Jumat, 08 Desember 2017

Di Jombang, Tokoh Lintas Agama Doakan Palestina

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Kamis malam (7/8), sejumlah tokoh agama menyelenggarakan kegiatan doa bersama di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jombang, Jawa Timur. Mereka terhimpun dalam Persaudaraan Lintas Agama dan Etnis atau Prasasti.

Di Jombang, Tokoh Lintas Agama Doakan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Jombang, Tokoh Lintas Agama Doakan Palestina (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Jombang, Tokoh Lintas Agama Doakan Palestina

Perwakilan muslim tampak hadir di antaranya H Zahrul Azhar (Pesantren Darul Ulum), Aan Anshori (Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum NU atau LPBHNU), Roy Murtadho (Pesantren Tebuireng). Sedangkan dari agama Kristen ada Pendeta Andreas, Pendeta Edi, dan kalangan Kristiani yang lain. Juga hadir dari agama Budha hingga aliran kepercayaan. Mereka berkumpul menyampaikan keprihatinan atas terjadinya tragedi kemanusiaan di Gaza Palestina.

Dalam pandangan H Zahrul Azhar, terjadinya kecamuk antara Palestina dan Israel bukanlah merupakan perang antaragama. “Karena tidak sedikit penduduk Palestina yang beragama Kristen, demikian juga ada sejumlah kaum Muslimin di Israel,” tandas Gus Hans, sapaan akrabnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Salah seorang pimpinan di Pondok Pesantren Darul Ulum (PPDU) Peterongan Jombang ini mengingatkan sejumlah kalangan untuk tidak mudah tersulut dan menjustivikasi pertempuran yang merenggut ratusan nyawa tersebut sebagai perang agama. “Yang terjadi di sana adalah perebutan kawasan yang memang sulit untuk didamaikan,” katanya.

“Jangan memandang berapa jumlah korban jiwa yang meninggal,” kata Ketua PW LKKNU Jawa Timur ini. Karena satu nyawapun yang hilang harus dipandang sebagai kejahatan kemanusiaan, lanjutnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Ia dan sejumlah pemuka agama di Jombang merasa sangat prihatin dengan kejadian kekerasan di Palestina. Karena itu, bersama sejumlah elemen lintas iman, mereka berkumpul dan menggelar acara dengan tema “Doa dan cinta lintas iman, dari Jombang untuk Palestina”

Acara diawali dengan refleksi dari sejumlah hadirin yang berbeda keyakinan. Mayoritas mereka memberikan empati atas tidak kunjung ditemukannya jalan damai bagi konflik di Palestina. “Pada saat yang sama, kami sangat mengapresiasi kepada umat Kristiani yang memberikan gereja sebagai tempat penampungan dan melaksanakan ibadah seperti shalat,” tandas Gus Hans. Karena itu umat Kristiani dan agama lain tergerak hatinya untuk mewadahi para agamawan demi menyampaikan keprihatinan atas tragedi kemanusiaan tersebut.

Acara yang dipandu Aan Anshori yang juga pegiat di PC LPBHNU Jombang ini memberikan kesempatan kepada para agamawan untuk menyampaikan refleksi atas peristiwa memilkukan di Palestina tersebut. Masing-masing memberikan kecaman dan berharap agar konflik yang memakan korban rakyat kecil tersebut segera dapat disudahi.

Pada kegiatan ini juga tidak mengundang para pejabat baik pemerintahan maupun aparat keamanan. “Kita ingin bahwa kesadaran untuk menyampaikan pesan damai lahir dan tumbuh dari sanubari masyarakat bawah, tanpa dikondisikan apalagi menunggu inisiatif pihak pemerintah,” sergahnya.

Usai para pemuka agama menyampaikan pandangan, acara dilanjutkan dengan doa bersama sembari menyalakan lilin sebagai bentuk keprihatinan. Kegiatan dipungkasi dengan ramah tamah sembari menikmati makanan khas hari raya umat Islam yakni ketupat.

“Makna filosofi dari ketupat adalah upaya merekatkan banyak elemen masyarakat bawah demi menumbuhkan empati serta simpati atas penderitaan sesama umat manusia,” pungkas Gus Hans. (Syaifullah/Mahbib)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Lomba Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar