Jumat, 11 September 2009

Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf

Bandar Lampung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Orang yang memaafkan lebih mulia daripada yang meminta maaf. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua PWNU Lampung H Solihin (Gus Coing), di Bandar Lampung, Jumat (3/2).

“Kita waspadai pihak-pihak yang ingin mengadu domba. Ketika Rais Aam kita, KH Ma’ruf Amin jadi obyek pemberitaan tidak pantas. Wajar jika Ansor dan Banser marah. Kita boleh menunjukkan kecintaan pada ulama,” ujar pria yang karib dipanggil Gus Coing itu.

Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemberi Maaf Lebih Mulia Ketimbang Peminta Maaf

Namun demikian, kata dia lagi, Indonesia hidup dalam kemajemukan dan Nahdlatul Ulama berkomitmen menjaga negara yang beragam agama hingga suku ini.? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Menyikapi situasi terakhir ini. Saya berkomunikasi dengan Sekjen PP GP Ansor sahabat Adung Abdul Rohman. Ansor dan Banser sudah mencintai ulama. Tapi Kiai Ma’ruf sudah memaafkan Ahok. Jadi kita ikuti kiai kita,” ujar Gus Coing yang juga Sekretaris Koordinator Wilayah Sumatera PP GP Ansor itu pula.

Ia lalu menambahkan, tugas santri memaafkan, tapi tidak menghilangkan ruh hingga muruah dalam menjaga kiainya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Orang yang memberi maaf lebih mulia dari orang yang meminta maaf. Jadi tidak boleh ada yang melangkah tanpa komando PBNU dan PP GP Ansor. Di dalam hati santri dan warga NU sudah jelas, menjaga kewibawaan NKRI hingga kiainya,” katanya lagi.

Terkait situasi negara saat ini, Sekretaris PW GP Ansor Lampung Budi H Yunanto mengharapkan, NU beserta badan otonomnya diberi kekuatan untuk menjaga kebhinekaan NKRI. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 02 September 2009

Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.”

Dari Demikian surat Ali Imran ayat 90 menerangkan bahwa dalam pergantian malam dan siang terdapat satu tanda bagi orang yang berakal. Artinya pergantian malam dan siang itu sendiri merupakan sebuah tanda. Tanda adalah sesuatu yang kehadirannya mewakili sesuatu yang lain. Tentunya sesuatu yang diwakili jauh lebih besar dari pada yang mewakilinya. Sebagaimana api jauh lebih dahsyat dari pada asap yang menandainya. Demikian pula yang terjadi dengan pergantian malam dan siang. Pada hakikatnya pergantian itu adalah sekedar penanda akan adanya sesuatu yang lebih dahsyat (Kekuaasaan Allah Yang Maha Kuasa).

Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Istimewa Sebelum dan Sesudah Tidur

Jika kita mau berpikir sejenak sesungguhnya malam merupakan sebuah misteri besar. Karena malam sengaja diciptakan dengan penuh kegelapan. Segala unsur negatif selalu saja diidentikkan dengan yang gelap dan hitam. Hitam dan gelap adalah dua hal yang menakutkan bagi manusia. Malam yang hitam seolah mengintai kelengahan manusia, karena malam mejadikan manusia terlelap dalam tidurnya. Begitu kekhawatiran manusia akan adanya yang gelap, hingga mereka berusaha mengubahnya menjadi terang. Dengan lampu, listrik dan cahaya buatan. Sehingga tidak salah jika malam difahami oleh sebagian orang sebagi ruang pergerakan mereka yang serba hitam.  

Berbeda dengan siang yang terang benderang. Segalanya menjadi jelas. Terang yang mengusir kegelapan difungsikan manusia sebagai ruang beraktifitas dan bekerja. Dengan yang terang tidak ada lagi yang ditakutkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh karena itulah, sebagai makhluk yang lemah Rasulullah saw mengajari umatnya untuk berdo’a menitipkan diri kepada-Nya ketika hendak terlelap dalam tidur, bukankah manusia tidak kuasa menjaga dirinya ketika terlelap. Manusia hendaklah pasrah kepada-Nya, karena manusia yang lemah tidak mungkin terjaga selamanya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bismika rabbi wa dha’tu janbi wa bika arfa’uhu fain amsakta nafsi farhamha wa in arsaltaha fahfadhha bima tahfidhu bihi ‘ibadakas shalihin

Dengan nama Engkau Tuhanku, aku meletakkan lambungku. Dan dengan nama-Mu pula aku bangun. Apabila Engkau menahan rahku, berilah rahmat padanya. Tapi jika Engkau melepaskannya, maka peliharalah sebagaimana engkau menjaga hamba-hambaMu yang shaleh. (Sahih Bukhari)

Demikianlah Rasulullah saw mengajari umatnya menitipkan diri kepada Allah swt Yang Maha Kuasa. begitu pula sepatutnya manusia bersyukur ketika berhasil melewati malam yang menakutkan dan kembali menikmati terang. Bukankah ketika manusia terlelap dalam tidurnya, segala hal yang tidak diinginkan bisa terjadi, mengingat punahnya kesadaran ketika manusia tertidur. Demikianlah Rasulullah saw dalam haditsnya mengajarkan umatnya untuk berdo’a sebagaimana terdapat dalam Sahih Tirmidzi

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Alhamdulillahil ladzi ‘afani fi jasadi wa radda ‘alayya ruhi wa adzinli bi dzikrihi

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku, serta merestuiku untuk berdzikir kepadanya.

Melalui do’a ini sebenarnya Rasulullah saw memberikan peringatan kepada umatnya, pertama manusia selalu lengah ketika tidur. Kesadarannya hilang semua, sementara itu berbagai macam lobang dalam tubuh manusia tetap saja terbuka dan menganga. Apapun bisa terjadi, termasuk juga gangguan hewan melata. Karena itu ketika tersadar sudah selayaknya memanjatka syukur kepada-Nya. kedua bahwa dalam posisi tidur ruh manusia telah pergi, tetapi kemudian ketika terjaga ruh itu kembali. Sehingga momen kembalinya ruh ke dalam jasad ini perlu disyukuri. Bayangkan saja jika kemudian ruh itu bertukad jasad. Apa yang akan terjadi? Ketiga, manusia sebagai makhluk yang lemah haruslah sadar, bahwa kemampuan, pemahaman, pengetahuan dan kesadaran akan kekuasaan-Nya juga di dapat dari-Nya. Begitu pula kemampuan manusia mensyukuri nikmat-Nya, juga merupakan pemberian dari-Nya. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 27 Agustus 2009

Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengasuh PPMQ Al-Qolam Papua Barat Ustadz Darto Syaifudin memiliki pengalaman pribadi terkait logo NU dan foto beberapa tokohnya seperti Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari dan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur).?

Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Lantaran Logo dan Foto Tokoh NU, Pesantren Al-Qolam Tak Dihancurkan

Karena mendirikan pesantren, Ustadz Darto hendak diusir bahkan dibunuh warga sekitar. Ia dianggap ikut serta menyebarkan paham-paham Islam keras yang tak disukai mereka. Namun urung diusir karena di pesantrennya terdapat logo NU dan tokohnya.?

Alumni Madrasatul Quran Tebuireng (MQ) ini merantau ke ujung timur Indonesia, Papua Barat, tahun 2000. Di sana ia mulai aktivitas dengan pekerjaannya sebagai penjual ayam. Langganannya adalah warga pendatang dan asli.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun, dalam melakukan penyembelihan, menurut dia, mereka masih belum sempurna secara syari. Ia sedikit demi sedikit memberi arahan sebagaimana ajaran Islam yang benar dalam penyembelihan.?

“Alhamdulillah berhasil dan banyak yang mulai meniru,” katanya Jumat (26/5).?

Di Papua Barat, Muslim sangat minoritas. Islam yang minoritas ini pun didominasi aliran garis keras yang gampang mengafirkan kalangan Islam sendiri yang tak sehaluan dengan mereka apalagi orang non-Muslim. Sehingga masayarakat asli merasa terusik.?

Kondisi ini kemudian menjadi hantu saat awal pembangunan PPMQ Al-Qalam. Mereka menolak berdirinya PPMQ Al-Qalam. Pasalnya Ustadz Darto Syaifudin sebagai bagian Islam garis keras.?

Sikap penolakan mereka tidak tanggung, Majelis Rakyat Papua mengepung sekitar pondok dengan dengan membawa berbagai macam senjata tajam ? seperti tombak, panah, parang dan sebagainya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tak lama kemudian, mereka langsung masuk ke ruang utama pondok. Di saat itulah mereka melihat logo NU, foto Gus Dur, kalender Tebuireng dan MQ, foto Mbah Hasyim Asy’ari.?

Aneh, kepala suku mereka tak melakukan apa-apa, malah kemudian berteriak:

"Berhenti, kau punya pesantren ada hubungan apa dengan Tebuireng dan foto-foto ini?" ungkapnya dengan menirukan logat mereka.

"Saya diam tidak menjawab karena memang kondisi saat itu mencekam. Akhirnya mereka meletakkan senjata, duduk dengan hormat mengikuti kepala suku besarnya. Mereka berteriak: ? ‘Gus Dur... Gus Dur,.. Kita punya orang tua NU kita punya Saudara’,” sambung dia.

Pada saat itu juga tanpa diduga, niat mereka tiba-tiba menjadi baik dan mulia. Mereka menyatakan kepada Ustadz Darto akan menjaga pesantrennya. "Pak Ustadz, mulai detik ini kami yang menjaga pesantren ini, kami yang jaga, lalu mereka berteriak bersama-sama tanda mendukung. Alhamdulillah sampai detik ini pesantren kita berdiri dengan dukungan mereka juga”, tuturnya.

Menurut dia, ridho dan doa guru-guru kita di pondok pesantrn sangatlah penting saat mengamalkan ilmu.?

“Sekali lagi, berpeganglah pada Al-Qur’an dan berdakwalah dengan akhlak yang sejuk,” Pesan dia. (Syamsul Arifin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Tegal, IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 20 Agustus 2009

Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi

Pematangsiantar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara berkomitmen menjadikan momen pergantian tahun untuk mengintensifkan kaderisasi. Pengaderan dinilai penting untuk menjamin keberlanjutan organisasi NU dan paham Ahlussunnah wal Jama’ah dalam kehidupan masyarakat dan bangsa Indonesia.

Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergantian Tahun, Momen Ansor Pematangsiantar Galakkan Kaderisasi

Ketua PC GP Ansor Kota Pematangsiantar Arjuna menyebutkan, pihaknya bertekad untuk membentuk kader yang memiliki kecakapan mengelola organisasi dan profesional dalam bidang-bidang tertentu, di samping membentuk kader yang berkarakter, berdedikasi, dan berintegritas tinggi.

Setelah menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) angkatan ke-2 pada Oktober 2016, selanjutnya GP Ansor Kota Pematangsiantar akan menyelenggarakan Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) angkatan ke-2 pada Januari 2016 di kota setempat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ini merupakan program di akhir awal tahun 2017. Mulai petengahan tanggal 15 Desember 2016 sampai 10 Januari 2017 dibuka pendaftaran masa penerimaan anggota,” ujar Arjuna, Rabu (28/12).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Wakil Sekretaris PC GP Ansor Kota Pematangsiantar Erwin yang juga sekretaris Lembaga Kaderisasi menyatakan bahwa PKD adalah pendidikan dan pelatihan kader jenjang awal dalam sistem kaderisasi GP Ansor yang dimaksudkan untuk mencetak kader pemimpin organisasi dan masyarakat di tingkatan Pimpinan Ranting atau desa/kelurahan dan Pimpinan Anak Cabang atau kecamatan. Setelah dibuka pendaftaran selama seminggu, sudah ada 25 orang mendaftar yang sesuai persyaratan dan peserta akan dibatasi maksimal hanya 120 peserta.

Ustadz Nurherman selaku panitia pelaksana PKD menyatakan, dalam kegiatan PKD peserta atau calon anggota Ansor akan diberikan materi-materi oleh Tim Instruktur Nasional, Wilayah maupun Cabang. Materi pokok pada PKD terdiri dari Ahlussunnah wal Jama’ah I, Keindonesiaan dan Kebangsaan, Ke-Nahdlatul Ulama-an I, Ke-GP Ansor-an I, Amaliyah dan Tradisi Keagamaan NU, dan Pengantar Dasar Keorganisasian.

Selain materi pokok juga ada materi tambahan seperti ceramah dari Instansi terkait (Dinas Pemuda dan Olahraga, BNN, Polres, Kementerian Agama) dan praktek FGD, RIHLAH, GAME. Pembukaan PKD akan dirangkai dengan Seminar Anti Narkoba.? Pelaksanaan PKD paad tanggal 27-29 Januari 2017 di Balai Diklat Kehutanan Pematangsiantar yang akan dibuka langsung oleh Ketua Umum PP GP Ansor.

Arjuna menambahkan, pada rapat panitia PKD PAC, sesuai arahan Pimpinan Pusat GP Ansor, kaderisasi dilakukan dari bawah, yaitu dari Pimpinan Anak Cabang Kecamatan, untuk PKD Angkatan ke II ini di dilakukan di PAC GP Ansor Kecamatan Siantar Martoba dengan peserta dari 8 kelurahan yang masing-masing 15 orang per Kelurahan, setelah di PKD peserta akan menjadi pengurus Pimpinan Ranting GP Ansor Kelurahan masing-masing. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen, Habib, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 18 Agustus 2009

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Komunitas alumni Pondok Pesantren Sidogiri, Jawa Timur, yang tergabung dalam Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) resmi mendirikan Lembaga Sertifikasi Halal. Sebagai unit kerja IASS, lembaga ini ditargetkan langsung bisa bekerja melayani masyarakat pelaku usaha yang membutuhkan.

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Sidogiri Dirikan Lembaga Sertifikasi Halal

"Pada awalnya kami sempat berpikir untuk bergabung saja dengan Badan Halal NU, namun setelah dapat masukan dari PBNU tentang kebutuhan masyarakat yang begitu besar, akhirnya kami pun berdiri sendiri," Kata Ustadz Baihaqi Juri, salah seorang pengurus Lembaga Halal IASS Sidogiri, dalam rilis pers yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Senin (26/5).

Sementara itu Ketua Dewan Tahqiq Lembaga Halal Sidogiri, KH Muzakky mengatakan lembaga halal sudah siap bekerja dengan sasaran awal produk-produk alumni Sidogiri yang tersebar di berbagai daerah. "Kita layani produk-produk sendiri yang mendesak membutuhkan sambil terus menyempurnakan tata kerja," Kata Kiai Zakky.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebelumnya IASS telah berkonsultasi dengan Badan Halal NU terkait persiapan pendirian lembaga halal di lingkungannya. Dengan potensi pasar IASS lebih dari tiga juta dan pelaku usahanya yang sudah terbina lama, IASS merasa perlu menguatkan kualitas pelaku usaha mereka melalui sertifikasi halal (haqi).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Seperti diketahui, Pesantren Sidogiri adalah salah satu pesantren di lingkungan NU yang paling sukses dalam bidang ekonomi. Selain berhasil mengembangkan lembaga keuangan dan badan usaha di pesantren, jaringan alumninya cukup kuat dan lebih fokus bergerak di bidang pengembangan ekonomi. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pemurnian Aqidah, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 07 Juli 2009

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Pati, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta pemerintah mengkaji ulang rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Muria di Ujung Lemah Abang Desa Balong, Kecamatan Kembang, Jepara, Jawa Tengah. Pasalnya, lokasi tersebut jaraknya masih berdekatan dengan pemukiman warga di sejumlah kota sekitar.

Kekhawatiran tersebut, kata Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Anas Tahir cukup beralasan. Sebab, pihaknya menilai Indonesia belum siap dengan keberadaan PLTN, utamanya dalam hal sumber daya manusia (SDM).

Pemerintah seharusnya menghentikan rencana itu, karena masyarakat melakukan penolakan. “Kalau pun ingin memaksakan membangun PLTN harus mencari lokasi sejauh mungkin dari pemukiman dan benar-benar terisolir,” jelas Anas kepada wartawan usai membuka Gelar Budaya Rakyat yang diselenggarakan Lembaga Seniman dan Budaya Indonesia (Lesbumi) NU di pelataran Stadion Joyokusumo, Pati, Jawa Tengah, Jumat (13/7) kemarin.

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Minta Pemerintah Kaji Ulang Pembangunan PLTN Muria

Ia mengatakan, pemerintah harus rasional dalam mempersiapkan tenaga profesional dalam pembangunan PLTN. Karena dia menilai, masyarakat sampai saat ini masih belum bisa menerima dan belum siap atas keberadaan itu.

“Sebaiknya pemerintah tidak terburu-buru membangunnya. Lebih baik dilakukan kajian yang lebih mendalam dan harus jujur pada masyarakat tentang keunggulan dan kekurangan PLTN,” harapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sejauh ini, informasi yang diterima pihaknya, kajian PLTN Muria masih dalam proses dan belum selesai. Sehingga, aksi penolakan dari masyarakat, baginya, adalah sikap yang semestinya sebelum terlanjur dibangun.

Sementara itu, berkaitan dengan gencarnya aksi penolakan yang dilakukan masyarakat di semenanjung Muria, pihaknya bakal mengikuti. “Kalau keinginan sebagian besar masyarakat menolak, ya kami juga akan menyatakan sikap menolak. Toh, sebagian besar masyarakat tersebut warga nahdliyin (sebutan untuk warga NU),” tandasnya. (man/gpa)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 19 Juni 2009

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU

Banda Aceh, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Aceh mengelar rapat bersama pengurus di kantor PWNU setempat, Selasa (19/11) kemarin dalam rangka penyambutan kedatangan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj ke Aceh pada akhir bulan ini.

Rapat kali ini dihadiri beberapa sesepuh PWNU Aceh. Tgk. Asnawi, Sekretaris PWNU Aceh mengatakan, Ketum PBNU dijadwalkan akan menghadiri kunjungan ke Aceh pada Tanggal 29 November 2013 dalam rangkaian kegiatan diantaranya akan bertindak sebagai pemateri pada acara Seminar Internasional yang dilaksanakan oleh panitia Mubes ke-II PB Huda Aceh.

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Aceh Sambut Kedatangan Ketum PBNU

Tgk. H. Faisal Ali, Ketua PWNU Aceh mengatakan, Ketum juga akan memberikan taushiyah kepada warga Nahdiyin di provinsi Aceh sehari setelah acara Huda.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain membahas tentang penyambutan Ketum dalam rapat tersebut pengurus PWNU Aceh juga membahas tentang perkembangan lembaga pendidikan NU, kata Abu Faisal. (Tgk Muslem/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul, Cerita Pondok Pesantren An-Nur Slawi