Kajian yang dibimbing oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Drs Muhammad Nawawi Syafi’i ini kembali membahas perihal tata krama bagi seorang penuntut ilmu.
| Sambut Harlah, Pelajar NU Klaten Kaji Kitab Irsyadus Sari (Sumber Gambar : Nu Online) |
Sambut Harlah, Pelajar NU Klaten Kaji Kitab "Irsyadus Sari"
Diterangkan oleh Kiai Nawawi, bahwa seorang penuntut ilmu harus membersihkan hati dari penyakit hati, meluruskan niat mencari ilmu, menyegerakan waktu belajar, bersikap qana’ah, dan membagi waktu.Pondok Pesantren An-Nur Slawi
“Penuntut ilmu dan pembelajar hendaknya mengurangi makan dan minum, bersikap wira’i dan hati-hati terhadap hal-hal yang haram dan syubhat, mengurangi makan makanan yang menyebabkan lupa,” tutur Pengasuh Pesantren Roudhotus Sholihin Ceper Klaten tersebut.Selain itu, tambahnya, pencari ilmu semestinya menyedikitkan tidur, dan meninggalkan pergaulan bebas dan pergaulan yang sedikit berpikir.
Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Sementara itu, ditemui seusai acara, Ketua PC IPNU Kabupaten Klaten, Ahmad Saifuddin juga mengungkapkan harapannya untuk IPNU di momen harlah ini.“Semoga IPNU bisa lebih bersinergi dengan LP Maarif dan RMI, karena kantong kader tidak hanya di kecamatan, tapi juga di sekolah dan pesantren,” kata dia.
Ke depan, ia ingin IPNU tidak terkontaminasi politik praktis sehingga menyalahgunakan organisasi sebagai alat kampanye.?
Diharapkan pula olehnya, bahwa IPNU juga harus konsisten membantu permasalahan remaja dan pelajar, seperti narkoba, pergaulan bebas, miras, kemiskinan, dan putus sekolah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)
Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar