Jumat, 08 September 2017

Bonus Demografi, Generasi Muda Produktif Capai 67-70 Persen

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Lampung Muhammad Khadafi mengatakan negara Indonesia saat ini mendekati bonus demografi. Pada bonus demografi, jumlah penduduk produktif lebih banyak dibandingkan tidak produktif. 

Bonus Demografi, Generasi Muda Produktif Capai 67-70 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)
Bonus Demografi, Generasi Muda Produktif Capai 67-70 Persen (Sumber Gambar : Nu Online)

Bonus Demografi, Generasi Muda Produktif Capai 67-70 Persen

"Generasi muda produktif capai 67-70 persen dari total oenduduk Indonesia," kata Khadafi dalam Focus Group Disscussion (FGD) peringatan Hari Santri Nasional di Gedung 3 PWNU Lampung, Selasa (24/10).

Usia ini dinilai Khadafi sebagai kepositifan apabila dikelola dengan baik. Jumlah yang banyak itu akan menjadi kekuatan terbaru bagi Indonesia. 

"Solusinya menjadi entepreneur," kata Rektor Universitas Malahayati ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun, jika penduduk produktif ini lebih memilih menjadi Pegawai Negeri Swasta, maka Indonesia tidak akan cepat untuk maju. Ia menilai entepreneur bisa menjadi solusi kemelaratan dan kemiskinan di Indonesia. Saat ini pun, pemerintah tengah mendorong UMKM.

 "Peluang ini harus diambil apabila ingin maju,” kata dia.

Terkait santri, Khadafi menjelaskan, output pondok pesantren lebih memiliki nilai positif. Saat ini dengan kemajuan teknologi yang ada, santri banyak berkreasi baik dalam segi dakwah maupun usaha. Ia pun mencontohkan Rasulullah pun memulai entepreneur sejak umur sangat muda.

"Umur delapan tahun sudah memulai jual beli domba," kata pembina sebuah pondok pesantren di Aceh ini.

Sementara Dekan Fakultas Pertanian Unila, Irwan mengatakan santri juga bisa mengelola pertanian di Indonesia. Pendapatan masyarakat Indonesia terbesar berasal dari sektor pertanian. Namun, kata Irwan banyak petani yang berusia lebih dari 50 tahun. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Pertanian kurang menarik bagi generasi muda," ujar dia.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Karomani menegaskan di dunia banyak negara yang diatur oleh pengusaha. Pejabat pengatur negara hanya seorang yang dipercayai kekuatan ekonomi. Ini menjadi bukti bahwa negara maju bukan karena banyak PNS, melainkan entepreneur atau pengusaha. 

"Kalau bisnis juga jangan tergantung pada modal," tandas Karomani. (Riski Firmanto/Kendi Setiawan) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Doa, Fragmen, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka

Rembang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Ratusan warga menerima sembako murah pada acara bakti sosial yang dilaksanakan Pramuka Madrasah Aliyah (MA) Yayasan Sosial Pendidikan Islamiyah Syafiiyah (YSPIS) Desa Gandrirojo Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ahad (26/3).

Kegiatan dilaksanakan di dua desa, yakni Desa Dadapan, Kecamatan Sedan dan Desa Mojokerto Kecamatan Kragan Kabupaten Rembang itu, panitia membagikan sebanyak 800 paket sembako yang berisi gula, minyak goreng, mie instan dan sabun.

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanamkan Generasi Intelektual dan Sosial Lewat Pramuka

Kepala MA YSPIS Muhtar Nur Halim mengatakan, bahwa pramuka ini bagian dari pada santri, IPNU dan IPPNU juga bagian dari santri.

"Pramuka bagian dari santri, IPNU-IPPNU juga bagian dari santri. Maka kita harus menanamkan cinta alam, pengembangan pribadi dan menggalakkan sosial," ungkap Muhtar yang juga menjabat sebagai Ketua MWC NU Sedan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia melanjutkan, bahwa ini merupakan media yang ideal untuk menggarap mereka (peserta didik), bagaimana didalam dirinya tertanam jiwa intelektual, jiwa sosial dan cinta lingkungan.

Salah satu warga penerima paket sembako, Suminah mengungkapkan sangat senang menerima paket sembako. Ia mengatakan bahwa ini dapat meringankan beban perekonomian warga.

"Terima kasih kepada panitia. Semoga acara seperti ini sering dilaksanakan," kata warga Desa Mojokerto, Kecamatan Kragan yang kini berusia 62 tahun tersebut. (Aan Ainun Najib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Internasional, Jadwal Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 06 September 2017

Tesis Pembelajaran Fiqih di Mts Dijadikan Buku

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kepala KUA kecamatan Karimunjawa kabupaten Jepara, H Hisyam Zamroni menerbitkan buku Pendidikan Multikultural; Telaah Kritis Fiqih dan Realitas Multikultural Karimunjawa.

?

Tesis Pembelajaran Fiqih di Mts Dijadikan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)
Tesis Pembelajaran Fiqih di Mts Dijadikan Buku (Sumber Gambar : Nu Online)

Tesis Pembelajaran Fiqih di Mts Dijadikan Buku

Buku yang diterbitkan Yayasan Kerukunan Tani Muria (YKTM) itu merupakan hasil tesis S2 dari IAIN Walisongo Semarang tahun 2009 Pendidikan Multikultural; Studi Terhadap Pembelajaran Fiqih di MTs Safinatul Huda 02 Karimunjawa.

?

Sebelumnya tahun 2008, proposal tesis tersebut juga memperoleh penghargaan tesis terbaik tingkat Nasional dari Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Hisyam Zamroni menyampaikan bukunya setebal 110 halaman yang diterbitkan Juni 2014 ini berisi model pembelajaran Fikih di MTs Safinatul Huda 02 Karimunjawa yang menggunakan pendekatan akomodatif. Yakni pembelajaran yang mendidik siswa menjadi toleran, pluralis dan santun terhadap keragaman budaya di sekitarnya.

?

Dari pembelajaran tersebut siswa yang terdiri dari suku Bugis, Mandar, Button, Bajo, Jawa dan Madura saling menghormati dan toleran satu dengan yang lain.

?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Disamping itu munculnya rasa empati dan kebersamaan baik di kelas maupun luar kelas,” tambahnya.

?

Siswa, lanjut Hisyam semakin memahami dan memilah tradisi yang terjadi di masyarakat seperti pamali shalat jenazah, budaya gerhana rembulan, sistem pernikahan dengan menggunakan “tawar-menawar” dan jual beli dengan sistem urub/ barter dengan mata pelajaran Fiqih yang siswa dapat di madrasah.

?

Sebab itu, pembelajaran akomodatif pas dilakukan di lingkungan multikultur.? “Karena mereka belajar berangkat dari diri mereka sendiri dan sosio-kulturalnya,” paparnya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 05 September 2017

Mbah Dim Kendal: Politik Itu Fardlu Kifayah

Tegal, Pondok Pesantren An-Nur Slawi . Kiai asal Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, KH Dimyati Rois mengatakan, tak ada yang salah dalam politik karena Islam juga mengaturnya. Yang membuat salah adalah perilaku manusianya yang menjalankan politik praktis. 

“Yang dinamakan politik itu adalah usaha-usaha perbaikan manusia yang menuju jalan keselamatan dunia dan akhirat. Jadi kita jangan tabu terhadap politik. Kita yang memagang nash-nya kok,” tuturnya dalam sebuah halaqah di Gedung PCNU Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. 

Mbah Dim Kendal: Politik Itu Fardlu Kifayah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Dim Kendal: Politik Itu Fardlu Kifayah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Dim Kendal: Politik Itu Fardlu Kifayah

Meski demikian, Mbah Dim, begitu KH Dimyati Rois biasa disapa, menuturkan, politik tidak bersifat fadlu ‘ain melainkan fardlu kifayah. Artinya, kewajiban keterlibatan politik akan gugur ketika sudah ada pihak representatif yang melaksanakannya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Mbah Dim, Imam Syafii berpendapat bahwa politik merupakan bagian dari syari’at. Hal menggambarkan betapa pentingnya masalah politik untuk mengatur kehidupan manusia.

“Kiai Hasyim   Asy’ari, pendiri NU, juga dalam moqodimah kitabnya mengatakan  politik dalah juz (bagian) dari pada syariat. Berarti Kiai Hasyim juga mengikuti Imam Syafi’i,” tambahnya. (Abdul Muiz/Mahbib)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Pahlawan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putri Buntet Pesantren, Cirebon, menggelar bazar pakaian murah di halaman sekolah tersebut. Para siswi menyerahkan pakaian masih layak guna kepada Ketua Murid masing-masing kelas. Lalu dikumpulkan di pengurus OSIS. Kemudian OSIS menjualnya ke khalayak dengan harga berkisar seribu sampai lima ribu rupiah.

Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim

Pembina OSIS MANU Putri Buntet Pesantren Titim Mutimmatunnur mengatakan, bazar yang berlangsung , pada Kamis (13/10) tersebut dalam rangka memperingati 10 Muharam.

“Tidak hanya baju, ada juga tas, sepatu dan lain-lain,” katanya ketika dihubungi Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rencananya, kata Titim, hasil penjualan bazar akan disumbangkan kepada anak yatim untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan pekan pada depan, Kamis (20/10).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kalau dana yang terkumpul melebihi target, akan kita belanjakan untukk barang-barang yang mereka butuhkan ditambah dengan uang jajan,” tulis guru bahasa Inggris itu.

Menurut KH Faris El Haq, tiap 10 Muharam diperingati sebagai hari raya anak yatim berdasarkan hadis Nabi, "Barangsiapa yang mengusap rambut anak yatim di hari Asyuro (10 Muharam) maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat." Ia menambahkan, 10 Muharam sebagai hari raya anak yatim dikutip dalam kitab Tanbihul Ghofilin

Lebih lanjut ia menjelaskan, setidaknya ada 12 Nabi yang mendapat kemenangan di hari yang mulia itu, yakni Nabi Adam As., Nabi Idris As., Nabi Musa As., Nabi Ibrahim AS., Nabi Nuh As., Nabi Yusuf As., Nabi Yakub As., Nabi Yunus As., Nabi Sulaiman As., Nabi Daud As., Nabi Isa As. dan Nabi Muhammad Saw. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga

“Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni surga,” kata Rasulullah ketika sedang duduk-duduk bersama sahabatnya.

Sejurus kemudian seorang pria dari kalangan Anshor lewat di hadapan mereka. Air bekas wudhu menetes dari sela-sela jengotnya, sementara tangan kirinya terlihat sedang menenteng sendal.

Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga

Keesokan harinya Nabi mengatakan hal yang sama, dan lelaki Anshor itu kembali melintas di hadapan para sahabat. Peristiwa tersebut berulang lagi pada hari ketiga, dan tentu saja memancing rasa penasaran para sahabat.

Siapa sebenarnya lelaki penenteng sendal itu?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Diam-diam salah seorang sahabat, Abdullah bin Amr bin Ash, membuntuti lelaki tersebut.

“Aku sedang berseteru dengan ayahku. Aku bersumpah tak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika diizinkan, aku ingin menginap di rumahmu selama tiga hari,” kata Abdullah kepada lelaki itu.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Silakan,” sambut lelaki Anshor.

Abdullah pun bermalam di sana sampai tiga hari. Dalam pengamatannya, selama rentang waktu itu, tak ada amalan spesial dari pria yang dikatakan Rasulullah sebagai ahli surga tersebut. Ia tak menjumpai sama sekali lelaki Anshor itu melaksanakan shalat malam. Hanya saja, tiap kali mebolak-balikkan badan di ranjangnya, lelaki itu membaca dzikir dan takbir sampai ia bangun untuk shalat subuh. Satu lagi, lelaki ini juga tak pernah berbicara kecuali yang baik.

Secara kasat mata, amalan lelaki Anshor ini tidak ada apa-apanya dibanding amalan sebagian sahabat lain yang begitu giat beribadah sepanjang waktu. Mereka bahkan sanggup bermunajat semalaman hingga terbit fajar kala kebanyakan orang masih terlelap di atas kasurnya.

Dari hasil ‘investigasi’ tersebut, hampir saja Abdullah meremehkan amalnya, sebelum akhirnya ia berterus terang seputar sandiwaranya: sesungguhnya ia tak punya masalah apa-apa dengan sang ayah. Abdullah lantas bercerita tentang statemen Rasulullah tentang ahli surga yang bikin penasaran itu, dan menginap tiga hari adalah cara untuk menguak rahasia amal si lelaki Anshor untuk ia tiru.

“Jujur saja, aku tidak melihat kau melakukan amal ibadah yang banyak. Lantas, amalanmu mana yang membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata demikian?” Tanya Abdullah.

“Tidak ada yang lain kecuali seperti yang kau saksikan,” jawabnya.

Abdullah berpaling hendak pergi namun langkahnya tertahan setelah lelaki Anshor itu memanggilnya.

“Tak ada amalan kecuali sebagaimana yang engkau lihat. Hanya saja, dalam diriku secuil pun tak ada keinginan menipu seorang Muslim pun, dan tidak pula aku pernah dengki kepada siapa pun atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.”

“Ternyata amalan inilah menyebabkan kau memperoleh keististimewaan itu, amalan yang tidak mampu kami lakukan,” simpul Abdullah bin Amr bin Ash. (Mahbib)



* Dinarasikan dari matan hadits dalam Musnad Ahmad, diriwayatkan dari Abdur Razaq, dari Mamar, dari az-Zuhri, dari Anas bin Malik.
Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 04 September 2017

Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa

Pringsewu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Segenap pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu menyatakan siap menyukseskan Program Kebangkitan Zakat Indonesia pada tahun 2016 ini. LAZISNU telah menyusun sejumlah program kerja dan menyosialisasikannya ke masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua LAZISNU Pringsewu Khairuddin di sela-sela rapat koordinasi pengurus, Selasa (14/6).

Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa

Menurut Heru, berbagai program sudah disusun oleh LAZISNU Pringsewu untuk mensukseskan program tersebut. "Pekan depan kita akan mengadakan road show ke seluruh kecamatan di Kabupaten Pringsewu dalam bentuk sosialisasi LAZISNU kepada masyarakat," jelasnya.

Sosialisasi ini diharapkan memberikan informasi kepada masyarakat terkait mekanisme penyetoran dan penyaluran zakat yang dilakukan oleh LAZISNU Pringsewu. "Bagi masyarakat yang akan menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqah bisa langsung ke Kantor LAZISNU atau melalui rekening bank khusus milik LAZISNU Pringsewu," tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Zakat yang terkumpul itu akan disalurkan kepada mustahiqnya. Sementara shadaqah dan infaq akan disalurkan ke dalam empat sektor antara lain pendidikan, kesehatan, home industri dan penanganan bencana.

Heru mengajak masyarakat khususnya di Pringsewu untuk dapat menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqahnya melalui rekening LAZISNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Untuk zakat di Rekening LAZISNU Kabupaten Pringsewu pada BRI Cabang Pringsewu dengan nomor 035801016988536 dan untuk infaq serta shadaqah di Rekening LAZISNU Kabupaten Pringsewu pada BRI Cabang Pringsewu dengan nomor 035801016989532," jelasnya.

Disamping mekanisme tersebut, masyarakat juga bisa langsung menyalurkannya ke Kantor Lazisnu Kabupaten Pringsewu di Gedung PCNU Pringsewu lantai tiga. "Atau juga bisa memanfaatkan layanan Jemput ZIS melalui telepon atau SMS di nomor 081369718849," jelasnya.

Dengan pelayanan dan kenyamanan mekanisme ini, ia optimis akan kesuksesan Program Tahun Kebangkitan Zakat Indonesia khususnya di Kabupaten Pringsewu akan terwujud. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Humor Islam, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi