Minggu, 18 Mei 2014

Jihad NU Melawan Korupsi

Sudah lama kita yakini, perjuangan melawan korupsi merupakan perjuangan yang sejalan dengan spirit keagamaan (ruhul jihad). Dalam situasi seperti sekarang ini, perang melawan korupsi bisa disepadankan dengan jihad fi sabilillah. Tidak ada yang menyangkal bahwa korupsi merupakan tindakan kejahatan, bahkan ada yang menyebut sebagai kejahatan luar biasa (extraordinary crime) yang tidak bisa diperangi dengan cara-cara yang biasa. Karena itu, diperlukan kesungguhan dengan mengerahkan seluruh kemampuan untuk memberantas kejahatan korupsi. Itulah jihad fi sabilillah.?

Bukan hanya aparat penegak hukum yang menangkap koruptor atau aktivis yang jihad melawan korupsi, para pemimpin dalam berbagai tingkatan yang menyelamatkan uang negara agar tidak dikorup, pada dasarnya dia sedang menjalankan misi luhur agama, jihad fi sabilillah. Pemimpin-pemimpin yang diberi amanat untuk mengelola uang dan kekayaaan negara, dan mereka berhasil menunaikan tugas dengan cara men-tasharruf-kan yang benar dan tidak dikorup, pada dasarnya mereka menjalankan misi agung, yaitu misi menegakkan keadilan untuk kemaslahatan (tahqiqul ’adli li ishlahi ar-ra’iyyah).

Korupsi adalah tindakan memporak-porandakan keadilan. Implikasi korupsi adalah terjadinya kerusakan, terlanggarnya hak asasi manusia, pemiskinan, kehancuran tatanan kehidupan, dan sebagainya. Hal inilah yang diperangi oleh semua agama. Karena itu, agama tidak bisa dijadikan tempat berlindung para koruptor.

Jihad NU Melawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Jihad NU Melawan Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Jihad NU Melawan Korupsi

Jihad melawan korupsi tidak bisa hanya dilakukan dengan menangkapi koruptor setiap hari dengan harapan menimbulkan efek jera. Dalam praktik pemberantasan korupsi di Indonesia membuktikan, penangkapan dan penghukuman para koruptor tidak serta merta menghilangkan korupsi. Korupsi masih tetap subur di mana-mana. Bukan berarti penindakan terhadap koruptor tidak penting, tetapi hal ini tidak cukup. Upaya pencegahan yang selama ini kurang menjadi prioritas perlu mendapatkan perhatian lebih serius.

Dalam Islam, upaya pencegahan dan penindakan terdapat dalam istilah dar’ul mafasid wa jalbul mashalih. Melakukan pencegahan korupsi pada dasarnya merupakan upaya mencegah terjadinya kerusakan (dar’ul mafasid), sedangkan melakukan penindakan dengan menangkap dan menghukum koruptor bisa disebut sebagai upaya jalbul mashalih. Dalam qawa’id fiqhiyyah terdapat kaidah bagaimana mengimplementasikan pencegahan dan penindakan: dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, upaya mencegah kerusakan (pencegahan korupsi) harus didahulukan daripada mencari kemaslahatan (penindakan korupsi). Di sinilah pentingnya aparat penegak hukum antikorupsi, terutama KPK, lebih memperkuat upaya-upaya pencegahan korupsi, bekerjasama dengan masyarakat sipil, khususnya organisasi keagamaan.?

NU sebagai organisasi sosial keagamaan mendukung penuh penguatan pencegahan korupsi ini. Wawasan tentang antikorupsi tidak boleh hanya menjadi pengetahuan, tetapi harus menginternalisasi menjadi nilai-nilai yang memengaruhi tindakan. Perkembangan hukum antikorupsi dan juga modus-modus baru korupsi harus diketahui masyarakat. Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) misalnya, merupakan hal baru yang harus diketahui masyarakat. Tentu, saya sangat sedih jika tokoh NU atau pesantren yang tidak tahu apa-apa, tiba-tiba terseret persoalan korupsi karena ketidaktahuannya. Karena itu, penting sekali memberi wawasan kepada para kiai dan tokoh-tokoh pesantren tentang perkembangan ini yang kapan saja bisa menjerat kita.

Lembaga Bahtsul Masa’il (LBM) NU juga bisa melakukan pembahasan sejumlah persoalan baru terkait tindak pidana korupsi yang dibahas dalam buku ini, misalnya soal konflik kepentingan (conflict of interest), pemilik keuntungan (beneficial ownership), perdagangan pengaruh (trading in influence), imbal balik (kickback), dan sebagainya. Fiqih Islam perlu melihat persoalan-persoalan tersebut untuk memberi perspektif pada perkembangan hukum antikorupsi.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Info Buku

Judul : Jihad NU Melawan Korupsi: Studi Kontemporer Fiqih Antikorupsi di Indonesia

Penulis : Rumadi Ahmad, dkk

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Editor: Marzuki Wahid & Hifdzil Alim

Penerbit : Lakpesdam PBNU

Tahun : 2016

Tebal : XVI + 194

ISBN 978-979-18217-8-0

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Warta, Fragmen Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 29 April 2014

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kehadiran organisasi garis keras mengatasnamakan agama yang kian marak belakangan di Tanah Air menggugah Gerakan Pemuda Ansor dari sejumlah daerah untuk meningkatkan soliditas dan peran. Berbagai upaya dilakukan untuk mencegah pertumbuhan kelompok radikal ini.

Di Jember, Jawa Timur, misalnya, untuk mengantisipasi masuknya gerakan ISIS (Iraqi-Syiria of Islamic State), PC GP Ansor? setempat mendatangi Mapolres Jember, Rabu (6/8).? Puluhan pengurus dan kader Ansor yang dipimpin Ayub Junaidi tersebut diterima Kapolres Jember, AKBP Awang Joko Rumitro.

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Rapatkan Barisan Cegah Radikalisme

“Kami ingin bersinergi dengan jajaran Polres untuk memantau sekaligus menangkal masuknya kelompok ISIS di Jember,” ujar Ketua PC GP.? Ansor Jember, Ayub Junaidi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk itu, kata Ayub, pihaknya saat ini sudah menurunkan 10 anggota Banser di setiap desa yang diberi tugas khusus untuk memantau perkembangan atau gejala-gejala radilkasme di masyarakat. Selanjutnya, anggota Benser tersebut diimbau untuk melapor jika mendapatkan gejala-gejala yang mencurigakan.

Saat ditemui GP Ansor, Kapolres Jember, AKPB Awang Joko Rumitro menyatakan bahwa pihaknya sudah menginstruksikan jajaran Polsek untuk terus mengawasi perkembangan terkait ISIS. “Sejauh ini belum ditemukan indikasi munculnya? ISIS,? dan jika ada kami siap bertindak,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, di Solo, Jawa Tengah, GP Ansor menyerukan penolakan keras terhadap kelompok-kelompok yang diketahui menyebarkan kekerasan dalam beragama. “Ansor dan Banser Surakarta menolak ISIS!” tegas Anwar, Kamis (7/8).

Menurut Anwar, gerakan ISIS, yang sering melakukan kekerasan bahkan pembunuhan, tidak sesuai dengan ajaran Islam dan nilai Kepancasilaan. “Secara resmi gerakan ISIS bertentangan dengan NKRI dan dilarang di Indonesia. Maka dari itu, kami mengajak kepada semua, khususnya kepada anggota Ansor dan Banser untuk mewaspadai gerakan ini,” ujarnya.

Anwar juga menghimbau kepada masyarakat untuk turut aktif dalam mencegah masuknya gerakan radikalisme, khususnya di wilayah Surakarta, mengingat beberapa waktu lalu telah terindikasi adanya gejala masuknya ISIS di Kota Bengawan.

“Waspadai sekitar lingkungan anda, jika terindikasi ISIS maupun gerakan radikalisme lainnya, segera laporkan ke pihak berwajib,” terangnya. (Aryudi /Ajie /Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 22 April 2014

Perkuat Konsolidasi, IPNU-IPPNU Temanggung Acara Lintas Alam

Temanggung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kabupaten Temanggung Jawa Tengah mengadakan kegiatan lintas alam di kawasan zona utara Temanggung pada Ahad (29/5).

Kegiatan ini diikuti tujuh Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kabupaten Temanggung, antar lain dari Kecamatan Gemawang, Jumo, Tretep, Wonoboyo, Bejen,Candiroto dan Ngaderjo.? Masing-masing PAC yang turut berpartisipasi mendelegasikan lima anggota IPNU dan IPPNU.? Pembukaan acara dilangsungkan di lapangan Gardu Pandang Desa Simpar, Kecamatan Tretep.

Perkuat Konsolidasi, IPNU-IPPNU Temanggung Acara Lintas Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Perkuat Konsolidasi, IPNU-IPPNU Temanggung Acara Lintas Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Perkuat Konsolidasi, IPNU-IPPNU Temanggung Acara Lintas Alam

Menurut Agus Subkhi, ketua koordinator Zona Utara, acara lintas alam ini sebenarnya sudah diagendakan sejak lama dan kini akhirnya berhasil terlaksana.? "Tujuan mengadakan acara ini adalah untuk menunjukkan kekompakan dan keharmonisan Pengurus IPNU IPPNU baik dari tingkat PC maupun tingkat PAC dan untuk memperkuat hubungan silaturahim antar PAC", kata Sekertaris PC IPNU Temanggung ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk lebih menyemarakkan acara ini, panitia mengadakan pula suatu permainan sederhana. Teknisnya,? panitia acara membagikan peserta menjadi beberapa kelompok, setiap kelompok harus berjalan mengikuti jalur yang telah di buat oleh panitia, dan di setiap jalur atau titik ada pos yang dijaga oleh panitia. Di tiap pos tersebut peserta diberikan pertanyaan ataupun permainan. Rute yang ditempuh pun tidak terlalu jauh, hanya mengitari bukit gardu pandang. Kira-kira memakan waktu sekitar satu jam.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Keberadaan Gardu Pandang Simpar tidak terlalu tinggi, sekitar 30 meter untuk sampai di atas bukit. Tapi ketika sudah sampai di atas bukit, pengunjung akan disuguhkan dengan pemandangan pegunungan yang eksotis.

Acara lintas alam ini ditutup dengan pembagian hadiah bagi para juara yang kelompoknya sampai di lapangan atau finis terlebih dahulu. Hadiah yang diberikan disponsori oleh Coffe Guci produksi Kecamatan Gemawang Temanggung yang dikelola oleh salah seorang mantan ketua PC IPPNU Temanggung angkatan 2013-2015. (M. Haromain/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa, PonPes, Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pagar Nusa: Pencak Silat Produk Asli Indonesia, Lestarikan!

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Mengambil tema besar Pagar Nusa adalah Pergerakan: Berkhidmah untuk Ulama dan Bangsa, Plt Ketua Umum Pimpinan Pusat PSNU Pagar Nusa KH Ajengan Mimih Haeruman mengungkapkan terkait Kejurnas Pagar Nusa bahwa seni bela diri seperti pencak silat penting senantiasa digelorakan untuk melestarikan budaya yang merupakan produk asli Indonesia.?

Pagar Nusa: Pencak Silat Produk Asli Indonesia, Lestarikan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa: Pencak Silat Produk Asli Indonesia, Lestarikan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa: Pencak Silat Produk Asli Indonesia, Lestarikan!

“Pelestarian pencak silat melalui Kejurnas ini penting agar seni bela diri asli Indonesia tidak diakui oleh negara lain. Semangat ini muncul karena selama ini pencak silat juga menjadi cabang olahraga populer yang dilombakan di PON dan SEA Games,” ujar Ajengan Mimih sehari sebelum resmi dibukanya Kejurnas II Pencak Silat Pagar Nusa di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Ahad (21/8) sore.

Menurutnya, Indonesia lahir bukan karena senjata api ataupun nuklir, melainkan dari kegigihan para pendekar melalui ilmu kanuragan dan seni bela diri dalam bentuk pencak silat. Sebab itu, pihaknya akan melakukan berbagai agenda penting seperti Kejurnas itu sendiri, Festival, dan Sarasehan Pendekar.

“Terkait agenda Festival yang juga akan mengiringi Kejurnas, akan diisi unjuk ilmu kanuragan serta berbagai jurus dan tradisi pencak silat lain sebagai perwujudan melestarikan tradisi seni bela diri asli Indonesia dari berbagai macam perguruan pencak silat di Indonesia,” jelas Mimih.

Kegiatan ini diikuti oleh para pendekar, baik putra dan putri dalam kelompok umur. Di antara kelompok tersebut yaitu kelompok remaja (usia 14-17 tahun) dan kelas dewasa (usia 17-33 tahun). Dari pendekar putra maupun putri dibagi ke dalam 3 cabang yaitu tunggal, ganda, dan beregu. Adapun sistem nilainya yaitu pendekar yang berhasil menggunting lawan mendapat 3 poin, menendang 2 poin, dan mendorong 1 poin.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kejurnas II Pagar Nusa ini secara resmi dibuka oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi serta Ketua PBNU Aizzudin Abdurrahman. Presiden RI Jokowi, kata Imam Nahrawi, selalu berpesan kepada dirinya agar memperkenalkan silat sebagai salah satu olahraga asli Indonesia. Ia prihatin ketika salah satu Negara tetangga mengklaim bahwa silat berasal dari negaranya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Bahtsul Masail, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 17 April 2014

Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sejak dahulu kala perkembangan dan kemajuan dunia Islam di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pengaruh besar pondok pesantren. Setiap pondok pesantren di Indonesia memiliki figur sentral ulama yang enggan disebut-sebut sebagai ulama, sehingga mereka lebih nyaman apabila dipanggil kiai, ajengan, guru, tuan guru, Abuya dan sebagainya.

Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren di Indonesia Warisan Budaya yang Wajib Dijaga

Demikian disampaikan Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Ishomuddin, Rabu (16/11). Ia menulis pernyataannya itu dalam akun Facebook pribadinya.?

Menurutnya, ulama sebagai figur sentral di pondok pesantren bukan sekedar bertanggung jawab mentransfer ilmu-ilmu dasar agama, melainkan lebih penting dari itu adalah contoh teladan terbaik di hadapan para santrinya.?

“Ulama di pondok pesantren adalah teladan mereka, karena ulama adalah manusia yang mendedikasikan hidupnya untuk senantiasa meneladani Rasulullah SAW, baik dari sisi ilmunya maupun akhlaknya,” tulis Gus Ishom.

Dengan demikian, lanjutnya, dari dunia pondok pesantren akan dan telah terlahir generasi yang bermanfaat bagi manusia lainnya, yang bukan saja pandai mengutip ayat atau hadits Nabi, melainkan lebih penting dari itu menjadi "santri" yang mampu untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW. sepanjang hayatnya, sehingga ia pun menjadi contoh teladan terbaik bagi masyarakat sekitarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saya sebut sebagai pesantren asli Indonesia, karena para kyai pengasuhnya selalu memberikan keteladanan akan arti penting mencintai tanah air Indonesia. Karena bumi Indonesia adalah tempat yang wajib dijaga keamanannya agar agama dapat terjaga dengan cara diajarkan dengan sebenar-benarnya dan dilaksanakan dengan sempurna,” urainya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Terbukti tidak terhitung jasa para kiai dan para santri yang telah berjihad mengusir penjajah dari bumi kita, selain mengusir sejauh mungkin penyakit kebodohan dari jiwa manusia sebagai salah satu sebab pengganggu keamanan negara.

“Saya sebut pesantren asli Indonesia, karena sejak dahulu kala hingga kini nama-nama pondok pesantren itu meskipun terkadang ada nama Arabnya, namun lebih sering populer disebut nama daerah tempat lokasinya, seperti pondok pesantren Bangkalan (Madura), pondok pesantren Langitan (Tuban), pondok pesantren Lirboyo (Kediri), pondok pesantren Ploso (Kediri), pondok pesantren Tebu Ireng (Jombang), pondok pesantren Kempek (Cirebon), pondok pesantren Buntet (Cirebon), pondok pesantren Babakan Ciwaringin (Cirebon), pondok pesantren Leler (Banyumas), pondok pesantren Kesugihan (Cilacap) dan masih sangat banyak yang tidak bisa disebutkan lagi,” papar kiai muda asal Lampung ini.

Pendek kata, tambahnya, untuk menjadi pusat tafaqquh fiddin (pendalaman ajaran agama Islam) yang berasal dari dunia Arab maka tidak harus mengimpor apa saja yang berbau budaya Arab, melainkan bahwa dunia pondok pesantren tetap tidak pernah keluar dari berkomitmen untuk menjaga dan menjunjung tinggi budaya lokal.?

Dia menjelaskan, menjadi seorang muslim Indonesia itu tidak mesti harus seperti orang Arab dengan segala budayanya. Sehingga tepat dan benarlah ungkapan kaidah fikih, bahwa tidak patut keluar dari adat kebiasaan orang di sekitar kita sepanjang adat istiadat itu tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Pondok pesantren di Indonesia adalah hasil budaya asli bangsa Indonesia yang biasanya secara turun temurun diwariskan. Maka sebagai "barang warisan", setiap pondok pesantren yang ada mestilah dijaga dari kepunahan, harus terus dikembangkan dan "lebih dicanggihkan" agar tidak tergerus atau terpinggirkan oleh kompleksitas perkembangan zaman.?

“Jika tidak dipelihara, maka pondok pesantren "barang warisan" itu akan habis atau akan menjadi barang antik seperti keris sakti yang kehebatannya hanya bisa menjadi bahan cerita untuk berbangga-bangga dari para pewaris "Gus atau Kang" dunia pondok pesantren,” tutup Gus Ishom. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Makam, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 10 April 2014

Pengurus Mahasiswa Thoriqoh NU Sleman Dibentuk

Sleman, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Setelah Pengurus Wilayah Mahasiswa Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyyah (Matan) DI Yogyakarta dilantik tanggal 2 November 2014 lalu, disusul kemudian pelantikan Pengurus Cabang Kabupaten Sleman di Pesantren Ar-Rabithah, Sleman, Ahad Siang (23/11).

Di sela-sela pelantikan bertajuk “Pembekalan dan Pembentukan Pengurus Cabang Matan Kabupaten Sleman”, Ketua PW Matan DIY, Tomy, mengungkapkan bahwa setelah ini akan segera membentuk PC Matan di Bantul, Kota, dan Kulonprogo.

Pengurus Mahasiswa Thoriqoh NU Sleman Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengurus Mahasiswa Thoriqoh NU Sleman Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengurus Mahasiswa Thoriqoh NU Sleman Dibentuk

"Segera akan kita siapkan untuk di Kota Yogyakarta, Bantul, dan Kulonprogo. Kita harus segera membentuk komisariat-komisariat di Universitas-Universitas di Yogyakarta. Itu ke depan yang harus kita persiapkan," ujar Tomy pada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Ketua PCNU Sleman, KH. Nurjamil Dimyati mewakili jajaran PCNU Sleman memberikan apresiasi sebesar-besarnya atas kehadiran Matan di Kabupaten Sleman.

"Saya memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya. Semoga ke depan Matan di Sleman ikut mewarnai Sleman. Saya harap Matan itu benar-benar ada. Jangan ada tapi seolah-olah tidak ada," ujar KH. Nurjamil Masduqi yang disambut tawa para peserta.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hal senada juga diungkapkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Ar-Rabithah, KH. M. Masud Masduqi. "Saya ikut senang dengan adanya Matan di Sleman. Kalau sudah terbentuk, Pesantren ini bisa dijadikan kantornya atau semacam basecampnya," ujar KH. Masud Masduqi yang disambut tepuk tangan meriah.

Dalam acara tersebut, Ahyar Machmudi terpilih sebagai ketua PC Sleman lewat pemilihan. Untuk membentuk kepengurusannya, para peserta sepakat membentuk tim formatur yang akan ikut menentukan pengurus-pengurus PC Sleman. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Kiai, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 16 Maret 2014

PCNU Probolinggo Segera Produksi Air Minum AMINU

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam waktu dekat, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo akan memproduksi Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) AMINU. AMINU ini nantinya akan diproduksi dan berada dibawah naungan Koperasi Amanah Barokah Sejahtera.

Surat Keputusan (SK) pendirian koperasi yang dibawah binaan PCNU Kabupaten Probolinggo ini sendiri diterima langsung oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi dari Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Probolinggo Santiyono, Jum’at (18/12) malam.

PCNU Probolinggo Segera Produksi Air Minum AMINU (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Probolinggo Segera Produksi Air Minum AMINU (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Probolinggo Segera Produksi Air Minum AMINU

Penyerahan SK Koperasi Amanah Barokah Sejahtera ini disaksikan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo HM. Nawi dan sejumlah pengurus. Selanjutnya SK ini diserahkan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi kepada Ketua Koperasi Amanah Barokah Sejahtera Bambang Lasmono.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Awalnya koperasi ini akan diberi nama Koperasi Amanah. Hanya saja karena ada Permenkop dan UMKM (Peraturan Menteri Koperasi dan UMKM) yang mengharuskan nama koperasi terdiri dari 3 suku kata, maka dirubahlah namanya menjadi Koperasi Amanah Barokah Sejahtera,” kata Sekretaris PCNU Kabupaten Probolinggo Khairul Ishaq.

Menurut Khairul Ishaq, pendirian koperasi yang akan memproduksi air minum ini dilakukan agar NU sebagai sebuah organisasi mampu tampil mandiri tanpa tergantung kepada organisasi dan lembaga lain didalam menjalankan program kerjanya

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Harapannya NU mampu mandiri secara financial dalam mencukupi atau menjalankan program kerjanya. Sudah diputuskan AMINU ini paling lambat bulan Pebruari 2016 sudah mulai produksi. Pasar pertama yang bisa dijadikan sasaran adalah dinas daerah instansi lainnya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi