Rabu, 13 Mei 2009

Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Dalam pidato pembukaan KTT Luar Biasa Ke-5 OKI, Presiden Joko Widodo (Jokowi), menyatakan bahwa dunia Islam memerlukan dukungan PBB dan menyerukan proses damai jangan ditunda guna mewujudkan kemerdekaan Palestina melalui Solusi Dua Negara.?

Solusi Dua Negara ini telah cukup lama diutarakan kepada Israel, namun belum ada langkah konkret apapun menuju ke sana, kata Presiden di Balai Sidang Jakarta, Senin.

Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)
Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara (Sumber Gambar : Nu Online)

Pentingnya Proses Damai di Palestina dengan Solusi Dua Negara

Israel berada di tanah yang sama dengan tanah di mana Palestina berdiri. Sejak 1967, aneksasi militer dan politik internasional Israel secara ilegal bekerja pada Palestina dan semua warganya di sana.

Jalur Gaza menjadi contoh sempurna soal ini, di mana Israel hanya membuka satu pintu, Rafah, sebagai satu-satunya jalur keluar dan masuk warga Palestina ke Jerusalem.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Posisi dan sikap Indonesia soal kemerdekaan Palestina, menurut Presiden Jokowi, sangat jelas dan tetap, yaitu mendukung kemerdekaan Palestina.?

Presiden Jokowi pun menyitir pernyataan Presiden RI 1945-1966 Soekarno (Bung Karno) pada 1962 bahwa selama kemerdekaan Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia menantang penjajahan Israel.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI, yang semula bernama Organisasi Konferensi Islam, mengadakan konperensi tingkat tinggi luar biasa (KTT LB) membahas kemerdekaan Palestina dan perdamaian Tanah Kudus (Al Quds) Jerusalem di Jakarta, 6 dan 7 Maret 2016. (Antara/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote, Doa, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 24 April 2009

Ansor Subang Sosialisasi Pilkada untuk Pemilih Pemula

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Gerakan Pemuda Ansor Cabang Kabupaten Subang bekerjasama dengan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Subang menggelar sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah di Auditorium Pamanukan, Subang. (19/12/2012).

Ansor Subang Sosialisasi Pilkada untuk Pemilih Pemula (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Subang Sosialisasi Pilkada untuk Pemilih Pemula (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Subang Sosialisasi Pilkada untuk Pemilih Pemula

Acara tersebut dihadiri oleh ratusan pemuda dan pelajar dari berbagai sekolah tingkat SLTA di Kabupaten Subang. Tampil sebagai narasumber Ketua KPUD Kabupaten Subang, Kaka Suminta. Menurut Ketua GP Ansor Kabupaten Subang, Asep Alamsyah Heridinata, target dari sosialisasi Pilkada ini ditujukan kepada pemilih pemula.

“Sengaja kami undang dari kalangan pelajar dan pemuda karena, mereka mayoritas sebagai pemilih pemula. Dengan sosialisasi ini, diharapkan mereka mampu menjalankan amanah undang-undang dalam menentukan hak pilihnya sebagai warga negara,” papar Asep.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Masih menurut Asep, sebagai pelajaran yang sangat berharga adalah dengan banyaknya surat suara yang tidak sah pada pemilu maupun pilkada tahun-tahun sebelumnya. Hal ini diindikasikan tingkat pemahaman masyarakat terutama pemilih pemula terhadap tata cara pemilihan masih belum maksimal.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kita belajar dari pengalaman, dari yang sudah-sudah berapa banyak surat suara yang tidak sah. Itu diakibatkan dari tingkat pemahaman dalam menentukan hak pilihnya masih jauh dari harapan. Untuk itu, kami mencoba meminimalisir hal-hal tersebut agar dalam pilkada Jabar yang akan digelar tahun 2013 mendatang bisa dilaksanakan dengan baik,” lanjutnya.

Senada dengan Asep, Ketua KPUD Kabupaten Subang, Kaka Suminta mengatakan sosialisasi kepada kalangan pelajar itu ditekankan pada pentingnya menggunakan hak pilih guna menentukan masa depan pemimpin di Jawa Barat untuk jangka waktu lima tahun ke depan.

“Masa depan Jawa Barat ada di tangan mereka dalam jangka lima tahun ke depan. tentunya, dengan menggunakan hak pilihnya secara baik dan benar, hal tersebut bisa memberikan kontribusi yang positif untuk masa depan Jawa Barat nanti,” pungkas Kaka.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Ade Mahmudien

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nasional, News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 10 April 2009

Membendung Radikalisme di Kampus

Oleh Wasid Mansyur

--Semua perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta hari-hari ini mulai kedatangan mahasiswa baru. Berbagai agenda awal rutinan menanti bagi mereka yang terdaftar, misalnya orientasi kemahasiswaan dalam rangka mengenalkan berbagai aktivitas kampus dari kegiatan kependidikan hingga kegiatan organisasi internal  kemahasiswaan.

Kehadiran mahasiswa menjadi petanda bahwa pendidikan tinggi ini masih dipandang salah satu lembaga penting dalam rangka melahirkan kader-kader masa depan sesuai dengan bidang-bidang yang digelutinya, meskipun tidak sedikit di antara anak bangsa itu tidak bisa mengikutinya akibat terjerat problem kemiskinan. Tidak ada harapan dari mereka, kecuali agar mampu memberikan kontribusi bagus bagi keberlangsungan dunia pendidikan di kampusnya masing-masing, sekaligus dari mereka muncul komitmen untuk terus terlibat dalam perbaikan apapun di negeri ini.

Namun, harapan itu mengalami beragam tantangan, khususnya berkaitan dengan perubahan cara berpikir mahasiswa yang berbeda bila dibandingkan ketika masih di tingkat Sekolah Menengah Atas atau Madrasah Aliyah. Dalam kondisi transisi pola pikir ini, mahasiswa mudah disusupi ideologi radikal oleh kelompok tertentu dengan ragam bentuknya, dari pendekatan personal hingga penyebaran pamflet yang berisi ajakan penegakan Syari’ah Islam dan Khilafah Islamiyah, termasuk menolak sistem demokrasi yang dipandang sesat.

Membendung Radikalisme di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Membendung Radikalisme di Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Membendung Radikalisme di Kampus

Tak anyal, penulis dalam salah satu kesempatan di Pusat Ma’had Al-Jami’ah UIN Sunan Ampel, melihat keresahan tergambarkan dari para wali mahasiswa agar anak-anak mereka bebas dari segala bentuk radikalisasi. Ketakutan para wali ini cukup beralasan sebab tindakan kelompok radikal dengan nama apapun cukup meresahkan bukan saja dalam konteks keyakinan yang cenderung memaksakan dan memandang yang lain salah, tapi sering kali tindakannya bertentangan dengan spirit nilai-nilai berbangsa yang dibangun di atas pondasi kedamaian dalam perbedaan.

Maka, tidak heran beberapa kampus menjadi incaran, dan tidak sedikit berbagai tindakan radikal dan teror telah melibatkan mahasiswa dari kampus tertentu. Pertanyaannya, siapa yang bertanggungjawab?, padahal kampus adalah arena persemaian terdidik yang mengedepankan tradisi ilmiah, rasional dan pembibitan karakter berkepedulian pada sesama sebagai mana tersirat dalam nilai-nilai Tri Darma Perguruan Tinggi.

 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Perlunya Smart Movement. Munculnya ajakan jihad yang dilangsir media youtobe oleh kelompok radikal yang tergabung dalam Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) baru-baru ini memantik keprihatinan banyak pihak, apalagi ajakan jihad ini dilakukan oleh pemuda Indonesia. Memang, ISIS adalah gerakan lokal, tapi bila ajakannya dibiarkan tidak mustahil mahasiswa dan pemuda lainnya akan tertarik dengan model gerakannya, yang otomatis akan menjadi bom waktu bagi keutuhan NKRI.

Untuk itu, dalam konteks kampus perlu gerakan cerdas (smart movement) dalam membendung radikalisasi dengan jenis dan nama apapun, termasuk ISIS. Pertama, perlunya terus mengembangkan dan menebarkan nalar teologis yang lebih menyejukkan di kampus, apalagi dalam kampus-kampus umum yang notabenenya nuansa materi keagamaan lebih sedikit dari pada materi umum.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bisa dibayangkan, bila kampus tidak melakukan filterisasi ideologi radikal atas materi keagamaan yang diajarkan. Setidaknya, pembibitan baru kelompok radikal akan bermunculan, bahkan kampus tertentu akan menjadi sarang radikalisme. Oleh karenanya, munculnya pesantren mahasiswa (ma’had al-Jami’ah) selama ini di berbagai kampus diakui adalah salah satu alternatif dari langkah membendung radikalisme, di samping peran para pengajar dan civitas kampus dalam memberikan keteladanan untuk menyuburkan teologi toleran dan moderat tidak kalah pentingnya.

Sementara kedua, harus ada orientasi jelas dari keorganisasi keagamaan, baik internal maupun eksternal. Artinya, organisasi kemahasiswaan harus semestinya bebas dari paham radikal dan berideologi keindonesiaan sebab mereka termasuk salah satu stakeholder komunitas kampus. Karenanya, sinergitas pimpinan kampus dengan organisasi mahasiswa menjadi penting agar komitmen pimpinan kampus memerangi radikalisme benar-benar direspon secara baik di level mahasiswa.

Dengan begitu, maka perlu kegiatan atau training apapun dilakukan secara masif agar tercipta dalam diri mahasiswa untuk selalu berkreasi dan berinovasi dalam menatap kehidupan, misalnya training kepemimpinan atau kewirausahaan serta kepenulisan. Pasalnya, pandangan sempit yang dialami para mahasiswa tertentu dalam memaknai hidup acap kali membuat mereka tergoda dalam mengambil jalan pintas untuk melakukan perubahan hidup, apalagi dengan “iming-iming” mendapat kebahagian abadi di Surga melalui semangat jihad.

Akhirnya, gerakan cerdas membendung radikalisme ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus ada kerja sama semua civitas akademik kampus,  sekaligus menjadikan radikalisme sebagai musuh bersama. Dengan cara-cara seperti ini, kita berharap radikalisme betul-betul tidak ada di kampus manapun, lebih-lebih di kampus umum karena memang kita hidup di Indonesia dengan nilai-nilai keragaman yang harus dipertahankan melalui sikap saling menghormati dan terus menyuburkan semangat gotong-royong.

 

Wasid Mansyur, Pengurus Pusat Ma’had al-Jami’ah UIN Sunan Ampel Surabaya, Aktivis Lembaga Dakwah NU Jawa Timur

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba, Habib Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 18 Desember 2008

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM!

Surabaya, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Para aktivis kampus yang terhimpun dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) hendaknya juga membekali diri dengan pengetahuan agama yang cukup. Bila tidak, justru akan larut dengan gerakan ekstrem yang menjerumuskan.

Untuk membekali para aktivis BEM di sejumlah kampus, PW Aswaja NU Center Jawa Timur akan melangsungkan Dauroh Aswaja. "Kegiatan yang berlangsung 6 September nanti akan melibatkan pegiat BEM se-Surabaya, Sidoarjo dan Gresik," kata Achmad Nur Fauzi, SHum, Sabtu (29/8).

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM! (Sumber Gambar : Nu Online)
Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM! (Sumber Gambar : Nu Online)

Bentengi Kampus, Ikuti Dauroh Aswaja untuk Aktivis BEM!

Ketua panitia kegiatan dauroh ini menandaskan bahwa tantangan Aswaja NU di kampus negeri maupun swasta sangat berat. "Baik di kampus yang berbasis agama Islam maupun umum," kata alumnus Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selama ini, para aktivis kampus lebih banyak berkutat dengan kegiatan ekstra maupun intra, dan kurang mendapatkan tambahan dan pendalaman agama. "Dan kalaupun mereka aktif di kegiatan kerohanian Islam, namun belum tahu Islam seperti apa yang akan dikembangkan," kata alumnus Pesantren Sidogiri Pasuruan ini. Karenanya, PW Aswaja NU Center merasa terpanggil untuk memberikan pengenalan dan pendalaman terkait hal ini. lanjutnya.

"Selama dauroh, para peserta akan mendapatkan materi mafahim atau pemahaman Aswaja an-Nahdliyah," kata Ustadz Fauzi, sapaan akrabnya. Demikian juga penjelasan firqah yang ada dalam Islam, serta amaliyah ala NU. "Yang terbaru adalah kemunculan faham liberalisasi agama," tandasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ustadz yang pernah ke Malaysia untuk undangan Aswaja ini memastikan selama dauroh, peserta tidak dikenakan biaya. "Seluruh materi, termasuk konsumsi dan sertifikat, kami berikan secara gratis," katanya.

Diharapkan usai mengikuti dauroh, aktivis kampus mampu memberikan penjelasan kepada para mahasiswa terkait amaliyah dan keyakinan yang ada secara benar dan dapat dipertanggungjawabkan. "Merekalah yang nantinya akan memberikan warna bagi kiprah BEM di sejumlah kampus," jelasnya.

Sejumlah narasumber akan mengisi dauroh di Kantor PWNU Jatim sejak jam 08.00 hingga petang ini, di antaranya Ustadz Idrus Ramli, Ustadz Maruf Khozin, Ustadz Fathul Qodir, serta Ustadz Ainun Yakin.

Untuk bisa mengikuti kegiatan ini, cukup menghubungi.Fahmi Saifuddin, SH di 085731273000 dan Dr. Neng Siti Nur Chusnul, M.Kes atau Siti Masulah dengan nomor hp 08123519772.

"Tapi kami batasi hanya seratus peserta, karenanya yang berminat bisa segera mendatar," pungkasnya. (Syaifullah/mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Jadwal Kajian, Tokoh, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 06 Oktober 2008

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis

Malang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang menjadi sentrum gerakan titahkan para kader pergerakan untuk tidak hanya menjadi pemilih abal-abal yang mudah terkena serangan fajar, namun lebih dari itu, yakni menjadi pemilih yang bisa menciptakan pemilihan gubernur (pilgub) yang berintegritas, dengan menolak keras pada praktik money politik pada pilgub Jatim yang berlangsung pada Kamis, 29 Agustus.

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Pilih Jadi Pemilih Kritis

“Persiapan pilgub sudah 100%, kami mengharap warga Jatim menggunakan hak suaranya dengan baik, tanpa adanya praktik-praktik curang, terlebih golput akan pilgub ini sesuai dengan apa yang kita harapkan,” papar Hendrik selaku ketua KPU Malang, dihadapan para kader PMII, Selasa (27/08) di Hotel Regent, Jalan J. A. Suprapto, Malang.

Dalam sosialisasi pilgub yang dihadiri Ketua KPU Malang dan bekerjasama dengan Malang Corruption Watch (MCW) itu, tidak hanya dihadiri PMII sebagai peserta, namun juga beberapa akademisi dari Universitas Widyagama, Universitas Islam Negeri Malang (UIN), Universitas Muhamadiyah Malang (UMM), dan Universitas Negeri Malang (UM) dan beberapa warga dari tiap kecamatan kota Malang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, Ketua PMII Cabang Malang saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai acara mengatakan, PMII suadah seharusnya menjadi pemilih kritis dan menjadi contoh bagi masyarakat bukan malah apatis dengan tidak menggunakan hak suara (golput). 

“Kader-kader PMII sudah faham benar akan terapan paradigm kritis transformatif yang selalu diajarkan di PMII, 29 besok para kader harus mengaplikasikannya dengan menjadi pemilih kritis,” tegas Erwanto pada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senada dengan apa yang disampaikan Erwanto, Luthfi J Kurniawan selaku dewan Pembina Malang Corruption Watch juga menyampaikan, jika pilgub Jatim ini harus jujur dan berintegritas bukan hanya pemilihan masal tanpa kejujuran.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Olahraga Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 08 Juli 2008

16 Pesantren Bakal Bertarung di LSN Region Sumatera V

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Panitia Pelaksana LSN Region V Sumatera meliputi Provinsi Sumatera Selatan dan Lampung, Abdullah Kadir mengatakan, Technical Meeting (TM) LSN akan digelar di Sekretraiat NU Sumsel Jl My Salim Batubara Sekip Palembang, Kamis (25/8) pukul 14.00.

"Total 16 peserta dan sudah kita beritahukan bahwa TM akan digelar sekretariat NU Sumsel, Kamis, 25 Agustus 2016, pukul 14.00," ujar Kadir, Rabu (23/8/2016).

16 Pesantren Bakal Bertarung di LSN Region Sumatera V (Sumber Gambar : Nu Online)
16 Pesantren Bakal Bertarung di LSN Region Sumatera V (Sumber Gambar : Nu Online)

16 Pesantren Bakal Bertarung di LSN Region Sumatera V

Menurut dia, total 16 tim semuanya peserta dari Sumsel, jadi sifatnya pertandingan Region V Sumatera untuk mencari tim terbaik. "Kita berharap nanti tim terbaik dari Ponpes yang akan tampil di tingkat nasional dan bisa bersaing putaran 32 besar 22 Oktober nanti," jelasnya.

Sementara Ketua RMI Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Nahdhatul Ulama (NU) Sumsel, Hendra Zainuddin mengatakan, Sumsel satu-satu provinsi yang menjadi peserta region V Sumatera. "Kami menghimbau agar tim-tim peserta memanfaatkan moment dengan sebaik mungkin dan menjadi tim terbaik yang akan dikirim ke putaran 32 besar 22 Oktober nanti," ujarnya.

Sejauh ini, Palembang mendominasi dengan mengirim tujuh perwakilan yakni, Aulia Cendikia, Assanadiah, Muqimussunnah, Jamiatul Quro, Darunur Almusthafa, Darul Hufaz, dan Subulussalam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kemudian dari OKI dua tim yakni, Darul Muttaqin Kayuagung, Asshiddiqiah Lubuk Seberuk. Kemudian dari OI ada PP Raudhatul Quran Payaraman, Al Ittifaqiah Indralaya. Banyuasin juga dua tim yakni Innayatullah Gasing, Bahrul Ulum Jalur 19. Sementara dari Prabumulih ada Darussalam, dari Lahat ada Abdurrahman Kikim, dan kejutan dari tim paling jauh yakni PALI, Mambaul Hikam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ditambahkan Koordinator Region V Sumatara Hendri Zainuddin, total 16 Tim dari Pondok Pesantren (Ponpes) dari Region Sumatera V, siap bertarung mengejar satu dari 32 tiket tingkat nasional. LSN Region 5 ini sebagai babak penyisihan LSN yang digelar secara bersamaan dengan 32 wilayah lainnya di Indonesia.

"Kita juga siapkan partai eksebhisi antara tim wartawan menghadapi tim ustadz dari 14 ponpes peserta, sebagai partai pembukaan atau kick off LSN untuk Region Sumatera V. Total untuk tim ustadz ada 24 orang. Tim pemenang dari Regional V ini akan bergabung dengan 31 tim terbaik lainnya di putaran nasional, yang dimulai dengan 32 besar, 16 besar, perempat final, semifinal, dan final," jelasnya.

Berikut daftar Pesantren Peserta LSN Region Sumatera V:

1. Aulia Cendekia Palembang

2. Assanadiah Palembang

3. Muqimussunnah Palembang

4. Jamiatul Quro Palembang

5. Darunur Almuthafa Palembang

6. Darul Hufaz Palembang

7. Subulussalam Palembang

8. Darul Muttaqin Kayuagung OKI

9. Asshiddiqiah Lubuk seberuk OKI

10. Raudhatul Quran Payaraman OI

11. Al Ittifaqiah Indralaya OI

12. Innayatullah Gasing Banyuasin

13. Bahrul Ulum Jalur 19 Banyuasin

14. Drasussalam Prabumulih

15. Abdurrahman Kikim Lahat

16. Mambaul Hikam Pali

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 07 Juli 2008

MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati

Pati, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Keluarga besar Nahdlatul Ulama Pati mengadakan peringatan 100 hari wafatnya ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Muhammad Mubarok (25) di kediaman ayahnya, Desa Muktiharjo, Kecamatan Margorejo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) cabang Pati KH Mahmudan memimpin tahlil pada acara yang berlangsung Selasa (26/3) ini. Selain warga, turut pula membacakan doa Bupati Pati Haryanto.

MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati (Sumber Gambar : Nu Online)
MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati (Sumber Gambar : Nu Online)

MUI Pimpin Tahlil 100 Hari Wafatnya Ketua IPNU Pati

Haryanto berpesan kepada kader IPNU untuk meneruskan perjuangan Muhammad Mubarok dengan meneladani semangat yang telah diwariskan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ma’shoem selaku pejabat ketua IPNU Pati menyatakan bahwa Muhammad Mubarok termasuk seorang pemimpin yang penuh kharisma. Dalam kepemimpinannya dia tak pernah mengeluarkan kata-kata keras dan tak pernah marah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Selain itu, dia juga bersemangat dan energik dalam menjalankan amanat yang diterima. Dan melakukan kaderisasi yang luar biasa selama kepemimpinannya,” imbuh Ma’shoem kader dari Kayen.

Setelah tahlil usai acara dilanjutkan dengan pengajian umum dengan dihadiri oleh KH R Santri Dzikrillah (Kendal), Simbah KH. Anwar Suaidi (Kediri), KH. Amroni (Rembang) dan Ki Rekso Buwono Pati. Pengajian umum ini juga diiringi dengan rebana Tikus Piti dari Pati. (Mukhamad Zulfa/Mahbib)

 

Foto: Ketua IPNU Pati Muhammad Mubarok, Bupati Pati Haryanto dan Ketua IPPNU Pati Umi Saadah dalam sebuah kegiatan (kiri-kanan)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote Pondok Pesantren An-Nur Slawi