Senin, 25 Januari 2010

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko

Maroko, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kiai NU yang mewakili Indonesia, Ahmad Najib Afandi berhasil meraih penghargaan penulisan makalah terbaik dalam The International Academic Center of ? Sufi and Aesthetic Studies (IACSAS) yang berlangsung di kota Fes, Maroko, (9-12/5).?

Pengasuh Pesantren asy- Syafiiyyah, Kedungwungu Krangkeng Indramayu Jawa Barat itu, menerima penghargaan dari Direktur IACSAS, Syeikh Dr Aziz ? al-Chubaeti, usai memaparkan makalah berjudul "Pengaruh Tasawuf ? Maroko terhadap Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia" di hadapan perwakilan dari 40 negara.

Gus Najib, demikian akrab disapa, berhasil membentangkan data pengaruh tasawuf Maroko terhadap keberagamaan di Indonesia.

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko

"Diantara bukti persambungan antara tasawuf Indonesia dengan tasawuf Maroko –yang selama ini sering dilupakan--baik melalui hubungan guru dan murid dan hubungan budaya, juga faktor lainnya. Ibrahim Harakat dalam bukunya Pengantar Sejarah Ilmu di Maroko, bahwa setelah berdirinya Maroko di wilayah Afrika yang subur dengan ulamanya telah membuka akses mereka untuk ekspansi ke Timur (masyriq) untuk berdakwah dengan membawa karya-karya monumentalnya sehingga tersebarlah mereka di wilayah Timur sampai memiliki banyak murid," tutur mantan wakil sekretaris Pengurus Pusat Maarif ? NU itu.

Dengan data tersebut, Gus Najib meyakini bahwa perjalanan ulama-ulama Maroko sampai ke Jawa setelah pertemuan mereka dengan orang Jawa di Tanah Suci, Mekah. Hal itu, katanya, dapat dibuktikan dengan banyaknya ulama yang dimakamkan di Jawa dengan nama Syeikh al-Maghribi.

Sementara, bukti adanya hubungan intelektual secara langsung dengan ulama Maroko adalah banyaknya pelajar Indonesia yang pernah berguru kepada ulama Maroko, seperti Syeikh Abdul Hadi (Abad IX) dari kerajaan Buton yang berguru kepada Syeikh Said al Maghribi, Syeikh Muhamad ? Nafis Al-Banjari (1710-1812 M) murid dari Syeikh Abdurahman bin Abdul Aziz al Maghribi ketika di Makkah, yang pendapatnya banyak dipakai oleh Syeikh Ihsan Jampes Kediri dalam karya fenomenalnya Sirajuttalibin.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus Najib memaparkan, sisi lain yang jelas menjadi bukti persambungan dan pengaruh tasawuf ? Maroko di Indonesia adalah karya para sufi ? Maroko, seperti, Asyifa karya Qadi Iyad, Dalail Khaerat karya Syeikh al-Jazuli, Jawahirul Maani dan Shalawat al-Fatih karya Syeikh Attijani.

"Selanjutnya banyak tarekat yang didirikan oleh ulama Maroko, kini besar di Indonesia, seperti As-Sadziliyah, At-tijaniyah, Al-Ahmadiyah (Ahmad bin Idris al - Maghribi (1760-1837 M)," kata Gus Najib.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tasawuf Indonesia sebenarnya memiliki persambungan dengan banyak negara. Kurdi melalui Syeikh Amin al-Kurdi dengan kitabnya Tanwirul Qulub. India melalui karya Syeikh Burhanpuri dengan karyanya Tuhfat Al Mursalah yang menjadi referensi awal lahirnya tasawuf ? falsafi di Indonesia.

“Demikian juga dengan Persia melalui kitab "Syuab Al-Iman" karya al-Mulaibari yang dikomentari oleh Syeikh Nawawi Banten dengan nama Qamiut Tughyan,” ujarnya.

Namun, dari sekian sumber tasawuf Indonesia itu, semuanya memiliki validitas referensi yang menjamin ke-sunah-an tasawuf Indonesia. Dengan sumber-sumber yang Islam natural itu, semestinya sudah menjamin segala praktik tasawuf dan tarekat di Indonesia tidak akan menyimpang dari syariat dan akidah. "Dan, dengan keragaman sumber itu pula, seharusnya menjadikan kuatnya kebhinekaan tasawuf dan Islam Indonesia," tegasnya.

"Bukti lain yang menguatkan adanya hubungan Islam Indonesia dengan Maroko, adanya persamaan ornamen ukiran kayu (yang kaya warna) di atap di sejumlah masjid di Maroko dengan yang ada di bangunan warisan budaya Indonesia, seperti, Masjid Sunan Gunung Jati dan Masjid Said Naum, Kebon Kacang, Jakarta. Juga lainnya," pungkas pria yang juga rektor Sekolah Tinggi Islam al-Hikmah Brebes itu. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 21 Desember 2009

Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I

Banda Aceh, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Pertandingan Grand Final Liga Santri Nusantara (LSN) Tahun 2017 Regional Sumatera I Aceh berlangsung sengit. Laga yang berlangsung di Stadion Mini Unsyiah Banda Aceh, Selasa (19/9) harus melalui tendangan adu penalti. Akhirnya kesebelasan Pesantren Ruhul Islam Anak Bangsa (Riab) Keutapang, Aceh Besar keluar sebagai juara.

Kedua tim yang lolos ke final adalah Riab FC dan Al-Manar FC. Sejak menit pertama sampai terakhir pertandingan imbang tidak ada satu gol pun yang tercipta.

Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa Juara Liga Santri Aceh I

Berakhir imbang kedua tim beradu nasib melalui tendangan penalti. Skor berakhir 4-3 yang membawa kesebelasan Ruhul Islam Anak Bangsa keluar sebagai juara Liga Santri Nusantara 2017 Regional Sumatera I Aceh.

Menjadi runner-up, kesebelasan Pesantren Al-Manar berhak mendapatkan trofi. Sedangkan juara ketiga masing-masing didapatkan oleh Al-Falah Abu Lam U dan Insan Qurani.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pemain kesebelasan Al-Manar adalah Juliosa (kiper), Haikal, Mufijar Azam, Febria Maulana, Iskandar, Arif Rahman, Ridha Maulana, Mirwanda, Rianza, M Ajibhana, Nailul. Mereka bermain di bawah asuhan pelatih Nazaroul.

Pemain kesebelasan Riab terdiri atas Misbahul (kiper), Irsal, Amar, Mudahsir, Mujahid, Maulana, Zulkarnaini,Haris, Febi, Sunni, dan Fauzi. Mereka berada di bawah asuhan pelatih Sarwoko. (Indra Kariadi/Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga, Pendidikan, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 01 Desember 2009

Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat

Kudus, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam Konferensi Cabang Ikatan Pelajar NU (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri NU (IPPNU) Kudus pada 17 Juni besok, Majelis Alumni IPNU-IPPNU Kudus mengingatkan para kader dan anggota untuk tidak terjebak pada pembahasan sosok kandidat. Pasalnya, hal tersebut bisa mengancam kondusivitas organisasi badan otonom pelajar NU di masa depan.

Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Alumni: Jangan Terjebak Pembahasan Kandidat

Ketua Majelis Alumni Agus Hari Ageng mengatakan, perdebatan mengenai sosok kandidat bisa memunculkan persoalan baru yang berdampak pada keutuhan, kekompakan, dan kebersamaan pengurus mendatang. Bahkan tidak menutup kemungkinan bisa melahirkan perpecahan di kalangan kader-kader potensial.

“Kita harus belajar dari pengalaman. Bila tidak  bisa me-manage secara baik bisa lahirkan friksi-friksi antarkomponen pengurus cabang sendiri pasca-Konferensi. Hal ini Lebih baik kita hindari dengan fokus membicarakan program IPNU-IPPNU ke depan,” katanya dalam pertemuan PC IPNU-IPPNU dengan Majlis alumni terkait persiapan Konfercab IPNU-IPPNU Kudus di kediaman mantan ketua IPNU era 90-an M Aflach Desa Loram, Jati, Kudus, Selasa (10/6) lalu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pernyataan senada disampaikan mantan Wakil Ketua PC IPNU Kudus Sholeh Syakur. Menurutnya, konferensi yang mengarah pada kandidat hanya memunculkan semangat dukung-mendukung yang bisa mengabaikan persoalan masa depan organisasi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sebaiknya kita berpikir obyektif bagaimana mengembalikan IPNU-IPPNU ini ke ranah edukatif bukan ranah pragmatis politis. Sebab belakangan ini kita mengalami pergeseran orientasi kepada pragmatisme maupun oportunisme kekuasan,” ujar Syakur.

Misalkan, imbuh Syakur, berbicara pemimpin IPNU-IPPNU ke depan harus mencari kader yang pernah menjabat ketua di  level sebelumnya sehingga akan paham kontinuitas perjuangan, arah program, dan pengambilan kebijakan.

“Seorang pemimpin harus yang memahami fungsi dan mempunyai visi misi yang memajukan organisasi. Tanpa mempunyai hal tersebut lebih baik jadi makmum saja,” tandasnya lagi.

Sementara Ketua PC IPNU Kudus Dwi Saifullah mengharapkan dukungan dan partisipasi para alumni untuk memberikan dorongan demi kesuksesan perhelatan konferensi yang diadakan di MANU Nahdlatul Muslimin Undaan Kudus.

“Kami berharap para alumni IPNU-IPPNU tetap terjalin dengan baik sehingga keberadaanya mampu menjadi inspriasi dan spirit perjuangan bagi kader-kader dan generasi penerus,” harap Dwi. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah, Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 25 Oktober 2009

Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Saat menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia, parlemen mencoba menggulingkan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur dari kursi Presiden RI dengan dalih kasus hukum yang sampai hari ini tidak bisa dibuktikan kebenarannya. Melihat kejanggalan tersebut, tentu saja Gus Dur menolak untuk diturunkan.

Hal ini disampaikan oleh KH Maman Imanulhaq saat mengisi kegiatan peringatan Isra Miraj di Pondok Pesantren Raudlatul Hasanah, Subang, Jawa Barat, Rabu (13/4).

Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Terungkap! Ini Penyebab Gus Dur Tinggalkan Istana Negara

"Gus Dur tahu bahwa ini adalah masalah politik, bukan masalah hukum. Beliau tidak pernah bersalah secara hukum, tapi dikalahkan secara politik,” tegas Pengasuh Pesantren Al-Mizan Majalengka, Jawa Barat itu.

Kiai muda yang akrab disapa Kang Maman itu melanjutkan, masyarakat pun tahu soal kejanggalan masalah ini sehingga dukungan dari daerah terus mengalir kepada Gus Dur. Namun Gus Dur berpikir kalau situasi ini dibiarkan begitu saja dikhawatirkan akan terjadi perang saudara antara kelompok pro Gus Dur dan pro parlemen.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Gus Dur saat itu berpikir daripada perang saudara hanya gara-gara mempertahankan jabatan duniawi, lebih baik ia mundur saja dari jabatan presiden," tambah Wakil Ketua Lembaga Dakwah PBNU itu.

Namun, lanjut Kang Maman, Gus Dur masih belum menemukan alasan yang tepat untuk keluar dari Istana Negara. Karena yang dituduhkan parlemen jelas tidak bisa diterima sebab inkonstitusional dan tidak rasional.

"Sampai suatu ketika Gus Dur meminta kepada salah satu menterinya, Luhut Binsar Panjaitan untuk menemui Lurah Gambir, Jakarta Pusat karena Istana Negara berdomisili di Kelurahan Gambir," ungkap anggota DPR RI itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Waktu itu, imbuh Maman, Luhut diinstruksikan untuk meminta agar Lurah Gambir segera membuat surat sakti yang isinya menyatakan bahwa situasi sedang genting sehingga Gus Dur harus meninggalkan Istana Negara.

Saat Gus Dur ditanya kenapa harus membuat surat ini. "Supaya nanti ketika di hadapan Allah ditanya kenapa kamu meninggalkan istana? Saya menjawab: coba tanya saja ke Lurah Gambir,” pungkas Maman. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Lomba, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 06 Oktober 2009

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kabupaten Trenggalek Jawa Timur ditunjuk sebagai tuan rumah gelaran Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur 1, yang meliputi karesidenan Kediri dan Madiun. Keputusan ini dihasilkan dalam bimbingan teknis (bimtek) kesiapan penyelenggaraan LSN yang diadakan oleh oleh Kemenpora bersama Pimpinan Pusat Rabithah Maahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (PP RMI NU, ? pada tanggal, 14-16 Juni 2017 di Jakarta.

"Perhelatan LSN kali ini akan digelar di Trenggalek dengan melibatkan pesantren-pesantren yang ada. Liga santri digelar sebagai wahana untuk menyalurkan minat bakat santri di bidang sepakbola. Tentunya gelaran kali ini akan dipersiapkan sedemikian rupa agar LSN di Jatim 1 ini berjalan dengan lebih profesional lagi," kata Koordinator Region Jatim 1, Gus Toev, kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Gus Toev menjelaskan, LSN Region Jatim 1, ? akan diikuti sebanyak 32 peserta. Kick off akan dilaksanakan sekitar bulan Agustus-September.?

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)
Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1 (Sumber Gambar : Nu Online)

Trenggalek Tuan Rumah Liga Santri Nusantara Jawa Timur 1

"Gelaran ini ? untuk mencari pemenang dari 32 pesantren yang dilibatkan dan nantinya akan dikirimkan pada gelaran nasional pada bulan Oktober di Bandung," sambungnya.

Dihubungi terpisah, Ketua PCNU Trenggalek KH Fathullah menyambut gembira atas ditunjuknya Kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah gelaran LSN Region Jatim 1 yang dioperatori PP RMI NU ? (Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama) itu.

"Alhamdulillah Trenggalek mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah. Tentunya kami akan mendukung dengan segala kemampuan yang ada sekaligus akan menggandeng semua pihak, baik pemerintah daerah, DPRD, TNI, Polri dan juga seluruh lembaga dan Banom NU akan dilibatkan guna mensukseskan gelaran Akbar ini. Karena ini wujud persembahan santri untuk negeri," tuturnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Seperti diketahui, Kemenpora bersama PP RMI NU bakal menggelar kembali Liga Santri Nusantara (LSN) mulai Agustus hingga Oktober. LSN 2017 ini akan diikuti setidaknya 1.000 pesantren seluruh Indonesia yang terbagi kedalam 32 Region. (Zaenal Faizin / Muslim Abdurrahman)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 11 September 2009

Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Orang yang memaafkan lebih mulia daripada yang meminta maaf. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua PWNU Lampung H Solihin (Gus Coing), di Bandar Lampung, Jumat (3/2).

“Kita waspadai pihak-pihak yang ingin mengadu domba. Ketika Rais Aam kita, KH Ma’ruf Amin jadi obyek pemberitaan tidak pantas. Wajar jika Ansor dan Banser marah. Kita boleh menunjukkan kecintaan pada ulama,” ujar pria yang karib dipanggil Gus Coing itu.

Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf

Namun demikian, kata dia lagi, Indonesia hidup dalam kemajemukan dan Nahdlatul Ulama berkomitmen menjaga negara yang beragam agama hingga suku ini.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Menyikapi situasi terakhir ini. Saya berkomunikasi dengan Sekjen PP GP Ansor sahabat Adung Abdul Rohman. Ansor dan Banser sudah mencintai ulama. Tapi Kiai Ma’ruf sudah memaafkan Ahok. Jadi kita ikuti kiai kita,” ujar Gus Coing yang juga Sekretaris Koordinator Wilayah Sumatera PP GP Ansor itu pula.

Ia lalu menambahkan, tugas santri memaafkan, tapi tidak menghilangkan ruh hingga muruah dalam menjaga kiainya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Orang yang memberi maaf lebih mulia dari orang yang meminta maaf. Jadi tidak boleh ada yang melangkah tanpa komando PBNU dan PP GP Ansor. Di dalam hati santri dan warga NU sudah jelas, menjaga kewibawaan NKRI hingga kiainya,” katanya lagi.

Terkait situasi negara saat ini, Sekretaris PW GP Ansor Lampung Budi H Yunanto mengharapkan, NU beserta badan otonomnya diberi kekuatan untuk menjaga kebhinekaan NKRI. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 02 September 2009

Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”

Dari Demikian surat Ali Imran ayat 90 menerangkan bahwa dalam pergantian malam dan siang terdapat satu tanda bagi orang yang berakal. Artinya pergantian malam dan siang itu sendiri merupakan sebuah tanda. Tanda adalah sesuatu yang kehadirannya mewakili sesuatu yang lain. Tentunya sesuatu yang diwakili jauh lebih besar dari pada yang mewakilinya. Sebagaimana api jauh lebih dahsyat dari pada asap yang menandainya. Demikian pula yang terjadi dengan pergantian malam dan siang. Pada hakikatnya pergantian itu adalah sekedar penanda akan adanya sesuatu yang lebih dahsyat (Kekuaasaan Allah Yang Maha Kuasa).

Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur

Jika kita mau berpikir sejenak sesungguhnya malam merupakan sebuah misteri besar. Karena malam sengaja diciptakan dengan penuh kegelapan. Segala unsur negatif selalu saja diidentikkan dengan yang gelap dan hitam. Hitam dan gelap adalah dua hal yang menakutkan bagi manusia. Malam yang hitam seolah mengintai kelengahan manusia, karena malam mejadikan manusia terlelap dalam tidurnya. Begitu kekhawatiran manusia akan adanya yang gelap, hingga mereka berusaha mengubahnya menjadi terang. Dengan lampu, listrik dan cahaya buatan. Sehingga tidak salah jika malam difahami oleh sebagian orang sebagi ruang pergerakan mereka yang serba hitam.  

Berbeda dengan siang yang terang benderang. Segalanya menjadi jelas. Terang yang mengusir kegelapan difungsikan manusia sebagai ruang beraktifitas dan bekerja. Dengan yang terang tidak ada lagi yang ditakutkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh karena itulah, sebagai makhluk yang lemah Rasulullah saw mengajari umatnya untuk berdo’a menitipkan diri kepada-Nya ketika hendak terlelap dalam tidur, bukankah manusia tidak kuasa menjaga dirinya ketika terlelap. Manusia hendaklah pasrah kepada-Nya, karena manusia yang lemah tidak mungkin terjaga selamanya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bismika rabbi wa dha’tu janbi wa bika arfa’uhu fain amsakta nafsi farhamha wa in arsaltaha fahfadhha bima tahfidhu bihi ‘ibadakas shalihin

Dengan nama Engkau Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan nama-Mu pula aku bangun. Apabila Engkau menahan rahku, berilah rahmat padanya. Tapi jika Engkau melepaskannya, maka peliharalah sebagaimana engkau menjaga hamba-hambaMu yang shaleh. (Sahih Bukhari)

Demikianlah Rasulullah saw mengajari umatnya menitipkan diri kepada Allah swt Yang Maha Kuasa. begitu pula sepatutnya manusia bersyukur ketika berhasil melewati malam yang menakutkan dan kembali menikmati terang. Bukankah ketika manusia terlelap dalam tidurnya, segala hal yang tidak diinginkan bisa terjadi, mengingat punahnya kesadaran ketika manusia tertidur. Demikianlah Rasulullah saw dalam haditsnya mengajarkan umatnya untuk berdo’a sebagaimana terdapat dalam Sahih Tirmidzi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Alhamdulillahil ladzi ‘afani fi jasadi wa radda ‘alayya ruhi wa adzinli bi dzikrihi

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku, serta merestuiku untuk berdzikir kepadanya.

Melalui do’a ini sebenarnya Rasulullah saw memberikan peringatan kepada umatnya, pertama manusia selalu lengah ketika tidur. Kesadarannya hilang semua, sementara itu berbagai macam lobang dalam tubuh manusia tetap saja terbuka dan menganga. Apapun bisa terjadi, termasuk juga gangguan hewan melata. Karena itu ketika tersadar sudah selayaknya memanjatka syukur kepada-Nya. kedua bahwa dalam posisi tidur ruh manusia telah pergi, tetapi kemudian ketika terjaga ruh itu kembali. Sehingga momen kembalinya ruh ke dalam jasad ini perlu disyukuri. Bayangkan saja jika kemudian ruh itu bertukad jasad. Apa yang akan terjadi? Ketiga, manusia sebagai makhluk yang lemah haruslah sadar, bahwa kemampuan, pemahaman, pengetahuan dan kesadaran akan kekuasaan-Nya juga di dapat dari-Nya. Begitu pula kemampuan manusia mensyukuri nikmat-Nya, juga merupakan pemberian dari-Nya. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi