Minggu, 18 Februari 2018

MWCNU Wonoasih Hidupkan Kembali Lailatul Ijtima’

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Wonoasih Kota Probolinggo menghidupkan kembali kegiatan rutin malam yang lebih dikenal dengan Lailatul ijtima’. 

MWCNU Wonoasih Hidupkan Kembali Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Wonoasih Hidupkan Kembali Lailatul Ijtima’ (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Wonoasih Hidupkan Kembali Lailatul Ijtima’

Kegiatan tersebut digelar secara bergantian di tiap-tiap Ranting NU se Kecamatan Wonoasih.

Lailatul ijtima’ yang dihadiri oleh segenap pengurus Syuriah dan Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Wonoasih ini diisi dengan shalat Isya’ berjamaah, shalat hajat, tahlil dan pembahasan terkait masalah yang sedang terjadi saat ini, khususnya di Kecamatan Wonoasih.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

MWCNU Kecamatan Wonoasih dikenal salah satu basis NU di Kota Probolinggo, sehingga tidak heran jika lailatul ijtima’ tersebut diikuti oleh puluhan jamaah dan anggota NU Ranting setempat.

Berdasarkan pantauan Pondok Pesantren An-Nur Slawi, jamaah lailatul ijtima’ yang terdiri dari kaum ibu-ibu dan bapak-bapak ini terlihat sangat khusuk mengikuti tahapan demi tahapan pelaksanaan tersebut. Apalagi saat digelarnya pembacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh pengurus MWCNU Kecamatan Wonoasih.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kami akan terus berusaha untuk kembali menghidupkan kegiatan lailatul ijtima’ yang merupakan salah satu tradisi yang dilakukan oleh ulama NU. Alhamdulillah, jumlah jamaah tiap kegiatan selalu bertambah. Hal ini menunjukkan masyarakat sangat antusias menymabut kegiatan ini,” ungkap Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Wonoasih Hasin pada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Kamis (7/3).

Menurut Hasin, kegiatan pertemuan bulanan pengurus dan jamaah NU tersebut tidak membutuhkan waktu yang lama. Sebab yang terpenting adalah jamaah dan pengurus NU bisa berkumpul dan mengaji bersama untuk mempererat ukhuwah nahdliyah.

“Semoga melalui kegiatan ini ukhuwah nahdliyah antara pengurus dengan pengurus, maupun pengurus dengan warga NU bisa semakin erat. Yang jelas, kami ingin semua warga NU bisa terus bersatu sehingga tidak mudah terpengaruh dengan paham-paham lain di luar NU yang tidak sesuai dengan Ahlussunnah wal Jama’ah,” harapnya.

Redaktur     : Hamzah Sahal

Kontributor  : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail, Hadits, AlaSantri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar