Kamis, 15 Agustus 2013

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning

Pacitan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dekan Fakultas Teknik Informatika ITS Surabaya Agus Zainal Arifin menyatakan, laju perkembangan dunia teknologi makin hari semakin cepat. Untuk mempermudah dalam mempelajarai kitab kuning, para santri di pesantren dituntut untuk mengenal dan menguasai teknologi.

“Mari jadikan teknologi ini sebagai wasilah (perantara) untuk mencapai ghoyah (tujuan) dalam memahami kitab kuning,” demikian dikatakan Agus Zainal Arifin saat mengisi materi workshop "Peningkatan Mutu Teknologi dan Peningkatan Penguasaan Kitab Kuning Melalui Aplikasi Berbasis Internet", yang diadakan Badan Eksekutif Mahasantri (BEM) Ma’had Aly Attarmasi, Pesantren Tremas Pacitan, Ahad (1/4).

Agus yang menjabat Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (PP RMI NU) itu mengatakan, dewasa ini modal untuk mempelajari kitab kuning sebagai literatur dan referensi Islam tidak cukup hanya dengan menggunakan ilmu alat saja, seperti nahwu dan sharaf. Namun harus dipadukan dengan teknologi. Teknologi, menurutnya mempunyai arti yang sangat luas. 

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning

“Kehadiran teknologi bukan bermaksud menggantikan posisi kiai dan kitab kuning, bukan. Justru teknologi hadir untuk mempermudah para kiai dan santri dalam mempelajari kitab kuning,” jelas doktor lulusan Hiroshima University, Jepang itu.

Ia menambahkan, pesantren tidak boleh menjadi bagian dari komunitas yang tertinggal dalam pengusaan teknologi.  Di lingkungan pesantren, antara penguasaan kitab kuning dan teknologi harus berimbang.  Apalagi dengan tibanya era digital, maka semua sudah didigitalkan termasuk kitab kuning. Saat ini aplikasi kitab kuning yang berbasis android sudah banyak beredar, para santri didorong untuk dapat memanfaatkanya.

Monggo (silahkan) software- software kitab kuning, yang berbasis android kita download. Untuk mempermudah kita dalam belajar, untuk mencari takbir bahtsul masail dan lain-lain,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Agus pun mendorong para santri di pesantren untuk tekun belajar dan lebih kreatif lagi. Kedepan para santri tidak boleh hanya menjadi penikmat aplikasi berbasis android, namun harus mampu menciptakan sendiri aplikasi-aplikasi kitab kuning berbasis android tersebut. 

Sementara itu, Direktur Ma’had Aly Attarmasi KH Luqman Harits mengajak kepada para santri untuk lebih meningkatkan penguasaan kitab kuning. Sebab kitab kuning merupakan literatur warisan para ulama pendahulu dan merupakan kebanggan para santri di pesantren.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Oleh karena itu, kita tidak boleh lemah dalam menguasai kitab kuning,” harapnya. (Zaenal Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 07 Agustus 2013

Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara International Conference of the Moderate Islamic Leaders (Isomil) baru-baru ini menghadirkan sejumlah utusan dari negara-negara di Timur Tengah. Setelah mendengar presentasi tentang NU ajaran Islam yang damai, mereka menginginkan NU bisa didirikan di negerinya, beranggotakan warga Arab, bukan mahasiswa atau pekerja migran asal Indonesia sebagaimana yang terjadi saat ini.

Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab

Kiai Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU menyatakan, belum bisa memutuskan apakah permintaan tersebut diterima atau tidak. “Ini akan kita masukkan dalam agenda rapat untuk dibahas bersama,” katanya di gedung PBNU, Rabu (18/5).

Saat ini NU dengan anggota warga asing yang sudah eksis adalah NU Afganistan dan menunjukkan perkembangan signifikan dengan banyaknya ulama yang bergabung.

Kiai Said menyatakan syukurnya atas kesuksesan acara tersebut. “Alhmadulillah, Isomil di luar dugaan sukses besar dan respon dari media seluruh dunia bisa kita lihat. Artinya, cara pandang Islam Nusantara yang lagi ditunggu-tunggu dunia, terutama dunia Islam,” tandasnya.?

Kiai Said mengungkapkan, meskipun dalam pertemuan tersebut ia mengkritisi kondisi di Timur Tengah yang tidak selesai dirundung masalah, para utusan yang datang ke pertemuan tersebut tidak menunjukkan sikap marah sebagaimana yang dikhawatirkan.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Memang kenyataannya seperti itu. Mereka sedang mencari cara bagaimana bisa hidup dengan damai,” katanya.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejumlah ulama Marokko dalam acara Isomil ini menyatakan, memang kondisi Timur Tengah dan Indonesia tidak bisa disamakan. Nasionalisme yang ada di Indonesia bisa digabungkan dengan agama, sebagaimana diajarkan oleh para pendiri bangsa seperti Indonesia seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Cokroaminoto, dan lainnya. Nasionalisme di jazirah Arab dikembangkan oleh Partai Baath yang bersifat sosialis sehingga ditolak oleh para ulama. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Makam, Tegal Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 04 Juli 2013

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua PCNU Jombang, KH Salmanudin Yazid mengungkapkan, dalam memperingati momentum Hari Santri Nasional (HSN), santri dapat meniru perjuangan dan spirit ulama dalam menjaga serta mempertahankan NKRI.

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

"Peringatan hari santri yang akan kita peringati pada 22 Oktober, hendaknya dijadikan momen yang tepat untuk meneladani spirit para ulama untuk menjaga keutuhan NKRI dan bangsa Indonesia," ujarnya, Rabu (2/10).

Sejarah mencatat, papar dia, pembangunan bangsa dan Negara Indonesia memang tidak lepas dari peran santri dan pesantren. Dua komponen ini yang sering disebut dengan dua pilar pembangunan bangsa dan negara.

"Santri dan pesantren adalah dua pilar yang tidak terpisahkan dalam menegakkan NKRI," jelas Gus Salman, sapaan akrab KH Salmanudin Yazid.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk itu, ia berharap peran atau kontribusi yang telah dicetak para santri dan pesantren, tetap diperhatikan. "Jadi sangat wajar jika amanah untuk membangun Indonesia, juga menjadi tanggung jawab santri dan pesantren," ujar dia. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 29 April 2013

Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sarbumusi, Sarikat Buruh Muslimin Indonesia, badan otonom perburuan di bawah naungan NU, mendesak Kemenakertrans untuk segera merevisi undang-undang ketenagakerjaan, UU nomor 13 tahun 2003. Revisi ini penting untuk menentukan kepastian nasib terutama tenaga kerja kontrak.

"Undang-undang tersebut dinilai belum mengatur penerapan sistem penggunaan tenaga kerja oleh perusahaan, bagaimana sistem kerja kontrak, dan outsourching. Sementara kerja kontrak semakin marak setelah krisis ekonomi dunia tahun 2008," demikian dalam rilis pers yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Ahad (30/9).

Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak

Karena belum adanya aturan jelas, tenaga kerja kontrak mengalami keresahan yang terkait dengan jaminan kesejahteraan dan kelayakan hidup.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tenaga kerja kontrak sering menjadi korban. Pihak perusahaan tempat mereka bekerja dan pihak perusahaan penyalur saling melempar tanggung jawab perihal kesejahteraan, kesehatan, keamanan, dan jaminan hidup ketenagakerjaannya.

Selain itu, UU di atas belum memihak buruh kontrak terkait pemotongan gaji oleh pihak perusahaan penyalur mereka. Atas nama administrasi dan kerjasama, pihak perusahaan penyalur memangkas hak buruh kontrak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sarbumusi mengusung gagasan bahwa yang dikontrak hanya jenis pekerjaan, bukan tenaganya. Dengan logika ini, tenaga kerja kontrak memiliki hak dan jaminan seperti yang dimiliki tenaga kerja tetap.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Sarbumusi membuat sejumlah pernyataan sikap. Sarbumusi mendukung revisi UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dengan mengawal seluruh proses revisi agar sesuai dengan kepentingan buruh.

Sarbumusi menolak hasil kajian LIPI atas UU tersebut karena substansi kajian itu banyak merugikan kepentingan buruh. Terakhir, Sarbumusi mendesak DPR dan Pemerintah untuk menghapus pasal terkait tenaga kontrak dalam revisi UU nomor 13 tahun 2003.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 10 April 2013

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Komunitas Mata Air Kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (13-15/02) menggelar kegiatan leadership camp. Pelatihan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, keorganisasian dan kepedulian kader terhadap masalah-masalah lingkungan. Kegiatan yang merupakan salah satu program tahunan Mata Air Jepara itu dilaksanakan di sekitar destinasi wisata Guamanik, Donorojo, Jepara.

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah

Ika Widya, selaku panitia leadership camp mengatakan bahwa tahun ini merupakan kali kedua kegiatan tersebut dilaksanakan. “Setiap tahunnya kita melaksanakan seperti ini, agar kader Mata Air dapat seimbang antara akademik di kampus dan peran mengembangkan daerah,” katanya.

Dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan berbagai acara, diantaranya materi kepemimpinan, keaswajaan, apresiasi budaya, hingga outbound.?

“Kita memilih tempat diujung Jepara ini agar anggota Mata Air tahu bahwa di daerah kita ada tempat sebagus ini,” jelasnya.

Adib Khoiruzzaman, pembina Mata Air Kabupaten Jepara dalam nasehatnya menegaskan bahwa semua kader Mata Air Jepara harus memegang nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di manapun berada.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saat ini ancaman terhadap faham radikal begitu besar, kampus menjadi salah satu gerbang masuknya paham radikal, sehingga kalian semua harus memegang teguh prinsip aswaja di manapun berada,” tegasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menghimbau kepada seluruh anggota Mata Air Jepara untuk aktif berorganisasi, baik di kampus maupun di daerah.?

“Semakin orang berkumpul dengan banyak orang, maka akan semakin banyak pelajaran hidup yang didapatkan, maka berorganisasi adalah salah satu kunci sukses seorang,” pungkasnya. (Mazid Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 13 Maret 2013

Washington Post Sebut Trump Babak Belur di Pengadilan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Koran terkemuka Amerika Serikat, Washington Post, menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump babak belur dalam pertarungan hukum setelah bandingnya agar Keppres larangan warga tujuh negara muslim masuk AS yang sudah ditolak pengadilan pertama disahkan untuk diterapkan, malah diperkuat oleh putusan pengadilan tingkat banding.

Menurut The Post, Presiden Trump telah menang secara beruntun dalam 18 bulan berturut-turut, namun kemenangan beruntunnya itu berakhir Kamis malam waktu AS ketika pengadilan federal memperkuat putusan pengadilan pertama yang menyatakan Keppres Donald Trump itu tidak konstitusional sehingga tak boleh diterapkan.

Washington Post Sebut Trump Babak Belur di Pengadilan (Sumber Gambar : Nu Online)
Washington Post Sebut Trump Babak Belur di Pengadilan (Sumber Gambar : Nu Online)

Washington Post Sebut Trump Babak Belur di Pengadilan

Menurut tiga hakim dalam panel pengadilan banding, pemerintahan Trump mengajukan alasan di pengadilan banding bagi Keppres yang dimotivasi oleh kekhawatiran keamanan nasional sebagai "tidak boleh dikaji ulang", kendati Keppres itu berpotensi melanggar hak warga negara dan konstitusi.

Namun pengadilan banding melihat, "Tidak ada preseden yang mendukung klaim tidak boleh dikaji ulang itu, yang bertentangan sekali dengan struktur fundamental demokrasi konstitusional kita."

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pemerintahan Trump kemungkinan besar akan mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung menyangkut Keppres larangan untuk imigran tujuh negara muslim ini.

Keppres itu diputuskan terlarang oleh hakim pengadilan negara bagian Washington. Trump langsung mengecam sang hakim karena bagi Trump, menerbitkan Keppres adalah kewenangan hukumnya sebagai presiden AS.

Menurut Trump, presiden ditugaskan untuk membuat negara tetap aman dan larangan untuk imigran tujuh negara muslim itu disebutnya akan membuat AS aman.

Namun pengadilan tingkat banding tidak melihatnya begitu, sehingga satu-satunya cara yang harus ditempuh Trump sekarang adalah mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mahkamah Agung AS diisi oleh sembilan hakim yang terdiri dari empat hakim agung liberal dan empat hakim agung konservatif. Posisi hakim kesembilan sedang lowong sepeninggal hakim agung Antonin Scalia meninggal dunia tahun lalu semasa pemerintahan Barack Obama.

Demokrat telah berusaha mengisi hakim kesembilan itu dengan mengajukan hakim Merrick Garland, namun ditolak Republik yang mendominasi parlemen. Kini, calon hakim agung yang dijagokan Trump, Neil Gorsuch, baru memasuki proses konfirmasi awal di Senat. Dia tidak akan otomatis menempati kursi hakim agung kesembilan yang lowong itu sekalipun dia nanti disetujui Senat.

Posisi 4:4 di Mahkamah Agung itu membuat Keppres Trump itu tetap tak bisa diterapkan sehingga larangan kunjungan imigran tujuh negara muslim dan pengungsi ke AS itu tidak akan berarti apa-apa.

Menurut Washington Post, fakta itu akan menjadi masalah besar bagi Trump yang semasa Pemilu sesumbar akan mengubah apa pun yang dibenci rakyat menyangkut Washington dengan membawa kebiasaan manajemen bisnis yang efisien ke birokrasi gemuk pemerintahan.

"Yang tengah dan harus dipelajari Trump dari putusan pengadilan banding ini adalah bahwa pemerintahan bukanlah organisasi bisnis. Ada proses "checks and balances" yang harus diperhatikan. Peradilan bukan wilayah yang bisa dia bujuk atau kendalikan. Dia, tegas sekali, bukan bos sistem peradilan federal," tulis Washington Post.

"Trump lebih mengubah Washington ketimbang Washington yang mengubah dia dalam tiga pekan pertama pemerintahannya. Namun putusan Kamis malam ini membuktikan bahwa bahkan orang seperti Trump yang menganggap eksekutif memiliki kekuasaan yang sangat besar saja, tidak bisa dengan gampangnya memaksakan cara dia menjalankan negara."

Trump boleh saja mengecam dan bersumpah serapah lewat Twitter karena putusan pengadilan yang tidak berpihak kepada dia. Namun, tulis Washington Post, cuitan-cuitan yang ditulis dengan huruf-huruf besar itu "tak bisa mengubah prinsip pemisahan kekuasaan dalam sistem pemerintahan kita, ini adalah fakta yang terpaksa harus diakui Trump yang usia pemerintahannya baru sekitar tiga pekan." (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 06 Maret 2013

Fatayat Harus Terus Gerakkan Dakwah Islam Rahmatan Lilalamin

Cianjur, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Gerakan dakwah yang dijalankan NU adalah dakwah Islam rahmatan lilalamin. Dakwah NU ini juga sinergis dengan nilai dan budaya Nusantara, sehingga kehadiran Islam yang didakwahkan NU selalu sinergis untuk membangun masyarakat setempat. Fatayat mesti terus menggerakkan ? dakwah yang sudah dijalankan NU tersebut.

Fatayat Harus Terus Gerakkan Dakwah Islam Rahmatan Lilalamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat Harus Terus Gerakkan Dakwah Islam Rahmatan Lilalamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat Harus Terus Gerakkan Dakwah Islam Rahmatan Lilalamin

Demikian disampaikan Dr H Asad Said Ali, Wakil Ketua Umum PBNU, dalam acara pembukaan Halaqoh Islam Indonesia dan Workshop Aswaja yang diselenggarakan PP Fatayat NU di Ciloto Cianjur, Kamis, (26/2).

"Gerakan dakwah NU adalah rahmatan lil alamin bukan anarki. Makanya, ajaran Islam yang didakwahkan adalah khas nusantara yang menjunjung tinggi keberadaan nilai dan budaya,” ujar As’ad.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Ketua Umum PP Fatayat, Ida Fauziyah mengatakan bahwa acara ini merupakan kelanjutan dari pelantikan Forum Daiyah Fatayat (Fordaf) pada 21 Februari 2015 lalu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Acara ini bagi Fatayat sangat penting, karena Fatayat juga harus mampu merumuskan langkah langkah dakwah yang terukur dan sistematis supaya tidak gagap dalam merespon gerakan anarkis," tegas Ida Fauziyah.

Dalam acara kali ini, peserta datang dari Pengurus Wilayah Fatayat di seluruh Jawa. Semangat para peserta membuat cuaca alam yang dingin menjadi khidmat dan penuh kehangatan. (Muyassaroh/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri, Ulama, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi