Kamis, 16 Februari 2017

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi?

Sebagai wujud kepedulian organisasi kepada masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama bulan Ramadhan, Pimpinan Aanak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo akan mendirikan Posko Ramadhan yang ditempatkan di titik rawan kemacetan.

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

PAC Ansor Sidoarjo Siap Dirikan Posko Ramadhan

Ketua PAC GP Ansor Sidoarjo Yusak Arifin menjelaskan, tahun sebelumnya PAC Sidoarjo Kota mendirikan posko di pertigaan Jalan Embong Malang dan Cemengkalang Sidoarjo. Di jalan tersebut sangat rawan kemacetan.

"Selain mendirikan posko Ramadhan yang tinggal beberapa hari lagi, kami juga membahas beberapa hal penting salah satunya tentang kedaulatan NKRI," kata Yusak di sela-sela audiensi dengan Forkopimka di aula kantor Kecamatan Sidoarjo, Rabu (10/5).

Dalam audiensi ini, PAC Ansor Sidoarjo mengajak forum komunikasi pimpinan kecamatan untuk bekerjasama memperkokoh kedaulatan NKRI dengan ideologi Pancasila.

Sementara itu Camat Sidoarjo Imam Pambudi menyambut baik audiensi tersebut. Imam mengatakan, forum komunikasi Ormas Kepemudaan dan Forkopimka seperti ini dapat mensinergikan program-program keduanya untuk menjadikan Sidoarjo kota lebih maju.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Camat Sidoarjo berharap, program-programnya bisa bersinergi baik dengan Ansor maupun masyarakat Sidoarjo. "Program kami harus menyentuh dengan pemuda dan masyarakat," kata Camat Sidoarjo, Imam Pambudi kepada Ansor. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Sejarah, Sholawat Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 15 Februari 2017

Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Buku yang berjudul Mutiara Tauhid : Pengantar Memahami Akidah Aswaja ini merupakan buku tentang cara memahami akidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mudah. Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan dan satu yang masuk surga yaitu golongan Ahlussunnah wal Jamaah, terus bagaimanakah Ahlussunnah wal Jamaah itu? buku ini akan membahasnya dengan mendetail namun singkat dan padat akan makna.

Buku ini terbagi atas tiga bagian, dan setiap bagian terbagi atas empat bab. yaitu pada bagian pertama yang menjelaskan tentang Ilahiyah. Didalamnya terbagi atas tiga bab yaitu Mengenal Allah, Mengenal Sifat-sifat Allah, Sifat Jaiz Allah, dan Kesalahan Pembagian Tauhid menjadi tiga bagian. Bagian kedua adalah Nubuwah yang juga terbagi atas empat bab yaitu ? Mengenal Para Nabi dan Rasul, Mengenal Sifat-sifat Para Nabi dan Rasul, Mengenal Nama-nama Nabi dan Rasul, Mengenal Kitab-kitab Suci Para Nabi. dan bagian yang terakhir adalah Samiyyat yang juga terbagi atas empat bab yaitu Mengenal Samiyyat, Mengenal Malaikat-malaikat Allah, Mengenal Samiyat secara Umum dan Penutup. dan ditambah lagi dengan Munajat, Daftar Pustaka, dan Tentang Penulis.

Pengantar Memahami Akidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengantar Memahami Akidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Pola penulisan yang digunakan sangat baik dan bagus sehingga mudah dipahami oleh pembaca baik yang sudah paham tentang akidah, maupun yang baru dan ingin memahami akidah Islam. karena menggunakan bahasa yang dekat dengan pembaca dan disertai dengan bukti yang nyata dalam kehidupan serta dengan adanya dalil aqli dan dalil naqli sebagai penguat. tak terlupa harga yang ditawarkan tidak terlalu merogoh dompet dalam dalam, hanya 30 ribu rupiah saja.

Meskipun banyak terdapat kelebihan, buku ini juga ada kekurangan yaitu penggunaan kaidah bahasa Indonesia yang belum baik karena masih terdapat tata bahasa yang kurang tepat dengan kaidah yang telah ditentukan. Hal ini sangat lumrah karena penulis buku ini berlatar belakang pesantren sehingga tata bahasa yang digunakan dalam buku ini mirip dengan tata bahasa yang digunakan dalam pesantren tepatnya dalam kitab salaf atau kitab kuning.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Data buku

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Judul Buku : Mutiara Tauhid : Pengantar Memahami Akidah Aswaja

Penulis : Dhiya H. Mahameru

Penerbit : Absolute Media

Cetakan : 1, Maret 2015

Tebal : vii + 170 halaman

ISBN : 978-602-1083-06-2

Harga : 30.000

Peresensi :Ahmad Syofiyullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Pahlawan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI

Bandung, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rezza Septian, kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bandung terpilih secara aklamasi menjadi ketua Forum Komunikasi Mahasiswa (FKM) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia pada momen Musyawarah Besar di Gedung Pascasarjana UPI, Kamis (29/12/2016).

"Semoga Rezza mampu menakhodai FKM dengan baik dan mampu menjadikan FKM sebagai tempat refrentatif bagi mahasiswa Pascasarjana dalam mengembangkan aktualisasi diri seluruh mahasiswa Pascasarjana " kata Nurul Fatonah, Ketua Panitia Mubes FKM.

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader NU Pimpin FKM Pascasarjana UPI

Rezza yang juga sebagai mahasiswa Pascasarjana Jurusan Bimbingan dan Konseling mengajak kepada seluruh mahasiswa agar Satu barisan dan satu cita menuju organisasi leading dan outstanding dalam kerangka tridarma perguruan tinggi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Keberadaan FKM merupakan penunjang dalam rangka peningkatan keilmuan dan sebagai media aktualisasi diri mahasiswa di pascasarjana UPI," kata Reza.

Selain itu, kata Rezza, FKM merupakan satu-satunya organisasi intra kampus yang mewadahi aspirasi dan apresiasi mahasiswa pascasarjana UPI.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"FKM tentunya sangat strategis untuk pengembangan kapasitas mahasiswa. Karena, sebagai universitas pendidikan tebesar di Indonesia, keberadaan UPI Bandung sangatlah strategis sebagai tolak ukur keberhasilan pendidikan di Indonesia," tegasnya.

Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia yang terletak di JL Dr Setiabudhi no 228 Bandung, Jawa Barat, saat ini tercatat memiliki mahasiswa kurang lebih 8.000 orang dengan program studi 36 prodi. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi News, Habib, Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 14 Februari 2017

Bagaimana Pengrajin Tas Kulit Hadapi MEA?

Sidoarjo, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pusat industri pengrajin tas kulit di kawasan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur telah dikenal hampir seluruh Indonesia. Para pengrajin tas di wilyah itu mengaku siap bersaing melalui pasar lokal hingga internasional. Produknya kerap diobaral hingga 50 persen.

Salah seorang pengrajin tas di wilayah itu adalah M Roni Yudianto (32). Pria yang menjabat sebagai Wakil Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo tersebut mengaku punya trik tersendiri menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Bagaimana Pengrajin Tas Kulit Hadapi MEA? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Pengrajin Tas Kulit Hadapi MEA? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Pengrajin Tas Kulit Hadapi MEA?

"Untuk menghadapi MEA ini sebenarnya tidak sulit. Kuncinya adalah kita mau menghadapi. Tidak hanya dipikirkan atau diangan-angan saja, tetapi ada kegiatan maupun pergerakan secara riil untuk mengimbangi inflasi dari negara-negara tetangga. Misalnya pada tahun 2016 ini, mall di seluruh Indonesia sudah mulai masuk produk dari negara tetangga, khususnya di Asia Tenggara," kata Roni asal Dusun Wates, Desa Kedensari RT 2 RW 1, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur itu, Selasa (2/2).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di lokasi industri tas Tanggulangin, pengusaha muda NU ini mengembangkan kerajinan berbahan kulit sebanyak dua buah toko dengan 40 orang karyawan. Dari 40 karyawan itu, diberi kebebasan untuk mengerjakan kerajinan tas kulit, misalnya dikerjakan di rumah. Namun, hanya sejumlah karyawan yang memproduksi di lokasi sentra industri miliknya.

Dalam kesehariannya, Roni mendatangi tempat penjualan dan pembuatan tas kulit hasil produksinya. Meski dengan kondisi sepi pembeli dan daya beli masyarakat menurun akibat melemahnya Rupiah, namun karyawan dan pengrajin kulit tetap membuat dan memproduksi tas-tas kulit untuk dipasarkan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain menurunya daya beli masyarakat, pengrajin tas juga dipusingkan dengan naiknya bahan baku seperti kulit dan aksesoris tas yang di import langsung dari luar negeri. "Pada tahun 2016 ini, program kami ke depan adalah membuka stand dan kios di mall-mall untuk mengimbangi perkembangan MEA itu sendiri," ujarnya.

Roni menceritakan pengalamannya sejak bergabung atau ikut organisasi Ansor. Ia mengaku telah banyak mendapatkan pengalaman dan ilmu pengetahuan maupun ilmu agama. "Alhamdulillah, di Ansor sendiri saya mempunyai banyak sahabat. Saya pun juga bisa berbagi wawasan baik itu seputar usaha kerajinan tas, atau pun membahas tentang organisasi," tutupnya. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Hadits, Habib, Kajian Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 11 Februari 2017

Menjawab Stereotipe Pesantren

Stereotipe adalah penilaian terhadap sesuatu hanya berdasarkan persepsi. Stereotipe merupakan jalan pintas pemikiran yang dilakukan secara intuitif oleh manusia untuk menyederhanakan hal-hal yang kompleks dan membantu dalam pengambilan keputusan secara cepat. Namun, stereotipe dapat berupa prasangka positif dan juga negatif, dan kadang-kadang dijadikan alasan untuk melakukan tindakan diskriminatif.

Sebagian orang menganggap segala bentuk stereotipe negatif. Stereotipe jarang sekali akurat, biasanya hanya memiliki sedikit dasar yang benar, atau bahkan sepenuhnya dikarang-karang.?

Menjawab Stereotipe Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Menjawab Stereotipe Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Menjawab Stereotipe Pesantren

Berbagai disiplin ilmu memiliki pendapat yang berbeda mengenai asal mula stereotipe: psikolog menekankan pada pengalaman dengan suatu kelompok, pola komunikasi tentang kelompok tersebut, dan konflik antarkelompok. Sosiolog menekankan pada hubungan di antara kelompok dan posisi kelompok-kelompok dalam tatanan sosial.?

Para humanis berorientasi psikoanalisis (misal Sander Gilman) menekankan bahwa stereotipe secara definisi tidak pernah akurat, namun merupakan penonjolan ketakutan seseorang kepada orang lainnya, tanpa mempedulikan kenyataan yang sebenarnya. Walaupun jarang sekali stereotipe itu sepenuhnya akurat, namun beberapa penelitian statistik menunjukkan bahwa dalam beberapa kasus stereotipe sesuai dengan fakta terukur. (Wikipedia)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Nah, pesantren dalam hal ini menerima stereotipe negatif. Salah satunya pesantren dituding seolah-olah pabrik kemiskinan. Mereka tidak mencari akar atau penyebab kemiskinannya, cenderung mengkambinghitamkan pondok pesantren.?

Yang tak bisa dipungkiri, ulama melalui basis-basisnya di pesantren telah membentuk kebudayaan Indonesia. Yaitu dunia pesantren telah mempengaruhi keyakinan dan pola perilaku kehidupan masyarakat di desa-desa di Indonesia sehingga kental dengan penghayatan religiositas, berjalan secara damai. Menemukan jalan damai kebudayaannya sendiri. Kehidupan itu menjadi fakta di depan mata yang tidak bisa ditutup-tutupi. Itulah peradaban yang merupakan produk sejarah suatu bangsa yang telah dipersembahkan dunia pesantren.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pasca kemerdekaan, sayangnya paradigma pendidikan pemerintah Indonesia terlalu berkiblat ke Barat (western minded); meneruskan sistem pendidikan peninggalan masa Hindia Belanda. Tidak mencoba berorientasi kepada hasil penelitian pendidikan berbasis lokal yang telah berurat-berakar dengan menggali tradisi yang telah turun temurun di Indonesia seperti pesantren dengan penyesuaian kurikulum sesuai sasaran pendidikan.

Keberadaan pesantren memang diakui di dalam UU No.20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Sebagaimana di dalam pasal 13 disebutkan jalur pendidikan nasional ? terdiri atas pendidilan formal, non formal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan memperkaya. Selanjutnya dalam pasal 26 diterangkan pendidikan nonformal dapat berfungsi sebagai pengganti, penambah, dan/atau pelengkap pendidikan formal. Jelas, dapat disimpulkan kedudukannya sejajar.

Namun tetap saja dalam implementasinya terjadi dikhotomi dunia pendidikan formal-informal akibat ambivalensi tersebut. Tidak adanya pengakuan akademik, membuat lulusan pesantren tidak memenuhi persyaratan administratif melanjutkan jenjang pendidikan dan pasar kerja. Jadi tersingkir oleh struktural, bukan karena hasil tes masuk. Diskriminasi tersebut harus dihapus dengan pendekatan pendidikan yang mengakui kebhinekaan. ?

Pendidikan agama di pesantren merupakan pendidikan ? profesi; suatu jabatan atau pekerjaan juga, dalam arti tidak bisa dikatakan menghasilkan pengangguran atau non job. Masalahnya pekerjaan tersebut kurang diapresiasi atau dihargai oleh masyarakat atau pemerintah. Lulusannya berupa guru ngaji, guru Madin, imam rowatib masjid, da’i ke kampung-kampung seharusnya mendapatkan status yang sama seperti guru swasta yang mendapat tunjangan sertifikasi, atau dalam formasi PNS seperti guru mapel agama, penyuluh agama, penghulu, guru olahraga, guru tari, pustakawan.

Hal tersebut sebagai bentuk ketidakkonsistenan pemerintah, tidak konsekuen memasukkan pesantren (pendidikan informal) dalam sistem pendidikan nasional dan kepegawaian; Tidak memasukkan jabatan dari lulusan pesantren dalam alokasi anggaran nasional. Maka tidak heran pesantren mengalami pemiskinan oleh struktur yang dzalim, tidak adil/ proporsional.

Melihat kenyataan ini dunia pesantren ? memerlukan jiwa kewirausahaan, termasuk kewirausahaan ini juga kemampuan kiai pesantren atau wakilnya ? memformulasikan aspirasi agar kepentingannya dimasukkan dalam ranah kebijaksanaan publik atau perundang-undangan Disini lah pendidikan politik santri diperlukan, mengajarkan rakyat keterampilan mendapatkan hak-hak kesejarahannya. Sekaligus bentuk pengejewantahan ? kedaulatan bangsa, rakyatnya dapat berpikir bebas alias merdeka.

Pondok Pesantren adalah rumah besar pendidikan Indonesia. Merupakan sistem nilai yang bertumpu pada pendidikan karakter manusia Indonesia seutuhnya; memiliki kemandirian, sistem, tradisi dan filosofi. Semua kalangan pendidikan dapat mengadopsi. ? Institut Ilmu Pemerintahan (IPDN) semestinya dapat melakukan studi banding sekolah sistem asrama, mencari solusi tindak kekerasan yang rawan dilakukan kakak senior, agar tidak terjadi tradisi balas dendam.?

Ke depan dan telah dilakukan sebagian pesantren, pondok pesantren dapat melakukan diversifikasi jurusan umum dan agama karena tuntutan kebutuhan masyarakat di berbagai bidang kehidupan, bukan karena tekanan administrasi formal pendidikannya atau persaingan. Jadi syah-syah saja pesantren menghasilkan sarjana umum namun tetap harus proporsional sesuai tujuan utamanya memiliki sejumlah lulusan pesantren yang murni mencetak ulama yang mumpuni ilmu agama dan berakhlak mulia.?

Dengan demikian tidak perlu lagi ada ? kekhawatiran masuknya modernisasi ? pesantren atau intervensi pemerintah atau asing akan melakukan penyusutan pelajaran agama bahkan pendangkalan aqidah/ agama, karena pesantren telah memiliki ketahanan, otonomi, kemandirian dan konsep pengembangan dirinya .

* Pimpinan Pesantren Budaya Asmaulhusna (Sambua) Lasem

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Khutbah, AlaSantri, Budaya Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kamis, 09 Februari 2017

Dan Amin Rais pun Melantik Megawati

Menjelang detik-detik akhir dilengserkan dari kursi presiden, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur tetap tenang menghadapi guncangan politik yang dilakukan Ketua MPR RI Amin Rais cs. Bahkan guru bangsa ini dengan santai ingin melihat prosesi pelantikan Megawati menjadi presiden menggantikannya.

Menurut cerita mantan asisten pribadi Gus Dur, H Aris Junaidi, pada waktu itu tidak ada seorangpun yang berani mendekati Gus Dur, termasuk keluarganya sendiri.

“Ris, hidupkan televisi aku mau lihat mbak Mega dilantik jadi presiden oleh Mas Amin,” kata Gus Dur kepada Aris secara tiba-tiba.

Tentu saja permintaan Gus Dur ini menimbulkan kebingungan dan ketegangan Aris dan pengawal presiden. Keduanya bingung antara menuruti kemauan maupun mengabaikan permintaan, karena khawatir Gus Dur bisa jatuh sakit atau shock setelah melihat pelantikan Megawati.

Dan Amin Rais pun Melantik Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)
Dan Amin Rais pun Melantik Megawati (Sumber Gambar : Nu Online)

Dan Amin Rais pun Melantik Megawati

“Maaf Gus, televisinya rusak,” jawab Aris memberi alasan supaya Gus Dur tak jadi nonton.

“Kamu itu..! ? Aku ini kau anggap bodoh apa? Setelah dengar pelantikan terus kejet-kejet (stroke) terus mati begitu?” sahut Gus Dur. ? “Sedangkal itu kamu memahami kekuasaan. Aku itu lebih getun (menyesal)...! lanjut Gus Dur.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Getun apa Pak Dur?” tanya Aris menyela.

“Aku itu lebih getun compact disc (CD) berisi Beethoven Simponi? 1-9 koleksiku hilang diambil Munir (pembantu Istana). Tadi aku cek hilang tiga biji,” kata Gus Dur. (Qomarul Adib/Anam)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Cerita, AlaSantri, Khutbah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 01 Februari 2017

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Keberadaan Gerakan Pemuda Ansor diharapkan dapat membawa maslahat bagi lingkungan sekitarnya. Setiap kader GP Ansor harus mampu menyentuh persoalan lokalitas yang berkembang sekarang.

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Diharap Sentuh Persoalan Kekinian

Harapan itu disampaikan Wasekjen Pimpinan Pusat GP Ansor Rizqon Halal Syah saat menghadiri Rakercab Pengurus Cabang (PC) Ansor Kabupaten Brebes di Pondok Pesantren Al-Falah Jatirokeh, Kecamatan Songgom, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, Jumat (11/9).

"Ansor saat ini perlu penguatan kader sebagai bekal untuk menjawab persoalan kekinian dan kedisinian. Ansor harus menyentuh persoalan yang ada," kata Rizqon Syah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rizqon juga berharap program kerja yang dirumuskan pada Rakercab tersebut bisa menjadi wadah yang berguna dalam mencetak kader andal di masa mendatang.? Sebab, masa depan NU dan bangsa juga tidak lepas dari proses kaderisasi saat ini. Sehingga identitas kultural Jamiah Nahdlatul Ulama harus diperkokoh untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan ukhuwah Nahdliyah.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ketua PC Ansor Brebes, Ahmad Munsip menjelaskan, sejumlah program yang telah dirancang berbagai bidang kerja yang meliputi arah maslahat untuk internal seperti penguatan kelembagaan maupun kemandirian. Di samping itu juga program yang bersifat eksternal baik yang bersinggungan dengan peran serta dalam pembangunan daerah, penyiapan SDM serta aksi sosial kemasyarakatan yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat. Pihaknya mengaku akan fokus lebih dulu pada penataan kelambagaan, pemberdayaan kader dan penguatan identitas kultural Aswaja.

"Program kerja ke depan arahnya revitalisasi gerakan menuju optimalisasi kader dan kemandirian organisasi secara internal. Insya Allah periode kali ini akan dibentuk LPK (lembaga pendidikan dan keterampilan) sebagai wadah pembinaan di bidang keterampilan anggota “ terang Munsip

? ? ? ?

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Ansor Jawa Tengah, Solahudin, pengurus lembaga pendidikan dan kederisasi, keanggotaan dan organisasi, IPTEK Pers dan Kajian Strategis, dakwah dan pengembangan pesantren, lingkungan hidup dan perdagangan, advokasi dan perlindungan HAM, seni budaya dan lahraga serta lembaga perekonomian dan? ketenagakerjaan.

Rakercab juga akan diisi dengan Ansor Bershalawat di lapangan Jatirokeh yang akan diisi dengan majelis dzikir dan sholawat rijalul ansor bersama sejumlah ulama. Di antaranya, Habib Umar Muthohar dari Semarang dan Habib Masoleh Bin Yahya dari Cirebon. Kegiatan Ansor Bersholawat juga akan dipandu oleh group Qosidah Akhbabul Mustofa asuhan Habib Lutfi Bin Yahya dari Kota Pekalongan. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi RMI NU Pondok Pesantren An-Nur Slawi