Kamis, 02 Juni 2011

Banser Jenawi Tanam Seribu Pohon di Lereng Lawu

Karanganyar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para anggota Banser kecamatan Jenawi Kabupaten Karanganyar melakukan gerakan reboisasi atau penghijauan kembali hutan yang gundul dengan menanam seribu pohon di perbukitan Gunung Lawu wilayah Jenawi, Kamis (15/5).

Banser Jenawi Tanam Seribu Pohon di Lereng Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Jenawi Tanam Seribu Pohon di Lereng Lawu (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Jenawi Tanam Seribu Pohon di Lereng Lawu

“Penanaman seribu pohon di lereng Lawu wilayah Kecamatan Jenawi merupakan salah satu upaya Banser untuk merehabilitasi hutan yang gundul dan lahan kritis di sekitarnya serta antisipasi dampak perubahan iklim global. Dan dalam agenda ini kami bekerjasama dengan perhutani,” ujar Jamaludin ketua GP Ansor Karanganyar saat dikonfirmasi Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai acara, Kamis (15/5).

Selain itu, lanjut Jamal, program penanaman seribu pohon merupakan salah satu gerakan nyata dari Banser yang bertujuan untuk menambah tutupan lahan dan mencegah terjadinya bencana banjir dan longsor,? konservasi keanekaragaman hayati, menjaga kesejukan udara di perbukitan Lawu yang saat ini mulai panas, serta menjaga ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sedangkan pohon yang kami tanam adalah jenis pohon sono dan mahoni. Kami berencana kegiatan menanam pohon ini akan dilaksanakan lagi tanggal 24 Mei mendatang,” pungkas Jamal. (Ahmad Rosyidi/Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 14 Mei 2011

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sebanyak 85 relawan pelajar NU yang tergabung Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Brebes diterjunkan dalam masa orientasi peserta didik (Mopdik) tahun pelajaran 2014/2015. Mereka ditempatkan di berbagai sekolah dibawah naungan Maarif NU se Kab Brebes.

“Mereka kami ditempatkan di 85 SMP/MTS, SMA/SMK/MA di bawah naungan LP Maarif NU,” kata Ketua Pimpinan Cabang IPNU Brebes Zaky Al Aman di sela pelatihan di MTs Asy Syafiiyah Jatibarang Brebes, Ahad (8/6/14).

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Brebes Diterjunkan Jadi Relawan Mopdik

Menurut zaky, pengakraban dengan pelajar di lingkungan sekolah akan menambah kecintaan para siswa baru. Moment Mopdik akan lebih mengenal dunia IPNU-IPPNU. Dengan makin kenal wadah pelajar, maka akan menambah kecintaan pada NU sebagai organisasi induknya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Anggota IPNU-IPPNU, lanjutnya, tidak hanya berasal dari santri di pondok pesantren saja. Tetapi dari sekolah umum juga banyak yang turut serta, sehingga perlu diadakan orientasi berisi tentang ke-ipnu-ippnu-an. Sebelum mengabdikan diri ke sekolah yang ditunjuk, para relawan tersebut mendapatkan pelatihan berupa training of trainer (tot).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

TOT dibuka Ketua MWC NU Jatibarang Drs H Muhyidin. Dalam kata sambutannya, Kiai Muhyidin memuji kiprah pelajar NU dalam meneguhkan anggotanya untuk mensosialisasikan NU hingga ke  sekolah-sekolah.

Langkah tersebut, kata dia, merupakan langkah terbaik menuju ke hal yang lebih baik. Sebab seseorang mengikuti organisasi yang baik, maka yang mengajak akan mendapatkan keuntungan atau barokah dunia akhirat.

“Ketahuilah bahwa pendiri NU KH Syekh Hasyim Asy Ari juga pernah berpesan bahwa orang yang mengikuti organisasi NU, maka dia akan menjadi santri syekh dan anak cucunya akan di doakan bahagia di dunia dan di akhiratnya. Juga akan berkah dalam segala urusan dunia dan akhiratnya” kata Kiai Muhyidin.

Ketua PC IPPNU Chaerunisa menambahkan, TOT bertujuan untuk mengasah dan memberi pemahaman lebih, tentang IPNU-IPPNU dan cara penyampaian ke peserta didik. Dan juga melatih para pelatih untuk menyampaikan materi dengan etika dan cara penyampaian yang benar dan baik. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pahlawan, Makam, Aswaja Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 12 Mei 2011

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) dan Perhimpunan Pengembangan Pesantren dan Masyarakat (P3M) menggelar kajian fikih ramah penyandang disabilitas di Hotel Sofyan, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (19/10). Mereka dalam kajian ini menghadirkan sejumlah komunitas penyandang disabilitas.

Dalam kesempatan ini komunitas tersebut mengungkapkan sejumlah konstruksi dan fasilitas rumah ibadah agama Islam yang belum ramah terhadap penyandang disabitilas. Mereka juga menyampaikan kebutuhan buku-buku hadits dan fikih berhuruf Braile yang masih sangat minim.

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Siapkan Materi Munas, LBM PBNU Dengarkan Aspirasi Komunitas Penyandang Disabilitas

Ketua LBM PBNU KH Najib Hasan menyampaikan bahwa kesadaran raham penyandang disabilitas memang belum merata di kalangan pengelola fasilitas ibadah baik masjid maupun mushala.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Belum ada masjid dan pesantren yang memikirkan masalah penyandang disabilitas. Untuk itu kita ingin mendorong semua pihak untuk terbuka dengan amsalah ini,” kata Kiai Najib.

Sekretaris LBM PBNU KH Sarmidi Husna mengatakan bahwa P3M sebenarnya sudah lama memberikan masukan kepada PBNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Pak Setia, waktu itu ia datang ke PBNU menemui Ketua PBNU KH Imam Aziz, lalu ia memanggil saya. Isu disabilitas ini disetujui Kiai Said Aqil Siroj dan Rais Aam PBNU. Pertemuan kita kali adalah dalam rangka menyiapkan draf awal terkait materi fikih ramah disabilitas,” kata Sarmidi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian, Pemurnian Aqidah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 25 April 2011

GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Dalam rangka merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW dan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Gondanglegi bersama warga membaca shalawat, dzikir dan tahlil di Pondok pesantren Raudlatul Ulum II Putukrejo, Gondanglegi, Kabupaten Malang, Rabu (6/1) malam.

GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Gondanglegi Gelar Muludan dah Haul Gus Dur

Kegiatan diawali dengan membaca tahlil dan doa bersama untuk almarhum KH Abdurrahman Wahid dan para pendiri jam’iyah Nahdhatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia. Kemudian pembacaan shalawat Simtud Durror dipimpin Habib Bagir bin Hasan Al-Mahdali sebagai Khodim Majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor Gondanglegi.  

Hadir pada kesempatan itu, Wakil Bupati Kabupaten Malang H. M. Sanusi, Khodim Majelis Darul Musthofa KH Ahmad Suroso, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Malang H. Hasan Abadi, Dewan Pembina Ansor KH Hamim Kholili, Ketua PAC GP Ansor Gondanglegi Ahmad Toha, dan para  kiai dan habaib serta banom-banom NU di antaranya Muslimat, Fatayat, IPNU dan IPPNU.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Suasana semakin meriah dan khidmat, ketika pembacaan mahallul qiyam dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dikuti semua jamaah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PC GP Ansor Malang H Hasan Abadi mengatakan, Kecamatan Gondanglegi terutama Desa Putukrejo dan Ganjaran adalah gudangnya para kiai dan santri, sudah saatnya santri dan para pemuda NU menjadi generasi harapan bangsa, saatnya politisi, dokter, insiyur, polisi diisi para santri, karena merekalah generasi bangsa yang berakhlak.

Gus Hasan, sapaan akrabnya, mengungkapkan keinginannya untuk melanggengkan kegiatan shalawat ini sebagai daya tarik bagi generasi muda NU di Gondanglegi. Kemudian mereka memiliki kemauan kuat untuk berkhidmah di Ansor NU. Kegiatan tersebut juga sebagai media dakwah kepada masyarakat, khususnya para orang tua.

Habib Bagir Bin Hasan dalam Mauidhohnya menjelaskan, GP Ansor adalah wadah pemuda yang merupakan generasi penerus bangsa. Oleh karena itu harus berada di gerbang utama dalam kemajuan bangsa dan Indonesia.

Menurut Sekteratis PAC GP Ansor Gondanglegi Abdur Rosyid Asadullah bahwa dzikir dan shalawat ini digelar untuk merajut kesejukan untuk warga Gondanglegi Kabupaten Malang setelah pelaksanaan Pilkada Kabupaten Malang.

"Semoga dengan dzikir dan pembacaan shalawat ini akan mendamaikan jiwa dan membuat diri kita tenang dan damai,” harapnya.

Senada dengan Rosyid, Ketua PAC GP Ansor Gondanglegi Ahmad Toha dengan shalawat dan dzikir, diharapkan Kabupaten Malang terus damai, kondusif dan aman. (Ansori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sholawat, Pertandingan, Syariah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 03 April 2011

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Kebangkitan Desa, buku yang diluncurkan oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) mengangkat desa pada kedudukan tertinggi. Buku ini adalah cerminan dari visi dan misi Kemendesa PDTT yang berkomitmen membangun desa untuk negeri.

"Buku ini adalah cerminan dari kementerian ini (Kemendesa PDTT). Kita melihat desa dari potret yang utuh. Ada budayawan, akademisi, musisi, kiai dan semua elemen masyarakat. Kita perjuangkan, bagaimana desa kita letakkan pada maqam yang setinggi-tingginya," ungkap Sekjend Kemendesa PDTT Anwar Sanusi pada peluncuran buku Kebangkitan Desa di Jakarta, Kamis (25/2).

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kebangkitan Desa, Buku Ini Letakkan Desa pada Kedudukan Tertinggi

Buku ini, lanjut Anwar, mencoba memotret perjalanan waktu sejak terbentuknya Kementerian Desa PDTT yang menjalankan tugas dengan spirit membangun Indonesia melalui desa. Menurutnya, buku Kebangkitan Desa menekankan bahwa sudah saatnya desa berbicara.

"Semoga peluncuran buku ini akan menjadi awal baru bagi kita, untuk bersama-sama melihat desa yang akan tumbuh berkembang. Sudah saatnya desa turut serta dan bicara," ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Anwar Sanusi mengatakan, Undang-Undang No 6 Tahun 2014 Tentang Desa adalah era baru sebagaimana diangkat dalam buku ini sebagai kebangkitan desa. Kemendesa PDTT dalam hal ini mencoba menyusun semangat baru dengan slogan desa membangun Indonesia.

"Buku dengan 500 halaman ini mengupas UU Nomor 6 Tahun 2015 Tentang Desa. Dengan demikian desa semakin kuat, desa diharapkan mampu menjadi posisi terbesar di negeri ini," ujarnya.

Menteri Desa PDTT Marwan Jafar mengatakan, hadirnya Kemendesa PDTT adalah gagasan, terobosan, dan gerakan baru untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Sebagai pimpinan dari kementerian baru, Marwan berkomitmen untuk memperjuangkan desa dengan penuh kerja keras.

"Buku ini adalah potret dari kementerian yang baru, yakni gabungan dari 3 kementerian. Alhamdulillah, bisa kita lewati dengan baik," ujar Marwan. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 14 Maret 2011

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air

Pacitan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi 

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan Pimpinan Gus Hammam Fathullah meluncurkan album kedua berjudul Hubbul Wathan Minal Iman. Ahad malam (26/2). Peluncuran album itu dirangkaikan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang festival rebana klasik se-Kabupaten Pacitan tingkat SD/MI dan umum.

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamaah Pengajian Seni Sanggar Jubah Rilis Album Kedua Bertema Cinta Tanah Air

Menurut Gus Hammam, album yang digarapnya ini sengaja disuguhkan untuk memberikan penyegaran di tengah kondisi bangsa yang sedang mengalami degradasi rasa cinta terhadap tanah air.

Tema besar Hubbul Wathan Minal Iman yang memiliki arti cinta tanah air sebagian daripada iman ini diharap mampu menumbuhkan kembali semangat kecintaan terhadap NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Cinta terhadap negara bisa diungkapkan (lewat apa saja), salah satunnya dengan seni musik islami," tuturnya saat berbincang dengan Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai acara peluncuran.

Gus Hammam yang merupakan pencipta lagu Mars Gerakan Ayo Mondok itu mengatakan, Album kedua yang dirilis Sanggar Jubah ini menggabungkan kolaborasi musik tradisional kepesantrenan, Jazz, Dangdut, Gambus dan Rock. Sebelumnya Sanggar Jubah pernah merilis album perdana pada tahun 2014.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Album ini berisikan 10 komposisi lagu shalawat, yaitu Iftitah Instrumentalia, Mars Ayo Mondok, Kun Anta, Syair Golek Ilmu, Hubbul Wathan Minal Iman, Sallahu ala Muhammad, Sirru Linaili, Shifatullah, Shollu Alannuril, dan Bongkar (Feat. OI Pacitan).

"Itulah yang menjadi dasar Sanggar Jubah menggarap aransemen dan lagu-lagu yang berbeda. Memiliki unsur pepiling, namun dengan kemasan yang kreatif," ujar alumni pesantren Krapyak Yogyakarta itu.

Masih kata Gus Hammam, semua lagu dalam album ini dinyanyikan dan direkam sendiri oleh para santri Pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan. Diapun merasa bangga para santri memiliki minat dan perhatian besar terhadap dunia seni.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Siapa yang tidak suka dengan musik. Namun seyogyanya (dalam menggarap lagu) harus ada pesan dan tujuan dalam setiap nada dan liriknya," pungkas putera kedua KH Burhanuddin HB itu.

Jamaah pengajian seni Sanggar Jubah merupakan satu-satunya sanggar seni pesantren di Pacitan yang paling aktif melakukan pementasan. Dalam setiap penampilan, Sanggar Jubah selalu menampilkan konsep pementasan yang berbeda dalam setiap penampilanya. 

Acara peluncuran album kedua ini digelar di halaman pesantren Al Fattah Kikil Arjosari. Sanggar Jubah menyuguhkan lagu-lagunya di hadapan para penonton dengan apik. Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo berkesempatan hadir menyaksikan peluncuran ini.

Sementara itu, festival Rebana klasik se-Kabupaten Pacitan tingkat pelajar SD/MI dan umum yang digelar pada Sabtu dan Ahad (25-26/2) diikuti sebanyak 40 grup Rebana. 

Festival yang bertema Indahnya Shalawat Ciptakan Indonesia Damai ini digelar dalam rangka menyemarakkan usia lima windu kebangkitan pesantren Al Fattah Kikil Arjosari Pacitan sekaligus dalam rangka peluncuran album kedua Jamaah Pengajian Seni Sangar Jubah. 

Tahun ini, Panitia mendatangkan dewan juri yang sangat berkompeten dalam bidangnya, yaitu Gus Aminullah dari Jamiyyah Ahbabul Musthofa Yogyakarta, Rachmat Soemitro, dari Krapyak Yogyakarta dan Muttaqin, dari Pacitan.

Adapun aspek penilaian dalam festival ini yakni pada bidang olah vokal, instrumen dan penampilan. (Zaenal Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 03 Maret 2011

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Dalam rangka ikut mengamankan perayaan natal dan tahun baru, seluruh cabang Ansor yang juga memiliki anggota Banser malam ini turut mengamankan acara Natal dan tahun baru.

“Kami memberi bantuan kepada pihak gereja yang memerlukan pengamanan malam Natal dan tahun baru dan mereka sangat kooperatif,” ungkap Satkornas Banser H. Tatang, Jum’at malam.

Tahun baru masih menjadi prioritas pengamanan karena pada malam tersebut, masih terdapat acara ritual ibadah bagi kaum Kristiani., selain memang pada malam tersebut, banyak masyarakat yang merayakan pergantian tahun.

Pengamanan oleh Banser ini sifatnya berupa pengamanan pendukung dan mereka semua berada di bawah koordinasi Polri untuk tingkat nasional dan Kapolres untuk tingkat daerah. Secara nasional, koordinasi Banser bertempat di Gedung Anshor, Jl Kramat Raya Jakarta.

Ditanya tentang jumlah yang diturunkan, Tatang mengungkapkan bahwa hal tersebut tergantung dengan kemampuan dari masing-masing cabang. “Ada yang menurunkan 30 orang, ada yang 50 orang, sesuai dengan kemampuan yang ada karena semuanya didasarkan pada keikhlasan,” tandasnya.

Tradisi pengamanan geraja menjelang Natal ini sudah lama dilakukan oleh anggota Banser, namun semakin diefektifkan pada tahun 2000 sampai sekarang. Dalam sejarahnya, terdapat salah satu anggota Banser yang meninggal ketika menyingkirkan bom yang akan meledak di salah satu gereja di Mojokerto.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Turunkan Anggotanya untuk Amankan Natal dan Tahun Baru