Jumat, 29 April 2016

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Bandung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Gerakan Pemuda Ansor Kota Bandung berupaya mencegah kontaminasi ideologi kalangan remaja Ahlussunah wal-Jamaah yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi.

Upaya itu dibungkus dengan pesantren kila (Sanlat) dan bimbingan belajar (bimbel) pasca-Ujian Nasional (BPUN) 2013 di Gedung PCNU Kota bandung Jl. Yuda no.03, Kebon Kalapa, Kota Bandung, Ahad (5/5) dimulai pukul 13.00 WIB.

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kota Bandung Cegah Kontaminasi Ideologi Remaja

Ketua pelaksana, Ujang Miftahudin, mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya membantu generasi muda dalam melanjutkan ke jenjang perkuliahan dan juga sebagai upaya untuk menjegah kontaminasi ideologi yang dewasa ini terjadi di kalangan remaja, “Seperti dalam temanya, “Subbanul yaum rijalul ghod”, pemuda hari ini adalah generasi penerus masa yang akan datang,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua GP Ansor Kota Bandung, Aa Abdul Rozak, menegaskan, Dengan ideologi Ahlussunnah wal-Jama’ah diharapkan dapat membackup generasi muda sebagai penerus bangsa untuk meminimalisir gerakan-gerakan konfrontatif yang mencoreng agama Islam.

Dengan Kegiatan ini, GP Ansor Kota Bandung berupaya untuk merealisasikan slogan, Almuhaafadhoh ‘alal qodiim ash-shaalih wal ahdu bil jadiidil ashlah, (menjaga nilai-nilai lama yang baik dan membuat inovasi yang lebih baik) dengan gerakan realistis dan relevan sehingga dapat diterima hal layak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kegiatan yang berjalan sebulan dan gratis tersebut disambut baik peserta yang datang dari berbagai sekolah menengah atas, “Agenda ini sangat baik dan sangat membantu bagi saya untuk belajar dalam menuju jenjang perkuliahan, selain mendapatkan pengetahuan umum, saya mendapatkan pengetahuan agama. Alangkah lebih baik untuk tetap dipertahankan” ujar Ahmad Rusmana, salah seorang peserta BPUN.

Kegiatan tersebut dihadiri Ustadz Wahyu Afif Al-Ghofiqi, perwakilan dari PCNU Kota Bandung yang juga Dewan Penasihat PC GP Ansor Kota Bandung. Dari PW GP Ansor Jawa Barat diwakili Johan Jauhari Anwar, sekaligus Manager Provinsi BPUN 2013. Kemudian dari Manager Pusat diwakili Muhammad Sofyan Fauzi, yang juga Supervisor dari Yayasan Mata Air.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pertandingan, Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 25 April 2016

Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi

Ponorogo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Siapa yang tak ingin menjadi pelajar berprestasi namun juga pandai dalam berorganisasi. Jawabannya pasti mereka memimpikan keduanya. Sebab pelajar yang aktif dalam organisasi akan lebih unggul dari segi wawasan dan akademis?

Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Aktif Berorganisasi, Pelajar NU Didorong Terus Berprestasi

Hal inilah yang menjadi dasar puluhan pelajar NU dan perwakilan pengurus OSIS dari sekolah di Kecamatan Badegan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, mengikuti training motivasi belajar bertema ‘Berorganisasi tetap Berprestasi’ yang digelar oleh Pimpinan Ranting (PR) IPNU-IPPNU Desa Karangjoho, Kecamatan Badegan, Ponorogo, Jawa Timur akhir pekan lalu.

Ketua IPNU Karangjoho, Dimas Saputra mengatakan, para pelajar yang terjun dalam sebuah organisasi tidak boleh mengesampingkan tugas utamanya sebagai seorang pelajar, yakni mempelajari dan mendalami berbagai disiplin ilmu di sekolah. ”Kami sengaja menggelar kegiatan semacam ini, dengan tujuan memberikan motivasi kepada pelajar, bahwa dalam kita berorganisasi bukanlah menjadi penghalang untuk tetap berprestasi,” katanya di balai desa Karangjoho.

Dimas mengajak kepada anggota IPNU-IPPNU untuk pandai membagi waktu belajar dengan waktu berorganisasi. Jangan sampai prestasi belajar di sekolah tertinggal jauh karena terlalu sibuk berorganisasi. ”Mari kita pegang prinsip belajar diutamakan, organisasi dinomersatukan, akademis oke, organisasi oke,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Ali Fahruddin pembina IPNU-IPPNU Karangjoho sangat mengapresiasi kegiatan motivasi belajar semacam ini. Kesadaran pelajar NU untuk terus berprestasi harus dipupuk sejak dini. Agar kelak kader-kader NU dapat lebih berperan dalam membangun bangsa dan negaranya.?

“Apalagi di era seperti sekarang ini, pelajar NU haruslah bisa menjadi contoh, sebagai kalangan pelajar yang memang terpelajar, bukan malah menjadi pelajar yang kurang belajar,” tandasnya.

Materi motivasi belajar ini disampaikan oleh Qurrota A’yun, lulusan terbaik jurusan matematika Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). A’yun memberikan kiat-kiat khusus agar para pelajar memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Kiat ini berdasarkan pengalaman pribadinya yang pernah berkecimpung dalam kepenguruasan IPPNU Ponorogo hingga dapat mengantarkanya mengikuti pertukaran pelajar di Korea Selatan.

Berdasarkan pengalaman inilah diharapkan para pelajar NU Ponorogo dapat terinspirasi dan bisa termotivasi untuk giat belajar dan giat berorganisasi. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah,Attijani Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 24 April 2016

PBNU: Pemerintah RI Wajib Terima Imigran Rohingya Sebagai Langkah Darurat

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Masudi mengusulkan Pemerintah RI untuk sementara menampung ratusan imigran etnis Rohingya. Sebagai langkah darurat, pemerintah RI perlu mengambil upaya ini sambil mendorong langkah-langkah diplomatis ke depan.

“Pertama sekali yang perlu diingat bahwa peristiwa ini merupakan tragedi kemanusiaan. Indonesia sendiri menganut asas Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” kata Kiai Masdar kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi di Jakarta, Jumat (15/5) sore.

PBNU: Pemerintah RI Wajib Terima Imigran Rohingya Sebagai Langkah Darurat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Pemerintah RI Wajib Terima Imigran Rohingya Sebagai Langkah Darurat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Pemerintah RI Wajib Terima Imigran Rohingya Sebagai Langkah Darurat

Pemerintah RI, menurut Kiai Masdar, seharusnya berperan aktif bersama Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Masalah Pengungsi (UNHCR) guna menyudahi persoalan diskriminasi pengungsi etnis Rohingya hingga ke akar-akarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pemerintah RI juga bisa memanfaatkan jaringan negara ASEAN untuk terlibat aktif mengatasi tragedi kemanusiaan yang menimpa ribuan etnis Rohingya.

Kita perlu mendesak otoritas setempat untuk mengembalikan hak-hak kemanusiaan mereka, tandas Masdar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebagaimana dilansir sejumlah media, sejumlah kapal mengangkut ratusan imigran etnis Rohingya. Sementara sejumlah negara di Asia Tenggara menghalau kapal yang mengangkut etnis Rohingya masuk ke wilayah mereka.

Otoritas Malaysia dan Thailand sendiri menjauhkan kapal-kapal imigran yang mencoba merapat ke perairan mereka. Karena itu, banyak dari penumpang itu menderita kelaparan. Kondisi mereka semakin melemah.

Pada pekan lalu, beberapa kapal imigran mendarat di Aceh. Banyak dari mereka terdiri atas perempuan dan anak-anak yang kondisi fisiknya lemah. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Meme Islam, News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 22 April 2016

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Kepada awak media Presiden Joko Widodo menyatakan, tidak ada keharusan bagi seluruh sekolah di Indonesia menerapkan program lima hari kegiatan belajar-mengajar dalam sepekan atau yang biasa disebut full day school (FDS). Bahkan informasi pembatalan oleh Presiden sudah diumumkan pada 19 Juni lalu.

Lantas, mengapa kebijakan tersebut tetap diberlakukan di berbagai daerah? (Baca: Gara-gara FDS, Santri di Sejumlah Daerah Pamit Keluar dari Pesantren)

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Ketentuan Penerapan Opsional dalam Permendikbud Lima Hari Sekolah

Menurut pengamat pendidikan, Darmaningtyas, statemen saja tak cukup untuk menghentikan Permendikbud, tanpa kepastian hukum yang jelas dan tertulis.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Lisan boleh dikatakan begitu, Pak. Tapi selama Peraturan Menteri (Permen) No 23/2017 yang mengatur FDS tidak dicabut/revisi, kebijakan itu akan jalan terus. Daerah-daerah memaksakan melaksanakannya, apalagi bila pelaksanaan program tersebut masuk ke dalam? indikator penilaian sekolah,” katanya saat dihubungi Pondok Pesantren An-Nur Slawi via WhatsApp, Jumat (11/8).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Jadi kebijakan publik, tidak bisa abu-abu, tapi harus jelas hitam putihnya. Pasal 9 Permen (Permendikbud Nomor 23/2017) tersebut juga tidak memberikan opsi bagi daerah/sekolah untuk melaksanakan atau tidak, tapi pelaksanaannya bertahap, artinya secara nasional tapi tidak dalam waktu yang bersamaan mulainya,” tambahnya.

Bagi Darmangtyas, pemberlakuan secara nasional itu menjadi inti kritik terhadap FDS. Kebijakan ini tak selaras dengan komitmen komitmen Presiden Joko Widodo yang “memberi ruang kepada daerah” karena kebijakan tersebut bersifat sentralistis, yang mengabaikan karakter geografis, insfrastruktur dan sarana transportasi, ekonomis, sosial, dan budaya sekolah di Indonesia.

(Baca juga: Soal FDS, Darmaningtyas: Masak Presiden Didorong Langgar Visi Misinya Sendiri?)



“Mengingat Indonesia ini amat luas dan beragam, serta janji Presiden Jokowi dalam kampanye dulu untuk menjamin keragaman dan budaya lokal dalam kebijakan pendidikan, maka kembalikan persoalan teknis: enam atau lima hari sekolah itu ke otonomi sekolah sesuai dengan MBS (Manajemen Berbasis Sekolah), bukan ditarik oleh Mendikbud,” tulis Darmangtyas dalam blogpribadinya. (Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 07 April 2016

Fatayat NU Nilai Pernyataan Trump Bentuk Provokasi Amerika

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Pusat Fatayat NU Anggia Ermarini mengatakan penetapan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel yang diumumkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai bagian dari provokasi Amerika Serikat.

"Penentuan itu sepihak banget dan menodai kesepakatan internasional," kata Anggia menanggapi pertanyaan wartawan seusai Maulid Kebangsaan di Halaman Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya Jakarta Pusat, Sabtu (16/12).

Fatayat NU Nilai Pernyataan Trump Bentuk Provokasi Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Nilai Pernyataan Trump Bentuk Provokasi Amerika (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Nilai Pernyataan Trump Bentuk Provokasi Amerika

Ia meyakini penentuan itu juga dikecam banyak negara.

"Nggak hanya MUI, nggak hanya NU, nggak hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia marah dengan pernyataam tersebut," ujar Anggia.

Menurut Anggia, persoalan tersebut bukanlah persoalan antara Yahudi dan Islam, tetapi masalah kemanusian.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Presiden Jokowi sendiri mengatakan ini bagian dari penjajahan dan tidak boleh dilakukan," tegasnya.

Dikatakan Anggia, terkait persoalan Palestina, Fatayat NU telah bertemu dengan pemimpin lintas agama. Fatayat NU sebagai organisasi perempuan terbesar juga siap mengkonsolidir berbagai organisasi sosial kemasyarakatan di dunia untuk bersama melakukan aksi global.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Anggia meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi atas isu atau berita yang tidak bertanggungjawab. Dia juga menyerukan kepada seluruh jajaran Fatayat NU untuk terus memberi dukungan kepada negara dan rakyat Palestina melalui doa dan dukungan moral lainnya.

Pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini pihaknya mengajak agar dengan semangat kelahiran Rasul dapat berkaca dan meneladani sifat dan perbuatan Rasulullah Muhammad SAW, termasuk membela kemanusiaan.

"Rasulullah sangat mengayomi semua masyarakat. Jadi peringatan ini untuk kembali kepada teladan itu," tandasnya. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Lomba, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 06 April 2016

Gerakan Hijau PKB Lebih Bersifat Kultural

Kuta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Dewan Syura PKB KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menegaskan, gerakan hijau yang dilakukan partainya murni untuk penyelamatan lingkungan, bukan gerakan politik untuk "menyerang" pemerintah.

"Jadi lebih berupa gerakan kultural. Berbeda dengan Partai Hijau yang ada di Barat yang politis, ingin jatuhkan presiden," kata Gus Dur saat berbicara dalam Deklarasi Hijau Menyelamatkan Lingkungan Bersama Gus Dur di Kuta, Bali, Selasa.

Sebelumnya, Senin (26/2), di tempat yang sama PKB mendeklarasikan diri sebagai "Partai Hijau" yakni partai yang menaruh kepedulian lebih pada upaya penyelamatan lingkungan hidup.

Gerakan Hijau PKB Lebih Bersifat Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Hijau PKB Lebih Bersifat Kultural (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Hijau PKB Lebih Bersifat Kultural

Lebih lanjut Gus Dur mengatakan, sebagai partai politik sulit bagi PKB mengelakkan tudingan bahwa yang dilakukannya tidak ditujukan untuk tujuan politis. Namun PKB harus membuktikan bahwa tidak semua yang dilakukan partai itu bertujuan politis.

Mantan presiden itu mengakui bahwa batasan antara gerakan kultural dan gerakan politik sangat samar, namun bukan berarti tidak bisa dibedakan. "Memang agak membingungkan, ketika LSM menyoroti kasus pencemaran di Buyat, itu kultural atau politis. Kalau untuk membela hak rakyat itu kultural, tapi kalau larinya mau menjatuhkan presiden tentu politis," katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh karena itu, Gus Dur menekankan tiga hal sebagai rambu-rambu yang harus diperhatikan PKB dalam memasuki masalah lingkungan. Pertama, PKB mesti menggali nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang terkait dengan pemeliharaan lingkungan. Kedua, tidak mempolitisasi isu lingkungan. Ketiga, memperhatikan kondisi Indonesia yang saat ini masih serba transisional.

Pada kesempatan itu juga dilakukan penandatanganan Deklarasi Hijau oleh pengurus DPP dan DPW PKB, tokoh masyarakat, tokoh agama dan lain-lain. Ada enam poin di dalam deklarasi tersebut, diantaranya adalah meminta pemerintah memutus kontrak karya dengan perusahaan tambang migas dan non migas di hutan dan kawasan lindung.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Berikutnya meminta pemerintah memberlakukan jeda tebang hutan (moratorium logging) hingga 20 tahun yang diikuti dengan restorasi kawasan hutan, serta mengkaji dan mencabut semua peraturan yang berpotensi merusak lingkungan dan sumber daya alam. (ant/mad)       



Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 01 April 2016

LP Marif NU Mathalibul Huda Juara Debat Jateng

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Madrasah Aliyah Mathalibul Huda Mlonggo Jepara berhasil menjuarai Lomba Debat Bahasa Indonesia se-Jawa Tengah yang dilaksanakan Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes), akhir November kemarin.

Kontingen madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU Jepara mengirimkan tiga peserta atas nama Nailal Hevi Rismiya (XII IPS 1), Dian Agung Saputra (XI IPA) dan Cholis Nurmania Laily (XI IPA).

LP Marif NU Mathalibul Huda Juara Debat Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
LP Marif NU Mathalibul Huda Juara Debat Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

LP Marif NU Mathalibul Huda Juara Debat Jateng

Ketiga kontingen itu berhasil meyakinkan dewan juri setuju dengan mosi/ pernyataan, peremajaan alat transportasi di Jakarta memberikan dampak positif terhadap lingkungan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Nailal didampingi Agus dan Laily timnya setuju dengan pernyataan itu. Jika peremajaan dilakukan dikemukakannya masyarakat mulai meninggalkan mobil pribadi sehingga bisa mengurangi dampak polusi.

Kedua, ditambahkannya hal itu bisa mengurangi pencemaran air yang diakibatkan oleh perumahan kumuh yang dihuni masyarakat ekonomi bawah. Sehingga dengan angkutan massal ekonomi masyarakat kecil akan tertolong.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jawaban itu yang membuat MA Mathalibul Huda unggul disusul SMAN 1 Rembang sebagai juara 2 dan juara 3 diraih MA Muallimat Kudus.

Kepala madrasah, H Sugiwanto yang diwakili pendamping lomba Ibnu Afif mengucapkan syukur atas prestasi tersebut. Hal itu, menurut Afif tidak lepas dari doa restu seluruh elemen madrasah. Juga karena di madrasahnya setiap kegiatan class meeting sering dilaksanakan lomba debat.

“Hal itu merupakan wahana mereka untuk berlatih sehingga saat lomba sudah ada persiapan sebelumnya,” paparnya.

Dalam lomba yang sama, lanjut Afif anak didiknya juga pernah menyabet Juara III Parade Cinta Tanah Air (PCTA) tahun 2013 Se-Jawa Tengah dan 2012 menyabet Juara I debat bahasa Inggris di STIENU (kini UNISNU) dan IAIN Walisongo Semarang.

Dengan prestasi-prestasi tersebut ia berharap dapat memotivasi 600 siswa yang lain sehingga bisa saling berlomba-lomba dalam prestasi akademik maupun akademik. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama, Kajian Sunnah, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi