Minggu, 16 Agustus 2015

Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship

Tarim, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sebagai upaya menanamkan jiwa entrepreneurship di kalangan pelajar dan ? mahasiswa Indonesia di Yaman, Dewan Pengurus Wilayah Hadramaut Persatuan Pelajar Indonesia di Yaman (DPW PPI Yaman) bekerjasama dengan Asosiasi Mahasiswa Indonesia Al-Ahgaff (AMI Al-Ahgaff) dan Pengurus Cabang Istimewa Nahdhatul Ulama Yaman (PCI NU Yaman) menggelar acara kuliah umum bertajuk “Pemberdayaan Ekonomi Pesantren, Menuju Pesantren Mandiri dan Bermartabat” pada Rabu, (17/04).

Acara yang bertempat di Auditorium Fakultas Syari’ah Universitas Al-Ahgaff, Tarim, Hadhramaut, Yaman ini menghadirkan KH Mahfudz Syaubari MA, pengasuh pesantren Riyadhul Jannah, Mojokerto, Jawa Timur sekaligus sosok kiai yang sukses dalam mengembangkan usahanya.?

Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa RI di Yaman Diajak Kembangkan Semangat Entrepreneurship

Kedatangannya ke Tarim yang kesekian kalinya ini dalam rangka ziarah. ?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam paparannya, alumnus program pasca sarjana Universitas King Abdul Aziz Saudi Arabia ini menuturkan bahwa pesantren selayaknya memiliki kader-kader yang berjiwa mandiri. Karena pesantren merupakan salah satu tempat tumpuan masyarakat.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kini saatnya pesantren tampil sebagai jawaban atas permasalahan ekonomi Indonesia” tambahnya.

“Bedakan antara kasal (rasa malas) dan tawakkal (sikap pasrah sepenuhnya kepada Allah SWT)!”, imbuhnya memotivasi ratusan pelajar Indonesia dari berbagai lembaga pendidikan yang ada di kota Tarim yang hadir malam itu. Selain itu, ia juga me-wanti-wanti para audien yang mayoritas dari kalangan pesantren tersebut agar bisa membedakan antara thalab al-halal (mencari rezeki yang halal) dan hub al-mal (cinta harta dunia).

Di pamungkas acara, ia mengatakan, “Semua pelajar Indonesia yang belajar di luar negeri ketika sudah kembali ke tanah air, hal pertama yang harus dilakukan adalah meng-Indonesiakan diri dahulu.”

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Amaludin?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, Quote, Tokoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

LKNU Karanganyar Gelar Khitan Massal dan Donor Darah

Karanganyar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Karanganyar menggelar aksi sosial sunatan massal dan donor darah di Masjid Muhajirin, Perum Josroyo Indah Jaten, Kabupaten Karanganyar, Ahad (22/1). Aksi sosial ini melibatkan anak-anak kecil setempat sebagai peserta.

Ketua LKNU Karanganyar dr Yaqub Iskandar mengatakan, kegiatan sosial ini merupakan rangkaian dari maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh takmir masjid Muhajirin.

LKNU Karanganyar Gelar Khitan Massal dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Karanganyar Gelar Khitan Massal dan Donor Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Karanganyar Gelar Khitan Massal dan Donor Darah

"Sunatan masal ini diikuti anak-anak warga sekitar, namun jumlah tidak sesuai target yang direncanakan, mungkin karena waktu yang mendadak dan kegiatan sunatan massal sudah akif sekolah" kata Yaqub kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi saat dihubungi usai kegiatan.

dr Yaqub menambahkan, kegiatan sosial ini pertama kali yang dilakukan oleh LKNU Karanganyar sebagai media dakwah agar lembaga ini dapat dikenal oleh warga Karanganyar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Semoga ini menjadi awal langkah LKNU untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat NU khususnya dan masyarakat pada umumnya," harap Direktur Unit Donor Darah (UDD) PMI Karanganyar tersebut. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote, Daerah, Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 10 Agustus 2015

Didatangi Jokowi, Kiai Said Harapkan Jakarta Bebas Korupsi

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bagaikan sebuah magnet yang terus mengundang kedatangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Kali ini calon dari PDIP, Joko Widodo, yang datang dan diminta bisa menuntaskan masalah korupsi di Ibukota.

Didatangi Jokowi, Kiai Said Harapkan Jakarta Bebas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Didatangi Jokowi, Kiai Said Harapkan Jakarta Bebas Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Didatangi Jokowi, Kiai Said Harapkan Jakarta Bebas Korupsi

Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi datang dengan didampingi oleh Sekretaris DPD PDIP DKI Jakarta, Prasetyo. Datang dengan tidak mengenakan pakaian motif kotak-kotak yang menjadi ciri khasnya, Jokowi dengan tegas menyatakan kedatangannya untuk meminta dukungan dan doa restu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. 

"Ingkang sepindah kulo sowan bade silaturahmi, lan ingkan kaping pindo nggih nyuwun tambahe pangestu kalian dukungan saking NU (Yang pertama saya sowan untuk silaturahmi, dan yang kedua untuk meminta doa restu dan tambahan dukungan dari NU)," ungkap Jokowi di hadapan Kiai Said dan Bendahara Umum PBNU H Bina Suhendra, Jumat (27/4). 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Atas permintaan doa restu tersebut Kiai Said mengatakan hanya bisa mendoakan, agar apa yang menjadi tujuan Jokowi bisa tercapai. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Nggih, niate sae mugi-mugi diparingi gampang urusane (Ya, niatnya bagus semoga bisa diberikan kemudahan jalannya)," jawab Kiai Said. 

Kiai Said juga menyampaikan permintaan kepada Jokowi, agar apabila terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta memprioritaskan masalah korupsi untuk dituntaskan dengan segera. 

"Anggaran DKI Jakarta itu setahun mencapai Rp.36 trilyun, tapi kenyataannya banjir masih terjadi dimana-mana. Tolong, jika nanti Pak Jokowi terpilih bisa menggunakan anggaran itu dengan benar," urai Kiai Said. 

Kiai Said mewakili Nahdliyin, khususnya yang tinggal di DKI Jakarta,  juga meminta agar masalah-masalah klasik di Ibukota bisa dituntaskan oleh Jokowi apabila nantinya terpilih, antara lain kemacetan, banjir serta masalah keamanan dan ketentraman. 

Sebelum Jokowi, dua calon gubernur dan wakil gubernur yang akan bertarung tanggal 11 Juli mendatang juga sudah terlebih dahulu sowan ke PBNU.  Keduanya adalah calon dari Golkar, Alex Nurdin - Nono Sampono dan jagoan PKS, Hidayat Nur Wachid dan Didik J Rachbini.  

Penulis: Emha Nabil Haroen

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 27 Juli 2015

Pesantren Merupakan Kekuatan Ulama

Probolinggo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Rais Syuriyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo KH Munir Kholili mengungkapkan bahwa pesantren merupakan salah satu kekuatan agama. Kekuatan ulama NU berada pada maju dan tidaknya pesantren.

Kiai Munir Kholili menyampaikan hal itu ketika menghadiri haflatul imtihan Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyyah di Kelurahan Semampir, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Selasa (15/12) malam.

Pesantren Merupakan Kekuatan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Merupakan Kekuatan Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Merupakan Kekuatan Ulama

“Kekuatan ulama di pesantren ini banyak dibantu oleh para santri dan wali santri. Jika masyarakat mau menaruh anaknya di pesantren, maka pesantren akan maju dan ulama akan semakin kuat,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut Kiai Munir, di dalam lingkungan pesantren santri tidak hanya diajarkan ilmu agama dan pengetahuan saja, tetapi bagaimana santri memiliki akhlak yang baik sehingga bisa diterapkan di tengah-tengah masyarakat ketika sudah kembali kepada lingkungannya.

“Mudah-mudahan para santri bisa menyerap ilmu yang diajarkan di pondok pesantren . Ilmu yang diberikan barokah dan bermanfaat bagi masyarakat. Oleh karena itu, santri harus sungguh menuntut ilmu di pesantren,” tegasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kiai Munir berharap supaya momentum haflatul imtihan ini bisa menjadi dongkrak kemajuan pesantren. Sebab kegiatan ini adalah salah satu bukti jika pesantren itu benar-benar eksis dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.

“Semoga ke depan keberadaan pesantren di Kabupaten Probolinggo bisa terus berkembang dan maju. Baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Sehingga kekuatan ulama ini bisa terus dijaga dengan baik,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen, Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 30 Juni 2015

Ini Harapan GP Ansor Sidoarjo pada Kongres XV

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kongres Gerakan Pemuda Ansor XV yang akan digelar pada 25-27 November 2015 di Pondok Pesantren Pandanaran Yogyakarta mendatang, diharapkan mampu mencetak kader yang militan, sehingga mampu menjalankan serta mengamalkan ajaran Aswaja An-Nahdliyah.

Demikian ungkapan Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Slamet Budiono saat dihubungi Pondok Pesantren An-Nur Slawi, Selasa (3/11). "Semoga dengan adanya kongres itu nanti mampu menjaga keutuhan NKRI melalui sistem pengaderan yang telah tertuang di PD/PRT dan PO," ungkap Slamet.

Ini Harapan GP Ansor Sidoarjo pada Kongres XV (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Harapan GP Ansor Sidoarjo pada Kongres XV (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Harapan GP Ansor Sidoarjo pada Kongres XV

Slamet menyatakan bahwa ke depan para aktivis sekaligus warga Nahdliyin bisa memahami sistem pengaderan keorganisasian Ansor. Tanpa melalui pengaderan yang terstruktur, menurutnya, akan mengurangi militansi dalam berorganisasi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Slamet berharap, semua kegiatan atau program unggulan GP Ansor di semua tingkatan terutama jamiyah shalawat dan dzikir Rijalul Ansor yang sudah diatur pelaksanaannya, supaya ditambah dengan halaqoh.

"PC GP Ansor Sidoarjo berharap dalam kongres nantinya, agar melibatkan keluarga pondok pesantren menjadi pengurus GP Ansor di semua tingkatan. Mari berjuang bersama dengan keluarga pondok pesantren untuk dakwah Islamiyah. Sehingga ponpes tidak terkesan eksklusif bagi masyarakat yang sulit berkomunikasi dengan pihak pesantren," harapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sekretaris GP Ansor Sidorjo, H Rizza Ali Faizin berharap pelaksanaan kongres tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua umum baru. Akan tetapi mampu memilih dan menjadikan pemimpin yang banyak menghasilkan perubahan.

"Semoga kongres nantinya berjalan lancar, kondusif dan sukses sehingga tidak sampai mengakibatkan kegaduhan. Saya juga berharap bagi Ketum yang terpilih nanti mampu memprioritaskan program kemandirian ekonomi, mampu mengawal paham Aswajah An-Nahdliyah serta eksistensi Ansor untuk bangsa dan negara," kata Rizza. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 20 Juni 2015

Jangan Tinggalkan Etika Nabi Saat Bermedia Sosial

Way Kanan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Nabi Muhammad SAW diutus Allah SWT untuk menyempurnakan akhlak. Sebagai pengikut Rasullulah, pantaskah meninggalkan atau menanggalkan akhlak saat berinteraksi, menyampaikan pendapat, dalam keseharian hingga di media sosial (medsos)?

"Akhlak maupun etika merupakan misi utama Nabi Muhammad SAW. Dan itu tidak hanya etika dalam perbuatan, tapi juga etika dalam berbicara. Bahkan etika dalam menjaga pandangan mata maupun hati kita," ujar Ketua Pimpinan Ranting Ansor Way Tawar, Pakuan Ratu, Way Kanan, Lampung, Miftalif Albar, di Way Kanan, Sabtu (26/11).

Jangan Tinggalkan Etika Nabi Saat Bermedia Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Tinggalkan Etika Nabi Saat Bermedia Sosial (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Tinggalkan Etika Nabi Saat Bermedia Sosial

Berbicara mengenai akhlak dan etika dalam mengeluarkan pendapat di media sosial, katanya, hal itu tetap masuk pada aturan yang berlaku dalam Islam, bahkan undang-undangpun mengatur hal itu.

"Dalam Al-Quran, Allah menegaskan bahwa ucapan seseorang menjadi cermin keimanannya. Seorang yang imannya baik, maka akan berkata hal-hal yang baik pula, begitu juga sebaliknya," ujar Miftah lagi.

Dengan demikian, kata dia menyikapi media sosial yang ramai ujaran kebencian hingga hujatan, seseorang yang mengaku dirinya Muslim namun tidak bisa menjaga lisannya, maka bisa dipastikan keimanannya sangat lemah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Dan sangat jelas bahwa hal itu sangat jauh dari etika yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW," tuturnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Alumni PKL III PW GP Ansor Lampung itu menyayangkan, banyak orang mengaku sebagai penolong agama Allah atau pembela agama Allah, namun ucapan maupun perbuatannya sangat jauh dari ajaran Islam.

"Bisakah dikatakan seorang itu penolong jika ia mencelakakan? Bisakah disebut pembela jika ia menjerumuskan? Islam telah tegas mengajarkan, dosa besar seorang yang berkata tidak sesuai dengan perbuatannya," pungkasnya. (Hamengku Rayyan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 09 Juni 2015

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para pecinta Gus Dur ramai-ramai menggelar haul tokoh yang sangat dikaguminya ini. Tak hanya di Jakarta, peringatan haul ke-4 KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) juga digelar di daerah bahkan di luar negeri. 

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pecinta Gus Dur Ramai-ramai Gelar Haul

Kemarin, Senin (30/12), ratusan pecinta Gus Dur di Karawang, Jawa Barat, menggelar peringatan serupa di gedung Charles Bussines Center, Karawang. 

Acara yang dimulai sekitar pukul 13.00 tersebut dihadiri beberapa tokoh lintas agama seperti Kristen, Konghucu, dan Islam Abangan. Hadir juga perwakilan pesantren, ormas, dan OKP NU setempat. Diawali  tahlil dan doa bersama, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama para tokoh lintas agama. Mereka menyampaikan tesmimoni masing-masing tentang jasa-jasa dan perjuangan Gus Dur, terutama bagi kelompok-kelompok minoritas seperti mereka. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Acara ditutup dengan pemberian cinderamata buku “Bukti-bukti Gus Dur itu Wali” terbitan ReneBook bekerjasama dengan Pondok Pesantren An-Nur Slawi kepada para panelis diskusi. Juga dibagikan doorprise buku tersebut untuk peserta yang bisa menjawab pertanyaan dari panitia. 

PCINU Turki juga memperingati haul Gus Dur sekaligus seb-i arus Maulana Jalaludin Rumi, yaitu malam dimana Rumi didaulat menjadi pengantin dengan sang kekasih sejatinya Allah anggal 17 Desember 1273 Maulana Jalaludin Rumi meninggal dunia. Dia meminta untuk tidak menangisi kematiannya setelah dia meninggal nanti. Karena Rumi berpikir mati adalah malam pengantin, malam yang penuh kebahagiaan.

Dalam acara yang digelar Ahad (29/12) tersebut dilakukan kajian yang menghadirkan 2 narasumber, Ahmad Faiz Irsyad (rais syuriyah PCINU Turki) dan yang kedua Syafiq Hasyim (rais syuriyah PCINU Jerman).

Dalam kajian ini narasumber menyampaikan berbagai hal tentang kearifan dua tokoh, Rumi dan Gusdur. Dalam semua aspeknya baik humanitas, cinta, toleransi, kosmopolitan. 

Kajian yang disiarkan langsung oleh radio PCINU Turki ini berlangsung menarik terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari pendengar di Indonesia, Turki dan Jerman.

Sementara itu di Malang haul Gus Dur dilaksanakan tidak hanya oleh warga Nahdliyin saja, tapi juga dari berbagai agama, yang diselenggarakan pada Senin (30/12) Hall Kelenteng Eng An Kiong.

Acara dilaksanakan oleh Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Malang bekerja sama dengan berbagai organisasi yang bergiat di bidang perdamaian seperti Majlis Ahlut Thariqah Al-Mutabarah Annahdliyah (Matan), Committe for Interfaith Tolerance Indonesia (Cinta Indonesia), Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB), dan Gusdurian Muda Kota Malang.

Acara diawali dengan doa, sambutan panitia, apresiasi seni lintas agama, sambutan perwakilan Walikota Malang, barongsai, karawitan, dan teatrikal musik. Tak lama setelah itu, acara utama dilanjutkan yaitu Testimoni tentang Gus Dur dan Perdamaian dari berbagai pemuka agama yang disampaikan oleh Bunsu Anton Priyono dari agama Kong Hu Cu, pemuka agama Hindu, Ida Bagus Bajre, Romo Yudho Asmoro dari Penghayat Kepercayaan, Romo Eko Putranto (Katolik), Pdt. Yohannes Hariono (Kristen), H. M. Syafiq (Islam), Haryono (Buddha), dan Romo Yudho Asmoro (Penghayat Kepercayaan). 

Putri keempat Gus Dur, Inayah Wulandari Wahid, memungkasi acara dengan menyampaikan beberapa semangat perjuangan Gus Dur agar bisa dilanjutkan oleh pemuda dan mahasiswa yang berteguh pikiran dan tindakan untuk menguatkan NKRI.

Ribuan warga Nahdliyin Kota Solo juga memperingati Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang ke-4 di kompleks halaman Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Solo, Sabtu (28/12) malam. Acara ini bersamaan dengan diadakannya kegiatan pengajian Rijalul Ansor.

“Acara pengajian Rijalul Ansor, biasanya kita adakan pada pekan ke 3. Kali ini kita barengkan dengan peringatan Haul Gus Dur,” terang Ketua GP Ansor Solo, Muhammad Anwar. (aji najmuddin/diana manzila/agus/hari pebrian/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Fragmen, Berita, Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi