Senin, 20 April 2015

Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU

Martapura, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sejumlah warga Ogan Komering Ulu Timur (OKUT), Sumatera Selatan mengaku senang bertemu Banser di acara Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) setempat yang menggelar bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan nonmedis Aji Tapak Sesontengan (ATS), Ahad (1/10).

Srianah, warga Trimoharjo, Semendawai Suku III, bertahun-tahun mengidap penyakit vertigo dan maag. Dua tahun terakhir, perempuan berusia 41 tahun itu tiga kali keluar masuk rumah sakit.

Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Senangnya Warga OKUT Ketemu Banser di Baksos ATS Pelajar NU

"Badan enteng dan pusing di kepala berkurang drastis," ujar Srianah menanggapi terapi beberapa menit ATS oleh Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada Lampung, Gatot Arifianto.

Selain itu, Srianah juga sudah bisa sedikit demi sedikit melepas kaca mata minus yang 12 tahun terakhir sama sekali tidak bisa dilepasnya.

Tanggapan serupa juga disampaikan Masudah, warga Darirejo, Belitang III, yang menderita penyakit kanker kolorektal atau kanker usus besar yang secara medis merupakan pertumbuhan sel kanker pada usus, anus dan usus buntu.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Ada benjolan pada usus berdasarkan pemeriksaan dokter. Setiap magrib perut sering sakit dan usus seperti diremas, badan tidak nyaman, nafas sesak, kepala dan kaki kiri sering sakit. Alhamdulillah diterapi tiga kali perut sudah nyaman, termasuk bagian tubuh sakit lainnya. Sekarang untuk mengatasi pekerjaan rumah tidak terlampau sakit seperti biasanya, rasa sakit pada benjolan sekarang juga berkurang jauh," kata dia lagi.

Bekerjasama dengan Gusdurian Lampung dan Tim Swarna Raya Yayasan ATS Global Indonesia, IPNU OKUT menggelar baksos di Yayasan Pondok Pesantren Mafatihul Huda, Comal, Yosowinangun, Belitang Madang Raya, asuhan Kiai Syaiful Anam.

Dalam kegiatan baksos dihadiri 56 masyarakat itu, Gatot didampingi? sejumlah kader Ansor yang juga praktisi ATS dari Sumatera Selatan. Supriyanto dari OKI Selatan dan Ririz, dari Musi Banyuasin.

"Setelah aktivasi ATS, saya jarang memberi obat atau menyuntik pasien dengan beragam penyakit," ujar Supriyanto, kader Ansor Cahaya Mas, Ogan Komering Ilir (OKI) yang berprofesi sebagai mantri di Puskesmas di daerah itu. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Meme Islam, Berita, Quote Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 09 April 2015

Menkopolhukam Minta NU Kawal Tiga Hal Ini

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan, menemui Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj di ruangannya lantai 3 Gedung PBNU, Senin sore (29/2).

Luhut meminta PBNU untuk mendorong kiai-kiai NU dan nahliyyin dari pusat hingga daerah sampai ranting untuk mengawal tiga hal penting demi bangsa ini. Ketiga hal tersebut adalah terorisme atau radikalisme agama, narkoba, dan dana desa.

Menkopolhukam Minta NU Kawal Tiga Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Menkopolhukam Minta NU Kawal Tiga Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Menkopolhukam Minta NU Kawal Tiga Hal Ini

“Kita ingin menggandeng NU yang memiliki jaringan yang sangat luas ini untuk ikut mengawal, berpartisipasi, dan terlibat langsung program-program terkait dengan terorisme, narkoba, dan pendampingan dana desa,” papar Luhut.

Apa yang sudah dibicarakan tersebut, jelas Luhut, jangan hanya mentok pada wacana dan pembicaraan. Ia berharap apa yang dibahas tersebut bisa terlaksana karena ia ingin mendisiplinkan bangsa Indonesia dari paham-paham yang berusaha menggerogoti kesatuan Indonesia.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kita ingin itu masuk program pemerintah. Jadi tidak hanya sekedar omong-omong saja. Kan ujung-ujungnya harus ada program. Kita pengen kerja cepet, tapi juga benar,” jelas mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI era Gus Dur tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kiai Said menyambut hangat tawaran dan permintaan Menkopulhukam tersebut. Ia mengaku siap dan bersedia untuk menggerakkan seluruh warga NU untuk ikut serta dalam menangkal radikalisme dan terorisme, perang melawan narkoba, dan mendampingi dana desa.

Menurut dia, contoh bibit-bibit radikalisme agama ada juga pada khotbah-khotbah Jumat atau ceramah cenderung provokatif. Dan anehnya, kadang khotbah semacam itu ada di institusi pemerintahan dan perusahaan-perusahaan.

“Kalau di daerah-daerah itu bisa kita handle lah. Tapi kadang masalahnya kan khotbah-khotbah yang ada di institusi pemerintahan dan perusahaan,” kata Kiai Said.

Lebih lanjut, pengasuh pesantren As Tsaqofah tersebut memaparkan bahwa banyak program-program islami di televisi diisi oleh kelompok-kelompok yang tidak moderat. Menanggapi hal tersebut, Luhut sangat setuju dengan Kiai Said.

Sampai saat ini, ada beberapa program Menkopolhukam dan PBNU yang sudah terlaksana di antaranya adalah santri bela negara, apel ke-bhinneka-an di lapangan Banteng, dan kampanye pemusnahan narkoba. (Ahmad Muchlishon/Abdullah Alawi)? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 06 April 2015

Keraton Surakarta Gelar Slametan Mapag Suro

Solo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Menjelang pergantian tahun Hijriah dan Saka, Keraton Kasunanan Surakarta menggelar prosesi Slametan Mapag Suro, Senin (20/10). Acara yang dihadiri sejumlah tokoh dari lintas agama tersebut dipusatkan di Titik Nol Kota Solo, Tugu Pemandengan.

“Kami ingin mengambil spirit dari titik nol ini agar ke depan bisa menghasilkan masyarakat yang lebih baik,” terang Budayawan Ronggojati yang turut dalam acara tersebut.

Keraton Surakarta Gelar Slametan Mapag Suro (Sumber Gambar : Nu Online)
Keraton Surakarta Gelar Slametan Mapag Suro (Sumber Gambar : Nu Online)

Keraton Surakarta Gelar Slametan Mapag Suro

Prosesi slametan diawali dengan pembacaan doa dan Sholawat Sultan Agungan yang dibaca tujuh ulama keraton. Dilanjut dengan pembacaan Kidungan Dhandanggula yang berisi permohonan meminta keselamatan. Acara ditutup dengan pemotongan tumpeng berwarna merah, putih, kuning dan hitam.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kami mencoba menghayati bulan (penanggalan,-red) yang diciptakan Sultan Agung pada 1633 silam. Bulan ini perpaduan Saka dan Hijriah. Dari situ kami memaknai Sultan Agung sejak zaman dahulu sudah mengajarkan nilai keberagaman dalam kebudayaan,” ungkap budayawan Suprapto Suryodarmo.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Suprapto menambahkan atas semangat ini pula, panitia berinisiatif untuk mengadakan rangkaian kegiatan yang diberi nama Sura Bulan Kebudayaan. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Syariah, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 19 Maret 2015

Harlah ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat

Demak, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Rumah Sakit Islam NU Demak yang menjadi kebanggaan warga NU Demak dalam meningkatkan khidmahnya pada umat di kabupaten Demak membuat terobosan baru dengan membikin program kartu sehat.

Harlah  ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah ke-22 RSI NU Demak Luncurkan Kartu Sehat

Peluncuran kartu sehat berlangsung hari ini Sabtu 26/1 di halaman RS tersebut dalam acara maulidurrasul, istighotsah dan pengajian dalam rangka memperingati hari lahirnya yang ke 22 dengan penyerahan secara simbolis kartu sehat kepada musytasar NU KH Zainal Arifin Maksum, Rais Syuriyah KH Alawy Mas’udi, Tanfidziyah KH Muhlas yang diserahkan langsung oleh Ketua Tanfidziyah KH Musadad Syarif yang didampingi oleh direktur Dr.H Abdul Aziz dan beberapa pengurus yayasan Hasyim As’ari.

Dalam sambutannya ketua NU Demak KH Musadad Syarif mengatakan sebagai organisasi yang berkhidmat pada umat melalui RSI NU akan selalu mengevaluasi dan meningkatkan pelayanan serta mengembangkan RS sesuai kebutuhan masyarakat khususnya warga Demak.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Peningkatan pelayanan terhadap pasien mutlak dibutuhkan dan ditingkatkan secara profesional, karena yang masuk ke rumah sakit ini warganya sendiri,” kata Musadad.

Sedangkan direktur RS Dr HAbdul Azis mengatakan pengembangan RS dan peningkatan kualitas baik peralatan medis dan tenaga medis harus singkron sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dia yang juga selaku direktur baru melihat kebutuhan umat langsung tanggap dengan membuat kartu sehat yang sementara diperuntukkan pengurus dari Cabang, MWC hingga Ranting sebagai uji coba awal yang tentunya setelah koordinasi dengan pengurus cabang NU,

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Ini sebagai khidmah kami pada warga NU di kabupaten Demak, karena ini merupakan satu satunya Rumah Sakit kebanggaan warga NU Demak,” kata Dr Aziz.

Selain program kartu sehat Dr Aziz menambahkan ada program capaian di tahun 2013 untuk membangun dengan menambah ruang HND (High Nursing Dependency) dan ICU (intensive care Unit) disamping itu juga akan menambah dokter specialis tetap dua orang diantaranya specialist bedah tulang (orthopedy)

“Kami mohon do’a restu karena tahun 2013 ini kami merencanakan dua ruang dan peralatan medis yaitu HND (High Nursing Dependency) dan ICU (Intensive Care Unit) serta dua dokter spesialis termasuk bedah tulang,” tambah Dr Aziz.

Acara tersebut selain dihadiri oleh direksi RS juga dihadiri oleh Bupati Demak H Dachirin Sa’id, Ketua Jatman Jateng KH Zaini Mawardi, ketua MUI KH Moh Asyiq serta  pengutus NU dari pengurus Cabang dan banomnya, MWC dan Pengurus Ranting  se Kabupaten Demak.



Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: A Shiddiq Sugiarto

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 12 Maret 2015

NU Belanda Jadikan Islam Nusantara sebagai Diplomasi Budaya Indonesia

Den Haag, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Kedutaan Besar RI di Den Haag menyelenggarakan jamuan makan malam dan gelar kebudayaan bertajuk Nusantara Night. Kegiatan ini diselenggarakan KBRI Den Haag sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan konferensi internasional mengenai Islam moderat di Indonesia yang sukses diselenggarakan dua hari sebelumnya (27/3) di kampus Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda.?

NU Belanda Jadikan Islam Nusantara sebagai Diplomasi Budaya Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Belanda Jadikan Islam Nusantara sebagai Diplomasi Budaya Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Belanda Jadikan Islam Nusantara sebagai Diplomasi Budaya Indonesia

Konferensi bertema “Rethinking Indonesia’s Islam Nusantara: From Local Relevance to Global Significance” ini diselenggarakanh Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda dengan dukungan penuh dari KBRI Den Haag serta bekerja sama dengan Kementerian Agama RI, Vrije Universiteit dan sejumlah lembaga lain. Direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, berkenan membuka konferensi ini dan sekaligus menyampaikan keynote speech.

Dalam sambutannya di konferensi internasional, Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Belanda, I Gusti Agung Wesaka Puja, menyatakan bahwa tema konferensi ini sangat tepat waktu sebagai konter atas meluasnya pandangan mengenai benturan peradaban (clash of civilization) di antara sebagian pemimpin dunia dan masyarakat Barat dewasa ini.?

“Banyak karakter positif dari Islam Nusantara sangat relevan untuk mewujudkan Islam sebagai agama kemanusiaan dan perdamaian di pentas global,” kata Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Beberapa karakter positif Islam Nusantara diilustrasikan secara rinci oleh Dubes RI ini, seperti akomodatif terhadap konteks lokal, respek terhadap keragaman, inovatif dalam dakwah, kepedulian pada pendidikan karakter, pendekatan kebudayaan, dan komitmen pada keadilan.?

“Karakter semacam ini menghasilkan ekspresi Islam yang menekankan moderasi, toleransi, non-kekerasan, keadilan dan perdamaian,” tegas Dubes RI yang pernah berperan penting dalam tercapainya kesepakatan perdamaian RI dengan GAM pada 15 Agustus 2005. ?

Acara Nusantara Night diselenggarakan oleh KBRI Den Haag untuk menegaskan signifikansi Islam Nusantara pada tataran global. Hal ini secara konkret akan ditunjukkan dengan bagaimana Islam Nusantara dapat menjadi salah satu komponen kunci dari diplomasi budaya Indonesia di kancah politik internasional.

Oleh karena itu, selain beberapa pertunjukan seni dan kebudayaan, acara Nusantara Night ini juga akan diisi dengan pidato kebudayaan oleh empat Duta Besar RI mengenai “Diplomasi Budaya Islam Nusantara: Pengalaman dan Refleksi.” Keempat Dubes RI yang akan menyampaikan pidatonya adalah Agus Maftuh Abegebriel (Dubes RI untuk Arab Saudi), Achmad Chozin Chumaidy (Dubes RI untuk Lebanon), Safira Machrusah (Dubes RI untuk Aljazair), dan Husnan Bey Fananie (Dubes RI untuk Azerbaijan).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua Syuriyah PCINU Belanda, KH Nur Hasyim Subadi, menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sangat besar kepada Dubes I Gusti Agung Wesaka Puja atas dukungan yang telah diberikan.?

“Hal ini menunjukkan kepedulian tinggi KBRI Den Haag atas signifikansi Islam Nusantara bagi citra global Indonesia di kancah internasional,” tegas tokoh ulama alumni Universitas Al-Azhar Kairo ini.?

Apresiasi senada juga disampaikan ? Katib Syuriyah PCINU Belanda, M. Shohibuddin. Menurutnya, dukungan besar KBRI Den Haag baik dalam mendukung konferensi internasional maupun menyelenggarakan Nusantara Night merupakan bukti bahwa Pemerintah RI memiliki kesadaran dan komitmen tinggi untuk menjadikan Islam Nusantara sebagai salah satu komponen diplomasi budaya Indonesia di luar negeri.?

“Diplomasi ‘Saunesia’ (Saudi Arabia-Indonesia) yang membuahkan kunjungan kenegaraan Raja Salman dan penandatanganan kesepakatan kedua negara untuk bekerja sama memajukan moderatisme Islam dan melawan terorisme tidak terlepas dari peran kunci Dubes Agus Maftuh Abegebriel melalui pendekatan Islam Nusantara,” tegas mahasiswa doktoral di University of Amsterdam ini.

Ditemui secara terpisah, Fahrizal Yusuf Affandi, salah satu aktivis PCINU Belanda yang sekaligus panitia Nusantara Night, juga menyampaikan penghargaan yang tinggi atas peran besar KBRI Den Haag dalam mendukung promosi Islam Nusantara di arena global.?

“Penandatangan dan deklarasi Piagam Den Haag sebagai pesan utama Nusantara Night tidak akan terwujud tanpa dukungan penuh dari KBRI Den Haag,” kata mahasiswa doktoral di Wageningen University ini.?

Menurutnya, Piagam Den Haag itu akan menegaskan Islam Nusantara sebagai komitmen bangsa Indonesia untuk mewujudkan perdamaian, keadilan dan persaudaraan di antara seluruh umat manusia.?

Piagam ini diharapkan akan ditandatangani oleh para hadirin Nusantara Night yang terdiri dari para Duta Besar RI, pejabat Kementerian Agama RI, pemakalah pada konferensi internasional, diaspora Indonesia di berbagai negara, serta peneliti dan pemerhati Islam dan Indonesia dari berbagai lembaga akademik di Belanda. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 10 Maret 2015

Peserta Konbes Keluarkan Petisi Pelajar Putri NU 2014

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sedikitnya 55 kader IPPNU mengakhiri Konbes dengan pendeklarasian Petisi Pelajar Putri NU 2014 di Cibubur, Jakarta Timur, Ahad (2/3) siang. Pembacaan bersama petisi itu dipandu empat rekanita yang mewakili pelajar putri NU dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi.

Deklarasi petisi ini dinyatakan oleh sedikitnya 55 peserta Konbes IPPNU 2014, beberapa mantan Ketua Umum PP IPPNU, delegasi Kemenakertrans Abdul Wahid Maktub, dan 90 santriwati pesantren Al-Hamid, Cilangkap, Jakarta Timur.

Peserta Konbes Keluarkan Petisi Pelajar Putri NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Konbes Keluarkan Petisi Pelajar Putri NU 2014 (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Konbes Keluarkan Petisi Pelajar Putri NU 2014

Petisi itu berisi empat poin sikap IPPNU atas semakin terpuruknya kualitas kepemimpinan di Indonesia di samping lemahnya penegakkan hukum, buruknya integritas pemimpin, dan juga korupsi yang menjamur.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mereka sebagai pelajar putri NU menyatakan pertama, hanya akan memilih pemimpin yang amanah, tegas, antikolusi, korupsi, dan nepotisme.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kedua, mereka sebagai bagian dari pemilih pemula akan berpartisipasi secara aktif dalam Pemilu 2014 dan menolak golput. Ketiga, mereka meminta pemerintah untuk lebih aktif menyosialisasikan pendidikan politik untuk seluruh pelajar Indonesia.

Keempat, mereka mengajak seluruh pelajar Indonesia untuk mengawal penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil, dan damai.

“Saya bangga dengan seluruh pengurus harian wilayah IPPNU peserta Konbes sekalian. Petisi yang dihasilkan Konbes IPPNU ini sangat penting. Selamat jalan menuju kediaman masing-masing. Sebarkan petisi ini ke seluruh pelajar di pelosok negeri di Indonesia,” kata Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah, Ahad (2/3).

Deklarasi ini ditutup dengan penandatangan bersama seluruh peserta Konbes IPPNU 2014, tamu undangan yang hadir, dan puluhan santriwati pesantren Al-Hamid. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan, Habib, AlaNu Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 25 Februari 2015

Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Paus Francis membahas insiden berdarah di kantor koran "Charlie Hebdo" dengan menegaskan bahwa tidak ada satu orang pun boleh menghina keyakinan orang lain, dengan kata lain kebebasan berbicara bukan berarti sama sekali tidak terbatas.

Paus berbicara membahas kontroversi "Charlie Hebdo" kepada jurnalis yang berada di dalam penerbangan bersamanya meninggakan Sri Lanka menuju Filipina. 

Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)
Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain (Sumber Gambar : Nu Online)

Paus: Tak Boleh Seorangpun Hina Keyakinan Orang Lain

Menurut Paus, sebagaimana diwartakan Time, kebebasan beragama dan kebebasan berekspresi adalah hak-hak manusia yang sangat fundamental tapi semua itu bukan berarti bebas tanpa batas sama sekali.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dengan bahasa Italia, ia menjelaskan, "Ada batasnya. Setiap agama mempunyai martabat. Saya tidak bisa mengejek agama yang menghormati kehidupan manusia dan keberadaan manusia."

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia merinci dengan contoh keseharian, "Bila ada kawan yang berkata-kata buruk tentang ibu saya, pasti saya tinju hidungnya." 

"Kita tidak boleh memprovokasi, kita tidak boleh menghina keimanan orang lain, kita tidak boleh bercanda soal iman," ujarnya.

Charlie Hebdo menjual kartun yang beberapa kali menggambarkan Nabi Muhammad dengan nada ejekan. Dalam keimanan Islam, sebagai wujud meyakini Tuhan sebagai satu-satunya yang layak disembah, sosok Nabi tidak boleh digambar. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Makam, Kiai Pondok Pesantren An-Nur Slawi