Rabu, 19 Maret 2008

Aksi Bela Palestina dan Sisi Lainnya

Pada Ahad (17/12) kemarin -puluhan, ratusan ribu bahkan jutaan umat- Islam Indonesia dari berbagai daerah berkumpul di sekitaran Monumen Nasional (Monas) Jakarta untuk menghadiri Aksi Bela Palestina yang digagas Majelis Ulama Indonesia (MUI). Tujuannya satu yaitu menentang keputusan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Peserta aksi juga menyerukan kebebasan dan kedaulatan bangsa Palestina dari pendudukan Israel.

Memang, pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel memicu demo di banyak negara. Di Lebanon, Mesir, Turki, Maroko, Iran, Afghanistan, Ukraina, Jerman, Yordania, Indonesia, bahkan di Amerika Serikat juga digelar Aksi Bela Palestina. Mereka semua menyerukan agar Trump mencabut keputusannya tersebut dan Palestina mendapatkan kemerdekaannya.

Di Indonesia, Aksi Bela Palestina diikuti oleh umat Islam dari berbagai ormas Islam seperti Nahdlatul Ulama (NU) –meski Ketua Umum PBNU melarang Nahdliyin menggunakan atribut NU, Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Front Pembela Islam (FPI), Himpunan Ahlussunnah Untuk Masyarakat Islami (Hasmi), Al Wasliyah, Mathla’ul Anwar, Wahdah Islamiyah, Eks- Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), dan lain sebagainya. Selain berbasiskan ormas, peserta aksi juga berasal dari institusi tertentu seperti sekolah, majelis ta’lim, dan lainnya.

Tidak ketinggalan, para pesohor negeri ini juga hadir. Mulai dari selebriti, politisi, hingga pejabat negara. Jika dibandingkan dengan aksi-aksi bela sebelumnya, Aksi Bela Palestina lebih beragam pesertanya karena seluruh umat Islam memiliki ‘rasa yang sama’ terhadap isu yang diangkat ini. Yaitu membela dan mendukung Palestina.

Aksi Bela Palestina dan Sisi Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Aksi Bela Palestina dan Sisi Lainnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Aksi Bela Palestina dan Sisi Lainnya

Di era reformasi, aksi demonstrasi merupakan sebuah bentuk protes yang sudah menjadi common sense. Demonstrasi bisa dilakukan siapa saja ketika mereka merasa tidak sepakat dengan keputusan yang ada, baik yang berdampak langsung terhadap mereka ataupun tidak. Selama keputusan tersebut dirasa merugikan secara komunal, maka akan digelar demo. Termasuk demo yang digelar di berbagai negara –termasuk Indonesia- terhadap keputusan Trump.

Pada Aksi Bela Palestina di Indonesia, semua pimpinan ormas Islam yang hadir menyampaikan orasi. Inti dari orasinya sama yaitu mengecam dan menonak Trump serta berharap Palestina segera merdeka. Yang menjadi pertanyaan adalah kenapa harus demo? Kenapa tidak menggunakan jalur diplomasi lainnya? Dan seberapa efektif kah demo itu untuk menyelesaikan persoalan?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Kalau kita lihat, berkumpulnya ratusan ribu bahkan jutaan massa di Monas bisa disinyalir sebagai upaya unjuk kekuatan (show force) umat Islam. Dengan berkumpul, mereka ingin agar Donald Trump melirik mereka –setelah diliput berbagai media tentunya. Bahwa mereka umat Islam itu ada dan bersatu untuk menentang Keputusan Amerika Serikat. Bahkan, para pemimpin ormas yang berorasi ‘menggertak’ Amerika Serikat dengan mengajak umat Islam untuk memboikot produk-produk negeri Paman Sam itu manakala keputusan itu tidak dicabut.

Namun, lagi-lagi yang menjadi pertanyaan adalah apakah cara ini efektif? Atau hanya buang-buang energi saja? Wallahu ‘alam.

Yang terpenting, Aksi juga meminta pemerintah Indonesia untuk lebih aktif lagi dalam diplomasi membela Palestina. Ini yang lebih penting. Persoalan antar negara akan lebih efektif apabila diselesaikan dengan jalan diplomasi. Aksi di jalan penting, namun yang tidak kalah penting adalah bagaimana menyelesaikan persoalan tersebut dengan jalur diplomasi.

Sisi lain

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selama meliput Aksi Bela Palestina kemarin, penulis menemukan sisi lain yang menarik dan cukup menjadi perhatian. Pertama, ajang narsisme dan eksistensi. Memang benar, peserta aksi berkumpul dan bersatu atas nama umat Islam. Namun di lapangan, setiap kelompok –baik ormas ataupun lembaga- membawa benderanya masing-masing. Lebih-lebih, mereka ber-swafoto-ria (selfie) dan mengunggahnya di media sosial. Seolah-olah mereka ingin menunjukkan bahwa mereka ada dan hadir. Memang, tidak ada yang salah dalam hal ini.

Kedua, ajang rekreasi. Tidak semua peserta aksi menyimak apa yang disampaikan oleh pemimpin aksi dari panggung utama. Selama pemimpin aksi menyampaikan orasi, tidak sedikit dari peserta aksi yang ‘sibuk’ dengan kegiatannya sendiri. Berfoto-foto, jual-beli, ngobrol dan membuat forum sendiri, bahkan ada yang tidur. Ada juga yang menjadikan acara ini sebagai ‘ajang rekreasi’ bareng keluarga.

Ketiga, ajang kerja. Apa yang dikatakan Ketua Pelaksana Aksi Bela Palestina H Marsudi Syuhud bahwa siapa saja yang menolong Palestina maka akan mendapatkan berkah memang benar adanya, termasuk yang ada di sekitarnya (barokna haulahu). Penjual makanan, minuman, snack, lapak tempat duduk, bendera Palestina dan aksesoris ikat kepala serta bendera hitam bertuliskan syahadat laris manis. Seolah mereka mendapatkan berkah dari Aksi Bela Palestina.

Selain itu, acara aksi ini juga menjadi berkah tersendiri bagi para jurnalis, wartawan, fotografer, reporter, dan insan media lainnya. Di sini, mereka bisa mendapatkan berita dan gambar yang menarik dan variatif. Apa yang mereka tulis dan siarkan akan ditunggu dan dicari oleh publik. Aksi massa seperti ini tentu memiliki daya tarik tersendiri bagi publik.

Terlepas dari itu semua, kita semua mesti mengapresiasi Aksi Bela Palestina itu. Setidaknya ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia peduli dan simpati terhadap apa yang dialami Palestina. Sebuah negeri yang jauh nan di sana, tapi dekat di hati bangsa Indonesia. 

A Muchlishon Rochmat  

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sabtu, 23 Februari 2008

Habib Luthfi: Hargailah Jasa Pendahulu

Brebes, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Rais ‘Aam Jamiyyah Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (JATMAN) Maulana Habib Muhammad Luthfi bin Yahya dari Pekalongan prihatin dengan lunturnya rasa terima kasih. 

“Akibat tak pandai menghargai jasa pendahulu, tidak berterima kasih, keberkahan tercerabut dari muka bumi,” ungkap Habib saat mengisi Maulid Nabi dalam rangkaian Hari Jadi Ke-335 Kab Brebes di perempatan Saditan Baru Brebes, Rabu (16/1) malam .

Habib Luthfi: Hargailah Jasa Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfi: Hargailah Jasa Pendahulu (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfi: Hargailah Jasa Pendahulu

Peringatan Maulid Nabi, merupakan upaya menghargai, mencintai pendahulu, Nabi Muhammad SAW. Karena jasa Nabi, terjadi kebangkitan Islam yang telah mengubah dari jaman jahiliyah menuju jaman yang ilmiah. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jadi sangat aneh, ketika ada sekelompok kaum yang menghina peringatan Maulid Nabi dan bahkan melarangnya. “Kalau sejarah Nabi hendak dihilangkan, bagaimana dengan sejarah Pangeran Diponegoro, sejarah Imam Bonjol, sejarah para Walisongo dan para pejuang bangsa lainnya?” gugat Habib Luthfi.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jangan sampai kehidupan di Indonesia sampai kehilangan obor. Karena tidak ada pencerahan sejarah. Generasi muda dibutakan dari jasa-jasa pendahulu, yang mengakibatkan tidak pandai berterima kasih. 

Habib melukiskan betapa besarnya perjuangan orang tua kita pada awal kemerdekaan. Meski dengan berbagai keterbatasan, rela menyekolahkan kita hingga ke tingkat tinggi. Mengusahakan makanan dan minuman, walaupun orang tua kita menahan kelaparan yang memaksa. 

Sekolah sangat sulit, jadi PNS juga dengan jatah beras Cempok, beras Gembalo yang kalau dimasak melar, kalau dimakan cepat kenyang tetapi juga cepat lapar. Sarapan juga dengan bodin. Tetapi dibalik kekurangan itu, orang tua kita sangat hebat. 

“Budi pekerti sangat dijunjung tinggi. Persaudaraan kental dan tolong menolong jadi tradisi yang sangat kuat,” paparnya.

Maka jangan sampai kita mengecewakan orang tua kita yang telah memperjuangkan hidup kita lebih baik. Yang telah menyiapkan regenerasi yang lebih berkualitas pada masa kini. 

“Kalau sekarang kita berbuat tidak sesuai dengan keinginan orang tua, dengan berbuat kekacauan maka kita telah mengecewakan orang tua kita, sadarlah!” ajak Habib.

Begitupun dengan perjuangan Soekarno, Soeharto, Habibie, Gus Dur dan Megawati yang telah berbuat banyak untuk negeri. Sedangkan kita belum mampu berbuat apa-apa. Ceritakanlah kebaikan-kebaikan mereka dan bila ada yang tidak baik pintakan ampunan kepada Allah SWT. “Jangan lagi-lagi menghujat, menghina sementara kita tidak bisa berbuat apa-apa!” kata Habib dengan semangat berkobar-kobar.

Penghargaan kepada Bung Karno (pimpinan) waktu dulu sangat tinggi, yang dibuktikan dengan patuhnya rakyat dengan mendengarkan pidato Bung Karno. Sikap apa yang harus diperbuat rakyat mengacu pada isi pidato Bung Karno, menjadi patokan satu komando.Bangsa kita dulu sangat terhormat karena kepatuhan rakyat pada pimpinannya, bukan karena perlengkapan senjata perang yang hebat. “Persatuan dan kesatuan, saling hormat menghormati ternyata lebih kuat dari peluru kendali,” katanya. 

Ingatlah sejarah, karena dengan sejarah itu akan bertambah wawasan dan keilmuan kita. “Jangan melupakan sejarah, karena kalau kita lupa sejarah maka akan diombang-ambingkan oleh para pengacau,” ujar Habib mengingatkan.

Tunjukan pada dunia, kata Habib, kalau kita bisa merapatkan barisan, menghargai para pendahulu dengan meneruskan perjuangannya. Rapatkan barisan tidak akan mengecewakan Nabi, orang tua, pejuang, tokoh-tokoh pendahulu, guru-guru kita, sesepuh kita. “Tunjukanlah!” pungkasnya.  

 

Kontributor: Wasdiun

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Daerah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 28 Januari 2008

Wabup Jombang Berharap PMII Bantu Pemberdayaan Masyarakat

Jombang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Wakil Bupati Kabupaten Jombang, Jawa timur Munjidah Wahab, memberikan ruang kepada kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jombang untuk merealisasikan pemberdayaan masyarakat.

Putri KH Wahab Chasbullah itu mengatakan demikian pada pembukaan Konferensi Cabang (Konfercab) XXIV PMII di Aula STIKES Bahrul Ulum Tambakberas Jombang, Jum’at malam (5/12).

Wabup Jombang Berharap PMII Bantu Pemberdayaan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Jombang Berharap PMII Bantu Pemberdayaan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Jombang Berharap PMII Bantu Pemberdayaan Masyarakat

Gagasan PMII untuk kepengurusan setahun ke depan yang dicantumkan dalam tema kegiatan, yaitu “PMII dan Pemberdayaan Civil Society”, Wabup menyatakan mendukung PMII ikut terlibat dalam mengayomi masyarakat sipil.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

“Kami yakin PMII mempunyai kemampuan mengkonsep sebuah program yang arahnya untuk pemberdayaan masyarakat. Tinggal nanti disampaikan kepada kami, dan kami siap untuk mendukung pelaksanaanya,” paparnya kepada Pondok Pesantren An-Nur Slawi.

Selain itu, lebih lanjut ia mengungkapkan harapan besarnya terhadap PMII, “Kami berharap PMII bisa membuat pelatihan-pelatihan pemberdayaan masyarakat agar mandiri secara ekonomis melalui program-program yang sudah dicanangkan oleh pemerintah daerah,” ungkapnya.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Sementara Ketua Panitia Ali Makhrus,  mengaku siap untuk mensinergikan program-program PMII ke depan. “Sudah saatnya kita lebih kongkrit mengamalkan Nilai Dasar Pergerakan PMII untuk kemaslahatan masyarakat. Tidak mungkin kita hanya berkutat pada tradisi lama, sementara orang lain sudah berusaha mengambil peran-peran seperti itu,” katanya kepada para wartawan.

Ketua bidang kaderisasi PMII Jombang yang biasa dipanggil Makhrus ini juga menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dilaksankan selama tiga hari (5-7/12). “Setelah pembukaan, ada dialog publik tentang peran strategis PMII dalam pemberdayaan masyarakat sipil, lalu pertemuan alumni, dilanjutkan dengan siding-sidang pleno, hingga terakhir pemilihan ketua umum periode 2014-2015,” tambahnya.

Selain Wabup Jombang, turut hadir dalam acara ini, Ketua Tanfidziyah PCNU Jombang, Dr KH isrofil Amar, bersama puluhan alumni PMII Jombang. Sedangkan sebagai pemateri dialog publik dalam acara ini yaitu, Wakil Ketua DPRD Jombang Subaidi Mukhtar, Dr Amir Maliki Abi Tholkhah ketua Ikatan Alumni (IKA) PMII, Muslimin Abdilla Sekretaris Tanfidiyah PCNU Jombang. (Romza/bdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Halaqoh, Ahlussunnah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 25 Januari 2008

GP Ansor Pamekasan Perkuat Kaderisasi Bela Negara dan Antinarkoba

Pamekasan, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Beberapa bulan terakhir ini, Pimpinan Cabang GP Ansor Pamekasan, Jawa Timur memperkuat kaderisasi. Di samping memajukan organisasi, juga dimaksudkan untuk meneguhkan bela negara dan penanggulangan narkoba.

Demikian penegasan Ketua PC GP Ansor Pamekasan, Fathorrahman kepada seorang tentara utusan Kodim Pamekasan yang melakukan pendataan dan koordinasi di sekretariat Ansor Jalan R Abd Aziz, Jumat (8/4).

GP Ansor Pamekasan Perkuat Kaderisasi Bela Negara dan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pamekasan Perkuat Kaderisasi Bela Negara dan Antinarkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pamekasan Perkuat Kaderisasi Bela Negara dan Antinarkoba

Dalam kesempatan itu, pihak Kodim meminta data kepengurusan cabang dan PAC di 13 kecamatan. Permintaan tersebut dilayani langsung oleh Sekretaris PC GP Ansor Pamekasan, Abd Latif.

"Dua bulan lagi, Insyaallah kami menggelar Diklat Banser," terang Mas Paonk, panggilan akrab Fathorrahman.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Dosen Universitas Madura tersebut menambahkan, saat ini pihaknya sedang mengirim 4 kader ke Blitar guna mengikuti provost. Selain itu, 4 kader sudah dipastikan ikut PKL Ansor se-Jawa Timur di Kabupaten Sumenep, Sabtu-Ahad (9-10/4). (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh, Hikmah Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Senin, 17 Desember 2007

KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara

Jepara, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. KH Ubaidillah Nur Umar dan KH Hayatun Abdullah Hadziq terpilih menjadi Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidiyah PCNU Jepara masa khidmah 2015-2020, dalam Konferensi Cabang NU (Konfercab) ke-31 NU yang berlangsung di aula Gedung NU Jepara lantai 2, Ahad (15/11) dini hari.

Kiai Ubaidillah dipercaya sebagai Rais Syuriyah setelah proses pemilihan menggunakan sistem Ahlul Halli wal Adqi (AHWA). Mulanya muncul 24 kandidat AHWA. Kemudian dikerucutkan menjadi 5 kiai.

KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Ubaidillah-KH Hayatun Nahkoda Baru NU Jepara

Pada proses pemilihan anggota AHWA sudah muncul 5 besar, antara lain KH Ubaidillah Nur Umar (14), KH Kamil Ahmad (10), KH Makmun Abdullah Hadziq (9), KH Mahfudz Sidiq (6), dan KH Nur Hasan (4).

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Karena ada dua kiai yang berhalangan hadir, yakni Kiai Mahfud Sidiq dan Kiai Nur Hasan, sesuai dengan keputusan musyawarah dianggap batal, maka dilakukan pemilihan tahap kedua untuk mengisi posisi AHWA yang masih kosong.

Pada sidang pemilihan yang diketuai H Mukhlisin dan wakil ketua Iman Fadlilah kembali mengerucut dua nama KH Nor Rohman Fauzan dan KH Nafiudin Hamdan.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Setelah terpilih 5 nama Ahwa KH Ubaid, KH Kamil, KH Makmun, KH Nor Rohman dan KH Nafiudin. Kelima kiai ini menggelar rapat terbatas dan memutuskan KH Ubaidillah Nur Umar sebagai Rais Syuriyah.

Dalam sidang pemilihan Ketua Tanfidiyah, KH Hayatun Abdullah memperoleh suara 10, disusul KH Asyhari Syamsuri dengan 5 suara dan Shodiq Abdillah 1 suara.

“Sesuai Pasal 27 ayat 4 Tatib Konfercab menyatakan calon yang memperoleh separo plus 1, 9 dinyatakan aklamasi dan tidak ada lagi pemilihan untuk kedua kalinya. Sehingga KH Hayatun terpilih secara aklamasi,” terang Mukhlisin, Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah.

Terpisah, KH Asyhari Syamsuri, ketua demisioner PCNU Jepara saat ditemui Pondok Pesantren An-Nur Slawi usai pemilihan, memberikan dukungan kepada ketua PCNU terpilih. “Semoga 5 tahun ke depan kepemimpinan KH Ubaidilllah dan KH Hayatun lebih baik dari yang sekarang,” katanya.

Sedangkan KH Hayatun, ketua terpilih menyatakan tanfidiyah merupakan pelaksana NU. Dalam kinerjanya pengasuh pesantren Hadziqiyah Jepara ini tidak ingin mendahului dawuh Syuriyah.

Pihaknya berkomitmen bersih dari aktivitas politik praktis menjelang pesta demokrasi 2017.

Kegiatan yang berlangsung selama sehari ini diikuti 16 MWCNU dan ratusan ranting se-Kabupaten Jepara. H. Slamet Effendy Yusuf didaulat untuk membuka konfercab yang ditandai dengan pemukulan kentongan. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Santri Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selasa, 04 Desember 2007

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat

Subang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor kembali menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD). Kali ini, kaderisasi jenjang pertama organisasi pemuda NU tersebut digelar di wilayah Subang selatan, meliputi Kecamatan Jalancagak, Cisalak, Kasomalang, Tanjungsiang, Ciater, Sagalaherang dan Serangpanjang. Namun ada juga peserta dari delegasi Subang tengah meliputi Kecamatan Subang dan Cibogo.

Kegiatan PKD tersebut digelar selama dua hari, Sabtu-Ahad (30-31/7/2016) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Az-Zahra Kampung Cibatu,? Desa/KecamatanTanjungsiang. Sebanyak kurang lebih 50 orang terlibat dalam kegiatan yang menjadi ajang kaderisasi di GP Ansor tersebut.

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Usai Kaderisasi, Anggota GP Ansor Terjun ke Masyarakat

Ketua Panitia Pelaksana, Gilang Fajar Alfina menegaskan, dalam pelaksanaan rekrutmen anggota GP Ansor tersebut dilakukan beberapa instrumen penting dalam mengikuti kegiatan PKD di antaranya dilakukan screening atau proses penyaringan terlebih dahulu untuk memastikan layak dan tidaknya mengikuti PKD.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

"Ini penting dilakukan karena konsep kaderisasi di GP Ansor tidak sembarangan. Merekalah yang akan mengemban amanah organisasi jika sudah pulang ke daerahnya masing-masing," ujar Gilang.

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Para peserta tersebut, kata Gilang, telah dibekali dengan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan konsep kepemimpinan dan menggali potensi diri untuk kemudian diimplementasikan dalam kiprahnya di tengah-tengah masyarakat. "Karena mereka akan menjadi penggerak motor organisasi GP Ansor untuk berkiprah di daerahnya masing-masing," kata Gilang yang merupakan Ketua PAC GP Ansor Kecamatan Tanjungsiang.

Ia berharap, sebagaimana tema yang diusung, "Meneguhkan Ideologi Islam Ahlussunnah wal Jama’ah, Generasi Muda Siap Memimpin", kader-kader GP Ansor bisa meneruskan estafet kepemimpinan di Kabupaten Subang dengan berbasis ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai pondasinya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Subang Asep Alamsyah Heridinata menegaskan, kegiatan kaderisasi di GP Ansor ini rutin digelar setiap tahunnya. "Saat ini sudah memasuki tahun ketiga kita laksanakan PKD dan Diklatsar setelah bulan-bulan kemarin kita gelar di Subang bagian barat," kata Asep.

Dengan demikian, lanjut Asep, kader-kader GP Ansor dan Banser sudah terjun ke akar rumput hingga seluruh kecamatan di Kabupaten Subang. "Karena ini komitmen kami akan membentuk kepengurusan GP Ansor di tingkat ranting (desa, red)," pungkasnya. (Ade Mahmudin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Internasional, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Jumat, 09 November 2007

Inilah Beberapa Hasil Pertandingan di Laga Pembuka LSN 2016

Yogyakarta, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pesantren Nur Iman (Yogyakarta) berhasil unggul telak 3-0 atas wakil Sulawesi I Pesantren DDI Kaballanggang pada laga perdana seri nasional grup D Liga Santri Nusantara di Stadion Triadi, Yogyakarta, Senin (24/10).

Tiga gol Nur Iman masing-masing dicetak Yuda di menit 5, Tata Albarik menit ke-29 dan A Pambudi pada menit 36.

Inilah Beberapa Hasil Pertandingan di Laga Pembuka LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Beberapa Hasil Pertandingan di Laga Pembuka LSN 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Beberapa Hasil Pertandingan di Laga Pembuka LSN 2016

Kemenangan ini mengantarkan Nur Iman memimpin sementara grup D dengan raihan tiga poin. Mereka unggul dengan selisih gol atas PP Daruttabin FC dari Jatim II yang dilaga sebelumnya menang tipis 1-0 atas tim Hidayatussalikin perwakilan Sulawesi I.

Sementara itu pada penyisihan grup A LSN 2016, Pesantren Assulami (NTB I) sukses manaklukkan wakil Kalimantan III Nahdlatul Athfal dengan skor 2-0 di stadion AAU Tribun, Senin (24/10).

Dua gol kemenangan Assulami dicetak Rosy Ridho di menit 42 dan satu gol lainnya di cetak Henzilam di menit 70.?

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Di grup yang sama, Pesantren Salafiyah Al Falah (Jabar II) juga menang dengan skor 2-0 atas Pesantren Al Falah (Kalimantan II) di Lapangan AAU Non Tribun. Kemenangan ini membawa Salafiyah Al Falah bersaing ketat dengan Assulami yang masing-masing memperoleh tiga poin di laga perdana.

Pada pertandingan selanjutnya, PP Assulami akan menghadapi Al Falah di lapangan Dwi Windu. Sedangkan Nahdlatul Atfal yang harus berjuang memetik poin ? akan menghadapi Salafiyah Al Falah di Lapangan Baturetno.

Kedua pertandingan tersebut akan berlangsung pada hari Selasa (25/10) pukul 07.00 WIB. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Tokoh Pondok Pesantren An-Nur Slawi