Kamis, 17 Maret 2016

Terdeteksi Simpan Air Zamzam, Toga Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar

Makkah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Kepala Daker Makkah Arsyad Hidayat mengatakan bahwa hasil pemeriksaan koper jemaah haji di bandara, ditemukan tiga koper yang menyimpan air zamzam. Ketiga koper itu akhirnya dibongkar untuk dikeluarkan air zamzamnya.

"Di hari pertama penimbangan, koper langsung dikirim ke bandara. Kami mendapatkan kabar dari Jeddah bahwa ada 3 tas yang didalamnya ada air zamzam dan itu sudah kita bongkar untuk dikeluarkan," katanya seusai memantau pemulangan jemaah haji kloter 01 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 01) di Mifalah-Makkah, Sabtu (17/9) sebagaimana dilansir Kemenag.go.id.

Terdeteksi Simpan Air Zamzam, Toga Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar (Sumber Gambar : Nu Online)
Terdeteksi Simpan Air Zamzam, Toga Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar (Sumber Gambar : Nu Online)

Terdeteksi Simpan Air Zamzam, Toga Koper Jemaah Haji Indonesia Dibongkar

Menurut Arsyad, semua koper harus steril dari barang terlarang dalam penerbangan, termasuk air zamzam. Arsyad berharap jumlah tiga koper ini menunjukan mayoritas jemaah sudah memiliki kesadaran tentang larangan menyimpan air zamzam. "Sosialisasi yang kita lakukan selama ini efektif. Mudah-mudahan ke depan sama," harapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Arsyad mengingatkan, adanya air zamzam atau barang terlarang di tas koper jemaah bisa menyebabkan delay pesawat yang akan berefek pada penerbangan selanjutnya. Selain itu, dimungkinkan juga jemaah pulang tanpa membawa tas koper karena otoritas bandara memutuskan untuk tidak membawanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kami tidak menginginkan kondisi ini. Karenanya, mohon bantuan seluruh jemaah haji agar kondisi awal yang sudah baik ini bisa dipertahankan," ujarnya.

Dijumpai saat akan pulang ke Tanah Air, Ketua Kloter 1 Embarkasi Banjarmasin (BDJ 01) Syahdi Hidayat mengaku setelah mendapat arahan dari Kepala Daker dan Kepala Sektor terkait larangan barang bawaan, pihaknya langsung mensosialisasikan hal itu kepada jemaah. Tidak hanya soal larangan yag disosialisasikan, tetapi juga terkait risiko jika melanggar.

"Kita sampaikan, jika larangan dilanggar, maka risiko yang terjadi menjadi tanggung jawab jemaah dan jika barangnya tidak dibawa, panitia di sini tidak bertanggung jawab," tandasnya sembari berharap jemaah haji Indonesia akan patuh dan taat teradap aturan ini. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 15 Maret 2016

Tradisi Musik Patrol di Bulan Ramadhan

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Musik patrol Ramadhan atau yang lebih dikenal dengan musik pembangun sahur  ketika bulan puasa tiba. Permainan musik ini biasanya dimainkan oleh anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar, rata-rata mereka masih berusia 10-12 tahun. Bagaimana ceritanya? Ikuti penelusuran Kontributor Pondok Pesantren An-Nur Slawi Probolinggo.

Alunan musik patrol ini terdengar merdu, saat dimainkan oleh anak-anak di Desa Pesisir Kecamatan Sumberasih Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Mereka dengan serempak memukul alat musiknya yang tebuat dari  sisa barang bekas.

Tradisi Musik Patrol di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Musik Patrol di Bulan Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Musik Patrol di Bulan Ramadhan

Alat musik yang terbuat dari barang rongsokan tersebut terdiri dari jerigen, potongan besi dan kentongan yang terbuat dari bambu. Dengan alat yang sederhana itu bisa membuat  alunan musik yang enak didengarkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Salah satu pemain musik patrol, Iwan kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Rabu (17/7) mengatakan jerigen tersebut berasal dari barang bekas yang ada di rumahnya. ”Saya ambil untuk dijadikan alat musik patrol,” katanya.

Dia memainkan alat tesebut ketika sudah menjelang Maghrib bersama teman-temannya. Karena pada saat itu dia dan teman-temannya mencoba untuk memainkan musik tesebut. ”Jadi kalau sudah sahur saya memainkan lagi di halaman rumah bersama teman-teman dengan mengucapkan sahur-sahur, sahur-sahur,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut salah satu anggota patrol Andik, dalam musik patrol tersebut dia memegang kentongan yang terbuat dari bambu. Dia mendapatkan alat tersebut dari ayahnya.”Saya minta kepada ayah saya untuk dibuatkan kentongan untuk dijadikan alat memainkan musik patrol bersama teman-teman,” akunya.

Andik mengatakan alat tersebut ketika sudah selesai dimainkan disimpan di rumahnya masing-masing. Jadi ketika sudah mau memainkannya lagi tidak kebingungan untuk mencarinya. “Kalau sudah pukul 15.00, saya bersama teman-teman rutin untuk memainkan musik tersebut, dengan berkeliling ke rumah-rumah penduduk,” terangnya.

Dia juga mengatakan, kalau sudah bulan puasa datang, dia  sangat senang karena dia bisa memainkan alat musik patrol tersebut bersama teman-temannya. Setiap  bulan puasa dia selalu aktif mengikuti permainan tersebut. ”Kalau tidak mengikutinya saya ketinggalan dengan teman-teman yang aktif dalam permainan itu,” pungkasnya.

Redaktur     : A. Khoirul Anam

Kontributor : Syamsul Akbar

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, PonPes, Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 03 Maret 2016

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur

Martapura, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan akan menggelar Pelatihan Aji Tapak Sesontengan (ATS) dan bakti sosial (Baksos) bagi masyarakat setempat dan sekitarnya guna meramaikan Gerakan Cinta Masjid (GCM) yang terus berlanjut.

Ketua IPNU OKU Timur Muhammad Mukhlis di Martapura, Rabu (27/9) menyatakan, GCM adalah gerakan yang bertujuan untuk menggugah masyarakat khususnya pemuda dan pemudi untuk peduli terhadap kebersihan masjid maupun mushalla.

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan dan Baksos ATS Ramaikan Garakan Cinta Masjid IPNU OKU Timur

"Karena GCM juga sarana silahturahim, sekalian kami isi dengan baksos ATS," kata Muhklis.

ATS merupakan warisan jenius husada leluhur nusantara yang bisa digunakan untuk penyembuhan pasca stroke, lemah syahwat, sakit gigi, asma, lemah jantung, wasir, maag, vertigo, migrain, diabetes, nyom (kista), kencing nanah, hernia, hipertensi, leher kaku, asam urat, tulang keropos dan beragam penyakit medis lain serta penyakit non medis.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Basic ATS ialah DNA (Deoxyribo Nucleic Acid) merupakan asam nukleat yang menyimpan semua informasi tentang genetika. Secara garis besar, peran DNA di dalam sel adalah sebagai materi genetik yang membawa informasi yang dapat diturunkan, artinya DNA menyimpan cetak biru bagi segala aktivitas sel. Kode-kode genetik DNA memiliki karakteristik on (nyala) dan off (padam). Dan itulah yang diaktivasi.

Cetak biru bagaimana leluhur nusantara melakukan penyembuhan tanpa menyakiti sesama dan makhluk hidup lain berhasil diungkap pendiri Yayasan ATS Global Indonesia (ATSGI) yang? melakukan riset bertahun dan Alhamdulillah bisa diterapkan hari ini untuk membantu masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia melanjutkan, pelatihan akan digelar Sabtu 30 September 2017 di Yayasan Pondok Pesantren Mafatihul Huda, Comal, Yosowinangun, Belitang Madang Raya, pukul 09.00-12.00 WIB. Menghadirkan Pelaksana Tugas Kepala Satuan Unit Khusus Banser Husada Satkorwil Lampung, Kamitua (Master) Yayasan ATSGI Tim Swarna Raya, Gatot Arifianto.

Bonus akan diberikan Gatot yang juga anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung juga gila-gilaan, meliputi Massive Decode Nucleus Transfusion (MDNT) untuk penyembuhan diri sendiri atau self healing dan menemukan kebahagiaan diri.

Lantas Ilussion Soul untuk penyembuhan jarak jauh. Up Grade Otak (meningkatkan kapasitas memori otak untuk menambah kecerdasan dan kreativitas hingga Neo Neuro Linguistic Programing (NLP) untuk kesehatan. Informasi dan pendaftaran di nomor 085609559591 / 082315239323.

"Adapun di lokasi sama pada Ahad 1 Oktober 2017, akan digelar bakti sosial ATS mulai pukul 08.30-15.30 WIB. Masyarakat bisa menyembuhkan beragam penyakit dideritanya dengan infaq seridhonya karena sebagian hasilnya akan kami belikan kitab suci Al Quran. Bagi masyarakat yang tidak mampu, tidak memberi juga tidak masalah. Intinya kami berikhtiar mengajak masyarakat sehat sembari beramal," kata Muklis lagi.

Ia menerangkan, biaya pelatihan untuk menguasai ATS Rp1 juta per orang untuk sepuluh pendaftar pertama dan diserahkan satu jam sebelum pelatihan. Untuk pendaftar kesebelas hingga dua puluh pendaftar selanjutnya akan dikenakan biaya Rp2 juta.

"Kami memberi solusi mudah dan murah atas kesehatan mengingat banyak alat kesehatan dengan nilai jual mahal mencapai puluhan juta rupiah namun tidak optimal dalam menjaga kesehatan dan menyembuhkan penyakit. Kami menggaransi mengembalikan biaya pendafataran jika gagal," tegas Muhklis.

Praktisi ATS dari Tim Swarna Raya, Luci Indra yang berprofesi sebagai bidan, menyatakan ATS? luar biasa dan sangat masuk akal karena faktanya, ATS bisa disebut amazing (menakjubkan), truthful (bisa dipercaya), dan smart (cerdas).

"Sebagai contoh, pasien yang memiliki tensi 164/92 setelah saya sonteng tensinya langsung menjadi 126/70," ujar Luci.

Beragam testimoni lain dan cara penyembuhan dengan ATS bisa dilihat di Youtube dengan kata kunci Aji Tapak Sesontengan.

Metode ATS tanpa menggunakan tehnik pernapasan tertentu, tanpa membutuhkan meditasi, tanpa ada melakukan puasa atau pun puasa khusus, tanpa menjurus agama tertentu, tanpa menggunakan tehnik prana, tanpa ada pelatihan selanjutnya, tanpa pantangan, tanpa menggunakan alat bantu apapun di luar diri, tanpa menyakiti makhluk hidup lainnya serta keberadaannya, juga tanpa melibatkan makhluk halus/sihir.

Selain itu, ATS bisa dikuasai anak kecil hingga orang lanjut usia tanpa membedakan suku dan agama. (Nurani/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 01 Maret 2016

NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kemunculan gerombolan Islamic State of Iraq-Syiria (ISIS) menjadi ancaman baru dalam dunia Islam khususnya di Indonesia. Ancaman ini ditanggapi serius oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota Malang dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Malang melalui berbagai program penjagaan nilai-nilai Islam Aswaja.

NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-PMII Kota Malang Amati 7 Doktrin Batil ISIS

Pada Selasa, (6/1), dua lembaga itu menggelar sarasehan betema “Menolak Gerakan Islamic State; NKRI Harga Mati” di Aula Gedung C Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang. Sarasehan yang dihadiri sekitar 200 peserta itu, menghadirkan Wakil Ketua GP Ansor Jatim Andri Dewanto Ahmad dan Dekan Fakultas Syariah UIN Maliki Malang H Roibin sebagai narasumber.

Menurut Andri, ISIS organisasi radikal yang cukup berbahaya di dunia. Setidaknya 5 hal dari ajarannya yang berbahaya. Pertama, mengklaim bahwa pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang sah dan harus diikuti oleh setiap muslim sedunia. Kedua, pemimpin negara selain pemimpin ISIS yang diikuti oleh setiap muslim harus ditinggalkan atau dicabut bai’atnya. Ketiga, umat muslim yang tidak membai’at pemimpin ISIS otomatis menjadi kafir. Keempat, orang kafir jika tidak membayar pajak, halal darahnya. Kelima, dalam meningkatkan pendapatan negara, ISIS membenarkan perebutan kekayaan alam daerah lain dengan segala cara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Awalnya ISIS adalah bagian dari Al-Qaeda, namun seiring berjalannya waktu dan perbedaan strategi perjuangan yang lebih frontal, maka ISIS dikeluarkan dari organisasi Al Qaeda,” kata Andri.

Menunrut Andri, PMII dan NU sebagai organisasi yang berpaham Aswaja mempunyai tugas moral untuk menangkal aliran seperti ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PMII Kota Malang Habiburrahman El-Stiffany menyatakan bahwa dalam hal ini PMII dan NU mempunyai visi yang sama dalam hal penangkalan Islam radikal transnasional.

“PMII selalu bersinergi dengan PCNU utamanya dalam menangkal Islam radikal,” kata mantan Ketua PK PMII Sunan Kalijaga itu. (M Abdul Fatah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam, Quote, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 21 Februari 2016

Kunjungi Pesantren, Kak Seto Ingatkan Guru Cara Mendidik Anak

Majalengka, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dengarkan suara anak, pahami keinginannya, dan beri kesempatan anak dalam memberikan pendapat. Jangan sampai guru menjadi sentral ilmu dan tidak memberikan ruang ketidakbebasan berpendapat.

Demikian disampaikan psikolog anak, Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto saat silaturahmi ke guru-guru di Pondok Pesantren al-Mizan Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat.

Kunjungi Pesantren, Kak Seto Ingatkan Guru Cara Mendidik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Kunjungi Pesantren, Kak Seto Ingatkan Guru Cara Mendidik Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Kunjungi Pesantren, Kak Seto Ingatkan Guru Cara Mendidik Anak

“Jangan sekali-kali sekolah membunuh karakter siswa karena dengan keotoriteran guru dalam mengajar, akan tetapi beri kesempatan anak-anak mengungkapkan pendapatnya. Guru seharusnya menjadi seorang fasilisator bukan berinsiatif dalam belajar mengajar,” tuturnya, Rabu (4/11).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kak Seto melanjutkan, suasana belajar-mengajar yang menyenangkan juga akan membuat siswa betah di kelas dan guru bisa fokus pada materi dan target pembelajaran. “Banyaknya metode penghafal pada materi belajar akan tetapi siswa tidak memahami pada suatu permasalahan yang dihadapi. Seharusnya guru bisa membuat ruang kelas yang menyenangkan,” jelas mantan ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Ketua Yayasan al-Mizan H.Asep Zaenal Aripin mengatakan, kegiatan ini patut disyukuri karena dengan banyaknya agenda Kak Seto masih bisa menghadiri acara yang sederhana ini.

“Kita masih bisa share dengan beliau banyak pengalaman dalam menghadapi kasus anak,” jelas pria lulusan UIN Yogyakarta ini. (Tata Irawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Irak Hancur Tanpa AS adalah Bohong Besar

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Keberadaan pasukan Amerika Serikat (AS) dan negara sekutunya di Irak dinilai tidak menguntungkan karena tidak mampu menciptakan keamanan dan perdamaian. Campur tangan negara adidaya tersebut justru menambah panjang kerumitan masalah yang dihadapi Irak, terutama pertikaian antara kelompok Syiah dan Sunni.

“Adalah bohong besar kalau AS keluar dari Irak, maka Irak akan hancur,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi mengutip pernyataan Dubes Irak untuk Indonesia Falih Abdul Kadir Al Hayali usai bertemu dengannya di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Rabu (7/3)

Irak Hancur Tanpa AS adalah Bohong Besar (Sumber Gambar : Nu Online)
Irak Hancur Tanpa AS adalah Bohong Besar (Sumber Gambar : Nu Online)

Irak Hancur Tanpa AS adalah Bohong Besar

Menurut Hasyim, sebagaimana diungkapkan Falih Abdul, pertikaian antara kelompok Syiah dan Sunni di negeri 1001 Malam itu merupakan hasil rekayasa AS. Bersama negara-negara sekutunya, AS telah ‘memanfaatkan’ perbedaan-perbedaan paham antarsekte yang ada di Irak menjadi pemicu konflik.

“Kata Dubes (Falih Abdul Kadir Al Hayali-Red), memang ada perbedaan antara Syiah dan Sunni. Tapi perbedaan itu kemudian ‘diproses’ sehingga menjadi perang dan permusuhan. Yang memroses itu tentu Amerika Serikat dan negara-negara sekutunya,” terang Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace.

Pertentangan antara Syiah dan Sunni di Irak yang kemudian berbuntut pada kekerasan, menurut Hasyim, baru terjadi belakangan, utamanya setelah AS mengagresi Irak sekaligus menumbangkan kekuasaan Saddam Hussein. Sebelumnya, dua kelompook tersebut hidup berdampingan dan saling menghormati. “Selama berabad-abad, kata Dubes, Sunni dan Syiah hidup damai dan berdampingan,” tandasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Diungkapkan Hasyim, AS yang campur tangan terlalu jauh benar-benar telah merepotkan Irak sendiri untuk membangun kembali negaranya yang hancur akibat perang. Demikian pula dalam upaya pembentukan pemerintahan baru pasca-eksekusi mati Saddam Husein, menurutnya, Irak justru akan lebih nyaman jika tanpa intervensi pihak asing, terutama AS.

“Mereka (bangsa Irak) merasa yakin, pemerintahannya bisa berjalan dengan baik kalau tidak diintervensi oleh AS dan lain-lainnya. Mereka telah merasa direpotin oleh AS,” ungkap Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars itu.

Dalam kesempatan itu, Hasyim mengungkapkan, intervensi AS terhadap Irak pada dasarnya tidak masalah jika hal itu dilakukan dalam upaya peredaan konflik. Namun, katanya, yang terjadi justru sebaliknya. AS justru selalu menciptakan ruang permusuhan di antara kelompok-kelompok Islam.

Demikian pula peran media massa dalam pemberitaan tentang kondisi Irak yang dinilai terlalu berlebihan. Padahal, katanya, kondisinya tidak seheboh yang diberitakan. “Dubesnya bilang sendiri sama saya, kondisi di Irak tidak sehebat yang diberitakan di media massa,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sambut Positif Pertemuan Internsional

Sebagai upaya meredakan berbagai konflik antar-aliran di Timur Tengah, Hasyim mengungkapkan gagasan tentang rencana mempertemukan tokoh-tokoh Islam dunia dalam konferensi ulama-ulama besar terbatas Timur Tengah dan Asia Tenggara di Jakarta dalam waktu dekat. “Dubes menyambut positif gagasan itu,” pungkasnya. (rif)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 05 Februari 2016

Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Di Indonesia terdapat enam agama yang diakui oleh negara, yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu. Masing-masing agama tentu memiliki istilah keagamaan yang sifatnya spesifik. Untuk menghindari kesalahan pemaknaan terhadap istilah-istilah keagamaan tersebut Puslitbang Lektur dan Khazanah Keagamaan LKK) membuat sebuah Kamus Istilah Keagamaan (KIK).

KIK pada dasarnya merupakan sebuah buku besar yang memuat entri pilihan yang disusun secara alfabetik menyangkut aspek keyakinan, hukum, etika, moral, dan sosial kemasyarakatan yang dipraktekkan dalam agama di Indonesia, khususnya Islam, Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.?

Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Manfaatkan Kamus Istilah Keagamaan untuk Hindari Kekeliruan Pahami Agama

Dalam laporan yang disusun Puslitbang LKK (2015), penyusunan KIK bertujuan melindungi keyakinan umat beragama dari kekeliruan dalam memahami ajaran agama dan lebih mendorong terwujudnya kerukunan antar umat beragama di Indonesia.?

Puslitbang LKK berharap kehadiran KIK diharapkan dapat, pertama menghindarkan kesalahpahaman atau salah pengertian masyarakat terhadap istilah keagamaan setiap agama. Kedua, memperkuat jalinan persaudaraan dan perekat kerukunan antara umat beragama. Ketiga, mendidik masyarakat untuk menghargai adanya perbedaan dalam hal keyakinan beragama, dan keempat sebagai bahan rujukan dalam penulisan buku, baik buku pelajaran pada lembaga-lembaga pendidikan maupun buku bacaan umum.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Proses penyusunan KIK yang berlangsung selama empat tahun ini, berhasil menyelesaikan sebuah produk yang memuat 9.134 entri meliputi peristilahan dalam agama Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Khonghucu dengan berketebalan 623 halaman, yang bisa dimanfaatkan sebagai rujukan akedemik dan umum pemeluk agama di Indonesia. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, AlaNu, Nasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi