Minggu, 06 Februari 2011

Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi

Sumedang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sumedang pada Ahad (18/12) melaksanakan kegiatan musyawarah kerja cabang (Muskercab) II. Forum yang bertempat di Aula PCNU Sumedang ini dihadiri 100 peserta yang mewakili dari pengurus PCNU Sumedang, ketua dan sekretaris Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Se-Kabupaten Sumedang, serta perwakilan dari tiap lembaga dan badan otonom NU.

Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Muskercab NU Sumedang, Ajang Perkuat Aswaja dan Kaderisasi

Rais Syuriyah PCNU Sumedang KH A Furqon menyampaikan bahwa Muskercab II menjadi forum untuk menentukan program kerja PCNU Sumedang ke depan. Menurutnya, di antara program penting yang perlu digulirkan adalah penguatan paham Ahlussunnah wal Jama’ah.

“Penguatan paham aswaja itu perlu ada kesepakatan, istiqamah, dan konsistensi dalam pengerjaanya. Mudah-mudahan hasil muskercab ini bisa diamalkan oleh semua pengurus,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara Ketua PCNU Sumedang H Sadulloh? mengatakan bahwa tahun depan di Sumedang menghadapi tahun politik. Salah satu pembahasan program kerja muskercab ini yaitu bagaimana menyikapi tahun politik tersebut. Para peserta akan membahas secara detail hal-hal yang harus dikerjakan oleh pengurus PCNU Sumedang di tahun depan secara terperinci.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain itu, tambahnya, ada tiga tugas yang harus dikerjakan oleh NU ke depan. Yang pertama NU harus memperkuat gerakan Aswaja bagi warga Nahdliyin. Kedua, NU harus terus memperkokoh sistem kaderisasi untuk menumbuhkan semangat militansi para kadernya. Dan yang ketiga, NU harus memperkuat di bidang pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ketiga hal tersebut akan menjadi bahan kajian dalam Muskercab PCNU Sumedang saat ini.

“NU itu organisasi besar. Organisasi besar itu harus bisa mewarnai, jangan mau diwarnai oleh organisasi kecil. Mudah-mudahan PCNU Sumedang ke depan bisa mewarnai wajah Sumedang ke depan,” tuturnya. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)

?


Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 13 Januari 2011

GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi

Batam, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Sekretaris Jenderal Gerakan Pemuda Ansor Adung Abdul Rahman, di Batam, Kepulauan Riau, Kamis (23/11) mengajak kader untuk menjaga muruah organisasi dengan harakah (gerakan) positif yang tidak merugikan negara.

Menurut dia, kuantitas kader berikut kualitasnya harus bisa meningkat dari tahun ke tahun, jangan menurun.

GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Ajak Kader Jaga Muruah Organisasi

"Hargai posisi kita. Misalnya Ketua PC Ansor yang memiliki banyak kader, ditawari posisi wakil ketua di organisasi lain, saya katakan itu haram. Apalagi organisasi tersebut hanya bisa menghabiskan anggaran daerah," kata Adung pada peserta Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III.

Hal tersebut, menurut dia lagi, tidak maslahat. Ia menyarankan kader Ansor dan Banser didorong mandiri sehingga tidak merugikan negara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Sudah bukan waktunya Ansor dinilai dari jumlah kader, namun bagaimana kader bisa mandiri, di Lampung misalnya, pimpinan wilayah memproduksi air mineral untuk menggerakkan organisasi," kata dia.

Susbanpim III mengambil tema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa. dibuka Ketua Umum PP GP Ansor H Yaqut Cholil Qoumas di Asrama Haji Batam Centre, Engku Putri, Kota Batam, Selasa (22/11), diikuti kader Banser utusan dari puluhan provinsi di Indonesia. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Fragmen, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 12 Januari 2011

Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah

Batam, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Instruktur Kursus Banser Pimpinan (Susbanpim) III Adnan Anwar mengatakan, Nahdlatul Ulama (NU) ialah organisasi berahklak rasul yang mempunyai kelebihan dalam mendakwahkan Islam di Indonesia.

Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Berahklak Rasul, Organisasi Ini Membuat Islam Merata Tanpa Perlu Indonesia Khilafah

Menurutnya, peran NU dalam kemerdekaan bangsa sangat jelas. Namun ketika orde baru berkuasa, NU betul-betul disia-siakan selama 32 tahun.

"Tapi apakah NU marah? Tidak, NU justru memaafkan pihak yang menyia-nyiakan NU. Inilah NU, organisasi yang berahklak Rasul," ujarnya di Batam Riau, Kamis (24/11).

Menurut dia, NU lebih menerima gagasan negara bangsa. "Ulama NU lebih menerima gagasan tersebut daripada gagasan negara khilafah. Dan NKRI harga mati, yang selama ini dijaga NU tidak sia-sia, karena faktanya, penyebaran Islam justru merata tanpa Indonesia harus khilafah," paparnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada kegiatan bertema Meningkatkan Transformasi dan Profesionalisme Banser dalam Mewujudkan Kemandirian Bangsa, ia memotivasi puluhan Banser dari sejumlah provinsi di Indonesia untuk menjadi pribadi tangguh yang siap berkhidmat bagi NU dan bangsa.

"Setiap orang yang bisa menyelesaikan masalah akan diberi masalah baru agar bisa menyelesaikannya lagi hingga menjadi manusia sejati," pungkasnya. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 09 Januari 2011

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Santri Pondok Pesantren Luhur Ciganjur berangkat ziarah Wali Songo dari Kompleks Yayasan KH Abdul Wahid Hasyim Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Ahad (23/12) siang. Selain makam, rombongan akan mengunjungi sejumlah pesantren.

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Ciganjur Ziarahi Wali dan Pesantren

"Tak sebatas ziarah. Ini merupakan silaturahim santri kepada para kiai dan wali baik yang masih hidup maupun sudah wafat," kata ketua rombongan Ahmad Khoiri.

Kegiatan hasil kerjasama dengan Pahala Kencana Transportation ini dimulai dengan sowan ke kediaman Rois Aam Jamiyah Ahlit Thariqah al-Mutabarah An-Nahdliyah (JATMAN) Habib Lutfi bin Yahya di Pekalongan. Bus kemudian menuju makam Wali Songo dan beberapa tokoh penting NU, seperti KH Kholil di Bangkalan, Madura; KH Hasyim Asyari, KH Abdul Wahid Hasyim, dan KH Abdurrahman Wahid di Jombang Jawa Timur.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Panitia telah menjadwalkan, 30 peserta ziarah akan bersilaturahim ke Pesantren Al-Anwar asuhan KH Maimun Zubair dan Pesantren Raudlatut Thalibin milik KH Mustofa Bisri di Rembang, Jawa Tengah, serta beberapa pesantren di Jawa Timur.

"Selama perjalanan di bus, peserta akan sibuk membaca al-Quran yang dibagi perjuz. Targetnya sepuluh makam sepuluh khataman," tutur Khoiri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Foto: Makam Gus Dur

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Pondok Pesantren, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 07 Januari 2011

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

Rembang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Susunan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Rembang masa khidmat 2017-2019 yang terdiri atas para kiai muda dikukuhkan di masjid Al-Marjan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Ahad (11/6). Pengukuhan di malam ganjil ini ditandai dengan khataman 101 Al-Quran.

Ketua GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro mengatakan, para? kiai muda NU dulunya telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikut dengan keberagamannya.

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

“Dan tentunya ini perlu kita jaga bersama-sama," jelasnya.

Ia menambahkan, tugas besar dan berat sudah menanti, yaitu menjaga negara dari serangan garis keras di luar NU, yang sedang berusaha mengingkari konstitusi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Tugas kita saat ini sangat besar dan luar biasa beratnya. Pasalnya kelompok-kelompok di luar NU, berusaha untuk mengingkari konstitusi baik Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan NKRI sudah semakin gencar dan merajalela," katanya.

Ia mengajak kiai-kiai muda NU untuk bergerak bersama dalam barisan Rijalul Ansor. Hal tersebut sebagai upaya untuk melestarikan warisan ulama dan para pendahulu. Meski demikian, gerakan yang dilakukan tetap dalam satu komando dengan kepengurusan di atasnya baik Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi dan Pimpinan Pusat (PP) pimpinan tingkat nasional.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua GP Ansor Kecamatan Sumber Sumarlan menjelaskan, dalam kegiatan yang bersamaan dengan peringatan malam Nuzulul Quran juga diisi pembacaan Al-Quran sebanyak 101 khataman dari 16 ranting di wilayah PAC GP Ansor Kecamatan Sumber. Pengajian umum kali ini menghadirkan pembicara KH Amir Machmud dari Kecamatan Pamotan.(Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 01 Januari 2011

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi . Meski Madrasah Safinatul Huda berada di pulau terpencil, Kemujan, Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, namun lembaga pendidikan NU yang memiliki MTs, MA dan pesantren kelautan ini terus meningkatkan kualitas pendidikannya. Terbukti dengan aktifnya lembaga ini menjalin kerja sama dengan Dejavato Foundation.

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah di Pulau Terpencil Ini Rutin Kerja Sama dengan Dejavato Foundation

Bersama Dejavato, lembaga yang inten memberikan relawan guru bahasa asing dari berbagai negara secara gratis sudah dirajut madrasah sejak tahun 2003-2014.

Kepala MA sekaligus pengasuh pesantren kelautan, H Hisyam Zamroni mengemukakan, di tahun 2003 itu, Ketut, perwakilan Dejavato di Semarang menemui dia di Karimunjawa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Dari pertemuan itu pihak Dejavato menawarkan program dan disepakatilah pihak madrasah. Alhasil, program berjalan dari 2003-sekarang,” jelasnya saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di sela-sela takziyah di kediaman almarhum KH Kholil, Jumat (5/8).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ditambahkannya, program tersebut gratis. Dalam kurun waktu setahun para volunteer (relawan) memberikan pembelajaran bahasa Inggris kepada anak-anak. Volunteer, lanjut Hisyam, tinggal di pesantren kelautan Safinatul Huda. ?

Dari program itu imbuhnya direspon positif siswa dan santri karena mereka bisa belajar bahasa asing secara langsung dengan relawan asing yang hadir dari berbagai negara.

Disamping itu, lanjut Hisyam Karimunjawa merupakan destinasi wisata Internasional.

“Ini adalah bagian ikhtiar kami go international. Madrasah kami berada di destinasi wisata Internasional. Makanya dengan kerja sama ini anak-anak harapannya selalu siap menghadapi serbuan wisatawan internasional,” harapnya. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 25 Desember 2010

Berkunjung ke Lokasi Shooting Film Sang Kiai

Kesuksesan film Sang Kiai menjadi film bioskop terbaik 2013 pada festival film Indonesia (FFI) beberapa waktu lalu, memberikan kebanggaan tersendiri bagi warga di sekitar di Pondok Pesantren Salafiyah Kapurejo Pagu Kediri. Maklum saja, dusun kecil ini menjadi salah satu lokasi shooting dari film yang diproduksi Rapi Films itu.

Saat pengambilan gambar, tidak kurang membutuhkan waktu satu bulan. “Para kru produksi film semuanya menginap di lingkungan pondok sini atau di rumah-rumah warga,” kata Afthom Baidhowi.

Pria yang menjadi guru ini menceritakan bahwa warga Kapurejo sangat antusias saat mendukung proses shooting. Masyarakat dilibatkan sebagai peran figuran, terutama yang menceritakan kisah aktivitas masyarakat. “Tidak cuma melihat, masyarakat juga dijadikan semacam artis dadakan dalam film itu,” kata pria yang masih termasuk keluarga pengasuh Pondok Kapurejo itu.

Hampir semua adegan dalam film Sang Kiai diambil lokasinya di Kapurejo. “Mulai masjid, rumah pengasuh, kamar santri, dapur, kandang sapi sampai tempat penjemuran padi di sana,” katanya sambil menunjuk ke arah barat.

Berkunjung ke Lokasi Shooting Film Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Berkunjung ke Lokasi Shooting Film Sang Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Berkunjung ke Lokasi Shooting Film Sang Kiai

Guru Fiqih ini mengaku bangga karena film yang terkenal itu lokasi pengambilan gambarnya di Kapurejo. “Orang-orang sekarang banyak mengenal Kapurejo lewat film itu,” ujarnya.

Sebagai rasa bangga itu, sekarang film yang disutradarai Rako Prijanto itu diputar di desa-desa sekitar. “Lewat film layar tancap mas, nonton bareng-bareng,” ujarnya dengan bangga.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hal senada juga disampaikan Mujiono. Guru MA Hasan Muchyi Kapurejo ini dengan semangat menuturkan bahwa pengambilan gambar film Sang Kiai merupakan sejarah tersendiri bagi desanya.

Film yang disutradaai Gope T. Samtani itu, menurutnya, membuat ramai di semua penjuru desa Kapurejo selama sebulan lebih. “Tidak hanya siang, shooting kadang juga dilakukan sore dan malam hari,” ujarnya.

Pria berkumis ini menceritakan warga desa Kapurejo senang karena bisa melihat langsung artis terkenal yang terlibat. Mulai Ikranagara, Christine Hakim dan Agus Kuncoro. Termasuk artis muda pendatang baru seperti Dimas Aditya, Royhan Hidayat, Adipati Dolken, Meriza Febriani Batubara, Ernestan Samudra dan Dayat Simbaia.

Mujiono dengan gamblang menceritakan bahwa banyak properti yang didatangkan dari luar desa. Mulai meubel, pedati, truk sampai kostum pemain. “Saya juga heran, dari mana saja para kru kok bisa mendatangkan barang-barang antic dan kuno seperti itu,” ujarnya. Di sekitar Kapurejo, lanjutnya, barang-barang itu seolah sudah tidak bisa dijumpai lagi.

Lain lagi yang dikisahkan Aminatus Solikah. Santriwati yang baru dua tahun tinggal di Pondok Kapurejo ini mengaku senang karena pondoknya dijadikan lokasi shooting. “Meski selama hamper sebulan tempat mengajinya dipindah ke rumah-rumah penduduk,” akunya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Santriwati yang berasal dari Kepung ini setia mengikuti proses shooting yang dilakukan. Bersama teman-temannya, dia juga memperoleh beberapa fotonya dengan beberapa bintang film itu. “Meski harus berdesak-desakan dulu dengan para penonton yang lain,” ujarnya.

Mukani, warga NU, tinggal di Cukir Jombang. Artikel ditulis setelah melakukan kunjungan ke lokasi selama tiga hari, 4-6 Pebruari 2014.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Daerah, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi