Jumat, 04 Oktober 2013

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran

Jember, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Universitas Islam Jember (UIJ) terus berpartisipasi dalam melahirkan orang-orang terdidik di jagat nusantara ini. Hal ini bisa dilihat misalnya dari wisuda yang digelar perguruan tinggi milik NU Cabang Jember tersebut di hotel Bandung Permai, Sabtu (18/2).

Ada ada sekitar 350 mahasiswa diwisuda dalam rapat terbuka Senat UIJ tersebut. Mereka berasal dari Fakultas? Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Agama Islam (FAI), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Fakultas Pertanian dan Fakultas Hukum. Dari jumlah tersebut, peserta wisuda terbanyak berasal dari? FKIP dan FAI, yang masing-masing menyumbang? lebih dari 100 mahasiswa.

Menurut? ketua panitia wisuda, Akhmadi, wisuda kali? ini memang dibatasi karena beberapa pertimbangan.? “Peserta wisuda dibatasi karena? disesuaikan dengan kenyamanan fasilitas,” tukasnya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

UIJ Beri Perhatian Khusus bagi Penghafal Al-Quran

Yang menarik, di wisuda ini? terdapat 17 wisudawan yang hafal Al-Quran 30 juz. Mereka adalah mahasiswa Prodi Komunikasi, FISIP. Mereka dinyatakan lulus dengan indeks prestasi (IP)? rata-rata di atas tiga koma. UIJ sendiri tidak mempunyai lembaga sayap? yang menggodok? mahasiswa peminat hafalan Al-Quran, namun itu hasil kerjasama antara UIJ dengan sebuah lembaga hafalan Al-Quran di Kabupaten Jember.

“Ini merupakan komitmen kami untuk terus mendorong lahirnya orang-orang terdidik yang hafal Al-Quran,” ujar Rektor UIJ H. Abdul Hadi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejak beberapa tahun lalu, UIJ memberi perhatian khusus kepada calon mahasiswa penghafal Al-Quran. Mereka yang hafal Al-Quran minimal 5 juz, bisa kuliah di UIJ dengan beasiswa terbatas, yaitu membayar separuh dari biaya normal. Program tersebut diutamakan bagi anak-anak tokoh NU atau lulusan sekolah yang berafiliasi ke NU.

“Itu sebagai penghargaan kami kepada anak-anak muda yang hafal Quran sekaligus untuk merangsang kader-kader NU hafal Quran,” jelasnya. (Aryudi A. Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Pondok Pesantren, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 07 September 2013

IPNU-IPPNU Jakpus Berbagi Kurban

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Di momen Idul Adha ini, Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Jakarta Pusat bekerjasama dengan masyarakat sekitar wilayah gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban, Selasa (15/10).

Dalam aksi kepedulian ini, 2 ekor kambing dan 1 ekor sapi disembelih dan dipotong mulai pukul 08.00 sampai 12.00 WIB, dilanjutkan dengan pendistribusian daging kurban kepada warga sekitar gedung dan pimpinan anak cabang se-Jakarta Pusat.

IPNU-IPPNU Jakpus Berbagi Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jakpus Berbagi Kurban (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jakpus Berbagi Kurban

Acara ini direspon baik oleh pengurus Rukun Warga 03, Ruslan Raup. “Saya mengucapkan terima kasih banyak kepada kader-kaderpelajar NU Jakarta Pusat yang telahmemberikankontribusi kepada masyarakat kami,” ujarnya. 

“Saya berharap acara baik seperti ini dapat berlanjut ke depannya dan kami mendoakan tahun berikut bisa lebih banyak lagi,” tambah Ruslan

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PC IPNU Jakarta Pusat, Friady Maulana mengatakan, kegiatan pemotongan  hewan kurban ini adalah kali pertama selama periode kepengurusannya. Menurut dia, tahun ini adalah tahun percontohan bagi organisasinya yang mesti terus dilanjutkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Siti Syarifa selaku ketua panitia mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang mendukung dan mensukseskan acara ini dengan lancar. (Yudhipermana/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 15 Agustus 2013

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning

Pacitan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dekan Fakultas Teknik Informatika ITS Surabaya Agus Zainal Arifin menyatakan, laju perkembangan dunia teknologi makin hari semakin cepat. Untuk mempermudah dalam mempelajarai kitab kuning, para santri di pesantren dituntut untuk mengenal dan menguasai teknologi.

“Mari jadikan teknologi ini sebagai wasilah (perantara) untuk mencapai ghoyah (tujuan) dalam memahami kitab kuning,” demikian dikatakan Agus Zainal Arifin saat mengisi materi workshop "Peningkatan Mutu Teknologi dan Peningkatan Penguasaan Kitab Kuning Melalui Aplikasi Berbasis Internet", yang diadakan Badan Eksekutif Mahasantri (BEM) Ma’had Aly Attarmasi, Pesantren Tremas Pacitan, Ahad (1/4).

Agus yang menjabat Wakil Ketua Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah (PP RMI NU) itu mengatakan, dewasa ini modal untuk mempelajari kitab kuning sebagai literatur dan referensi Islam tidak cukup hanya dengan menggunakan ilmu alat saja, seperti nahwu dan sharaf. Namun harus dipadukan dengan teknologi. Teknologi, menurutnya mempunyai arti yang sangat luas. 

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)
Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning (Sumber Gambar : Nu Online)

Dekan ITS: Teknologi Penting untuk Memahami Kitab Kuning

“Kehadiran teknologi bukan bermaksud menggantikan posisi kiai dan kitab kuning, bukan. Justru teknologi hadir untuk mempermudah para kiai dan santri dalam mempelajari kitab kuning,” jelas doktor lulusan Hiroshima University, Jepang itu.

Ia menambahkan, pesantren tidak boleh menjadi bagian dari komunitas yang tertinggal dalam pengusaan teknologi.  Di lingkungan pesantren, antara penguasaan kitab kuning dan teknologi harus berimbang.  Apalagi dengan tibanya era digital, maka semua sudah didigitalkan termasuk kitab kuning. Saat ini aplikasi kitab kuning yang berbasis android sudah banyak beredar, para santri didorong untuk dapat memanfaatkanya.

Monggo (silahkan) software- software kitab kuning, yang berbasis android kita download. Untuk mempermudah kita dalam belajar, untuk mencari takbir bahtsul masail dan lain-lain,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Agus pun mendorong para santri di pesantren untuk tekun belajar dan lebih kreatif lagi. Kedepan para santri tidak boleh hanya menjadi penikmat aplikasi berbasis android, namun harus mampu menciptakan sendiri aplikasi-aplikasi kitab kuning berbasis android tersebut. 

Sementara itu, Direktur Ma’had Aly Attarmasi KH Luqman Harits mengajak kepada para santri untuk lebih meningkatkan penguasaan kitab kuning. Sebab kitab kuning merupakan literatur warisan para ulama pendahulu dan merupakan kebanggan para santri di pesantren.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Oleh karena itu, kita tidak boleh lemah dalam menguasai kitab kuning,” harapnya. (Zaenal Faizin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan, Berita Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 07 Agustus 2013

Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara International Conference of the Moderate Islamic Leaders (Isomil) baru-baru ini menghadirkan sejumlah utusan dari negara-negara di Timur Tengah. Setelah mendengar presentasi tentang NU ajaran Islam yang damai, mereka menginginkan NU bisa didirikan di negerinya, beranggotakan warga Arab, bukan mahasiswa atau pekerja migran asal Indonesia sebagaimana yang terjadi saat ini.

Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab (Sumber Gambar : Nu Online)
Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab (Sumber Gambar : Nu Online)

Utusan Arab Inginkan NU Ada di Negerinya, Beranggotakan Warga Arab

Kiai Said Aqil Siroj, Ketua Umum PBNU menyatakan, belum bisa memutuskan apakah permintaan tersebut diterima atau tidak. “Ini akan kita masukkan dalam agenda rapat untuk dibahas bersama,” katanya di gedung PBNU, Rabu (18/5).

Saat ini NU dengan anggota warga asing yang sudah eksis adalah NU Afganistan dan menunjukkan perkembangan signifikan dengan banyaknya ulama yang bergabung.

Kiai Said menyatakan syukurnya atas kesuksesan acara tersebut. “Alhmadulillah, Isomil di luar dugaan sukses besar dan respon dari media seluruh dunia bisa kita lihat. Artinya, cara pandang Islam Nusantara yang lagi ditunggu-tunggu dunia, terutama dunia Islam,” tandasnya.?

Kiai Said mengungkapkan, meskipun dalam pertemuan tersebut ia mengkritisi kondisi di Timur Tengah yang tidak selesai dirundung masalah, para utusan yang datang ke pertemuan tersebut tidak menunjukkan sikap marah sebagaimana yang dikhawatirkan.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Memang kenyataannya seperti itu. Mereka sedang mencari cara bagaimana bisa hidup dengan damai,” katanya.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejumlah ulama Marokko dalam acara Isomil ini menyatakan, memang kondisi Timur Tengah dan Indonesia tidak bisa disamakan. Nasionalisme yang ada di Indonesia bisa digabungkan dengan agama, sebagaimana diajarkan oleh para pendiri bangsa seperti Indonesia seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Ahmad Dahlan, Cokroaminoto, dan lainnya. Nasionalisme di jazirah Arab dikembangkan oleh Partai Baath yang bersifat sosialis sehingga ditolak oleh para ulama. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Makam, Tegal Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 04 Juli 2013

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua PCNU Jombang, KH Salmanudin Yazid mengungkapkan, dalam memperingati momentum Hari Santri Nasional (HSN), santri dapat meniru perjuangan dan spirit ulama dalam menjaga serta mempertahankan NKRI.

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Didorong Teladani Spirit Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Didorong Teladani Spirit Ulama

"Peringatan hari santri yang akan kita peringati pada 22 Oktober, hendaknya dijadikan momen yang tepat untuk meneladani spirit para ulama untuk menjaga keutuhan NKRI dan bangsa Indonesia," ujarnya, Rabu (2/10).

Sejarah mencatat, papar dia, pembangunan bangsa dan Negara Indonesia memang tidak lepas dari peran santri dan pesantren. Dua komponen ini yang sering disebut dengan dua pilar pembangunan bangsa dan negara.

"Santri dan pesantren adalah dua pilar yang tidak terpisahkan dalam menegakkan NKRI," jelas Gus Salman, sapaan akrab KH Salmanudin Yazid.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Untuk itu, ia berharap peran atau kontribusi yang telah dicetak para santri dan pesantren, tetap diperhatikan. "Jadi sangat wajar jika amanah untuk membangun Indonesia, juga menjadi tanggung jawab santri dan pesantren," ujar dia. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 29 April 2013

Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sarbumusi, Sarikat Buruh Muslimin Indonesia, badan otonom perburuan di bawah naungan NU, mendesak Kemenakertrans untuk segera merevisi undang-undang ketenagakerjaan, UU nomor 13 tahun 2003. Revisi ini penting untuk menentukan kepastian nasib terutama tenaga kerja kontrak.

"Undang-undang tersebut dinilai belum mengatur penerapan sistem penggunaan tenaga kerja oleh perusahaan, bagaimana sistem kerja kontrak, dan outsourching. Sementara kerja kontrak semakin marak setelah krisis ekonomi dunia tahun 2008," demikian dalam rilis pers yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Ahad (30/9).

Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak (Sumber Gambar : Nu Online)
Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak (Sumber Gambar : Nu Online)

Sarbumusi Desak Penghapusan UU Pasal Buruh Kontrak

Karena belum adanya aturan jelas, tenaga kerja kontrak mengalami keresahan yang terkait dengan jaminan kesejahteraan dan kelayakan hidup.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tenaga kerja kontrak sering menjadi korban. Pihak perusahaan tempat mereka bekerja dan pihak perusahaan penyalur saling melempar tanggung jawab perihal kesejahteraan, kesehatan, keamanan, dan jaminan hidup ketenagakerjaannya.

Selain itu, UU di atas belum memihak buruh kontrak terkait pemotongan gaji oleh pihak perusahaan penyalur mereka. Atas nama administrasi dan kerjasama, pihak perusahaan penyalur memangkas hak buruh kontrak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sarbumusi mengusung gagasan bahwa yang dikontrak hanya jenis pekerjaan, bukan tenaganya. Dengan logika ini, tenaga kerja kontrak memiliki hak dan jaminan seperti yang dimiliki tenaga kerja tetap.

Atas dasar pertimbangan tersebut, Sarbumusi membuat sejumlah pernyataan sikap. Sarbumusi mendukung revisi UU nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dengan mengawal seluruh proses revisi agar sesuai dengan kepentingan buruh.

Sarbumusi menolak hasil kajian LIPI atas UU tersebut karena substansi kajian itu banyak merugikan kepentingan buruh. Terakhir, Sarbumusi mendesak DPR dan Pemerintah untuk menghapus pasal terkait tenaga kontrak dalam revisi UU nomor 13 tahun 2003.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 10 April 2013

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Komunitas Mata Air Kabupaten Jepara, Sabtu-Ahad (13-15/02) menggelar kegiatan leadership camp. Pelatihan tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, keorganisasian dan kepedulian kader terhadap masalah-masalah lingkungan. Kegiatan yang merupakan salah satu program tahunan Mata Air Jepara itu dilaksanakan di sekitar destinasi wisata Guamanik, Donorojo, Jepara.

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sembari Pembinaan Anggota, Mata Air Jepara Kenalkan Destinasi Wisata Daerah

Ika Widya, selaku panitia leadership camp mengatakan bahwa tahun ini merupakan kali kedua kegiatan tersebut dilaksanakan. “Setiap tahunnya kita melaksanakan seperti ini, agar kader Mata Air dapat seimbang antara akademik di kampus dan peran mengembangkan daerah,” katanya.

Dia mengatakan bahwa kegiatan tersebut diisi dengan berbagai acara, diantaranya materi kepemimpinan, keaswajaan, apresiasi budaya, hingga outbound.?

“Kita memilih tempat diujung Jepara ini agar anggota Mata Air tahu bahwa di daerah kita ada tempat sebagus ini,” jelasnya.

Adib Khoiruzzaman, pembina Mata Air Kabupaten Jepara dalam nasehatnya menegaskan bahwa semua kader Mata Air Jepara harus memegang nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah di manapun berada.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saat ini ancaman terhadap faham radikal begitu besar, kampus menjadi salah satu gerbang masuknya paham radikal, sehingga kalian semua harus memegang teguh prinsip aswaja di manapun berada,” tegasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menghimbau kepada seluruh anggota Mata Air Jepara untuk aktif berorganisasi, baik di kampus maupun di daerah.?

“Semakin orang berkumpul dengan banyak orang, maka akan semakin banyak pelajaran hidup yang didapatkan, maka berorganisasi adalah salah satu kunci sukses seorang,” pungkasnya. (Mazid Maulana/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi