Selasa, 28 Februari 2017

Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di dalam kehidupan tidak ada istilah bodoh dan pintar. Menurut Wakil Sekretaris LTM PBNU Ali Sobirin yang ada adalah orang yang sudah mengetahui dan mengalami terlebih dahulu dengan orang yang belum mengetahui dan mengalami. Oleh karena itu, siapapun menurutnya bisa menjadi apapun sesuai dengan kehendaknya, selama dia mau memenuhi syarat-syarat yang diperlukan untuk menjadi yang diharapkan itu. 

Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf (Sumber Gambar : Nu Online)
Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf (Sumber Gambar : Nu Online)

Hoaks dalam Sistem Jaringan Saraf

“Syarat yang paling utama menurutnya adalah memenuhi di area kepala kita dan jantung kita dengan data yang terkait dengan hal yang kita harapkan,” tuturnya saat bedah buku Teknologi Ruh, Senin (09/10) di Pusdiklat Kemenag Ciputat Tangerang Selatan.

Sebenarnya, lanjutnya, yang menjadikan kita hebat adalah apa yang ada di dalam diri kita yang tersimpan dalam otak dan area jantung kita. Kedua hal itu menurutnya menjadi kunci pertama struktur ahsanutaqwim. 

“Ahsanutaqwim kita adalah di wilayah lelembut. Koneksi tersebut disebutnya sebagai jiwa. Jiwa tidak bisa lepas dari dua hal ini,” ujar alumi Pondok Pesantren Mahadut Tholabah Babakan itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun, menurutnya problem saat ini di zaman banjir informasi, kita sulit untuk mengendalikan otak dan jantung kita. Zaman yang di mana Facebook dan Whatsapp sekarang menurutnya menjadi kitab suci melampaui Al Quran. Ketika informasi itu masuk, menurutnya suka atau tidak suka dengan informasi itu, alam bawah sadar kita tidak selalu menerima.

“Ketika kita memandang handphone, secara fisik dilihat secara menunduk. Kepala menunduk, suka atau tidak itu adalah respon penerimaan,” tambahnya.

Bahkan, pria yang akrab disapa Mas Also itu memandang betapa seringnya kita membaca informasi yang sebenarnya tidak kita butuhkan dan tidak kita inginkan, justru membacanya di kamar. Padahal, menurutnya kamar itu sudah terdeteksi oleh sistem otomatis bawah sadar kita sebagai alam istirahat. 

“Alam istirahat itu alam ikhlas. Alam ikhlas itu menerima apapun. Secara otomatis ketika Anda baca, maka Anda suka atau tidak, menganggap sistem otomatis Anda menganggap bahwa itu adalah informasi yang benar,” ujar Direktur TOPP Indonesia itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Walaupun kita mampu menganggap informasi itu salah, ia menegaskan bahwa kita tidak akan bisa mengontrol diri kita dari informasi yang berjubel itu. Hal itu dikarenakan manusia menurutnya merupakan sistem jaringan saraf. 

Dalam penjelasannya, sistem jaringan saraf, kalau dilihat dari sisi gradasinya, itu serupa dengan kulit jagung. Ada banyak. Semuanya berlapis-lapis. Satu lapisan satu, mendukung lapisan kedua, ketiga dan seterusnya dan saling berkoneksi. 

“Informasi yang masuk bagai air bah itu tidak mudah untuk diidentifikasi masuk di arena yang mana. Untuk mengidentifikasi ini, diperlukan seorang hipnoterapis,” tutunya.

Ia menceritakan tentang orang yang membabi buta suka kepada term tertentu. Setelah ditanya sebab dan manfaatnya, tidak tahu. Ini menurutnya adalah akibat informasi yang sudah masuk entah di layer berapa dalam sistem saraf kita yang seperti jagung itu.

“Semakin dalam, semakin lembut, berarti semakin membutuhkan waktu dan keletihan untuk mengubahnya,” tambahnya.

Padahal, ia menerangkan bahwa pikiran dan perasaan kita adalah benih. Dari pikiran dan perasaan itu, secara gradual, menurutnya akan terus berkomunikasi dan merembes menjadi satu sistem keyakinan. Keyakinan tentang sesuatu yang dianggap benar itu kemudian merembes masuk ke dalam sistem yang menggerakkan diri kita.

“Keyakinan lahir melalui informasi. Ketika ada satu informasi masuk melalui panca indra kita, maka dia akan masuk dan terolah di sini. Biasanya, lazimnya, ketika informasi yang terserap itu baru, maka dia akan langsung dan diterima sebagai  sebuah kebenaran dan itu menjadi keyakinan,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa prosesnya dimulai dari keyakinan masuk dulu ke dalam area nalar kita. Kemudian berdialog secara internal, lantas diyakini mana yang benar. Mana yang benar itu lalu menurutnya akan meresap menjadi sebuah keyakinan. Keyakinan akan meresap ke dalam sistem otomatis atau yang dimaksud dengan ilmu alam bawah sadar.

Ketika sudah menyatu dengan alam bawah sadar, maka menurutnya keyakinan itu akan bekerja menjadi ekspresi sebagaimana mestinya. Kebenaran itu terus-menerus dilakukan hingga menjadi kebiasaan, dari kebiasaan itulah maka dikenal sebagai karakter.

Sedangkan menurutnya saat ini informasi tersebut yang tumpah adalah informasi yang hanya diterima, sehingga yang muncul adalah hoaks dan fitnah. 

"Informasi yang tumpah itu seakan kita anggap sebagai informasi kosong, faktanya tidak. Informasi itu adalah

kumpulan-kumpulan data yang terserap dan akan menjadi diri kita dan kita mengalami gagap. Kita menjadi individu yang gagap karena tidak mempunyai kualitas untuk menolak informasi yang lewat di dalam ‘kamar’ kita. Akibatnya di wilayah sadar kita sering tidak terkontrol dan tiba-tiba yang masuk adalah kata-kata sampah,” tambahnya.

Kegiatan bedah buku Teknologi Ruh tersebut diadakan oleh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI. Dalam kegiatan tersebut, hadir sebagai pembedah yaitu Sekretaris Balitbang dan Diklat Kemenag RI H Rohmat Mulyana Sapdi, dan Guru Besar Psikologi Islam dan Dekan Fakultas Psikologi UIN Jakarta Abdul Mujib.

Abdul Mujib menanggapi secara positif karya yang dihasilkan oleh kader NU itu. Hal itu dikarenakan menurutnya kultur menulis kita lemah sekali. Mempublikasikannya pun menurutnya kurang terbentuk di kalangan akademisi. 

“Orang NU kalau suruh nulis kalah sama orang barat. Orang barat suruh nulis dalam satu tahun itu bisa satu kilo buku yang diterbitkan. Tetapi kalau orang NU itu sekian kilo proposal minta bantuan,” ungkap alumni Pesantren Langitan Tuban itu.

Mengapa orang NU kalau disuruh berbicara sehari semalam sanggup, tetapi kalau disuruh menulis, lebih banyak menghapusnya. Hal itu menurutnya bukan karena orang NU tidak pintar menulis. Tetapi ada kondisi psikologis, yaitu tentang ketawadhuan yang tidak pas. Padahal menurutnya janganlah kebencian atau kecintaan suatu kaum itu menjadi berlaku tidak adil. Kita harus berani mengkritik.

Ia melihat Ali Sobirin sebagai pengurus Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), menurutnya ada mainstream yang berbeda. Jika menurutnya orang NU biasanya apapun yang dilakukannya berbasis tasawuf, bahkan lebih tepatnya tariqat. Tetapi sekarang Mas Also bukan itu yang ditampilkan. 

“Lebih ke praktisi, entertaiment. Sehingga ia mengajukan konsep IQ, SQ, dan EQ. Bahkan ketika orang-orang NU selalu mengutip ulama-ulama besar. Jarang ada yang mengutip selain itu. Mas Also ini mengutip Kreyo Ki Samurta. Kita harus menciptakan peluang dan peluang itu tidak mengganggu yang lain,” tandasnya. (M. Ilhamul Qolbi/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 27 Februari 2017

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Salah seorang ahli falak Nahdlatul Ulama (NU), KH Muhyidin Khazin meninggal dunia, Rabu (22/3) pukul 10.00 WIB di Salatiga, Jawa Tengah.

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahli Falak NU Kiai Muhyiddin Meninggal Dunia

Kabar duka tersebut disampaikan Ketua Lembaga Falakiyah PBNU KH Ahmad Ghozalie Masroeri, Rabu lewat siaran pers.?

Rencananya alhamrhum akan dimakamkan hari ini, pukul 16.00 WIB, di Desa Pulutan, Kecamatan Sidorejo, Salatiga.

KH Muhyidin Khazin adalah pengurus LF PBNU periode 2005-2015. Ia juga merupakan dosen ilmu falak Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta.

Kiai Ghazalie mengungkapkan rasa duka mendalam atas wafatnya salah seorang tokoh aflak ini. Ia menyerukan kepada umat Islam, khususnya warga Nu untuk mendoakan almarhum.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Mohon seluruh jajaran LFNU/Nahdliyin/Muslimin melaksanakan shalat ghaib, tahlil, dan doa,” pintanya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kyai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 23 Februari 2017

Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Momentum Hari Pahlawan 10 November, harus dimaknai oleh para dai dengan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Belajar dari sejarah kemerdekaan negeri ini, para dai memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membebaskan Indonesia dari cengkraman penjajah.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Forum Komunikasi Dai Muda Indonesia (FKDMI) Moh. Nur Huda menyatakan, hal ini harus senantiasa disadari oleh para dai muda, bahwa keutuhan negeri ini juga menjadi tanggung jawab besar yang ada di pundak mereka.

Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Pahlawan, FKDMI Ingatkan Peran Dai dalam Menjaga Keutuhan Bangsa

"Kita berhutang demikian besar pada pendiri bangsa ini, terutama kaum ulama, santri dan para dai yang selain menimba ilmu agama, juga ikut angkat senjata dalam perjuangan fisik memerdekakan Indonesia,” ujar Huda.?

Di Jawa misalnya, Hadlratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari yang dengan keilmuannya memimpin kaum santri dan juga rakyat melakukan perlawanan atas penjajahan Belanda dan Jepang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tentunya dari sejarah tersebut, kita harus dapat memetik nilai-nilai kepahlawanan yang dapat dijadikan teladan para dai muda masa kini. Huda yang juga kader muda Nahdlatul Ulama ini memaparkan bahwa selain harus memiliki keshalihan pribadi, para dai muda harus memiliki keshalihan sosial yang membuatnya hidup menjadi teladan di tengah ummat.

Tantangan yang dihadapi dai di masa sekarang, ujar Huda, tentunya berbeda dengan masa perjuangan merebut kemerdekaan. Dirinya melihat ada ancaman invasi pemikiran dan perang budaya yang membuat masyarakat, khususnya generasi muda tercerabut dari nilai-nilai ke-Indonesiaan yang luhur. Lebih jauh, ancaman selanjutnya adalah Indonesia yang tidak lagi utuh, dan tercerai berai.

Karenanya Huda mengingatkan para dai muda yang berdawah di seluruh pelosok Indonesia, untuk meningkatkan kapasitas dirinya, baik dengan ilmu-ilmu agama ataupun keilmuan kontemporer lainnya. Sehingga kehadirannya di tengah masyarakat dapat memberikan teladan, memberikan solusi bagi permasalahan ummat.?

"Dengan demikian, masyarakat menjadi kuat dari infiltrasi pengaruh asing yang berpotensi memecah belahnya,” ujar Huda.

Memperingati Hari Pahlawan 2016 ini, Huda menegaskan bahwa negeri ini membutuhkan para dai yang ikhlas, sanggup berkorban dan bersabar untuk memperbaiki masyarakat serta mendawahi mereka dengan segala rintangannya. Sehingga keutuhan negeri ini tetap terjaga dengan identitasnya sebagai negeri yang diberkahi. (Red: Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya, PonPes Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 21 Februari 2017

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) Lampung harus bertekad kuat untuk senantiasa menumbuhkan pengusaha baru dari para santri dan mahasiswa NU yang ada di Lampung, sehingga jika itu bisa dilakukan, maka para santri dan mahasiswa dapat berkontribusi untuk kesejahteraan.

Demikian disampaikan oleh Ketua PWNU Lampung KH RM Soleh Bajuri dalam Tabligh Akbar Ahad, (1/3) lalu di Bandar Lampung bersama KH Maman Imanulhaq Pengasuh Ponpes Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat.

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Lampung: HIPSI Harus Terus Tumbuhkan Wirausahawan Santri

Sementara itu, KH Maman Imanulhaq memberi motivasi kepada para santri dan mahasiswa untuk menjadi wirausaha yang tangguh karena pendiri-pendiri NU terdahulu KH Hasyim Ashari, KH Abdul Wahab Chasbullah dan lainnya adalah pengusaha dan berwirausaha.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Maka dari itu santri dan mahasiswa saat ini harus mampu menciptakan peluang pekerjaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak mungkin serta menciptakan pengusaha baru yang kreatif dan inovatif,” ujar Kang Maman, sapaan akrabnya.

Hadir dalam acara ini Aryanto Munawar Sekertaris PWNU Lampung, Sekjend PP PG Ansor Dr Muhammad Aqil Irham, Habib Umar Bin Mukhdor Al Hadad, dan Herman HN, Wali Kota Bandar Lampung.

H Karim, Ketua HIPSI Lampung mengatakan, lahirnya HIPSI Lampung dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan santri, mahasiswa dan mengokohkan ekonomi ditubuh NU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saya berharap dengan adanya HIPSI yang telah ada di Lampung dapat melahirkan pengusaha besar di Keluarga Besar NU Lampung,” harapnya. (Rudi Santoso/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Cerita,Attijani Pondok Pesantren An-Nur Slawi

PP IPPNU Buka Layanan Konseling Kesehatan Reproduksi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PP IPPNU) membuka layanan konseling terkait kesehatan reproduksi (kespro) di Kantor PP IPPNU di Gedung PBNU, lantai enam. Layanan konseling kespro dimaksudkan untuk menutupi kebutuhan informasi bagi para pelajar putri dan santriwati.

PP IPPNU Buka Layanan Konseling Kesehatan Reproduksi (Sumber Gambar : Nu Online)
PP IPPNU Buka Layanan Konseling Kesehatan Reproduksi (Sumber Gambar : Nu Online)

PP IPPNU Buka Layanan Konseling Kesehatan Reproduksi

Demikian dikatakan Sekretaris VIII PP IPPNU Rien Zumaroh saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di Gedung PBNU lantai delapan, Jalan Kramat Raya, nomor 164, Jakarta Pusat, Kamis (13/6) sore.

“Layanan ini dibuka mengingat minimnya pengetahuan kespro di kalangan pelajar,” kata Sekretaris Umum PP IPPNU Wilda Tusururoh yang kembali dituturkan Rien Zumaroh.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ruang layanan, kata Rien, dibuka sebagai tindak lanjut dari diskusi internal PP IPPNU yang membahas kesehatan reproduksi remaja. PP IPPNU mengambil tindakan konkret dari pembahasan-pembahasan dalam diskusi itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Layanan konseling antara lain meliputi penyuluhan dan masukan-masukan terkait kespro. Selain itu, pengunjung akan mendapat layanan yang bersifat penjelasan akar masalah dan solusi terhadap kasus kespro yang diadukan, tutup Rien.

Diskusi internal berlangsung di Kantor Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh Nahdlatul Ulama (LAZISNU), Gedung PBNU lantai dua, Rabu (12/6) siang. Kegiatan ini diikuti oleh 14 rekanita yang berasal dari pengurus cabang IPPNU di Jakarta. Diskusi mengedepankan rekanita Nadhiroh sebagai pembicara.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 18 Februari 2017

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Dr KH Hasyim Muzadi kembali bertolak ke Iran, Rabu (28/2) kemarin. Ia ke Iran untuk menemui sejumlah tokoh berpengaruh di negara tersebut untuk meredakan konflik di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah, terutama di Irak.

Hasyim mengatakan, kepergiannya ke Iran kali ini masih terkait dengan akan diselenggarakannya konferensi internasional oleh pemerintah Indonesia untuk mencari solusi konflik Timur Tengah. ”Saya ke Iran untuk menemui tokoh-tokoh berpengaruh di sana,” ungkapnya di Jakarta, beberapa saat sebelum keberangkatannya ke Iran.

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh (Sumber Gambar : Nu Online)
Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh (Sumber Gambar : Nu Online)

Ke Iran Temui Sejumlah Tokoh Berpengaruh

Sejumlah nama yang akan ditemui Hasyim, di antaranya, penasehat Presiden Iran Ayatullah Ali Attasykhiri dan mantan Presiden Iran Ali Akbar Hashemi Rafsanjani. Mereka adalah tokoh yang punya pengaruh besar, baik di Iran maupun sejumlah negara di Timur Tengah lainnya.

Saat ini, Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religion for Peace (WCRP) ini sedang sibuk mempersiapkan konferensi internasional. Sebab, dialah orang pertama yang mencetuskan gagasan tersebut kepada pemerintah. Hasyim berharap, selain Ayatullah Ali Attasykhiri dan Ali Akbar Hashemi Rafsanjani, beberapa tokoh berpengaruh lainnya juga bersedia hadir dalam konferensi itu, seperti Presiden Palestina Mahmud Abbas dan tokoh Hamas Chalid Messal.

Perlu diketahui, beberapa waktu lalu, pangasuh Pondok Pesantren Al-Hikam Malang, Jawa Timur itu telah menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono terkait dengan gagasannya. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, pemerintah Indonesia merespon positif gagasan tersebut. ”Dulu saya katakan kepada Presiden, masa kita diam saja melihat konflik di Timur Tengah,” ungkap mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jawa Timur.

Hasyim kembali menegaskan, untuk meredakan konflik Timur Tengah peran ulama atau tokoh agama sangat dibutuhkan. Karena itu, Hasyim akan mengoptimalkan peran organisasi ulama se-Dunia, International Conference of Islamic Scholars (ICIS), di mana ia Sekretaris Jenderalnya. ”Ulama memegang peran penting dalam meredakan konflik di Timur Tengah,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hasyim mencontohkan konflik yang terjadi di Irak dan Palestina. Menurutnya, di kedua negara tersebut, ulama dan tokoh agama memegang peran utama. Karena itu, dalam kasus konflik di Irak dan Pelestima, yang harus dipertemukan lebih dahulu adalah para pemimpinnya. “Pemimpin ini tidak harus yang ada di Irak atau Palestina saja, tapi bisa dari luar,” ungkapnya.

Permasalahan di Irak, lanjutnya, memang sangat rumit. Selain ada campur tangan dan provokasi pihak asing, rakyat Irak sendiri sulit untuk disatukan. Karena itu, untuk meredakan konflik di Irak, Hasyim lebih menekankan pada persatuan rakyat Irak terlebih dahulu. ”Soal konflik antara Syiah dan Sunni di Irak tidak dapat lepas dari pengaruh negara seperti Iran, Syria, Lebanon, Saudi Arabia, Mesir dan Pakistan. Ulama di negara-negara tersebut harus bisa dipertemukan,” katanya.

Terkait dengan konflik Timur Tengah juga, Hasyim selaku Sekjen ICIS, beberapa waktu lalu melakukan pertemuan dengan Presiden Organisasi Konferensi Islam Dr Abdullah Ahmad Badawi yang juga Perdana Menteri Malaysia. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan kerjasama antara kedua belah pihak untuk meredakan konflik Timur Tengah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelumnya, Hasyim berkunjung ke sejumlah negara di Timur Tengah, meliputi Syria, Lebanon dan Iran. Dalam kunjungan tersebut, Hasyim bertemu dengan Syekh Muhammad Rosyid Kabbany (Mufti dan Menteri Agama Republik Lebanon), Syekh Amir Qobalany (Wakil Imam Syiah di Lebanon), dan Dr Ahmad Husan (Rektor Universitas Internasional Lebanon). Hasyim juga juga bertemu dengan Komandan Markas Biro Politik Hamas Cholid Meshaal. (rif/amh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 16 Februari 2017

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Sebagai wujud kepedulian organisasi kepada masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan, Pimpinan Aanak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo akan mendirikan Posko Ramadhan yang ditempatkan di titik rawan kemacetan.

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan

Ketua PAC GP Ansor Sidoarjo Yusak Arifin menjelaskan, tahun sebelumnya PAC Sidoarjo Kota mendirikan posko di pertigaan Jalan Embong Malang dan Cemengkalang Sidoarjo. Di jalan tersebut sangat rawan kemacetan.

"Selain mendirikan posko Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, kami juga membahas beberapa hal penting salah satunya tentang kedaulatan NKRI," kata Yusak di sela-sela audiensi dengan Forkopimka di aula kantor Kecamatan Sidoarjo, Rabu (10/5).

Dalam audiensi ini, PAC Ansor Sidoarjo mengajak forum komunikasi pimpinan kecamatan untuk bekerjasama memperkokoh kedaulatan NKRI dengan ideologi Pancasila.

Sementara itu Camat Sidoarjo Imam Pambudi menyambut baik audiensi tersebut. Imam mengatakan, forum komunikasi Ormas Kepemudaan dan Forkopimka seperti ini dapat mensinergikan program-program keduanya untuk menjadikan Sidoarjo kota lebih maju.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Camat Sidoarjo berharap, program-programnya bisa bersinergi baik dengan Ansor maupun masyarakat Sidoarjo. "Program kami harus menyentuh dengan pemuda dan masyarakat," kata Camat Sidoarjo, Imam Pambudi kepada Ansor. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Sholawat Pondok Pesantren An-Nur Slawi