Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari

Hiruk pikuk suasana Idul Adha biasanya terasa kental dirasakan oleh pengurus masjid atau lembaga penerima dan penyalur hewan kurban. Karena biasanya hewan yang disembelih sangat banyak sehingga mereka harus kerja ekstra hingga larut malam. Apalagi waktu pelaksanaan penyembelihan kurban yang terbatas hanya tanggal 10 Dzulhijjah dan hari tasyriq (11,12,13 Dzulhijjah).

Lalu sahkah kurban yang disembelih pada malam hari? Mengingat, ada sebuah hadits riwayat al-al-Baihaqi yang melarang untuk menyembelih di malam hari dari Hasan al-Bashri.

Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menyembelih Kurban di Malam Hari

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya “Rasulullah Saw. melarang untuk memotong malam hari, memanen malam hari dan menyembelih malam hari. Hal itu terjadi karena payahnya keadaan manusia sehingga Nabi melarangnya kemudian memberikan keringanan.”

Menurut Imam an-Nawawi dalam kitab al-Majmu bahwa hadits di atas tidak berimbas pada ketidakabsahan kurban. Menurut Imam an-Nawawi penyembelihan hewan kurban pada malam hari tetap sah, hanya saja hukumnya makruh.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Para pengikut Imam as-Syafi’i bersepakat bahwa sah/boleh menyembelih pada masa seperti saat ini baik siang hari maupun malam hari. Tetapi menurut kami )madhab syafii) menyembelih di malam hari hukumnya makruh jika hewan yang disembelih adalah bukan hewan kurban. Namun jika yang disembelih adalah hewan kurban maka hukumnya sangat makruh.”

Pendapat Syafiiyah ini juga didukung oleh beberapa pendapat ulama lain, seperti Abu Hanifah, Ishaq, Abu Tsaur dan Jumhur Ulama. Berbeda halnya dengan Imam Malik yang tidak memperbolehkan (tidak sah) untuk menyembelih hewan kurban di malam hari.

Penyebab dimakruhkannya menyembelih di malam hari menurut syafiiyah, karena bisa jadi terjadi kesalahan yang dilakukan penyembelih/jagal ketika menyembelih kurban.

Namun syafiiyah mengecualikan kemakruhan menyembelih pada malam hari jika ada hajat.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Ulama’ Syafiiyah mengecualikan kemakruhan menyembelih pada malam hari apabila terdapat hajat seperti terlampau sibuk di siang hari sehingga tidak sempat menyembelih, atau ada kemaslahatan jika disembelih malam hari. Seperti mudah hadirnya orang-orang fakir pada malam hari. (al-Mausuah al-Fiqhiyah al-Kuwaitiyah, J. 2, h. 1551). Wallahu A’lam. (M Alvin Nur Choironi)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 10 Februari 2018

Bahtsul Masail Nasional di Yogyakarta Dimulai

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pembahasan masalah-masalah kegamaan atau Bahtsul Masail Diniyah Nasional PBNU yang diselenggarakan di pesantren Sunan pandanaran, dimulai sejak Selasa (2/7) siang kemarin.

“Saya pribadi senang berkenaan dengan pesantren sunan pandanaran dijadikan sebagai tempat bahsul masial. para ulama-ulama, kiai-kiai datang dari Indonesia berkenaan memberikan berkah pada pesantren kami,” kata KH. Mu’tashim Billah, pengasuh Pesantren Pandanaran.

Bahtsul Masail Nasional di Yogyakarta Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Nasional di Yogyakarta Dimulai (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Nasional di Yogyakarta Dimulai

Senada dengan KH. Mu’tashim Billah, KH Zulfa Mustafa, ketua Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU juga mengungkapkan kegembiraannya atas terselenggaranya Bahtsul Masail di Pesantren Pandanaran.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Jika Kiai Mu’tashim tadi mengatakan senang, LBM PBNU malah lebih bahagia lagi. Karena amanah PBNU bisa dilaksanakan di Pesantren Pandanaran ini,” ujar KH Zulfa Mustafa.

Selain itu, KH Zulfa Mustafa juga menyinggung tentang bahsul masail sebagai ruhnya NU.  “Banyak kiai-kiai yang bilang, bahwa NU ya pesantren dan pesantren ya Bahsul Masail. Bisa dikatakan bahwa memang Bahsul Masail adalah ruhnya NU,” ungkanya dengan menggebu-nggebu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, KH Ahmad Ishomudin, Rais Syuryiah PBNU, dalam sambutannya memaparkan tentang fungsi Bahsul Masail.

“Ada beberapa hal yang menjadi fungsi dari Bahtsul Masail. Pertama, fungsi ilmiah, karena tidak ada pendapat yang dikeluarkan tanpa lmu, tanpa landasan dan tanpa rujukan. Kedua, fungsi silaturrahmi, karena setiap bahsul masail itu bisa mengukuhkan kembali hubungan-hubungan yang sempat terputus. Ketiga, fungsi konsolidasi. Dan terakhir, menjelang pilpres 2014, Bahsul masail barangkali bisa berfungsi siasat,” Ujar KH Ishomudin panjang lebar.

Acara yang akan berlangsung selama dua hari tersebut, dihadiri oleh para kiai dari perwakilan seluruh Indonesia. Materi yang akan dibahas dalam acara tersebut, antara lain, tentang tindak pidana pencucian uang, outsourcing dalam perspektif Islam, mekanisme fiqhiy biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH), dan badal thawaf ifadhah. 

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 09 Februari 2018

Jangan Kucilkan Mantan Narapidana Terorisme

Samarinda, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), meminta masyarakat tidak mengucilkan mantan narapidana terorisme. Pengucilan disebut menyulitkan upaya penanggulangan terorisme.

"Memang tidak mudah menerima seorang mantan narapidana. Jangankan kok kasus terorisme, mantan narapidana pencurian saja terkadang sulit diterima," kata Koordinator Kelompok Ahli BNPT, Anwar Sanusi, saat menyampaikan pidato kunci dalam pembukaan Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme di Samarinda, Kalimantan Timur, Kamis (11/8).

Meskipun sulit, lanjut Anwar, masyarakat diminta bisa menerima dan membiarkan mantan narapidana terorisme membaur. "Kalau perlu rangkul mereka. Jika ada yang membutuhkan tenaga kerja, berikan mereka pekerjaan. Narapidana, apapun kasusnya, biasanya susah mendapatkan pekerjaan, makanya tolong mereka," tegasnya.

Jangan Kucilkan Mantan Narapidana Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Kucilkan Mantan Narapidana Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Kucilkan Mantan Narapidana Terorisme

Imbauan tidak mengucilkan mantan narapidana terorisme disampaikan tidak semata-mata untuk membantu sesama. Lebih jauh imbauan itu disampaikan untuk mencegah mantan narapidana terorisme kembali kepada kelompoknya dan melakukan kejahatan terorisme lagi.

"Mereka (narapidana terorisme, red.) yang sudah keluar dari penjara juga dipantau oleh kelompoknya untuk diajak melakukan aksi-aksi terorisme lagi. Oleh karena itu dibutuhkan peran masyarakat untuk menjauhkan mereka dari kelompoknya, bantu mereka untuk terlepas dari jerat kejahatan terorisme," urai Anwar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Data di BNPT, hingga pertengahan tahun 2016 sudah ada 1.176 orang pelaku terorisme yang ditangkap. Dari jumlah tersebut 849 orang di antaranya sudah mendapatkan vonis dari majelis hakim di pengadilan, 513 orang sudah selesai menjalani hukuman dan bebas, serta 336 orang sisanya masih berada di lembaga pemasyarakatan.

Diseminasi Pedoman Peliputan Terorisme dan Peningkatan Profesionalisme Media Massa Pers dalam Meliput Isu-isu Terorisme ? merupakan rangkaian dari program pelibatan media massa dalam pencegahan terorisme yang diselenggarakan BNPT bersama FKPT di 32 provinsi se-Indonesia. Satu kegiatan lainnya adalah Media Visit, kunjungan dan diskusi dengan redaksi media massa yang sudah dilaksanakan pada Rabu (10/8) kemarin. (Samsul Anwar/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 03 Februari 2018

Hasyim Lebih Senang Khofifah Urus Muslimat NU

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menyatakan lebih senang jika Khofifah Indar Parawansa berkonsentrasi membesarkan Muslimat NU, organisasi yang beranggotakan kaum ibu NU, daripada mengurus politik.

"Khofifah sebaiknya mengurus Muslimat saja, tak perlu memikirkan PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) atau PPP (Partai Persatuan Pembangunan)," kata Hasyim di kantor PBNU, Jakarta, Rabu.

Hasyim Lebih Senang Khofifah Urus Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Lebih Senang Khofifah Urus Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Lebih Senang Khofifah Urus Muslimat NU

Hasyim mengemukakan hal itu ketika diminta pendapatnya menyangkut upaya Ketua Umum PPP Suryadharma Ali mengajak Khofifah yang merupakan Ketua Umum Pucuk Pimpinan Muslimat NU kembali ke PPP, partai yang pernah mengantarkan Khofifah sebagai anggota DPR pada 1992-1998.

Saat acara gerak jalan santai di Jombang, Jawa Timur, Minggu (4/3), yang digelar untuk memperingati hari lahir GP Ansor dan Muslimat NU, Suryadharma Ali kembali "merayu" Khofifah agar balik ke PPP menyusul Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf.

Pada kesempatan itu, Suryadharma menyatakan dengan masuknya Saifullah Yusuf di jajaran Majelis Pertimbangan Partai PPP, maka partai berlambang Ka’bah itu tak bisa lagi dicap sebagai "partai orang tua". "Kalau anak muda didampingi ibu-ibu kan lebih adem," kata Surya saat itu.

Saat diminta tanggapannya mengenai "rayuan" Suryadharma, Khofifah yang saat ini masih tercatat sebagai anggota DPR RI dari PKB menyatakan hingga saat ini belum berpikir soal partai karena ingin lebih berkonsentrasi membesarkan Muslimat NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun, jawaban Khofifah tersebut di dalam penilaian Hasyim Muzadi belum memberikan jaminan bahwa mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden Abdurrahman Wahid (GUs Dur) itu sungguh-sungguh tak akan "menduakan" Muslimat NU dengan partai politik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kalau memang seperti itu (tak memikirkan partai, red) kenapa ada acara gerak jalan (yang menghadirkan Ketua Umum PPP) segala," kata Hasyim. (ant/mad)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pesantren, RMI NU, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 15 Januari 2018

Ingin Tahu Kealiman Kiai Sahal, Baca “Thariqatul Hushul”

Jakarata, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudh dikenal sebagai ulama yang memiliki dedikasi tinggi di bidang keilmuan. Kealiman Kiai Sahal di antaranya tercermin dari karya-karya ilmiah yang dihasilkan.

Ingin Tahu Kealiman Kiai Sahal, Baca “Thariqatul Hushul” (Sumber Gambar : Nu Online)
Ingin Tahu Kealiman Kiai Sahal, Baca “Thariqatul Hushul” (Sumber Gambar : Nu Online)

Ingin Tahu Kealiman Kiai Sahal, Baca “Thariqatul Hushul”

“Kita kehilangan tokoh, kiai yang alim. Kalau kita ingin tahu kealimannya, kita baca Thariqatul Hushul, syarah (penjelasan) Ghayatul Wushul karangan Abu Zakariyya al-Anshari, sehingga kita lebih mudah memahaminya,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Jumat (24/1).

Ghayatul Wushul yang merupakan kitab ushul fiqih karya ulama Syafiiyyah abad ke-9 H itu sebenarnya adalah syarah atas kitab Lubbul Ushul. Sehingga Thariqatul Hushul yang ditulis Kiai Sahal lebih tepat disebut hasyiyah (ulasan terhadap syarah) atas kitab Ghayatul Wushul.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam pengantar karyanya ini, Kiai Sahal bercerita bahwa sekitar tahun 1380 H (1961 M), ia diminta rekan-rekannya sesama santri untuk mengajarkan kitab Ghoyatul Wushul. Waktu itu Kiai Sahal sedang belajar di Pesantren Sarang, Jawa Tengah.

Saat meminta izin kepada gurunya, Kiai Zubair bin Dahlan (ayah KH Maimun Zubair), ia tak hanya diberikan izin melainkan juga ijazah (sambungan sanad keilmuan). Kiai Sahal yang ketika itu berusia sekitar 24 tahun menuliskan banyak catatan penjelasan tentang isi kitab Ghayatul Wushul hingga akhirnya menjadi sebuah kitab setebal lebih dari 600 halaman seperti saat ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kang Said, sapaan akrab KH Said Aqil Siroj, mengakui kepakaran Rais Aam PBNU itu. Menurut dia, Kiai Sahal adalah ulama berbobot yang teguh dalam berprinsip.

“Beliau adalah orang yang lurus, bersih, yang laa yakhafu law mata laim, tidak gentar dikritik, tidak gentar dicaci, dan tidak sombong ketika dipuji. Dan beliau selalu (menerapkan pernyataan) qulil haqqa wa law kana murran, katakanlah kebenaran walaupun itu pahit,” katanya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, Cerita, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 04 Januari 2018

25 tahun Terpisah, Arafah Pertemukan Dua Keluarga Indonesia

Makkah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Di Padang Arafah, dua bersaudara Ani and Marya dari Indonesia  bertemu kembali setelah terpisah selama 25 tahun setelah perselisihan keluarga antara Ani dan ibunya terkait dengan pembagian harta waris setelah kematian ayahnya.

25 tahun Terpisah, Arafah Pertemukan Dua Keluarga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
25 tahun Terpisah, Arafah Pertemukan Dua Keluarga Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

25 tahun Terpisah, Arafah Pertemukan Dua Keluarga Indonesia

Konflik antara mereka membuatnya dijauhkan dari keluarga selama bertahun-tahun setelah menerima bagian harta waris. Dia dan suaminya meninggalkan kampung tempat keluarganya tinggal. Suasana penyatuan kembali sangat mengharukan dengan tangis dan air mata, menggambarkan kerasnya waktu dan penderitaan akibat perpisahan.

Ani mengatakan kepada Saudi Gazette bahwa dia merasa rindu terhadap keluarga dan ingin mengetahui kondisi mereka, tetapi suaminya keras kepala, yang memaksanya memilih antara tetap bersama dia dan anak-anaknya atau bercerai jika dia berhubungan dengan keluarganya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Setelah bertahun-tahun berpisah, Ani bekerja di beberapa negara Arab dan Teluk karena kondisi ekonomi sebagai pembantu rumah tangga, sampai akhirnya dia mendapat majikan keluarga asal Teluk yang memberinya kesempatan menunaikan ibadah haji bersama majikannya.

Dia bermaksud mencari keluarganya setelah kembali ke Indonesia dan menegaskan, tidak akan meninggalkannya, khususnya setelah mengetahui suaminya berhubungan dengan wanita lain selama ia bekerja di luar negeri. (mukafi niam)

Foto: Saudi Gazette

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Mensos Siapkan Santunan Kematian untuk Korban Longsor OKU Selatan

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyampaikan ucapan duka cita mendalam kepada keluarga korban meninggal bencana longsor di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan, Provinsi Sumatera Selatan. 

"Pertama atas nama pemerintah kami menyampaikan duka cita mendalam atas musibah yang dialami saudara-saudara kita di Ogan Komering Ulu Selatan. Kepada keluarga korban semoga Allah Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, ketabahan dan kesabaran. Semoga para korban meninggal dunia mendapatkan tempat yang tenang di sisi Allah," kata Khofifah kepada wartawan di sela-sela kunjungan kerjanya ke Jawa Timur, Sabtu (11/11). 

Mensos Siapkan Santunan Kematian untuk Korban Longsor OKU Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Siapkan Santunan Kematian untuk Korban Longsor OKU Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Siapkan Santunan Kematian untuk Korban Longsor OKU Selatan

Kementerian Sosial, lanjutnya, telah menyiapkan santunan kepada ahli waris korban meninggal tanah longsor. Masing-masing ahli waris mendapat santunan sebesar Rp15 juta untuk korban meninggal dan maksimal Rp5 juta untuk korban luka-luka. 

"Insyaallah  hari Senin (13/11) saya akan kesana dan Insyaallah Senin mereka akan  menerima santunan," ujar Mensos.

Seperti diketahui pada Kamis (9/11) telah terjadi dua kejadian longsor di Kecamatan Sungai Are, Kabupaten OKU Selatan. Pertama, di Desa Cukohnau, pada pukul 17.00 WIB. Kedua, di Desa Sadau Jaya, pukul 20.00 WIB.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Longsor pertama di Desa Cukohnau, Kecamatan Sungai Are menimbun satu rumah yang menyebabkan satu orang meninggal atas nama Hatam bin Agusaman (70), satu luka berat (Zulkardi), dan satu orang luka ringan (istri Hatam).

Longsor kedua di Desa Sadau Jaya, Kecamatan Sungai Are, menimbun satu rumah berisi tujuh orang sehingga menewaskan lima orang dan dua orang luka-luka.

Korban meninggal adalah Riswandi bin Nawawi (40), Ausmita binti Toyib (35), Angga bin Riswandi (7), Rifki bin Riswandi (4), Alex bin Riswandi (9). Sementara korban luka adalah Iprianto bin Riswandi dan Juwita binti Riswandi. 

"Sehingga total korban terdampak akibat bencana longsor ini sebanyak 6 orang meninggal dan 4 luka akibat tertimbun tanah longsor," tutur Khofifah. (Red: Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 05 Desember 2017

Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Striker Tim Nasional Indonesia U-18 Muhammad Ralfi Mursalim ternyata sosok yang rendah hati. Jebolan Liga Santri Nusantara (LSN) itu mengaku dirinya bukan siapa-siapa. Menurutnya, masih banyak pemain lain dari LSN yang pantas masuk skuad tim nasional, namun belum hokinya. Banyak alumni LSN yang bertalenta, namun tidak terpantau oleh pemerintah.

"Sebetulnya bukan hanya saya yang dari pesantren, banyak juga pemain bintang lain, tapi belum rezekinya," tukas Rafli kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi di sela-sela Jumpa Pers di hotel Aston, Jember, Kamis (19/10).

Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Rafli, Sosok Rendah Hati Jebolan LSN

Rafli menambahkan, LSN cukup bagus meski perlu pembenahan di sana-sini. Sebagai ajang untuk menggali pemain-pemain bertalenta di pesantren, LSN cukup prospektif dan perlu didukung oleh semua pihak.

LSN di mata Rafli mempunyai kelebihan dibanding ajang lain, yaitu dukungan spritualitas dari kiai. Di tengah kompetisi yang sengit, masih ada doa dan petuah kiai yang bisa menyejukkan hati. Secara pribadi, ia merasa dukungan yang diberikan kiainya di Pondok Pesantren Al-Asyariyah, Banten cukup membesarkan jiwanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kiai mendukung olahraga. Kiai bilang, tidak lupa agama, dan tidak lupa sepakbola, dan olahraga lain juga boleh," ungkapnya.

Rafli bersama pemain PSSI U-19 akan menghadapi Persid Jember dalam laga uji coba di stadion Jember Sport Garden, Jember, Sabtu (21/10) sore.

Pelatih Indra Syafri membawa seluruh pemain terbaiknya dalam uji coba kali ini, termasuk bintang masa depan Indonesia, Egy Maulana Vikri, tandem Rafli di lini depan. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi News, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 02 Desember 2017

GP Ansor Harus Proaktif Dampingi Masyarakat

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Gerakan Pemuda (GP) Ansor harus semakin bermanfaat untuk bangsa dan negara. Sebab dalam hitungan kalender hijriyah, GP Ansor sudah berumur 81 tahun. Usia yang sudah tidak muda ini harus menjadi acuan gerakan pemuda Nahdliyin di semua lapisan masyarakat yang sesuai dengan paham Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

GP Ansor Harus Proaktif Dampingi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Harus Proaktif Dampingi Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Harus Proaktif Dampingi Masyarakat

Pernyataan tersebut disampaikan H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jombang, pada muktamar ke-9 di Banyuwangi tepat pada tanggal 10 bulan muharram 1353 atau 24 April 1934, tanggal lahirnya GPAnsor, Hal ini seharusnya menjadi alarm bagi pemuda ansor agar lebih mengabdi untuk bangsa dan negara.

“Kita sudah seharusnya terus bertekat mengabdi pada bangsa dan negara karena kita berorganisasi sebenarnya untuk kemaslahatan umat,” katanya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Senin (26/10).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus Atok, sapaan akrabnya menjelaskan, nilai pengabdian pada masyarakat atau bangsa dan negara itu berada pada komitmen dan konsistensi pemuda Ansor dalam menjalankan tujuan, visi misi organisasi yang sudah dirumuskan bersama. Kader Ansor harus proaktif mendampingi masyarakat. “Salah satu sikap yang sangat diperlukan adalah sikap konsisten untuk memperjuangkan tujuan, visi dan misi organisasi ini,” terangnya.

Sementara bentuk pengabdian pada masyarakat dalam pandangan Gus Atok sangat beragam, dan ukurannya adalah ketika persoalan pada masyarakat dapat diatasi atau sedikit membantu meringankan beban mereka, baik dalam persoalan ekonomi, pendidikan atau bentuk persoalan yang lain. Dengan demikian Ia optimis Ansor ke depan akan semakin bermartabat, kuatcerdas dan mandiri. (Syamsul/Mahbib)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 09 November 2017

Mbah Moen: Agustus Bulan Mulia Bangsa Indonesia dan Bulan Agung di Sisi Allah

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) dalam doa di Istana Negara memuji Allah SWT atas nikmat kemerdekaan yang dikaruniakan kepada Bangsa Indonesia. Mbah Moen menyebut kemerdekaan Indonesia dari negara penjajah merupakan sebuah nikmat besar Allah yang patut disyukuri oleh anak bangsa Indonesia.

“Ya ilâhana, Agustus syahrul mu‘azzham ‘indanâ wa syahrul mu‘azzham ‘indaka (Agustus adalah bulan agung bagi kami dan bulan agung bagi-Mu),” kata Mbah Moen dalam salah satu rangkaian doanya pada majelis zikir Hubbul Wathan di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (1/8) malam.

Mbah Moen: Agustus Bulan Mulia Bangsa Indonesia dan Bulan Agung di Sisi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen: Agustus Bulan Mulia Bangsa Indonesia dan Bulan Agung di Sisi Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen: Agustus Bulan Mulia Bangsa Indonesia dan Bulan Agung di Sisi Allah

Pada bulan Agustus Kaukirim utusan-Mu. Pada bulan Agustus ini Kauberikan pada kami nikmat hurriyah (kemerdekaan) wal istiqlal (berdikari). Kami sudah merdeka 72 tahun lalu, kata Mbah Moen dalam doanya.

Mbah Moen juga meminta kepada Allah SWT untuk memberikan kekuatan kepada para pemimpin Republik Indonesia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ya Allah, keberagaman Indonesia adalah nikmat-Mu. Semua ini meski berbeda-beda pada hakikatnya adalah satu, sesuai dengan firman-Mu li ta‘ârafû (untuk saling memahami). Kami berbeda-beda suku, ratusan bahasa, dan berbeda agama,” tegas Pengasuh Pesantren Al-Anwar Sarang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia juga memohon kepada Allah SWT agar bangsa Indonesia dijauhkan dari perpecahan dan pertikaian sesama anak bangsa.

Doa Mbah Moen ini diamini oleh ratusan jamaah yang hadir. Tampak puluhan ulama dan kiai dari pelbagai daerah di Indonesia, Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan jajaran kabinet. Zikir ini diadakan dalam rangka mensyukuri nikmat kemerdekaan Indonesia yang jatuh pada bulan Agustus. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 01 November 2017

Halaqoh Kiai Muda, GP Ansor Malang Angkat Islam Sebagai Rahmat

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sejumlah pengurus pesantren menghadiri acara Halaqoh Kiai Muda IV yang diselenggarakan PC GP Ansor Malang di Aula STAI Raden Rahmat Kepanjen Malang, Jawa Timur, Ahad (24/11). Halaqah ini mengangkat tema “Sinergi Menguatkan Islam Rahmatan Lil Alamin”.

Halaqoh Kiai Muda, GP Ansor Malang Angkat Islam Sebagai Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)
Halaqoh Kiai Muda, GP Ansor Malang Angkat Islam Sebagai Rahmat (Sumber Gambar : Nu Online)

Halaqoh Kiai Muda, GP Ansor Malang Angkat Islam Sebagai Rahmat

Tampak hadir dalam halaqah ini sejumlah tokoh pesantren. Mereka yang hadir antara lain pengasuh Pesantren Assidiqiyah Jakarta KH Noor Iskandar dan pengasuh Pesantren An-Nur Malang Gus Fahrur.

Kiai Noor Iskandar mengatakan, rahmatan lil alamin berarti kasih sayang bagi semesta alam. Maksudnya, kehadiran Islam di tengah kehidupan masyarakat mampu mewujudkan kedamaian dan kasih sayang bagi manusia maupun alam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Pesan kerahmatan dalam Islam benar-benar tersebar dalam teks-teks Islam, baik Alquran maupun hadist,” tegas Kiai Noor Iskandar.

Ketua pelaksana halaqoh Husnul Syadad menyampaikan, penguatan Islam rahmatan lil alamin dibahas agar peserta dapat memperkaya wawasan yang nantinya bisa diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Dengan demikian terciptalah masyarakat yang damai dan rukun.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Husnul menambahkan, agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad SAW diperuntukkan bagi seluruh umat manusia pada umumnya dan melintas batas ruang dan waktu. Karenanya, Islam dikenal sebagai agama universal. Islam ditujukan untuk semua ras manusia tanpa kecuali. (Abdul Basyit/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul, Nasional, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 18 Oktober 2017

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta

Senin (20/1/2014) pukul 16.25 WIB, KH Amirullah Ilyas telah pulang ke Rahmatullah. Dalam perjalanan hidupnya, beliau sangat gigih dan penuh semangat dalam memperjuangkan nilai-nilai Aswaja NU di tengah masyarakat. Bersama KH Zaini Sulaiman, KH Amirullah mendirikan Yayasan Pendidikan Islam Az Zainiyah dan masjid Al-Husniyah.

“Semasa hidupnya almarhum dikenal gigih memperjuangkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah. Saya menjadi ketua sementara almarhum jadi sekretaris. Lalu beliau menjadi wakil dan bahkan Ketua di banyak organisasi di Tubuh NU. Sejak tingkat Ranting sampai Wilayah Provinsi DKI Jakarta Raya. Almarhum adalah orang baik, orang baik, orang baik,” ucap KH. Hasbullah Amin saat memberikan kesaksian serta melepas kepergian almarhum.

Selain sosok yang gigih dan ulet dalam memperjuangkan Islam Aswaja, KH Amirullah Ilyas juga seorang aktivis organisasi yang ulet. Berbagai organisasi sosial kemasyarakatan di bawah naungan NU pernah ia ikuti. Bahkan seringkali ia menjadi penentu dari putaran roda organisasi tersebut. Beliau pernah menjadi ketua IPNU Cabang Pulo Gadung (1962-1965), Ketua Ranting merangkap Ketua Bidang Pendidikan GP.Ansor Cab.Pulogadung (1965-1969), Ketua GP Ansor Cab.Pulogadung sekaligus Sekretaris Partai NU Cab. Pulogadung (1975-1984), Ketua GP Ansor Cab. Cakung (1977-1979), Sekretaris PCNU Cakung (1979-1984), Ketua PCNU Jakarta Timur sekaligus dilantik di Graha Purna Yudha dalam jajaran Ketua Tanfidziyah PWNU DKI Jakarta.

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Amirullah Ilyas: Pejuang Aswaja DKI Jakarta

Hingga saat ini, semua SK Organisasi di bawah bendera NU yang pernah beliau masuki sejak tahun 1959 masih tersimpan dengan rapi. Hal itu menjadi salah satu bukti betapa cintanya KH Amirullah pada NU. Saking cintanya pada NU dan organisasi yang dia pimpin, KH Amirullah Ilyas pernah mengundurkan diri dari jabatan PNS di lingkungan Pengadilan Agama Istimewa Jakarta Raya. Hal itu beliau lakukan agar beliau bisa lebih konsentrasi mengurusi Organisasi dan NU. Nyata sekali bahwa KH Amirullah lebih memprioritaskan perjuangan yang tak jarang menuntut pengorbanan dibanding kenyamanan finansial yang seringkali melenakan.

Di mata keluarga, KH Amirullah Ilyas adalah sosok yang sangat penyayang namun tetap tegas dan disiplin. Terlebih dalam mendidik serta menanamkan nilai-nilai agama Islam kepada putra-putrinya. Mungkin ini adalah buah dari kedekatan beliau dengan para ulama dan Habaib. Putra-putrinya dimasukkan dimasukkan sekolah umum, namun wajib masuk Madrasah Diniyah.

“Sejak pertama kali ada televisi, kami diperbolehkan menonton. Tapi jika sudah mau masuk waktu maghrib, TV wajib dimatikan. Kami juga diharuskan shalat berjamaah. Setelah solat kami harus mengaji Al-Qur’an. Baru setelah itu mempelajari pelajaran di sekolah atau madrasah. Aturan ini berlaku hingga akhir hayat beliau.” Kata salah satu putra Kiai Amirullah Ilyas.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Amirul mukminin Umar ibn al-Khattab pernah berkata, bahwa seorang lelaki yang berani meremehkan solatnya maka dalam urusan lainnya ia akan lebih berani meremehkannya. Mafhum mukhalafah atau pemahaman terbaliknya, seorang lelaki yang bisa menjaga solatnya dengan baik maka dalam urusan lain ia akan lebih bisa menjaga dengan baik. Dalam masalah ini kita bisa meneladani sikap KH Amirullah.

Seperti dikatakan istrinya, KH Amirullah Ilyas sangat menjaga urusan sholat. Baik saat berada di rumah maupun saat berada di dalam perjalanan. Beliau juga secara istiqomah menjalankan sunnah Nabi SAW, bangun malam sebelum fajar untuk menjalankan solat malam. Juga berdzikir serta meminta ampunan pada Allah. Salah satu amalan sunnah yang pelakunya akan dikaruniai Allah? Swt. derajat mulia dan posisi terpuji.

Di detik-detik akhir hidupnya, Kiai Amirullah? memanggil istri dan semua putra-putrinya. Ia lalu meminta maaf kepada semuanya atas segala kekhilafan yang pernah dia lakukan. Kiai Amirullah lalu meminta dihadapkan ke arah kiblat. Terdengar lirih lisannya mengucapkan kalimah syahadat. Dan seutas senyum tersungging di bibirnya saat ia berangkat menemui pencipta dan pemiliknya. (Ahmad Rofiq/Anam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Nasional, Tokoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 17 Oktober 2017

Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah

Makkah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Perlahan namun pasti, akhirnya jamaah haji dari seluruh negara melaksanakan wukuf di Arafah hari ini. Sebelum prosesi berdiam di padang Arafah tersebut, jamaah menerima bekal terkait peristiwa dan makna wukuf. Suasana pun berubah menjadi haru.

Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Khutbah Wukuf untuk Tambah Spirit di Arafah

"Kami menerima materi khotbah wukuf dari KH Farmadi Hasyim," kata Ana Farhasy, Rabu (23/9) usai shalat Dhuhur waktu setempat. Salah satu jamaah dari Kelompok Penerbangan atau Kloter 25 embarkasi Surabaya ini semakin mantap dengan keterangan dari penceramah sebelum kegiatan wukuf dilaksanakan.

"Ada dua peristiwa agung pada bulan Dzulhijjah yang patut kita catat dengan tinta emas," katanya menirukan materi sang ustadz. Peristiwa tersebut adalah haji dan kurban. Keduanya terkait dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam, lanjutnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Peristiwa haji berawal dari perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk membuat Ka’bah. "Perintah ini langsung dilaksanakan, dengan diawali dialog singkat antara Allah dan Nabi Ibrahim yang diabadikan dalam surat Al-Baqarah ayat 126 hingga 127," katanya di maktab 28 Padang Arafah.

Inti dari surat tersebut adalah hendaknya Allah SWT menjadikan Makkah sebagai kawasan yang aman serta mendapatkan rizqi berlimpah serta halal. Dan Allah mengabulkan permintaan tersebut dengan satu syarat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Syarat dimaksud adalah hendaknya setelah Ka’bah dibangun, Nabi Ibrahim memberikan laporan pertanggungjawaban sebagaimana disebutkan dalam ayat yang ke 127. "Saat itu Nabi Ibrahim naik ke Jabal Qubais, lalu memanggil anak cucunya untuk datang ke Makkah dalam rangka menunaikan ibadah haji," ungkapnya.

Dari panggilan tersebut, Nabi Ibrahim menjamin bahwa siapa saja yang melaksanakan ibadah haji akan mendapatkan pahala surga dan diselamatkan dari neraka. "Sehingga kehadiran jamaah haji saat ini sebagai bentuk jawaban atas panggilan dari Nabiyullah Ibrahim saat itu," ungkapnya.

Sedangkan soal kurban, KH Farmadi Hasyim menceritakan salah satu permohonan Ismail kepada ayahnya Nabi Ibrahim sesaat sebelum disembelih. "Apabila ayahanda pulang dan bertemu ibunda, sampaikan salam hormat kepada beliau bahwasanya saya menghadap Allah lebih dulu dan semoga kelak bisa dipertemukan di surga," terangnya.

Demikian pula sebelum disembelih sebagai kurban, Ismail memohon kepada ayahnya untuk menyingsingkan lengan baju. "Itu agar darah yang keluar tidak mengotori baju sang ayah," katanya. Karena Ismail khawatir kalau ibunda tahu percikan darah yang mengenai baju sang ayah, akan mengurangi keikhlasan, lanjutnya.

Materi khotbah ini diberikan sebagai tambahan spirit bagi para jamaah yang akan melangsungkan wukuf di Arafah. Usai wukuf, jamaah akan melanjutnya prosesi haji dengan mabit, melempar jumrah, serta thawaf ifadhah.

Dilaporkan Ustadzah Ana, sapaan akrabnya, suasana di pemondokan sangat kondusif. Meskipun diberitakan ada sebagian tenda jamaah dari Indonesia yang roboh akibat angin kencang, tidak mengurangi semangat dalam melaksanakan seluruh ritual haji.

Namun demikian, diharapkan jamaah tetap menjaga kesehatan dan kebugaran dengan mengonsumsi buah dan vitamin. "Ini agar kondisi tubuh tetap vit karena ibadah berikutnya adalah mengandalkan ketahanan tubuh," terangnya.

Dan yang tidak kalah penting dan selalu ditunggu adalah doa dari keluarga dan umat Islam di tanah air. "Kami yakin, doa dari keluarga dan kerabat serta kaum muslimin akan sangat membantu kelancaran ibadah kami di tanah suci," pungkasnya.(Ibnu Nawawi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Nasional, IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 19 Agustus 2017

Apakah Nabi Muhammad SAW Berperang Atas Nama Agama?

Dewasa ini, isu kekerasan atas nama agama mendapat perhatian luas. Konflik terjadi di pelbagai tempat, mulai dari konflik Poso, Ambon, serta kasus intoleransi lainnya. Kemudian pada skala dunia, perseteruan Palestina dan Israel, perang di Afghanistan, masalah etnis Rohingya (meski agak kompleks) yang paling aktual saat ini, menjadikan agama dianggap sebagai sumber masalah konflik.

Pada dasarnya konflik antarras bahkan antarnegara tidak bisa dipandang semata konflik agama. Diperlukan data-data yang utuh dan mampu memetakan konflik yang terjadi. Namun, sentimen agama memang masih cukup sensitif untuk memicu simpati dan dukungan kelompok. Bahkan, karena sentimen ini, banyak muslim yang terjun ke area konflik karena keyakinan bahwa mereka bisa mati syahid dalam konflik tersebut.

Apakah Nabi Muhammad SAW Berperang Atas Nama Agama? (Sumber Gambar : Nu Online)
Apakah Nabi Muhammad SAW Berperang Atas Nama Agama? (Sumber Gambar : Nu Online)

Apakah Nabi Muhammad SAW Berperang Atas Nama Agama?

Permasalahan lainnya, selain konflik-konflik yang dibingkai sebagai masalah agama tersebut, mulai banyak golongan penyeru jihad yang melakukan aksi teror. Kita bisa mencontohkan gerakan ISIS, jaringan Jamaah Islamiyah, lalu konflik di Marawi dan belahan dunia lainnya, juga serangkaian aksi pemboman di Indonesia, berkaitan sangat erat nilai-nilai agama yang diyakini, terlebih Islam.

Kalangan ini, menganggap yang tidak sepaham dengan mereka, adalah kafir, dan wajib diperangi. Bukan sekadar propaganda, tetapi sudah dengan aksi nyata. Dalam hadits-hadits yang dikutip, semisal dalam pamflet-pamflet di media sosial maupun video-video yang diputar, menegaskan sikap untuk berperang atas nama Islam. Mereka menyebutkan bahwa Islam menyerukan untuk memerangi dan membunuh kaum kafir karena mereka mangkir dari agama Islam, dengan menyodorkan fakta-fakta sejarah perang yang dilakukan Nabi. Pertanyaannya, benarkah Nabi melakukan peperangan atas dasar perbedaan agama?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Perang antara Muslim dan non-Muslim telah terjadi sejak masa Nabi, itu benar adanya. Namun jika kita menganalisa lebih dalam, perang-perang yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW itu tidak bermotifkan agama. Ada konflik lain yang memicu perang tersebut, terlebih peperangan itu dipicu lebih dahulu oleh kalangan non-Muslim yang bermaksud menumpas umat Muslim. Karena, Islam tidak membolehkan berperang sebelum diperangi terlebih dahulu. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran Surat Al-Baqarah ayat 190.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) jangan melampaui batas karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas.”

KH Ali Mustafa Yaqub dalam bukunya Islam Antara Perang dan Damai menegaskan bahwa Nabi tidak pernah berperang atas motif perbedaan agama. Motif perang tersebut adalah konflik dengan alasan lain. Sebagai contoh, ada tiga perang penting pada masa Nabi melawan non-Muslim, tetapi kesemuanya bukan karena konflik agama. Berikut penjelasannya.

1. Perang Badar

Peperangan ini terjadi pada tahun kedua Hijriah, dan dipimpin oleh Nabi melawan kaum non-Muslim Mekkah. Mulanya, orang-orang yang berhijrah ke Madinah hendak meminta masyarakat non-Muslim Mekkah untuk mendapatkan hak kembali atas tanah, rumah, serta ternak mereka yang ditinggal hijrah.

Mereka sampaikan hal ini kepada kaum non-Muslim Mekkah yang berdagang ke Syam. Namun, ternyata para pedagang ini menginformasikan ke Mekkah menyatakan kepada masyarakatnya bahwa mereka dalam bahaya. Sebab tersulut amarah, dikirimlah pasukan besar ke Madinah untuk membantu kaum mereka, yang dianggap akan diperangi oleh umat Muslim. Terjadilah peperangan di lembah Badar di selatan Madinah.

2. Perang Melawan kaum Yahudi

Perang melawan kaum Yahudi Madinah ini terjadi dalam Perang Bani Quraizhah pada tahun kelima hijriyah. Penyebabnya adalah pembatalan pakta damai secara sepihak oleh masyarakat Yahudi, yang telah disepakati bersama kaum Muslimin. Terjadi seusai perang Khandaq, perang Bani Quraizhah ini disebabkan pengingkaran kesepakatan damai secara sepihak, yang mencederai kedaulatan kaum Muslim di Madinah, bukan sebab perbedaan agama.

3. Perang Melawan Kaum Kristen dan Bizantium

Hal ini terjadi pada Perang Tabuk, saat diketahui bahwa Kerajaan Bizantium telah beraliansi dengan kabilah-kabilah non-Muslim dari daerah Syam untuk memerangi umat Muslim yang semakin meluas pengaruhnya. Perang ini terjadi pada tahun kesembilan hijriyah.

Nabi pun menyiapkan pasukan, tetapi setelah pasukan tiba di Tabuk, tidak ditemui adanya pasukan dari musuh. Perang pun tidak jadi dilakukan. Selanjutnya, datang beberapa kabilah dari kaum Kristen, dan Nabi membuat perjanjian perdamaian dengan mereka. Dari sini kita tahu, bahwa perang ini nyaris terjadi bukan karena motif agama, melainkan karena ancaman serangan dari luar.

Selain perang-perang tersebut, masih banyak contoh lain yang menyatakan bahwa Nabi Muhammad SAW tidak sekalipun berperang atas nama agama. Selain itu, Islam tidak mengajarkan untuk memerangi non-Muslim, apalagi sesama Muslim yang masih seiman. Pun peperangan terjadi tidak boleh dimulai oleh Muslimin.

Pemicu dan kondisi sosio-politik perang-perang pada masa Nabi itu harus ditelaah lebih lanjut agar kita tidak terjebak pada pandangan bahwa Islam adalah agama yang “haus perang” dan kejam terhadap non-Muslim. Wallahu a’lam. (M Iqbal Syauqi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 26 Mei 2017

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Jombang akan menggelar gebyar pelajar untuk mengembangkan keterampilan dan pengetahuan para pelajar, pada Kamis-Jumat (5-6/5) mendatang.?

Ketua PC IPNU Abdul Haris mengungkapkan pentingnya wadah atau fasilitas pelajar dalam mengembangkan sejumlah keterampilan yang dimilikinya.

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Gelar Gebyar Pelajar

"Skill dan upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) para pelajar tentu menjadi pendukung mereka untuk menjadi generasi bangsa yang baik," ujarnya, Senin (2/5).

Kegiatan yang bakal berlangsung di MTs Salafiyah Syafiiyah Bandung Diwek, Jombang tersebut berisi olimpiade Aswaja tingkat MTs dan MA/SMA, lomba musikalisasi puisi dan pidato Bahasa Jawa tingkat MTs/SMP.

Pada hari pertama, panitia akan menggelar olimpiade Aswaja. Di katagori ini peserta akan memasuki dua putaran. Pertama, mereka akan diberikan soal-soal tentang Aswaja. Bagi peserta yang berhasil lolos akan memasuki putaran kedua.

"Masing-masing siswa diberi soal multiple choice (pilihan ganda). Kemudian siswa yang lolos akan diuji kembali," kata Qurrotul Aini, Ketua PC IPPNU Jombang. Kemudian pada hari kedua dilangsungkan dengan beberapa lomba yang lain.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Terkait jumlah peserta, ia memperkirakan sebanyak 350 pelajar bakal ikut ambil bagian. Mereka terdiri dari PC, PAC hingga Pimpinan Ranting. Selain itu juga dari delegasi pimpinan komisariat, pelajar MTS-MA sederajat dan pondok pesantren. (Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 18 Mei 2017

Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Dalam waktu dekat, Universitas Hasyim Asyari Tebuireng, Jombang, akan berkolaborasi dengan Universiti Sultan Azlan Syah (USAS) Malaysia untuk mengadakan penelitian bersama. Penelitian itu dimaksudkan untuk mendapatkan potret utuh perkembangan gerakan radikal dan liberal di kawasan Asia.

"Selain penelitian, kami juga akan menjalin kerjasama program dalam bentuk pertukaran mahasiswa dan dosen antar kedua universitas. Juga kerjasama di bidang penelitian, penulisan jurnal ilmiah dan pertukaran budaya," kata Wakil Rektor III Mif Rohim Syarkun, Jumat (10/2/2017).

Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)
Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian (Sumber Gambar : Nu Online)

Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia Adakan Kerja Sama Penelitian

Kerjasama itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Unhasy Tebuireng dan USAS Malaysia di kampus Unhasy Tebuireng, sehari sebelumnya. Dari pihak USAS, delegasi dipimpin oleh Deputy Vice-Chancellor Academic and Student Affair (Wakil Rektor I), Dato Wan Sabri Bin Wan Yusof. Sedangkan delegasi Unhasy dipimpin oleh Wakil Rektor I Unhasy Muhsin Ks.

Nantinya, kata Rohim, jika ada dosen Unhasy yang mengambil studi S3 di USAS, salah satu dosen Unhasy akan diminta menjadi co-promotor atau co-supervisor. "Untuk penulisan jurnal, kami akan mengkaji pemikiran keislaman yang dikembangkan oleh Hadlratus Syaikh Hasyim Asyari," ungkap pria yang sebelumnya cukup lama mengajar di Universiti Teknologi Malaysia ini.

Di tempat sama, Wakil Rektor I USAS Wan Sobri menuturkan, kerja sama ini akan sangat menguntungkan kedua belah pihak. Sebab, Unhasy memiliki tradisi keilmuan yang cukup lama. Pesantren Tebuireng sejak berdiri pada 1899 dan Unhasy pada 1967, menurut dia, sudah memulai tradisi keilmuan dan kajian keislamanan yang cukup memadai.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"MoU kali ini kami bekerja sama dalam bidang akademik, penulisan, penyelidikan (penelitian, red), pertukaran pelajar dan staf/pengajar. Supaya pengalaman yang sudah dimiliki dua universiti ini dapat dikongsikan (dikerjasamakan, red). Advantage-advantage masing-masing juga dapat dikongsikan," tutur Dato Wan Sabri dengan logat khas Melayu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain berkunjung ke kampus Unhasy, rombongan USAS juga berziarah ke makam KH Hasyim Asyari dan KH Abdurrahman Wahid Gus Dur di Kompleks Pesantren Tebuireng.

"Saya sangat kagum dengan pondok dan kampus ini. Pondoknya sangat bersih dan teratur. Dan saya bangga bisa berpeluang menziarahi Allah Yarham Gus Dur," ungkap Dato Wan Sabri. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 27 April 2017

Ke PBNU, Mendagri Dukung Hari Santri Nasional

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menteri Dalam Negeri RI Tjahyo Kumolo mendatangi kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di jalan kramat raya no 164 Jakarta Pusat Rabu (7/10). Kedatangannya disambut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Sekretaris Jenderal PBNU H. A. Helmy Faishal Zaini serta pengurus lainnya.

?

Dalam pertemuan yang berlangsung di lantai 3 Gedung PBNU, Kiai Said? menceritakan bahwa NU dan 12 organisasi kemasyarakatan (Ormas) lain sudah mengkaji dan menyepakati bahwa hari santri lebih tepat pada tanggal 22 Oktober. ?

Ke PBNU, Mendagri Dukung Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke PBNU, Mendagri Dukung Hari Santri Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke PBNU, Mendagri Dukung Hari Santri Nasional

“Tanggal 22 Oktober ini jadi hal yang paling menonjolkan peran santri dalam perjuangan kemerdekaan. Pada tanggal tersebut keluar fatwa Resolusi Jihad Hadratussyaikh Hasyim Asyari dimana membela tanah air hukumnya fardlu ain dan yang membantu Belanda jadi kafir," jelas kiai yang akrab disapa Kang Said di depan Mendagri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Pada kesempatan itu, Kang Said meminta Mendagri ikut mengingatkan Presiden RI Joko Widodo mengenai penetapan Hari Santri Nasional.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tjahyo dalam kesempatan itu mengaku senang bisa berkunjung ke PBNU dan bertemu dengan para kiai. Ia mendukung penetapan hari santri nasional dan berjanji membantu menyampaikannya ke Presiden RI Joko Widodo.

?

"Saya pertama kali berkunjung ke PBNU sebagai agenda kegiatan silaturahim kepada Organisasi Kemasyarakatan. Saya akan menyampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo," ungkap mantan Sekjen DPP PDIP ini.? ? ?

?

Sebelum mengakhiri pertemuan, jajaran pengurus PBNU memberikan hasil-hasil Muktamar NU ke 33 di Jombang kepada Tjahyo. Sementara Tjahyo menyerahkan bantuan lima unit komputer yang secara simbolis komputer diterima Sekjen PBNU Helmy Faishal. (Syamsud Dhuh/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, Kyai, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 26 April 2017

Ikuti Kompetisi Blog "Muslim Anti Korupsi"

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Anda yang aktif mengelola web blog bisa ikut memberantas korupsi di Indonesia di ajang kompetisi yang diselenggarakan oleh Persaudaraan Profesional Muslim (PPM) Aswaja dengan tema “Muslim Anti Korupsi”. Kompetisi dimulai pada periode 5 Oktober sampai 5 Desember 2013.

Para bloger bisa menuliskan cerita, hikmah, pengalaman, harapan, taushiyah, atau pun ajakan untuk membudayakan aktivitas anti korupsi sebagai hal yang dilarang dalam Islam dan mempublikasikannya ke web blog masing-masing.

Ikuti Kompetisi Blog Muslim Anti Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikuti Kompetisi Blog Muslim Anti Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikuti Kompetisi Blog "Muslim Anti Korupsi"

“Dikarenakan korupsi sudah sangat mengakar dalam kehidupan masyarakat kita, maka tulisan blog tersebut dapat berisi hal-hal yang sepele ataupun gagasan besar untuk Indonesia,” kata Koordinator PPM Aswaja, Usmayadi kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Kamis (3/10).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tulisan harus orisinal atau asli dan belum pernah di publikasikan di media manapun. Peserta bebas menggunakan platform blog seperti dari blogdetik, blogspot, wordpress, kompasiana, thumblr, islami.co, dan lain-lain.

Beberapa pegiat anti korupsi akan menjadi juri final di kompetisi ini, antara lain Alissa Wahid, Abdul Hamid Wahid, Agus Zainal Arifin, dan Savic Ali.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kompetisi terbuka untuk umum. Panitia menyiapkan hadiah untuk 6 (enam) bloger terbaik. Syarat dan ketentuan akan dipublikasikan lebih lanjut. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Nasional, Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 13 April 2017

Guru Ngaji Tak Pernah Minta Penghargaan

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Guru ngaji mempunyai peran penting dalam mencerdaskan spritualitas kehidupan bangsa. Karena itu, wajar jika Islam menempatkan orang yang mengajar dan belajar Al-Quran sebagai orang terbaik di antara manusia yang lain. Namun sayang, apresiasi terhadap guru ngaji masih sangat rendah. Tidak sebanding dengan manfaat dan kedudukan spritualitas dalam ajaran Islam.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan saat bertaushiyah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Miftahul Ulum, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Ahad (25/12).

Menurut Ustadz? Eksan, guru ngaji atau kiai kampung, lebih-lebih yang bertebaran di? desa-desa, tidak menuntut honor atau penghargaan apa pun. Sebab, mereka melakukannya dengan ikhlas demi membebaskan masyarakat dari kebodohan, khususnya terhadap baca tulis Al-Quran.?

"Pemberian insentif guru ngaji di berbagai daerah harus dimaknai? sebagai support moral bagi ikhtiar untuk memberantas buta huruf Al-Quran, peningkatan pemahaman dan pelaksanaan al-Quran dalam kehidupan sehari-hari,” tukasnya.

Guru Ngaji Tak Pernah Minta Penghargaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Ngaji Tak Pernah Minta Penghargaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Ngaji Tak Pernah Minta Penghargaan

Ia menambahkan, membumikan Al-Quran merupakan tugas dan kewajiban semua pihak tanpa terkecuali, baik individu maupun pemerintah. Sebab, Al-Quran adalah telaga akhlaq dan ilmu bagi kehidupan manusia. Akhlaq dan ilmu ini wajib berjalan beriringan dalam diri manusia. Ilmu tanpa akhlaq, berbahaya. Akhlaq tanpa ilmu, tidak sempurna.

“Nabi Muhammad akhlaqnya terpuji, otaknya juga cerdas. Kenapa? Saat? Siti Aisyah (istri Nabi Muhammad SAW)? ditanya tentang akhlaq Nabi, beliau menjawab, akhlaquhul qur’an. Akhlaqnya Nabi Muhammad adalah al-Quran,” urai Ustdz Eksan.

Terkait dengan pembumian Al-Quran, politisi Partai NasDem itu menyatakan gembira atas kebijakan beberapa perguruan tinggi ternama di tanah air, seperti Universitas Airlangga, yang menerima calon mahasiswa penghafal Al-Quran tanpa tes dan diberikan beasiswa. Hal tersebut, katanya, tentu merupakan penghargaan sekaligus pengakuan bahwa kompetensi qur’ani berbanding lurus dengan kompetensi ilmu sekaligus kompetensi amali yang bersangkutan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Hafidzul qur’an bukan orang sembarangan. Dia mempunyai daya ingat yang pasti luar biasa. Sehingga kecerdasan intelektualnya juga tinggi,” jelasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Peringatan Maulid Nabi yang dimeriahkan oleh penampilan? seni hadrah al-banjari tersebut, dihadiri oleh ratusan pengunjung yang memadati masjid dan halamannya.? (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa, Aswaja, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 27 Desember 2016

Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara

Ambon, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Arkeolog Wuri Handoko menilai Kerajaan Loloda di wilayah Maluku Utara kurang dikenal karena sedikitnya catatan dan referensi sejarah kerajaan kuno di Maluku Utara itu.

Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

Kurang Dikenal, Ini Jejak Sejarah Kerajaan Loloda di Maluku Utara

"Karya-karya tulis mengenai perjalanan sejarah Loloda sejauh ini masih sangat sulit ditemukan, karena itu Loloda tidak banyak diketahui dan jarang disebutkan," katanya di Ambon, Selasa (25/7).

Ahli kepurbakalaan Islam dari Balai Arkeologi Maluku itu mengatakan Kerajaan Loloda adalah salah satu wilayah yang menjadi bagian dari kepulauan rempah-rempah, yang terletak di sebuah tanjung di Pulau Halmahera bagian barat dan bagian utara.

Dalam banyak referensi yang tersebar dan terpisah-pisah, Kerajaan Loloda kurang diketahui dibandingkan dengan empat kerajaan utama lainnya di Maluku Utara, yakni Ternate, Tidore, Bacan (Makian) dan Jailolo (Moti).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh beberapa sumber, menurut dia, Loloda dianggap kerajaan yang sudah didirikan sejak abad ke-13 sebagai bekas kerajaan pertama, tertua serta terbesar di kawasan laut dan kepulauan Maluku bagian utara.

Beberapa sumber asing dan lokal yang keberadaannya sudah sangat langka, dikemukakannya menyebutkan setelah abad ke-17 kerajaan itu sudah hilang, sehingga sudah sangat jarang disebut-sebut dalam banyak referensi sejarah.

Dalam buku yang ditulis Leonard Y. Andaya pada 1993 tercatat bahwa pada masa lalu Kerajaan Loloda adalah sebuah wilayah yang cukup kuat dan mengakui kekuasaan Ternate sebagai wilayah pusat, sehingga Loloda adalah wilayah taklukan atau wilayah vassal dari Ternate.

Antonio Galvao, tentara yang yang pernah menjadi Gubernur Portugis di Maluku, dalam sebuah catatannya menuliskan bahwa Loloda adalah sebuah desa kecil yang kacau, dan masa lalunya hanya tinggal kenangan.

Pemerintah Hindia-Belanda pada tahun 1686 menyebut Loloda sebagai desa yang terletak di tepi sungai dengan air payau. Loloda merupakan kampung muslim, disitu raja dan ibunya tinggal dan lima desa Alifuru yang terletak di pedalaman.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Meskipun pernah dikenal sebagai kerajaan Islam, namun tidak terkonfigurasi ke dalam Motir Staten Verbond (persekutuan raja-raja Maluku) pada 1322-1343, dan Loloda juga tidak pernah terdengar sebagai kerajaan Islam dengan raja yang bergelar sultan.

Tahun 1908 terjadi perang Loloda yang berakibat pada kekalahan yang diderita oleh masyarakat Loloda. Kerajaan yang terletak di tepi Sungai Soasio atau sering dikenal juga Sungai Loloda kemudian ditinggalkan kosong begitu saja oleh penduduknya.

Mereka pindah dan menyebar menempati tempat-tempat baru, baik di sepanjang pesisir Pantai Loloda utara ataupun Loloda kepulauan.

"Tampaknya dalam berbagai penulisan sejarah Loloda memang banyak diabaikan. Kerajaan ini dianggap hilang tak berbekas sekitar tahun 1900-an akibat kalah bersaing dengan pihak kolonial," ucap Wuri.

Menurut dia, Loloda secara mitologis dan geohistoris adalah bagian dari kehadiran atau kemunculan raja dan kerajaan-kerajaan awal di Maluku.

Loloda memiliki luas wilayah yang mencakup hampir separuh Kepulauan Halmahera, bahkan bisa dikatakan seluruh pulau itu dahulunya adalah bagian dari miliknya, tetapi sejarah tentang itu sejauh ini masih sangat sulit ditemukan.

"Banyak ungkapan yang kemudian muncul mengenai Loloda sejauh ini, diindikasikan sebagai kata atau konsep yang terabaikan, tersingkirkan, hilang, dan terlupakan dalam sejarah Lokal Maluku Utara dan sejarah nasional Indonesia," ucapnya.

Berdasarkan letak geografisnya saat ini, Loloda berada di Pulau Halmahera di bagian utara dan Barat, yang secara umum terbagi menjadi Loloda Utara di Halmahera Utara dan Loloda Selatan di Halmahera Barat.

Tipologi geografis Loloda terdiri dari Loloda daratan, Loloda kepulauan, Loloda teluk, dan Loloda pegunungan.

Wilayah kerajaan Loloda, kata Wuri lagi, diperkirakan adalah wilayah Kecamatan Loloda di Kabupaten Halmahera Barat, Kecamatan Loloda Utara dan Loloda Kepulauan yang termasuk wilayah administratif Kabupaten Halmahera Utara.

"Banyak ungkapan yang kemudian muncul mengenai Loloda sejauh ini, diindikasikan sebagai kata atau konsep yang terabaikan, tersingkirkan, hilang, dan terlupakan dalam sejarah Lokal Maluku Utara dan sejarah nasional Indonesia," ujar Wuri Handoko. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, Kiai, Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi