Rabu, 26 November 2014

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Tangerang Selatan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Direkur Eksekutif Islam Nusantara Center (INC) Ahmad Ginanjar Sya’ban menerangkan dua tujuan penganugerahan Santri of The Year. Pertama, agenda ini diadakan untuk menemukan dan menampilkan tokoh atau figur santri yang telah memberikan sumbangsih berupa gagasan inovatif dan kerja serta karya dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

“Kedua, mampu membangkitkan motivasi dan dapat memberikan keteladanan generasi bagi generasi muda serta masyarakat umum untuk lebih giat membangun bangsa dan negaranya,” kata Ginanjar saat acara peluncuran penganugerahan Santri of The Year di Kantor INC Ciputat Tangerang Selatan, Sabtu (19/8).

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, Penganugerahan Santri of The Year Digelar Tahun Ini

Menurutnya, hingga hari ini santri masuk dan mengisi ruang-ruang dalam berbagai bidang kehidupan seperti pendidikan sosial, keagamaan, pers, media, militer, politik bahkan hingga ke parlemen dan pemerintah. Tidak sedikit dari mereka yang mengharumkan nama santri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Oleh karena itu, lanjut Ginanjar, dalam rangka hari Santri Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Oktober 2017, maka INC mengadakan agenda Santri of The Year.

Sementara itu, salah satu inisiator INC Zainul Milal Bizawie menegaskan, mereka yang mendapatkan Santri of The Year bukanlah orang yang paling hebat di antara lainnya, tetapi mereka adalah yang mampu memberikan inspirasi kepada orang lain.

Ia berharap, ke depan agenda ini akan menjadi sebuah penghargaan yang bergengsi dan kredibel sehingga ini bisa menjadi sebuah indikator bahwa santri memiki banyak kemampuan dan keterampilan di luar bidang keagamaan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sehingga yang lain tahu bahwa santri tidak hanya sarungan saja,” ucapnya.

Ada dua belas kategori nominasi yang dipilih untuk mendapatkan penghargaan, yaitu Santri Inspirasi Bidang Seni dan Budaya, Santri Inspirasi Bidang Pendampingan Umat (Dakwah), Santri Inspirasi Bidang Pendidikan, Santri Inspirasi Bidang Wirausaha, Santri Inspirasi Bidang Kepemimpinan dalam Pemerintah, Pesantren Salaf Inspiratif, Pesantren Modern Inspiratif, Pesantren Enterpreneur Inspiratif, Santri Berprestasi Tingkat Internasional, Pahlawan Santri, Santri Mengabdi Sepanjang Hayat, dan Mahasantri Bhakti Negeri.

Polling akan dilakukan di di akun resmi Twitter Islam Nusantara Center @IslamNusantaraC. Selain itu, panitia juga akan terjun ke lapangan untuk menyebarkan angket atau keusioner ke pesantren-pesantren yang belum aktif menggunakan medsos agar mereka bisa mengusulkan nama-nama yang sesuai dengan kategori nominasi.

Masyarakat bisa menyetorkan nama-nama tokoh santri yang layak mendapatkan penghargaan tersebut berserta sesuai dengan kategori dan alasannya ke akun media sosial Islam Nusantara Center @islamnusantaracenter (IG) @IslamNusantaraC (Twitter), 081384478968 (WhatsApps). (Muchlishon Rochmat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi PonPes, IMNU, Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 09 November 2014

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

International Summit of The Moderate? Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Senin (9/5), antara lain mendiskusikan Strategi Mengatasi Kesenjangan dan Kemiskinan.

Dimoderatori Guru Besar Universitas Lampung Prof Bustanul Arifin, diskusi menghadirkan anggota Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) DR Firdaus Djaelani dan mantan Menteri Kelautan RI yang juga Guru Besar IPB Prof DR Rokhmin Dahuri.

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)
Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan (Sumber Gambar : Nu Online)

Isomil Bahas Langkah Atasi Kesenjangan Ekonomi dan Kemiskinan

Firdaus Djaelani mengatakan bahwa harus diakui negara-negara miskin di dunia kebanyakan adalah negara berkembang dengan mayoritas penduduk beragama Islam. Berdasarkan gini ratio, ditemukan tingkat perbedaan pendapatan warga kaya dan warga miskin. Di Indonesia, contohnya angka gini ratio mencapai 0,4.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pembangunan tumbuh dengan salah satu indikasi dari APBN dalam 10 tahun? ini yang meningkat antara 5 sampai 10 kali lipat, seolah pembangunan ini luar biasa, tapi? ketimpangan antara yang kaya dan miskin semakin besar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Seperti lagu Rhoma Irama ‘yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin,” kata Firdaus di hadapan peserta pertemuan internasional para pemimpin Islam moderat yang diinisiasi PBNU tersebut.

Untuk mengatasi persoalan tersebut menurut Fidaus ada beberapa faktor yang bisa dilakukan. Pertama adalah bagaimana penduduk miskin bisa mengakses pendidikan. Misalnya pemerintah dengan memprogramkan wajib belajar 12 tahun, itu harus dibuktikan dengan biaya gratis. Sehingga banyak lulusan sekolah menengah yang siap kerja atau melanjutkan pendidikan.

Kedua, warga miskin harus diberi kesempatan hidup sehat. Seperti yang sudah dilakukan Pemerintah melalui program BPJS membantu membayarkan premi rakyat miskin.

Ketiga, mendorong masyarakat menjadi pengusaha, misalnya melalui Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM). “Lapangan kerja yang tersedia lebih sedikit. Masyarakat tidak semuanya cari pekerjaan. Maka kita dorong menjadi entrepreneur,” kata Firdaus.

Firdaus mengatakan dalam persoalan modal usaha, banyak warga dan UMKM yang tidak bisa mengajukan pinjaman modal ke perbankan. Istilahnya unbankable, tidak bisa masuk dunia perbankan.? Salah satu penyebabnya adalah mereka tidak mempunyai agunan atau jaminan, padahal mereka mempunyai aset.

Misalnya? tanah ada, tetapi tidak bersertifikat. Maka pemilik tanah harus didorong untuk memiliki sertifikat, sehingga sertifikat tersebut dapat digunakan sebagai agunan pengajuan pinjaman modal.

Tidak hanya sertifikat tanah, sertifikat binatang ternak juga dapat digunakan sebagai jaminan pengajukan peminjaman modal. Bila ada kekhawatiran binatang ternak mati, maka bisa diajukan asuransi.

Firdaus? mengatakan, Otoritas Jasa Keungan (OJK) bekerjasama dengan lembaga non bank menggulirkan program layanan keuangan tanpa kantor cabang, yang dikerjasamakan dengan beberapa pihak seperti minimarket untuk membantu permodalan UMKM. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul, Nusantara, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 06 November 2014

Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016

Pontianak, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin berharap besar pada perhelatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016 di Pontianak. Selain meningkatkan kapasitas keilmuan siswa madrasah di bidang IPTEK, ia juga mengharapkan KSM menjadi wadah siswa mengenal keberagaman dan wawasan kebangsaan.

Bersama lembaga pendidikan Islam lain seperti pesantren, madrasah mempunyai strategis menjadi benteng Islam Indonesia yang ramah dan mencintai keberagaman. Ia pun kagum ketika para siswa madrasah menampilkan berbagai tarian tradisional dan pakaian adat dari daerahnya masing-masing dalam prosesi Defile kontingen.

Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Pahami Keberagaman, Ini 5 Pesan Menag untuk KSM 2016

Menag mengungkapkan, “melalui momentum KSM tahun 2016 ini, dirinya ingin memberikan pesan dan harapan sebagai berikut.”

Pertama, saya berharap penyelenggaraan KSM ini benar-benar dapat mendorongterwujudnya generasi ilmuwan dan cerdik-cendekia muslim yang menguasai IPTEK dan IMTAK secara seimbang dan proporsional. Saya meyakini bahwa penguasaan sains atau IPTEK justru harus dapat mengantarkan pada pemahaman ajaran agama yang lebih komprehensif yang pada gilirannya dapat meningkatkan kualitas iman. Dengan demikian, ajaran agama tidak hanya dipahami secara dogmatis dan normatif saja, tetapi juga dapat dibuktikan secara ilmiah.Oleh sebab itu, dalam KSM kali ini materi kompetisinya tidak hanya soal-soal matematika, biologi, kimia, fisika, tetapi juga dilengkapi dengan materi Pendidikan Agama Islam. Materi pendidikan agama Islam inilah yang menjadi pembeda, point of difference dari kompetisi-kompetisi lainnya. Tentu saja ini diharapkan agar ada keseimbangan antara IPTEK dan IMTAK.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam konteks ini, IMAN dan ILMU merupakan dua hal yang sangat penting,bagaikan dua sisi mata uang yang tak dapat dipisahkan satu sama lain. Keduanya bukan untuk dipertentangkan dan didikotomikan, akan tetapi keduanya harus mempunyai keterkaitan dan kerjasama yang saling melengkapi. Menurut salah seorang ulama dan pakar Tafsir Indonesia, Prof Dr Quraish Shihab, “IMAN menentukan arah yang dituju, sedangkan ILMU mempercepat kita sampai ke tujuan.”

Kedua, saya berharap penyelenggaraan KSM ini dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas “diaspora lulusan madrasah” di berbagai sektor profesi dalam rangka memberikan sumbangsih nyata terhadap pembangunan bangsa ini ke depan yang lebih kompetitif. Saya berharap lulusan madrasah bisa menjadi ilmuwan, peneliti, cendekiawan, politisi, pengusaha, pemuka masyarakat, dan pemimpin perubahan di masyarakat. Yang penting apapun dan di manapun Anda bekerja nantinya, Anda harus mengedepankan pada integritas serta profesionalitas. Anda harus jujur dan mau bekerja keras!

Ketiga, saya berharap anak-anak madrasah dapat menjadi benteng pertahanan penyebaran virus-virus dekadensi moral remaja, seperti penyalahgunaan narkoba, miras, seks bebas, tawuran pelajar, radikalisme agama, dan perilaku menyimpang lainnya. Dengan demikian, saya yakin bahwa anak-anak Madrasah akan tumbuh menjadi benteng pertahanan NKRI serta benteng keislaman dan keindonesiaan.

Keempat, Percuma Anda pintar dan mempunyai IQ tinggi, jika Anda tidak bermanfaat bagi sesama. Sebaik-baiknya orang adalah mereka yang paling bermanfaat untuk sesama. Percuma Anda dapat menyabet juara Olimpiade atau KSM, tetapi tidak mempsunyai keterampilan sosial yang cukup, tidak pandai berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain, tidak punya empati dan simpati kepada orang lain. Yakinlah bahwa pintar saja tidak cukup mengantarkan Anda menjadi sosok hebat dan belum tentu bisa survive dalam mengarungi kehidupan yang semakin menantang di kemudian hari. Justru, saya meyakini bahwa orang-orang yang mempunyai kecerdasan emosi dan keagamaan yang tinggi lebih berpeluang meraih kesuksesan karier dan hidup di masyarakat. Dan saya berharap ini hanya dimiliki oleh siswa-siswi madrasah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kelima, saya berharap ajang KSM ini tidak hanya digunakan sebagai ajang perkenalan dan pertemuan biasa saja. Akan tetapi, hendaknya momentum ini juga digunakan sebagai ajang silaturrahmi dan komunikasi antar sesama anggota peserta yang datang dari berbagai provinsi seluruh Indonesia untuk saling tukar pikiran, tukar gagasan dan tukar pengalaman. Ini merupakan sebuah kesempatan yang baik untuk menjalin jaringan dan mempererat ukhuwwah islamiyah dan juga ukhuwwah wathoniyah untuk masa depan bangsa Indonesia yang lebih baik. Siapa tahu Anda akan saling bertemu lagi di Gedung Senayan, di Lembaga Kementerian/Lembaga, dan di forum-forum strategis lainnya baik di pentas nasional bahkan internasional di masa nanti.?

“Pada kesempatan yang sangat membanggakan ini, atas nama pribadi dan pemerintah, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan penyelenggaraan gelaran KSM 2016 ini,” ungkapnya.

Tak lupa, imbuhnya, rasa bangga, cinta, dan sayang, saya curahkan semuanya kepada seluruh adik-adik siswa-siswi madrasah dan guru-guru madrasah dari Sabang sampai Merauke atas partisipasi aktifnya dalam mengikuti ajang KSM ini sebagai wadah pembentukan karakter bangsa yang unggul. “Semoga dari kalian lahir barisan pemimpin bangsa yang berkualitas di masa mendatang,” tutup Menag. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Amalan, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 30 Oktober 2014

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia

Blitar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pesantren Mambaul Hikam Mantenan, Udanawu, Blitar, menyelenggarakan sembahyang Tarawih berjamaah. Kegiatan ibadah sebanyak 20 rekaat plus shalat sunah witir 3 rekaat ini, dikerjakan dalam waktu 15 menit.

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Shalat Tarawih Tercepat di Dunia

Durasi yang singkat ini menarik perhatian anak muda di sekitar pesantren untuk mengikuti shalat sunah pada malam puasa itu. Jumlah jamaahnya sangat fantastis, lebih dari 5000 orang, baik tua maupun muda setiap malamnya.

Dari jumlah itu hampir 75 persennya adalah muda dan mudi. Mereka datang dari wilayah Kediri,Blitar, dan Tulungagung.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pelaksanaan shalat Tarawih secara kilat itu sudah berlangsung secara turun-temurun dari generasi ke generasi, yakni mulai pesantren tersebut didirikan oleh KH Abdul Ghofur sekitar 160 tahun lalu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Saya ini hanya mengikuti apa yang sudah dilakukan oleh para sesepuh. Kami tidak berani mengubahnya,” kata KH Diya’uddin Az-Zamzami, salah seorang pengasuh pesantren Mambaul Hikam kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi pada suatu kesempatan.

Menurut Gus Diya’ yang juga anggota Jamiyah Ahlith thoriqoh Al-Mu’tabaroh Annahdliyah ( Jatman) itu, shalat secepat itu bisa dilakukan karena sang imam Tarawih hanya mengerjakan doa yang wajib-wajib misalnya niat, takbirotul ihram, baca Fatihah plus ayat pendek Al-Qur’an hingga salam.

“Doa ruku’, kita singkat cukup ‘Subhanallah. Lainnya hanya Allah-Allah saja.Tahiyat akhir juga hanya sampai bacaan shalawat untuk nabi Muhammad kemudian salam,” tandas Gus Diya’ yang juga salah seorang Mursyid Thoriqoh Naqshobandiyah Kholidiyah.?

Sementara Wakil Sekretaris PP LDNU H Syaifullah Amin mengatakan, di sini terjadi perbedaan keberkahan waktu. Artinya cepat atau lambat tidak mengurangi kekhusyu’an orang yang ibadah.

“Sebagian orang memang diberikan kelebihan oleh Allah dalam melipat waktu,” kata H Amin. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 20 Oktober 2014

Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali mengulas secara kronologis sejarah lahirnya organisasi garis keras pendukung Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) dalam kesempatan bedah buku karyanya, Al Qaeda: Kajian Sosial Politik, Ideologi dan Sepak Terjangnya, di kampus UI, Salemba, Jakarta.

Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)
Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS (Sumber Gambar : Nu Online)

Waketum PBNU Paparkan Kronologi Munculnya ISIS

Ia menjelaskan, ISIS bermula dari kelompok radikal yang berusaha menggulingkan pemerintahan Yordania. Mereka tergabung dalam Jamaah Tauhid wal Jihad (JTW) pimpinan Abu Mus’ab Al-Zarqawi yang pada Juli 2001 memindahkan markasnya dari Yordania ke Afganistan.

Saat Presiden Irak Saddam Husein jatuh pada Oktober 2003, JTW pindah ke Irak dan menjadikan Amerika Serikat yang dianggap sedang menjajah negara tersebut sebagai target.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Tahun berikutnya JTW memproklamasikan diri sebagai bagian dari Al Qaeda dan mengubah nama menjadi Al Qaeda Irak (AQI)? dengan tujuan mengusir militer AS, mendirikan khilafah, memperluas konflik ke Palestina, dan memperluas operasi ke negara tetangga,” kata As’ad, Senin (23/2) itu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Al Zarqawi meninggal dunia pada Juni 2005 dan digantikan Abu Ayub Al Masri. Sebelumnya, AQI membentuk Mujahidin Shura Council (MSC) yang bertujuan mempersatukan kelompok perlawanan Sunni. Hingga sang pemimpin baru, Abu Ayub, mendeklarasikan Negara Islam di Irak (ISI/Daulah Islamiyah fi Iraq) pada Oktober 2006.

Mantan wakil kepala Badan Intelijen Negara ini menambahkan, sebagian besar kekuatan militer AQI berasal dari luar negeri, antara lain Syiria, Chechnya, Yordania, Arab Saudi, dan Mesir. Namun pada 2009, AQI berhasil merekrut sebagian pasukan dari Irak sendiri.

AQI pada April 2007 juga sukses membentuk pemerintahan sementara dengan menunjuk Abu Umar Al Baghdadi sebagai pemimpinnya. Kepemimpinan Abu Ayub Al Masri dan Abu Umar Al Baghdadi akhirnya digantikan Abu Bakar al-Baghdadi setelah keduanya terbunuh pada tahun 2010.

Di bawah komando Abu Bakr inilah kelompok ekstrem ini pada 2013 kemarin mengumumkan berdirinya ISIL (Islamic State of Iraq and Levant), nama lain dari ISIS, dan mendeklarasikan penggabungan AQI dengan Jabhah Al Nusroh (JN).

Meski demikian, As’ad menggarisbawahi bahwa akar politik? dari kemunculan ISIS selain akibat krisis politik di negara-negara Timur Tengah dan ideologi radikal dari negara-negara Arab, juga terdapat dukungan rahasia dari Barat yang berjalin kelindan dengan isu energi, konflik Sunni-Syiah, demokratisasi, dan perdagangan senjata. “Apa mungkin ISIS kuat tanpa senjata. Tidak mungkin,” tuturnya.

Acara bedah buku diadakan Pusat Studi Kajian Timur Tengah dan Islam (PSKTTI) Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan Ikatan Alumni PSKTTI.? Hadir sebagai pembedah Ketua PSKTTI Dr Luthfi Zuhdi, Dubes RI untuk Republik Sudan dan Eritrea Dr Sujatmiko, dan Komioner Komnas HAM Imdadun Rahmat. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nusantara, Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 06 Oktober 2014

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa

Yogyakarta,Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Bulan Ramadhan tinggal sebentar lagi. Menyambut kedatangannya, Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) PWNU DIY telah menyiapkan beberapa program dakwah. Salah satunya dakwah lewat media massa.

Salah seorang anggota LDNU DIY Nur Rahman Lathif mengatakan, untuk menyambut Ramadhan tahun ini, pihaknya telah berusaha menjalin kerja sama dengan media massa. Yang sudah dipastkan di antaranya dengan koran Tribun Jogja.

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)
LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa (Sumber Gambar : Nu Online)

LDNU DIY Siapkan Dakwah Ramadhan di Media Massa

“Bentuk kerja samanya itu menulis artikel tentang Islam yang nantinya akan dimuat di Tribun Jogja setiap hari,” ujarnya saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi di kantor PWNU DIY, Jl. MT Haryono No.42, Kamis siang (28/05).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hal tersebut kemudian dibenarkan oleh Sekretaris LDNU DIY Muhajir saat dikonfirmasi via telepon. “Iya benar, kami mengadakan kerja sama dengan Tribun Jogja. Kami sudah melist dai-dai muda NU DIY yang akan menulis artikel keagamaan untuk Tribun Jogja,” katanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia menambahkan, LDNU DIY juga sudah menjalin kerja sama juga dengan Radio RRI Jogja. Bentuknya ya siaran seperti kultum menjelang berbuka puasa. Ini siarannya setiap hari Rabu sore.

Muhajir juga mengungkapkan bahwa timnya sedang mencoba menjalin kerja sama dengan TVRI Jogja. Tetapi belum mencapai kesepakatan bersama.

Ia berharap dengan dakwah lewat media massa, utamanya yang tulisan di Tribun Jogja, dapat menjadi materi dakwah bagi dai-dai muda NU DIY yang akan mengisi kultum selama bulan Ramadhan.

“Selain itu, ya ingin menebarkan ajaran Islam yang sesuai dengan khazanah Nusantara, yang moderat dan yang ramah lewat media masaa,” tegas Dr. Muhajjir. (Nur Rokhim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 02 Oktober 2014

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menilai sepanjang tahun 2013 kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia berlangsung teduh dan damai. Meski demikian masih terdapat masalah yang tersisa di sejumlah bidang, dan harus dituntaskan di tahun 2014 mendatang.

Alhamdulillah, sepanjang tahun 2013 kita dianugerahi keteduhan dan kedamaian dalam bermasyarakat dan beragama,” kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj di Jakarta, Ahad (29/12).

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: Tahun 2013 Tinggalkan Setumpuk Masalah Bangsa

?

Meski demikian, khususnya dalam kehidupan beragama, sepanjang tahun 2013 masih ditemukan masalah. Aksi radikalisme yang mengakibatkan disharmoni misalnya, terjadi di sejumlah daerah, dipicu oleh kelompok kecil bermodal besar dengan memprogandakan kepentingannya tanpa mengindahkan adat dan tradisi yang berkembang di masyarakat.

?

“Agar radikalisme tidak terus berkembang, kami mengajak masyarakat untuk menjaga kerukunan dan harmoni dengan mengembangkan sikap moderat, toleransi, dan menjaga keseimbangan. Khusus isu agama, PBNU minta agar di tahun 2014 Pemerintah bersama komponen masyarakat mulai menyusun kode etik penyiaran ajaran agama,” tambah Kiai Said.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

Ketua PBNU Prof. Dr. Maksum Mahfudz, berpendapat di bidang perekonomian sepanjang tahun 2013 masih ada masalah yang diakibatkan sikap tak tegas Pemerintah. Fluktuasi rupiah misalnya, dinilai bisa diatasi jika Pemerintah dan Bank Indonesia mengambil langkah tegas dan berani, tidak berkompromi serta bermain mata dengan para spekulan yang hanya mementingkan diri sendiri.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

?

“Tahun 2013 Pemerintah kurang berani membangkitkan industri di sektor pertanian dan manufaktur yang sebenarnya mampu menyerap tenaga kerja yang besar. Orientasi kebijakan moneter juga lebih banyak menguras devisa negara. Tahun 2014 itu harus dibenahi, serta diimbangi dengan pengembangan sektor riil dan produktif,” tegas Maksum yang juga tercatat sebagai Guru Besar Fakultas Pertanian UGM.

?

Di bidang peradilan, Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum (LPBH) PBNU Andi Najmi Fuaidi, menilai pemberantasan tindak pidana korupsi salah satunya sudah berjalan baik.? Meski demikian aparat penegak hukum didorong untuk lebih meningkatkan kinerja yang lebih komprehensif, untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan melindungi kepentingan masyarakat.

?

“Atas hal tersebut kami mendorong aparat penegak hukum untuk bekerjasama, melibatkan institusi pendidikan, lembaga keagamaan dan sosial, yang sudah ratusan tahun mengajarkan etika, moralitas, dan spiritualitas. Selain itu sistem pemerintahan dan rekrutmen aparat pemerintahan juga harus terus dilakukan pembenahan,” tandas Andi.

?

Sementara Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Muhammad Sulton Fatoni, berpandangan sepanjang tahun 2013 telah terjadi proses pendangkalan atas konsep berbangsa dan bernegara, sehingga yang dirasakan masyarakat adalah sebuah dampak dari sistem bernegara yang liberal. Kondisi ini harus segera dibenahi, terlebih jelang dilangsungkannya Pemilihan Umum Legislatif dan Presiden di tahun 2014 mendatang.

?

PBNU mengajak para penyelenggara negara untuk menegaskan kembali falsafah, tujuan, dan fungsi negara, menegaskan kembali dasar dan ideologi negara, merumuskan kembali konsep pengelolaan kekayaan negara, merumuskan kembali pertahanan dan bela negara, serta merumuskan prinsip dan etika kepemimpinan.

?

“Atas sejumlah masalah yang ada di tahun 2013, seperti yang disampaikan Kiai Said, kita harus tetap optimis. Semoga di tahun 2014 mendatang, Allah SWT memberi petunjuk kepada kita dalam melangkah mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, amin,” pungkas Sulton. (Samsul Hadi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi