Tim Ekspedisi Islam Nusantara menemukan informasi tersebut ketika menjelajah Kota Kediri, Jawa Timur, 3 hari lalu. Tim ekspedisi berziarah kepada makam Syekh Wasil yang terletak di Setono Gedong, Kota Kediri.
| Joyoboyo Pernah Berguru kepada Syekh Wasil (Sumber Gambar : Nu Online) |
Joyoboyo Pernah Berguru kepada Syekh Wasil
Menurut Mansur, salah seorang pengurus masjid Setono Gedong, bukti bahwa Joyoboyo pernah berguru kepada Syekh Wasil terdapat dalam prasasti dengan bahasa Kawi kuno. Prasasti yang kini berada di Museum Trowulan, Mojokerto, tersebut kemungkinan ditulis Joyoboyo sendiri.Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Prasasti tersebut, kata dia, berdasarkan terjemahan Prof Adib Sutopo, menyebutkan bahwa Joyoboyo menemukan buku Musarar. Joyoboyo tak bisa menerjemahkan kitab tersebut yang ditulis dalam bahasa Arab. Kemudian meminta pertolongan kepada Syekh Wasil untuk menerjemahkannya.? ?Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Karena membantu penerjemahan itu, Syekh Washil diberi tempat tersendiri yang kemudian disebut dengan Setono Gedong. Dengan demikian, kata Mansur, ada hubungan guru-murid antara Syekh Wasil dan Joyoboyo. Sehingga ada dugaan bahwa Joyoboyo telah menjadi muslim.Tapi itu hanya dugaan, bisa juga Joyoboyo tetap memeluk agamanya, tapi karena kehausan ilmu, ia berguru spiritual kepada Syekh Wasil. “Buku sejarah kita juga mengatakan Hindu dan meninggalnya konon moksa,” katanya. ?
Syekh Wasil dan Joyoboyo diperkirakan hidup pada tahun 1200 Masehi. (Abdullah Alawi)
Dari Nu Online: nu.or.id
Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ubudiyah, Pendidikan Pondok Pesantren An-Nur Slawi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar