Kamis, 22 Januari 2015

Radio Aswaja FM Pekalongan Siap Diluncurkan

Pekalongan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pekalongan akan mengawali program barunya dengan meresmikan radio komunitas Aswaja yang berjalur FM dengan kanal 107.8 M.Hz.

Radio Aswaja FM Pekalongan Siap Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Radio Aswaja FM Pekalongan Siap Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Radio Aswaja FM Pekalongan Siap Diluncurkan

Acara peresmian Radio Aswaja dibarengkan dengan pembukaan Muskercab dan Pelantikan PCNU Kota Pekalongan Jumat (22/2) di Gedung Aswaja Pekalongan.

Pilihan radio sebagai upaya untuk mensinergikan program program dari lembaga dan lajnah yang memerlukan media agar bisa sampai di tengah tengah warga NU di Kota Pekalongan yang cukup banyak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PCNU Kota Pekalongan H. Ahmad Rofiq mengungkapkan, biaya radio cukup murah juga masih sanggup bersaing dengan media televisi, koran maupun internet.

"Dengan radio, berbagai program informasi dan pesan pesan keagamaan bisa sampai kepada masyarakat yang nantinya akan dikemas dengan baik sehingga pendengar tidak bosan," ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dikatakan, sebagai radio komunitas, Aswaja FM akan berusaha semaksimal mungkin dikelola secara profesional, sehingga pendengar tidak jenuh dan justru lebih terhibur dengan informasi informasi pendidikan dan dakwah dengan kemasan yang lebih menarik.

"Saya sudah punya beberapa tenaga ahli yang bisa mengelola radio Aswaja FM dan kesemuanya merupakan kader kader NU pilihan," ujar Rofiq perihal siapa yang akan mengelola radio.

Bertempat di komplek Gedung Aswaja Pekalongan, beberapa acara unggulan sudah disiapkan oleh pengelola radio antara lain, ngaji kitab kuning, tausiyah kiyai, membedah ahlus sunnah wal jamaah dan program dialog masalah rumah tangga, kesehatan, pendidikan dan santri bertanya kiyai menjawab dengan nara sumber yang cukup mumpuni.

Namun demikian, pada dua bulan pertama baru akan diluncurkan dengan lagu lagu saja, sedangkan siaran resminya baru akan dimulai pada April atau Mei mendatang.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Abdul Muiz

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pesantren, Nasional, Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 07 Januari 2015

Pramuka NU Mahir Aswaja dan Ahli Teknologi

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Usai melaksanakan shalat Magrib berjamaah, sejumlah peserta terlihat menunggu dengan tertib di mushala. Masing-masing mendekap laptop. Mereka adalah peserta lomba cerdas cermat Aswaja online.

Pramuka NU Mahir Aswaja dan Ahli Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka NU Mahir Aswaja dan Ahli Teknologi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka NU Mahir Aswaja dan Ahli Teknologi

Salah seorang peserta dari Lampung tampak sumringah menghadapi babak kualivikasi materi Ahlus Sunnah wal-Jamaah secara online ini. Meskipun sebagai pengalaman pertama, namun ia optimis bisa lolos pada babak berikutnya.

Inilah antara lain yang membedakan perkemahan di lingkungan LP Ma’arif? NU dengan perkemahan serupa. Ada adu kemampuan dan wawasan keaswajaan ala Nahdlatul Ulama yang dilakukan secara online.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tidak semata mengasah diri secara fisik dan kemampuan kepramukaan, para peserta Perkemahan Wirakarya Pramuka LP Ma’arif NU Nasional (Perwimanas) juga diuji pengetahuan dan kedalaman materi keaswajaan ala NU.

Utusan peserta perkemahan ini diadu dalam kegiatan lomba cerdas cermat Aswaja. “Ada seratus peserta yang mengikuti lomba cerdas cermat keaswajaan ini secara online,” kata Hizbullah Huda, MPdI (26/6).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Koordinator IT (Informasi dan Teknologi) Perwimanas ini menandaskan, pada seleksi awal, setiap Sangga mengirimkan utusan untuk beradu kemampuan menjawab sejumlah soal yang telah disediakan panitia.

“Mereka dikumpulkan di aula mushala dan diberikan materi soal yang harus dijawab secara serempak,” tandas pengurus PW LP Ma’arif NU Jawa Timur ini.

Peserta diwajibkan menjawab setidaknya lima puluh soal Aswaja yang diselesaikan selama dua puluh menit. Namun demikian, para peserta tidak akan dapat saling mencontek lantaran akan mendapatkan soal secara acak, baik urutan soal dan jawabannya.

“Dengan demikian, tidak akan ada kecurangan seperti yang didengar pada pelaksanaan ujian di banyak tempat,” kata alumnus Unesa Surabaya ini.

Dari seratus peserta yang mengikuti seleksi di babak awal, dipilih hanya 15 peserta putra dan putri untuk maju pada babak berikutnya.

“Untuk peserta yang masuk seleksi tahap dua nantinya juga diberikan soal dengan mekanisme seperti babak awal,” katanya.

Dari 15 peserta akan dipilih 4 peserta baik putera maupun puteri. “Mereka inilah yang akan memasuki babak final dengan memperebutkan juara satu, dua, tiga serta harapan,” kata Abdul Latif, yang juga bertugas di bagian IT.

Saat babak final, mereka harus melewati sejumlah babak. Yang pertama adalah berupa tanya jawab, dilanjutkan tanya jawab lemparan, khitabah serta adu cepat.

Untuk khitabah, para peserta harus menjelaskan soal yang telah dipilih. “Penilaian kemampuan berpidato sangat menentukan,” katanya. ?

Diluar itu semua, cerdas cermat ini setidaknya memberikan kesan mendalam sehingga saat pulang ke tempat masing-masing, peserta bisa mendapatkan pemahaman dan kedalaman Aswaja NU.

Demikian juga, sebelum berangkat, peserta Perwimanas disyaratkan mengenal teknologi informasi secara baik. Karena semua soal disampaikan dalam bentuk online dengan memanfaatkan jaringan internet yang ada di lokasi.

“Internet, laptop, komputer dan perangkat komunikasi yang lain adalah sesuatu yang tidak terhindarkan dari seorang pelajar dan aktifis pramuka NU,” terangnya. “Namun yang harus ditekankan adalah bahwa penguasaan terhadap sejumlah piranti teknologi itu hendaknya dapat dioptimalkan untuk tujuan mulia,” lanjutnya.

“Makna inilah yang akan ditekankan kepada peserta Perwimanas, dengan tetap mendorong mereka untuk menguasai teknologi informasi yang sehat dan bermanfaat,” tandas guru MTsN Denanyar Jombang yang juga pengurus PCNU Jombang ini.

Kesan peserta terhadap lomba ini sangat luar biasa. “Tidak ada kegiatan seperti ini di tempat lain,” kata peserta lain. “Saya makin bangga menjadi bagian dari NU,” kata Yuliatin dari Kalimantan Tengah.

Redaktur? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor : Syaifullah Ibnu Nawawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 01 Januari 2015

Dua Ulama Pencipta Lagu Kemerdekaan Khas Pesantren

Oleh M. Rikza Chamami



Dunia pesantren mengenal rabithah (hubungan guru-murid) yang sangat kuat. Guru selalu menjadi inspirasi para santri-santrinya yang pernah mengaji. Demikian pula guru, selalu senang jika melihat para santrinya sukses berkhidmah di tengah masyarakat luas. Tugas sebagai guru seakan tuntas memiliki generasi penerus. Santri juga merasa gembira karena dapat meneruskan manfaat ilmu dari para guru-gurunya.

Dua Ulama Pencipta Lagu Kemerdekaan Khas Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Ulama Pencipta Lagu Kemerdekaan Khas Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Ulama Pencipta Lagu Kemerdekaan Khas Pesantren

Demikian pula tampaknya yang dirasakan oleh guru-murid yang sama-sama berjuang meraih kemerdekaan Republik Indonesia dan mendirikan Jam’iyyah Nahdlatul Ulama (NU). Siapakah dia? KHR Asnawi Kudus (1861-1959 M) dan KH Abdul Wahab Chasbullah (1888-1971). Dua tokoh pesantren ini dikenal sebagai sosok guru dan murid yang saling mendukung satu dan lainnya dalam segala hal perjuangan menegakkan Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

KHR Asnawi adalah salah seorang guru dari KH Abdul Wahab Chasbullah ketika mencari ilmu di Makkah bersama KH Bisri Sjansuri Jombang, KH Dahlan Pekalongan, KH Kamal Hambali Kudus, KH Mufid Kudus dan KH Ahmad Muchid Sidoarjo (Minan Zuhri: 1983). KHR Asnawi sangat lama bermukim di Makkah menjadi guru di Masjidil Haram dan mengajar ilmu agam di rumah pondokannya.

Demikian pula KH Abdul Wahab Chasbullah disebutkan mulai belajar di Makkah sejak usia 27 tahun dan mukim selama lima tahun (Ubaidillah Sadewa: 2014). Di antara guru Mbah Wahab selain KHR Asnawi selama belajar di Makkah adalah Syaikh Mahfudz Termas (tasawwuf dan ushul fiqih), Syaikh Mukhtaram Banyumas (Fathul Wahab), Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau (fiqih), Syaikh Baqir Yogyakarta (manthiq), Syaikh Asy’ari Bawean (ilmu hisab), Syaikh Sa’id Al Yamani (nahwu), Syaikh Sa’id Ahmad Bakry Syatha (nahwu), Syaikh Abdul Karim Al Daghestany (Kitab Tuhfah), Syaikh Abdul Hamid Kudus (ilmu ‘arudl dan ma’ani) dan Syaikh Umar Bajened (fiqih).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari sisi nasab, kedua Kiai ini sama-sama keturunan dari Walisongo. KHR Asnawi keturunan dari Sunan Kudus Sayyid Ja’far Shodiq dan KH Abdul Wahab Chasbullah adalah keturuan dari Maulana Ishaq (ayahanda Sunan Giri). Sehingga sangat wajar, dalam bidang perjuangan dan keilmuan antara keduanya sangat memiliki kemiripan. Semangat dalam mencari ilmu dan ketegasan dalam menjalankan hukum agama juga menjadi komitmen keduanya.

Salah satu perjuangan yang tidak pernah dilupakan oleh kedua Kiai ini adalah dalam mengusir penjajah. Kekuatan ilmu dan santri yang dimilikinya, baik di Kudus dan Jombang digerakkan untuk mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Kedaulatan Indonesia sangat dibela mati-matian. Apalagi penjajah hadir di bumi Indonesia sangat mengganggu hak asasi manusia dan membawa misi menghanguskan Islam yang sudah dipeluk oleh penduduk Indonesia.

Sejak masih ada di Makkah, KHR Asnawi dan KH Abdul Wahab Chasbullah sudah merancang bagaimana Indonesia yang terjajah oleh Belanda itu bisa merdeka. Mbah Asnawi bersama dengan Mbah Wahab, KH Abbas Jember dan KH Dahlan Kertosono mendirikan Sarekat Islam (SI) Cabang Makkah. Gerakan nasionalisme sudah digaungkan dari tanah haram dengan menguatkan eksistensi SI dalam merespon pergerakan nasional. Sepulangnya ke Indonesia, dua Kiai ini masih menggelorakan cinta tanah air dan bertekad mengusir penjajah.

KHR Asnawi yang merupakan Penasehat SI Cabang Kudus dengan gagah berani membuat fatwa: “Haram hukumnya menyamai pakaian Belanda (bercelana, berjas, berdasi dan bertopi)”. Fatwa ini diindahkan oleh semua penduduk Kudus dan sekitarnya. Dalam memperjuangkan hak muslim di Kudus, KHR Asnawi pernah dipenjara oleh Belanda, karena fitnah penjajah “geger pecinan”.

Dan justru dari balik jeruji penjara, dakwah KHR Asnawi semakin kuat dan semua santri membala mati-matian dengan membenci penjajah dan minta KHR Asnawi dibebaskan. Semangat kebangsaan ditanamkan oleh KHR Asnawi kepada murid-muridnya. Mbah Asnawi mendirikan organisasi dan madrasah sebelum kemerdekan: Jam’iyyatun Nashihin, Nahdlatul Ulama dan Madrasah Qudsiyyah.

Hal yang sama juga dilakukan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah. Organisasi SI masih digeluti selama berada di Surabaya. Gerakan nyata Mbah Wahab dalam mendukung kemerdekaan sudah tidak perlu ditanyakan lagi. Kemerdekaan dan hengkangnya penjajah menjadi komitmen Mbah Wahab yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Indonesia, Islam dan kerukunan bangsa Indonesia perlu diwujudkan.

Persinggungan dan keakraban Mbah Wahab dengan Agus Salim, Ki Hadjar Dewantara, W. Wondoamiseno, Hendrick Sneevliet, Alimin, Muso, Abikusno Tjokrosujono dan Soekarno membuatnya semakin kuat merancang pergerakan cinta tanah air. Termasuk peran Mbah Wahab dalam mendirikan Islam Studie Club bersama Dr Soetomo pada 1920. Termasuk Mbah Wahab mulai mendirikan organisasi? dan madrasah sebelum kemerdekaan: Tashwirul Afkar, Nahdlatul Wathan dan Nahdlatut Tujjar.

Karya Lagu Pesantren



Di antara wujud kebanggaan dan kecintaan KHR Asnawi dan KH Abdul Wahab Chasbullah ditunjukkan dengan karya seninya. Dua kiai ini dikenal sebagai sosok yang ‘alim dalam agama dan ahli membuat syi’ir (lagu khas pesantren berbahasa Arab). Apalagi dalam catatan sejarah, Mbah Wahab belajar ilmu ‘arudl (membahas cara membuat sya’ir berbahasa Arab) dengan KH Abdul Jalil sejak di Makkah. Dan dunia pesantren memang tidak pernah melupakan ilmu ‘arudl dan ilmu balaghah (badi’, ma’ani dan bayan).

Karya pesantren berupa syi’ir kemerdekaan yang dikarang oleh KHR Asnawi sudah sangat masyhur di kalangan santri Kudus. Syi’ir kemerdekaan (mudah disebut sebagai Lagu Kemerdekaan khas pesantren) itu adalah:

? ? ? * ? ? ?

? ? * ? ? ?

? ? ? * ? ? ?

? ? ? * ? ?

? ? ? * ? ? ? ?

? ? ? ? ? * ? ? ? ?

? ? ? * ? ?

? ? ? * ? ? ? ?

? ? * ? ?

? ? * ? ?

? ? ? * ? ?

? ? * ? ?

Sungguh kemerdekaan telah jelas bagi bangsa Indonesia

Seluruh bangsa bergembira selamanya

Karena untuk mendapatkan itu dibutuhkan perjuangan total

Dibawah jajahan kolonial Jepang dan Belanda

Ada yang diasingkan di Digul Irian Jaya

Ada juga yang dipenjara dengan penuh kepedihan

Sungguh mereka benar-benar ikhlas mengkhidmahkan diri untuk negara

Jiwa kebangsaan menggerakkan mereka berjuang secara nyata

Demi bangsa dan negara

Semoga Tuhan membalas perjuangan mereka

Dengan menjaga kemerdekaan berpendapat yaitu demokrasi

Menuju kemakmuran keadilan sosial

Adapun lagu kebangsaan yang dikarang oleh KH Abdul Wahab Chasbullah sudah sangat masyhur dan akan menjadi “Lagu Perjuangan Nasional”, yaitu:

? ? ? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ? ?

? ? ?

? ?

? ? ?

? ? ? ?

? ? ?

“Pusaka hati wahai tanah airku

Cintamu dalam imanku

Jangan halangkan nasibmu

Bangkitlah, hai bangsaku!

Indonesia negriku

Engkau Panji Martabatku

S’yapa datang mengancammu

‘Kan binasa dibawah dulimu!”

Karya Mbah Wahab ini ada yang menyebutkan dikarang sejak 1916 (versi Cak Anam) dan digemakan sejak 1934 (versi Ubaidillah Sadewa). Keduanya jelas menunjukkan bahwa karya lagu pesantren ini berada pada posisi sebelum kemerdekaan. Dalam buku “Masterpiece Islam Nusantara: Sanad dan Jejaring Ulama-Santri 1830-1945” karya Zainul Milal Bizawie (2016: 55) terdapat kalimat tambahan dalam karya Mbah Wahab, yakni:

Jangan kalian menjadi orang terjajah

Sungguh kesempurnaan dan kemerdekaan

Harus dibuktikan dengan perbuatan

Karya pesantren dari dua Kiai ini menjadikan nyata, bahwa komitmen Kiai dalam mendorong kemerdekaan dan merayakannya menjadi bagian yang utuh. Maka rasanya terharu sekaligus bangga mendengar "Yahlal Wathan" karya KH Abdul Wahab Chasbullah Jombang menjadi Lagu Nasional. Dan guru Kiai Wahab bernama KHR Asnawi Kudus juga memiliki Syiir Proklamasi Kemerdekaan, Shalawat Kebangsaan dan Syiir Nasionalisme menyambut IR Soekarno sebagai Presiden RI.

Zainul Milal Bizawie menegaskan bahwa: “Setiap langkah Mbah Wahab yang dinamis, beliau selalu meminta nasehat dan saran dari Kiai Asnawi Kudus. Apalagi dengan keberadaan KH Hasyim Asy’ari yang selalu hati-hati dan penuh pertimbangan. Dalam kedinamisan dan pergerakannya, Mbah Wahab selalu minta saran Mbah Asnawi yang lebih aktif dan dinamis”. Disinilah titik temu Mbah Asnawi dan Mbah Wahab. Keduanya menggambarkan isi hati dan muatan dakwah Islamnya dalam lagu-lagu yang isinya hampir memiliki kesamaan.

Hubungan guru & murid ini kompak dalam mendarmabaktikan ilmu arudl-nya untuk Indonesia dengan lagu-lagu kemerdekaan khas Pondok Pesantren. Mbah Asnawi dan Mbah Wahab adalah sosok Kiai yang benar-benar menunjukkan bahwa bangsa Indonesia itu harus pandai dan harus dihibur dengan lagu khas pesantren untuk menyemangati cinta bangsa sekaligus mengenang jasa para pahlawan. Semoga lahir Asnawi dan Wahab baru di bumi Nusantara ini. Wallahu a’lam.

Penulis adalah alumni Madrasah Qudsiyyah Kudus, Pjs Ketua Umum IPNU tahun 2009 & Dosen UIN Walisongo



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU, Hadits Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 06 Desember 2014

Pelajar NU Babat Gelar LAKMUD

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Latihan Kader Muda (LAKMUD) merupakan kaderisasi kedua setelah Masa Kesetiaan Anggota dan merupakan kaderisasi tertinggi di tingkat Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama. Sudah menjadi kegiatan rutin, tiap 2 tahun sekali, Pimpinan Anak Cabang Kecamatan Babat, Jombang, Jawa TImur melaksanakan kaderisasi ini.?

Pelajar NU Babat Gelar LAKMUD (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Babat Gelar LAKMUD (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Babat Gelar LAKMUD

Kaderisasi yang diselenggarakan di Kantor PCNU Jombang pada tanggal 30 Desember 2016 – 1 Januari 2017 ini diikuti kader-kader pilihan dari Pimpinan Ranting dan Pimpinan Komisariat IPNU IPPNU se-Kecamatan Babat dan ada pula kader dari Tambakrejo Jombang.

“Dengan Semangat Integritas, Kita Wujudkan Kader yang Berkualitas” merupakan tema yang diusung panitia yang diketuai oleh Aan Andri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

LAKMUD ini dibuka Ketua PC IPNU Babat Muhammad. Dari PC IPNU dan IPPNU Kabupaten Jombang Haris dan segenap pengurus juga turut hadir dan memberikan sambutan hangat kepada Pimpinan Anak Cabang.

“Sebagai Pimpinan Anak Cabang yang produktif dan menjadi barometer, IPNU dan IPPNU di wilayah Cabang Babat, diharapkan bisa meneruskan roda organisasi khususnya di tingkat Pimpinan Anak Cabang, lebih-lebih bisa berkhidmah di Pimpinan Cabang kelak,” kata Muhammad melalui siaran pers.

Ia menambahkan, selain kuantitas kader, IPNU dan IPPNU juga harus meningkatkan kualitas dan militansi kader.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Alumni Latihan Kader Muda kelak meneruskan perjuangan PAC IPNU IPPNU Babat periode selanjutnya”, ucap Ketua PAC IPPNU Babat Wiwin.

Pada kesempatan tersebut, peserta LAKMUD mendalami beberapa materi. Di antaranya adalah materi Ke-NU-an dan Keaswajaan dari Pengurus Cabang NU Kabupaten Jombang Muhammad Majid. Juga mendapat materi ke-IPNU IPPNU-an, administrasi, Teknik Diskusi dan Persidangan, Manajemen Agrobisnis, In Door Manajemen Game, Net Working and Lobbiying, dan lain-lain.

Latihan Kader Muda ini juga dihadiri Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat IPNU Imam Fadlli. Ia ? menutup acara menutup secara tersebut secara resmi. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 26 November 2014

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Direkur Eksekutif Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban menerangkan dua tujuan penganugerahan Santri of The Year. Pertama, agenda ini diadakan untuk menemukan dan menampilkan tokoh atau figur santri yang telah memberikan sumbangsih berupa gagasan inovatif dan kerja serta karya dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Kedua, mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan keteladanan generasi bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun bangsa dan negaranya,” kata Ginanjar saat acara peluncuran penganugerahan Santri of The Year di Kantor INC Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Menurutnya, hingga hari ini santri masuk dan mengisi ruang-ruang dalam berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan sosial, keagamaan, pers, media, militer, politik bahkan hingga ke parlemen dan pemerintah. Tidak sedikit dari mereka yang mengharumkan nama santri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh karena itu, lanjut Ginanjar, dalam rangka hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017, maka INC mengadakan agenda Santri of The Year.

Sementara itu, salah satu inisiator INC Zainul Milal Bizawie menegaskan, mereka yang mendapatkan Santri of The Year bukanlah orang yang paling hebat di antara lainnya, tetapi mereka adalah yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain.

Ia berharap, ke depan agenda ini akan menjadi sebuah penghargaan yang bergengsi dan kredibel sehingga ini bisa menjadi sebuah indikator bahwa santri memiki banyak kemampuan dan keterampilan di luar bidang keagamaan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sehingga yang lain tahu bahwa santri tidak hanya sarungan saja,” ucapnya.

Ada dua belas kategori nominasi yang dipilih untuk mendapatkan penghargaan, yaitu Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendampingan Umat (Dakwah), Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Wirausaha, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah, Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Enterpreneur Inspiratif, Santri Berprestasi Tingkat Internasional, Pahlawan Santri, Santri Mengabdi Sepanjang Hayat, dan Mahasantri Bhakti Negeri.

Polling akan dilakukan di di akun resmi Twitter Islam Nusantara Center @IslamNusantaraC. Selain itu, panitia juga akan terjun ke lapangan untuk menyebarkan angket atau keusioner ke pesantren-pesantren yang belum aktif menggunakan medsos agar mereka bisa mengusulkan nama-nama yang sesuai dengan kategori nominasi.

Masyarakat bisa menyetorkan nama-nama tokoh santri yang layak mendapatkan penghargaan tersebut berserta sesuai dengan kategori dan alasannya ke akun media sosial Islam Nusantara Center @islamnusantaracenter (IG) @IslamNusantaraC (Twitter), 081384478968 (WhatsApps). (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, IMNU, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 09 November 2014

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

International Summit of The Moderate? Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (9/5), antara lain mendiskusikan Strategi Mengatasi Kesenjangan dan Kemiskinan.

Dimoderatori Guru Besar Universitas Lampung Prof Bustanul Arifin, diskusi menghadirkan anggota Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DR Firdaus Djaelani dan mantan Menteri Kelautan RI yang juga Guru Besar IPB Prof DR Rokhmin Dahuri.

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan

Firdaus Djaelani mengatakan bahwa harus diakui negara-negara miskin di dunia kebanyakan adalah negara berkembang dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Berdasarkan gini ratio, ditemukan tingkat perbedaan pendapatan warga kaya dan warga miskin. Di Indonesia, contohnya angka gini ratio mencapai 0,4.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pembangunan tumbuh dengan salah satu indikasi dari APBN dalam 10 tahun? ini yang meningkat antara 5 sampai 10 kali lipat, seolah pembangunan ini luar biasa, tapi? ketimpangan antara yang kaya dan miskin semakin besar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Seperti lagu Rhoma Irama ‘yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin,” kata Firdaus di hadapan peserta pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat yang diinisiasi PBNU tersebut.

Untuk mengatasi persoalan tersebut menurut Fidaus ada beberapa faktor yang bisa dilakukan. Pertama adalah bagaimana penduduk miskin bisa mengakses pendidikan. Misalnya pemerintah dengan memprogramkan wajib belajar 12 tahun, itu harus dibuktikan dengan biaya gratis. Sehingga banyak lulusan sekolah menengah yang siap kerja atau melanjutkan pendidikan.

Kedua, warga miskin harus diberi kesempatan hidup sehat. Seperti yang sudah dilakukan Pemerintah melalui program BPJS membantu membayarkan premi rakyat miskin.

Ketiga, mendorong masyarakat menjadi pengusaha, misalnya melalui Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). “Lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit. Masyarakat tidak semuanya cari pekerjaan. Maka kita dorong menjadi entrepreneur,” kata Firdaus.

Firdaus mengatakan dalam persoalan modal usaha, banyak warga dan UMKM yang tidak bisa mengajukan pinjaman modal ke perbankan. Istilahnya unbankable, tidak bisa masuk dunia perbankan.? Salah satu penyebabnya adalah mereka tidak mempunyai agunan atau jaminan, padahal mereka mempunyai aset.

Misalnya? tanah ada, tetapi tidak bersertifikat. Maka pemilik tanah harus didorong untuk memiliki sertifikat, sehingga sertifikat tersebut dapat digunakan sebagai agunan pengajuan pinjaman modal.

Tidak hanya sertifikat tanah, sertifikat binatang ternak juga dapat digunakan sebagai jaminan pengajukan peminjaman modal. Bila ada kekhawatiran binatang ternak mati, maka bisa diajukan asuransi.

Firdaus? mengatakan, Otoritas Jasa Keungan (OJK) bekerjasama dengan lembaga non bank menggulirkan program layanan keuangan tanpa kantor cabang, yang dikerjasamakan dengan beberapa pihak seperti minimarket untuk membantu permodalan UMKM. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul, Nusantara, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 06 November 2014

Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016

Pontianak, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap besar pada perhelatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016 di Pontianak. Selain meningkatkan kapasitas keilmuan siswa madrasah di bidang IPTEK, ia juga mengharapkan KSM menjadi wadah siswa mengenal keberagaman dan wawasan kebangsaan.

Bersama lembaga pendidikan Islam lain seperti pesantren, madrasah mempunyai strategis menjadi benteng Islam Indonesia yang ramah dan mencintai keberagaman. Ia pun kagum ketika para siswa madrasah menampilkan berbagai tarian tradisional dan pakaian adat dari daerahnya masing-masing dalam prosesi Defile kontingen.

Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016

Menag mengungkapkan, “melalui momentum KSM tahun 2016 ini, dirinya ingin memberikan pesan dan harapan sebagai berikut.”

Pertama, saya berharap penyelenggaraan KSM ini benar-benar dapat mendorongterwujudnya generasi ilmuwan dan cerdik-cendekia muslim yang menguasai IPTEK dan IMTAK secara seimbang dan proporsional. Saya meyakini bahwa penguasaan sains atau IPTEK justru harus dapat mengantarkan pada pemahaman ajaran agama yang lebih komprehensif yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas iman. Dengan demikian, ajaran agama tidak hanya dipahami secara dogmatis dan normatif saja, tetapi juga dapat dibuktikan secara ilmiah.Oleh sebab itu, dalam KSM kali ini materi kompetisinya tidak hanya soal-soal matematika, biologi, kimia, fisika, tetapi juga dilengkapi dengan materi Pendidikan Agama Islam. Materi pendidikan agama Islam inilah yang menjadi pembeda, point of difference dari kompetisi-kompetisi lainnya. Tentu saja ini diharapkan agar ada keseimbangan antara IPTEK dan IMTAK.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam konteks ini, IMAN dan ILMU merupakan dua hal yang sangat penting,bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Keduanya bukan untuk dipertentangkan dan didikotomikan, akan tetapi keduanya harus mempunyai keterkaitan dan kerjasama yang saling melengkapi. Menurut salah seorang ulama dan pakar Tafsir Indonesia, Prof Dr Quraish Shihab, “IMAN menentukan arah yang dituju, sedangkan ILMU mempercepat kita sampai ke tujuan.”

Kedua, saya berharap penyelenggaraan KSM ini dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas “diaspora lulusan madrasah” di berbagai sektor profesi dalam rangka memberikan sumbangsih nyata terhadap pembangunan bangsa ini ke depan yang lebih kompetitif. Saya berharap lulusan madrasah bisa menjadi ilmuwan, peneliti, cendekiawan, politisi, pengusaha, pemuka masyarakat, dan pemimpin perubahan di masyarakat. Yang penting apapun dan di manapun Anda bekerja nantinya, Anda harus mengedepankan pada integritas serta profesionalitas. Anda harus jujur dan mau bekerja keras!

Ketiga, saya berharap anak-anak madrasah dapat menjadi benteng pertahanan penyebaran virus-virus dekadensi moral remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, miras, seks bebas, tawuran pelajar, radikalisme agama, dan perilaku menyimpang lainnya. Dengan demikian, saya yakin bahwa anak-anak Madrasah akan tumbuh menjadi benteng pertahanan NKRI serta benteng keislaman dan keindonesiaan.

Keempat, Percuma Anda pintar dan mempunyai IQ tinggi, jika Anda tidak bermanfaat bagi sesama. Sebaik-baiknya orang adalah mereka yang paling bermanfaat untuk sesama. Percuma Anda dapat menyabet juara Olimpiade atau KSM, tetapi tidak mempsunyai keterampilan sosial yang cukup, tidak pandai berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, tidak punya empati dan simpati kepada orang lain. Yakinlah bahwa pintar saja tidak cukup mengantarkan Anda menjadi sosok hebat dan belum tentu bisa survive dalam mengarungi kehidupan yang semakin menantang di kemudian hari. Justru, saya meyakini bahwa orang-orang yang mempunyai kecerdasan emosi dan keagamaan yang tinggi lebih berpeluang meraih kesuksesan karier dan hidup di masyarakat. Dan saya berharap ini hanya dimiliki oleh siswa-siswi madrasah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kelima, saya berharap ajang KSM ini tidak hanya digunakan sebagai ajang perkenalan dan pertemuan biasa saja. Akan tetapi, hendaknya momentum ini juga digunakan sebagai ajang silaturrahmi dan komunikasi antar sesama anggota peserta yang datang dari berbagai provinsi seluruh Indonesia untuk saling tukar pikiran, tukar gagasan dan tukar pengalaman. Ini merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk menjalin jaringan dan mempererat ukhuwwah islamiyah dan juga ukhuwwah wathoniyah untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Siapa tahu Anda akan saling bertemu lagi di Gedung Senayan, di Lembaga Kementerian/Lembaga, dan di forum-forum strategis lainnya baik di pentas nasional bahkan internasional di masa nanti.?

“Pada kesempatan yang sangat membanggakan ini, atas nama pribadi dan pemerintah, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan penyelenggaraan gelaran KSM 2016 ini,” ungkapnya.

Tak lupa, imbuhnya, rasa bangga, cinta, dan sayang, saya curahkan semuanya kepada seluruh adik-adik siswa-siswi madrasah dan guru-guru madrasah dari Sabang sampai Merauke atas partisipasi aktifnya dalam mengikuti ajang KSM ini sebagai wadah pembentukan karakter bangsa yang unggul. “Semoga dari kalian lahir barisan pemimpin bangsa yang berkualitas di masa mendatang,” tutup Menag. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Amalan, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi