Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Rabu, 28 Februari 2018

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis

Grobogan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Zaman sekarang banyak pencari ilmu lebih memilih tempat pendidikan yang berbasis formal dibanding pendidikan pesantren. Pasalnya, hasilnya yang diharapkan ialah ijazah dan pekerjaan. Jika fenomena ini terus berlanjut, maka stok kiai ke depan akan minim dan tinggal menunggu kehancuran.

Demikian di antara isi ceramah Ketua Jam’iyyah Ahlit Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Jateng KH Dzikron Abdullah dari Semarang di halaman pesantren Tarbiyatus Salikin pada acara Tsulus Sanah Idaroh Syu’biyyah JATMAN di desa Selo, Tawangharjo kabupaten Grobogan, Ahad (2/2).

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis

Ia menuturkan, sekarang yang mondok itu anak-anak kecil. Dahulu orang yang berjenggot masih tetap setia mencari ilmu dan mengabdi di pesantren.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Tak hanya isapan jempol, apabila pesantren yang memproduksi kiai, tidak lagi mencetak kader kiai berkualitas. Sistem pendidikan formal yang banyak diminati khalayak bisa saja menurunkan jumlah kader kiai di masa mendatang,” terang Kiai Dzikron.

Sekarang, insya Allah masih banyak stok kiai yang berkredibiltas ilmu lagi mumpuni. “Coba renungkan, bila fenomena ini berkelanjutan hingga 2020 misalnya, apa nggak kekurangan stok kiai yang hebat? La wong pabriknya tidak lagi memproduksi kualitas kiai seperti zaman dahulu,” pungkasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam acara JATMAN tersebut, dihadiri semua pemimpin tarekat se-kabupaten Grobogan dan jajaran pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang

Ada khilafiyah di kalangan fuqaha dalam masalah penunaian zakat fitrah dengan uang. Pertama, pendapat yang membolehkan. Ini adalah pendapat sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah, Imam Tsauri, Imam Bukhari, dan Imam Ibnu Taimiyah. (As-Sarakhsi, al-Mabsuth, III/107; Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatawa, XXV/83).Dalil mereka antara lain firman Allah SWT ,”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.” (QS at-Taubah [9] : 103). Menurut mereka, ayat ini menunjukkan zakat asalnya diambil dari harta (mal), yaitu apa yang dimiliki berupa emas dan perak (termasuk uang). Jadi ayat ini membolehkan membayar zakat fitrah dalam bentuk uang. (Rabi’ Ahmad Sayyid, Tadzkir al-Anam bi Wujub Ikhraj Zakat al-Fithr Tha’am, hal. 4).

Mereka juga berhujjah dengan sabda Nabi SAW,”Cukupilah mereka (kaum fakir dan miskin) dari meminta-minta pada hari seperti ini (Idul Fitri).” (HR Daruquthni dan Baihaqi). Menurut mereka, memberi kecukupan (ighna`) kepada fakir dan miskin dalam zakat fitrah dapat terwujud dengan memberikan uang. (Abdullah Al-Ghafili, Hukm Ikhraj al-Qimah fi Zakat al-Fithr, hal. 3).

Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang

Kedua, pendapat yang tidak membolehkan dan mewajibkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan pokok (ghalib quut al-balad). Ini adalah pendapat jumhur ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. (Al-Mudawwanah al-Kubra, I/392; Al-Majmu’, VI/112; Al-Mughni, IV/295)

Karena ada dua pendapat yang berbeda, maka kita harus bijak dalam menyikapinya. Ulama sekaliber Imam Syafi’i, mujtahid yang sangat andal saja berkomentar tentang pendapatnya dengan mengatakan, ”Bisa jadi pendapatku benar, tapi bukan tak mungkin di dalamnya mengandung kekeliruan. Bisa jadi pendapat orang lain salah, tapi bukan tak mungkin di dalamnya juga mengandung kebenaran.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam masalah ini, sebagai orang awam (kebanyakan), kita boleh bertaqlid (mengikuti salah satu mazhab yang menjadi panutan dan diterima oleh umat). Allah tidak membebani kita di luar batas kemampuan yang kita miliki. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”  (Al-Baqarah [2]: 286).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sesungguhnya masalah membayar zakat fitrah dengan uang sudah menjadi perbincangan para ulama salaf, bukan hanya terjadi akhir-akhir ini saja. Imam Abu Hanifah, Hasan Al-Bisri, Sufyan Ats-Tsauri, bahkan Umar bin Abdul Aziz sudah membincangkannya, mereka termasuk orang-orang yang menyetujuinya. Ulama Hadits seperti Bukhari ikut pula menyetujuinya, dengan dalil dan argumentasi yang logis serta dapat diterima.

Menurut kami, membayar zakat fitrah dengan uang itu boleh, bahkan dalam keadaan tertentu lebih utama. Bisa jadi pada saat Idul Fitri jumlah makanan (beras) yang dimiliki para fakir miskin jumlahnya berlebihan. Karena itu, mereka menjualnya untuk kepentingan yang lain. Dengan membayarkan menggunakan uang, mereka tidak perlu repot-repot menjualnya kembali yang justru nilainya menjadi lebih rendah. Dan dengan uang itu pula, mereka dapat membelanjakannya sebagian untuk makanan, selebihnya untuk pakaian dan keperluan lainnya. Wallahu a’lam bish-shawab. (Sumber: Konsultasi Zakat LAZIZNU dalam Nucare yang diasuh oleh KH. Syaifuddin Amsir / Red. Ulil H) . Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 24 Februari 2018

Kemnaker Luncurkan Layanan PES Inklusif di Kawasan Industri

Cikarang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meluncurkan layanan  Public Employment Services Inclusion (PES Inklusif) untuk memfasilitasi kebutuhan para pencari kerja dan perusahaan pemberi kerja sehingga dapat memaksimalkan jumlah tawaran kesempatan kerja yang tersedia bagi pencari kerja.

"Saat ini PES Inklusif masih dalam tahap uji coba dan berlokasi di Kawasan Industri MM 2100 Cikarang, Bekasi, tepatnya di Bonded Center. Kita berharap ke depannya bisa didirikan juga di kawasan-kawasan industri lainnya," kata Direktur Penempatan Tenaga Kerja Dalam Negeri Kemnaker Nurahman saat melakukan peresmian pada Rabu (18/10).

Kemnaker Luncurkan Layanan PES Inklusif di Kawasan Industri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemnaker Luncurkan Layanan PES Inklusif di Kawasan Industri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemnaker Luncurkan Layanan PES Inklusif di Kawasan Industri

PES Inklusif merupakan institusi pasar tenaga kerja utama yang secara langsung bertanggungjawab kepada pemerintah dan dibentuk untuk memfasilitasi integrasi pasar kerja, pencari kerja, dan pemberi kerja.

"Tujuan PES Inklusif adalah untuk memberikan instrumen komunikasi dan inklusif antara pemberi kerja dengan pencari kerja, jadi perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan bisa melapor ke PES Inklusif untuk mendapat publikasi" jelas Nurahman.

Oleh karena itu, tambahnya, PES Inklusif  didirikan dan  berlokasi di kawasan industri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kami memilih kawasan industri sebagai lokasi PES Inklusif supaya lebih mendekatkan fungsi pelayanan antara perusahaan yang membutuhkan dengan pencari kerja," tutur Nurahman.

Nurahman mengatakan, layanan penempatan tenaga kerja harus diorganisir untuk memastikan rekrutmen dan penempatan tenaga kerja yang efektif.

"Tugas penting dari layanan penempatan tenaga kerja adalah untuk memfasilitasi organisasi pasar kerja sebaik mungkin, bekerjasama dengan badan publik, masyarakat, dan swasta," ujar Nurahman.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Nurahman berharap, melalui PES Inklusif kedepannya pelayanan terhadap para pencari kerja baik dari masyarakat umum maupun penyandang disabilitas akan lebih baik.

"PES Inklusif merupakan bagian dari inovasi pelayanan penempatan tenaga kerja yang dilakukan oleh Kemnaker. Jadi melalui layanan ini, informasi pasar kerja tidak hanya tersedia bagi masyarakat umum, akan tetapi juga bagi penyandang disabilitas. Harapannya, para penyandang disabilitas akan mendapat akses yang lebih luas terhadap pasar kerja," ujar Nurahman.

Hal tersebut sesuai dengan amanat UU No.8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dimana perusahaan swasta wajib memperkerjakan para penyandang disabilitas dengan kuota minimal 1% dari total karyawan. Sedangkan instansi pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diminta untuk memenuhi kuota difabel sebesar 2%.

Selain layanan PES Insklusif ini, kata  Nurahman, perusahaan juga bisa mempublish lowongan pekerjaan secara online melalui www.infokerja.kemnaker.go.id

Uji coba PES Inklusif akan dilaksanakan sampai akhir November 2017. Kegiatan ini terlaksana atas kerjasama Kemnaker dengan Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi dan Asosiasi HRD Pengusaha Kawasan Industri Jababeka. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Kajian Sunnah, Jadwal Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 23 Februari 2018

Islam dan Nasionalisme Saling Melengkapi

Tasikmalaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



PCNU Kabupaten Tasikmalaya menggelar Halaqah Kebangsaan dalam rangka Harlah NU ke 94 dan Pelantikan Pengurus PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2017-2022.?

Peserta Halaqah Kebangsaan kali ini adalah para ajengan, kiai dan santri di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Islam dan Nasionalisme Saling Melengkapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam dan Nasionalisme Saling Melengkapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam dan Nasionalisme Saling Melengkapi

"Lewat Halaqah Kebangsaan ini kami ingin menguatkan komitmen ulama-ulama NU, khususnya yang ada di Kabupaten Tasikmalaya dalam hal menjaga keutuhan Indonesia," kata Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya KH Atam Rustam, Ahad (23/4).

Saat ini, kata Atam, ada kelompok-kelompok yang berusaha mengkotak-kotakan Islam dengan rasa nasionalisme itu sebagai bagian yang terpisah.?

Padahal, lanjut Atam, ke duanya merupakan bagian erat yang tidak bisa dipisahkan satu sama lainnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Antara Islam dan nasionalisme itu, kata Atam, saling mengisi dan melengkapi. Islam sebagai agama memiliki peran dalam mewujudkan masyarakat beradab dan bermartabat. Sedangkan nasionalisme merupakan bagian penting sebagai buah atas kecintaan pada tanah air Indonesia.

"Semuanya saling melengkapi dan saling mengisi. Dan komitmen kebangsaan itu yang akan senantiasa dijaga oleh ajengan, kiai dan ulama-ulama NU," pungkas Atam. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 22 Februari 2018

Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik di Pesantren Futuhiyyah

Demak, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menulis merupakan salah satu sarana berdakwah dan mengamalkan ilmu yang telah menjadi budaya kita sejak dulu. Menyontoh tokoh-tokoh besar Islam dengan berbagai karyanya yang sampai saat ini masih banyak dibaca dan diajarkan.

Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik di Pesantren Futuhiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik di Pesantren Futuhiyyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Santri Menulis dan Sarasehan Jurnalistik di Pesantren Futuhiyyah

“Ilmu seseorang akan hilang jika tidak diamalkan. Dengan menulis, bisa dijadikan sebagai media untuk mengajarkan kepada orang lain,” tutur KH Muhammad Hanif Muslih, Lc, Pengasuh Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak saat memberikan sambutan dalam acara Gerakan Santri Menulis, Sarasehan Jurnalistik Ramadhan Selasa, (23/6).

Namun, tambahnya, sebelum kita menulis sebaiknya juga diimbangi dengan memperbanyak membaca. Seperti Imam As-Suyuti yang memiliki banyak kitab dan sampai sekarang masih dibaca dan diajarkan. Dalam kata-kata mutiara arab ‘alkhottu miftahur rizqi’ yang artinya menulis adalah sebuah kunci rezeki.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara yang bertempat di aula Yayasan Pondok Pesantren Futuhiyyah itu dihadiri Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Demak Drs H Muhamad Thobiq MSi, Pimpinan Redaksi Suara Merdeka, Gunawan Permadi. Kegiatan yang digagas Suara Merdeka sejak tahun 1994 ini dihadiri ratusan santri dari berbagai pondok pesantren di sekitar Mranggen.

“Dengan kegiatan ini, semoga para santri mendapat inspirasi dan tumbuh keinginan yang kuat untuk menulis. Mengasah pikiran untuk mencari ide dalam menulis, sangat perlu para santri pelajari. Karena hal itu yang akan menumbuhkan semangat menulis agar tidak bingung ingin menulis apa,” ujar Gunawan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di sesi kedua, para santri diajarkan mengenai kinerja wartawan. Dari peliputan, berbagai macam bentuk berita sampai ke meja redaksi. Selain itu, salah satu pembicara Surya Yuli, Wartawan Suara Merdeka juga bercerita tentang seorang wartawan dalam mencari cara agar tidak berhenti menulis karena tidak ada ide atau inspirasi.

“Setiap wartawan pastilah mempunyai trik tersendiri dalam mencari inspirasi. Kalau saya biasanya pergi ke tempat keramaian atau tempat yang menarik untuk mencari inspirasi atau ide yang akan ditulis. Semisal ke pasar tradisional. Di dalam pasar kita bisa melihat berbagai penjual dan mungkin sesuatu kejadian yang tak kita duga,” ujar Surya.

Salah satu peserta, Arif mengungkapkan rasa mulai tertariknya menjadi penulis. “Menjadi penulis handal. Itulah yang terfikirkan dalam otak saya setelah mengikuti acara ini. Diceritakan mengenai asyiknya menjadi penulis, saya semakin tertarik untuk memulainya. Semoga acara seperti ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Dan saya berharap masih ada pertemuan berikutnya,” kata santri Futuhiyyah ini. (Miftahul Khoir/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah, Quote, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 21 Februari 2018

Jadi Primadona, BUMDes Harus Mampu Kembangkan Ekonomi Desa

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di luar perkiraan, pembentukan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang dicanangkan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) telah jauh melebihi target. BUMDes yang telah terbentuk sebanyak 12.115 BUMDes, dari target yang ditetapkan sebanyak 5.000 BUMDes.

Meski demikian, Menteri Desa PDTT, Marwan Jafar mengakui, jumlah BUMDes harus diiringi dengan kualitas dan pengaruhnya terhadap perkembangan ekonomi desa. Untuk itu, Menteri Marwan kini fokus melakukan upaya untuk meningkatkan kualitas BUMDes.

Jadi Primadona, BUMDes Harus Mampu Kembangkan Ekonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Primadona, BUMDes Harus Mampu Kembangkan Ekonomi Desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Primadona, BUMDes Harus Mampu Kembangkan Ekonomi Desa

"Sekarang upaya kita, adalah memastikan bahwa BUMDes yang ada bisa hidup mapan. Agar, BUMDes memiliki dimensi keberlanjutan dalam jangka panjang," kata Marwan, di Jakarta, Rabu (15/6), dalam siaran pers yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menteri Marwan mengatakan, BUMDes adalah salah satu pilar demokrasi ekonomi, yang akan berkontribusi mendistribusikan usaha kecil di desa. Ia berharap, pengembangan BUMDes selanjutnya tidak hanya didorong oleh bantuan dari pemerintah. Namun juga bisa mandiri dan bekerja sama dengan lembaga keuangan baik perbankan maupun non perbankan.

"Bantuan dari pemerintah yan digunakan untuk pengembangan BUMDes bentuknya hanya stimulan. Selebihnya, desa harus bisa mandiri dan kreatif," ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di sisi lain, Jaenal Effendi, Pakar Ekonomi IPB mengakui, dana desa dan BUMDes saat ini telah menjadi primadona ekonomi perdesaan. Menurutnya, BUMDes sebagai perusahaan yang menaungi berbagai aktivitas ekonomi di desa, tidak hanya akan memberikan efek pada perkembangan ekonomi desa, namun juga berpengaruh pada perkembangan ekonomi nasional. "BUMDes dan dana desa sekarang ini memang sudah menjadi ikon," paparnya.

Jaelani mengatakan, tujuan berdirinya BUMDes adalah untuk menggerakkan ekonomi dengan baik. Bahkan jika BUMDes dikelola dengan maksimal, akan memberikan sumbangsih besar dalam menurunkan ketimpangan pengeluaran penduduk Indonesia yang diukur dengan gini ratio.

"BUMDes golnya agar bisa menggerakkan ekonomi dengan baik. Semua produk unggulan desa dapat diberdayakan melalui ini. Jika maksimal, gini ratio akan bisa teratasi mendekati garis diagonal," ujarnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi News, Jadwal Kajian, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 19 Februari 2018

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

Kuala Lumpur, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Pusat  Fatayat NU memberikan orientasi kepada pengurus PCI Fatayat NU Malaysia, Senin (25/9). Orientasi bertujuan  menyemangati para pengurus PCI Fatayat NU Malaysia yang dilantik sehari sebelumnya.

“Organisasi Fatayat NU harus mampu menjawab kebutuhan dan kepentingan para kader perempuan NU di Malaysia,” ujar Sekretaris Umum PP Fatayat NU, Margareth Aliyatul Maimunah.

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Malaysia Berkomitmen Beri Solusi Permasalahan TKW

Ketua Bidang Keorganisasian PP Fatayat NU, Nadhifa mengungkapkan banyaknya jumlah tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia. “Di antara mereka banyak yang terlibat permasalahan hukum,” tambahnya.

Perempuan yang juga staff ahli Mentri Ketenagakerjaan ini juga mengungkapkan dengan berbagai masalah yang dialami TKW di Malaysia, PCI Fatayat Malaysia harus dapat membantu para TKW tersebut dalam advokasi hukum.  

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Ketua PCI Fatayat NU Malaysia Kiki Rizki Makiya, menyampaikan tugas dan tantangan Fatayat semakin berat.

“Tetapi yang paling penting adalah tidak boleh keluar dari ideologi kita, yaitu ahlussunah wal jamaah,” ujarnya.

Pelantikan PCI Fatayat NU Malaysia mengambil moto Jadilah orang yang tangguh dan mampu struggle. Kiki menegaskan, dengan moto itu  tidak ada kalimat menyerah dan buntu dalam menyampaikan amanah. (Uswah/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 21 Januari 2018

Balitbang Kemenag Resmikan Penulisan Mushaf Standar Indonesia

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kepala Badan Litbang dan Diklat Kemenag Abdurrahman Mas’ud mengatakan, Milad Bayt Al-Quran dan Museum Istiqlal (BQMI) ke-18 Tahun 2015 diisi sejumlah rangkaian kegiatan yang dihelat pada Rabu, (6/5) siang.

Selain Khatmul Al-Quran bersama pada hafidz-hafidzah Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran (LPMA), dalam acara tersebut juga meresmikan pelayanan pentashihan berbasis online, 39 judul tafsir digital (e-book), dan buku pedoman membaca Al-Quran braille dalam tiga bahasa.

Balitbang Kemenag Resmikan Penulisan Mushaf Standar Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Balitbang Kemenag Resmikan Penulisan Mushaf Standar Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Balitbang Kemenag Resmikan Penulisan Mushaf Standar Indonesia

“Dalam momen milad ini juga dilakukan peresmian pameran berkala ‘Jelajah Tinggalan Samudra Pasai’, peresmian dimulainya penulisan mushaf standar Indonesia, dan peluncuran Majalah Litbang Diklat, annual report (laporan tahunan) kehidupan keagamaan dan pendidikan/agama dan keagamaan,” ujar Rahman.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dua laporan tahunan tersebut, lanjut Abdurrahman Mas’ud, merekam perjalanan kehidupan keagamaan dan pendidikan agama dan keagamaan di Indonesian selama setahun silam. “Mestinya, diluncurkan akhir tahun lalu. Tetapi karena terkendala anggaran, maka baru sekarang kami publikasikan. Hari ini juga kedua laporan itu akan diseminarkan,” tegasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Abdurrahman mengatakan, setiap tahunnya, tidak kurang dari 200-an naskah ditashih oleh LPMA. Pentashihan ini dilakukan oleh 25 orang hafidz dan hafidzah yang direkrut khusus untuk melakukan tugas dan fungsi pentashihan.

“Tahun 2014 misalnya, telah ditashih sebanyak 229 naskah dengan berbagai varian, yang dilakukan oleh 69 penerbit. Selanjutnya, 229 naskah master tersebut digandakan hingga mencapai 3.582.000 eksemplar. Termasuk di dalamnya yang dicetak oleh Kementerian Agama,” papar Rahman.

Usai peresmian kegiatan oleh Menteri Agama, Abdurrahman Mas’ud mendampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin dan pendiri Pusat Studi Al-Quran (PSQ) M Quraish Shihab memulai secara resmi penulisan Mushaf Al-Quran Standar Indonesia. Mufassir terkemuka republik ini menuliskan lafadz al-rahman dan al-rahim setelah Menteri Lukman menulis Bismillah.

“Milad kali ini terasa istimewa karena menjadi momentum dimulainya penulisan mushaf standar Indonesia, yang merupakan persembahan PSQ yang dipimpin Prof Quraish. Selama ini, penulisan mushaf diinisiasi masyarakat dan pemda, seperti mushaf Istiqlal, mushaf al-Tin, mushaf al-Bantani, dan lain-lain,” ujarnya bangga.

Usai upacara pembukaan, Menteri Agama dan para pengunjung kemudian melihat-lihat Manuskrip Al-Quran didampingi Ketua LPMA Muchlis M Hanafi. Setelah itu, Lukman Hakim Saifuddin dan Abdurrahman Mas’ud meresmikan pameran bertajuk “Jelajah Tinggalan Samudra Pasai”. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 11 Januari 2018

Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline

Chapel Hill, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ribuan orang berkumpul Rabu waktu AS di Chapel Hill untuk mengenang  tiga mahasiswa muslim yang dibunuh seorang pria bersenjata yang menembak mati ketiganya dalam gaya orang mengeksekusi. Peristiwa ini mengguncang kota kecil yang menjadi kota kampus tersebut.

Sahabat dan sanak keluarga membanjiri kampus Universitas North Carolina untuk mengenang Deah Shaddy Barakat (23), istrinya Yusor Mohammad (21), dan adik perempuannya Razan Mohammad Abu-Salha (19).

Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslim AS Berduka atas Terbunuhnya Tiga Mahasiswa di North Caroline

Ketiganya diduga dibunuh oleh tetangga mereka, Craig Stephen Hicks (46) yang laman Facebook-nya dipenuhi pandangan-pandangannya yang anti agama.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam akun Facebook pribadinya, Craig mengaku sebagai seorang ateis. Salah satu pernyataan di akun itu: “Agamamu telah banyak membuat kerugian di dunia. Saya tak hanya berhak, tapi memiliki tugas, untuk melecehkan [agamamu].” Pernyataan itu tidak menyebut agama tertentu, seperti dilansir oleh The Wall Street Journal.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pembunuhan ini tengah diselidiki polisi Chapel Hill sebagai kejahatan berlatar belakang kebencian dan memicu kemarahan besar muslim seluruh dunia. Craig didakwa melakukan pembunuhan tingkat pertama (pembunuhan terencana) yang sanksi minimumnya hukuman mati atau hukuman seumur hidup tanpa pembebasan bersyarat.

Pembunuhan ini mengguncang kota pendidikan tersebut di mana ribuan orang rela melawan dingin untuk menyampaikan belasungkawa mereka.

"Kita kehilangan tiga orang warga dunia dan negara ini yang luar biasa. Tetapi saya kira mereka telah mengilhami  ribuan orang," kata Farris Barakat, abang Deah kepada kumpulan manusia yang berkumpul.

Dia mengenang adiknya yang mahasiswa UNC ini sebagai orang yang mencintai olah raga, profesinya dan canda kasar Chris Rock, begitu foto-foto ketiga mahasiswa itu tampak di layar raksasa.

Namun Barakat menyeru masyarakat menahan diri dan meminta tidak membiarkan pembunuhan ini memicu timbulnya aksi kekerasan lebih jauh.

"Jangan padamkan api dengan api...pembunuhan ini sangat mungkin merupakan aksi yang didorong iblis dan dan untuk menakuti orang yang tidak peduli, jangan biarkan ketidakpedulian menyebar dalam hidup Anda, jangan balas ketidakpedulian dengan ketidakpedulian," kata dia.

Barakat dan Mohammad menikah Desember lalu. Pengantin baru ini berencana kuliah kedokteran gigi pada Agustus nanti. Adik perempuannya berkuliah di Universitas Negara Bagian North Carolina (NCSU).

Mereka mengenang Yosur sebagai perempuan terbaik yang mereka kenal.

Para pengiring pengantin Mohammad mengenang Yosur berencana lari maraton, janjinya untuk bermeditasi dan untuk masjid, serta kecintaannya pada sereal untuk sarapan. Mereka mengenang Yosur sebagai wanita yang baik.

"Yosur adalah seorang yang paling tidak berdosa, orang paling baik yang pernah saya kenal dalam seluruh hidup saya. Saya bahkan tak bisa membayangkan mengapa hal ini bisa terjadi padanya, hal yang sama berlaku untuk Deah," kata Omar Abdul-Baki, presiden himpunan mahasiswa fakultas kedokteran gigi UNC, di depan barisan mahasiswa kedokteran gigi yang mengenakan jaket putih.

Barakat, putra seorang imigran dari Suriah, dikenang atas kerja sosialnya, menawarkan praktik pemeriksaan gigi secara gratis dan tengah menabung untuk perjalannya ke Turki guna membantu pengungsi Suriah.

Teman semasa kecilnya, Abdul Salem, berkata kepada orang-orang yang berkumpul mengenai dampak dari ketiga orang itu.

Dia mengenang Barakat sebagai orang yang selalu tersenyum dan selalu berpikir positif. "Jelas ketika tragedi terjadi orang cenderung mengenang yang baik-baik saja. Namun saya meminta kepada siapa pun untuk mengenang apa saja selain itu tentang mereka," kata dia.

"Ini adalah kesempatan bagi semua orang untuk berhenti dan mengenang tidak saja hal-hal positif, namun mengenang mereka dan tidak mengenang mereka tidak hanya karena tragedi ini."

Wali kota Chapel Hill Mark Kleinschmidt menyebut ketiganya sebagai tiga warga teladan dan bersumpah untuk menegakkan keadilan.

"Apa pun pemikiran konyol dan tak terbayangkan yang telah mendorong aksi ini, dia telah melakukan itu,"  kata dia merujuk Craig.

Kleinschmidt bersumpah untuk maju terus dan menyatakan luka masyarakat akan pulih kembali.

Pemakaman ketiga mahasiswa ini akan diadakan Kamis malam atau Jumat pagi WIB di Asosiasi Islam di Raleigh, demikian AFP. (antara/mukafi niam) Foto wsj/ap

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri, Daerah, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 10 Januari 2018

"Kiai Kampung" Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel

Seoul, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Bertempat di Mushola An Noor Daejon, 300 km selatan Seoul, pada tanggal 23 Desember 2012 lalu telah dilaksanakan silaturahim dan muktamar Ikatan Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (IKBNU). 

Kiai Kampung Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Kampung Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)

"Kiai Kampung" Korea Bahas Pendirian PCI NU Korsel

Acara ini dihadiri sekitar 40 orang yang terdiri dari pengurus IKBNU dan para kiai perwakilan mushola di seluruh semenanjung Korea. Pemilihan tempat di Daejon adalah disamping banyak Nahdliyin yang mukim di kota ini, juga secara geografis terletak di tengah Negara Korea sehingga memudahkan peserta muktamar dari daerah lain. 

Agenda muktamar selain silaturahim juga pemantapan organisasi IKBNU. Secara ringkas jalannya muktamar ini didahului dengan lailatul ijtima’ di malam sebelumnya, kemudian pagi harinya acara inti muktamar. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara inti meliputi pembukaan, Tilawatil Quran dan shalawat oleh Ustadz Hisak Nissa. Sambutan ketua takmir Mushola An Noor Daejon oleh Abdullah Syukri, sambutan dari Komunitas Muslim Indonesia (KMI) oleh Ustadz Syamsul Arifin, sambutan dan pemantapan organisasi oleh Ketua IKBNU Fahmi Arif Tsani, dan diakhiri dengan mau’idhah keaswajaan oleh Kiai Iskandar Dzulkarnain yg juga wakil ketua IKBNU. 

Informasi berhaji dari Korea juga disampaikan oleh Haji Sholih, salah seorang Nahdliyin yg berhaji tahun ini. Dalam muktamar ini seluruh peserta secara aklamasi menyatakan dukungannya bahwa IKBNU adalah wasilah organisasi untuk diajukan menjadi Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCI NU) Korea.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ikhtiar yang dilakukan adalah akan segera dilakukan pengusulan ke PBNU. Berdasar AD/ART Nahdlatul Ulama hasil Muktamar Makassar, untuk mendirikan sebuah PCI diusulkan minimal oleh 40 warga Nahdliyin setempat. Syarat tersebut tidak terlalu sulit bagi IKBNU Korea, mengingat WNI yang bermukim sebagai diplomat, pekerja, dan pelajar sudah mencapai lebih dari 35,000 dan mayoritas adalah Nahdliyin. 

Di samping itu, disepakati bahwa istilah-istilah keorganisasian dalam kepengurusan IKBNU disesuaikan seperti yang ada di PCI NU sehingga ketika nantinya PCI terbentuk, tidak perlu lagi perombakan struktural yang besar. Silaturahim kiai kampung dan muktamar IKBNU ini secara kesuluruhan berlangsung sukses. Suhu dingin di bawah 0 derajat di musim dingin tidak mengurangi semangat dan kehangatan penuh kekeluargaan sesama Nahdliyin yg hadir. 

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor : Fahmi Arif Tsani

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 25 Desember 2017

Menag: Pesantren Bisa Menjadi Destinasi Pendidikan Dunia

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Pesantren menjadi Kawah Candradimuka bagi bersemainya para ahli agama. Kajian kitab kuning yang menjadi bagian tidak terpisahkan selama ini, nantinya akan menjadi destinasi pendidikan tingkat dunia.

Penegasan sekaligus harapan ini disampaikan Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin ketika menghadiri wisuda ketiga Mahad Aly Hasyim Asyari Tebuireng Jombang sekaligus menyerahkan SK penetapan izin pendirian 13 Mahad Aly se-Indonesia, Senin (30/5).

Menag: Pesantren Bisa Menjadi Destinasi Pendidikan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag: Pesantren Bisa Menjadi Destinasi Pendidikan Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag: Pesantren Bisa Menjadi Destinasi Pendidikan Dunia

Menurut putra mantan Menteri Agama, H Saifuddin Zuhri ini, pusat kajian keislaman dengan kitab kuning sebagai rujukan utama tidak lagi ada di negara-negara di kawasan Timur Tengah.?

"Indonesia juga bisa, dan tempatnya di pesantren," tegasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Karenanya Menteri Agama mengajak pesantren untuk terus memperbaiki kualitas. "Alumni pesantren adalah mereka yang memiliki keahlian dalam agama Islam yang berbasis kitab kuning," ungkapnya.

Kajian keagamaan yang ada di pesantren, pada prinsipnya tidak untuk pesantren semata. "Juga mengembangkan keilmuan dan transformasi sosial dari jaman yang terus berubah," katanya. Kajian yang dilakukan pesantren dengan kitab kuningnya juga merupakan kebutuhan dari bangsa Indonesia, lanjutnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dengan sejumlah ikhtiar dan kekukuhan kajian yang telah dilakukan, Lukman Hakim berharap agar pesantren mampu melahirkan ulama kontemporer yang berorientasi pada kemaslahatan manusia.

Baginya, hal tersebut sangat strategis bagi Indonesia dan juga dunia. "Karenanya saya berharap pesantren nanti sebagai destinasi pendidikan dunia," kata Lukman yang disambut tepuk tangan hadirin.

Lukman Hakim menyadari bahwa harapan bahwa pesantren sebagai destinasi pendidikan dunia tersebut sangatlah tinggi dan ideal.?

"Paling tidak kita memiliki mimpi yang sama untuk mewujudkan hal tersebut," katanya. Dan sedikit demi sedikit, mimpi tersebut harus direalisasikan bersama.

Lahirnya alumni pesantren sebagai intelektual Muslim yang rahmatan lilalamin menurutnya dapat segera terwujud. "Ini demi kemaslahatan umat dan masa depan bangsa," pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 24 Desember 2017

Menteri Hanif Letakkan Batu Pertama Kantor IKA-PMII Jombang

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri meletakkan batu pertama pembangunan kantor Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) serta PC PMII Jombang. Hal ini menandai mimpi besar warga PMII di kota santri ini memiliki gedung permanen segera terwujud. Peletakkkan batu pertama pada Selasa (28/3) lalu itu dilakukan di Dusun Klagen, Desa Kepuhkembeng, Kecamatan Peterongan, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.?

Sebelum meletakkan batu pertama, Menteri Hanif mengucapkan selamat atas dimulainya pembangunan kantor permanen tersebut. Ia berharap proses pembangunan gedung itu terus berjalan dengan lancar. “Alhamdulillah, semoga pembangunannya lancar, tentu ini untuk kebaikan organisasi kita dan masa depan bangsa,” ujarnya.

Menteri Hanif Letakkan Batu Pertama Kantor IKA-PMII Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Hanif Letakkan Batu Pertama Kantor IKA-PMII Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Hanif Letakkan Batu Pertama Kantor IKA-PMII Jombang

Pada kesempatan itu, pria yang juga Sekretaris Jenderal Pengurus Besar (PB) IKA PMII itu mengajak kader dan alumni PMII menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Pasalnya, dalam pandangan Hanif belakangan ini terdapat berbagai tantangan serius yang mencoba merusak nilai-nilai keislaman ala Asawaja tersebut.

"Keislaman kita ini sedang dichallenge (mendapat tantangan, red.). NU ini sedang dichallange, pada sisi yang lain juga di kalangan NU basis ideologinya agak menurun, ikatan solidaritas dan sosialnya agak menurun. Sekarang tradisi tahlil sudah mnjadi umum. Jadi, sekarang kita tidak punya pembeda lagi," bebernya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kondisi demikian, komitmen mengawal ajaran keislaman serta meneguhkan ide-ide cerdas sangat diperlukan. "Kita harus hati-hati dan komitmen meneguhkan ide-ide kita. Kita harus jadi kader NU yang 24 karat, yang 18 karat disepuh lagi agar jadi 24 karat. Banyak masyarakat di daerah-daerah dari segi amaliah NU tapi segi jamiyah mereka tidak bisa mengidentifikasi diri sebagai NU,” jelasnya.?

Hadir pada acara itu, Ketua Tanfidiyah PCNU Jombang KH Isrofil Amar didampingi istrinya Ibu Nyai Fauziyah, Wakil Ketua DPRD Jombang Subaidi Mukhtar, para alumni PMII, kader PMII, Camat dan Kepala Desa setempat.

Sebelum acara ditutup dengan pembacaan doa oleh KH ISrofil Amar Ketua Tanfidiyah PCNU Jombang, Menteri Hanif memotong tumpeng syukuran yang diberikan kepada Ketua IKA-PMII Jombang. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Warta, Anti Hoax, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 22 September 2017

Lewat Online, NU Care Lazisnu Indramayu Permudah Layanan Zakat

Indramayu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Untuk mempermudah dan memfasilitasi masyarakat dalam pembayaran zakat infak dan sedekah (ZIS) terus dilakukan NU Care Lazisnu Indramayu. Mereka menyediakan fasilitas online Go ZIS, tenaga lapangan 24 jam akan datang menjemut ZIS ke tempat muzaki, munfiq, atau mushoddik.

Ketua NU Care Lazisnu Indramayu Imron Rosidi mengatakan, petugas Go ZIS berkoordinasi dengan seluruh MWCNU setempat, baik dalam penggalian ZIS maupun penyalurannya.

Lewat Online, NU Care Lazisnu Indramayu Permudah Layanan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Lewat Online, NU Care Lazisnu Indramayu Permudah Layanan Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Lewat Online, NU Care Lazisnu Indramayu Permudah Layanan Zakat

Layanan Go ZIS juga memudahkan bagi petugas. “Mereka lebih mudah mencari alamat donatur, meskipun tahap awal masih manual melalui telepon maupun sms,” kata Imron.

Selain dimudahkan dalam pendonasian, donatur yang databasenya telah tersimpan di sistem Go ZIS dapat dengan mudah mengetahui penggunaan ZIS-nya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Besaran donasi melalui Go ZIS tidak dibatasi. Artinya, pendonasian menyesuaikan niat dan kemampuan donatur dalam berzakat, infak, dan sedekah.

Imron menyebutkan, dengan layanan Go ZIS yang sudah diterapkan sejak tiga tahun ini, ada sejumlah donatur yang rutin setiap bulan menyalurkan ZIS ke NU Care Lazisnu Indramayu. (Kendi Setiawan/Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah, PonPes, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 09 Agustus 2017

Mereka Masih Hafal Mars IPNU IPPNU

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Malang menggelar kegiatan silaturrahmi Alumni IPNU-IPPNU Kabupaten Malang antar generasi yang diselenggarakan di gedung serbaguna PCNU Kabupaten Malang, Kamis (9/5) lalu.

Mereka Masih Hafal Mars IPNU IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mereka Masih Hafal Mars IPNU IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mereka Masih Hafal Mars IPNU IPPNU

Hadir beberapa alumni IPNU-IPPNU dari angkatan periode lama sampai periode akhir yakni 2010-2012 yang baru saja demisioner 6 bulan yang lalu. Suasana begitu hangat dan tampak ceria menghiasi wajah para tamu yang hadir karena sangat senang bertemu dengan rekan-rekanita yang dulu telah berjuang bersama-sama.

Acara yang dipandu oleh Rekan Yusuf Bachtiar ini diawali dengan Pra Acara oleh Tim Banjari Pondok Pesantren Al-Ittihad Poncokusumo, lalu pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Rekan Alfan, disambung dengan menyanyikan Indonesia raya dan Mars IPNU-IPPNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mars ini menjadi nostalgia para alumni yang hadir. Sebagian besar masih sangat fasih dan bersemangat menyanyikan lagu penyemangat IPNU-IPPNU itu.

Selain itu juga ada sambutan dari Rekan Nur Ridwan selaku Ketua PC IPNU Kabupaten Malang yang sekaligus mensosialisasikan program kerja PC IPNU-IPPNU Kabupaten Malang periode 2012-2014. 

Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan sosialisasi dari PWNU tentang Kartu Anggota Koperasi NU oleh Bapak Wazir. Dan acara yang ditunggu-tunggu adalah sambung rasa antar alumni, yang merupakan session berbagi pengalaman semasa dulu berjuang di IPNU-IPPNU. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Harapan kami dengan adanya silaturahim alumni antar generasi ini dapat mendukung segala program dan gerak perjuangan kami, baik itu moril atau materil,” kata Ketua IPNUNur Ridwan. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ika Rosaria

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 01 April 2017

Peserta Perempuan Tak Mau Ketinggalan

Program pengenalan dan pemanfaatan perangkat lunak (software) kitab kuning yang dipelopori Nahdlatul Ulama (NU) Japan dan Situs Pesantren Virtual (http://www.pesantrenvirtual.com) bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Rabithah Maahid al-Islamiyah Jawa Timur (RMI) Jawa Timur, tampaknya semakin diminati kalangan pondok pesantren (ponpes) di Jawa Timur.

Ahad (8/4) lalu, kegiatan bertajuk "Halaqah Pemanfaatan Software Kitab Kuning dan Pengembangan Perpustakaan Digital di Pondok Pesantren" tersebut digelar di Ponpes Nurul Ikhlas, Sepande, Candi, Sidoarjo. Halaqah di pondok pesantren asuhan KH Mukhlas Kurdi yang juga Ketua PC RMI Sidoarjo ini merupakan halaqah ketiga yang digelar oleh PW RMI Jatim. Sebelumnya, dua kali halaqah telah digelar di Probolinggo (16/12/06) dan Tulungagung (17/3/07).

Jumat, 31 Maret 2017

NU Jombang Gelar Apel Kesetiaan NKRI

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Memperingati Harlah NU ke-87, Badan Otonom NU se Jombang, menggelar Apel Komando Kesetiaan terhadap NKRI.?

NU Jombang Gelar Apel Kesetiaan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jombang Gelar Apel Kesetiaan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jombang Gelar Apel Kesetiaan NKRI

Apel yang diikuti, setidaknya 1500 anggota Banser, GP Ansor, IPNU, IPPNU, Pagar Nusa, Fatayat NU, LP Maarif digelar di Alon alon Jombang, Jumat (8/2).

Ketua PCNU, KH Isrofil Amar mengatakan apel komando kesetiaan menunjukkan kesetiaan warga NU terhadap NKRI. "Siapa pun dari perorangan, kelompok manapun, yang merongrong NKRI, maka akan berhadapan dengan NU," terangnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

? Kiai Isrofil, menambahkan, ada empat hal yang harus dilakukan dan ditaati setiap warga NU. Di antaranya adalah menjalankan empat pilar bangsa Indonesia.?

"Bendera kita merahputih, siapa pun, dari kelompok manapun jangan coba-coba merongrong NKRI, kalau ada yang merongrorng kesatuan Indonesia pasti berhadapan dengan NU," tegas Kiai Isrofil.

Di samping itu, doktor Unipdu ini meminta seluruh kader NU mulai Ansor, Banser, Fatayat Muslimat, LP Maarif, Pagar Nusa harus berani ? melakukan amar makrup nahi mungkar.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"GP Ansor dan Bansernya, Pagar Nusa harus siap mengamalkan amar makruf nahi mungkar. Karena saat sekarang ini banyak berbuatan yang mungkar, melanggar hukum, kita harus berani. setuju?" teriak Kiai Isrofil yang disambut tepuk riuh peserta apel.

Sementara terkait Harlah NU yang ke-87, ketua PCNU dua periode ini meminta agar seluruh Banom mengembangkan Jamiyah NU.?

"Kita cintai NU di mana pun kita berada, kita amalkan NU, kita kembangkan NU. Mari kita pelajari Aswaja, seluruh Banom NU jangan lupa dengan Aswaja. Di mushola masjid mari kita gemakan Tahlil, shalawat Nabi," pungkasnya.

Hadir dalam apel komando, Sekdakab Munif Kusnan, Komandan Kodim 0814, Wakapolres, dan jajaran Gugus Pramuka dibawah naungan LP Maarif.

Usai gelar apel, Ketua Cabang NU memberikan dua gergaji mesin atau Senso pada Banser Tanggap Bencana. Dua mesin ? pemotong ini sebagai kelengkapan pasukan Banser Tanggap Bencana. Karena Kabupaten Jombang merupakan daerah rawan bencana puting beliung.

Redaktur ? ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor ? : Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Warta, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 16 Desember 2016

Sukses, Pesantren Ramadhan IPNU-IPPNU Hulu Sungai Utara

Hulu Sungai Utara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Guna mengisi bulan suci, Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) dan Ikatan Pelajar NU (IPNU) Alabio Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, menggelar pesantren Ramadhan, 13-15 Juli 2013.

Sukses, Pesantren Ramadhan IPNU-IPPNU Hulu Sungai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukses, Pesantren Ramadhan IPNU-IPPNU Hulu Sungai Utara (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukses, Pesantren Ramadhan IPNU-IPPNU Hulu Sungai Utara

Kegiatan Ramadhan yang diadakan di gedung PCNU Alabio HSU ini berlangsung sukses dengan peserta sebanyak 270 pelajar putra dan putri. Pesantren Ramadhan ini juga mendapat sambutan hangat dari pemerintah setempat. 

Wakil Bupati HSU Husairi Abdi saat membuka acara berharap, IPPNU-IPNU dapat menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang dengan condong ke dunia pesantren yang menitikberatkan pengembangan wawasan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Turut hadir dalam kesempatan ini Ketua PCNU Kabupaten HSU, Wakil Ketua PW IPNU dan PW IPPNU Kalimantan Selatan, serta empat anggota DPRD untuk daerah pemilihan Alibio. 

Wakil Ketua PW IPPNU Kalsel Rusimah mengaku sangat bangga dengan kemajuan IPPNU Alabio yang selalu aktif menyalankan program kepelajaran. Usaha ini membuka peluang IPPNU Alabio mendapatkan penghargaan di ajang IPPNU Awards Provisi Kalsel nanti.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Awal Juli lalu, IPPNU Awards Provinsi Kalsel diluncurkan bersamaan dengan rapat kerja wilayah (Rakerwil) I IPPNU Kalsel. Dalam waktu dekat PW IPPNU beserta tim penilai akan berkunjung ke setiap PC IPPNU di Banua Anam, termasuk Alabio, untuk sosialisasi, konsolidasi, silaturahim dan safari Ramadhan.

 

Penulis : Mahbib Khoiron

Sumber: PW IPPNU Kalsel

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah, Amalan, Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 07 November 2016

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Air yang dihirup ke dalam hidung saat berwudhu, dihembuskan kembali. Doa ini dibaca sesaat sebelum pengembusan air dari hidung. Doa ini dibaca dengan harapan air membawa kotoran, setan, dan penyakit yang bersarang di dalam hidung.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Allâhumma innî a‘ûdzubika min rawâ’ihin nâri wa min sû’id dâri

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya, “Hai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bau api neraka dan dari kejahatan neraka itu sendiri,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 01 April 2016

LP Marif NU Mathalibul Huda Juara Debat Jateng

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Madrasah Aliyah Mathalibul Huda Mlonggo Jepara berhasil menjuarai Lomba Debat Bahasa Indonesia se-Jawa Tengah yang dilaksanakan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), akhir November kemarin.

Kontingen madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jepara mengirimkan tiga peserta atas nama Nailal Hevi Rismiya (XII IPS 1), Dian Agung Saputra (XI IPA) dan Cholis Nurmania Laily (XI IPA).

LP Marif NU Mathalibul Huda Juara Debat Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Marif NU Mathalibul Huda Juara Debat Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Marif NU Mathalibul Huda Juara Debat Jateng

Ketiga kontingen itu berhasil meyakinkan dewan juri setuju dengan mosi/ pernyataan, peremajaan alat transportasi di Jakarta memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Nailal didampingi Agus dan Laily timnya setuju dengan pernyataan itu. Jika peremajaan dilakukan dikemukakannya masyarakat mulai meninggalkan mobil pribadi sehingga bisa mengurangi dampak polusi.

Kedua, ditambahkannya hal itu bisa mengurangi pencemaran air yang diakibatkan oleh perumahan kumuh yang dihuni masyarakat ekonomi bawah. Sehingga dengan angkutan massal ekonomi masyarakat kecil akan tertolong.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jawaban itu yang membuat MA Mathalibul Huda unggul disusul SMAN 1 Rembang sebagai juara 2 dan juara 3 diraih MA Muallimat Kudus.

Kepala madrasah, H Sugiwanto yang diwakili pendamping lomba Ibnu Afif mengucapkan syukur atas prestasi tersebut. Hal itu, menurut Afif tidak lepas dari doa restu seluruh elemen madrasah. Juga karena di madrasahnya setiap kegiatan class meeting sering dilaksanakan lomba debat.

“Hal itu merupakan wahana mereka untuk berlatih sehingga saat lomba sudah ada persiapan sebelumnya,” paparnya.

Dalam lomba yang sama, lanjut Afif anak didiknya juga pernah menyabet Juara III Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tahun 2013 Se-Jawa Tengah dan 2012 menyabet Juara I debat bahasa Inggris di STIENU (kini UNISNU) dan IAIN Walisongo Semarang.

Dengan prestasi-prestasi tersebut ia berharap dapat memotivasi 600 siswa yang lain sehingga bisa saling berlomba-lomba dalam prestasi akademik maupun akademik. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Kajian Sunnah, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 22 Mei 2012

Islam Indonesia Kelak Akan Kaku dan Keras?

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Islam Indonesia dikenal dengan Islam yang ramah, moderat, dan adaptif terhadap tradisi masyarakat setempat. Namun, dalam beberapa tahun terakhir muncul gerakan-gerakan yang ingin menghilangkan wajah daripada Islam Indonesia tersebut.?

Jika Islam Indonesia begitu ‘luwes’ dan ‘fleksibel’, paham keislaman yang diimpor dari luar tersebut begitu kaku dan keras. Sedikit-sedikit haram dan bid’ah. Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah wajah Islam Indonesia itu terlalu besar untuk gagal? Sehingga pola keberagamaannya tetap ramah dan moderat, tidak kaku dan keras?

Islam Indonesia Kelak Akan Kaku dan Keras? (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Indonesia Kelak Akan Kaku dan Keras? (Sumber Gambar : Nu Online)

Islam Indonesia Kelak Akan Kaku dan Keras?

Direktur Eksekutif Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta Saiful Umam membenarkan, untuk saat ini Islam Indonesia memang terlalu besar untuk gagal dan pola keberagamaanya berubah menjadi keras dan kaku.?

“Saat ini, Islam Nusantara is too big to fail iya benar. Karena mayoritas masyarakat Muslim Indonesia masih mengamalkan Islam yang ramah, moderat, dan adaptif terhadap tradisi setempat,” kata Saiful di Kantor PPIM Ciputat Tangerang Selatan, Senin (21/8) malam.

Tetapi, lanjut Saiful, kalau tren konservatif Islam tidak diantisipasi, maka bisa saja lima puluh sampai seratus tahun yang akan datang wajah Islam Indonesia akan menjadi kaku dan keras. Hal itu bisa dilihat dari fakta-fakta lapangan yang ada yaitu semakin maraknya tren-tren seperti itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Misalnya pola keberagamaan ala Saudi dibiarkan bebas sehingga membid’ah-bid’ahkan yang lainnya, maka model Islam Indonesia seperti saat ini akan berubah,” jelasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menyebutkan, model Islam yang kaku dan keras itu mungkin cocok di Arab, tetapi model Islam seperti itu tidak cocok jika diterapkan di Indonesia.

Oleh karena itu, ia meminta kepada semua pihak untuk saling mengingatkan dan menjaga model Islam Indonesia yang sangat menghormati budaya setempat sepanjang budaya tersebut tidak dilarang di dalam ajaran Islam.

“Maka saya baik secara pribadi maupun secara institusi merasa perlu untuk mengingatkan masyarakat Indonesia secara umum, NU, Muhammadiyah, untuk bekerjasama dan melakukan upaya-upaya yang lebih konstruktif dalam mengimbangi dakwah Islam model kaku seperti itu,” pungkasnya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi