Kamis, 13 April 2017

Guru Ngaji Tak Pernah Minta Penghargaan

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Guru ngaji mempunyai peran penting dalam mencerdaskan spritualitas kehidupan bangsa. Karena itu, wajar jika Islam menempatkan orang yang mengajar dan belajar Al-Quran sebagai orang terbaik di antara manusia yang lain. Namun sayang, apresiasi terhadap guru ngaji masih sangat rendah. Tidak sebanding dengan manfaat dan kedudukan spritualitas dalam ajaran Islam.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Sekretaris PCNU Jember, Ustadz Moch. Eksan saat bertaushiyah pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di masjid Miftahul Ulum, Desa Tamansari, Kecamatan Wuluhan, Jember, Jawa Timur, Ahad (25/12).

Menurut Ustadz? Eksan, guru ngaji atau kiai kampung, lebih-lebih yang bertebaran di? desa-desa, tidak menuntut honor atau penghargaan apa pun. Sebab, mereka melakukannya dengan ikhlas demi membebaskan masyarakat dari kebodohan, khususnya terhadap baca tulis Al-Quran.?

"Pemberian insentif guru ngaji di berbagai daerah harus dimaknai? sebagai support moral bagi ikhtiar untuk memberantas buta huruf Al-Quran, peningkatan pemahaman dan pelaksanaan al-Quran dalam kehidupan sehari-hari,” tukasnya.

Guru Ngaji Tak Pernah Minta Penghargaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru Ngaji Tak Pernah Minta Penghargaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru Ngaji Tak Pernah Minta Penghargaan

Ia menambahkan, membumikan Al-Quran merupakan tugas dan kewajiban semua pihak tanpa terkecuali, baik individu maupun pemerintah. Sebab, Al-Quran adalah telaga akhlaq dan ilmu bagi kehidupan manusia. Akhlaq dan ilmu ini wajib berjalan beriringan dalam diri manusia. Ilmu tanpa akhlaq, berbahaya. Akhlaq tanpa ilmu, tidak sempurna.

“Nabi Muhammad akhlaqnya terpuji, otaknya juga cerdas. Kenapa? Saat? Siti Aisyah (istri Nabi Muhammad SAW)? ditanya tentang akhlaq Nabi, beliau menjawab, akhlaquhul qur’an. Akhlaqnya Nabi Muhammad adalah al-Quran,” urai Ustdz Eksan.

Terkait dengan pembumian Al-Quran, politisi Partai NasDem itu menyatakan gembira atas kebijakan beberapa perguruan tinggi ternama di tanah air, seperti Universitas Airlangga, yang menerima calon mahasiswa penghafal Al-Quran tanpa tes dan diberikan beasiswa. Hal tersebut, katanya, tentu merupakan penghargaan sekaligus pengakuan bahwa kompetensi qur’ani berbanding lurus dengan kompetensi ilmu sekaligus kompetensi amali yang bersangkutan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Hafidzul qur’an bukan orang sembarangan. Dia mempunyai daya ingat yang pasti luar biasa. Sehingga kecerdasan intelektualnya juga tinggi,” jelasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Peringatan Maulid Nabi yang dimeriahkan oleh penampilan? seni hadrah al-banjari tersebut, dihadiri oleh ratusan pengunjung yang memadati masjid dan halamannya.? (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa, Aswaja, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar