Jumat, 02 Maret 2018

Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Puslitbang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia menemukan beberapa faktor terhadap pelayanan Kedutaan Besar Republik Indonesia Kuala Lumpur (KBRI KL) dalam hal pengesahan buku nikah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Kuala Lumpur, Malaysia.

Pada Seminar Hasil Penelitian Pencatatan Perkawinan WNI di Luar Negeri, di Hotel Aryaduta, Jakarta, awal November Agus Mulyono yang meneliti kasus tersebut mengatakan terdapat beberapa faktor pendukung terhadap pelayanan pengesahan buku nikah.

Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)
Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur (Sumber Gambar : Nu Online)

Layanan Pengesahan Buku Nikah di Kuala Lumpur

(Baca: Ini Penyebab Kawin Sirri WNI di Belanda)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pertama, kata Agus, KBRI KL selalu menyesuaikan untuk melakukan terobosan terkait pelayanan yang  diperlukan bagi Warga Negara Indonesia (WNI). Peraturan di Malaysia, katanya, sering berubah, sehingga beberapa kali KBRI pun melakukan terobosan dalam pelayanan pengesahan buku nikah.

Kedua, ketepatan waktu petugas KBRI KL dalam memberikan pelayanan. Ketiga, ketertiban para WNI yang sedang mengajukan permohonan di KBRI. Keempat, Pemerintah Malaysia tertib administrasi.

Selian faktor pendukung, juga terdapat beberapa faktor penghambat.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi





Pertama, dokumen TKI ada yang palsu. Menurutnya, KBRI KL cukup ketat dalam mengeluarkan permohonan pengesahan buku nikah.

Kedua, TKI memilih nikah sirri. Menurutnya, terdapat beberapa TKI yang telah menikah di Indonesia mengaku enggan untuk mengurus pengesahan buku nikah dengan beralasan tidak paham dalam mengurusi pengesahan tersebut.

Ketiga, para pekerja asing yang bekerja di negara Malaysia menggunakan Pas Lawatan Kerja Sementara (PLKS) yang dikeluarkan oleh jebatan Imigrasi Malaysia tidak diperkenankan untuk kawin di Malaysia dan Keempat, peraturan Imigrasi Malaysia sering berubah.

Penelitian tersebut dilakukan Agus bersama Lastriyah, pada 24 April sampai 3 Mei 2017.

Pada seminar tersebut disampaikan pula bahwa selain penelitian di Kuala Lumpur, juga dilakukan di Johor Bahru (Malaysia), Hong Kong, Belanda, dan Arab Saudi. (Husni Sahal/Kendi Setiawan) 

Baca Kajian Keagamaan lainnya DI SINI

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi IMNU Pondok Pesantren An-Nur Slawi

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia

Jakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Inna lilllahi wa inna ilaihi raji’un, kabar duka bagi warga Nahdlatul Ulama, khususnya para pendekar dan pecinta pencak silat NU Paga Nusa, karena salah seorang guru besarnya, KH Suharbillah tutup usia di Sedayu, Gresik, Jawa Timur.

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Suharbillah, Guru Besar Pencak Silat Pagar Nusa Tutup Usia

Kabar yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi, KH Suharbillah wafat pada Senin, 25 Agustus sekitar pukul 20.00. “Ya, benar tadi jam 8 malam,” kata salah seorang pengurus Pimpinan Pusat Pencak Silat NU Pagar Nusa, Muad, melalui telpon seluler, Senin (25/8).

KH Suharbillah pernah menjabat Ketua Umum Pagar Nusa periode kedua setelah kepemimpinan Gus Maksum Jauhari.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Semoga amal dan jasanya, khususnya pada pencak silat, bernilai ibadah di sisi Allah SWT. Semoga segala kekhilafanya diampuni-Nya. Psementara keluarga, para pendekar silat bisa meneladani kebaikannya. Amin... (Abdullah Alawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Kajian Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Rabu, 28 Februari 2018

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis

Grobogan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Zaman sekarang banyak pencari ilmu lebih memilih tempat pendidikan yang berbasis formal dibanding pendidikan pesantren. Pasalnya, hasilnya yang diharapkan ialah ijazah dan pekerjaan. Jika fenomena ini terus berlanjut, maka stok kiai ke depan akan minim dan tinggal menunggu kehancuran.

Demikian di antara isi ceramah Ketua Jam’iyyah Ahlit Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Jateng KH Dzikron Abdullah dari Semarang di halaman pesantren Tarbiyatus Salikin pada acara Tsulus Sanah Idaroh Syu’biyyah JATMAN di desa Selo, Tawangharjo kabupaten Grobogan, Ahad (2/2).

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Biarkan Stok Kiai Menipis

Ia menuturkan, sekarang yang mondok itu anak-anak kecil. Dahulu orang yang berjenggot masih tetap setia mencari ilmu dan mengabdi di pesantren.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Tak hanya isapan jempol, apabila pesantren yang memproduksi kiai, tidak lagi mencetak kader kiai berkualitas. Sistem pendidikan formal yang banyak diminati khalayak bisa saja menurunkan jumlah kader kiai di masa mendatang,” terang Kiai Dzikron.

Sekarang, insya Allah masih banyak stok kiai yang berkredibiltas ilmu lagi mumpuni. “Coba renungkan, bila fenomena ini berkelanjutan hingga 2020 misalnya, apa nggak kekurangan stok kiai yang hebat? La wong pabriknya tidak lagi memproduksi kualitas kiai seperti zaman dahulu,” pungkasnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam acara JATMAN tersebut, dihadiri semua pemimpin tarekat se-kabupaten Grobogan dan jajaran pengurus NU mulai dari tingkat cabang hingga ranting. (Asnawi Lathif/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah, Anti Hoax Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang

Ada khilafiyah di kalangan fuqaha dalam masalah penunaian zakat fitrah dengan uang. Pertama, pendapat yang membolehkan. Ini adalah pendapat sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah, Imam Tsauri, Imam Bukhari, dan Imam Ibnu Taimiyah. (As-Sarakhsi, al-Mabsuth, III/107; Ibnu Taimiyah, Majmu’ al-Fatawa, XXV/83).Dalil mereka antara lain firman Allah SWT ,”Ambillah zakat dari sebagian harta mereka.” (QS at-Taubah [9] : 103). Menurut mereka, ayat ini menunjukkan zakat asalnya diambil dari harta (mal), yaitu apa yang dimiliki berupa emas dan perak (termasuk uang). Jadi ayat ini membolehkan membayar zakat fitrah dalam bentuk uang. (Rabi’ Ahmad Sayyid, Tadzkir al-Anam bi Wujub Ikhraj Zakat al-Fithr Tha’am, hal. 4).

Mereka juga berhujjah dengan sabda Nabi SAW,”Cukupilah mereka (kaum fakir dan miskin) dari meminta-minta pada hari seperti ini (Idul Fitri).” (HR Daruquthni dan Baihaqi). Menurut mereka, memberi kecukupan (ighna`) kepada fakir dan miskin dalam zakat fitrah dapat terwujud dengan memberikan uang. (Abdullah Al-Ghafili, Hukm Ikhraj al-Qimah fi Zakat al-Fithr, hal. 3).

Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)
Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang (Sumber Gambar : Nu Online)

Menunaikan Zakat Fitrah Menggunakan Uang

Kedua, pendapat yang tidak membolehkan dan mewajibkan zakat fitrah dalam bentuk bahan makanan pokok (ghalib quut al-balad). Ini adalah pendapat jumhur ulama Malikiyah, Syafi’iyah, dan Hanabilah. (Al-Mudawwanah al-Kubra, I/392; Al-Majmu’, VI/112; Al-Mughni, IV/295)

Karena ada dua pendapat yang berbeda, maka kita harus bijak dalam menyikapinya. Ulama sekaliber Imam Syafi’i, mujtahid yang sangat andal saja berkomentar tentang pendapatnya dengan mengatakan, ”Bisa jadi pendapatku benar, tapi bukan tak mungkin di dalamnya mengandung kekeliruan. Bisa jadi pendapat orang lain salah, tapi bukan tak mungkin di dalamnya juga mengandung kebenaran.”

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dalam masalah ini, sebagai orang awam (kebanyakan), kita boleh bertaqlid (mengikuti salah satu mazhab yang menjadi panutan dan diterima oleh umat). Allah tidak membebani kita di luar batas kemampuan yang kita miliki. “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya…”  (Al-Baqarah [2]: 286).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sesungguhnya masalah membayar zakat fitrah dengan uang sudah menjadi perbincangan para ulama salaf, bukan hanya terjadi akhir-akhir ini saja. Imam Abu Hanifah, Hasan Al-Bisri, Sufyan Ats-Tsauri, bahkan Umar bin Abdul Aziz sudah membincangkannya, mereka termasuk orang-orang yang menyetujuinya. Ulama Hadits seperti Bukhari ikut pula menyetujuinya, dengan dalil dan argumentasi yang logis serta dapat diterima.

Menurut kami, membayar zakat fitrah dengan uang itu boleh, bahkan dalam keadaan tertentu lebih utama. Bisa jadi pada saat Idul Fitri jumlah makanan (beras) yang dimiliki para fakir miskin jumlahnya berlebihan. Karena itu, mereka menjualnya untuk kepentingan yang lain. Dengan membayarkan menggunakan uang, mereka tidak perlu repot-repot menjualnya kembali yang justru nilainya menjadi lebih rendah. Dan dengan uang itu pula, mereka dapat membelanjakannya sebagian untuk makanan, selebihnya untuk pakaian dan keperluan lainnya. Wallahu a’lam bish-shawab. (Sumber: Konsultasi Zakat LAZIZNU dalam Nucare yang diasuh oleh KH. Syaifuddin Amsir / Red. Ulil H) . Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Kajian Sunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba

Pekalongan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Badan Narkotika Nasional (BNN) meminta kepada Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kota Pekalongan segera membentuk Satuan Tugas (Satgas) anti-narkoba. Pasalnya, akhir-akhir ini peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba) dalam kondisi siaga dan untuk pemberantasannya diperlukan dukungan semua pihak, termasuk IPNU-IPPNU Kota Pekalongan.

BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

BNN Minta IPNU-IPPNU Pekalongan Bentuk Satgas Anti-Narkoba

Demikian diungkapkan Zainal Arifin dari BNN Kabupaten Batang saat mengisi seminar anti-narkoba yang dihelat Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kota Pekalongan dalam rangka pra konfercab, Sabtu (14/10), di Gedung Kanzus Sholawat Pekalongan.

Dikatakan, hukuman mati bagi pengedar yang telah dterapkan pemerintah ternyata tak membuat jera para pengedar dan bandar narkoba. Oleh karena itu, langkah yang paling tepat adalah membentengi diri generasi muda melalui organisasi seperti IPNU-IPPNU. Langkah ini dinilai strategis untuk melindungi generasi muda dari jeratan narkoba. 

Kasat Narkoba Polres Pekalongan Kota AKP Rohmat Ashari mengajak kepada generasi muda IPNU IPPNU untuk selalu waspada terhadap pola pola peredaran narkoba yang saat ini tidak hanya menyerang kalangan remaja, akan tetapi sudah masuk ke anak-anak lewat jajanan makanan dan minuman yang dijual di sekolah sekolah.

Di akhir seminar, Rohmat mengajak kepada peserta seminar dari utusan IPNU-IPPNU, santri, pelajar se-Kota Pekalongan untuk mendeklarasikan narkoba adalah musuh kita bersama, menolak keras peredaran narkoba, menolak keras penyalahgunaan narkoba dan bersedia untuk melaporkan kepada aparat yang berwenang apabila ditemukan adanya peredaran dan penyalahgunaan narkoba.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sekretaris PC IPNU Kota Pekalongan Ulil Albab mengatakan, seminar anti-narkoba dirasa cukup penting bagi IPNU maupun IPPNU yang bertujuan untuk mengetahui jenis jenis narkoba dan pola peredarannya khususnya di wilayah Kota Pekalongan. 

"Jangan sampai anak anak IPNU dan IPPNU gagap terhadap narkoba yang saat ini peredarannya sudah sangat masif menyerang generasi muda," ujarnya di tengah tengah seminar.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ulil berharap IPNU dan IPPNU segera merespon ajakan BNN untuk segera membentuk satgas anti narkoba yang bertujuan untuk membentengi diri dan melindungi masyarakat dari bahaya narkoba, tentu pembentukan satgas anti narkoba akan menjadi pekerjaan rumah bagi pengurus baru nanti.

Acara seminar narkoba merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pra Konfercab IPNU IPPNU yang akan digelar pada akhir Oktober 2017. Beberapa kegiatan lain yang masih berlangsung ialah kovoi wisata religi ke makam Habib Ahmad Pekalongan, lomba film dokumenter, dan festival simtud duror dan samroh.

Kegiatan seminar ditutup dengan pelantikan Pengurus Komisariat (PK) IPNU IPPNU IAIN Pekalongan masa khidmah 2017 - 2018. (Abdul Muiz/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Quote Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 27 Februari 2018

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

 Sumenep, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nadhatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Sumenep menggelar Konferensi Cabang XIX di SKD Kecamatan Batuan. Acara dihadiri PW IPPNU Jatim, PAC IPPNU beserta Badan Otonom (Banon) NU dan Organisasi Kepemudaan (OKP) di lingkungan Kabupaten Sumenep.

Ketua Pimpinan Wilayah IPNU Jatim, Nurul Hidayati menyampaikan apresiasi yang setinggi tingginya atas terselenggaranya konfrensi ini. “Kita harus bangga kepada kader muda NU dalam hal ini rekan dan rekanita IPNU dan IPPNU yang lambat laun semakin  berbenah diri,” katanya, Sabtu (23/12).

Menurutnya, kendati banyak pelajar NU yang tampil di berbagai kegiatan, namun mereka tidak menghilangkan jati dirinya sebagaimana pelajar dan juga perempuan.

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Hadiri Konferensi Cabang IPPNU Sumenep

Kegiatan tersebut juga dihadiri Bupati Sumenep, KH. Abuya Busyro Karim yang sekaligus secara resmi membuka acara.

Selanjutnya ada pemberian cinderamata kepada PCNU dan Majlis Alumni IPNU-IPPNU sebagi tanda terimakasih  atas sumbangsihnya selama ini. (Mahrus Ali/Ibnu Nawawi)

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Meme Islam Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Meyegerakan Amal Kebaikan

Barang siapa dibukakan pintu kebaikan baginya, maka hendakah dia menggunakan kesempatan itu, sebab tidak diketahui kapan pintu kebaikan itu ditutup baginya.

Ø¥Ù? ÙŽÙ‘ الْحَمْدَ لِلَّهِ Ù? َحْمَدُهُ ÙˆÙŽÙ? َسْتَعِÙ? Ù’Ù? ُهُ ÙˆÙŽÙ? َسْتَغْفِرُهْ ÙˆÙŽÙ? َعُوذُ بِاللهِ مِÙ? Ù’ شُرُوْرِ Ø£ÙŽÙ? ْفُسِÙ? َا وَمِÙ? Ù’ سَÙ? ِّئَاتِ أَعْمَالِÙ? َا، Ù…ÙŽÙ? Ù’ Ù? َهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ? Ù’ Ù? ُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِÙ? ÙŽ لَهُ. وَأَشْهَدُ Ø£ÙŽÙ? Ù’ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِÙ? ْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ Ø£ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى Ù? َبِÙ? ِّÙ? َا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ? Ù’ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَاÙ? ٍ إِلَى Ù? َوْمِ الْقِÙ? َامَةِ. Ù? َا Ø£ÙŽÙ? ُّهَا الÙ? َّاسُ أُوْصِÙ? ْكُمْ وَإِÙ? َّاÙ? ÙŽ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْÙ? ÙŽ. قَالَ تَعَالَى: Ù? َا Ø£ÙŽÙ? ُّهاَ الَّذِÙ? Ù’Ù? ÙŽ ءَامَÙ? ُوا اتَّقُوا اللهَ Ø­ÙŽÙ‚ÙŽÙ‘ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُÙ? ÙŽÙ‘ إِلاَّ ÙˆÙŽØ£ÙŽÙ? تُمْ مُّسْلِمُوْÙ? ÙŽ. قَالَ تَعَالَى: Ù? َا Ø£ÙŽÙ? ُّهَا الÙ? َّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِÙ? Ù’ خَلَقَكُمْ مِّÙ? Ù’ Ù? َفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِÙ? ْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِÙ? ْهُمَا رِجَالاً كَثِÙ? ْرًا ÙˆÙŽÙ? ِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِÙ? Ù’ تَسَآءَلُوْÙ? ÙŽ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ كَاÙ? ÙŽ عَلَÙ? ْكُمْ رَقِÙ? ْبًا. Ù? َا Ø£ÙŽÙ? ُّهَا الَّذِÙ? Ù’Ù? ÙŽ ءَامَÙ? ُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِÙ? ْدًا. Ù? ُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ ÙˆÙŽÙ? َغْفِرْ لَكُمْ ذُÙ? ُوْبَكُمْ ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ? Ù’ Ù? ُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِÙ? ْمًا.

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Meyegerakan Amal Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Meyegerakan Amal Kebaikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Meyegerakan Amal Kebaikan



Ù…ÙŽÙ? Ù’ فَتَحَ لَهُ بَابٌ مِÙ? ÙŽ الخَÙ? ْرِ فَلْÙ? ÙŽÙ? تَهِزْهُ فَإِÙ? هُ لاَ Ù? َدْرِى مَتَى Ù? َغْلَقُ عَÙ? ْهُ

Barang siapa dibukakan pintu kebaikan baginya, maka hendakah dia menggunakan kesempatan itu, sebab tidak diketahui kapan pintu kebaikan itu ditutup baginya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabda Rasulullah saw tersebut mengandung beberapa isyarat, pertama hendaklah kebaikan segera dilaksanakan. Janganlah suka menunda-nunda amal kebajikan. Kemalasan merupakan akar penyesalan. Seberapa kecilpun sebuah kebaikan pasti memiliki makna dan arti. Janganlah menyepelekan amal kebaikan karena, bisa jadi amal yang kita sepelekan itulah yang diridhai Allah swt. dan menjadi kunci keselamatan kita di akhirat nanti. Ingatlah kisah seorang pelacur berlumur dosa yang hidupnya sesak dengan maksiat, tetapi masuk surga karena memberi minum anjing. Kadang kala amal yang sepele itu mampu memanggil ridha-Nya.

Isyarat kedua dari sabda Rasulullah saw bahwasannya manusia haruslah sadar akan posisi dirinya sebgaia seorang hamba yang lemah dan tidak mampu berbuat apa. Karena sesungguhnya kebaikan yang telah kita lakukan dan maksiat yang berhasil kita hindari semuanya itu berkat pertolongan Allah Yang Maha Kuasa. Kita sebagai seorang hamba tidak ada yang tahu kapan Allah swt menutup pintu kebaikan bagi kita, sehingga tidak ada kesempatan berbuat baik lagi bagi badan ini. Entah karena tutup usia atau karena lemah fisik yang tak terkira. Inilah sebenarnya hakikat dari makna la Haula wa la Quwwata illa Billahil ‘Aliyyin Adhim. Bahwa tidak ada kemampuan yang dapat menghindarkan kita dari maksiat dan tidak ada kekuatan yang menjadikan kita ta’at kepada-Nya kecuali hanya dari Allah swt.

Demikianlah Allah swt telah menetapkan kepada semua makhluk akan kejadian dan kelakukan mereka. Manusia tidak akan mampu melawan apa yang dikehendakinya. Oleh karenanya manusia hanya dapat memohon agar dirinya menjadi bagian dari kelompok yang beruntung.



Pondok Pesantren An-Nur Slawi

فَرَغَ رَبُّكُمْ مِÙ? ÙŽ الْخَلْقِ وَالرِّزْقِ وَالْأَجَلِ جَفَّ الْقَلَمُ ? بِمَا هُوَ كَائِÙ? ÙŒ

Tuhanmu telah selesai menciptakan, menetapkan rizqi, dan menetapkan mati. Qalam telah kering. Dengan demikian Allah tetap mengetahui apa yang terjadi.

Jika demikian halnya maka segeralah kita bertaubat mencari kerelaan-Nya atas segala dosa yang telah kita lakukan dan janganlah pernah merasa puas dengan apa yang telah kita laksanakan sebagai amal kebajikan. Bukankah amal kebajikan itu terlaksana karena ketentuan-Nya juga?



?وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِÙ? عًا Ø£ÙŽÙ? ُّهَا الْمُؤْمِÙ? ُوÙ? ÙŽ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوÙ? ÙŽ

Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung

Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah

Dunia adalah perladangan bagi akhirat. Tidak ada sesuatupun yang sia-sia di dunia ini, tidak maksyiat tidak juga amala ibadah. Semuanya ada dihitungannya, jika waktunya tiba nanti maksyiat akan membawa pelakunya ke pada siksaan-siksaan yang setimpal. Sedangkan amal kebaikan akan dibalas dengan pahala yang berwibawa. Itulah janji Allah yang telah menjadi ketetapan. Innallaha la yuhkliful mi’ad.

Rasulullah saw bersabda:



اَلدُّÙ? Ù’Ù? َا مَزْرَعَة الأَخِرَةِ فَمَÙ? Ù’ زَرَعَ خَÙ? ْرًا حَصَدَ غِبْطَة, ÙˆÙŽÙ…ÙŽÙ? Ù’ زَرَعَ شَرًّا حَصَدَ Ù? َدَامَة?

Dunia ini adalah perladangan akhirat, maka barang siapa menanam kebaikan, maka dia akan merasakan hasilnya dengan perasaan puas, dan barang siapa menanam keburukan, maka dia akan berbuah penyesalan.



بَارَكَ اللهُ لِÙ? Ù’ وَلَكُمْ فِÙ? Ù’ اْلقُرْآÙ? ِ اْلعَظِÙ? ْمِ ÙˆÙŽÙ? َفَعَÙ? ِÙ? ÙˆÙŽØ¥Ù? َّاكُمْ ِبمَا ِفÙ? ْهِ مِÙ? ÙŽ اْلآÙ? اَتِ وَالذكْر ِالْحَكِÙ? ْمِ وَتَقَبَّلَ مِÙ? ِّÙ? وَمِÙ? ْكُمْ تِلاَوَتَهُ Ø¥Ù? َّهُ هُوَ السَّمِÙ? ْعُ اْلعَلِÙ? ْمُ

Khutbah II



اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَاÙ? ِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِÙ? ْقِهِ وَاِمْتِÙ? َاÙ? ِهِ. وَاَشْهَدُ اَÙ? Ù’ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِÙ? ْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ?

اَÙ? ÙŽÙ‘ سَÙ? ِّدَÙ? َا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَاÙ? ِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِÙ? ْمًا كِثÙ? ْرًااَمَّا بَعْدُ فَÙ? اَ اَÙ? ُّهَا الÙ? َّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِÙ? ْمَا اَمَرَ وَاÙ? ْتَهُوْا عَمَّا Ù? ÙŽÙ‡ÙŽÙ‰ وَاعْلَمُوْا اَÙ? ÙŽÙ‘ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِÙ? ْهِ بِÙ? َفْسِهِ وَثَـÙ? ÙŽÙ‰ بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ Ù? ُصَلُّوْÙ? ÙŽ عَلىَ الÙ? َّبِى Ù? Ø¢ اَÙ? ُّهَا الَّذِÙ? Ù’Ù? ÙŽ آمَÙ? ُوْا صَلُّوْا عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِÙ? ْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَÙ? ِّدِÙ? َا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَÙ? ْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَÙ? ِّدِÙ? اَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَÙ? ْبِÙ? آئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَارْضَ اللّهُمَّ عَÙ? ِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِÙ? Ù’Ù? ÙŽ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَاÙ? وَعَلِى وَعَÙ? Ù’ بَقِÙ? َّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَتَابِعِÙ? التَّابِعِÙ? Ù’Ù? ÙŽ لَهُمْ بِاِحْسَاÙ? ٍ اِلَىÙ? َوْمِ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَارْضَ عَÙ? َّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ Ù? َا اَرْحَمَ الرَّاحِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِÙ? ِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُؤْمِÙ? َاتِ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْÙ? آءُ مِÙ? ْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاÙ? ْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِÙ? َّةَ وَاÙ? ْصُرْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ Ù? َصَرَ الدِّÙ? Ù’Ù? ÙŽ وَاخْذُلْ Ù…ÙŽÙ? Ù’ خَذَلَ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ ÙˆÙŽ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّÙ? Ù’Ù? ِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى Ù? َوْمَ الدِّÙ? Ù’Ù? ِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَÙ? َّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ وَسُوْءَ اْلفِتْÙ? َةِ وَاْلمِحَÙ? ÙŽ مَا ظَهَرَ مِÙ? ْهَا وَمَا بَطَÙ? ÙŽ عَÙ? Ù’ بَلَدِÙ? َا اِÙ? ْدُوÙ? ِÙ? ْسِÙ? َّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَاÙ? ِ اْلمُسْلِمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ عآمَّةً Ù? َا رَبَّ اْلعَالَمِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. رَبَّÙ? َا آتِÙ? اَ فِى الدُّÙ? Ù’Ù? َا حَسَÙ? َةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَÙ? َةً وَقِÙ? َا عَذَابَ الÙ? َّارِ. رَبَّÙ? َا ظَلَمْÙ? َا اَÙ? ْفُسَÙ? َاوَاِÙ? Ù’ لَمْ تَغْفِرْ Ù„ÙŽÙ? َا وَتَرْحَمْÙ? َا Ù„ÙŽÙ? َكُوْÙ? ÙŽÙ? ÙŽÙ‘ مِÙ? ÙŽ اْلخَاسِرِÙ? Ù’Ù? ÙŽ. عِبَادَاللهِ ! اِÙ? ÙŽÙ‘ اللهَ Ù? َأْمُرُÙ? َا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَاÙ? ِ وَإِÙ? ْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ ÙˆÙŽÙ? ÙŽÙ? ْهَى عَÙ? ِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُÙ? ْكَرِ وَاْلبَغْÙ? Ù? َعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْÙ? ÙŽ وَاذْكُرُوااللهَ اْلعَظِÙ? ْمَ Ù? َذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ Ù? ِعَمِهِ Ù? َزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ

Red. Ulil H. Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi