Minggu, 08 Oktober 2017

Gus Sholah: Bagaimana Umat Islam Mengejar Ketertinggalan?

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Berdasarkan studi Rehman dan Askari, keislaman semua negara Muslim tidak tinggi. Dari empat indeks ukuran (economic islamicity, legal and governance islamicity, human and political islamicity, international relation islamicity), yang didasarkan pada Quran dan Sunnah, hasilnya keislaman rata-rata negeri Muslim berada pada nomor 137 dari 208 negara.

Gus Sholah: Bagaimana Umat Islam Mengejar Ketertinggalan? (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah: Bagaimana Umat Islam Mengejar Ketertinggalan? (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah: Bagaimana Umat Islam Mengejar Ketertinggalan?

Demikian disampaikan Pengasuh Pesantren Tebu Ireng Jombang KH Salahuddin Wahid dalam seminar bertajuk "Islam Nusantara dan Islam Berkemajuan untuk Indonesia" yang diselenggarakan di Convention Hall? UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Selasa (6/10) pagi.

"Umat Islam sedunia terus mengalami ketertinggalan. Ketertinggalan keilmuan dan teknologi. Indonesia berada pada urutan 140. Karenanya, umat Islam harus berjuang keras untuk meningkatkan kesejahteraan umat dan ketertinggalannya," tutur kiai yang kerap disapa Gus Sholah tersebut.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Lebih lanjut Gus Sholah menyampaikan, bagaimana umat Islam harus berjuang mengejar ketertinggalan? Setiap keluarga dan individu Muslim harus melakukan transformasi menuju akhlak mulia.

"Keluarga adalah benteng paling kokoh dan persemaian paling baik bagi penanaman nilai, budi pekerti, dan akhlak.? Kaum Muslim hendaknya tidak hidup secara tertutup, tetapi terbuka, bermartabat dan setara," ujar adik Presiden ke-4 RI KH Abdurrahman Wahid.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gus Sholah menjelaskan, ajaran Islam sesungguhnya begitu baik, tetapi dalam penerapannya amat kurang. Salah satu cara untuk menerapkan Islam secara baik adalah dengan menerapkan kejujuran. Islam amat mengutamakan kejujuran.

"Seandainya memang kita menyadari belum berlaku jujur, hendaknya kita terus berjuang keras untuk menjadi orang-orang yang jujur," tegasnya.

Menurutnya, untuk mengejar ketertinggalan, dibutuhkan tiga strategi, yakni demokrasi, akhlak, dan ilmu. Agar strategi bisa dilakukan diperlukan tujuh persyaratan, yaitu kestabilan politik, kemajuan ekonomi, pemahaman keagamaan inklusif, pemikiran keagamaan modern, mengurangi dometifikasi, kemandirian, dan tagaknya hukum.

Seminar yang diikuti ratusan mahasiswa UIN Sunan Kalijaga ini juga mengadirkan Haedar Nashir sebagai nara sumber. (Suhendra/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kyai Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Nasaruddin Umar: Jihad itu Menghidupkan Manusia, Bukan Membunuh

Pandeglang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Maraknya pemberitaan mengenai radikalisme membuat pemerintah dan ormas Islam moderat terus melakukan langkah-langkah pencegahan secara dini dalam menangkal dan menanggulangi paham radikal-terorisme di Indonesia. Langkah-langkah tersebut termasuk kontra narasi dan sosialisasi secara langsung mengenai pencegahan paham ekstrim.

Tepatnya di Pondok Pasantren Nurul Arifin Pandeglang, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melalui Forum Komunikasi Penanggulangan Terorisme (FKPT) Provinsi Banten melakukan dialog pelibatan dai dalam program Islam damai untuk pencegahan paham radikal-terorisme di Kabupaten Pandeglang, Rabu (3/8). Kegiatan ini menghadirkan KH Nasaruddin Umar sebagai narasumber dan dihadiri oleh 200 lebih peserta.

Nasaruddin Umar: Jihad itu Menghidupkan Manusia, Bukan Membunuh (Sumber Gambar : Nu Online)
Nasaruddin Umar: Jihad itu Menghidupkan Manusia, Bukan Membunuh (Sumber Gambar : Nu Online)

Nasaruddin Umar: Jihad itu Menghidupkan Manusia, Bukan Membunuh

"Jihad itu menghidupkan manusia, ketika ada jihad yang membunuh orang, maka hal itu bukan jihad," ujar Nasaruddin Umar.

Lebih jauh lagi Imam Besar Masjid Istiqlal ini menjelaskan bahwa Islam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, sama seperti ajaran Islam rahmatan lil alamin. “Membunuh diri dan membunuh orang lain tidak pernah saya temukan di kitab-kitab fiqih dan hadits Rasulullah SAW dalam memperjuangkan agama Islam," tegas Rektor PTIQ Jakarta ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Mantan Wakil Menteri Agama ini menyampaikan materi dengan sangat lembut, dengan memakai pandangan Islam sebagai agama kasih sayang. Para peserta tampak khidmat dalam mengdengarkan materi dari Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini.

"Islam yang kita perjuangan harus masuk di akal dan masuk dihati, karena Islam yang tidak masuk di akal tidak akan pernah bisa menjadi agama masa depan," tutup Mustasyar PBNU ini. (Muhammad Aras Prabowo/Fathoni)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Gubernur Bali Apresiasi Peran NU di Pulau Dewata

Denpasar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Gubernur Provinsi Bali I Made Mangku Pastika memuji Nahdlatul Ulama sebagai ormas Islam yang konsisten memupuk keharmonisan di Tanah Bali. NU dinilai telah berkontribusi banyak menciptakan kehidupan sosial yang rukun dan damai pada masyarakat Pulau Dewata ini.

Pastika berpandangan, gelombang modernisasi dan globalisasi telah membawa kecenderungan baru dalam kebudayaan dan keagamaan masyarakat. Kecenderungan ini dalam beberapa segi berdampak negatif, seperti munculnya paham-paham keagamaan yang dapat mengoyak ketentraman masyarakat.

Gubernur Bali Apresiasi Peran NU di Pulau Dewata (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Bali Apresiasi Peran NU di Pulau Dewata (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Bali Apresiasi Peran NU di Pulau Dewata

Gubernur Bali menyatakan hal tersebut lewat sambutan yang dibacakan Kakesbang Bali I Gede Suwartama, Senin (9/7) pagi, pada acara Rapimnas LTMNU Region VIII PWNU Bali di Denpasar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“NU telah berperan aktif dalam menciptakan kehidupan yang harmonis di Provinsi Bali,” katanya. Gubernur berharap, hubungan harmonis NU secara internal dan NU dengan lembaga-lembaga lain di Bali dapat terus ditingkatkan. Ia juga menyerahkan bantuan kepada PWNU Bali sebagai ungkapan terimakasih atas kiprah NU selama ini.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam kesempatan itu juga, Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Fairid Mas’udi menyatakan, benih kedamaian sudah ditanamkan NU sejak sebelum republik ini berdiri. Di antara ajaran pokok NU dalam hal kenegaraan adalah keadilan sosial dan permusyawaratan. Lima butir Pancasila secara konseptual sudah selaras dengan nilai-nilai Islami.

Menurut Masdar, para pendiri NU telah banyak meneladankan sikap-sikap yang bijak dalam hubungan sosial-kenegaraan. Terkait gejala ekstrimisme yang dikembangkan kelompok keagaman tertentu, ia menolak bahwa itu timbul dari ajaran agama.

“Sebenarnya itu limbah dari interaksi mereka dengan dunia global,” tuturnya.

Penulis: Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Nahdlatul, Ahlussunnah, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 04 Oktober 2017

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) 2017 di lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta, Kamis (19/1).

Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (BP3TNU) DKI Jakarta H Marzuki Usman dalam sambutannya menyampaikan, agar para pengelola STAINU punya mimpi.?

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar Raker, STAINU Jakarta Bahas Upaya Pengembangan Kampus

Sebagaimana kata Eleanor Roosevelt, kutipnya, bahwa masa depan adalah milik mereka yang percaya pada keindahan mimpi-mimpi mereka. “Saya ingin kampus STAINU ada di 420 kabupaten,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Marzuki juga menekankan agar STAINU Jakarta mampu mengisi dunia. “Kita harus kerja keras, kita harus mengisi dunia,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua STAINU Jakarta H Syahrizal Syarif menginformasikan akan adanya tambahan dua fakultas lagi di STAINU Jakarta, yaitu Fakultas Humaniora dan Fakultas Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sebagai lembaga pendidikan yang masih berusia muda, Syahrizal berharap tahun ini STAINU Jakarta mendapat apa yang menjadi kebutuhan kampus sehingga bisa dikembangkan lebih bagus lagi.

STAINU dengan motto Unggul, Tangguh, dan Populis mempunyai karakter tersendiri, yaitu kewirausahaan. “Kita punya karakter kewirausahaan, kita harus mampu,” jelasnya.?

Hadir dalam kesempatan Raker tersebut Katib Syuriyah PBNU KH Mujib Qulyubi, Wakil Ketua I STAINU Imam Bukhori, Wakil Ketua II Arif Rahman, Wakil Ketua III Ahmad Nurul Huda, dan Wakil Ketua IV Aris Adi Leksono.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di samping itu hadir juga Kepala Program Studi (Kaprodi) PAI Dede Setiawan, Kaprodi Ahwalul Syakhsiyah Irfan Hasanuddin, Kaprodi Perbankan Syariah Khairunnisa, perwakilan Pascasarjana STAINU Jakarta Idris Masudi, dan beberapa dosen. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 02 Oktober 2017

IPNU-IPPNU Rembang Agendakan Road Show Tangkal Radikalisme

Rembang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Ahad (10/4) pagi melaksanakan rapat bulanan yang bertempat di Desa Glebek Kecamatan Sulang, Rembang.

IPNU-IPPNU Rembang Agendakan Road Show Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Rembang Agendakan Road Show Tangkal Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Rembang Agendakan Road Show Tangkal Radikalisme

Beberapa agenda tercetus dalam rapat tersebut, salah satunya agenda road show ke beberapa Komisariat yang ada di bawah naungan PC IPNU-IPPNU Rembang. Road show ini bertujuan untuk mengenalkan kader IPNU-IPPNU tentang dunia internet dan sosialisasi pencegahan radikalisme via internet.

Ketua PC IPNU Rembang Ahmad Humam mengatakan, tujuan road show ini adalah sebagai upaya sosialisasi organisasi dan pengenalan website kepada para kader IPNU-IPPNU. Lebih lanjut ia mengatakan, road show ini diberi tema Road Show Blogger.

"Selain upaya pengenalan internet, kami juga akan mensosialisasikan penangkalan radikalisme via internet," tambahnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rapat bulanan yang memang menjadi agenda rutinitas pelajar NU Rembang ini selalu dilakukan sebagai upaya koordinasi dan konsolidasi terkait kegiatan yang akan berlangsung. Selain road show ke beberapa Komisariat, pihaknya juga mengagendakan pawai akbar.

"Memang benar, pawai akbar tersebut sebagai upaya napak tilas pahlawan kita RA Kartini yang memang tanggal 22 April ini bertepatan dengan hari peringatan RA Kartini," terang Humam.

Beberapa Komisariat yang rencananya akan didatangi dalam acara road show tersebut yakni, MA Mualimin Mualimat Rembang, SMA dan SMK Wali Songo Kaliori, SMK Annuroniyah Sulang, MA Ar-Rohman Bulu, SMK NU Pamotan, MA YSPIS Sedan, serta MA Al-Azar Sale. "Dalam waktu dekat kami akan komunikasi dengan semua pihak terkait untuk mensukseskan acara ini," tutupnya.

Rencananya acara road show tersebut akan dilaksanakan pada 27 April hingga 3 Mei 2016 mendatang. Pihaknya juga akan bekerja sama dengan Komunitas Blogger Rembang yang notabene sebagai komunitas blogger yang ada di Kabupaten Rembang. (Aan Ainun Najib/Mukafi Niam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pondok Pesantren, Nahdlatul Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Minggu, 01 Oktober 2017

PC Muslimat NU Subang Resmi Dilantik

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pengurus Cabang Muslimat NU Kabupaten Subang, Jawa Barat Periode 2015-2020 hasil konferensi yang digelar di Kantor PCNU Subang pada bulan April lalu resmi dilantik.

Prosesi pelantikan dilakukan oleh Dra.Euis Badriyah,M.Pd, Ketua III Pengurus Wilayah Muslimat NU Jawa Barat, di Gedung Islamic Center Subang, Jln. Arif Rahman Hakim No. 8 Subang. Sabtu (8/8)

PC Muslimat NU Subang Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)
PC Muslimat NU Subang Resmi Dilantik (Sumber Gambar : Nu Online)

PC Muslimat NU Subang Resmi Dilantik

Dalam kesempatan itu, Hj. Iis Salamah selaku Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Subang menyatakan bahwa Muslimat NU adalah wadah perjuangan organisasi yang harus maju baik jamaahnya maupun jamiyahnya, ia pun berjanji tetap tidak akan membawa Muslimat NU Subang ke ranah politik.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Organisasi Muslimat NU bukan organisasi politik dan bukan juga organisasi profit!" tegasnya.

Muslimat NU, kata dia, adalah organisasi jihad untuk memperkuat paham ahlussunnah waljamaah dan dalam rangka menjadi muslimat yang menjadi teladan bagi umat dan dicintai masyarakat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ditambahkannya, program utama PC Muslimat NU Subang periode kepemimpinannya adalah pemantapan jamiyah dan penguatan jamaah dengan paham ahlussunah wal jamaah melalui program pengajian bulanan.

"Program utama kita adalah peningkatan kualitas jamaah dalam menjalankan sunah wal jamaah," katanya usai kegiatan.

Dalam kegiatan pelantikan ini, selain dihadiri ibu-ibu Muslimat NU se-Kabupaten Subang, juga dihadiri KH Musyfiq Amrullah (Ketua PCNU Subang) beserta jajarannya, H Ojang Sohandi (Bupati Subang), KH Maman Imanulhaq, (Anggota DPR RI) dan beberapa pejabat daerah setempat. (Aiz Luthfi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU, Halaqoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ser, Banser Nasibmu

Oleh KH Ubaidillah Shodaqoh



Sebagai Nahdliyyin saya sering bersentuhan dengan Banser. Pengajian rutin, akbar, karnaval, penanggulangan bencan, mantu sampai parkirpun mereka terlibat. Dus, saya sebagai warga negara merasa kapiran kalau tidak ada Banser.

Ser, Banser Nasibmu (Sumber Gambar : Nu Online)
Ser, Banser Nasibmu (Sumber Gambar : Nu Online)

Ser, Banser Nasibmu

Saya sering iseng menggoda mereka dengan meminta rokok. "Mas, minta rokoknya, mas," kataku.?

Mas Banser itu pun meraba-raba kantongnya di baju tebal seragamnya. Satu menit kira-kira dia baru berhasil mengeluarkan bungkusan rokok. Ketika disodorkan padaku, ternyata tinggal dua batang yang sudah bengkong hampir putus karena tertekan-tekan dalam kantong sempitnya. Itu pun Dji Samsoe yang dapat diisap sampai batas maksimal karena tidak berfilter.

Aduh…, gagah-gagah demikian rokoknya eceran.?

Betul juga guyonan KH Hasyim Muzadi. Mereka hanya mampu membeli rokok eceran. Dalam acara-acara pengajian dan lainnya mereka pun diberi konsomsi paling akhir. Ya, kalau snack dan makanan besar sudah cukup untuk tamu-tamu dan jamaah tentunya. Kalau tidak, ya makan seadanya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pernah ketika saya ndereake pak kiai di kabupaten Semarang. Ia dijemput delapan Banser yang menaiki empat motor. Ada yang gendut, gagah, tapi motornya bebek kuno Yamaha. Untuk melancarkan perjalanan kiaiku, empat pembonceng membawa peluit satu-satu. Mereka meniup bergantian untuk menyibak kemacetan jalan. Ya, jangankan sirine, sumpritan saja kayaknya sudah berkarat.

Bayangkan, malam mengawal dan mengamankan acara. Pagi mereka harus bekerja mencari nafkah. Ada tukang panggul, buruh tani, buruh pabrik, guru, tukang batu atau kuli batu. Demi khidmah pada guru dan kiai, mereka rela berpayah-payahan. Mungkin di rumahnya hanya tersedia beberapa liter beras saja. Tapi juga ada dosen, pedagang, dan bahkan doktor yang golongan ini sebagai pendonor cigaret atau jajan mereka.?

Selama ini, kemana pun saya blusukan di Jateng, selalu menjumpai Banser. Setiap keramaian di Pantura maupun Jawa bagian selatan. Dalam penanggulangan bencana. Masyaallah, tanpa upah, tanpa bayaran, mereka berkhidmah pada masyarakat di lapisan apa pun.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hah... kalau sejarah perjuangan membela negara janganlah bertanya lagi. Cikal-bakalnya selalu aktif melawan penjajah. Apalagi masa revolusi 65. Betapa besar jasanya meskipun setelah lahir Orde Baru, mereka digencet segencet-gencetnya, namun tak melawan tak mengeluh, tetap berkhidmah pada masyarakat.

Kini ketika NKRI terancam, mereka pun tak mau bertumpang dagu pura-pura dungu. Nahi munkar dengan mencegah provokator kerukunan umat yang berkoar-koar di masjid. Mereka tidak tega ulamaknya diperolok-olok dan dijelek-jelekkan sebagai ahli bid’ah. Mereka tidak rela Pancasila sebagai kesepakatan umat dilecehkan. Bukan hanya rokok dua gelintir taruhannya, tapi juga nyawa mereka.

Nah, meskipun ada beberapa tokoh di Jakarta yang tidak simpati pada langkah yang diambil kawan-kawan Banser dan bahkan sinis dan menyebarkannya seantero dunia lewat dunia maya, namun bersabarlah kawan-kawan semua bahwaganjaran Gusti Allah Taala atas keiikhlasamu menjaga NKRI sebagai rumah pengamalan Islam Aswaja NU, jauh lebih berharga dan banyak dibanding dengan tepuk tangan riuh dan pujian para politisi di pusat.?

Ser, Banser, tetaplah terukur dan terarah, ikuti komando pimpinanmu dan nasihat para ulamakyai. Lillahi Taala… Lillahi Taala…Lillahi Taala.

Ser, Banser, semoga amalmu diterima oleh Gusti Allah, dan rizekimu lancar sehingga dapat memondokkan atau menyekolahkan anakmu sampai jadi profesor, dan yang jelas semoga rokokmu tidak dibeli dengan harga eceran.

Penulis adalah Rais Syuriyah PWNU Jawa Tengah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Habib, Internasional Pondok Pesantren An-Nur Slawi