Kamis, 24 November 2016

PBNU Nilai Tes Keperawanan Terlalu Mengada-Ada

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai tes keperawanan sebagai syarat pendaftaran siswi baru terlalu mengada-ada. Wacana yang digelontorkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Prabumulih Sumatera Selatan itu bukanlah solusi moral bagi dunia pendidikan.

Demikian dikatakan Katib Aam PBNU KH Malik Madani saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di kantor PBNU jalan Kramat Raya nomor 164, Jakarta Pusat, Rabu (21/8) malam.

PBNU Nilai Tes Keperawanan Terlalu Mengada-Ada (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Nilai Tes Keperawanan Terlalu Mengada-Ada (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Nilai Tes Keperawanan Terlalu Mengada-Ada

“Daripada mengantisipasi, wacana itu justru berdampak sebaliknya. Wacana tes keperawanan bisa jadi menggiring perhatian publik terutama kalangan pelajar kepada dunia seksual,” kata KH Malik Madani.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Cara antisipasi perilaku seksual dini bukan menghadang remaja untuk melanjutkan pendidikan di tengah jalan. Pendidikan dalam hal ini, menurut KH Malik, harus membekali moralitas pelajar melalui proses panjang sejak sekolah tingkat paling rendah hingga sekolah tinggi.

Lembaga pendidikan tidak bertugas untuk memblokir calon siswi baru. Hilangnya keperawanan lebih merupakan tanggung jawab kepolisian memberikan tindakan-tindakan hukum terhadap kejahatan seksual, kata KH Malik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Saya, lanjut KH Malik, mengerti bahwa itikad itu baik untuk memelihara integritas moral calon siswi. Tetapi caranya tidak harus seperti itu. Saya tidak melihat efektifitasnya kalau aturan itu diberlakukan.

Andaikan aturan ini diberlakukan, tentu ini akan menjadi keresahan umum, pungkas KH Malik Madani.

Penulis: Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pahlawan, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 12 November 2016

Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar

Oku Timur, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Korp PMII Putri Oku Timur, Sumatera Selatan mengadakan pendidikan dasar Sekolah Kader KOPRI (SKK) Se-Sumatera di aula Balai Benih Induk Pertanian Gumawang. Sekolah yang melibatkan lima cabang KOPRI ini berlangsung empat hari sejak Kamis-Ahad (8-11/5).

Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar

Kegiatan ini, kata Ketua panitia Septiana Ulandari yang didampingi Ketua PK PMII STKIP OKU Timur Nurul Huda, diikuti 28 peserta. Mereka datang dari KOPRI Batang Hari Jambi, Palembang, Oku Induk, Ogan Komering Ilir, dan KOPRI PMII Oku Timur sendiri.

Ketua KOPRI PKC PMII Sumsel Heni Iswanti mengatakan, pelaksanaan SKK ini menjadi kado istimewa dan obat buat Ketua KOPRI PMII OKU Timur Eka Prayuningsih yang mengalami kecelakaan saat mempersiapkan SKK ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Heni, Ketua KOPRI Oku Timur 2011-2012 ini mengajak hadirin untuk berdoa agar Eka segera diberikan kesembuhan.

Ketua PMII OKU Timur Sutikno berharap kegiatan SKK harus benar-benar mendongkrak semangat perjuangan kaum perempuan di era modern. Forum ini diharapkan melahirkan pemikiran-pemikiran cerdas buat kejayaan organisasi khususnya dan buat bangsa ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Apalagi sebentar lagi kongres. Silakan sahabati merekomendasikan gagasan-gagasan mulia pada forum kongres nanti,” kata Sutikno, Kamis (8/5). (Heri Amanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaSantri, Pahlawan, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 11 November 2016

Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa

Bangka Tengah, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Karakter atau identitas bangsa harus diperkuat seiring derasnya arus modernisasi yang berpotensi menggerus. Pramuka sebagai salah satu penanaman karakter bangsa harus mengambil peran terdepan untuk menyiapkan generasi bangsa yang unggul.

Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pramuka Madrasah Modal Kuat Membangun Karakter Bangsa

Langkah ini dilakukan oleh Kementerian Agama dengan menggelar Perkemahan Pramuka Madrasah Nasional (PPMN) ke-3 di Bangka Tengah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, 14-20 Mei 2017.?

Dalam upacara pembukaan PPMN tersebut, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin mengutarakan, kegiatan perkemahan ini merupakan instrumen strategis bagi pengarusutamaan karakter bangsa.?

Siswa madrasah dengan ciri khas pendidikan Islamnya makin lengkap jika diperkuat oleh wawasan kebangsaan. Sebab itu menurut Kamaruddin, perkemahan ini merupakan langkah memperkuat sumber daya manusia yang unggul untuk kepentingan bangsa dan negara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Karena tatanan pembangunan bangsa bukan hanya dari aspek fisik, tetapi juga membangun manusianya. Dalam hal PPMN salah satu dukungan mewujudkan program Nawa Cita pemerintah," ujar Kamaruddin, Selasa (16/5) di Bumi Perkemahan Selawang Segantang Koba, Bangka Tengah.

Dia melaporkan, perkemahan ini diikuti oleh 34 kontingen dariprovinsi-provinsi di Indonesia, yang tiap kontingen mengutus 20 orang yang terdiri dari 7 penegak putra, 7 penegak putri, 1 pengurus OSIS putra, 1 perngurus OSIS putri, 1 pembina putra, 1 pembina putri dan 2 orang Pimpinan Kontingen Daerah (Pinkonda).

Selain aktivitas kepramukaan, kegiatan bertema Pramuka Madrasah Kreatif, Terampil dan Berkarakter ini juga mengadakan talkshow wawasan kebangsaan, lomba bercerita tentang jasa pahlawan Islam Indonesia, Pionering Aplikatif Budaya Nusantara, lomba pembuatan film cinta tanah air, pemencahan Rekor MURI tentang Pantun Melayu Talibun, Karnaval Budaya, Outing Kebangsaan, Ikrar Pramuka Madrasah Cinta NKRI, dan Bakti Sosial.

Hadir dalam upacara pembukaan PPMN III ini di antaranya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adiyaksa Dault, Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman Djohan, para Kepala Kanwil Kemenag seluruh Indonesia, dan ribuan pramuka madrasah yang memadati Bumi Perkemahan Selawang Segantang Koba, Bangka Tengah.? (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Ahlussunnah, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 07 November 2016

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Air yang dihirup ke dalam hidung saat berwudhu, dihembuskan kembali. Doa ini dibaca sesaat sebelum pengembusan air dari hidung. Doa ini dibaca dengan harapan air membawa kotoran, setan, dan penyakit yang bersarang di dalam hidung.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Embus Air dari Hidung saat Wudhu

Allâhumma innî a‘ûdzubika min rawâ’ihin nâri wa min sû’id dâri

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Artinya, “Hai Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bau api neraka dan dari kejahatan neraka itu sendiri,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta). (Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail, Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 30 Oktober 2016

Bank Syariah Belum Banyak Dilirik Masyarakat

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Meski operasional perbankan syariah di Indonesia sudah berlangsung cukup lama, namun masih sebagian kecil masyarakat yang melirik produk layanan perbankan tersebut.

Hal itu dikemukakan Deputi Pimpinan Kantor Bank Indonesia (KBI) Surabaya, Mahmud kepada wartawan usai menghadiri peluncuran kartu kredit syariah "Dirham Card" oleh Bank Danamon Syariah di Surabaya, Jumat.

Jumat, 28 Oktober 2016

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP

Untuk memudahkan pembaca dalam mengakses Pondok Pesantren An-Nur Slawi, beberapa waktu lalu kami telah meluncurkan aplikasi android versi ke-2 yang telah mendapat beberapa penyempurnaan dari berbagai kekurangan yang ada pada versi sebelumnya. Berikut ini cara mengaplikasikannya:

Aplikasi android Pondok Pesantren An-Nur Slawi versi ke 2 ini dapat didownload melalui menu google play store. Ketik Pondok Pesantren An-Nur Slawi, atau klik link berikut:

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.NUonline.NUmobile2

Setelah didownload, Pondok Pesantren An-Nur Slawi versi android akan tampil sebagai menu tersendiri berupa logo NU yang bisa dengan mudah diakses sewaktu-waktu.

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Mudah Mengakses NU Onlne dari HP

Pada aplikasi android yang baru ini, Pondok Pesantren An-Nur Slawi sudah dapat menyesuaikan ukuran tampilan layar pada berbagai versi android pengguna seperti ginger bread, honeycomb, Ice Cream Sandwidch, bahkan Jelly Bean. Pada ukuran huruf (fonts) juga sudah diperbesar, sehingga memudahkan pengakses utuk dapat membaca konten website serta bernavigasi di dalamnya.

Cara yang sama juga bisa dipakai untuk mengakses Radio NU (radio.nu.or.id) dan mengikuti Pengajian Ramadhan live dari beberapa pesantren. Bagi yang belum mendownload Radio Pondok Pesantren An-Nur Slawi, buka play store, lalu ketik Radio NU. Selanjutnya ikuti perintahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain versi android, versi mobile Pondok Pesantren An-Nur Slawi juga sudah diluncurkan sebelumnya. Tanpa harus mendownload versi android, ketika mengetikkan nu.or.id di HP yang terkoneksi dengan internet secara otomatis akan langsung mengarah pada http://m.nu.or.id.  Selanjutnya nikmati versi mobile Pondok Pesantren An-Nur Slawi dengan tampilan yang lebih sederhana. Di bagian bawah juga tersedia pilihan jika ingin kembali ke tampilan utama atau versi dekstop. (Puji Utomo/Ardyan Novanto Arnowo)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam, Jadwal Kajian, Kyai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 21 Oktober 2016

Hukum Penggusuran Tanah oleh Pemerintah

Assalamu ‘alaikum wr. wb

Redaksi Bahtsul Masail Pondok Pesantren An-Nur Slawi yang terhormat. Di beberapa kota besar kita sering mendengar penggusuran tanah warga yang dilakukan oleh pihak pemerintah. Dalih yang sering digunakan adalah untuk kepentingan umum. Karena itu saya ingin sekali mendapatkan penjelasan mengenai hukum penggusuran tanah warga untuk kepentingan umum seperti pelebaran jalan dan lain sebagainya.

Yang kedua bagaiamana cara yang baik untuk menentukan ganti rugi penggusuran dalam pandangan Islam? Atas penjelasannya kami ucapkan banyak terima kasih. Wassalamu ‘alaikum wr.wb. (Susanto/Sawangan-Depok)

Hukum Penggusuran Tanah oleh Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Penggusuran Tanah oleh Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Penggusuran Tanah oleh Pemerintah

Jawaban

Assalamu ‘alaikum wr.wb.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Ada dua pertanyaan yang diajukan kepada kami. Pertama terkait dengan hukum penggusuran tanah warga yang dilakukan oleh pemerintah untuk kepentingan umum. Kedua, lebih terkait dengan cara terbaik untuk menentukan ganti rugi tanahnya.

Penggusuran tanah atau lahan milik warga yang dilakukan pihak pemerintah memang kerap memicu persoalan serius antara pihak warga yang tergusur tanahnya dan pihak pemerintah. Biasanya alasan yang diajukan pemerintah adalah untuk pembangunan dan kepentingan umum. Sedangkan kericuhan tersebut biasa terletak pada soal ganti rugi tanah yang digusur karena dianggap tidak sepadan atau layak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pada dasarnya penggusuran tanah warga oleh pemerintah adalah diperbolehkan sepanjang memang benar-benar untuk kemaslahatan publik (al-mashlalah al-‘ammah) yang tidak bertentangan dengan syariat. Tetapi memang harus dengan ganti rugi yang memadai. Hal ini sebagaimana yang telah diputuskan NU dalam Muktamar ke-29 di Pondok Pesantren Cipasung-Tasikmalaya pada tanggal 1 Rajab 1415 H/4 Desember 1994 M.

Salah satu pijakan keputusan tersebut adalah kasus Sayidina Umar bin Al-Khaththab ra yang melakukan penggusuran tanah warga untuk perluasan Masjidil Haram, sebagaimana dituturkan al-Mawardi dalam kitab Al-Ahkamus Sulthaniyah.

Pada saat menjabat sebagai khalifah, Sayidina Umar bin Al-Khaththab ra memiliki ide untuk memperluas Masjidil Haram. Ide perluasan ini muncul karena melihat semakin banyaknya penduduk kota Makkah saat itu.

Kemudian ia membeli tanah warga di sekitar masjid. Namun dalam proses tersebut ada saja warga yang enggan menjual tanahnya. Melihat hal tersebut Khalifah Umar bin Al-Khaththab ra mengambil kebijakan untuk merobohkan bangun milik warga yang enggan menjualnya, dan menawarkan harga tertentu sehingga mereka menerimannya.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Artinya, “Ketika diangkat sebagai Khalifah dan jumlah penduduk semakin banyak, Umar ra memperluas masjid dengan membeli rumah dan dirobohkannya. Lalu ia menambah perluasannya dengan merobohkan (bangunan) penduduk sekitar masjid yang enggan menjualnya. Ia lalu memberi harga tertentu sehingga mereka mau menerimanya. Ia membangun dinding yang pendek kurang dari tinggi manusia, dan memasang lampu-lampu di atasnya. Ia adalah orang yang pertama kali membuat dinding untuk masjid,” (Lihat Al-Mawardi, Al-Ahkamus Sulthaniyyah, Mesir-Musthafa Al-Halabi, cet ke-2, 1966, halaman 162).

Kebolehan menggusur tanah warga oleh pemerintah untuk kepentingan umum dianalogikan dengan kebolehan mengambil tanah warga yang berdampingan dengan masjid secara paksa untuk perluasan masjid ketika mereka enggan menjual tanahnya. Padahal perluasan tersebut sangat mendesak. Namun tidak hanya berhenti sampai titik ini, tetapi harus dibarengani dengan ganti rugi memadai atau sepadan dengan harga tanahnya.

Sedangkan untuk menentukan ganti rugi yang memadai adalah dengan cara musyawarah atas dasar keadilan sehingga tidak ada pihak yang dirugikan. Hal ini wajib diperhatikan untuk menghindari konflik berkelanjutan antara warga dan pihak pemerintah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Contoh kedua adalah pengambilan hak milik demi kepentingan umum. Agama Islam memperbolehkan pengambilan hak milik tanah yang berdampingan dengan masjid secara paksa jika si pemilik enggan menjualnya. Sementara masjid sudah sempit bagi para jamaahnya dan mereka membutuhkannya. Seperti halnya para ulama memperbolehkan kasus semacam itu untuk perluasan jalan umum ketika masyarakat sangat membutuhkannya, dengan memberikan (ganti rugi) harga yang sepadan dengan harga tanah yang diambil hak miliknya. Bahkan para fuqaha juga telah menjelaskan, boleh mengambil satu sisi dari masjid untuk keperluan perluasan jalan umum ketika dibutuhkan,” (Lihat Mustafa Ahmad Az-Zarqa`, Al-Madkhal Al-Fiqhi Al-‘Amm, Damaskus-Alif Ba Al-Adib, 1968 H, juz I, halaman 248).

Meskipun pemerintah boleh menggusur tanah warga atas nama kepentingan umum, namun pihak pemerintah juga tidak boleh sewenang-wenang dan seenak perutnya sendiri menentukan ganti rugi. Tetapi harus dengan ganti rugi sewajarnya dan mencerminkan rasa keadilan. Yang tak kalah penting adalah harus dipastikan benar-benar untuk kepentingan umum, bukan kepentingan individu tertentu. Di samping itu juga harus dipikirkan bagaimana nasib warga pascapenggusuran tanahnya.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Bagi pemerintah sudah seharusnya memperhatikan nasib warga yang digusur karena memang itu adalah tanggung jawab pemerintah. Kami selalu terbuka untuk menerima saran dan kritik dari para pembaca.  

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu’alaikum wr.wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, Bahtsul Masail, Sholawat Pondok Pesantren An-Nur Slawi