Sabtu, 23 Desember 2017

KH Maktum Djauhari, Pengasuh Pesantren Al-Amien Wafat

Sumenep, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Warga muslim kembali kehilangan ulama sepuh. Kali ini Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amien Prenduan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, KH Maktum Djauhari wafat. Kiai pejuang antikorupsi tersebut mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Darmo Surabaya, Selasa (29/12).

Berita kewafatannya juga menyebar luas di media sosial. Kiai Maktum Djauhari dikabarkan meninggal dunia sekitar pukul 12.21 di Rumah Sakit Darmo Surabaya, Jawa Timur.

Selama hidupnya, Kiai Maktum dikenal getol menyuarakan perang besar terhadap korupsi yang menjangkiti negeri ini. Lewat taushiyah-taushiyahnya, almarhum menyatakan sangat prihatin atas maraknya kasus korupsi yang menimpa negeri ini.

KH Maktum Djauhari, Pengasuh Pesantren Al-Amien Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Maktum Djauhari, Pengasuh Pesantren Al-Amien Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Maktum Djauhari, Pengasuh Pesantren Al-Amien Wafat

Untuk itu, ia kerap menekankan kepada segenap lapisan masyarakat dan santri beserta alumni Pesantren Al-Amien supaya tidak mendekat-dekati korupsi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahkan, menurutnya, status santri sejati tidak bisa diperoleh oleh mereka yang menimpa ilmu di pesantren manakala masih terjangkit penyakit korupsi.

"Anti korupsi adalah sebagian tanda bahwa santri telah mendapatkan ilmu yang nafi dari Allah subhanahu wataala," terang almarhum Kiai Maktum dalam suatu kesempatan menghadiri acara di Kabupaten Pamekasan beberapa waktu lalu. (Hairul Anam/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu

Bantul, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gerakan Pemuda Ansor Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bekerjasama dengan RCTI Peduli, Ahad (18/6) memulai pembangunan asrama Pondok Pesantren Yayasan Yatim Piatu (Yapitu) Mabarrot, yang terletak di Daraman, Piyungan, Bantul.


Ketua PW GP Ansor DIY, Sidik Pramono, pada kesempatan itu mengungkapkan, pembangunan Yapitu yang rusak akibat gempa bumi 27 Mei lalu sesegera dikerjakan mengingat bangunan itu dihuni oleh lebih 200 anak yatim piatu. Harapannya, beberapa asrama pendidikan dan aktivitas pesantren akan dapat segera dimulai.

Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor dan RCTI Peduli Bangun Pesantren Yatim Piatu

 



Pondok Pesantren An-Nur Slawi





"Para santri perlu segera memulai belajar dan mengaji, karenanya pembangunan ini kan segera dimulai dengan melibatkan sahabat-sahabat Banser dan juga partisipasi masyarakat," ujar Sidik didampingi beberapa pengurus GP Ansor DIY, antara lain Munsoji (Sekretaris), Karsono Muhammad (Bendahara), dan juga Komandan Baser Muhyidin. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

 

Menurut Sidik, GP Ansor dan RCTI Peduli akan membangun satu lokal gedung utama Yapitu. Pembangunan ini setidaknya dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sosial dan pendidikan di lembaga ini.

 

Dalam kesempatan yang sama, PP GP Ansor yang diwakili Qohari dan Muhtar Hadyu, mengungkapkan, proses pembangunan itu diharapkan dapat menjadi suntikan positif bagi para santri untuk bangkit dari keadaan pasca gempa ini. Sembari mengucapkan terima kasih kepada RCTI Peduli atas kerja samanya, Qohari dan Muhtar Hadyu, mengungkapkan, upaya GP Ansor Pusat bekerja sama dengan RCTI Peduli itu merupakan ikhtiar menuju kemaslahatan bersama.

 

“Dengan jumlah relawan sekitar 150 yang tergabung dalam Banser (Barisan Serba Guna)-Ansor DIY, pembangunan gedung utama Yapitu ini diharapkan dapat terselesaikan tiga minggu ke depan,” Ujar Munsoji, Sekretarirs PW Ansor DIY yang juga Koordinator TSK (Tim Solidaritas Kemanusiaan) NU. “jika gedung utama Yapitu ini telah diselesaikan, kita akan mengadakan Tahlilan Kubro dalam rangka memperingati 40 hari korban gempa,” katanya lagi.

 

Sementara itu, Pengasuh Yapitu, KH. M. Soleh, mengucapkan terima kasih kepada pengurus Ansor pusat dan DIY serta pihak RCTI Peduli atas bantuannya. “Semoga niat baik kita ini memberikan dampak berupa keselamatan dan kemudahan-kemudahan di hari esok,” katanya. (ron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Humor Islam, Makam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 22 Desember 2017

PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih

Purworejo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ratusan kader dari region PMII Danyang Sumbing yang meliputi cabang Purworejo, Wonosobo, Temanggung, dan Magelang menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Purworejo, Kamis (17/4) malam. Mereka mengajukan empat poin petisi yang ditujukan untuk para caleg terpilih dalam pileg beberapa pekan lalu.

Koordinator aksi Muhammad Arifin mengatakan, aksi damai di depan gedung DPRD ini dilandasi atas keprihatinan mahasiswa terhadap maraknya politik uang yang terjadi pada pileg beberapa waktu lalu.

PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Keluarkan Petisi Politik Untuk Caleg Terpilih

“Hampir seluruh caleg kemarin menggunakan uang untuk membeli suara agar menang,” kata Arifin yang memandu ratusan kader PMII berkumpul di trotoar jalan protokol depan gedung DPRD.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Keadaan itu, menurutnya, sangat memprihatinkan. Karena, politik transaksional rawan membuka keran kejahatan korupsi. Jika keadaan ini dibiarkan tanpa pengawalan aktifis mahasiswa, kami khawatir rakyat akan semakin sengsara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Empat poin petisi berisi tuntutan DPRD untuk bekerja maksimal bagi masyarakat, tuntutan agar produk-produk DPRD harus prorakyat, menentang segala bentuk kejahatan korupsi, kolusi, dan nepotisme, dan komitmen PMII untuk mengawal anggota dewan lima tahun ke depan,  terus Arifin.

Petisi yang telah ditandatangani empat ketua pimpinan cabang PMII itu akan diserahkan kepada anggota dewan periode 2014-2019 usai mereka dilantik.

Tepat di depan plang DPRD, mereka membentuk barisan melingkar di mana di tengah barisan dinyalakan 54 buah lilin dan tumpeng sebagai penanda 54 tahun PMII.

Sementara itu, Ketua PC PMII Wonosobo Saman dalam orasinya mengatakan, komitmen PMII untuk mengawal birokrasi tersebut merupakan roh perjuangan dan komitmen pergerakan sebagai wujud kesetiaan terhadap rakyat.

“Refleksi 54 perjalanan PMII yang harus selalu dibenamkan dalam benak kader pergerakan adalah semangat menemani rakyat tertindas karena kesewenang-wenangan para penguasa. Semangat itu yang harus senantiasa membara dalam benak kita,” tandas Saman.

Aksi damai ini ditutup dengan doa untuk anggota dewan yang baru terpilih. (Lukman Hakim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tegal Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ngaji Istinbathul Ahkam, PBNU Siapkan Kader Bahtsul Masail Priangan Barat

Cianjur, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU) mengadakan pendidikan istinbathul ahkam (proses pengambilan keputusan dalam hukum Islam) di Pondok Pesantren Ar-Riyadh, Kabupaten Cianjur. Selama dua hari, Sabtu-Ahad (11-12/3), pengurus harian LBM PBNU menjelaskan teknik-teknik musyawarah, teknik menghadapi masalah, dan juga cara membuat rekomendasi ala NU.

Tampak hadir sebagai narasumber Rais Syuriyah PBNU KH Masdar F Mas’udi, Sekretaris LBM PBNU KH Sarmidi Husna, dan Wakil Ketua LBM PBNU KH Mahbub Ma’afi.

Ngaji Istinbathul Ahkam, PBNU Siapkan Kader Bahtsul Masail Priangan Barat (Sumber Gambar : Nu Online)
Ngaji Istinbathul Ahkam, PBNU Siapkan Kader Bahtsul Masail Priangan Barat (Sumber Gambar : Nu Online)

Ngaji Istinbathul Ahkam, PBNU Siapkan Kader Bahtsul Masail Priangan Barat

Peserta pendidikan istinbathul ahkam berjumlah sebanyak 150 orang. Peserta terdiri atas pengurus harian PCNU Bogor, PCNU Depok, PCNU Cianjur, PCNU Sukabumi, dan utusan pesantren di Priyangan Barat. Peserta terdiri atas kalangan pria dan wanita.

Menurut Sekretaris LBM PBNU Kiai Sarmidi, pendidikan ini berangkat dari keterbatasan SDM bahtsul masail yang ada sekarang ini. Sementara pesantren-pesantren yang memproduksi santri dengan kompetensi berbahtsul masail juga mulai berkurang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Sangat urgen untuk melakukan pelatihan istinbathul ahkam dalam bahtsul masail di PCNU ataupun pesantren-pesantren yang kegiatan bahtsul masailnya kurang maksimal,” kata Kiai Sarmidi kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi di Cianjur, Sabtu (11/3) pagi.

Pendidikan seperti ini, kata Kiai Sarmidi, merupakan upaya regenerasi dan kaderisasi pelaksanaan bahtsul masail guna menjaga eksistensi bahtsul masail. Kita juga mengakhiri pendidikan ini dengan praktik istinbathul ahkam yang mengangkat kasus kekinian.

“Pendidikan ini merupakan program utama LBM PBNU. LBM PBNU akan terus berkeliling daerah untuk menggelar pendidikan istinbathul ahkam ini,” katanya.

Kiai Sarmidi kemudian mengutip pernyataan Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfudz tiga periode sejak Muktamar NU 1999 bahwa bahtsul masail adalah sebuah tradisi yang harus terus-menerus dijaga eksistensi dan kesinambungannya dari waktu ke waktu, bukan saja karena ia adalah salah satu batu asah intelektual NU, tetapi juga karena ia memegang fungsi dan peran penting sebagai media yang menciptakan, menjaga, dan memelihara kesinambungan hubungan antara wahyu yang absolut dengan realitas kehidupan yang kompleks dan riil. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

Madiun, Pondok Pesantren An-Nur Slawi 

Anggota Gerakan Pemuda Ansor dan Banser di wilayah Kabupaten Madiun diterjunkan ke wilayah-wilayah dianggap rawan konflik sejak Ahad (24/12). Ketua GP Ansor madiun Khotamul Anam mengatakan, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, wilayah Madiun selalu kondusif bagi umat Kristen dalam merayakan Natal dan tahun baru. 

“Kita tidak inggin kejadian yang di luar praduga itu muncul di permukaan,” katanya. 

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Demi Kemanusiaan, Banser Jaga Keamanan Natal dan Tahun Baru

Karena itulah, GP Ansor Madiun mengimbau anggotanya di wilayah kecamatan masing-masing untuk waspada di setiap titik-titik keramaiaan. Tiap titik keramaian di 15 kecamatan itu harus ada anggota Banser.  

“Kita sudah imbau kepada seluruh jajaran di wilayah kecamatan masing- masing agar stand by menjaga keamanan dan memastikan kondusivitas yang nyaman untuk Hari Natal ini,” jelasnya.  

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menurut dia, menjaga keamanan bukan hanya tanggung jawab Kepolisian dan TNI, tapi Banser sebagai garda depan Nahdlatul Ulama harus lebih sigap dan tanggap terhadap situasi yang berkembang di wilayahnya masing-masing. 

“Tidah hanya waktu, tenaga dan materi kita korbankan, tapi juga nyawa yang sewaktu-waktu harus kita siapkan di medan. Niatkan ini sabagai pengorbanan atas nama Kemanusiaan. Maka seyoganya kita sebagai kader yang memiliki jiwa sosial tinggi, harus terjun dan mengamankan NKRI,” pungkasnya.

Hal serupa dilakukan GP Ansor Tangerang. Menurut Ketua GP Ansor Kabupaten Tangeran, Khoirun Huda, menerjunkan pasukan pengamanan pada Natal dan Tahun Baru sebagai upaya cipta kondisi bagi masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ini merupakan program rutin Banser Kabupaten Tangerang,” katanya dalam upacara Gelar Pasukan sekaligus Penutupan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Banser yang diselenggarakan di pondok pesantren Miftahul Jannah, Cikupa 22 sampai 24 Desember 2017.

Huda Menyampaikan bahwa ini bentuk komitmen Banser sebagai garda terdepan dan benteng NKRI. 

"Setiap tahun kami menyiapkan puluhan bahkan ratusan personel Banser untuk membantu aparat kepolisian dalam menciptakan keamanan menjelang Natal dan tahun baru," ucapnya. 

Disinggung tentang maraknya hujatan terhadap Banser yang sering menjaga gereja,  Huda menjelaskan, hal itu dilakukan oleh orang-orang atau kelompok yang tidak paham terhadap visi misi dan tugas Banser.

"Mereka pasti tidak paham tentang visi misi, tugas dan tanggung jawab Banser. Hal yang kami lakukan ini pada hakikatnya adalah dalam menjaga negara, menjaga Indonesia," tegasnya. 

Huda menyampaikan, pada Natal tahun ini, Banser menjaga keamanan di gereja ST. Gregorius, ST. Odelia Citra Raya,  GKI Panongan dan GKJ Pasar Kemis. (Hend Sulaksono/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah, Aswaja, Ubudiyah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pelatihan Pagar Nusa, IPSI: ini Event Luar Biasa

Kediri, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Memasuki hari keempat, Pelatihan Pelatih Wasit dan Juri Tingkat Nasional yang digelar? Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa di Ponpes Al-Amien, Ngasinan, Rejomulyo, Kediri, Jawa Timur (28/5) berjalan dengan baik dan lancar.

Menurut keterangan Ketua Panitia Miftahul Aziz, peserta pelatihan diikuti hampir dari seluruh PW Pagar Nusa se-Indonesia, termasuk dari Papua.

Pelatihan Pagar Nusa, IPSI: ini Event Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelatihan Pagar Nusa, IPSI: ini Event Luar Biasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelatihan Pagar Nusa, IPSI: ini Event Luar Biasa

Di sela-sela jam istirahat, salah seorang pelatih, Kat Mudjiono (Ketua Lembaga Wasit Juri Nasional PB IPSI) menyampaikan, bahwa penyelenggaraan pelatihan ini cukup baik. Walau begitu, ungkapnya, ada beberapa hal yang tetap harus ditingkatkan ke depan, termasuk dalam hal kedisiplinan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun secara umum, peserta pelatihan punya semangat yang luar biasa. "Secara umum saya menilai, peserta pelatihan sangat luar biasa. Terbukti di situ, setelah materi habis, mereka masih melanjutkan latihan sampai malam. Mereka sangat antusias dalam berlatih."

Lebih lanjut Mudjiono menyampaikan, "PB IPSI menilai, pelatihan ini sangat luar biasa, karena ini event nasional yang jarang dilakukan oleh perguruan lain. Dan, itu saya lihat banyak pejabat-pejabat yang datang, termasuk Ketua PBNU, Pak Menteri (Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi, Red.), serja Dirjennya, Pak Wakil Gubernur Jawa Timur, Walikota dan Wakil Walikota (Kediri, Red.); sangat mendukung dan antusias sekali."

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara itu, salah seorang Majelis Pendekar Pagar Nusa, Kiai Zainal Suwari, mengatakan, pelatihan kali ini cukup banyak peningkatan. Ia pun berharap, ke depannya acara-acara pelatihan akan semakin baik dan berkualitas.

Pendekar asal Pasuruan, Jawa Timur, ini menghimbau agar para pesilat Pagar Nusa tidak menyia-nyiakan setiap event yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat, atau pun yang lain. (Ali Rahman/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote, Pemurnian Aqidah, Habib Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Like Twit Ejekan atas Perempuan, Pejabat Keamanan Lebanon Dipecat

Dubai, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Letnan Kolonel Suzan al-Haj, Dirtektur Kantor Pemberantasan Kejahatan Siber ?dan Perlindungan Kekayaan Intelektual di Pasukan Pengamanan Internal Lebanon (ISF), terpaksa kehilangan jabatannya lantaran salah satu aktivitasnya di dunia maya.

Suzan merupakan perempuan pertama yang bergabung dalam pasukan keamanan Lebanon. Ia yang mendapat julukan "wanita paling berkuasa di Lebanon" itu kini dipecat karena mengklik item "suka" pada sebuah cuitan di Twitter yang bernada mengejek kebijakan baru Arab Saudi tentang perempuan.

Like Twit Ejekan atas Perempuan, Pejabat Keamanan Lebanon Dipecat (Sumber Gambar : Nu Online)
Like Twit Ejekan atas Perempuan, Pejabat Keamanan Lebanon Dipecat (Sumber Gambar : Nu Online)

Like Twit Ejekan atas Perempuan, Pejabat Keamanan Lebanon Dipecat





(Baca: Akhirnya, Raja Saudi Keluarkan Dekret Perempuan Boleh Menyetir)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Twit tersebut diunggah oleh seorang produser televisi Lebanon, Charbel Khalil pada 29 September lalu. Khalil menyinggung soal dekret Raja Arab Saudi yang mulai mengizinkan perempuan menyetir mobil.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Khalil mentwit dalam bahasa Arab, "Keputusan itu tidak sesuai, karena mengizinkan wanita Saudi mengemudi hanya jika mobilnya mogok."

Meskipun Suzan mengakui tidak menyukai twit tersebut, seorang pengguna Twitter Zyad Etany terlanjur membagikan unggahannya secara luas. Suzan pun mengajukan komplain terhadap Etany. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Aswaja, Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi