Kamis, 30 Juni 2016

Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum

Bekasi, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Imam masjid berhaluan Islam Ahlussunah wal-Jamaah yang dipraktikan NU adalah pelindung keyakinan ma’mun pada shalat berjamaah di masjid. Hal itu terjadi terutama pada masjid dengan jamaah heterogen (campuran keyakinan furu’iyah) seperti di kota-kota besar. ?

Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam NU, Pelindung Keyakinan Ma’mum

Demikian diyakinkan Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F. Mas’udi kepada ratusan peserta Rapat Pimpinan Daerah (Rapimda) dalam rangka revitalisasi masjid di gedung PCNU Kota Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (11/5).

Sebelum menjelaskan pendapatnya, Kiai Masdar menceritakan dulu jenis masjid berdasar pendirian. Pertama, masjid yang didirikan kelompok Ahlussunah wal-Jamaah (NU). Kedua, masjid yang didirikan kelompok lain seperti Muhammadiyah, Persis dan Ormas-ormas lain. Ketiga, masjid yang dibangun pemerintah, pasar, perumahan, dan lembaga-lembagai publik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Masjid NU adalah tempat ibadah dengan cara NU. Aturan mainnya, pihak manapun tidak boleh mengganggu dan mengubah, apalagi mengafirkan cara beribadah jamaah. Begitu juga dengan masjid kelompok lain, “Kita tak boleh mengganggu cara beribadah mereka,” tegasnya.

Namun, masjid umum yang bisa dipastikan jamaah campuran, aturan main yang harus dipegang adalah imam yang melindungi keyakinan ma’mum. Jika imam tak pakai qunut mislanya, jelas ia tak melindungi ma’mum yang berqunut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kalau imamnya pakai qunut, ma’mum yang tidak pakai qunut bisa tidak melakukan. Ia bisa diam saja. Ini berarti keyakinan tidak berqunut terlindungi. Sebaliknya, jika imam tidak pakai qunut, maka ma’mum yang pakai qunut terhalang menjalankan keyakinannya.”

Menurut Kiai masdar imam tak berqunut dengan ma’mum berqunut akan melanggar UUD 1945 pasal 29 ayat 2. Bunyi pasal itu adalah “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masingmasing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

“Jadi, imam pelindung jamaah di masjid campuran itu harus berkarakter Ahlussunah wal-Jamaah sebagaimana yang dipraktikan NU,” pungkasnya. ?

Rapimda bertema “Wujudkan masjid sebagai pusat pemberdayaan umat” tersebut diikuti para imam, khotib, dan DKM-DKM NU Kota Bekasi. Kegiatan tersebut diselenggarakan Lembaga Ta’mir Masjid PCNU Kota Bekasi yang difasilitasi PP LTMNU bekerja sama dengan PT Sinde Budi Sentosa dan PT TOA.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 24 Juni 2016

Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu

Banyuwangi, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. "Siapa yang tahu organisasi?" pertanyaan pembuka yang disampaikan oleh wakil ketua bidang Kaderisasi Alkaisu Dana Habibi dihadapan ratusan peserta sosialisasi IPNU-IPPNU. Ahad (27/3) malam di Ponpes Minhajut thulab, Krikilan, Kecamatan Glenmore, Kabupaten Banyuwangi.

Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa itu Organisasi? Ternyata Banyak yang Tak Tahu

Beberapa menit peserta yang terdiri dari SMPN 3 Glenmore dan SMAN 1 Glenmore tak ada yang berani menjawab. Dana sapaan akrabnya menerangkan, organisasi adalah kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

"Sehingga nantinya, apapun beban masalah yang sedang dan akan kita hadapi terasa ringan karena diputuskan jalan keluar dan diselesaikan bersama," terang Dana, sembari menjelaskan maqolah (ungkapan) suatu kemungkaran yang terorganisasi akan mampu menghancurkan kebaikan tanpa terorganisir.

Pasalnya banyak sekali macam organisasi yang mungkin kalian semua ikuti. Seperti: organisasi pelajar, keagamaan, dan kemasyarakatan dengan berbagai nama dan identitas.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Di sini saya menegaskan untuk kalian semua memilih organisasi yang berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama. Selain organisasi keagamaan dan kemasyarakatan, di sini juga wadah ajaran agama yang penuh toleran, moderat, dan tidak radikal," terang Dana.

.

Disamping itu, para senior banyak yang yang telah membuktikan kenikmatan berorganisasi dan menjadi tokoh-tokoh yang sukses berkat perantara keterlibatan perjuangan di bawah naungan Nahdlatul Ulama.

"Seperti Bapak Zainut Tauhid, Ibu Khofifah Indar Parawansa, Bapak Abdullah Azwar Anas, dan tokoh-tokoh sukses lainnya," jelas Dana.

Wakil ketua bidang kaderisasi PC IPNU Banyuwangi ini, juga berharap semoga kelak seluruh ratusan pelajar putra-putri yang hadir menjadi regenerasi NU yang militan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Langkah konkrit sedekah banom termuda Nahdlatul Ulama adalah terus melanjutkan roda kaderisasi organisasi ini. Seperti yang saat ini sedang dan akan terus kita lakukan," tegas Dana.?

Gelaran sosialisasi ini juga dihadiri oleh pengurus harian PC IPNU IPPNU Banyuwangi beserta puluhan Majelis Almuni. (M. Sholeh Kurniawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 09 Juni 2016

Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU

Lamongan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Saat ini, generasi muda NU sudah saatnya mengenal dasar-dasar ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) ala NU yang merupakan akumulasi pemikiran keagamaan yang dihasilkan oleh para ulama tempo dulu.



Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Generasi Muda NU Perlu Mengenal Dasar-Dasar Ajaran Aswaja ala NU

"Untuk menghidari fanatisme ke-NU-an, sudah saatnya ditanamkan kepada generasi muda kita dasar-dasar (pemikiran) yang melandasi ajaran Ahlussunnah wal Jamaah," kata Ketua Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kedungpring, Lamongan, Drs. Khamim Baidlowie, MM, saat memberikan sambutan dalam sebuah seminar bertajuk: "Peningkatan Mutu Pendidikan Sekolah, Pesantren, dan TPQ" di Gedung MI Nurul Huda Majenang, Kedungpring, Lamongan, Ahad (26/8).

Pernyataan tersebut, menurutnya, dilandasi oleh keprihatinannya terhadap generasi muda NU saat ini yang dinilainya merasa cukup menjalankan ritus-ritus (amaliah) atau tradisi-tradisi keagamaan ala NU tanpa mengetahui dasar-dasar yang melandasinya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan generasi muda kita dari bentuk fanatisme (buta) terhadap tradisi-tradisi NU, semisal tradisi tahlilan dan lain sebagainya," terang Khamim.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam seminar yang terselenggara atas kerjasama antara PBNU, British Council Indonesia, MWC NU Kedungpring, dan Yayasan Nurul Huda Majenang itu, Khamim mengungkapkan, penjelasan tentang hujjah-hujjah naqliyyah dan aqliyyah mengenai tradisi-tradisi keagamaan orang-orang NU perlu diperkenalkan kepada generasi muda NU agar mereka memiliki pemahaman bahwa tradisi-tradisi tersebut memang sudah berurat berakar dari pemikiran ulama NU terdahulu.

Memang, NU pada awalnya merupakan sebuah identitas kultural keagamaan yang dianut mayoritas umat Islam nusantara. Siapapun dia, jika ketika shalat Subuh membaca qunut, ketika keluarganya meninggal membaca tadarrus atau tahlil, atau ketika bulan Maulud gemar mendendangkan syair dan sholawat untuk Rosulullah SAW. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 21 Mei 2016

Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif”

PBB, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon mengecam kegiatan permukiman Israel sebagai "tindakan provokatif" yang memunculkan pertanyaan tentang komitmen Israel pada solusi dua-negara di tengah meningkatnya rasa frustrasi rakyat Palestina akibat pendudukan selama hampir 50 tahun.

Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif” (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif” (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekjen PBB Sebut Pemukiman Israel Sebagai “Tindakan Provokatif”

Rakyat Palestina menginginkan suatu negara merdeka di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur, wilayah-wilayah yang direbut Israel dalam perang 1967.

Putaran terakhir pembicaraan damai gagal pada April 2014 dan kekerasan antara Israel-Palestina telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir.

Israel menegaskan pada Kamis bahwa akan mencadangkan sebidang tanah luas yang subur di Tepi Barat, dekat Yordania, tempat Israel telah mempunyai banyak peternakan di permukiman yang dibangun di atas tanah yang akan dijadikan wilayah negara oleh Palestina.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ban juga mengatakan ia "sangat terganggu" dengan laporan bahwa pemerintah Israel yang telah menyetujui rencana pembangunan lebih dari 150 unit rumah baru di "permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki".

"Tindakan provokatif ini akan meningkatkan pertumbuhan populasi pemukim, lebih lanjut meningkatkan ketegangan dan merusak setiap prospek untuk langkah politik ke depan," kata Ban dalam Pertemuan Dewan Keamanan PBB di Timur Tengah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Kegiatan permukiman yang terus berlanjut merupakan penghinaan terhadap rakyat Palestina dan masyarakat internasional. Kegiatan itu benar-benar menimbulkan pertanyaan mendasar tentang komitmen Israel pada solusi dua-negara," ujar Sekjen PBB seperti dilansir kantor berita Reuters.

Ban mengatakan rasa frustrasi terus meningkat di kalangan warga Palestina.?

Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Samantha Power mengatakan bahwa Washington sangat menentang aktivitas permukiman.

"Langkah-langkah yang bertujuan memajukan program permukiman Israel ... tidak sesuai dengan solusi dua negara dan menimbulkan pertanyaan legal tentang niat jangka panjang Israel," kata Power kepada Dewan Keamanan PBB.

Menurut data statistik pemerintah dan pusat kajian Israel, sekarang ini ada sekitar 550.000 pemukim Yahudi yang tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem Timur.

Sementara itu, sekitar 350.000 warga Palestina tinggal di Yerusalem Timur dan 2,7 juta lainnya di Tepi Barat.

Kepala delegasi Palestina di PBB Riyad Mansour menyerukan Dewan Keamanan PBB mengambil tindakan terhadap permukiman Israel.

"Tindakan itu harus melibatkan langkah-langkah dari semua negara dan seterusnya tidak memberikan bantuan agar dapat membuat Israel mempertanggungjawabkan tindakannya," kata Mansour kepada Dewan Keamanan PBB.

Utusan Israel untuk PBB Danny Danon menuduh Dewan Keamanan bersifat "munafik" karena telah mengutuk "serangan teroris" yang dilakukan di tempat lain di dunia tetapi tidak di Israel. Namun, dia tidak membahas tentang permukiman Israel.

"Jalan menuju perdamaian memang panjang dan sulit, tetapi Israel berkomitmen untuk melakukan setiap upaya," ujar Danon kepada Dewan Keamanan PBB.(Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 15 Mei 2016

Jelang Ramadhan, Santri Pesantren Salafiyah Parappe Ziarahi Makam Kiai

Polewali Mandar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menjelang libur Ramadhan, Pondok Pesantren Salafiyah Parappe Campalagian Polewali Mandar Sulawesi Barat mengadakan beberapa rangkaian kegiatan, diantaranya berziarah ke makam beberapa kiai yang ada kecamatan Tinambung, Pambusuang dan Campalagian, Ahad (31/5).

Kegiatan ini di ikuti oleh seluruh santri, beserta para staf pengajar dan majelis keluarga Pondok Pesantren Salafiyah Parappe. Busyra salah seorang staf pengajar menyampaikan beberapa harapan dalam kegiatan ini bahwa berziarah ke makam ulama selain bernilai ibadah juga bagian dari tradisi pondok pesantren didalam mengenang jasa-jasa para kiai.

Jelang Ramadhan, Santri Pesantren Salafiyah Parappe Ziarahi Makam Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Ramadhan, Santri Pesantren Salafiyah Parappe Ziarahi Makam Kiai (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Ramadhan, Santri Pesantren Salafiyah Parappe Ziarahi Makam Kiai

“Berkah dari para ulama khususnya ulama pendahulu kita yang ada di tanah mandar yang mengajarkan Ilmu agama secara turun temurun kepada generasinya  sehingga Pondok pesantren ini tetap eksis di dalam mengajarkan Islam yang tafaqquh fid-din,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rombongan pondok pesantren yang di bawah Asuhan KH Abd. Latif Busyra mengawali Tournya dengan mengunjungi makam KH Muhammad As’ad (Puang Daeng) di Tinambung, selanjutnya KH Nahrawi di Monjopai Karama lalu kemudian beberapa makam kiai di Pambusuang dan menghiri ziarahnya di makam KH Muhammad Tahir (Imam Lapeo).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Syamsul, salah seorang santri yang berasal dari kepulauan selayar juga menyampaikan beberapa harapan dari kegiatan. “Kami sebagai seorang santri berharap dari kegiatan ini ada berkah yang kami peroleh dari para kiai penduhulu kami agar kami bisa meneruskan perjuangan beliau di dalam mengajarakan dan mengamalkan Islam Ahlussunnah wal Jamaah,” ujarnya.

Berziarah ke makam para kiai  pondok pesantren yang dikenal eksis mempertahankan kajian kitab turats atau lebih akrab dikenal dengan pengajian kitab kuning berangkat dengan menggunakan bis bantuan dari pemerintah Kecamatan Campalagian dan beberapa Donatur lainnya dengan jumlah peserta yang ikut mencapai 500 an, dalam perjalan dikawal oleh Kepolisian Polsek Campalagia. (Busyra/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Pahlawan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 13 Mei 2016

Banser Ponorogo Perhatikan Budaya

Ponorogo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Seakan tidak mau kalah dengan “Konsorsium” PAC GP Asor Pulung, Pudak, Sooko yang sukses menggelar Diklatsar Banser di Pudak pertengahan November 2012, “Duo” PAC GP Ansor Sukorejo dan Sampung menyelenggarakan kegiatan serupa. 

Banser Ponorogo Perhatikan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Ponorogo Perhatikan Budaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Ponorogo Perhatikan Budaya

Diklatsar Banser kali ini dilaksanakan di Pesantren Nurul Hikmah Nambangrejo Sukorejo Ponorogo pada tanggal 2-6 Januari 2013. Menurut panitia Syamsul Ma’arif, pihak panitia tidak hanya menyelenggarakan Diklatsar Banser saja, tetapi diadakan kegiatan pendukung, yaitu pawai budaya dan Haul Gus Dur. Kegiatan ini juga dimaksudkan sebagai implementasi program kerja PC GP Ansor Ponorogo bidang olahraga dan kebudayaan.

“Mumpung sahabat-sahabat PAC semangat, kita usulkan supaya pembukaan Diklatsar dihiasi pawai budaya dan penutupannya diisi dengan Haul Gus Dur. Kebetulan PC juga punya program pelestarian budaya. Jadi macth nantinya,” Kata Syamsul Maarif.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pria yang juga menjadi Sekretaris PC GP Ansor ini juga menjelaskan, pawai budaya dimeriahkan dengan kesenian khas Ponorogo, Gajah-gajahan dan parade hadrah yang di Ponorogo akrab disebut dengan istilah “Kencrengan”. Group hadrah yang tampil adalah IPNU-IPPNU di wilayah Kecamatan Sukorejo dan Sampung. 

Panitia juga menampilkan drumband dengan lagu-lagu islami. Tiga group drumband meramaikan acara, yaitu SDN 1 Nambangrejo, MIN Lengkong Sukorejo dan Mts Al-Azhar Carangrejo Sampung. 110 Peserta Diklatsar Banser ditambah 70 alumni Diklatsar Banser di Pudak ikut berjalan kaki mengiringi pawai budaya. Acara pembukaan semakin semarak dengan hadirnya Kapolres, Dandim 0802 dan Bupati Ponorogo, Bapak H. Amin, SH yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Memanfaatkan momen Diklatsar Banser ini pihak Satkorcab Banser Ponorogo juga menggelar acara pembaretan alumni Diklatsar Banser di Pudak. Setelah mengikuti upacara pembukaan para alumni diajak jalan kaki memisahkan diri dari lokasi Diklatsar Banser. 

Di area perkebunan penduduk mereka mendapat briefing dari Idam Mustofa, Ketua PC GP Ansor Ponorogo dan Ahmad Subkhi, Kasatkorcab Banser Ponorogo. Prosesi pembaretan dilakukan secara simbolis dengan penyematan kabaret Banser diikuti dengan aksi mencium bendera Banser, Ansor dan merah putih. Menurut Ahmad Subkhi, aksi mencium bendera tersebut sebagai bentuk kecintaan pada organisasi dan NKRI.

“Bukan asal heroik, dengan aksi mencium bendera Banser, Ansor dan merah putih kami ingin menekankan bahwa tugas dan kewajiban anggota Banser adalah mengembangkan organisasi dalam rangka membela tanah air. Kami berharap ketika mencium bendera, para anggota bisa meresapi rasa cinta pada NKRI melalui perjuangan Banser dan Ansor,” Kata Ahmad Subkhi.

Puncak acara Diklatsar Banser diisi dengan Haul Gus Dur dengan menampilkan Habib Ali bin Abdul Mutholib Assegaf dan Al-Ngatawi. Seakan bersepakat sebelumnya, kedua orang dekat Gus Dur semasa hidupnya ini dalam tausyiahnya mengajak audiens untuk menyadari bahwa Indonesia masih dipenuhi dengan kedzaliman. 

Kontributor: M. Wakhid 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ulama, Anti Hoax, Sholawat Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 02 Mei 2016

Jamaah Banjiri Haul KH Masum Tanahbaru

Bogor, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Peringatan Haul ke-36 KH Ma’sum Tanahbaru yang dipusatkan di komplek Pesantren Al-Ma’sumiyah, Kampung Sawah, Kelurahan Tanahbaru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, mendapatkan sambutan luas. Kegiatan ini dihadiri sekitar 500 jamaah dari berbagai penjuru Kota Bogor.

Pengasuh Pesantren Al-Ma’sumiyah KH Asep Saeful Ihsan kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi di Bogor, Selasa, mengatakan, haul yang diselengarakan pada Ahad (16/12) kemarin merupakan kegiatan yang dihelat setiap tahun untuk memperingati wafatnya KH Ma’sum, salah seorang tokoh ulama yang cukup disegani di Kota Bogor pada zamannya.

Jamaah Banjiri Haul KH Masum Tanahbaru (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Banjiri Haul KH Masum Tanahbaru (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Banjiri Haul KH Masum Tanahbaru

Saat hidupnya, KH Ma’sum dikenal sebagai tokoh pendidik, muballigh dan sangat aktif berkecimpung dalam pembinaan dan pemberdayaan masyarakat. Ia melahirkan banyak kiai dan ustad, yang tersebar di perkampungan Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, dan Kecamatan Babakanmadang serta Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Semasa hidupnya, KH Ma’sum dikenal sebagai sosok kiai ‘kampung’ yang ikhlas dan istikomah dalam berjuang, sederhana, dan dicintai masyarakat,” kata Asep yang juga aktif di Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Peringatan haul ke-36 KH Ma’sum dirangkai dengan pembacaan simtud duror, marhabanan, maulid nabi SAW (mahallul qiyam), tahlil dan tawassul. Kegiatan ini kian semarak dengan tampilnya tim marawis Nurul Hidayah (NH), sayap ekstra kurikuler yang dikembangkan Pesantren Al-Ma’sumiyah.

Selain dibanjiri ratusan warga sekitar dan kiai-kiai dari berbagai pesantren, kegiatan haul KH Maksum juga dihadiri para pemuka NU Kota Bogor. Tampak hadir pula Dr Ifan Haryanto MSc dari PP ISNU.

Ifan Haryanto mengemukakan, kegiatan haul, maulid nabi, dan tahlil merupakan modal sosial dan keunggulan yang membuat NU semakim membumi dalam kehidupan umat.

“Kegiatan haul maupun Maulid Nabi perlu terus dilestarikan sebagai kekayaan kultural NU, yang tidak dimiliki Ormas lainnya. Karena alasan inilah, NU selalu hadir dan dekat dengan kehidupan umat,” ungkap Ifan.

Oleh karena itu, Ifan Haryanto mengajak warga NU Kota Bogor agar terus aktif dalam membumikan ajaran-ajaran warisan ulama besar masa silam tersebut. Pasalnya saat ini banyak kekuatan asing yang secara sistematis menggugat dan membid’ahkan ajaran NU.

“Kita perlu terus merawat dan melestarikan ajaran-ajaran ahlus sunnah wal jamaah yang dibentengi NU melalui penguatan upacara keagamaan yang bersifat kultural dan pembumian kegiatan struktural jam’iyah yang lebih mencerdaskan dan memberdayakan,” paparnya.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Fahir

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Halaqoh, Doa Pondok Pesantren An-Nur Slawi