Rabu, 17 Agustus 2016

6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur

Bandung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sejumlah 6 tokoh agama kota Bandung menyampaikan orasi kebangsaan lintas agama pada acara dalam rangka Haul Gus Dur ke-7 yang digelar oleh Pengurus Cabang PMII kota Bandung, Rabu (28/12) kemarin, di halaman gedung PCNU setempat.

6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

6 Tokoh Lintas Iman Ini Ungkap Jiwa Sederhana dan Semesta Gus Dur

Jopie Rattuseorang Pendeta Kristen mengungkapkan Gus Dur orangnya sederhana. Kata “sederhana” kelihatannya cuma singkat, tapi kata sederhana punya makna yang dalam. “Apa yang beliau sampaikan mengena pada hati saya,” ungkapnya dihadapan puluhan mahasiswa yang hadir dalam Haul itu.

Menurut pendeta Jopie, Gus Dur adalah pembela minoritas, apalagi minoritas yang tertindas. Pemikiran Gus Dur yang visioner dapat menyelesaikan persoalan yang terjadi saat ini.Jadi ada pemikiran Gus Dur itu seharusnya menjadi format bagi orang-orang yang memimpin di negeri ini.

“Dia orang yang berani mempertaruhkan dirinya untuk bangsa. Hari ini kita memperingatinya untuk merenung, bisakah menjalankan prinsip apa yang disampaikan beliau?Negeri ini membutuhkan generasi-generasi yang sama seperti apa yang Gus Dur sampaikan,” ujarnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara Eko Supeno pemuka Buddha mengajak untuk membudayakan dan melestasrikan pemikiran Gus Dur, sebagaimana dalam kitab Suci agama Buddha di bab 1 dan ayat 1 yakni tentang pentinya pikiran itu sebagai pelopor, pemimpin, dan pembentuk dalam kehidupan.?

“Harus kita lestarikan adalah pemikiran Gus Dur yang hebat dan cemerlang untuk kebersamaan dan keutuhan NKRI.Jadi, mahasiswa harus mempunyai pemikiran besar seperti Gus Dur. Pemikiran besar itu positif, inovatif, kreatif, dan produktif,” sambung Pemuka Buddha itu.

Lain lagi penuturan Fam Kiun Fat. Ia menceritakan masa mudanya saat pembuatan KTP tidak boleh mencantumkan Kong Hu Chu sebagai agamanya. Namun semenjak Gus Dur mengeluarkan Keppres Nomor 6 tahun 2000 yang mencabut Intruksi Presiden Nomor 14 tahun 1967 tentang Agama, Kepercayaan, dan Adat Istiadat Cina. Umat Kong Hu Chu dan Tionghoa kembali mendapatkan hak sipil mereka.Makan di mata umat agamanya, Gus Dur adalah pahlawan.

“Marilah kita pemuda bersatu untuk membuat satu kekuatan. Dalam ajaran Kong Hu Chu, semua umat bersaudara. Karena kita sama-sama berdarah merah bertulang putih, itulah merah putih,” ajak kepada para mahasiswa lintas agama yang hadir pada acara itu.

Agus Sugiarto pemuka Katolikmempunyai pandangan lain. Baginya, Gus Dur itu orang kudus, artinya orang suci. Dalam tradisi gereja Katolik, setiap orang kudus itu selalu diperingati saat orang itu wafat. “Gus Dur mempunyai empati yang luar biasa. Ketika ada kaum minoritas yang tertindas, jiwa Gus Dur itu tergerak batinnya untuk membela,” lanjut Agus.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Yang terpenting bagi Gus Dur adalah bagaiamana negara indonesia bisa berkembang dan sejahtera, keadilan dirasakan di seluruh tanah air. “Kita sebagai generasi muda, mudah-mudah jiwa dan spirit Gus Dur itu mari kita lanjutkan dan kembangkan dan sebarkab kepada setiap orang yang kita jumpai, karena yang diperjuangkan adalah kebenaran dan keadilan,” pintanya.?

Oleh karena sering berjumpa dengan kiai NU, ia menjadi sangat hafal bahwa kalangan kiai NU jelas-jelas mempertahankan empat pilar yang disingkat menjadi PBNU, jelas Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, UUD 1945. “Luar biasa,” sanjungnya disambut tepuk tangan meriah oleh hadirin.

Adapun pemuka Hindu yang kali ini diwakili oleh I Nengah Kondra menerangkan Gus Dur menurut pandangan Hindu adalah sosok yang memilik sosok jiwa semesta. Dalam konsep hindu itu adalah pengakuan secara universal bahwa setiap manusia adalah sama, bersaudara. Saudara itu satu ruh, kalau kita Indonesia berarti satu negara Indonesia.?

Sosok Gus Dur dalam Hindu adalah sosok yang mengamalkan 3 hal yang menyebabkan manusia berbahagia. Pertama, manusia itu selaras dengan Tuhan, beribadah dengan kepercayaan masing-masing. Itu dipelihara oleh Gus Dur.?

Kedua, keharmonisan sesama manusia. Itu juga merupakan sesuatu yang sangat ditekankan pada saat pemerintahan Gus Dur, sehingga kesempatan saling bertolentasi bertumbuh sampai sekarang. Ketiga, keselarasan manusia dengan alam. Tiga konsep ini yang sangat ditekankan pada masa pemerintah Gus Dur.?

“Saya sangat mengagumi dan meneladani Gus Dur, tetapi sayang sekali disetiap kegiatan keagamaan, saya belum belum sampai bersalaman dengan beliau. Tetapi saya menanamkan dalam hati bagaimana konsep pemikiran kebhinekaan Gus Dur dapat saya teladankan kepada yang lainnya,” kagumnya.

Sedangkan menurut Wahyul Afif Al-Ghafiqi seorang pengasuh pesantren di Bandung menuturkan bahwa Kiai Abdurrahman Wahid adalah salah satu karunia Allah bagi Indonesia. Santri yang pernah menjadi presiden. Dan kapan lagi Indonesia mempunyai santri menjadi presiden.

“Kita sering dengar bahwa istana negara itu jadi istananya rakyat memang benar di masa Gus Dur, santri tidak pakai sepatu, memakai sendal jempit hendak ketemu Gus Dur, tanpa protokoler, termasuk saya. Jadi kalau sekarang situasi bangsa sedang seperti ini, kangennya luar biasa,” tuturnya.

Mantan aktivis PMII Bandung itu meyakini bahwa Gus Dur itu mengamalkan ajaran Rasululllah bahwa membela siapapun yang tertindas, siapapun yang teraniaya, tidak perduli dari kalangan apapun. Bahkan kita sendiri yang mengikuti bingung mencari pembenaran dari apa yang dilakukan oleh Gus Dur.

“Gus Dur itu asli kiainya, mondoknya di mana-mana, gelar pengakuannya juga banyak. Mana ada kiai jadi Dewan Kesenian Jakarta, sampai jadi pengamat sepak bola,”paparnya dari pengalamannya berjumpa Gus Dur. (M. Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Ulama, Warta Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 15 Agustus 2016

Kopri PB PMII Paparkan Cara Memperkuat Bangunan Keindonesiaan

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Fakta bahwa Indonesia kaya akan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang beragam perlu dipahami secara luas oleh masyarakat sebagai kekuatan sebuah bangsa. Bangunan kekayaan tersebut harus dirawat oleh penghuninya agar Indonesia semakin kuat.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Umum Kopri Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII), Septi Rahmawati saat menjadi narasumber pada acara Harlah ke-5 Lembaga Kajian Strategis Bangsa (LKSB) dan peluncuran buku Indonesia Rumah Kita sekaligus Refleksi Sumpah Pemuda ke-89, Selasa (31/10) di Gedung PBNU Jakarta.

Kopri PB PMII Paparkan Cara Memperkuat Bangunan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kopri PB PMII Paparkan Cara Memperkuat Bangunan Keindonesiaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kopri PB PMII Paparkan Cara Memperkuat Bangunan Keindonesiaan

Septi mengungkap kekayaan Indonesia tersebut termaktub jelas dalam penjelasan sembilan utama buku Indonesia Rumah Kita yang ditulis Direktur Eksekutif LKSB Abdul Ghopur dan Rizky Afriono.

“Sekilas saya membaca buku tersebut, kita dipahamkan bahwa Indonesia diberikan kekayaan melimpah. Jadi ibarat rumah, ornamen sudah ada, tiang dan atap sudah ada, perabotan-perabotan yang ada di dalamnya juga sudah lengkap. Tugas penghuninya untuk merawat agar bersih dan kuat,” papar perempuan kelahiran Lampung Tengah ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia mendorong kepada seluruh pemuda sebagai calon penerus masa depan bangsa untuk terus berkarya sekaligus berinovasi agar persatuan dan kemajuan bangsa bisa terwujud.

Sementara itu, Abdul Ghopur yang juga intelektual muda NU itu mendorong para pemuda agar tidak berhenti menjaga dan merawat Indonesia. Hal ia sampaikan mengingat kondisi bangsa akhir-akhir tak lepas dari konflik yang tak jarang berpotensi memecah bela bangsa.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Para pendiri bangsa termasuk para ulama sudah bekerja keras membangun negara ini sehingga tugas kita para pemuda untuk meneruskan,” ujar Ghopur.

Dia tidak menampik hingga sekarang masih ada sekelompok orang yang tidak setuju dengan bangunan Pancasila. Padahal dasar negara ini telah terbukti menguatkan menyatukan Indonesia yang beragam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 05 Agustus 2016

Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU

Doha, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ulama ternama Qatar, Syeikh Yusuf Qaradhawi, mengakui bahwa dirinya memiliki kesamaan pemikiran dan pandangan dengan Nahdlatul Ulama (NU) tentang kehidupan umat beragama. Kesamaan itu, katanya, terdapat pada keharusan sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan dalam kehidupan beragama.



Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Syeikh Qaradhawi Akui Kesamaan Pemikirannya dengan NU

Hal tersebut dikatakan Syeikh Qaradhawi seperti dikutip Duta Besar RI untuk Qatar, Rozy Munir, melalui surat elektronik yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, di Jakarta, Selasa (26/2). Rozy menyampaikan hal tersebut setelah bertemu Syeikh Qaradhawi di kediamannya, di Dafna, Qatar, beberapa waktu lalu.

Menurut Rozy, Syeikh Qaradhawi mengatakan bahwa keberagaman dalam agama merupakan kehendak Allah yang tak bisa diubah. Karena itu, setiap pemeluk agama harus saling menghargai, tidak boleh saling menghina dan melecehkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Allah manjadikan segala sesuatu dalam perbedaan. Smeua pasti ada hikmahnya. Kita tidak boleh mengkafirkan orang lain, karena mereka pun bisa mengkafirkan kita. Kita tidak boleh merasa paling benar. Dialog merupakan jalan yang terbaik untuk saling menghormati sesama mahluk Allah,” ujar Rozy mengutip Syeikh Qaradhawi.

Ulama kelahiran Mesir itu berpendapat, kemanusiaan merupakan nilai-nilai agama yang sesungguhnya seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad. Dikisahkan, Nabi pernah ditanya sahabatnya tentang peghormatan terhadap pemeluk agama selain Islam. “Wahai Nabi, mayit itu orang Yahudi, mengapa engkau menghormati? Nabi menjawab: ia pun (Yahudi) manusia.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Syeikh Qaradhawi berkeyakinan bahwa pelaksanaan ajaran agama harus sesuai dengan kondisi zaman dan tempat. Doktrin agama yang kaku akan berpotensi menimbulkan perpecahan.

?

“Demikian juga adanya perbedaan kajian fikih menunjukkan fleksibelitas (kelenturan) agama. Kebenaran dan segala nilai-nilai kehidupan, milik Allah,” paparnya.

Dalam kesempatan pertemuan itu, Rozy juga mengundang Syeikh Qaradhawi untuk hadir pada International Conference of Islamic Scholars (Konferensi Ulama dan Cendekiawan Muslim se-Dunia) di Jakarta, Juli mendatang. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 04 Agustus 2016

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) KH Nuril Huda berpendapat bahwa perda ketertiban umum yang melarang memberi pada pengemis, menjadi pengamen, pedagang asongan atau pengelap mobil dilematis.

“Persoalannya memang dilematis, disatu sisi kalau kita memberi uang pada pengemis, mereka kadang tak mau berusaha, disisi lain, kalau tidak kita beri, mereka kelaparan,” katanya di PBNU, Jum’at (14/9).

Dalam aturan ketertiban umum yang merupakan revisi dari Perda 11/1988, mereka yang melanggar bisa dikenai pidana kurungan 20 hari sampai 90 hari atau denda Rp 500 ribu hingga maksimal Rp 30 juta.

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Nuril Huda: Penertiban Pengemis Dilematis

Kiai Nuril lebih setuju jika dana yang diinfakkan diserahkan kepada lembaga amal, rumah yatim piatu, rumah jompo yang selanjutnya mereka akan mengelola dana tersebut buat yang berhak.

“Kita shodaqohkan atau infakkan harta kita kepada yayasan yatim piatu atau lembaga lainnya, biar mereka yang mengelola anak yatim, pengemis dan lainnya,” katanya.

 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tumbuhnya para pengemis, pedagang asongan dan lainnya di Jakarta diakibatkan oleh magnet yang menjadi daya tarik masyarakat dari daerah untuk datang ke ibukota dengan modal nekat. Karena tidak memiliki keahlian, akhirnya mereka berusaha bertahan hidup dengan segala cara.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Idealnya, fakir miskin dan anak yatim memang dipelihara oleh negara seusai amanat UUD 1945. Namun departemen sosial yang bertugas mengelolanya memang belum maksimal karena yang miskin memang banyak sekali,” katanya.

Dijelaskannya bahwa sudah sunnatullah di sebuah negara ada orang kaya dan orang miskin. Disinilah peran zakat, infak dan shodaqah bisa membantu mereka yang kekurangan. “Shodaqoh terbaik adalah kepada para saudara yang masih memiliki hubungan darah yang masih kekurangan, ini akan sangat membantu mereka,” paparnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 21 Juli 2016

Khofifah Minta Muslimat NU Tingkatkan Peran

Pamekasan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa mengingatkan kepada warga Muslimat NU untuk memperhatikan pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah. Sekurang-kurangnya, di lingkungan sekitar Muslimat NU. Sebab, katanya, kebesaran NU akan terus berkembang kalau ditopang oleh kiprah anggotanya.

Pernyataan Khofifah disampaikan dalam ceramahnya di hadapan ribuan warga Muslimat NU dan undangan yang hadir di halaman kantor Muslimat NU Jalan R Abd Aziz, Pamekasan, Jawa Timur, Rabu (25/4) lalu.

Menurut dia, sebagai Ketua Umum PP Muslimat NU, dirinya pantas menyampaikan hal tersebut kepada anggota Muslimat. Ini agar Muslimat lebih punya peran di masyarakat sekitarnya. Sehingga, Muslimat NU dapat membangun jaringan, merambah kader, dan keutuhan semakin besar ditopang oleh akar yang kuat.

Khofifah Minta Muslimat NU Tingkatkan Peran (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Muslimat NU Tingkatkan Peran (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Muslimat NU Tingkatkan Peran

Peran Muslimat NU diharapkan lebih terlihat dalam membantu perkembangan bangsa Indonesia. “Saya yakin, Muslimat NU Pamekasan juga turun tangan dalam mengatasi buta huruf,” ujarnya.

Dalam Harlah Muslimat NU ke-61 ini, Khofifah menceritakan betapa NU di Herzegovina mendapat tempat. Dia mencontohkan, pada saat dialog dengan seorang Syeikh Tamim di Herzegovina, Khofifah mengaku mendapat pujian karena NU dinilai telah memopulerkan teologi Asy’ariyah di Indonesia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Bahkan, kenangnya, secara berkelakar mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan di era Presiden KH Abdurrahman Wahid itu diminta membuka Pengurus Cabang Muslimat NU di Herzegovina. “Apa yang saya sampaikan hanya cerita, sekadar menjelaskan NU itu besar,” katanya.

Menurut anggota DPR RI ini, kebesaran NU yang di dalamnya terdapat Muslimat NU, tidak berkembang pesat tanpa disertai kiprah. Karenanya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan Muslimat NU dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, agar NU lebih berkeringat.

Contoh paling sederhana, katanya, Muslimat NU dapat turun ke desa-desa mengadakan bakti sosial. Di antaranya, sebentuk khitanan masal karena NU memiliki poliklinik. Khitanan ini memang sepintas sesuatu yang kecil, tetapi silaturahim antarmanusia yang dibangun Muslimat NU melalui media yang sederhana itu, amat bermakna.

Hal lain yang penting dilakukan Muslimat NU, membantu pemerintah dalam menuntaskan buta aksara. Meski tidak hafal berapa jumlah penderita tuna aksara di Indonesia, namun di Pamekasan diyakini Khofifah masih ada warga yang tuna aksara. Muslimat NU sebagai satu lembaga yang tersebar dari kota, kecamatan, desa, dan dusun-dusun, dapat memanfaatkan jaringan sebagai bentuk partisipasi kepada masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain itu, Muslimat NU dapat memberdayakan ekonomi yang dimulai dari internalnya dan dapat menjangkau luas bila kelak lembaga ekonominya sudah mapan. “Percayalah, mulailah dari hal-hal yang kecil untuk sesuatu yang besar sekalipun,” ujarnya.

Hadir bersama Khofifah, antara lain Ny Sholahuddin Wahid, Hj Ully Soraya, pengurus PW Muslimat NU Jatim, PC Muslimat NU se-Madura, dan berbagai undangan. Hadir juga beberapa orang tokoh PKB, PKNU, perguruan tinggi, LSM, dan pihak terkait di lingkungan Pemkab Pamekasan. (gpa/sbh)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tegal, Ulama Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 20 Juli 2016

Khofifah: Pemerkosa Yuyun Dipengaruhi Miras dan Video Porno

Rejanglebong, Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Menteri Sosial (Mensos) Khofifah Indar Parawansa saat berada di Rejanglebong, Provinsi Bengkulu, Jumat, menilai bahwa tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMP setempat berusia 14 tahun, Yuyun (14), akibat pengaruh minuman keras (miras) dan video porno.



Khofifah: Pemerkosa Yuyun Dipengaruhi Miras dan Video Porno (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Pemerkosa Yuyun Dipengaruhi Miras dan Video Porno (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Pemerkosa Yuyun Dipengaruhi Miras dan Video Porno



"Tadi saya tanyakan kepada para terdakwa kenapa tindakan itu sampai mereka lakukan, dan mereka jawab karena mereka sering menonton video porno, serta di bawah pengaruh minuman keras oplosan," ujarnya usai bertemu tersangka pelaku pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Rejanglebong, Bengkulu, Jumat.



Pondok Pesantren An-Nur Slawi



Ia mengemukakan, ? tersangka pelaku yang tujuh di antara 14 orang masih berusia di bawah umur mengakses tontonan pornografi itu menggunakan telepon seluler (ponsel), dan para orangtua tidak mudah memonitor apa saja yang diakses anak-anaknya.





Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Berdasarkan survei Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), mencapai 97 persen anak-anak seumuran SMP dan SMA yang mengakses tautan porno, sedangkan 92 persen anak SD dan SMP juga sudah mengakses tautan pornogarfi.





Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menutup banyak situs Internet yang membahayakan anak-anak Indonesia.?





Selain itu, Khofifah mengemukakan, harus ada pula upaya penertiban peredaran minuman keras yang dapat memengaruhi orang berbuat kejahatan dan menyebabkan kematian bagi orang lain.





Ia menegaskan, akan segera menyampaikan masukan kepada Panitia Khusus DPR RI yang sedang membahas rancangan undang-undang (RUU) peredaran minuman beralkohol (Minol).





Pansus DPR RI, menurut Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) itu, harus melihat akibatnya dari segi kebahayaan dan kejahatan seksual, serta menyebabkan kematian sehingga harus ada aturan larangan peredarannya secara bebas.





"Kasus yang menimbulkan keprihatinan itu menjadi keprihatinan kita bersama, sehingga harus ada tindakan apa yang dilakukan pemerintah dalam menyiapkan regulasi khusus dan masyarakat juga harus menyiapkan proses proteksi yang bisa memberikan perlindungan terhadap semua bangsa, terutama perempuan dan anak-anak," ujarnya.





Terkait proses hukum tujuh terdakwa anak-anak yang sudah disidangkan dalam kasus pemerkosaan dan pembunuhan Yuyun, menurut Khofifah, jika nantinya divonis oleh pengadilan, maka diharapkan mereka akan menjalaninya bukan di lembaga pemasyarakatan, tapi lembaga pembinaan khusus anak (LPKA) karena ancamannya lebih dari tujuh tahun penjara.





Berkaitan dengan tersangka dewasa, dinilainya, dikenai pasal berlapis jika terbukti mengajak, berinisiatif dan lainnya.





Selain itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah memberikan inisiatif agar pelaku ini diberikan pemberatan hukuman, demikian Khofifah Indar Parawansa.





Yuyun (14) siswi kelas VII SMPN 5 Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejanglebong, menjadi korban pemerkosaan dan pembunuhan oleh 14 tersangka pada 2 April 2016.





Sebanyak 12 tersangka adalah warga satu desa dengan korban, dan salah seorang pelaku adalah kakak kelasnya, kini menjalani proses hukum. Adapun dua tersangka lainnya masih dalam pengejaran polisi. (Antara/Mukafi Niam). Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Anti Hoax, IMNU, Habib Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 10 Juli 2016

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Lembaga Amil Zakat Infak dan Shodaqoh Nahdlatul Ulama (PC LAZISNU) Sidoarjo, Jawa Timur bersama Universitas NU Sidoarjo untuk yang pertama kalinya menggelar kegiatan bakti sosial bersama-sama. Bertempat di Jalan Monginsidi depan kampus Universitas NU Sidoarjo, sekitar 115 paket sembako dibagikan kepada abang becak yang ada di kota Sidoarjo.

Ketua PC? LAZISNU? Sidoarjo, Muhammad Ihsan mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pilot project lembaganya bersama Universitas NU? Sidoarjo. Rencananya, akan ada banyak kegiatan bersama lagi.

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU dan UNU Sidoarjo Bagi-bagi Sembako ke Tukang Becak

"Ke depan akan kita bahas lagi kegiatan-kegiatan lain dengan UNU (Universitas NU Sidoarjo), karena kegiatan hari ini bisa dibilang berhasil," ungkap Muhammad Ihsan saat ditemui usai kegiatan berakhir, Jumat (9/9) sore.

Ia menambahkan, kegiatan? LAZISNU? akan fokus pada keterlibatan mahasiswa sebagai pelaksananya. Tujuannya untuk membentuk karakter mereka? agar memiliki kepekaan sosial. Selain itu, mengenalkan mereka pada program pengabdian masyarakat yang ada pada Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Meski paket sembako yang dibagikan tidak terlalu banyak, lanjut Muhammad Ihsan, keterlibatan mahasiswa merupakan bagian terpenting dari kegiatan tersebut, karena mereka adalah mahasiswa baru.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Peket sembako yang dibagikan juga merupakan sumbangan mahasiswa baru yang dikumpulkan saat orientasi mahasiswa baru bulan lalu. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Bahtsul Masail, IMNU, Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi