Kamis, 30 Maret 2017

Siswa SLB Tampilkan Seni Bela Diri di Perkemahan NU

Magelang, Pondok Pesantren An-Nur Slawi. Pada acara Festival Olahraga Seni dan Budaya Inklusif yang digelar di arena Perkemahan Wirakarya Pramuka Ma’arif Nasional (Perwimanas) II, Rabu (20/9), siswa-siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Magelang menampilkan seni bela diri.

“Dalam rangka mendukung dan meramaikan acara Perwimanas ini kami menerjunkan 30 siswa untuk menyemarakkan Festival Anak Berkebutuhan Khusus yang diselenggarakan oleh PWNU Jawa Tengah,” ujar Edi Purwanto, kepala Sekolah SLB Kota Magelang. 

Siswa SLB Tampilkan Seni Bela Diri di Perkemahan NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa SLB Tampilkan Seni Bela Diri di Perkemahan NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa SLB Tampilkan Seni Bela Diri di Perkemahan NU

Edi menuturkan, SLB Kota Magelang sengaja membekali para siswa-siswanya ilmu bela diri karena anak berkebutuhan khusus rentan gangguan dan rentan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

“Sekolah membekali ilmu bela diri untuk menambah motivasi anak sehingga tambah percaya diri hidup di tengah-tengah masyarakat,” ujar Edi.

 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Selain itu, lanjut Edi, dengan membekali ilmu bela diri, pihaknya ingin membuktikan kepada masyarakat luas bahwa anak-anak ABK itu tidak patut dikesampingkan.

“Jangan kasihani mereka. Jangan remehkan mereka. Tapi berikan kesempatan yang banyak waktu yang luas agar mereka bisa menaklukkan dunia dengan gaya mereka,” tandas Edi. 

Jika SLB Kota Magelang menampilkan seni bela diri, MI Ma’arif NU Keji Semarang menampilkan uji hafalan Al-Qur’an siswa-siswanya. Ada dua siswa yang diuji  hafalan Al-Qur’annya langsung oleh Ketua Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’arif PBNU HZ Arifin Junaidi dan para guru. Kedua siswa tersebut bernama Ajib dan Haidar. 

Ditemui usai tampil, Haidar mengaku senang bisa tampil di panggung. “Senang. Harapannya anak-anak Indonesia cinta al-Qur’an,” ujar Haidar. 

Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Hal senada juga disampaikan oleh Ajib. “Ya senang. Bisa nyenengin orang tua,” ujar Ajib malu-malu. 

Sementara itu, Siti Zubaidah, ibunda Ajib, mengaku bangga kepada Ajib. “Ya, harapannya semoga Ajib bisa merampungkan hafalannya sampai juz 30,” ujar Siti. 

Sebagai informasi, kedua bocah yang masih berusia belia tersebut sudah hafal 9 juz. Mereka biasanya menghafal tiga sampai tujuh ayat perhari. (Nur Rokhim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pondok Pesantren An-Nur Slawi Ahlussunnah, Amalan Pondok Pesantren An-Nur Slawi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar