Human Resources Management dari Phoenix University Arizona Amerika Serikat. Setelah kuliah dua tahun, Ary tinggal selama delapan tahun di negeri Paman Sam. Ia bekerja di markas besar sebuah perusahaan rakasasa minyak, yakni Chevron. Selanjutnya ia bekerja dua tahun di sebuah perusahaan multinasional lainnya di Thailand.

Ketika kembali ke tanah air, ia diserahi jabatan di top management di kantor Chevron Indonesia. Saat itu perusahaan multinasional tersebut sedang melakukan perampingan pekerja di beberapa lini jabatan kerja. Salah satunya menimpa unit kerja perusahaan minyak tersebut di Riau.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Alih-alih membela pihak perusahaan, Ary malah melakukan pembelaan terhadap buruh-buruh yang terkena program perberhentian kerja dari perusahaan. Inilah awal persentuhannya yang intensif dengan komunitas Muslim. Sekitar 300-an karyawan yang ia bela ternyata tergabung dalam sebuah serikat buruh, yakni Sarikat Buruh Muslimin Indonesia atau dikenal dengan mana Sarbumusi.

Sebagaimana diketahui, Sarbumusi merupakan sayap buruhnya Nahdlatul Ulama, sebuah ormas keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia. Sarbumusi memang memiliki basis anggota yang signifikan di perusahaan minyak internasional tersebut.

"Setelah intensif membela kawan-kawan buruh tersebut, saya mengalami peristiwa-peristiwa spiritual yang kemudian mengantarkan saya untuk memeluk agama Islam. Ini menjadi perjalanan tidak mudah bagi diri saya pribadi karena terlalu banyak yang harus saya tinggalkan ketika memeluk agama yang haq ini," jelas Ary ketika ditemui di PBNU saat persiapan peluncuran LSN 2017.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Lebih lanjut Ary menuturkan kesannya terhadap kaum Nahdliyin, "Saya merasa beruntung sekali ketika saya mendapatkan hidayah, saya oleh Allah langsung diperkenalkan dengan lingkungan Nahdlatul Ulama. Kenapa saya merasa nyaman ber-NU ketika ber-Islam? Karena NU memegang prinsip moderat, adil, harmoni, dan respect. Mereka memilih esensi ketimbang terjebak pada bungkus formal," tutur Ary.

Ada kesan yang sangat luar biasa ketika ia kemudian dipanggil untuk bergabung dengan Liga Santri dan kemudian didapuk menjadi Direktur Pengembangan Bisnis LSN.?

"Saya seperti bermimpi. Dulu saya kira PBNU itu serem dan sesuatu yang untouchable untuk orang biasa. Nyatanya sebaliknya, mereka sangat terbuka terhadap orang biasa seperti saya. Bahkan beberapa waktu lalu ketika saya sowan ke Rais Syuriyah NU Jawa Barat pun beliau menyebut saya bukan sebagai seorang mualaf lagi, tapi tingkatan sudah termasuk mukalaf. Tentu ini semakin memotivasi saya untuk ber-Islam dan ber-NU," pungkas sosok yang kini menduduki Top Management di Holcim ini menutup percakapan. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Pondok Pesantren, Sholawat Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 02 Oktober 2017

IPNU-IPPNU Rembang Agendakan Road Show Tangkal Radikalisme

Rembang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ahad (10/4) pagi melaksanakan rapat bulanan yang bertempat di Desa Glebek Kecamatan Sulang, Rembang.

IPNU-IPPNU Rembang Agendakan Road Show Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Agendakan Road Show Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Agendakan Road Show Tangkal Radikalisme

Beberapa agenda tercetus dalam rapat tersebut, salah satunya agenda road show ke beberapa Komisariat yang ada di bawah naungan PC IPNU-IPPNU Rembang. Road show ini bertujuan untuk mengenalkan kader IPNU-IPPNU tentang dunia internet dan sosialisasi pencegahan radikalisme via internet.

Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam mengatakan, tujuan road show ini adalah sebagai upaya sosialisasi organisasi dan pengenalan website kepada para kader IPNU-IPPNU. Lebih lanjut ia mengatakan, road show ini diberi tema Road Show Blogger.

"Selain upaya pengenalan internet, kami juga akan mensosialisasikan penangkalan radikalisme via internet," tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rapat bulanan yang memang menjadi agenda rutinitas pelajar NU Rembang ini selalu dilakukan sebagai upaya koordinasi dan konsolidasi terkait kegiatan yang akan berlangsung. Selain road show ke beberapa Komisariat, pihaknya juga mengagendakan pawai akbar.

"Memang benar, pawai akbar tersebut sebagai upaya napak tilas pahlawan kita RA Kartini yang memang tanggal 22 April ini bertepatan dengan hari peringatan RA Kartini," terang Humam.

Beberapa Komisariat yang rencananya akan didatangi dalam acara road show tersebut yakni, MA Mualimin Mualimat Rembang, SMA dan SMK Wali Songo Kaliori, SMK Annuroniyah Sulang, MA Ar-Rohman Bulu, SMK NU Pamotan, MA YSPIS Sedan, serta MA Al-Azar Sale. "Dalam waktu dekat kami akan komunikasi dengan semua pihak terkait untuk mensukseskan acara ini," tutupnya.

Rencananya acara road show tersebut akan dilaksanakan pada 27 April hingga 3 Mei 2016 mendatang. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan Komunitas Blogger Rembang yang notabene sebagai komunitas blogger yang ada di Kabupaten Rembang. (Aan Ainun Najib/Mukafi Niam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 13 Agustus 2017

Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Universitas Sunan Giri (Unsuri) Waru Sidoarjo memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Mereka mengadakan khotmil Al-Quran, istighosah, dan doa bersama di masjid Agung Unsuri, Ahad (20/12).

Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Maulid Nabi, PMII Unsuri Gelar Khataman Al-Quran

"Dengan acara khotmil Al-Quran, istighosah dan doa bersama ini semoga seluruh kader PMII Unsuri serta masyarakat tidak beranggapan bahwa seorang aktivis hanya memegang megaphone atau demo di lapangan. Namun, PMII juga ditanamkan nilai-nilai ke-Islaman," kata Ketua PK PMII Unsuri Muhtadi.

Menurut Muhtadi, kader PMII harus mengimplementasikan nilai-nilai ke-Islaman, salah satunya dengan mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sehingga pemahaman dan persepsi yang ada dalam jiwa, sosok organistoris bisa berubah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua panitia peringatan Maulid Dita Laraswati berharap melalui moment Maulid Nabi itu semua kader PMII Unsuri dapat mengikuti dan meneladani Rasulullah SAW.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Saya mewakili panitia berharap agar semua anggota, kader, pengurus mulai dari rayon hingga komisariat PMII Universitas Sunan Giri khususnya serta semua mahasiswa Unsuri bisa memahami tentang ajaran yang dibawa Rasulullah SAW sehingga dapat meneladani perilakunya. Hal ini sesuai dengan manhaj PMII yaitu Ahlusunnah wal jamaah (Aswaja)," pungkas Dita.

Acara yang diikuti sedikitnya 20 anggota dan pengurus PMII rayon dan komisariat itu berjalan lancar dan penuh khidmat. Nampak antusias dan semangat mereka dalam memuliakan Maulid Nabi Muhammad SAW ini. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Quote, Pondok Pesantren,Attijani Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 14 Juli 2017

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dorongan untuk berbelanja menjelang hari raya Idul Fithri semakin menguat. Pengendalian diri di saat seperti ini kian penting. Karenanya, pembelanjaan mesti direncanakan secara cermat. Kebutuhan yang bersifat prioritas mesti menjadi perhatian utama.

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Stop Nafsu Belanja Jelang Lebaran

Demikian dikatakan Ketua Muslimat NU Brebes Hj Nurhalimah kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi di Kantor Muslimat NU Brebes jalan Kiai Kholid Barat, Pasarbatang Brebes, Rabu (16/7).

Nurhalimah berpesan agar warga tidak perlu memaksakan diri untuk berbelanja secara berlebihan. Warga perlu menunda keinginan belanja barang yang tidak sesuai dengan kebutuhan pokok. Perencanaan belanja yang tidak cermat mengakibatkan besaran pengeluaran membengkak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Berusahalah untuk hemat belanja. Jangan keburu nafsu,” saran Nurhalimah.

Tanpa kendali, pembelanjaan bisa mengesankan foya-foya. Penyajian hidangan oleh kalangan ibu rumah tangga tidak harus dengan makanan mahal tetapi cukup yang bergizi. Demikian juga dengan penyediaan pakaian. Cukup dinilai dari kelayakan, bukan bandrolnya, kata Nurhalimah. Ia menempatkan ibu rumah tangga dalam hal ini memegang peran kunci.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Hadapilah Ramadhan dan Idul Fithri dengan hemat sesuai dengan kondisi kemampuan keluarga,” sarannya. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 18 Mei 2017

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang KH Salahuddin Wahid mengatakan, NU butuh perbaikan organisasi agar menjadi kuat. Menurutnya NU adalah organisasi besar, namun karena tidak tertata dengan rapi, saat ini tampak tidak terlalu kuat.

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: NU Butuh Pemimpin Penata Organisasi

Demikian dikatakan adik kandung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) saat ditemui di kediamannya, Pesantren Tebuireng, Kamis (19/2). Menurutnya yang paling mendesak dilakukan untuk NU ke dapan adalah perbaikan organisasi.

"Saya telah mengamati sejak tahun 1960an, NU itu besar. Tetapi tidak tertata dengan rapi sehingga tidak terlalu kuat," ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk memperbaiki organisasi, diakuinya memang tidak mudah dilakukan. Menurut Gus Sholah perlu langkah langkah khusus untuk melakukan perbaikan organisasi tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Termasuk kalau perlu, NU harus belajar dari organisasi lain yang telah berhasil melakukan penataan organisasinya dengan baik," tambahnya.

Cucu pendiri NU KH Hasyim Asyari ini juga menilai, bahwa ghirah atau semangat untuk ber-NU, belakangan ini, semakin menurun. Maka ke depan, sosok ketua NU harus memiliki jiwa perjuangan terhadap jam’iyah, bukan memperjuangkan kepentingan pribadi.

"Kata kuncinya adalah memperjuangkan kepentingan NU, jangan memperjuangkan kepentingan person atau orang orang dari NU," tandasnya.

Terkait kesiapannya untuk dicalonkan menjadi Ketua Umum PBNU mendatang, mantan anggota Komnas HAM ini menyatakan, karena desakan berbagai pihak akhirnya dirinya bersedia untuk maju dicalonkan sebagai Ketua Umum PBNU dalam Muktamar NU ke 33 di Jombang Agustus mendatang.

"Dan saya sudah menyampaikan di beberapa forum yang dihadiri pengurus Wilayah maupun pengurus Cabang, saya bersedia dicalonkan sebagai ketua umum," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi