Selasa, 05 September 2017

Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Madrasah Aliyah Nahdlatul Ulama (MANU) Putri Buntet Pesantren, Cirebon, menggelar bazar pakaian murah di halaman sekolah tersebut. Para siswi menyerahkan pakaian masih layak guna kepada Ketua Murid masing-masing kelas. Lalu dikumpulkan di pengurus OSIS. Kemudian OSIS menjualnya ke khalayak dengan harga berkisar seribu sampai lima ribu rupiah.

Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Bazar Murah MANU Putri Buntet Pesantren untuk Hari Raya Yatim

Pembina OSIS MANU Putri Buntet Pesantren Titim Mutimmatunnur mengatakan, bazar yang berlangsung , pada Kamis (13/10) tersebut dalam rangka memperingati 10 Muharam.

“Tidak hanya baju, ada juga tas, sepatu dan lain-lain,” katanya ketika dihubungi Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rencananya, kata Titim, hasil penjualan bazar akan disumbangkan kepada anak yatim untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan pekan pada depan, Kamis (20/10).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kalau dana yang terkumpul melebihi target, akan kita belanjakan untukk barang-barang yang mereka butuhkan ditambah dengan uang jajan,” tulis guru bahasa Inggris itu.

Menurut KH Faris El Haq, tiap 10 Muharam diperingati sebagai hari raya anak yatim berdasarkan hadis Nabi, "Barangsiapa yang mengusap rambut anak yatim di hari Asyuro (10 Muharam) maka Allah SWT akan mengangkat derajatnya dengan setiap helai rambut yang diusap satu derajat." Ia menambahkan, 10 Muharam sebagai hari raya anak yatim dikutip dalam kitab Tanbihul Ghofilin

Lebih lanjut ia menjelaskan, setidaknya ada 12 Nabi yang mendapat kemenangan di hari yang mulia itu, yakni Nabi Adam As., Nabi Idris As., Nabi Musa As., Nabi Ibrahim AS., Nabi Nuh As., Nabi Yusuf As., Nabi Yakub As., Nabi Yunus As., Nabi Sulaiman As., Nabi Daud As., Nabi Isa As. dan Nabi Muhammad Saw. (Syakir NF/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga

“Sebentar lagi akan datang seorang laki-laki penghuni surga,” kata Rasulullah ketika sedang duduk-duduk bersama sahabatnya.

Sejurus kemudian seorang pria dari kalangan Anshor lewat di hadapan mereka. Air bekas wudhu menetes dari sela-sela jengotnya, sementara tangan kirinya terlihat sedang menenteng sendal.

Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga (Sumber Gambar : Nu Online)
Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga (Sumber Gambar : Nu Online)

Rahasia Amalan Lelaki Anshor Calon Penghuni Surga

Keesokan harinya Nabi mengatakan hal yang sama, dan lelaki Anshor itu kembali melintas di hadapan para sahabat. Peristiwa tersebut berulang lagi pada hari ketiga, dan tentu saja memancing rasa penasaran para sahabat.

Siapa sebenarnya lelaki penenteng sendal itu?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Diam-diam salah seorang sahabat, Abdullah bin Amr bin Ash, membuntuti lelaki tersebut.

“Aku sedang berseteru dengan ayahku. Aku bersumpah tak akan pulang ke rumah selama tiga hari. Jika diizinkan, aku ingin menginap di rumahmu selama tiga hari,” kata Abdullah kepada lelaki itu.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Silakan,” sambut lelaki Anshor.

Abdullah pun bermalam di sana sampai tiga hari. Dalam pengamatannya, selama rentang waktu itu, tak ada amalan spesial dari pria yang dikatakan Rasulullah sebagai ahli surga tersebut. Ia tak menjumpai sama sekali lelaki Anshor itu melaksanakan shalat malam. Hanya saja, tiap kali mebolak-balikkan badan di ranjangnya, lelaki itu membaca dzikir dan takbir sampai ia bangun untuk shalat subuh. Satu lagi, lelaki ini juga tak pernah berbicara kecuali yang baik.

Secara kasat mata, amalan lelaki Anshor ini tidak ada apa-apanya dibanding amalan sebagian sahabat lain yang begitu giat beribadah sepanjang waktu. Mereka bahkan sanggup bermunajat semalaman hingga terbit fajar kala kebanyakan orang masih terlelap di atas kasurnya.

Dari hasil ‘investigasi’ tersebut, hampir saja Abdullah meremehkan amalnya, sebelum akhirnya ia berterus terang seputar sandiwaranya: sesungguhnya ia tak punya masalah apa-apa dengan sang ayah. Abdullah lantas bercerita tentang statemen Rasulullah tentang ahli surga yang bikin penasaran itu, dan menginap tiga hari adalah cara untuk menguak rahasia amal si lelaki Anshor untuk ia tiru.

“Jujur saja, aku tidak melihat kau melakukan amal ibadah yang banyak. Lantas, amalanmu mana yang membuat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata demikian?” Tanya Abdullah.

“Tidak ada yang lain kecuali seperti yang kau saksikan,” jawabnya.

Abdullah berpaling hendak pergi namun langkahnya tertahan setelah lelaki Anshor itu memanggilnya.

“Tak ada amalan kecuali sebagaimana yang engkau lihat. Hanya saja, dalam diriku secuil pun tak ada keinginan menipu seorang Muslim pun, dan tidak pula aku pernah dengki kepada siapa pun atas nikmat yang Allah berikan kepadanya.”

“Ternyata amalan inilah menyebabkan kau memperoleh keististimewaan itu, amalan yang tidak mampu kami lakukan,” simpul Abdullah bin Amr bin Ash. (Mahbib)



* Dinarasikan dari matan hadits dalam Musnad Ahmad, diriwayatkan dari Abdur Razaq, dari Mamar, dari az-Zuhri, dari Anas bin Malik.
Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kiai, Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 04 September 2017

Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa

Pringsewu, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Segenap pengurus Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Kabupaten Pringsewu menyatakan siap menyukseskan Program Kebangkitan Zakat Indonesia pada tahun 2016 ini. LAZISNU telah menyusun sejumlah program kerja dan menyosialisasikannya ke masyarakat.

Demikian disampaikan Ketua LAZISNU Pringsewu Khairuddin di sela-sela rapat koordinasi pengurus, Selasa (14/6).

Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Sukseskan Zakat Nasional, LAZISNU Pringsewu Turun Kunjungi Warga di Desa-desa

Menurut Heru, berbagai program sudah disusun oleh LAZISNU Pringsewu untuk mensukseskan program tersebut. "Pekan depan kita akan mengadakan road show ke seluruh kecamatan di Kabupaten Pringsewu dalam bentuk sosialisasi LAZISNU kepada masyarakat," jelasnya.

Sosialisasi ini diharapkan memberikan informasi kepada masyarakat terkait mekanisme penyetoran dan penyaluran zakat yang dilakukan oleh LAZISNU Pringsewu. "Bagi masyarakat yang akan menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqah bisa langsung ke Kantor LAZISNU atau melalui rekening bank khusus milik LAZISNU Pringsewu," tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Zakat yang terkumpul itu akan disalurkan kepada mustahiqnya. Sementara shadaqah dan infaq akan disalurkan ke dalam empat sektor antara lain pendidikan, kesehatan, home industri dan penanganan bencana.

Heru mengajak masyarakat khususnya di Pringsewu untuk dapat menyalurkan zakat, infaq, dan shadaqahnya melalui rekening LAZISNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Untuk zakat di Rekening LAZISNU Kabupaten Pringsewu pada BRI Cabang Pringsewu dengan nomor 035801016988536 dan untuk infaq serta shadaqah di Rekening LAZISNU Kabupaten Pringsewu pada BRI Cabang Pringsewu dengan nomor 035801016989532," jelasnya.

Disamping mekanisme tersebut, masyarakat juga bisa langsung menyalurkannya ke Kantor Lazisnu Kabupaten Pringsewu di Gedung PCNU Pringsewu lantai tiga. "Atau juga bisa memanfaatkan layanan Jemput ZIS melalui telepon atau SMS di nomor 081369718849," jelasnya.

Dengan pelayanan dan kenyamanan mekanisme ini, ia optimis akan kesuksesan Program Tahun Kebangkitan Zakat Indonesia khususnya di Kabupaten Pringsewu akan terwujud. (Muhammad Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Humor Islam, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 03 September 2017

5000 Pramuka Santri Pecahkan Rekor MURI Indonesia

Tanah Laut, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sekitar lima ribu pramuka santri dari seluruh Indonesia tingkat penegak melakukan aksi pemecahan rekor MURI berupa “Konfigurasi Madihin dengan Jumlah Peserta Terbanyak”. Aksi itu dilakukan dalam Upacara Pembukaan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV (PPSN) di Bumi Perkemahan Agrowisata, Tambang Ulang, Tanah Laut, Kalimantan Selatan (2/6).

Madihin merupakan kesenian musik khas dari Kalimantan Selatan dalam bentuk pelantunan lagu/syair yang berisi pujian dan pesan penting tentang sejarah dan nilai-nilai nasionalisme, patriotisme, serta semangat kebersamaan Santri Bela Negara di dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

5000 Pramuka Santri Pecahkan Rekor MURI Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
5000 Pramuka Santri Pecahkan Rekor MURI Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

5000 Pramuka Santri Pecahkan Rekor MURI Indonesia

“Kami memilih Madihin ini untuk mendorong dan menumbuhkembangkan kesadaran pelastarian seni budaya di kalangan anak muda, khususnya santri,” ujar Mardani Zuhri, Koordinator kegiatan dan Perkemahan Pramuka Santri Nusantara IV (PPSN) yang juga menjabat sebagai Andalan Nasional Gerakan Pramuka Kwarnas dalam rilis yang dikirimkan ke Pondok Pesantren An-Nur Slawi.  

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Secara teknis, pemecahan rekor MURI Madihin ini dilakukan secara kolosal diiringi music dan tarian, dengan melibatkan seluruh peserta, panitia, pendamping, dan pimpinan kontingen daerah yang datang dari 33 provinsi di Indonesia. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam pidato sambutannya, Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifudin sangat mengapresiasi terlaksananya kegiatan kemah santri yang digelar setiap tiga tahun sekali ini.  

“Santri dan pramuka merupakan kombinasi identitas yang sangat pas.  Dari situ, alhamdulillah, banyak nilai dan ilmu yang ketika kita terjun di masyarakat manfaatnya sangat luar biasa,” ujar Lukman. 

Sementara itu, Wakil Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Marbawi A Katon, mengingatkan agar para pramuka santri ini bisa lebih meningkatkan kepedulian dan kehadirannya guna merespons berbagai musibah dan masalah sosial yang terjadi di masyarakat. 

“Saat ini banyak musibah dan masalah yang mendera bangsa ini. Saya berharap, di tangan kalianlah semua masalah itu bisa diselesaikan!” tandasnya. Red: mukafi niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaSantri, Makam, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Santri Putri Bahrul Ulum Tambakberas Gelar Aneka Lomba

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Santri putri Ribath Al-Mubtadiin Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang punya cara unik dalam memeriahkan HUT Ke-72 RI. Mereka mengisi kemerdekaan RI dengan mengadakan lomba-lomba ringan seperti makan kerupuk, memindahkan air dengan tangan, membawa tepung dan beberapa lomba lainnya, Ahad (20/8).

Lomba-lomba ini khusus santri putri dan dilakukan sejak pagi pukul 06.00 WIB hingga azan zuhur datang. Lokasi lomba berada di lahan kosong barat asrama putri Al-Mubtadiin. Panitianya juga perempuan. Mereka secara kreatif melakukan persiapan sendiri dan mengatur lomba sendiri.

Santri Putri Bahrul Ulum Tambakberas Gelar Aneka Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Putri Bahrul Ulum Tambakberas Gelar Aneka Lomba (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Putri Bahrul Ulum Tambakberas Gelar Aneka Lomba

Pengasuh Ribath, Hj Maslachatul Ammah (Neng Laha), menyebutkan lomba-lomba kecil ini bertujuan mengisi libur santri dan meningkatkan kekompakan antarsantri. Oleh karenanya, kebanyakan perlombaan yang dilakukan di sini lebih menekankan kerja tim.

"Pengasuh berharap ini bisa menjadikan hiburan yang mendidik bagi santri putri kita. Dalam lomba-lomba ringan ini saya anjurkan untuk lebih fokus ke kerja sama kelompok," jelasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Neng Laha mengaku membebaskan para santri memilih lomba yang mereka sukai dengan batasan harus ada nilai pendidikannya seperti pentingnya pemimpin, kerja sama, gotong royong, dan kesiagaan. Untuk hadiah perlombaan panitia juga menyiapkan berbagai hal unik lainnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hadiah lomba bukan berupa uang tunai, melainkan makanan ringan yang dimasukan ke dalam kardus besar. Hal ini menunjukkan bahwa tujuan lomba bukanlah hadiahnya melainkan proses lomba itu sendiri yang perlu dihayati. Meskipun begitu, para peserta tampak penuh ceria menjalani lomba yang disediakan panitia. Gelak tawa dan canda gurau terus mengalir deras selama proses lomba.

"Kita siapkan anggaran khusus buat lomba ini, itung-itung hiburan. Kasian anak-anak kalau libur sekolah dan ngaji hanya diisi dengan tidur di kamar," pungkasnya. (Syamsul Arifin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 02 September 2017

Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) Nahdlatul Ulama mengadakan kegiatan penyuluhan anti Narkoba, Kamis (3/10) kemarin, bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Malang.

Bertempat di Aula Pondok Pesantren PPAI An-Nahdliyah Kepuharjo Karangploso Malang, kegiatan dihadiri Maryoto, Kepala BNN Kabupaten Malang Bidang Pencegahan Narkoba di Lingkungan Pemuda, bersama beberapa aktivis BNN Kabupaten Malang yang lain.

Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015 (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah NU Dukung Indonesia Anti Narkoba 2015

Dari pihak kepolisian, hadir Kepala Kepolisian Sektor Karangploso, Aiptu Kasmaji dan anggotanya Soneta. Di samping juga Kepala Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Nahdlatul Ulama serta para guru dari pihak madrasah yang hadir pada saat acara pembukaan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam Sambutannya, H Kholil, selaku Kepala Madrasah, menyambut baik terselenggaranya acara ini yang telah diusahakan oleh para pengurus Organisai Siswa Intra Madrasah (OSIM) MA Nahdlatul Ulama dan IPNU-IPPNU MTs Nahdlatul Ulama. Ia yakin bahwa para siswa di lingkungan MTs dan MA NU sampai saat ini tidak bersentuhan dengan Narkoba.

“Saya yakin dan berharap agar murid-murid kami ini bersih dari pengaruh Narkotika dan obat terlarang yang lain,” ungkapnya, disambut tepuk tangan para siswa yang hadir.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam acara ini, para siswa diberi pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan berbagai jenis Narkoba. Serta dijelaskan bagaimana dampaknya jika semua itu disalahgunakan.

Selain dari pada itu, para pemateri dari BNN memberikan pengetahuan pada para siswa bahwa pada dasarnya, ada beberapa jenis narkoba yang bisa bermanfaat baik bagi manusia. Tentunya jika penggunaannya benar.

“Dalam penyuluhan ini, kami dijelaskan juga bahwa beberapa jenis narkotika bisa bermanfaat jika memang digunakan dalam kebaikan. Seperti obat bius dalam dunia kedokteran digunakan dalam operasi pembedahan,” kata dani Roziqin, salah seorang Panitia.

Kegiatan yang bertemakan “Creativity no Limit to Drugs: untuk Indonesia Bebas Narkoba 2015” ini berlangsung sampai hari Senin, 7 Oktober 2013 besok. Selain kegiatan indoor, juga ada beberapa kegiatan berupa aksi simpatik turun ke jalan dalam rangka kampanye anti narkoba. (Akhmad Nurkholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sambut Harlah, Pelajar NU Klaten Kaji Kitab "Irsyadus Sari"

Klaten, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menjelang peringatan Harlah (Hari Lahir) IPNU ke-61, PC IPNU-IPPNU Kabupaten Klaten kembali menggelar kajian kitab "Irsyadus Sari" karya KH Hasyim Asy’ari di Gedung PCNU Klaten, Ahad (22/2) lalu.

Kajian yang dibimbing oleh Wakil Rais Syuriyah PCNU Klaten KH Drs Muhammad Nawawi Syafi’i ini kembali membahas perihal tata krama bagi seorang penuntut ilmu.

Sambut Harlah, Pelajar NU Klaten Kaji Kitab Irsyadus Sari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Harlah, Pelajar NU Klaten Kaji Kitab Irsyadus Sari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut Harlah, Pelajar NU Klaten Kaji Kitab "Irsyadus Sari"

Diterangkan oleh Kiai Nawawi, bahwa seorang penuntut ilmu harus membersihkan hati dari penyakit hati, meluruskan niat mencari ilmu, menyegerakan waktu belajar, bersikap qana’ah, dan membagi waktu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Penuntut ilmu dan pembelajar hendaknya mengurangi makan dan minum, bersikap wira’i dan hati-hati terhadap hal-hal yang haram dan syubhat, mengurangi makan makanan yang menyebabkan lupa,” tutur Pengasuh Pesantren Roudhotus Sholihin Ceper Klaten tersebut.

Selain itu, tambahnya, pencari ilmu semestinya menyedikitkan tidur, dan meninggalkan pergaulan bebas dan pergaulan yang sedikit berpikir.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, ditemui seusai acara, Ketua PC IPNU Kabupaten Klaten, Ahmad Saifuddin juga mengungkapkan harapannya untuk IPNU di momen harlah ini.

“Semoga IPNU bisa lebih bersinergi dengan LP Maarif dan RMI, karena kantong kader tidak hanya di kecamatan, tapi juga di sekolah dan pesantren,” kata dia.

Ke depan, ia ingin IPNU tidak terkontaminasi politik praktis sehingga menyalahgunakan organisasi sebagai alat kampanye.?

Diharapkan pula olehnya, bahwa IPNU juga harus konsisten membantu permasalahan remaja dan pelajar, seperti narkoba, pergaulan bebas, miras, kemiskinan, dan putus sekolah. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi