Senin, 10 April 2017

PCNU Minta IPNU-IPPNU Kota Pekalongan Buka Komisariat di Sekolah Umum

Pekalongan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan meminta kepada IPNU dan IPPNU untuk dapat memasuki sekolah-sekolah umum. Jika selama ini telah berhasil membentuk komisariat di madrasah atau sekolah di bawah lingkungan LP Maarif, maka saatnya sekolah sekolah umumnya menjadi program skala prioritas.

Hal tersebut ditegaskan Sekretaris PCNU Kota Pekalongan H Muhtarom saat memberikan sambutan pada pembukaan konferensi cabang IPNU dan IPPNU di Gedung Aswaja, Kamis (19/10).

PCNU Minta IPNU-IPPNU Kota Pekalongan Buka Komisariat di Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Minta IPNU-IPPNU Kota Pekalongan Buka Komisariat di Sekolah Umum (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Minta IPNU-IPPNU Kota Pekalongan Buka Komisariat di Sekolah Umum

Program prioritas IPNU dan IPPNU masuk ke sekolah sekolah umum menjadi sangat urgen mengingat perkembangan teknologi yang cukup pesat dan anak-anak sekolah harus diimbangi dengan pembentukan akhlakul karimah dan itu menjadi tugas kita.

"Anak-anak sekarang sangat beda ketika zaman saya masih muda, saat ini anak anak tidak bisa jauh dari yang namanya gadget, HP android, dan sejenisnya, padahal saya dulu mainannya cukup gelang karet, pecahan genteng, dan gasingan," ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Tarom, tantangan IPNU dan IPPNU sekarang dan ke depan semakin berat dan berliku. Oleh karena itu, ia mengajak segenap kader IPNU dan IPPNU untuk tetap berpegang teguh pada ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah agar bisa selamat dunia dan akhirat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu Ketua IPNU Kota Pekalongan Mohammad Saifullah berharap konfercab kali ini diharapkan dapat menghasilkan program-program yang dapat meningkatkan kualitas anggota dan pengurus yang terpilih nanti dapat menjalankan program dan yang terpenting ialah meningkatkan jumlah ranting dan komisariat dari yang sudah ada.

Menurut Saifullah, saat dirinya menjadi Ketua IPNU jumlah ranting IPNU yang semula ada 20 hingga akhir periode berhasil ditingkatkan menjadi 30 ranting dari 47 ranting yang ada. Kemudian jumlah komisariat yang semula ada 5 saat ini sudah berdiri 7 komisariat.

Ia berharap, pengurus IPNU dan IPPNU ke depan harus lebih giat dan semangat, apalagi saat ini IPNU IPPNU ditunjang dengan pendanaan yang cukup dari usaha penyediaan seragam batik IPNU-IPPNU dan KSPPS Minna Lana.

Pembukaan Konferensi Cabang IPNU dan IPPNU Kota Pekalongan ke-25 berlangsung cukup semarak. Acara yang dikemas dalam format gebyar sholawat juga diisi dengan tari-tarian sufi berlangsung sangat dinamis dan memukau ratusan pengunjung.

Tampak hadir dalam pembukaan, selain jajaran pengurus cabang NU, juga para ketua IPNU dan IPPNU periode sebelumnya, Ketua IPNU dan IPPNU Jawa Tengah juga tampak dalam pembukaan serta ratusan tamu undangan lainnya. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 07 April 2017

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Hadiri “Ya Qowiyyu”

Klaten, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Meskipun diguyur hujan, puluhan ribu warga tetap antusias mengikuti acara perayaan “Ya qowiyyu” di Jatinom Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Acara tersebut di gelar di Kompleks Masjid Ageng Gribig, Jum’at (20/12).

Tradisi Saparan Ya qowiyyu dimulai usai sholat Jumat, dengan mengarak dua gunungan apem lanang dan wadon yang sebelumnya sudah disemayamkan semalam di kompleks Masjid Besar Jatinom menuju oro-oro di kompleks pemakaman Ki Ageng Gribig.

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Hadiri “Ya Qowiyyu” (Sumber Gambar : Nu Online)
Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Hadiri “Ya Qowiyyu” (Sumber Gambar : Nu Online)

Diguyur Hujan, Warga Tetap Antusias Hadiri “Ya Qowiyyu”

Sementara itu, meski hujan, di oro-oro sudah ditunggu puluhan ribu warga yang siap memperebutkan apem dalam Tradisi Yaqowiyu. Usai diberi doa oleh keturunan Ki Ageng Gribig, dua gunungan apem langsung ludes diperebutkan warga masyarakat yang sudah tidak sabar untuk mendapatkan apem.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mereka percaya dengan memakan kue apem dalam tradisi ini bisa mendatangkan berkah dalam kehidupannya.

“Meski warga menganggap kue apem Yaa Qowiyyu bisa mendatangkan keberuntungan, sebenarnya inti dari tradisi sebaran apem adalah siapa yang mau berusaha, dia akan mendapatkan sesuatu hasil atau siapa yang mau berebut dia akan mendapatkan kue apem,” ujar salah satu Panitia Yaqowiyu Daryanto.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut sejarah asal muasal kue apem itu dari Mekah yang dibawa Ki Ageng Gribig untuk oleh-oleh anak cucunya. Karena tidak cukup, maka Nyi Ageng Gribig membuat apem lagi sekaligus untuk dibagikan kepada penduduk Jatinom. Sejak itu orang daerah ini ikutan membuat apem untuk selamatan.

Adanya Upacara ini dinamakan Yaqowiyyu diambil dari doa Kyai Ageng Gribig sebagai penutup pengajian yang berbunyi : Ya qowiyu Yaa Aziz qowina wal muslimin, Ya qowiyyu warsuqna wal muslimin, yang artinya : Ya Tuhan berikanlah kekuatan kepada kita segenap kaum muslimin. (Rosyidi-Ajie/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, Kyai, Habib Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 05 April 2017

Tasawuf Dinilai Lebih Relevan di Zaman Sekarang

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Tasawuf lebih relevan di zaman sekarang dibandingkan waktu-waktu yang lampau, demikian antara lain disampaikan Haidar Bagir dalam diskusi yang diselenggarakan menyusul kuliah umum dan peluncuran buku dengan tema ‘Sufism in the Modern World’, Jumat (26/2), di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Pimpinan Penerbit Mizan itu mendasarkan apa yang disampaikannya pada kenyataan bahwa manusia di zaman sekarang dihadapkan berbagai persoalan yang bisa diatasi secara tepat dengan pendekatan tasawuf.

Tasawuf Dinilai Lebih Relevan di Zaman Sekarang (Sumber Gambar : Nu Online)
Tasawuf Dinilai Lebih Relevan di Zaman Sekarang (Sumber Gambar : Nu Online)

Tasawuf Dinilai Lebih Relevan di Zaman Sekarang

Dalam kesempatan yang sama Haidar juga menyampaikan bahwa dalam waktu mendatang, sangat mungkin dilakukan kerja sama penerbitan buku-buku karangan intelektual Nahdlatul Ulama dan lembaga-lembaga yang bernaung di bawahnya. Tujuannya agar pemikiran-pemikiran intelektual NU dapat dibaca kalangan luas, tidak hanya dalam bentuk disertasi-disertasi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Adapun buku yang diluncurkan adalah buku berjudul ‘Pergulatan Islam di Dunia Kontemporer’. Buku yang ditulis oleh Carl W Ernst setelah Peristiwa 11 September itu merupakan pengantar ringkas kepada Islam dan peradaban muslim bagi publik luas, berbasis pada semangat ilmiah, mengangkat isu-isu kunci tentang doktrin dan peradaban Islam sejak kelahiran hingga perkembangan mutahirnya.

Dalam acara yang terselenggara atas kerja sama Penerbit Mizan Lembaga Ta’lif wan Nasr (LTN) dan Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) ini juga dilakukan penyerahan buku secara simbolik dari pihak Mizan kepada Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 04 April 2017

Ayolah Sahabatku

Oleh Eko Petruk?



Untuk Sahabat/Sahabati Pergerakan pada ulang tahun PMII ke-57

Ayolah Sahabatku!

Ayolah Sahabatku (Sumber Gambar : Nu Online)
Ayolah Sahabatku (Sumber Gambar : Nu Online)

Ayolah Sahabatku

Apa kamu sudah kenyang menikmati hidangan ulang tahun?

Apa kamu sudah senang bertukar hadiah?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Apa kamu sudah selesai memanjatkan doa?

Ayolah Sahabatku!

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Segera kita pamitan

Kita harus sadar bahwa waktu sudah memasuki senja

dan sebentar lagi malam

Aku tidak mau jika nanti kita gelagapan, lupa jalan pulang

dan aku tidak mau mendengar keluhmu kalau dalam perjalanan kakimu menginjak tai

atau terluka kena krikil, duri, beling, dan paku

Aku tidak mengada-ada

Kau tengoklah sendiri dengan matamu!

Waktu semakin senja!

Ayolah Sahabatku

Kita pulang sekarang!

Meskipun kamu yakin bahwa yang baik selalu berbiak

Kamu juga harus meyakini bahwa yang jahat pun lebih cepat berlipat

Aku tidak mau kita mati konyol malam ini, kena tenun Calon Arang dan para penerusnya

Karena besok pagi kita harus bersama-sama Bapak dan Ibu menjaga hasil bumi dari Hamaspaton yang tak henti membuat banyak petani merugi

Yogyakarta, 17 April 2017





Eko Petruk atau Eko Nurwahyudin lahir di Kebumen, 11 Januari 1996. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Rayon Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hikmah, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 02 April 2017

Hadapi MEA, PMII Ashram Bangsa Cetak Pemimpin Perempuan

Sleman, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Komunitas Perempuan Syariah dan Hukum (Kapash) Rayon Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta kembali mengadakan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan.

Hadapi MEA, PMII Ashram Bangsa Cetak Pemimpin Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadapi MEA, PMII Ashram Bangsa Cetak Pemimpin Perempuan (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadapi MEA, PMII Ashram Bangsa Cetak Pemimpin Perempuan

Pelatihan tersebut mengangkat tema "Meningkatkan Peran Kepemimpinan Perempuan dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)". Bekerja sama dengan Lingkar Nusantara dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), acara tersebut diikuti oleh puluhan kader perempuan Kapash dan beberapa delegasi dari sejumlah Rayon PMII di UIN Sunan Kalijaga. Acara berlangsung selama dua hari dan bertempat di Wisma Kaliurang KM. 23, Sleman, DI Yogyakarta.

"Memang sudah banyak perempuan yang menjadi pemimpin. Tapi menurut kami, perempuan yang menjadi pemimpin kurang banyak dibanding laki-laki. Seperti halnya dalam anggota DPR, perempuan hanya dikasih kursi 30 persen, tetapi itu tidak digunakan dengan maksimal. Tetap saja hanya laki-laki yang banyak,"  terang Ketua Komunitas Perempuan Syariah dan Hukum, Hanim Yusnia dalam sambutannya, Sabtu (19/12).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ke depan, kata Hanim, perempuan Kapash setidaknya berani berbicara di forum-forum. Ini sebagai langkah awal untuk selanjutnya perempuan benar-benar siap menjadi pemimpin. Jadi, lanjutnya, tidak laki-laki saja yang aktif di forum, perempuan juga.

Lebih jauh, Wiwin memaparkan bahwa peran perempuan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) sangat menenentukan dalam hal kemandirian ekonomi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Di dalam konsep Masyarakat Ekonomi ASEAN, ada konsep pemberdayaan ekonomi perempuan untuk meningkatkan lima perempuan di bidang ekonomi, karena dengan begitu maka tingkat kemiskinan akan berkurang, kemudian kemandirian perempuan akan tercipta," papar Wiwin yang pernah menjabat Ketua Rayon PMII Ashram Bangsa masa khidmah 1996-1997.

Oleh karenanya, jelas Wiwin, perempuan harus mempersiapkan dan mengasah segala potensi yang dimiliki. Sehingga keterlibatan perempuan di MEA mampu membawa perubahan ekonomi bangsa yang lebih baik.

Selain Wiwin, hadir juga sebagai pemateri Abdur Rohim dan Gina Lestari dari Rifka Anisa Yogyakrta, dan Listya Endang Artiani, Asisten Ahli Bidang Ekonomi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

Acara yang juga melibatkan kader laki-laki Rayon PMII Ashram Bangsa dalam kepesertaannya itu ditutup dengan game-game menarik untuk menambah keakraban satu sama lain. (Acep Muhammad Maulana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sunnah, Berita, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 01 April 2017

Peserta Perempuan Tak Mau Ketinggalan

Program pengenalan dan pemanfaatan perangkat lunak (software) kitab kuning yang dipelopori Nahdlatul Ulama (NU) Japan dan Situs Pesantren Virtual (http://www.pesantrenvirtual.com) bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah (PW) Rabithah Maahid al-Islamiyah Jawa Timur (RMI) Jawa Timur, tampaknya semakin diminati kalangan pondok pesantren (ponpes) di Jawa Timur.

Ahad (8/4) lalu, kegiatan bertajuk "Halaqah Pemanfaatan Software Kitab Kuning dan Pengembangan Perpustakaan Digital di Pondok Pesantren" tersebut digelar di Ponpes Nurul Ikhlas, Sepande, Candi, Sidoarjo. Halaqah di pondok pesantren asuhan KH Mukhlas Kurdi yang juga Ketua PC RMI Sidoarjo ini merupakan halaqah ketiga yang digelar oleh PW RMI Jatim. Sebelumnya, dua kali halaqah telah digelar di Probolinggo (16/12/06) dan Tulungagung (17/3/07).

Majalah IPNU-IPPNU Kudus Siap Sapa Kembali Pembaca

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, telah membentuk tim redaksi baru untuk Majalah Pilar pada semester pertama kepengurusan periode ini.

IPPNU-IPNU pimpinan Joni Prabowo dan Futuhal Hidayah menyusun tim baru di Rumah Makan Gentong Sehat Kudus, Rabu (21/1). Tim redaksi yang terdiri dari alumni lokakarya jurnalistik PC IPNU-IPPNU Kudus tahun 2013 ini akan melanjutkan penerbitan majalah yang sudah berlangsung pada kepengurusan sebelumnya. Dengan demikian, urusan keredaksian kali ini didominasi oleh para mahasiswa dan pelajar dengan pemimpin redaksi Abdul Muis.

Majalah IPNU-IPPNU Kudus Siap Sapa Kembali Pembaca (Sumber Gambar : Nu Online)
Majalah IPNU-IPPNU Kudus Siap Sapa Kembali Pembaca (Sumber Gambar : Nu Online)

Majalah IPNU-IPPNU Kudus Siap Sapa Kembali Pembaca

Tema Majalah Pilar yang terbit pada empat kali dalam satu periode mengacu pada lingkup pelajar dan santri. Edisi kelima kelak tidak hanya berisi seputar organisasi NU dan persoalan sosial, tapi juga mengangkat wacana fiqh seputar kehidupan para pelajar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Beberapa rubrik yang telah disiapkan antara lain Salam Redaksi, Surat Pembaca, Joglo, Surat Pembaca, Sajian Khusus, Opini, Kolom, Fiqh, dan beberapa rubrik yang menampung kreaktifitas para pelajar dan santri, seperti Momen, Jalan-jalan, Resensi Film, Resensi Buku, Syair, Cerpen, Tips – Tips, Kartun, dan lain-lain.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua IPNU Kudus Joni Prabowo berharap, pada semester pertama ini tim redaksi Majalah Pilar yang baru ini mampu tamplil lebih baik dalam isi atau pendistribusian kepada para kader NU se Kabupaten Kudus, bahkan di luar Kabupaten Kudus.

“Sehingga Majalah Pilar ini menjadi majalah yang mampu bersaing dengan majalah-majalah yang sekarang ini beredar di kalangan pelajar yang memberikan contoh yang tidak baik bagi kader-kader NU,” tuturnya. (Dedi Hermanto/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi