Jumat, 13 Januari 2012

PBNU Usulkan KH Wahab Pahlawan Nasional

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) segera mengusulkan KH Wahab Chasbullah untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional dari pemerintah Indonesia.

Salah satu pendiri dan penggerak NU ini dinilai layak menyandang gelar pahlawan karena berdirinya Indonesia salah satunya adalah atas jasa KH Wahab CHasbullah.

PBNU Usulkan KH Wahab Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Usulkan KH Wahab Pahlawan Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Usulkan KH Wahab Pahlawan Nasional

Hal ini disampaikan Wakil Ketua Umum PBNU KH As’ad Ali saat menghadiri Haul ke 41 KH Wahab Chasbullah yang digelar Rabu (26/9) di halaman Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kalau tidak ada Mbah Wahab, maka tidak ada Indonesia sekarang ini, karena faham kebangsaan santri ini adalah dari beliau," ujarnya di hadapan ribuan nahdhiyin yang hadir.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Asad Ali menambahkan, keputusan Bangsa Indonesia menetapkan Pancasila sebagai ideologi bukan sekular sebagaimana di negara barat adalah atas jerih payah pendiri NU ini. ? PBNU yakin usulan agar mantan penasehat presiden Sukarno ini untuk mendapat gelar pahlawan nasional tidak akan ditolak pemerintah. Karena menurutnya alasan dan jasa mantan Rois Akbar PB NU terhadap keberadaan NKRI yang islami tidak terbantahkan.

"Yang terpenting adalah argumentasinya, namun hal itu sudah tidak akan terbantahkan, karena kebangsaan islami yang akhirnya mewujudkan NKRI ini ? Kiai Wahab, jasanya ? sangat besar,” tandas As’ad Ali membeberkan.

Bersama KH Wahab Chasbullah, PBNU juga mengusulkan Presiden RI ke 4, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur juga mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. "Ini keputusan Munas, dan sekarang masih dalam penggodokan untuk segera diajukan ke pemerintah," jawabnya ketika ditanya kapan secara resmi usulan itu akan diajukan.

Hadir dalam kegiatan itu, Wakil Sekjen PBNU H Abdul Munim DZ, Ketua PBNU yang juga Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf, KH Nur Iskandar, KH Sholeh Qosim dan serta puluhan kiai sepuh, Ketua DPW PPP Musyafa Roup, Wakil Bupati Jombang Widjono Soeparno bersama Muspida Jombang.

Wagub Jawa Timur, dalam sambutannya mengatakan, sosok KH Wahab menjadi panutan tidak hanya bagi warga NU akan tetapi bagi semuanya. Hal ini dibuktikan meski sudah meninggal masih dicari umatnya. "Kebaikan tidak pernah hilang," tuturnya.

Sementara itu, KH Nur Iskandar SQ menilai sosok KH Wahab adalah Ulama yang lengkap. Bukan hanya sebagai pendiri dan penggerak NU akan tetapi juga sebagai ulama serta Mujahid. Menurutnya, banyak ulama yang tidak mujahid. Dan beliaunya sudah bisa melihat, bahwa Indonesia akan terpecah belah oleh kelompok-kelompok Islam.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Budaya, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 22 November 2011

GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gerakan Pemuda Ansor Jawa Barat memiliki website yang terbilang aktif dengan pwansorjabar.org. Bahkan, bisa dikatakan, satu-satunya website yang memberitakan NU di Jawa Barat. Pada Konferensi Wilayah PWNU Jabar di Garut beberapa minggu lalu, misalnya, web tersebut berada di depan mengabarkan. ?

GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jabar Aktifkan Web untuk Silaturahim dan Dakwah

Di web yang digawangi Edi Rusyandi dan kawan-kawan tersebut terdapat rubrik berita, kajian buku dan artikel, tokoh-tokoh NU dan GP Ansor, foto dan video, informasi struktur, serta banom di organisasi tersebut. ?

Menurut Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Jabar Deni Ahmad Haidar mengaktifkan website adalah bagian dari upata dakwah bil-qolam (tulisan) supaya pikiran dan corak perilaku Aswaja An-Anhdliyah bisa tersebar lebih banyak di dunia maya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tak hanya itu, lanjutnya, web tersebut menjadi media saling berbagi keberhasilan di antara kader-kader Ansor Jabar. Serta wadah silaturahim untuk menuangkan ide-ide kreatif nya.

“GP Ansor Jabar mengapresiasi kepada para pengelola website yang tanpa kenal lelah bekerja dan mencari berita serta tulisan, padahal tanpa ada honor maupun bayaran apa pun,” ungkapnya ketika dihubungi Pondok Pesantren An-Nur Slawi dari Jakarta, Rabu (26/10).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jadi, GP Anosr bisa membuktikan bahwa kader NU memiliki komitmen khidmah yang tinggi. “Semoga kerja kerasnya mendapat pahala dari Allah SWT. Amin,” doanya.

Ia meminta semua kalangan untuk melakukan kritik dan saran demi kemajuan website tersebut. “Dan selalu mohon bimbingan dari para kiai-kiai di NU dan Pimpinan Pusat GP Ansor kemajuan web dan Ansor di Jabar,” pungkasnya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 18 November 2011

Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama yang rencananya digelar 1-5 Agustus mendatang mulai disosialisasikan kepada warga Nahdliyin di kota santri, Jombang. Kepastian perhelatan akbar ini disampaikan langsung Ketua Pengurus Besar NU (PBNU) Syaifullah Yusuf bersama Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah.

Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Ke-33 NU di Jombang Mulai Disosialisasikan

"Alhamdulillah Jawa Timur khususnya Jombang akan menjadi tuan rumah Muktamar NU ke-33 bulan agustus mendatang. Saya berharap masyarakat bisa menjadi tuan rumah yang baik, menerima tamu-tamu dari seluruh Indonesia bahkan kalangan internasional," ujar Syaifullah Yusuf saat menghadiri tasyakuran Peringatan Maulid Nabi dan Bazar Makanan Gratis oleh Pemkab Jombang, Ahad (25/1), di sepanjang Jalan KH Wahid Hasyim, Jombang.

Wakil gubernur Jawa Timur itu kembali menyampaikan pengumuman serupa di hadapan ribuan jamaah NU yang menghadiri Musyawarah Kerja Cabang ke III di Pesantren Darul Ulum Kepuhdoko Tembelang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kota santri ini akan menjadi ‘kota internasional’, atau international city, karena dalam Muktamar NU di sini (Jombang), dan menjadi perhatian seluruh Indonesia, bahkan kalangan Internasional,” tutur pria yang akrab disapa Gus Ipul ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Muktamar NU, lanjut Gus Ipul, media-media asing dan para peniliti luar negeri juga dipastikan bakal menghadiri Muktamar. “Sebab banyak peneliti asing yang fokus terhadap isu-isu NU. Pemikiran-pemikiran para pendiri NU juga terus dikaji oleh para cendekiawan asing. Karena nanti Muktamar digelar di tempat para pendiri NU dimakamkan, pasti peneliti-peneliti asing itu akan semakin tertarik datang langsung,” paparnya.

Sekarang ini, kata pria yang didaulat sebagai wakil ketua muktamar pusat dan ketua panitia lokal Jatim itu, Islam yang dibawa NU semakin diterima dikancah internasional. “NU dianggap sebagai Islam yang paling pas untuk menolak radikalisme dan terorisme. Itulah sebabnya dunia internasional sangat menaruh perhatian terhadap NU,” jelasnya.

Ketua PWNU Jatim, KH Mutawakkil Alallah yang hadir bersama Rais Syuriah PWNU Jatim KH Miftahul Akhyar menuturkan bahwa dalam Muktamar akan ada sejarah baru yang tercipta. Yakni pemilihan Rais Aam tidak dilakukan dengan pemilihan melainkan dengan mekanisme ahlul hall wal aqdi.

“Sesuai keputusan Munas (Musyawarah Nasional) dan Konbes (Konferensi Besar), pemilihan Rais Aam nanti tidak hanya mengacu jumlah suara, tetapi juga keulamaan. Sejarah baru ini akan tercipta di Jombang, di kota tempat disemayamkannya para pendiri NU. Jadi Jombang ini memang luar biasa,” paparnya.

Bupati Nyono Suharli menyatakan kesiapannya mendukung kesuksesan pelaksanaan Muktamar di Jombang. “Tigaratus enam desa di Jombang semuanya sudah memiliki MSD (mobil siaga desa) itu nanti bisa digunakan untuk mendukung kelancaran Muktamar,” ujarnya.

Menanggapi tawaran kesiapan ini, KH Mutawakkil menyambut baik. Apalagi jika mereka ingin menikmati wisata religi di Jombang dan mengunjungi empat pesantren besar di Jombang yang menjadi lokasi Muktamar. Setiap kontingen pasti membutuhkan akomodasi.

“Kita berharap nanti semua peserta Muktamar bisa ziarah ke makam para pendiri NU. Iya selama ini memang kirim doa, tapi kirim doa itu ibarat kirim surat, sedangkan ziarah itu sowan langsung. Jadi masih lebih baik sowan. Selagi di Jombang, harus dimanfaatkan,” pungkas Kiai Mutawakkil seraya mengatakan, Muktamar nanti diikuti utusan dari PBNU, 34 PWNU, dan 457 PCNU dan PCINU. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

 

Foto: Syaifullah Yusuf (kanan) bersama KH Mutawakkil Alallah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Anti Hoax, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 19 Oktober 2011

Kiai Undang-Kiai Chaeruman Pimpin NU Sariwangi

Tasikmalaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Konferensi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama Kecamatan Sariwangi Kabupaten Tasikmalaya pada Sabtu (20/5), menetapkan Kiai Undang Ridwan dan Kiai U. Chaerumin sebagai rais dan tanfidziyah lima tahun ke depan.

Konferensi MWC Sariwangi selain memilih Syuriah dan Tanfidziyah, dilakukan pula pemilihan Pengurus Kecamatan Muslimat NU. Terpilih Hj. Dodoy Hamidah dengan dukungan enam suara, Hj. Ia Sumiati satu suara, dan Hj. Popoh satu suara.

Kiai Undang-Kiai Chaeruman Pimpin NU Sariwangi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Undang-Kiai Chaeruman Pimpin NU Sariwangi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Undang-Kiai Chaeruman Pimpin NU Sariwangi

Sekretaris Panitia Konferensi, Amin Tamrin mengatakan, selain memilih Ketua Muslimat dan Ketua MWC NU, dilakukan pula pelantikan PAC Ansor Sariwangi.

Konferensi MWC yang digelar di aula SMK Alhuda Sariwangi ini dihadiri Ketua PCNU Kabupaten Tasikmalaya, KH Atam Rustam dan Wakil Syuriah, KH Acep Tohir.

Kepengurusan terpilih akan melanjutkan estafet kepemimpinan untuk periode 2017-2022 yang saat sidang dipimpin perwakilan PCNU Kabupaten Tasikmalaya yakni Asep Wahid dan Dudu Rohman. (Nurjani/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, Tegal Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 16 Oktober 2011

Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor

Lampung Tengah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Bertempat di dusun Neglasari, Kampung Marga Jaya, Kecamatan Selagai Lingga, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, keluarga besar Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor kampung Marga Jaya menggelar pelantikan sekaligus hormat maulid Nabi Muhammad SAW pekan lalu.

Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Harus Mampu Terjemahkan Misi Besar GP Ansor

“Kami mohon doa restu sekaligus arahan poro kiai, para pengasuh pesantren dan pengurus Ranting NU kampung Marga Jaya dan pengurus GP Ansor Selagai Lingga agar mampu dan istiqomah mengembang amanah ini selama tiga tahun kedepan,” imbuhnya dalam kegiatan bertema membina kesatuan dalam bingkai NKRI melalui kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW ini.

Ketua Ansor Selagai Lingga, Edi Hermawan, berpesan, kepada seluruh jajaran pengurus Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor kampung Marga Jaya segera untuk Rapat Kerja guna menyusun Program Kerja Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor kampung Marga Jaya selama 2017 hingga 2020. 

Ia berharap, kader Ansor kompak menerjemahkan misi besar GP Ansor mulai dari tingkat Pimpinan Pusat hingga Pimpinan Anak Ranting.

Pertama, internalisasi nilai Aswaja dan sifatur rasul dalam gerakan Gerakan Pemuda Ansor. Kedua, membangun disiplin organisasi dan kadersasi bebasis profesi. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketiga, menjadi sentrum lalu lintas informasi dan peluang usaha antar kader dengan stakeholder. dan keempat, mempercepat kemandirian ekonomi kader dan organisasi. 

“Semoga mulai dari kampung Marga Jaya inilah Ansor mampu menjangkau skala yang lebih besar, bukan hanya sektor keagamaan amaliyah An-Nahdliyyah, pemerintahan, namun mampu menciptakan kewirausahaan sehingga Ansor benar-benar dirasakan kehadirannya ditengah-tengah masyarakat,” tutup alumni Pascasarjana UIN Raden Bandar Lampung ini. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hadir dalam pelantikan GP Ansor Kampung Marga Jaya dan Maulid Nabi Muhammad SAW antara lain, Ketua NU Kampung Marga Jaya Kiai Bilal Assabid, Gus Mabadi Syauqi, Ketua Muslimat NU Selagai Lingga Murniati, Pengurus Fatayat NU Marga Jaya Siti Silaini, Kepala Kampung Marga Jaya Syafei, dan ratusan masyarakat setempat. (Syarief Kurniawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, RMI NU, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 15 September 2011

Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu

Pringsewu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Pringsewu mengeluarkan Kartu Tanda Anggota NU (Kartanu) bagi warga NU setempat. Dengan pendataan ini, pihak NU setempat ingin melakukan pendataan warganya secara akurat.

Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)
Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu (Sumber Gambar : Nu Online)

Data Warga NU, PCNU Pringsewu Terbitkan Kartanu

Demikian disampaikan Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim pada dialog dan bedah buku “Manajemen Ramadhan” di kecamatan Banyumas, kabupaten Pringsewu, Kamis (2/7).

Menurut Taufiq, penerbitan Kartanu ini merupakan amanat dari Musyawarah Kerja Cabang pada April 2015 lalu. "Nantinya kita akan memiliki data base yang valid perihal jumlah warga NU di kabupaten Pringsewu," tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kartanu ini merupakan identitas dan bukti otentik warga NU. "Program Kartanu ini meliputi juga badan otonom seperti Muslimat NU, Ansor, Jamaah Thariqah dan lembaga-lembaga NU dari cabang hingga ranting," terangnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sekretaris Lajnah Talif wan Nasyr (LTN NU) Pringsewu Mustanir yang menangani secara teknis program tersebut mengatakan bahwa Kartanu akan diterbitkan dan distribusikan secara gratis kepada warga dengan mekanisme pendaftaran melalui LTNNU atau melalui pengurus MWCNU di masing-masing Kecamatan.

"Warga hanya mengisi blangko dan melampirkan foto kopi KTP yang masih berlaku dan menyetorkannya agar selanjutnya diproses," terang Mustanir.

Menurut Mustanir, ke depannya Kartanu ini berfungsi banyak bagi warga seiring kerja sama PCNU Pringsewu dengan berbagai pihak di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan lain sebagainya. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 01 September 2011

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jakarta Timur resmi dipimpin oleh Kiai Mahmud Mudzofar yang sebelumnya menjabat sebagai ketua caretaker melalui Konfercab GP Ansor Jakarta Timur. Proses pemilihan dilakukan dengan jalan musyawarah. Dipimpin oleh perwakilan Pimpinan Wilayah GP Ansor DKI Jakarta, masing-masing Pimpinan Anak Cabung (PAC) GP Ansor dipersilakan untuk mengajukan satu calon kandidat.

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Ploso Pimpin GP Ansor Jaktim

Sembilan PAC dari sepuluh kecamatan di Jakarta Timur, semua mengajukan nama Kiai Mahmud, hanya PAC GP Ansor Makassar mengajukan nama lain, Dendi Zuhairil Finsa dan Firman Abdul Hakim, akhir pekan lalu (18/10). Namun, nama Firman Abdul Hakim gugur karena tak memenuhi persyaratan mencalonkan diri sebagai ketua PC Ansor.

Sehingga hanya ada dua calon yang lolos, KH Mahmud dan Dendi pada putaran selanjutnya. Pada pemilihan terbuka tersebut, sembilan dari sepuluh pemilik suara semua memilih Kiai Mahmud, satu suara dari PAC Makassar memilih abstain.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Secara aklamasi terpilihlah Kiai Mahmud Mudzofar sebagai Ketua PC Ansor Jakarta Timur Periode 2015-2019. "Bagi saya, amanah (memimpin GP Ansor Jakarta Timur) ini beban berat. Namun beban berat ini akan menjadi ringan bila kita sama-sama, baik PAC dan kepengurusan yang ada bekerja sama," kata Kiai Mahmud, usai pemilihan di Kantor PW NU di Utan Kayu, Matraman, Jakarta Timur, Ahad (18/10) semalam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut ustadz muda alumni Pesantren Ploso ini, GP Ansor adalah milik umat dan organisasi berlatar belakang NU ini lahir untuk mengawal dan membangun bangsa ini sejahtera. Alasan itu, ia meminta agar kader Ansor lebih berkontribusi pada negara dan lebih bermanfaat bagi umat.

"Tujuan kita ber-Ansor untuk memantapkan diri agar lebih bermanfaat bagi umat dan negara ini. Negara dalam hal ini, bukan pemerintahan, tapi tata kelola masyarakat perlu kita tata bersama dari unsur keumatan," jelasnya.

Ia menyadari bahwa GP Ansor Jakarta Timur banyak menghadapi kendala sehingga belum optimal memberi kontribusi kepada umat. Di era kepemimpinannya ini, Kiai Mahfud berjanji akan mengembalikan tradisi keilmuan NU dengan sistem pengajian santri.

"Kita di Ansor ada tradisi keilmuan dan berupaya menjaganya dengan banyak melakukan silaturahmi ke kaum ulama. Saya masih ingat pesan para alim ulama, ‘Jika mencari rezeki jangan di NU, tapi kalau mau mengabdi buat umat maka di Ansor NU tempatnya,’" ujarnya.

Terpisah M. Imaduddin, wakil sekretaris Pengurus Pusat LDNU mengucapkan selamat atas terpilihnya KH. Mahmud Muzofar. "Mudah-mudahan Gus Mahmud mampu membawa GP Ansor Jakarta Timur menjadi lebih baik lagi dan mampu mengakomodasi segenap potensi kader-kader GP Ansor Jaktim yang beragam".

Selanjutnya ia menyarankan kepada ketua terpilih untuk memaksimalkan potensi kader-kader Ansor Jakarta Timur yang memiliki latar belakang yang berbeda-beda.

"Saya melihat kader-kader Ansor Jaktim bagus-bagus dan lengkap. Banyak kader yang berlatar belakang pondok pesantren salaf yang menguasai literatur kitab-klasik serta sudah berperan di masyarakat dan juga banyak yang berlatarbelakang aktifis mahasiswa yang sudah teruji di lapangan. Tentu bila dua latar belakang ini dapat dimaksimalkan maka saya yakin GP Ansor Jakarta Timur akan semakin maju", ujarnya.

Kader muda NU yang berangkat dari GP Ansor Jakarta Timur ini juga menyatakan, Mengingat kondisi masyarakat Jakarta yang heterogen dan masifnya serbuan ideologi-ideologi transnasional yang merongrong NKRI yang sasarannya adalah generasi muda, maka program GP Ansor Jaktim di masa kepemimpinan Gus Mahmud ke depan? hendaknya lebih fokus pada dua hal.

“Pertama, pengembangan keilmuan dan intelektualitas, terutama pengembangan dan sosialisasi faham aswaja an-nahdhiyah; kedua pemberdayaan masyarakat dengan mengadakan kegiatan-kegiatan dan pelatihan yang memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat dan melakukan pembelaan (advokasi) terhadap masyarakat. Dengan dua hal ini insya Allah GP Ansor akan semakin dicintai masyarakat Jakarta,” tutur alumni Pesantren Lirboyo ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah Pondok Pesantren An-Nur Slawi