Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Februari 2018

Kaidah-kaidah Ajaran Washatiyah yang Harus Dikembangkan

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung KH. Khairuddin Tahmid mengatakan bahwa paradigma Washatiyyah (moderatisme) yang dikembangkan oleh MUI sebagai payung besar ummat Islam adalah pemahaman ajaran Islam yang menggunakan beberapa kaidah.

Kaidah-kaidah Ajaran Washatiyah yang Harus Dikembangkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kaidah-kaidah Ajaran Washatiyah yang Harus Dikembangkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kaidah-kaidah Ajaran Washatiyah yang Harus Dikembangkan

Kaidah tersebut diantaranya adalah sikap santun yang dikedepankan dengan tidak melakukan tindakan kekerasan serta tidak radikal (layyinan laa fadzdzon wala gholiidzon). Kaidah selanjutnya adalah kesukarelaan dalam artian tidak melakukan tindakan pemaksaan dan juga tidak mengintimidasi golongan tertentu. (tathowwuiyyan laa ikraaha wala ijbaaron).

"Kaidah lainnya adalah mengedepankan toleransi yaitu tidak egois dan tidak fanatik (tasamuhiyyan walaa ananiyyan walaa taashubiyyan)," ungkap Kiai Khairuddin yang juga Wakil Rais Syuriyah PWNU Lampung, Senin (24/10) dikediamannya di Bandarlampung.

Sementara dalam membangun hubungan antar muslim dengan non muslim MUI menggunakan kaidah yang termaktub dalam surat Al Kafirun yaitu lakum dinukum waliyadin atau bagimu agamu dan bagiku agamaku.

Sedangkan dalam membangun hubungan sesama muslim MUI konsiten menggunakan kaidah lanaa mazhaban walakum mazhabukum atau bagiku madzhabku dan bagimu madhabmu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh karenanya Ia menghimbau kepada seluruh ummat Islam khususnya pengurus MUI untuk senantiasa menciptakan kesejukan dan kesantunan dalam mengekspresikan pemikirannya. Sehingga Pengurus MUI mampu menjadi pioner perdamaian sekaligus memberikan citra yang baik terhadap organisasi para ulama tersebut. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Doa, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 22 Februari 2018

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam

Kairo,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sistem ekonomi Islam atau ekonomi syariah kian berkembang pesat di Indonesia. Lembaga keuangan syariah macam asuransi, koperasi, hingga bank-bank syariah kini telah tumbuh subur di seantero Tanah Air. Ekonomi syariah pun selalu menjadi topik yang hangat dan menarik untuk diperbincangkan serta didiskusikan.

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Mesir: Ekonomi Syariah Harus Dikaji Lebih Mendalam

Menimbang fakta itu, PCINU Mesir menggelar seminar Akbar Ekonomi Syariah bertajuk “Solusi Sistem Ekonomi Global; Hari Ini dan Masa Akan Datang.” Bertempat di Auditorium Auditorium Rumah Limas KEMASS (6/9), seminar ekonomi syariah ini menghadirkan Tubagus Manshur (Dosen UGM, auditor, akuntan dan pakar ekonomi syariah) dan Nur Fuad Shofiyullah (Staf Fungsi Ekonomi KBRI Kairo).

Seminar dihadiri para pengurus dan segenap Syuriah PCINU Mesir, serta dihadiri para peminat kajian ekonomi syariah yang ada di Mesir. Dalam sambutannya, Ketua PCINU Mesir Ahmad Muhakam Zein mengatakan bahwa sistem ekonomi syariah yang konon merupakan solusi dari krisis ekonomi global masih harus dikaji lebih mendalam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebab, kata dia, ada beberapa dari sistem ekonomi syariah yang dalam praktiknya lebih “konvensional” dari bank konvensional. “Semoga setelah mengikuti seminar, kita jadi tahu masing-masing keunggulan dan kelemahan bank konvensional ataupun bank syariah. Sehingga, nantinya akan lahir pakar ekonomi Islam dari alumni al-Azhar yang bisa turut memberi sumbangsih untuk kemajuan ekonomi di Tanah Air,” pungkasnya. ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Meski sempat molor dari jadwal seharusnya, seminar tetap berlangsung gayeng dan menarik. Dua narasumber membeberkan ekonomi konvensional maupun ekonomi syariah, dari berbagai sisinya. Selain itu, Tubagus Manshur dengan halus dan apik membawa hadirin pada ranah realita ekonomi syariah global masa sekarang hingga masa mendatang.

Begitu pula Fuad yang menyuguhkan fakta bahwa sistem ekonomi syariah sebagai sebuah produk masih harus terus kita sempurnakan. Contohnya, kalkulator (hasil) sistem murobahah yang pada kenyataannya justru masih lebih tinggi dari sistem ekonomi konvensional. “Sebab, yang namanya pemodal di mana-mana enggak mau rugi. Dari satu contoh ini, tentunya tugas kita semua untuk mengawal agar transaksi bank syariah benar-benar sesuai dengan syariat,” tegas pak Fuad. ?

Untuk diketahui, seminar yang berlangsung selepas maghrib itu didahului dengan acara khataman Al-Quran oleh para anggota PCI JQH (Jam’iyyah Qurra’ wa al-Huffadz) NU Mesir. Dalam prosesi khataman tersebut, dilaksanakan pula pelantikan pengurus PCI JQH masa bakti 2016-2018 oleh Ketua Tanfidziah PCINU Mesir. ?

Usai penyampaian materi serta tanya jawab seputar dunia ekonomi, acara dipungkasi dengan doa, penyerahan piagam, sesi foto-foto dan makan bersama. (Am Zen/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 20 Januari 2018

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sekretaris Umum PP IPPNU Eva Rosdiana Dewi mengatakan pentingnya penggunaan media sosial untuk memperluas sarana pengenalan serta bagian dari eksistensi organisasi. 

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)
Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan (Sumber Gambar : Nu Online)

Penguatan Jejaring IPPNU Melalui Sosmed Mutlak Dilakukan

Hal ini disampaikan ketika menerima kunjungan silaturahim Ranting Pagedangan, Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal Jawa Tengah bertempat di Masjid An-Nahdlah tanggal, Kamis 5 Mei 2016. 

Dalam kesempatan tersebut Eva memberikan motivasi untuk semakin meningkatkan kualitas pribadi baik secara intelektual maupun penguatan kader secara kuantitas. 

Eva juga menegaskan, PP IPPNU siap mengawal pengkaderan dari tingkat ranting sampai tingkat wilayah/provinsi, terutama tentang peremajaan usia di IPPNU maksimal usia 30 tahun. Eva juga menegaskan bahwa IPPNU dari tingkat ranting harus tertib secara administrasi, baik secara surat-menyurat atau pendataan anggota (database) secara riil. (Afifah Marwa/Mukafi Niam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Doa Sejahtera dan Mandiri usai Jumatan

Rasulullah SAW kerap membaca doa ini setelah shalat Jumat. Doa berikut ini berisi permohonan penting yang diawali dengan pujian. Dalam doanya berikut ini, Rasulullah SAW meminta harta halal, memohon bimbingan agar selalu berada di jalan Allah, dan memohon karunia-Nya semata. Berikut ini doanya.

Doa Sejahtera dan Mandiri usai Jumatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Sejahtera dan Mandiri usai Jumatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Sejahtera dan Mandiri usai Jumatan

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Allâhumma yâ ghaniyyu yâ hamîd, yâ mubdi’u wa yu‘îd, yâ rahîmu yâ wadûd. Aghninî bi halâlika ‘an harâmik, wa thâ‘atika ‘an ma‘shiyatik, wa bi fadhlika ‘an man siwâk.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya, “Ya Allah, Yang Maha Kaya, Maha Terpuji, Maha Pencipta, Maha Kuasa Mengembalikan, Maha Penyayang, dan Maha Kasih. Cukupi aku dengan harta halal-Mu, bukan dengan yang haram. Isilah hari-hariku dengan taat kepada-Mu, bukan mendurhakai-Mu. Cukupi diriku dengan karunia-Mu, bukan selain-Mu.

Doa ini dianjurkan dibaca sebanyak empat kali setelah Jumat setelah membaca musabbi‘at. Tentunya sebelum shalat dua rakaat ba‘diyah Jumat. Siapa saja yang melazimkan doa ini niscaya Allah cukupi kebutuhannya dari rezeki yang tidak terduga. Makna doa ini secara mendalam dapat ditemukan pada Maraqil Ubudiyah ala Bidayatil Hidayah karya Syekh M Nawawi Banten. (Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pertandingan, Khutbah, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

PMII Bahas Pemerataan Pembangunan di Muspimnas

Ambon, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tahun ini diselenggarakan di Universitas Pattimura, Ambon, Maluku, Rabu (18/11). Aktivis PMII dari pelbagai cabang mencoba mengevaluasi soal distribusi pembangunan yang dijalankan pemerintah.

Pembukaan musyawarah ini dihadiri ratusan pimpinan cabang dari seluruh kota dan kabupaten serta delegasi pengurus wilayah dari tiap provinsi. Tampak hadir salah satu pendiri PMII KH Nuril Huda. Sementara Muspimnas PMII dibuka oleh perwakilan Gubernur Maluku, Rabu jam 15:00 Wita.

PMII Bahas Pemerataan Pembangunan di Muspimnas (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Bahas Pemerataan Pembangunan di Muspimnas (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Bahas Pemerataan Pembangunan di Muspimnas

Musyawarah ini mengambil tajuk "Pemerataan Pembangunan untuk Kedaulatan NKRI". Menurut Ketum PB PMII Aminudin Maruf, PMII sengaja memilih Maluku sebagai tuan rumah Muspimnas kali ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ini merupakan bentuk dorongan kepada pemerintah supaya pembangunan negara tidak hanya terpusat di pulau Jawa. Di Pulau Jawa, pembangunan sudah penuh sehingga pembangunan hari ini harus merata," sambut Amin.

Sedikitnya tiga menteri dijadwalkan akan menghadiri kegiatan tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Mereka antara lain Menteri Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar, Mensos Khofifah Indah Parawansa serta Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi," kata Ketua Panitia Muspimnas PMII 2015 Kaka Hanifa di Ambon, Selasa (17/11). (Muhafidz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 11 Januari 2018

Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline

Chapel Hill, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ribuan orang berkumpul Rabu waktu AS di Chapel Hill untuk mengenang  tiga mahasiswa muslim yang dibunuh seorang pria bersenjata yang menembak mati ketiganya dalam gaya orang mengeksekusi. Peristiwa ini mengguncang kota kecil yang menjadi kota kampus tersebut.

Sahabat dan sanak keluarga membanjiri kampus Universitas North Carolina untuk mengenang Deah Shaddy Barakat (23), istrinya Yusor Mohammad (21), dan adik perempuannya Razan Mohammad Abu-Salha (19).

Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline

Ketiganya diduga dibunuh oleh tetangga mereka, Craig Stephen Hicks (46) yang laman Facebook-nya dipenuhi pandangan-pandangannya yang anti agama.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam akun Facebook pribadinya, Craig mengaku sebagai seorang ateis. Salah satu pernyataan di akun itu: “Agamamu telah banyak membuat kerugian di dunia. Saya tak hanya berhak, tapi memiliki tugas, untuk melecehkan [agamamu].” Pernyataan itu tidak menyebut agama tertentu, seperti dilansir oleh The Wall Street Journal.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pembunuhan ini tengah diselidiki polisi Chapel Hill sebagai kejahatan berlatar belakang kebencian dan memicu kemarahan besar muslim seluruh dunia. Craig didakwa melakukan pembunuhan tingkat pertama (pembunuhan terencana) yang sanksi minimumnya hukuman mati atau hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Pembunuhan ini mengguncang kota pendidikan tersebut di mana ribuan orang rela melawan dingin untuk menyampaikan belasungkawa mereka.

"Kita kehilangan tiga orang warga dunia dan negara ini yang luar biasa. Tetapi saya kira mereka telah mengilhami  ribuan orang," kata Farris Barakat, abang Deah kepada kumpulan manusia yang berkumpul.

Dia mengenang adiknya yang mahasiswa UNC ini sebagai orang yang mencintai olah raga, profesinya dan canda kasar Chris Rock, begitu foto-foto ketiga mahasiswa itu tampak di layar raksasa.

Namun Barakat menyeru masyarakat menahan diri dan meminta tidak membiarkan pembunuhan ini memicu timbulnya aksi kekerasan lebih jauh.

"Jangan padamkan api dengan api...pembunuhan ini sangat mungkin merupakan aksi yang didorong iblis dan dan untuk menakuti orang yang tidak peduli, jangan biarkan ketidakpedulian menyebar dalam hidup Anda, jangan balas ketidakpedulian dengan ketidakpedulian," kata dia.

Barakat dan Mohammad menikah Desember lalu. Pengantin baru ini berencana kuliah kedokteran gigi pada Agustus nanti. Adik perempuannya berkuliah di Universitas Negara Bagian North Carolina (NCSU).

Mereka mengenang Yosur sebagai perempuan terbaik yang mereka kenal.

Para pengiring pengantin Mohammad mengenang Yosur berencana lari maraton, janjinya untuk bermeditasi dan untuk masjid, serta kecintaannya pada sereal untuk sarapan. Mereka mengenang Yosur sebagai wanita yang baik.

"Yosur adalah seorang yang paling tidak berdosa, orang paling baik yang pernah saya kenal dalam seluruh hidup saya. Saya bahkan tak bisa membayangkan mengapa hal ini bisa terjadi padanya, hal yang sama berlaku untuk Deah," kata Omar Abdul-Baki, presiden himpunan mahasiswa fakultas kedokteran gigi UNC, di depan barisan mahasiswa kedokteran gigi yang mengenakan jaket putih.

Barakat, putra seorang imigran dari Suriah, dikenang atas kerja sosialnya, menawarkan praktik pemeriksaan gigi secara gratis dan tengah menabung untuk perjalannya ke Turki guna membantu pengungsi Suriah.

Teman semasa kecilnya, Abdul Salem, berkata kepada orang-orang yang berkumpul mengenai dampak dari ketiga orang itu.

Dia mengenang Barakat sebagai orang yang selalu tersenyum dan selalu berpikir positif. "Jelas ketika tragedi terjadi orang cenderung mengenang yang baik-baik saja. Namun saya meminta kepada siapa pun untuk mengenang apa saja selain itu tentang mereka," kata dia.

"Ini adalah kesempatan bagi semua orang untuk berhenti dan mengenang tidak saja hal-hal positif, namun mengenang mereka dan tidak mengenang mereka tidak hanya karena tragedi ini."

Wali kota Chapel Hill Mark Kleinschmidt menyebut ketiganya sebagai tiga warga teladan dan bersumpah untuk menegakkan keadilan.

"Apa pun pemikiran konyol dan tak terbayangkan yang telah mendorong aksi ini, dia telah melakukan itu,"  kata dia merujuk Craig.

Kleinschmidt bersumpah untuk maju terus dan menyatakan luka masyarakat akan pulih kembali.

Pemakaman ketiga mahasiswa ini akan diadakan Kamis malam atau Jumat pagi WIB di Asosiasi Islam di Raleigh, demikian AFP. (antara/mukafi niam) Foto wsj/ap

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri, Daerah, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 10 Januari 2018

Tragedi Pemilu 1977

Pembunuhan KH Hasan Basri

Aktivis NU dan anggota Komisaris PPP Brebes-Jawa Tengah, tahun 1977. Ia merupakan salah satu korban kekerasan rezim Orde Baru. Ia tewas oleh sekelompok orang yang tidak dikenal, mayatnya diceburkan di sumur.

Tragedi Pemilu 1977 (Sumber Gambar : Nu Online)
Tragedi Pemilu 1977 (Sumber Gambar : Nu Online)

Tragedi Pemilu 1977

Harian Pelita memuat peristiwa pembunuhan anggota komisaris PPP, Kiai Hasan Basri, di Brebes, Jawa Tengah.

Koran tersebut mengungkapkan kronologi pembunuhan ini, mulai dari rumah almarhum yang digedor-gedor hingga anaknya yang dipukuli di Koramil, lalu dipukuli. Pemuatan kronologi ini bertujuan menolak pernyataan pemerintah bahwa Kiai Hasan Basri tewas menjatuhkan diri ke sumur.

Berita ini disandingkan di bawah foto Soeharto yang sedang duduk, sambil senyam-senyum, saat berbicara dengan duta besar Brazil, Leonardo Elulio, yang pamitan dari Indonesia. Ia juga memuat foto besar Soeharto sedang berdiri saat menyambut kedatangan Fred D. Hartley, Presiden Union Oil Company dari California, AS.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di atas foto itu ada judul headline: “Sekitar 2,5 juta surat suara yang ‘tidak sah’ akan ditinjau kembali”. Tentulah, penampilan Pelita edisi 6 Mei 1977 ini bukan tanpa tujuan.?

Pembakaran Asembagus

Merujuk pada aksi kekerasan oleh orang tak dikenal di desa Asembagus, Situbondo, Jawa Timur. Di Asembagus terdapat sebuah pesantren besar pimpinan Kiai As’ad Syamsul Arifin.?

Kekerasan berupa pembakaran lebih dari 140 rumah milik para kiai dan penduduk ini adalah bagian dari intimidasi pada warga NU yang dilakukan oleh penguasa Orde Baru menjelang Pemilu 1977.?

Kekerasan serupa meluas hampir di seluruh kota-kota basis santri atau Nahdlatul Ulama, baik di Jawa, Sumatra, Kalimantan, Madura, Sulawesi, hingga Lombok.

Harian Pelita edisi 8 Mei 1977 yang memuat foto-foto rumah yang dibakar dan kekerasan-kekerasan dan kecurangan-kecurang Pemilu 1977 mendapat surat peringatan keras dari Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban. (Hamzah Sahal)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 05 Januari 2018

LKNU Pusatkan Pelatihan Kader PHBS di Tiga Pesantren

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) dalam rangka program pemberdayaan pesantren dan santri sehat melakukan pelatihan kader Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan kader pos kesehatan pesantren (poskestren) di tiga kabupaten/kota yaitu Tasikmalaya, Cianjur dan Kota Depok.  

LKNU Pusatkan Pelatihan Kader PHBS di Tiga Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Pusatkan Pelatihan Kader PHBS di Tiga Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Pusatkan Pelatihan Kader PHBS di Tiga Pesantren

Pelatihan pertama diselenggarakan di Pesantren Matlabus Sa’adah Cigalontang Tasikmalaya yang berlangsung pada 10–13 Juni 2014, yang kemudian dilanjutkan pada tanggal 17–20 Juni 2014 di Kab. Cianjur (Pesantren Al-Musyarrofah Ciwalen Cianjur), dan pada tanggal 23-26 Juni 2014 di Kota Depok (Pesantren Ar-Ridho Cilodong Kota Depok).

Pada pelatihan kader ini, masing-masing kabupaten/kota diikuti oleh 60 peserta dari 10 pesantren (masing-masing mengutus 6 peserta; 4 santri/santriwati, dan 2 ustadz/ustadzah). 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di Tasikmalaya, pelatihan ini mendapat respons positif dari PCNU Kab. Tasikmalaya dan memberikan kerjasama yang baik serta dukungan yang kuat terhadap program yang digulirkan dari PP LKNU ini. 

Di Cianjur, sebagai lanjutan dari pelatihan ini, ketua LKNU PCNU Cianjur akan mengadakan lomba Pesantren Bersih dan Sehat. Hal ini diungkap sendiri oleh Ketua LKNU PCNU Cianjur dihadapan para peserta pada sambutan acara penutupan kegiatan pelatihan kader PHBS dan kader poskestren.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di Kota Depok, pelatihan ini akan ditindaklanjuti oleh Dinkes Kota Depok yang akan bekerjasama dengan LKNU PCNU Kota Depok. Dan sebagai contoh keberadaan poskestren ini, di Kota Depok ditunjuk poskestren percontohannya, yaitu di PP. Qotrunnada Cipayung Depok. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Kyai, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 22 Desember 2017

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

Madiun, Pondok Pesantren An-Nur Slawi 

Anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser di wilayah Kabupaten Madiun diterjunkan ke wilayah-wilayah dianggap rawan konflik sejak Ahad (24/12). Ketua GP Ansor madiun Khotamul Anam mengatakan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, wilayah Madiun selalu kondusif bagi umat Kristen dalam merayakan Natal dan tahun baru. 

“Kita tidak inggin kejadian yang di luar praduga itu muncul di permukaan,” katanya. 

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

Karena itulah, GP Ansor Madiun mengimbau anggotanya di wilayah kecamatan masing-masing untuk waspada di setiap titik-titik keramaiaan. Tiap titik keramaian di 15 kecamatan itu harus ada anggota Banser.  

“Kita sudah imbau kepada seluruh jajaran di wilayah kecamatan masing- masing agar stand by menjaga keamanan dan memastikan kondusivitas yang nyaman untuk Hari Natal ini,” jelasnya.  

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut dia, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab Kepolisian dan TNI, tapi Banser sebagai garda depan Nahdlatul Ulama harus lebih sigap dan tanggap terhadap situasi yang berkembang di wilayahnya masing-masing. 

“Tidah hanya waktu, tenaga dan materi kita korbankan, tapi juga nyawa yang sewaktu-waktu harus kita siapkan di medan. Niatkan ini sabagai pengorbanan atas nama Kemanusiaan. Maka seyoganya kita sebagai kader yang memiliki jiwa sosial tinggi, harus terjun dan mengamankan NKRI,” pungkasnya.

Hal serupa dilakukan GP Ansor Tangerang. Menurut Ketua GP Ansor Kabupaten Tangeran, Khoirun Huda, menerjunkan pasukan pengamanan pada Natal dan Tahun Baru sebagai upaya cipta kondisi bagi masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ini merupakan program rutin Banser Kabupaten Tangerang,” katanya dalam upacara Gelar Pasukan sekaligus Penutupan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang diselenggarakan di pondok pesantren Miftahul Jannah, Cikupa 22 sampai 24 Desember 2017.

Huda Menyampaikan bahwa ini bentuk komitmen Banser sebagai garda terdepan dan benteng NKRI. 

"Setiap tahun kami menyiapkan puluhan bahkan ratusan personel Banser untuk membantu aparat kepolisian dalam menciptakan keamanan menjelang Natal dan tahun baru," ucapnya. 

Disinggung tentang maraknya hujatan terhadap Banser yang sering menjaga gereja,  Huda menjelaskan, hal itu dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak paham terhadap visi misi dan tugas Banser.

"Mereka pasti tidak paham tentang visi misi, tugas dan tanggung jawab Banser. Hal yang kami lakukan ini pada hakikatnya adalah dalam menjaga negara, menjaga Indonesia," tegasnya. 

Huda menyampaikan, pada Natal tahun ini, Banser menjaga keamanan di gereja ST. Gregorius, ST. Odelia Citra Raya,  GKI Panongan dan GKJ Pasar Kemis. (Hend Sulaksono/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Aswaja, Ubudiyah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 19 Desember 2017

Kontrak Jamiyyah Perlu Ditradisikan dalam Konferwil dan Konfercab

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kontrak Jamiyyah yang menegaskan para calon rais syuriyah dan ketua tanfidziyah untuk tidak menggunakan NU bagi kepentingan politik praktisnya perlu menjadi tradisi dalam setiap konferwil atau konfercab maupun pemilihan pengurus ditingkat lainnya.

Kontrak jamiyyah pertama kali dilakukan dalam muktamar NU ke 31 di Asrama Haji Solo bagi calon rais aam dan ketua umum PBNU. Selanjutnya model ini ditiru dalam konferensi wilayah PWNU Jawa Timur di Ponpes Zainul Hasan Genggong Pajarakan Probolinggo 3-5 November lalu.

Wasekjen PBNU Syaiful Bahri Anshori mengemukakan bahwa keberadaan kontrak tersebut merupakan penegasan aturan yang ada dalam AD/ART dan Peraturan Organisasi (PO) yang melarang adanya rangkap jabatan dengan jabatan politik baik di legislatif maupun di eksekutif bagi rais dan ketua terpilih.

Kontrak Jamiyyah Perlu Ditradisikan dalam Konferwil dan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)
Kontrak Jamiyyah Perlu Ditradisikan dalam Konferwil dan Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)

Kontrak Jamiyyah Perlu Ditradisikan dalam Konferwil dan Konfercab

“Ini menjadi penting terkait dengan banyaknya pengurus NU yang ditarik tarik untuk menjadi calon dalam pilkada,” katanya.

Menurut pengamatannya, fenomena ditariknya para pengurus NU ini tak hanya di daerah yang memiliki basis massa NU kuat, tetapi juga di daerah yang massa NU nya kurang banyak seperti di Sulawesi Utara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kita kan tidak tahu, sejauh mana NU sebagai jamiyyah memperoleh manfaat karena sejauh ini seringkali hanya dimanfaatkan untuk kepentingan individu,” tegasnya.

Tak heran, banyaknya tokoh NU yang ditarik ini terjadi karena para pemimpin NU memiliki jaringan dan kedekatan yang sangat kuat dengan masyarakat yang oleh para politisi dimanfaatkan suaranya bagi dukungan yang dibutuhkan dalam Pilkada.

Sejauh ini, dalam kontrak jamiyyah tersebut, belum ada aturan tegas bagi yang melanggarnya karena sifatnya baru berupa sanksi moral. “Memang belum diatur, kalau yang melanggar ya pasti tidak dipercaya lagi oleh umat dan ke depannya tidak akan dipilih kembali,” tuturnya. (mkf)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 15 Desember 2017

Ini Aksi Pelajar NU Pujon di Hari Valentine

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PAC IPNU-IPPNU) Kecamatan Pujon Kabupaten Malang melakukan survei kecil-kecilan terkait hari bersejarah pembentukan Pembela Tanah Air (PETA) yang bertepatan dengan hari valentine 14 Februari.

Pada Ahad (12/2), mereka secara random mewawancarai sejumlah pengunjung Cafe Sawah Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang. Aksi ini dilakukan untuk melihat sejauh apa daya ingat masyarakat mengenai peringatan hari terbentuknya PETA yang juga bertepatan dengan hari valentine.

Ini Aksi Pelajar NU Pujon di Hari Valentine (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Aksi Pelajar NU Pujon di Hari Valentine (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Aksi Pelajar NU Pujon di Hari Valentine

Mereka mengajukan pertanyaan inti yang berbunyi, “Ada peringatan apakah di tanggal 14 Februari?” Jawaban yang diberikan oleh pengunjung yang telah diwawancarai begitu mencengangkan. Hampir seluruhnya menjawab bahwa tanggal 14 Februari adalah hari valentine. Tidak ada yang mengetahui bahwa di tanggal tersebut juga diperingati hari terbentuknya PETA.

Ketua IPNU Pujon Fauzan Anwari mengatakan, di tanggal 14 Februari masyarakat banyak yang tidak mengingat hari bersejarah bagi Indonesia, yaitu hari terbentuknya PETA.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Valentine memang bukan budaya yang berbahaya, tapi dimensi lain yang ditimbulkan bisa berakibat negatif. Karena banyak momentum penting di Indonesia yang dilupakan oleh anak cucu bangsa ini dan teralihkan oleh budaya bangsa lain,” kata Fauzan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Meme Islam, Daerah, RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 13 Desember 2017

Perlu Kesadaran Berpikir Global untuk Hadapi MEA

Bandung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Dalam rangka merayakan Dies Natalis Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung ke-48, digelar Seminar Nasional yang bertajuk ‘Inovasi dan Sinergi Institusi Pendidikan Tinggi dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN’ di aula Multipurpose kampus setempat, Kamis (31/3) kemarin.

Hadir 4 Rektor perguruan tinggi besar di Jawa Barat sebagai narasumber pada Seminar Nasional tersebut, yakni Rektor UIN Sunan Gunung Djati, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Rektor Universitas Padjajaran (Unpad).

Perlu Kesadaran Berpikir Global untuk Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)
Perlu Kesadaran Berpikir Global untuk Hadapi MEA (Sumber Gambar : Nu Online)

Perlu Kesadaran Berpikir Global untuk Hadapi MEA

Rektor Unpad Tri Hanggono Ahmad memaparkan, dalam konteks era globalisasi yang semakin berkembang pesat, pemahaman terhadap bumi harus dibangun secara utuh. Perkembangan penduduk Bumi sekarang berkisar 7 Miliar manusia.

“Artinya kesadaran berpikir global semestinya harus kita bangun, kita punya satu Bumi. Soalnya tidak jarang kalau kita bicara global, kesannya selalu berpikir kesiapan persaingan. Hadirnya kita, khususnya sebagai umat Islam di Bumi kan harusnya menjadi umat untuk membangun kesejahteraan bagi seluruh bangsa,” papar Tri Hanggono yang mendapat kesempatan narasumber pertama.

Menurut dia, salah satu hal penting dalam hubungan global yang sasarannya sulit dicapai adalah aspek partnership. Selain juga adanya kesadaran bersama masyarakat ASEAN untuk bergabung dalam hubungan sesama regional bukan hanya membicarakan wilayah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Perkembangan perekonomian di ASEAN, Tri Hanggono menilai, akan berpengaruh pada pembangunan dunia. Sebab, potensi pembangunan dunia terlihat di negara-negara yang sedang berkembang.

“Kalau kita bisa bersinergi dengan baik di ASEAN, artinya kita bisa berkontribusi untuk pembangunan global. Upaya kita berkontribusi secara global, kita harus lebih kuat lagi,” ujarnya dihadapan ratusan mahasiswa yang memadati hampir seluruh sudut-sudut aula.

Sementara itu, Rektor UPI H Furqon menggaris bawahi pendidikan sebagai jatidiri bangsa, sehingga baginya pendidikan salah satu aspek yang menentukan masa depan bangsa Indonesia. Apalagi Indonesia akan segera menyosngsong momentum bonus demografi dimanaIndonesia akan memiliki penduduk yang didominasi usia produktif.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Pendidikan di tanah air memanfaatkan bonus demografi dengan menguasi teknologi, keterampilan untuk berkompetisi dengan negara lain, serta mempunyai karakter integritas di mata dunia. Untuk itu perlu ada kesadaran berbasis kearifan lokal, mengembangkan budaya, dan membudayakan masyarakat,” seru Furqon.

Pada kesempatan selanjutnya, Rektor ITB Kadarsah Suryadi meyakini bahwa Indonesia memiliki penduduk sangat banyak, otomatismenjadi pasar yang sangat besar serta menjadi lahan incaran dari negara-negara di ASEAN.

“Ini PR besar untuk kita, MEA tujuannya bagus untuk maju bersama masyarakat ASEAN. Tetapi kalau kita tidak memikirkan kemajuan diri kita sendiri, suatu saat kita akan ditinggalkan oleh negara-negara maju, dan suatu saat kita akan dimakan,” terangnya.

Ia berpesan 4R untuk menghadapi MEA, pertama Rasio. Semua insan itu harus menjadi insan yang pintar, maka diberikan ilmu pengetahuan lewat kuliah, penelitian dan pengabdian. Tapi rasio saja tidak cukup.Yang kedua Raga, badannya harus sehat.

Lalu pintar dan sehat akan berbahaya jika tidak mempunyai akhlak yang mulia, yakni keempat dengan Rasa. Sebab pintar, sehat dan akhlak yang mulia akan dijalankan dengan kepentingan orang banyak. Keempat adalah Religi, karena di atas semuanya adalah agama yang harus dijunjung.

“Insyaallah dengan ini semua kita akan siap menghadapi MEA,” Rektor ahli di bidang biokimia itu.

Rektor UIN H Mahmud sebagai narasumber terakhir menyimpulkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap MEA yang digulirkan akhir tahun 2015 kemarin.Kita tak perlu khawatir kalau kita berjamaah,” jelas Rektor ahli di bidang Pendidikan Islam itu.

Menurut Mahmud, untuk menghadapi MEA diperlukan ilmu yang mumpuni, namun tetap dengan berpedoman wahyu memandu ilmu.“Jadi, semua ilmu pengatahuan harus dipandu oleh ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah Nabi,” tegasnya. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hikmah, Sholawat, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 11 Desember 2017

Lafal Niat Puasa Tasu‘a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharam)

Niat merupakan salah satu rukun puasa dan ibadah lain pada umumnya. Hal ini didasarkan pada hadits Rasulullah SAW yang menyatakan bahwa segala sesuatu itu bergantung pada niat. Saat niat di dalam hati seseorang menyatakan maksudnya, dalam hal ini berpuasa (qashad).

Di samping  qashad, seseorang juga menyebutkan hukum wajib atau sunah perihal ibadah yang akan dilakukan. Hal ini disebut ta’arrudh. Sedangkan hal lain yang mesti diingat saat niat adalah penyebutan nama ibadahnya (ta’yin).

Lafal Niat Puasa Tasu‘a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharam) (Sumber Gambar : Nu Online)
Lafal Niat Puasa Tasu‘a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharam) (Sumber Gambar : Nu Online)

Lafal Niat Puasa Tasu‘a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharam)

Dalam konteks puasa sunah Tasu‘a (9 Muharram) dan Asyura (10 Muharram), ulama berbeda pendapat perihal ta‘yin. Sebagian ulama menyatakan bahwa seseorang harus mengingat ‘puasa sunah Asyura’ saat niat di dalam batinnya. Sedangkan sebagian ulama lain menyatakan bahwa tidak wajib ta’yin. Hal ini dijelaskan oleh Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami sebagai berikut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya, “Perkataan ‘Tetapi mencari…’ merupakan ungkapan yang digunakan di Mughni, Nihayah, dan Asna. Bila ditanya, Imam An-Nawawi berkata di Al-Majmu‘, ‘Ini yang disebutkan secara mutlak oleh ulama Syafi’iyyah. Semestinya disyaratkan ta’yin (penyebutan nama puasa di niat) dalam puasa rawatib seperti puasa ‘Arafah, puasa Asyura, puasa bidh (13,14, 15 setiap bulan Hijriyah), dan puasa enam hari Syawwal seperti ta’yin dalam shalat rawatib’. Jawabnya, puasa pada hari-hari tersebut sudah diatur berdasarkan waktunya.

Tetapi kalau seseorang berniat puasa lain di waktu-waktu tersebut, maka ia telah mendapat keutamaan sunah puasa rawatib tersebut. Hal ini serupa dengan sembahyang tahiyyatul masjid. Karena tujuan dari perintah puasa rawatib itu adalah pelaksanaan puasanya itu sendiri terlepas apapun niat puasanya. Guru kami menambahkan, di sinilah bedanya puasa rawatib dan sembahyang rawatib,” (Lihat Syekh Ibnu Hajar Al-Haitami, Tuhfatul Muhtaj fi Syarhil Minhaj)

Untuk memantapkan hati, ulama menganjurkan seseorang untuk melafalkan niatnya. Berikut ini contoh lafal niat puasa Tasu‘a.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu‘a esok hari karena Allah SWT.”

Sedangkan contoh lafal niat puasa sunah Asyura sebagai berikut.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ.

Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Orang yang mendadak di pagi hari ingin mengamalkan sunah puasa Tasu’a atau Asyura diperbolehkan berniat sejak ia berkehendak puasa sunah. Karena kewajiban niat di malam hari hanya berlaku untuk puasa wajib (menurut madzhab Syafi’i). Untuk puasa sunah, niat boleh dilakukan di siang hari sejauh yang bersangkutan belum makan, minum, dan hal-hal lain yang membatalkan puasa sejak subuh.

Ia juga dianjurkan untuk melafalkan niat puasa Tasu’a atau Asyura di siang hari. Berikut ini lafalnya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â awil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ Artinya, “Aku berniat puasa sunah Tasu’a atau Asyura hari ini karena Allah SWT.” Wallahu a’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 10 Desember 2017

Perjuangan Gus Dur Diteladani Semua Kalangan

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pada masa hidupnya, sikap kontroversial guru bangsa KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memang mengundang rasa sinis beberapa kalangan. Namun sekarang, semuanya mengakui dan meneladani perjuangan Gus Dur.?

Demikian yang dirasakan seniman lawak asal Kota Kudus Hidayat Marhaban dalam mengenang sosok presiden keempat Gus Dur.

Perjuangan Gus Dur Diteladani Semua Kalangan (Sumber Gambar : Nu Online)
Perjuangan Gus Dur Diteladani Semua Kalangan (Sumber Gambar : Nu Online)

Perjuangan Gus Dur Diteladani Semua Kalangan

Ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai acara Haul Gus Dur di Kudus, Ahad (13/12) lalu, Marhaban sangat mengagumi sosok presiden keempat ini. Menurutnya, meski memiliki sikap Kontroversial tetapi Gus Dur sangat dihormati dan disegani.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kita sangat mengakui Gus Dur adalah tokoh yang tidak ada bandingannya. Banyak yang merasa gelo? (menyesal) tidak sejalan dengan perjuangannya,” kata Marhaban.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia mengakui ? dirinya selalu meneladani perjuangan Gus Dur terutama pluralisme. Dalam setiap kesempatan melawak, lanjut Marhaban, selalu mengedepankan nilai-nilai pluralism yang dikembangkan Gus Dur.

“Ajaran pluralism beliau tidak main-main,karena sangat berarti bagi bangsa ini. Saya sering meniru dengan manggung melawak di kegiatan-kegiatan agama non Islam,” tandas Marhaban.

Pelawak yang kondang lewat kelompok “Kretek Group” ini membenarkan pernyataan Gus Dur tentang islam tidak perlu dibela tetapi dihayati dan diamalkan. Menurut Marhaban, Islam sudah menjadi agama yang benar jadi tidak perlu dibela.

“Kalau dibela berarti Islam itu seakan memiliki kesalahan.Padahal telah menjadi agama yang benar dan rohmatal lil alamin," tambahnya.

Saat ditanya kapan mengenal cucu KH Hasyim Asy’ari ini, Marhaban ? mengaku pada waktu Gus Dur menjadi ketua dewan kesenian Jakarta. (DKJ).

“Ketika saya di Jakarta , Saya pernah manggung satu paket dengan Gus dur yang masih sebagai ketua DKJ,” tuturnya.

Terkait pandangan Gus Dur terhadap kesenian, Marhaban menegaskan Gus dur memiliki prinsip kesenian adalah kedamaian. Barang siapa ? yang melakukan aktifitas kesenian harus membawa kedamaian.

“Semangat kesenian dan kebudayaan belaiau sangat tinggi. Pokoknya tidak ada duanya tokoh sehebat Gus Dur,” kata Marhaban berapi-api.

Di akhir perbincangan, Marhaban berpesan generasi yang memiliki kebenaran ? harus merapatkan barisan untuk merubah kesalahan yang terjadi dinegeri ini.?

“Pandangan dan perjuangan Gus Dur harus ditularkan pada generasi sekarang. Karena kita sangat krisis kepemimpinan seperti sosok Gus Dur,” pungkas Marhaban.

Redaktur ? ? : A.Khoirul Anam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Pendidikan, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 09 Desember 2017

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Wacana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy akan menerapkan sekolah 5 hari mendapat sorotan banyak pihak. Kebijakan ini juga berimplikasi pada kegiatan belajar mengajar akan berlangsung selama 8 jam per hari.

Salah satunya datang dari Ketua Persatuan Gurun Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jombang, Ustadz Faqih. Kebijakan ini menurutnya tidak harus dipaksakan diterapkan di semua daerah, sebab kondisi lokal setiap daerah yang niscaya beragam.?

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Jombang Desak Mendikbud Revisi Regulasi Sekolah 5 Hari

Jika dipaksakan harus diterapkan di semua daerah, kata dia, tentu akan ada beberapa kebiasaan atau budaya yang subtansial yang harus dikorbankan, termasuk sekolah diniyah, TPQ dan sebagainya.

"Belum lagi banyak anak yang mengikuti pendidikan ganda, pagi belajar di sekolah formal, sore belajar di madrasah diniyah, TPQ, les, kursus dan lain-lain," ujarnya, Rabu (14/6).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari pertimbangan kondisi ini, Faqih mendesak Mendikbud untuk mengakaji lebih dalam lagi berdasarkan situasi dan kondisi pendidikan yang berlangsung selama ini. Bahkan jika Kebijakan itu jauh dari harapan mayoritas lembaga pendidikan di tanah air, Mendikbud harus merevisi kebijakannya tersebut.

"Intinya Pergunu Jombang mendesak agar Mendikbud merevisi Permendikbud tentang sekolah 5 hari, tidak dipaksakan sebagai keharusan untuk semua, tapi sekedar bersifat opsional atau pilihan sesuai dengan kriteria-kriteria tertentu berdasarkan situasi, kondisi dan lokasi serta kearifan setempat," imbuhnya.

Meski demikian, Faqih mengatakan, kebijakan sekolah 5 hari ini tentu juga ada sisi manfaatnya, khususnya bagi sekolahan di perkotaan yang mayoritas wali murid bekerja hingga menjelang malam sehingga ada kekhawatiran kurangnya pengawasan murid di waktu jeda antara pulang sekolah hingga pulang kerjanya wali murid.

Namun di sisi lain, lanjut Faqih, kekhawatiran minimnya pengawasan di atas itu tentu bisa diantisipasi di internal keluarga masing-masing, tanpa menunggu kebijakan Kemendikbud ini. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Humor Islam, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 01 Desember 2017

Kesan Mendalam dari Peserta Kirab Resolusi Jihad NU

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kirab Resolusi Jihad NU 2016 yang dimulai dari Banyuwangi pada 13 Oktober berakhir di Jakarta 22 Oktober lalu. Perjalanan selama 10 hari ini menempuh jarak 2000 kilometer, mengunjungi lima provinsi, 40 kabupaten/kota, 20 pondok pesantren, dan berziarah di sedikitnya 30 makam ulama.

Perjalanan kirab selain mendapat sambutan antusias dari masyarakat, juga menyisakan kesan mendalam di benak para peserta kirab. Akrimna Fuad (22), misalnya, ia mengatakan pengalaman yang paling berkesan adalah saat ia membacakan Ikrar Santri di depan lebih dari 2000 orang yang berkumpul di Alun-alun Kecamatan Majenang, Cilacap, Rabu 19 Oktober 2016.

Kesan Mendalam dari Peserta Kirab Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesan Mendalam dari Peserta Kirab Resolusi Jihad NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesan Mendalam dari Peserta Kirab Resolusi Jihad NU

“Sebagai putra daerah tentu saya sangat bangga,” kata anak muda kelahiran Cilacap, yang juga Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama.

Lulusan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jurusan Hukum Tata Negara itu juga bertugas membawa panji tanda kebesaran (Pataka) NU dari Jogjakarta sampai Bandung. Setiba di Bandung, Akrima bertugas menyerahkan bendera pataka kepada PWNU Jawa Barat.

Kesan mendalam juga dirasakan oleh Elis Susiyani (21). Dihubungi Pondok Pesantren An-Nur Slawi melalui pesan watshapp, mahasiswi Jurusan Psikologi Universitas Esa Unggul Jakarta, ini mengatakan, “Perjalanan kirab sudah berkahir. Namun tak mengakhiri langkah dan semangat untuk tetap berjihad. Jihad kami bukan dengan perang menebar kebencian melainkan memenangkan perdamaian.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Lebih lanjut Elis menulis, “Kami tak peduli sejauh mana kaki kami melangkah. Kami tak perduli sepanas apa sinar matahari. Dan kami tak peduli sedingin apa ketika hujan turun membasahi tubuh ini.?

Karena kami peduli tanah Indonesia ini didirikan bukan karena hadiah melainkan dari para pejuang fisabilillah. Kelak akan hadir pejuang-pejuang bukan dengan peperangan melainkan dengan hati, iman dan ilmu mereka. Merekalah para santri!”

Senada dengan Akrimna dan Elis, Siti Nur Samsiyah (23), alumni Manajemen Pendidikan UIN Sunan Kalijaga, Jogjakarta, mengungkapkan, “Perjalanan spiritual ini banyak mendidik saya untuk hidup tidak jauh-jauh dari Abah Kiai dan Ibu Nyai. Saya sangat terharu setiap kali melewati wilayah yang dipadati ratusan santri, guru dan anak-anak kecil.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selanjutnya, gadis yang akrab disapa Samsy itu berharap kreativitas santri di daerah dalam ragam seni tampaknya perlu diapresiasi oleh pemerintah pusat.

Keterangan foto: Akrimna Fuad saat membacakan Ikrar Santri pada upacara ? penyambutan Kirab Resolusi Jihad 2016 oleh PCNU Cilacap di Lapangan Kecamatan Majenang, Cilacap Jawa Tengah, Rabu 19 Oktober 2016. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 28 November 2017

Doa Mengaji Ilmu

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Mengaji Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Mengaji Ilmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Mengaji Ilmu

Allâhummaftah lanâ wansyur ‘alainâ rahmataka yâ dzal jalâli wal ikrâm.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ya Tuhanku, bukakan lah ilmu-Mu bagi kami dan hamburkan lah rahmat-Mu di atas kami. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan keagungan. (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Al-‘Aidrus, Jakarta) (Alhafiz K).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaSantri, Daerah,Attijani Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 27 November 2017

PBNU Tak Sepakat Ide Poros Tengah Jilid II

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj tidak sepakat dengan wacana menghidupkan kembali poros tengah jilid dua yang menyatukan partai-partai Islam dalam satu koalisi.

“Kita tidak ingin ada dikotomi koalisi partai Islam dan non Islam, karena kesannya menjadi primordial. Yang penting kepentingan bangsa didahulukan, karena kalau negara maju, umat Islam sebagai mayoritas juga akan maju,” katanya di gedung PBNU, Sabtu (12/4).

PBNU Tak Sepakat Ide Poros Tengah Jilid II (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tak Sepakat Ide Poros Tengah Jilid II (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tak Sepakat Ide Poros Tengah Jilid II

Ia mencontohkan di Timur Tengah, hubungan antara agama dan negara belum menemukan titik temu sehingga sering sekali terjadi konflik antara agama dan negara. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Di Indonesia, persoalan mendasar kenegaraan tersebut sudah selesai, tinggal bagaimana mensejahterakan rakyat,” imbuhnya.

Ditanya mengenai apakah PBNU akan mengusulkan calon presiden atau wapres kepada partai politik, ia menjelaskan, PBNU tidak ikut dalam politik praktis.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Itu urusan PKB, tetapi tentu dengan tidak meninggalkan PBNU dengan tetap menjaga komunikasi dan sharing pendapat,” tandasnya.

NU, katanya, memiliki agenda yang lebih besar dari partai politik karena urusan NU adalah kebangsaan, bukan politik praktis. (mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 25 November 2017

Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menjelang Ramadhan 1433, komplek pemakaman Pesantren Tebuiteng di Jombang dibanjiri peziarah. Para peziarah berjubel di tempat dimana KH Hasyim Asyari, KH A. Wahid Hasyim dan KH Abdurrahman Wahid dikebumikan.

"Makam Gus Dur dan tokoh-tokoh NU sangat sederhana. Hanya gundukan tanah, batu nisan, serta bunga yang menghiasinya. Ini berbeda dengan makam makam presiden lainnya," kata Mirawati (32), peziarah asal Makassar, Sulawesi Selatan yang melakukan kunjungan, Rabu (18/7).

Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Puasa, Makam Gus Dur dibanjiri Peziarah

Saat berkunjung, perempuan berjilbab ini mengku  cukup kaget ketika sampai di makam yang tidak pernah sepi tersebut. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Saya sudah ziarah ke makam Presdien Soekarno, Soeharto, serta GusDur. Dan makam Gus Dur inilah yang paling sederhana. Padahal almarhumjuga seorang presiden. Saya tidak menyangka, makam mantan presidensangat sederhana, seperti ini," cerita Mirawati. 

Sementara itu, pantauan Pondok Pesantren An-Nur Slawi, menjelang sore kemarin, rombongan peziarah nampak silih berganti, datang dan pergi. Mereka datang dari berbagai daerah melakukan ziarah ke Makam Gus Dur yang kini dikenal dengan Wali kesepuluh ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Salah satu peziarah, Ahmad Husain (45) mengatakan, dirinya tidak hanya berziarah ke makam Gus Dur saja akan tetapi juga ziarah ke makam kiai pendiri NU KH Hasyim Asyari, termasuk makam KH Wahab Hasbulloh di Tambakberas Jombang. 

"Menjelang bulan Ramadan kita selalu berziarah kemakam para Auliya Allah, termasuk ke sini," ujar Husain yang mengaku mengaku ketua rombongan peziarah asal Pemalang, Jawa Tengah.

Teuku Azwani, salah satu pengurus Pesantren Tebuireng, mengatakan bahwa kunjungan peziarah menjelang puasa mengalami peningkatan tajam.  

"Sejak sepekan terakhir ini jumlah peziarah di makam Gus Dur mengalami peningkatan. Dalam sehari rata-rata 8 ribu orang yang datang. Ini seperti tahun tahun sebelumnya terutama  menjelang datangnya bulan puasa Ramadhon,"terang Teuku Azwani.

Dikatakannya, dalam sehari peziarah tidak kurang antara 7 hingga 8 ribu peziarah  yang datang.  Padahal pada hari biasa jumlah peziarah hanya berkisar 3 ribu orang per hari.

"Mereka datang dari berbagai daerah, Bahkan banyak yang berasal dari luar Propinsi serta luar pulau. Semisal, Jawa Tengah, Jawa Barat, hingga Sulawesi. Mereka kebanyakan datang secara rombongan dengan bus," pungkasnya.

 

Redaktur    : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslim Abdurrahman 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Pahlawan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 24 November 2017

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir

Pandeglang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Tingginya intensitas hujan yang turun selama berhari-hari mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pandeglang melalui program NU’Care ikut peduli membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak banjir di kabupaten tersebut.

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir

Kali ini diwujudkan dengan mengunjungi langsung dan menyerahkan bantuan berupa barang-barang kebutuhan pokok dan Pengobatan Gratis untuk 3000 warga

3000 korban banjir di lima Kecamatan, yaitu Patia, Sobang, Sukaresmi, Saketi Pulosari, Banten terima layanan pengobatan gratis yang digelar LAZISNU Kabupaten Pandeglang, Kamis, (17/1). Layanan didukung oleh BAZNAS cuma-cuma, dan 500 Paket Sembako.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Meski pemeriksaan dan konsultasi tidak di dalam ruangan khusus, warga tetap antusias datang berobat menerima layanan pengobatan gratis ini.

“Kita berikan pengobatan untuk jenis penyakit yang sering menghinggapi warga yang menjadi korban banjir. Seperti gatal-gatal, kutu air, batuk dan pilek,” ungkap H M. Munirul Ikhwan Ketua LAZISNU Pandeglang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menjelaskan, banjir kali ini menggenangi hampir seluruh Kecamatan di Pandeglang yaitu 28 Kecamatan dari 35 Kecamatan, ? merendam permukinan di daerah tersebut, sehingga aktivitas masyarakat setempat terhenti total.

"Tidak ada masyarakat yang beraktivitas, semuanya terfokus pada penyelamatan diri serta harta benda agar tidak terbawa arus banjir, bahkan rumah saya termasuk yang menjadi korban banjir kali ini" katanya.

Banjir, kata dia, juga merendam ratusan hektare sawah miliki petani setempat, dan dipastikan seluruh tanaman padi rusak.

Lima kecamatan yang menjadi target bantuan pengobatan gratis adalah wilayah terparah yang terkena dampak banjir. di Kecamatan Patia. Sedikitnya 10 desa terendam, yaitu Desa Idaman, Surianen, Patia, Rahayu, Cimoyan, Babakan Keusik, Ciawi, Pasirgadung, Turus, dan Simpang Tiga.

Di Kecamatan Sukaresmi juga ada 10 desa yang terkena banjir, yaitu Desa Karyasari, Perdana, Sukaresmi, Kubangkampil, Sidamukti, Cibungur, Weru, Cikuya, Pasirkadu, dan Seuseupan.?

LAZISNU Pandeglang ikut prihatin atas musibah yang terjadi dan berharap dengan bantuan yang di berikan dapat meringankan beban para korban banjir di Kabupaten Pandeglang, yang mayoritas warga nahdliyyin

“Dengan kehadiran pihak LAZISNU Pandeglang untuk mengunjungi dan memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari untuk warga yang mengungsi di sini, sangat membantu dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari,”kata Ketua MWCNU Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten KH. Burhanudin.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : LAZISNU Pandeglang

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Kiai, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi