Dalam keterangan yang diterima Pondok Pesantren An-Nur Slawi dari Humas Kementerian Agama, 1800 anggota Rohis dari tingkat SMA/SMK siap ditempa untuk mewujudkan kecintaannya kepada agama, bangsa, dan negara. Menurut keterangannya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan membuka langsung kegiatan dua tahunan ini.
| Wujudkan Generasi Ramah, Perkemahan Rohis Nasional Dibuka Hari Ini (Sumber Gambar : Nu Online) |
Wujudkan Generasi Ramah, Perkemahan Rohis Nasional Dibuka Hari Ini
Keterangan tersebut juga menerangkan bahwa sebagai bagian dari generasi emas bangsa, mereka dalam wadah Perkemahan Rohis akan mengaktualisasikan dirinya sebagai insan maju, berperadaban, cinta damai, toleran, dan anti-radikalisme.Seperti diberitakan sebelumnya, stigma sebagai organisasi tertutup (eksklusif) dari Rohis sehingga menjadi bagian dari penyebaran paham-paham radikal harus dihilangkan.
“Ada isu negatif, Rohis dianggap menjadi bagian dari penyebaran paham-paham radikal, bahkan terorisme. Ini jangan sampai terjadi,” ucap Dirjen Pendis Kemenag RI Kamaruddin Amin dalam konferensi pers, Kamis (28/4) lalu di Kantor Kemenag RI Lapangan Banteng Jakarta Pusat terkait dihelatnya kegiatan Perkemahan Rohis tersebut.
Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Menurut Kamaruddin, kesan Rohis sebagai organisasi tertutup dan eksklusif harus dihilangkan. Bukan saja untuk mengantisipasi masuknya berbagai pemikiran-pemikiran radikal yang biasanya cenderung tertutup dan mengisolasi diri dari masyarakat, namun juga untuk memberikan kesempatan yang lebih luas kepada para siswa untuk belajar agama.Pondok Pesantren An-Nur Slawi
“Kita ingin mewejudkan Rohis ini sebagai organisasi terbuka agar semakin banyak siswa yang ikut. Belajar agama kan tidak perlu ditutup-tutupi. Selain itu, kalau bersifat terbuka maka para guru bisa lebih mudah melakukan pendampingan, dengan tetap memberikan ruang kepada mereka untuk melakukan aktualisasi diri,” kata Kamaruddin. (Fathoni)Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren An-Nur Slawi Jadwal Kajian, RMI NU, Pertandingan Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar