Rabu, 14 Februari 2018

Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar

Demak, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dakwah yang bijak dan santun seperti praktik Wali Songo dan para kiai di Indonesia, diangkat dari ajaran otentik Islam yang diterapkan Nabi Muhammad SAW. Karenanya, dakwah Islam itu berbeda dengan amar makruf dan nahi munkar.

Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Dakwah Beda dengan Amar Makruf-Nahi Munkar

Demikian dinyatakan Wakil Rais Aam PBNU KH A Musthofa Bisri yang lazim disapa Gus Mus ini dalam sarasehan Festival Wali-Wali Jawi 2014 di pendopo kabupaten Demak, Sabtu (22/2).

“Dakwah Islamiyah, tidak sama dengan amar makruf nahi munkar. Para wali dengan teliti memasukkan ajaran Islam melalui budaya yang ada,” terang Gus Mus sebagai pembicara kunci dalam sarasehan bertema “Menapak Jejak Auliya, Meneladani Kearifan Mengajak”.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus Mus dalam forum itu menjelaskan, cara dakwah Nabi Muhammad SAW yang diteruskan Wali Songo pada abad 14 di Pulau Jawa khususnya selalu mengedepankan kebersamaan, menggunakan pendekatan kebudayaan, dan kesenian yang berlaku.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Model dakwah ini bahkan menghindari konflik atau tersinggungnya warga setempat sehingga tujuan dakwah berhasil tanpa mengorbankan aqidah dan syari’ah. “Mereka tidak mengubah budaya lokal, tetapi mengisinya dengan ajaran Islam,” jelas Gus Mus.

Festival yang berlangsung di pendopo kabupaten ini diikuti kerajaan dan pemangku makam para wali se-Jawa. (A Shiddiq Sugiarto/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, IMNU, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar