Rabu, 08 November 2017

Bangladesh Bangun Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, PBB: Berbahaya!

Coxs Bazar, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Seorang pejabat tinggi PBB mengatakan, rencana Bangladesh untuk membangun kamp pengungsi terbesar di dunia bagi 800.000 lebih Muslim Rohingya berbahaya karena kepadatan penduduk yang berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit mematikan bisa menyebar dengan cepat.

Pengungsi dari Myanmar yang melewati perbatasan Bangladesh terus mengalir. Hingga sekarang jumlahnya mencapai lebih dari setengah juta orang. Eksodus ini dipicu oleh tindakan keras tentara di Negara Bagian Rakhine, Myanmar. Operasi militer bersenjata memaksa penduduk setempat lari menyelamatkan diri sejak 25 Agustus lalu.

Bangladesh Bangun Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, PBB: Berbahaya! (Sumber Gambar : Nu Online)
Bangladesh Bangun Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, PBB: Berbahaya! (Sumber Gambar : Nu Online)

Bangladesh Bangun Kamp Pengungsi Terbesar di Dunia, PBB: Berbahaya!

(Baca: Hutan Bangladesh Ditebangi untuk Kamp Pengungsian Rohingya)

Sebagaimana dilansir AFP, Sabtu (7/10), Pemerintah Bangladesh bersikeras akan memperluas sebuah kamp pengungsian di Kutupalong di dekat kota perbatasan Coxs Bazar guna menampung semua orang Rohingya datang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Namun demikian Robert Watkins, koordinator residen PBB di Dhaka, mengatakan Bangladesh seharusnya mencari lokasi baru untuk membangun lebih banyak kamp.

"Ketika Anda memusatkan terlalu banyak orang ke daerah yang sangat kecil, terutama orang-orang yang sangat rentan terhadap penyakit, itu berbahaya," kata Watkins kepada AFP.

Menurutnya, dalam suasana padat orang demikian, kemungkinan kuat terjadinya persebaran penyakit menular sangat tinggi dan prosesnya pun bisa amat cepat. Baginya, jauh lebih mudah mengelola orang berikut kesehatan dan keamanannya bila kamp tidak terkonsentrasi dalam satu tempat. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi News Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar